Lompat ke konten utama
EP 177

State of CSS

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membedah hasil survei State of CSS terbaru. Pembukanya soal matinya CSS-in-JS: pola seperti styled-components dan Emotion praktis ditinggalkan karena CSS sendiri sudah punya nesting dan import, sementara Tailwind mencakup hampir semua kebutuhan yang dulu memaksa orang memakainya β€” dan pemasangan Tailwind kini sudah sesederhana drag and drop. Fitur yang paling banyak dibicarakan adalah anchor positioning, disusul :has() yang dijuluki parent selector karena membalik arah styling: dari anak menargetkan induknya, atau dari adik menargetkan kakaknya. Sebelum ada :has(), satu-satunya cara adalah menambahkan class modifier seperti card--with-media yang harus dikarang dan dirawat sendiri. Menariknya, kesimpulan survei soal dukungan browser sudah tertinggal β€” pada saat episode direkam, anchor positioning sudah baseline padahal survei ditutup Juni. Temuan yang paling mengejutkan ada di bagian AI: 26% responden sama sekali tidak memakai AI untuk menulis CSS, dan banyak yang berkomentar AI kurang bagus menulis CSS. Penjelasan yang masuk akal bukan idealisme melainkan pembagian kerja β€” kasus yang sederhana sudah tertutup Tailwind sehingga tidak perlu menulis CSS sama sekali, dan yang tersisa untuk ditulis manual justru kasus kompleks yang memang belum dikuasai model. Pain point terbesarnya adalah grid, terutama sintaks grid-row dan grid-column yang terasa janggal, disusul cognitive overload karena terlalu banyak pilihan, dan ketidakcocokan format warna saat handoff dari desainer.

Poin-poin Utama

  • β€’CSS-in-JS praktis ditinggalkan karena CSS sudah punya nesting dan import, dan Tailwind mencakup hampir semua kebutuhan yang dulu memaksa orang memakai styled-components atau Emotion
  • β€’:has() membalik arah styling β€” anak bisa menargetkan induknya, adik bisa menargetkan kakaknya β€” sehingga tidak perlu lagi mengarang class modifier seperti card--with-media yang harus dirawat sendiri
  • β€’Kesimpulan dukungan browser dalam survei bisa cepat basi: anchor positioning sudah baseline saat episode direkam padahal survei ditutup Juni, jadi selalu cek caniuse untuk data terbaru
  • β€’26% responden sama sekali tidak memakai AI untuk menulis CSS β€” bukan karena idealisme, tetapi karena kasus sederhana sudah tertutup Tailwind dan yang tersisa justru kasus kompleks yang belum dikuasai model
  • β€’Grid adalah pain point terbesar, terutama sintaks grid-row dan grid-column yang janggal; masalahnya bukan tidak paham konsepnya melainkan sintaksnya sulit diingat
  • β€’Coding agent secara default fasih memakai Tailwind tetapi masih menulis CSS dengan cara lama β€” perlu diberi tahu atau dipasangi skill agar memakai fitur yang baru
  • β€’Handoff warna dari desainer sering bermasalah karena mereka berangkat dari CMYK untuk cetak lalu memberi hex, sementara developer sudah memakai ruang warna modern β€” hasilnya terlihat sama bagi kita tetapi berbeda bagi desainer
Transkrip otomatis Bantu Koreksi

[musik] Dapatkan hanya di domainesia. [musik] Halo. Halo.

Ye. Gua yang paling [tertawa] gua nantikan setiap hari Selasa itu suara itu loh. Telolet.

Suara ini mah [tertawa] ada di mana-mana.

Telolet gimana suara gua belum tes mic pakai restream ini bagus enggak kayak cek cek sound lumayan bagus bagus

cek sound cek sound lihat user chatnya di mana ya oh ini kita lagi [tertawa] kita lagi coba-coba

ini lagi pakai e mainan baru ya apa kabarnya teman-teman semuanya mudah-mudahan sehat ya sehat am Eka sudah mau berangkat Angkat ya. Ih,

seru banget. Kapan? Sabtu. Salah. Sabtu ya.

Kapan berangkatnya? Iya. Wah, seru banget.

Oleh-oleh ya. Ngapain aja nanti di sana rencananya?

Oleh-olehnya cerita boarding pas aja. Cerita ya. [tertawa] Siapa nih? Aji. Halo Aji, selamat malam.

Sehat ya? Bisa di show? Asik bisa Oh, kelatenya.

Oh, iya digedein dulu ya. Digedein dikit ya.

Ini kita lagi nyoba-nyoba ya sambil nyoba-nyoba ya. Large kurang gede.

Kurang ya enggak? Yang di kiri udah. Betul.

Yang kanan bawah itu. Yang di kanan. Di kanan. Kurang gede ya?

Kecil banget. Apanya sih? Yang kecil suara gua.

YouTube. YouTube. Eh YouTube apa? Komen.

Komen tulisan komentar. Oh udah gede tulisan komentarnya kecil bukan yang kanan. Pasti lu enggak lihat.

Oh iya yang kiri udah. Iya enggak lihat karena Oh ini kali fontnya [tertawa] karena ada baju.

Heeh karena ada Wcag melanggar WCG.

Ada ada sponsor kita malam ini Dominia.

Oh. [tertawa] Jadi kalau teman-teman ini yau layar sendiri.

Iya layar sendiri. Mirip banget. Buat teman-teman yang mau apa mau cobain ee mau deploy website-nya bisa pakai layanan masing dominia

bisa pakai promo code ngobrolin webn kenapa enggak bisa nampilin apa itu ya marki.

Oh bisa dong. Oh bisa bisa sabar.

Mana tampilin dong. Mana bentar belum hafal. Belum hafal sebentar ini ya. Nah, ini dia. Nah, kalau hosting itu ngobrolin web DNnya

10%. Nah, kalau yang VPS bisa beli cloud VPS Turbo Dominesia diskonnya 50%.

Ee promokannya itu yang di bawah sebelah sana tuh yang dekat Ivan ngobrolin VPS DN. Diskonnya berlaku untuk semua paket,

semua siklus. Ee bisa dipakai lebih dari satu kali, acun yang sama enggak masalah. Jadi langsung manfaatkan saja.

Terima kasih Domensia. Sudah ada MCP lagi dia. Tapi belum sempat nyoba nih gua.

Lihat transkrip lengkap (685 segmen lagi)

Iya, hostingnya e support MCP jadi bisa langsung dari coding agent.

Heeh. Kita belum nyoba ya. Kita sudah dikasih akses ya.

Deployan website saya gitu. [tertawa] Bisa.

Iya. Ke buat email bisa kali ya.

Buat email. Iya kan di si kan ada sipen buat email.

Oh iya benar. Eh, tapi kalau pakai WordPress enak tuh kan suka ribet tuh dari apa ee kalau di

lokal baru belajar pakainya XPP. Nah, giliran harus deploy bingung.

Emang masih ada gitu yang pakai [berdehem] exam PPP?

Enggak tahu gua dulu [tertawa] sekarang enggak ya.

Enggak dong. Sudah ada playground ada.

Oh, emang enggak ada teman-teman ada yang masih pakai SAM? Enggak mungkin masih ada. Tapi pertama yang pakai ada kayaknya ya.

Zaman sekarang sudah pakai playground, WordPress Playground ceritanya langsung di kalau langsung di web.

Jadi pakai apa tuh namanya? Apa yang apa web kontainer.

Iya, kayak kalau Audi apa tuh yang di heart nih dikomp dikompal jadi itu W assembly wasem wasem assembly ya udah

ada wasemnya tuh udah pakai Laragon tuh iya kalau Laravel dia ada sendiri Laragon ada Herd ada Devil Box wah kotak

setan kayak itu dong ya kayak permainan itu ya tapi isinya Ong setan.

By the way, bagus juga tuh bisa kita bahas deat development server. Belum pernah ya? Iya, belum.

Benar juga ya. Bolehlah. Iya, seekali ya atau minggu depan.

Heeh. Bisa ada kalau mau yang pakai kontainer ada Docker, ada Potman ya banyak ya.

Sekarang pakai Herd. Hart ini apa? Sama kayak itu kayak ee Oh, mirip ya. Kalau di Linux tinggal instal APC-nya. Iya

tah gua tahunya herder. Kenapa sih nama software tuh mirip-mirip semua ya?

Hder itu buat apa? Khusus buat PHP kah atau lebih umum?

Laravel Laravelhe. Laravel. Oh Laraveld. Jadi khusus project eh Laravel ya.

Ya ini gua baru baca. Coba kita lihat.

Oh baru baca. Oke. Tapi bagus juga bisa jadi nah ini accessibility. Kian sayanya enggak kelihatan nih.

Small aja. Small. Oke. Enggak apa-apa sayanya enggak usah kelihatan ya. Kalian aja yang kelihatan.

Oke. Nah, kayak gitu. Nah, bagus.

Malam ini kita eh baterai low. Malam ini kita mau bahas tentang apa? Hasil survei favorit kita bersama. State off. Malam

ini gilirannya CSS. kegemaran universe ya ada universe state of kan ada state of AI state of apalagi

Iya state of JS kita coba ya layarnya bagus mereka rilis bagusnya mereka rilisnya tuh enggak sekaligus semua jadi apa dilongkap

sekian bulan ya jadi kayak bulan apa tuh jadwalnya state of AI bulan lainnya sekian bulan kemudian state of JavaScript

terus sekian bulan kemudian itu ada di atas itu ada state of AI, state of death, state of graph QL.

Nah, itu universe par state of graf QL.

Oh, ada ya state of pertanyaan sebelumnya cuma satu pertanya. Apakah Anda masih menggunakan grafikun 90% not anymore.

Masa sih? [tertawa] Atau enggak 70% not anymore. 20% never we never even adopted it. Eah 10% enggak lah. Facebook kan pakai

masih. Iya. Selain Facebook siapa lagi?

Ee Instagram [tertawa] WhatsApp. Keluarga besar Meta.

Tets. [tertawa] Treats produknya dia semua.

[tertawa] Oke, ini berarti CSS ini di pertengahan tahun ya berarti ya bulan-bulan Agustus gitu ya.

SS is evolving faster than like. Wuh. W faster than ever.

Kok faster than light? to say nothing of world new paradigm like CSS in JS. Siapa yang masih

menggunakan CSS injs? Ayo. Kenapa ya JS? Cuma pasti banyak sih eh yang legacy.

Iya kenapa aneh? Karena ee kayak overkill overkill.

overkill sama kayak apa ya? Enggak, bukan kodratnya gitu loh ya. Sebenarnya di satu sisi CSS-nya juga tambah canggih. Jadi mau

saya apa enggak usah pakai CSS INJS juga enggak apa-apa karena misalnya import nih kan udah bisa import ee apa vanila

CSS. Yes. Nah, terus apaagi ya? mungkin kayak nesting maksudnya banyak hal-hal baru yang merrender ee bikin CSS ins. Enggak

perlu-perlu amat. Itu pertama dari fitur eh CSS-nya sendiri. Yang kedua kan apa banyak masalah performance kan karena

apa ee banyak yang harus Iya. Jadi apa dihydrate, dehydrate onload tapi sulit karena udah nyampai C SS line nih, udah nyampai line side kan

eh ribet juga bakal overkill juga kalau harus bikin kayak sebenarnya kalau React server componen juga kan kayak gitu kan

eh pattern-nya. Tapi kan lebih gampang communicate ke server mana yang harus di-update. Nah, masa cuma buat nge-hydrate button doang eh harus bikin

sistem yang rumit banget sih. Jadi kelihatannya lama-lama itu kayaknya umurnya pendek deh yang e pure CSS INJS

yang kayak apa self componen emotion itu paling ngetrennya cuma berapa tahun sih dulu ya kayak 3 4 tahun habis itu ya

udah akhirnya pada pakai CSS biasa lagi kan.

Terus mau terus mau enggak mau e mau enggak mau harus diakuin ya tetap tailwin tailwin kan makin apa simplified ya makin CSS

oriented sama kayak parsernya juga eh jadi lebih ring lebih gampang lebih mudah dipakai ya udah kan sebenarnya e

Tailwin kan nge-generate file CSS biasa kan dan kayaknya developer pada sadar oh ternyata bisa kebutuhan-kebutuhan yang selama ini bikin

maksain pakai CSS ins. Oh, bisa modular, bisa apalah ee komponen apa ikut pattern UI komponen yang khas React itu pakai tailwin

aman-aman aja. Jadi, ya udah kelihatannya ngapain juga ribet-ribet pakai e self components, emotion, pattern-pattern yang kayak gitu.

Mak sense, Mak sense. Lambat sekali komputer.

Berat juga ya ini restream ya. Komputer gua langsung lambat ya. [tertawa] Apa gua doang?

Eh, Mas Riza kok enggak ada suaranya?

Tes. Maaf ya. Tak ada suaranya.

Enggak ada suaranya. Emang enggak ngomong?

Kedengaran sih itu dibilang sebentar gitu. [tertawa] Gini ada suaranya enggak?

Nah, ada. Ada. Oke. Apa masalahnya?

Hah? Masalahnya sebentar ya. Enggak tahu kalau cek cek cek. Kalau gini ada suaranya?

Ada. Ada ya. Oke, kalau begini adaanya ada suara. Halo. Oke, lanjut lanjut.

Makin gede gede suaranya. Iya, sedikit. Oh, iya mute ya, Sor.

Ee tadi saya mau ngomong scroll aja ke bawah.

Oke. Sepertinya ee si CSS INJS itu terbunuh ee Tailwin karena Tailwin bisa merangkum semua. Kita mau tulis apa? Mau tulis CSS

di komponen bisa pakai class name-nya kan. Terus kita mau tulis manual langsung dari CSS juga bisa. Jadi

kayaknya fungsinya kayaknya udah ada di Tailwin semua. Akhirnya ya udahlah menyerah. Heeh.

Dan dulu Tailwin kan instalasinya agak ribet ya. Kalau sekarang kan e practically drag and drop kan. Jadi ya

udah enggak pernah ada yang kalau project baru pasti enggak ada lagi yang ngerasa butuh style componen atau

emotion. Yes. Oke, kita coba lihat di bagian mana. Oh, scroll.

Scroll ke bawah. Nah, anchor positioning.

Anchor positioning. Entar CSS of 2026. Coba baca intronya bentar deh. Eh, scroll ke atas ya.

Nah, ini jadi kayak yang 2026 tuh CSS udah jauh banget dari nenek moyangnya pendahulunya Ancestor Biston Ancestor

from early 2000. Nah, sekarang bisa menganimasi transisi antar halaman cuma ini masih belum trans iya view transition sudah bisa dokumen

maksudnya udah baseline sudah baseline belum belum tapi udah bisa iya cuma kan ini bilang ken ken doang

kan enggak bisa enggak bilang already baselin masonry juga masonry itu malah ee lebih limited sih kayaknya belum

rilis belum Belum belum di apa production sama sekali sih.

Emulate microprocessor itu apa gua gak tahu. And of course you can render Doom.

Udah bisa merrender Doom dan udah bisa mengetengahkan render Doom maksudnya main game Doom. Oh iya beneran.

Iya beneran dong. Bisa jalan dong. Ini CSS doang.

Wow. Serius? Oh, motion sickness nih.

Iya, bukan. Dulu zaman dulu mainnya motion sickness, tapi dari tingkat kesulitan kayak apa?

Tetap aja paling sulit yang diion terakhir center divs.

Center divs. Menaruh di ke tengah.

How to center? 2024. Udah lama sih. Letest update April 2026.

Tanya AI ujung-ujungnya tanya AI. Heeh. Paling bawah. tanya [tertawa] apa? Point your agent to this page.

Nah, ini quick overview-nya. Quick overview-nya tuh ulasannya ada apa hal-hal yang menarik, highlights-nya anchor positioning.

Anchor positioning jadi favorit ya meskipun Iya.

Belum di-support. Udah, udah baseline belum ya? Belum baseline ya. Masih limited ya? Selain.

Tapi limited. Iya, masih limited ya.

Masih Firefox doang. Oke, menarik. Tumben tumben ya. [tertawa] Tumben.

Biasanya yang kiri dulu ya. Kiri dulu ya. Ternyata sekarang ide idenya dia nih ancor position nih.

E maybe maybe. Tapi sebetulnya encor positioning tuh kalau enggak salah ada beberapa kan eh ada ada apa itu yang dash yang

variabelnya pokoknya ada beberapa properti lah. Jadi kelihatannya sih browser lain eh partially supported deh.

Tapi ya tetap dianggapnya belum kan.

Iya. Kalau untuk ee apa ya? Mungkin pekerjaan untuk dideliver ke klien mungkin kita masih hati-hati ya karena

tergantung target usernya juga. Kalau misalkan browsernya tidak terlalu up to date bisa jadi sebaiknya jangan dulu ya.

Kayak ada polilnya deh kalau enggak salah.

Ada ada polifil-nya. Oh ada polifil-nya. Heeh.

Kalau begitu aman dong. Pofilnya JSnya pakai JavaScript. Iya. Ya enggak apa-apa juga kan.

Fallback itu bukan polifil kali namanya.

Poly itu polifil. Polyfil namanya. Polyfil.

Kok bisa ya? Polyfield.js maksudnya bukan? [tertawa] Mana sih?

Masih adaak si masih ada enggak sih? Polyfield. Enggak tahu ini speknya nih. Bokp-nya tuh polyfel tuh tuh tuh. Github.com

polyfil. Oke. Ini polifil ya. Hm. Mana itu?

Oh ini polfil. Iya i odb.

Penasaran loh. Kecil banget. Apa ini? Eh, oh iya, JavaScript ya.

Iya, itu standar kok. Kalau CSS emang polanya gitu kan sebetulnya ee ya dari dulu lah ee belum ada CSS yang

canggih-canggih. Kan kita semua selalu kan apa documen do query selector atau get element by class untuk calculate

manually kan. Cuma kan itu eh konsum apa consume resource main trade. Jadi ya kalau CSS udah browsernya udah support

CSS-nya pakai itu. Kalau belum ya load aja polyfel-nya jadi no harm done.

Nah itu tuh jadi sebenarnya anakannya kayak apa sub-subnya anchor positioning tuh terdiri dari e beberapa properti tuh

kayak ada position trifallback bla bla bla. Nah, itu tuh sebagian eh apa mungkin belum full support karena ada

yang belum. Tapi eh good news ini kelihatannya si state of CSS surveinnya outdated deh. Coba lihat can I use

kenapa? Lihat can I use? Oh, yang tadi.

Yang tadi nih. Betul. Tada. Ini udah baseline.

Iya. Baru mungkin loh. Baru ya?

Iya. Ini kan up to date. Ini kan paling up to date kan si Kus ini ee otomatis

diupdate setiap browser rilis. Nah, kalau CSS ini kan hasil survei yang waktu itu kan maksudnya yang baru

tahun berapa dia surveinya? Enggak tahu ya bulan berapa ya? Mei end Juni. 2 Juni. Oh berarti Juni belum bisa

sekarang udah bisa ya? Udah baseline ya berarti udah aman ya.

Heeh. Dan tadi gua bilang sebetulnya ee apa Juni pun bukan yang Chrome beneran enggak support sama sekali, tapi kayak

mungkin ada kayak satu dua hal yang belum support.

Kenapa gua tahu? Karena gua pakai belum di belum lulus. Belum lulus. Belum lulus.

Belum lulus. Tes WPT web. Iya iya iya iya.

WPT.fyi. FYi. Oke, berarti ini masih ada. Eh, berarti ini udah aman ya. Sudah bisa digunakan dengan aman.

Ini sudah bisa ya. Kalau aman atau hah high e kenaikannya.

Kenaikannya kayaknya 12% ya. Heeh. Compare to last survei. Jadi ini klasemen apa plus 4 rank. Jadi mungkin

tahun lalu ee dia tuh cuma 6% ya. Tahun lalu cuma 6% naik 12%. Habis itu ee peringkatnya

berarti tahun lalu tuh peringkat lima ini naik empat peringkat.

Hm. Mungkin iya ya naik empat peringkat.

Eh cuma tadi tuh yang klaim apa bisa dipakai dengan aman ya? Belum jug apa belum tentu juga. Jadi eh kalau emang

dipakai buat production ya jangan lupa compare sama analytics real usernya.

Jadi apa baseline itu kan maksudnya sudah didukung di dua versi rilis major terakhir eh browser populer ya. Nah ini

kan baru newly available. Kalau kebetulan target audiens apa target ee pengguna aplikasi teman-teman orang yang jarang update browser atau mungkin bukan

orang tapi misalnya apalah ee komputer nih perpustakaan atau apa yang yang mungkin enggak sering di-update ya tetap

aja bisa enggak support walaupun udah baseline. Iya, tapi yang aman sih pakai polyfill aja itu udah enak

pakai polyfil ya yang tadi ya.

Oke. Oke. Lanjut. Yang nomor dua Has. Di sini ada yang sudah pakai.

Heh. Udah tailwin udah pakai. Jadi sebenarnya secara enggak langsung pasti semua yang di sini udah pakai.

Iya. Iya. Enggak, enggak. Itu ya itu eh apa internally udah pakai H kayak berapa mungkin 4 tahun terakhir. Udah.

Iya. Ini kayaknya ee sangat ditunggu-tunggu sama penggemar CSS ya, terutama yang low level itu pada senang ya dengan H ini ya. Sangat bermanfaat.

Kita refresh sedikit ya. H itu apa sih?

Gua malah jarang pakai sendiri. Yang pakai agen saya tuh sama saya sama Mas eh sama Audi tuh [tertawa]

yang pakai sekali. Kita nyur kita nyuruh een pakai tuwin.

Jadi ber berlapis-lapis. Tapi jangan salah ya. Ee kalau yang apa kalau agen itu eh coding agen biasanya yang paling fasih dia kan

penggunaan telwin ya paling fasih ya.

Kalau CSS dia masih pakai cara-cara lama loh.

Kecuali kalau kita kasih tahu tolong pakai CSS versi terbaru terus pakai skill atau dikasih dokumentasinya.

Tapi kalau by default dia masih pakai cara-cara lama.

Tapi masih hidup enggak sih kayak MCP-nya si Contex 7 itu?

masih kayak untuk mengetahui dokumentasi-dokumentasi baru gitu.

Masih masih tapi kayaknya di ada red limit ya kayaknya dia ya.

Kecuali kalau kita mau bayar. Iya kan ada tier-tiernya. Kalau yang enggak sign ee kalau yang beneran kita

enggak login sama sekali enggak pakai akun itu bisa tapi ya pasti diate limit lah kalau enggak jebul. Nah, terus kalau

kita kita login pakai Kita sendiri tapi gratisan ya agak lumayan kalau bayar ya pasti apapun kalau udah

bayar mah pasti hidup lebih enak ya ujung-ujungnya duit uud ya enggak ah Uut [tertawa] sekarang ada UUT

ujung-ujungnya token nih ya kita refresh sedikit ya buat teman-teman mungkin ada yang ee kayak kayak Ivan gitu ya. Dan seperti saya

gitu ya menyerahkan semuanya kepada AI terutama yang front end dan CSS ya.

H itu apa? Jangan sampai kaget gitu kan begitu misalkan lihat kodenya nih has ini apa gitu kan.

itu adalah ee gimana ya? Pokoknya kalau dulu CSS itu kan cuma dari atas ke bawah apa eh parent bisa

apa ngestyle child-nya atau ee kalau sibling itu bisa mentarget ngestylin eh elemen selanjutnya setelahnya. Pokoknya dari atas ke bawah

lah. Kalau H itu bisa ee ngebalik, bisa e dari child mentarget parent-nya atau dari sibling atas bawah dari bawah

mentarget ke atas. Oh, oke. Nah, itu loh ada ee apa lihat contoh kodenya. Nah, itu bahasa manusianya.

Itu dulu dulu paling susah itu yang kalau kita kan ngestyle CSS kan dari atas ke bawah ya. Heeh. Kak ini tuh bisa

dari bawah ke atas. Iya. Melawan kodrat. Pokoknya dari bawah ke bawah ke atas tuh maksudnya bisa child mentargetkan parentnya.

Iya. Atau sibling ee sibling yang selevel ada banyak dari bawah mentarget kakak. Dari adik mentarget kakaknya.

Oh oke. Ini jadi kalau contohnya itu tuh di kodenya ada bayangin ada heading ada H1.

Ini contohnya juga aneh sih. H1 dalamnya ada P-nya. Iya. Aneh. [tertawa] Kalau dulu, kalau dulu nih e CSS yang

vanila CSS yang standar sebelum ada H.

Oke. H1 yang ada P-nya. Kita mau ngestyle P-nya yang di dalam itu kan gampang kan.

Ya udah. H1P eh curly brace pakai. Iya curly brace pakai.

Nah, gimana caranya ng-style H1 yang diyel H1-nya bukan P-nya. Ngestyle H1 yang ada P-nya yang ada P-nya doang.

Oh, iya. yang enggak ada P-nya enggak boleh kena style. Ribet kan? Enggak bisa kan karena itu kan e apa kita ngecek

CHEL-nya dulu. Maksudnya child-nya itu di sini kan P ya berarti tapi habis itu kita ngebalikin style-nya mentarget

parent-nya lagi satunya. Kalau dulu enggak bisa kal ya kalau dulu harus pakai JavaScript lah atau apalah pakai

work pakai work around aneh-aneh. Nah kalau sekarang ya sesimpel ini bahasanya hampir kayak bahasa manusia kan. H1.2 H.

Jadi H1 yang memiliki P. P ada plus ini. Apa tanda plus ini?

Immediately eh follows the the H1 eh pas setelahnya.

Oh eh direct-nya ya, direct parent-nya gitu ya. Kalau misalkan di dalam ee apa enggak direct misalkan gimana ya di

dalam P ada div gitu ya atau di abis H1 div baru P itu enggak bisa ya berarti ya

enggak pakai plus harus pakai plus baru bisa keselect ya Btw MDN itu kan kurang user friendly ya

contohnya maksudnya kurang kurang enak dibaca coba deh masa sih MDN kan bagus mending buka yang developer ee Chrome

developer blog anak Google banget ini. Anak Google banget GDE banget [tertawa] maksudnya lebih realistis lah. Lebih kayak kalau

contohnya lebih Heeh. lebih ee masuk akal lebih sesuai kasus yang kita temuin sehari-hari.

Lebih lebih real word ya. Real word apa?

Lebih relate ya. Ini itu fitur keluaran versi apa?

CSS yang baru. Emang ada versi-versinya ya? CSS3.

CSS3 enggak? Terus soalnya artikel ini ditulis tahun 2022. Jadi ee apa ini masih ee tadi kan ee apa

di safari belum atau gimana? Pokoknya ada penjelasannya lah itu.

Ee jadi e Heeh. Gimana waktu artikel ini ditulis belum semua browser ada has-nya? Jadi itu kan contoh-contohnya beneran live code di

Codpen ya maksudnya kode beneran. Iya.

Jadi apa suruh ngecek ini dulu.

Kalau sekarang kan tadi udah aman tuh jadi ya udah enggak usah enggak perlu mikir itu.

Enggak mau menjawab pertanyaan dulu sor pertanyaan dulu. Ini kayaknya fitur CSS yang keluar mungkin 6 atau 1 tahun yang lalu. Benar enggak?

Keluar kayaknya udah lebih deh. Udah lebih ya.

Udah setelah orang artikel ini aja tahun 2022 tapi e baseline-nya tahun berapa enggak tahu sih.

Masuk ke browser eh masuk ke browser yang eh populer kayaknya baru mungkin setahunan belakang ya. Setahunan belakang kali ya. M sekitar 2 tahun

enggak? 2 tahun ya? 2 tahun ya? 2 tahun lah. 2 tahun yang lalu.

Jadi banyak juga yang ternyata belum tahu ya. Kirain udah pada tahu. Oke, mari kita lihat agentnya ya.

Ya, belum tentu juga. Kalau enggak tahu gimana mau nyuruh agen?

Kan kita harus tahu dulu baru bisa nyuruh agen.

Tiba-tiba agennya bikin kita malah nanya kan ini apaan nih? Gitu kan.

Enggak. Kita nyuruh-nya pakai natural natural language kan bisa maksudnya.

Oh, selectnya selecttornya. Iya, maksudnya tetap suruh tapi kadang kan dia bisa aja miss atau bisa aja kalau lagi pas dia lagi

lagi benar ya bisa dia pakai ini cuma kalau enggak lagi benar misalnya gini jika kartu ini ada

image-nya ee buatlah paddingnya lebih kecil kan itu natural language yang kalau emang agent-nya benar dan mungkin model yang mahal ya dia bisa ngerti

sendiri pakai ini. Oke. 2023 ya yang sudah meja kalau masih pakai haiku mah ya ya udah [tertawa]

enggak tahu di enggak tahu dibikinnya jadi apa.

Iya paling pakai pakai JavaScript dia selektor-selektornya ya 2023 ya Desember akhir 2023 2024 lah ya.

Desember 2023. Eh, ini Telwin juga apa ngilisnya eh support H-nya pas begitu di begitu rilis di Chrome begitu apa publish

tawin-nya juga langsung ngikut. Kalau Telwin mah enggak berasa kan kita tinggal pakai class name class name-nya aja. Ini kan low level-nya dia kan.

Enggak kok ada helpernya itu. Oh.

Oh. Cuma maksud saya apa? Oke, itu bisa kita jadiin patokan ee kayak semacam udah mainstream lah, udah cukup

ee penggunaannya udah cukup wid spread eh supportnya supportnya cukup wid spread kalau udah diadopsi di major rilis-nya Tailwin.

Oke, suruh agen yang cari tahu.

Nah, suruh betul. Kalau kita aja enggak tahu, apalagi agennya gimana kita mau suruh cari tahu sesuatu yang kita enggak tahu

atau minimal kalau agennya ngasih kode yang kita enggak tahu ya kita tanya ini apa.

Iya tanya ini has ini apa, fungsinya apa. Iya. Kalau itu yang si artikel chrome blognya ee lihat sekilas aja itu

contoh-contohnya. Hah? Oh, Chrome block. Oke.

Eh, mana ini? Scroll ke bawah enggak?

Oh, di bawah buat ngecek ya.

Heeh. Ini contoh ya. Ada di di dalamnya ada div.

Kemudian ada div class a good time.

Good time everybody. Ini everybody kosong.

Heeh. Nah, terus tadi eh scroll ke atas eh pertanyaannya adalah eh ke bawah lagi dikit.

How would you select the one that has a descendant with the class a good time?

Gimana kita jadi kita gak pengin ngestyle a good time, kita mau ngestyle everybody.

Tapi heeh everybody-nya harus punya a good time baru distyling. Nah, kalau dulu kan ribet, kalau sekarang bisa

simpel langsung pakai CSS. Kalau dulu, kalau dulu di kelas yang ada good time-nya itu kita tambahin has good time

kelasnya di atas ya satu name lagi kan.

Oh ben dashd dulu kalau pakainya eh everybody dashdif iya has a good time.

Jadi modifier block element not modifier kan.

Hm. Tapi kan jadi ribet kelasnya jadi banyak. Nah, kalau sekarang e lihat aja contoh kodenya.

Scroll ke bawah sedikit. Everybody titik du hasung a good time.

Wah, ini enggak kurang real world juga ini. Ini dia pengin realnya ada ke bawah.

Dia pengin supaya bagus gitu. Everybody had has a good time biar bahasa Inggrisnya bagus kan party itu langsung party satu orang.

Iya. Animation terus pestaesta terus. Nah, berapa berapa tahun itu? Eh, berapa berapa jam itu? 21.600 second.

Ayo. Berapa quick mat? Quick quick mat.

Tanya chat GPT dulu. Tanya agen lah.

Ah, lama. Nah, terus example yang proper. Ini ini baru yang proper yang realnya ya atau yang masuk akal

ada list dengan class name card.

Kemudian ada H2 dengan card title.

ada ee link kemudian ada isinya kontennya ya.

Iya. Blur itu apa ya? Kayak descriptionnya itu summary lah.

Sumary. Nah, ini ya. Ini ada title ada apa sih eh apa familiar.

Iya. Ee ini autornya, ini description-nya.

Hm. Nah, terus ke bawah. Habis itu ke bawah.

Scroll ke bawah dikit. Gim eh ke atas dikit. Nah, pas gimana kalau mau kita mau ada gambarnya ya kan ini use case

yang cukup umum kan misalnya dibagi menjadi dua kolom. Nah, sebelum ada sudo class has kita tuh harus nambahin kelas

baru yang kayak tadi dibikin e disebut sama Ivan kan. Nah, card dash dash with media atau card dash dash to color.

Nah, kan kita jadi harus ngarang nama CS SS class kan. Terus harus dimaintain, harus diingat. Nah, kalau sekarang

enggak tinggal dicari aja. Kalau cardnya punya media, punya image atau punya card media bisa langsung dikena styling.

Heeh. Nah, ini contohnya. Contoh kodenya sama kayak tadi, cuma di paling bawah ada image-nya.

Wih, kayaknya kenal. Kenal semua. Kak Una.

Heeh. Hm. Eh, Jes iya. Pandem.

Eh, Bramus. Bramus. Bramus. Ini Argail.

Sorry. Argail. Mas Adam ini siapa nih?

Siapa ya? Enggak tahu. Anonymus. Cuma tinggal dua.

[tertawa] Tinggal dua. Tinggal dua. Yang yang paling kiri dan yang paling kanan.

Mana coba? card as S card media ya. Card?

Oh ini ya yang image ya. Image. Heeh.

Spesifik ke ee pakai class name ya dia berarti ya.

Card has card media. Oke. Ngerti ngerti ngerti. Oke lanjut. Itu sebenarnya intermezo aja jadi panjang ya.

Intermezo tapi ya biar enggak kentang biar enggak nanggung. Masa kita bilang H itu populer tapi enggak enggak bahas populernya

kenapa. Tapi keopul popularitas H itu turun minus S. Iya. Minus satu gara-gara incorp positioning karena hype-nya udah

berkurang kan ma saya eh udah dirilis udah e udah masuk production akhir 2023 diadopsi oleh Telwin. Terus 2024, 2025

kan 2 tahun itu lagi heboh-hebohnya.

Terus sekarang ya udah lama-lama buat yang buat yang anak CSS banget kayak Padika CSS, Bro. Yang itu kan Iya lama

udah bosan kan maksudnya udah enggak terlalu menarik lagi kali.

Sudah biasa aja gitu. Sudah biasa aja.

Udah biasa. Iya cuman yang kita-kita aja banyak yang belum tahu ya.

Tapi kalau emang yang enggak interested kan ya udah paling nyuruh agen-nya. Ini kelihatannya orang yang ngisi survei ini

ya yang emang orang tertarik banget sama C SS kan.

Jadi hasilnya agak agak bas itu. Dan nomor empat container size queries. Perasaan sesuatu yang kita diset Bali [tertawa]

enggak kontainernya doang? Hah? Tentang kontainernya kan ini query size query emang awalnya size query.

Oh iya. Oh iya deh kan kita bahas kontainer query.

Kontainer query iya. Tapi kan ada banyak yang lain kontainer-kontainer yang lain kan enggak cuman ini doang kan.

Tapi ini size query benar sih kalau yang baru ada style query. Jadi apa kondisional berdasarkan style ee atribut

si kontainernya. Udah enggak oke udah bingung [tertawa] kalau sudah CSS baru enggak. Itu di luar itu di luar topik

ini. Kalau ini yang nomor empat ini ya.

Betul yang kita omongin dulu sebelum apa? Sebelum acara ini ada.

Sebelum acara tahun berapa itu? 2022 ya?

Iya 2022 ya? November. Iya. Malah scroll divert animation malah di nomor 10.

Enggak kurang ya. Plus nambah plus.

Heeh. Coba pencet show all itu apaagi sih?

Descrip properties animation. Apalagi ini kalau pop over. Oke.

Ya, itu ada ada keterangannya dibaca.

Jadi kalau dulu kan dari display eh misalnya togle togle show hide. Bayangin toggle show hide ya. Kebayang kan?

Nah, kalau lagi hidden kan display non.

Habis itu kalau misalnya di kan jadi display block atau display flex atau apalah tapi jadi muncul. Tapi kan kita

pengin misalnya animate eh height-nya misalnya atau apalah ya height lah biasanya. Eh tapi kan display non itu

kan beda dengan height nol kan. Kalau dulu cuma bisa animate misalnya height 0 ke height 100. Jadi ee apa ada animasi,

ada transisi height-nya begini apa ee ngembang atau kalau hidden dia jadi menciut. Nah, kalau dulu kan work

around-nya eh display non-nya hilang tapi habis e pakai JavaScript dikasih height-nya nol kan. Habis itu dianimasi height nol ke he 100%. Kalau sekarang

udah enggak, udah enggak harus kayak gitu.

Ada where ini kan conditional if ya? If bukan W.

Oh bukan if ada juga limited availability ini ada ininya si Kuna itu. Soal if full e kayak

Iya ininya block post-nya keren B.

Kirain H sama U itu mirip-mirip enggak ya?

Coba aja diklik gimana Pak? Mirip-mirip sih. Mirip-mirip tapi apa penggunaannya lain?

Mirip. Where header main footer hover.

Take a selector list as argument and select any element that can be selected.

Oh, buat ini buat pilihan ganda. Benar enggak?

Oh, bukan ya. Oh, iya. Jadi bisa benar bisa diselectu warnanya bisa diganti-ganti ya beda setiap level bisa beda warna ya.

Heeh betul. Tapi yang yang itu yang da titania itu beda tuh.

Itu kan level 2 tuh. He.

Oh iya iya. Where ol ul where ol ul ol.

Bacanya bingung. Hm. Dia berarti hanya berlaku di list gitu.

Elektor list enggak juga sih. Kayaknya sama semuanya ya bisa buat semua ya.

Itu eh behavior nesting pokoknya. Dan kalau enggak salah ini dipakai dulu di apa ya? Radix. Ee ingat enggak dulu

sempat ada komponen apa? UI komponen library. Library radix. Pokoknya itu dipakai buat mentar e apa detailnya nantilah cari artikel aja buat

contohnya. Intinya itu mentargetkan nesting apa? E itu kan tadi contohnya ul itu kan karena ribet kan ul bisa punya

anak ee apa list yang unordered bisa punya e anak yang ordered terus level nesting-nya juga bisa banyak dan enggak

mungkin satu persatu semua kita kasih class name kan. Jadi intinya itu buat ee mentargetkan nested ee nested element

yang enggak kita kontrol satu persatu apa class name-nya.

Nah, yang menarik lagi adalah satu-satunya item yang tidak bisa diover dan diklik adalah scoping.

Apa ini? Kenapa ya? Enggak tahu [tertawa] apa sih? CSS scoping ada loh. CSS scoping ada.

Control the boundary and reach your CSS style preventing.

Terus enggak ada informasi baseline-nya, enggak ada informasi apapun.

Oh, ini siapa di sini teman-teman yang sudah menggunakan fitur nesting?

Harusnya udah ya. Iya, sudah dong.

Jadi enggak perlu pakai e SAS lagi ya, enggak pakai SSS lagi ya.

Iya. Saya udah udah menjauhkan diri.

menjauhkan diri dari SAS SS. Ngapain ini apa istilahnya ceritanya?

Ngapain ngekompel-kompel lagi kan sudah bisa nesting. Nah, gitulah.

Tapi kan SAS bukan hanya nesting ada yang lain juga.

I utility juga lama lama-kelamaan satu persatu di ya paling sering kan dipakai nesting ya karena dulu karena support nting

nesting dan import ya kan dua-duanya udah di udah support ya.

He udah digantiin ya. Sama itu tadi eh apa yang kayak CSS injs yang kayak style componen emotion dulu kan salah satunya

salah satu selling point-nya juga nesting kan.

Hm. Kan ininya jadinya hemat hemat sedikit waktu untuk transpile. [tertawa] Jadi cuma JS doang yang sekarang di

transpe. CSS enggak perlu lagi. Iya iya iya.

Oke. Oh, terus apa lagi? Lanjut.

Ee ke bawah lagi. Ini ada browser support issue. Perlu dibahas enggak?

Enggak usah lah ya. Kita lanjut ke yang AI.

Ai bucking the AI trend. What proposal of the CSS code you produce is AI generated? Wah, enggak ada

yang 100% ya kalau itu soalnya ada hanya eh ini average 28% ya.

Hebat. Hanya 28% yang ee menggunakan AI untuk meng-generate CSS.

Bukan, bukan begitu bacanya. Gimana? Jadi ee gitu yang yang yang pakai AI 100% dari developer yang disuruh 64 orang

itu tidak menggunakan AI sama sekali untuk generate CSS ya enggak sih maksudnya gitu kan bukan jadi ee average

ee dari total yang mengisi survei ini yang tidak pakai AI itu kan 900-an tuh 900 orang yang pakai K 100% AI cuma 64%.

Jadi rata-ratanya adalah 28% itu menggunakan AI di 15%.

Lain setengahnya. Jadi kalau itu di di ini semua di average semua. Jadi total rata-ratanya itu adalah di 15 ee 28%

dari pengguna menggunakan at least 15%.

Oh, average-nya tadi kirain maksudnya baca ini. Tadi gua malah baca dari atas aja sih. 26% developer yang disurvei

enggak pakai E, tidak menggunakan EAS sama sekali.

Nah, entah berapa persen tuh bawa 100% EI. Cuma kalau gua malah ngerasa ini pertanyaannya tendensi bukan tendensius

ya, pertanyaannya bisa ditafsirin dengan berbeda enggak sih? Maksudnya apa? Ini multitafsir gitu enggak sih pertanyaannya? Contoh kasus eh kalau

generate komponen kan kita enggak kalau generate tawin itu termasuk CSS [tertawa] enggak? Enggak kan jatuhnya kan enggak jatuhnya kan.

Oh gitu. Oh itu kan name kelas name di JavaScript di ATM CSS code kan itu compile code kan

CS CSS code ini CSS gitu. Iya udah jarang ya kayaknya ya.

Jujur gua tuh hampir enggak pernah gua jarang banget loh generate CSS ee beneran style.css e either handwritten atau

pakai AI sama-sama jarang juga buat kasus yang hari jarang jarang menyentuh e DCS kan gitu maksudnya benar-benar sintak CSS itu

jarang kan. Heeh. Jadi kayaknya memang ya hampir ya begini penggunaannya hampir apa sebagian besar developer itu jarang

menulis CSS apalagi minta AI untuk nulisin CSS. Tapi skop pertanyaan ini kan baik yang 0% sampai 100% semua ini

pokoknya seluruh eh tabel ini kan berarti hanya mengacu ke yang handwritten CSS kan yang beneran dot class name curly brace e gitu kan ya

berarti maksud pertanyaan ini. Iya CSS code-nya nulis sendiri.

Iya kita tulis manual ber dari dari hasil ini bisa kelihatan nih yang ngikut survei ini kebanyakan front end.

Iya, masih tulis sendiri ya? Iya. Backend-nya cuma itu cuma ratusan ya. Kalau itu sih yang tadi gua bilang

yang ngisi survey state of CSS pasti kan orang yang tertarik sama CSS ya kan. E itu self selecting sih. Nah, tapi terus

ada poin itu lagi sih eh kalau poin yang gua rasain ya ini di pengalaman pribadi.

Coba scroll ke atas dikit deh.

Nah. Nah, ini yang 0% AI kan masih banyak tuh 26%. Terus yang bawahnya berapa persen lah itu ya? 10% lah. Eh,

25%. Eh, berapa persen AI nih? 1 2 3 eh se ya sekitar 10% AI. Maksudnya kenapa ini hasilnya tinggi? Satu tadi kan udah

kejawab ya, karena yang ngisi survei ini kemungkinan besar adalah eh front round end kan orang yang sehari-hari bekerja

sama CSS. Nah, terus ada faktor kedua sih yang gue rasain eh kalau yang hal-hal umum kayak layout,

flex, grid, e segala macam kemungkinan kan orang yang ee apa sehari-hari kerja front end udah punya pattern kan, udah

punya apalah contoh komponen udah kalaupun enggak pakai tawin udah punya sistem sekarang ada AI ya udah tinggal

generate. intinya itu malah ee untuk hal untuk kasus-kasus yang kayak gitu udah enggak perlu udah enggak perlu nulis CSS

sama sekali sih. Jadi apa ee itu kan masih masuk kategori 0% EA ya. Nah, terus kapan kapan perlu nulis CSS secara

manual kalau ada case khusus yang emang butuh eksperti eh CSS. Jadi sebenarnya e kalau scop pertanyaannya tadi exclude eh

kayak telwin atau sejenisnya eh gua paham sih kenapa yang besar adalah yang di atas ini 26% sama 25%. Jadi karena

kode CSS yang ditulis itu yang sulit atau kompleks dan atau enggak masuk ee enggak bisa di-cover oleh tailwin atau

sistem sejenis. Ini ada komentarnya menurut yang ngisi katanya banyak yang berkomentar bahwa AI kurang bagus buat CSS yang menulis CSS

yang bagus. Jadi mereka lebih milih nulis sendiri aja.

Emang yang Nah, emang yang ngisi emang jago-jago CS SS semua. Jadi melihat kode yang diproduce oleh AI jelek gitu.

bisa idealis mereka idealis [tertawa] atau kalau yang simpelnya eh bayangan gua ya kalau yang simpel kan udah

ke-cover samawin jadi ya udah itu kan enggak enggak perlu nulis sama sekali.

Nah, gimana kalau yang belum ke-cover sama Tawin yang enggak simpel? Nah, itu ternyata ternyata AI jelek. Jadi, ya

udahlah mending bikin sendiri. E mungkin kalau kalau idealis atau enggak gua enggak tahu sih. Cuma kalau yang gue rasain

kayak gitu. Kalau gua bukan karena idealis, karena ee yang gampang kan udah sama Telwin.

Jadi ee enggak idealis juga, tapi yang kompleks rasanya butuh ditulis sendiri.

Rasanya yang nulis yang apa yang ngisi ini tuh yang tidak menggunakan telwin rasanya ya menurut gua ya.

Oh oke. Jadi kalau yang udah pakai telwin kayaknya enggak perlu nulis CSS lagi gitu. E mungkin 99%

dia enggak perlu nulis kecuali kalau ada hal-hal yang belum tercover.

Makanya komentarnya juga bilang kalau EA itu kurang bagus nulis CS SS. Ada kemungkinan ya itu tadi dia enggak tahu

has enggak ngerti yang baru-baru. Jadi mungkin masih pakai kode yang lama yang mungkin masih pakai apa float left lah

atau gimana gitu kan. Jadi enggak jadi enggak cocok gitu enggak bagus. Akhirnya ya mending tulis sendiri.

Kita lihat nanti perbandingan di 2027 pasti kayaknya berubah banyak deh.

Iya sih pasti udah ngambilnya opus berapa? Kan 20 wis kapan kapan sih ini diambil tahu enggak berapa

e tadi Mei sama Juni 2026 close off-nya Juni pasti sudah bagus ya udah enggak sih tadi yang ee apa kalau

argumennya Mas Risa ya cukup masuk akal yang ngisi ini itu yang fanatik banget sama CS SS ya maksudnya itu kemungkinan

ya enggak tahu kalau gua kan kalau ee kalau gua front end dan CSS banget tapi middle ground engak Enggak, enggak yang

enggak fanatik lah. Lebih pragmatis sehari-hari pakai tailwin. Nah, kalau yang use case simple ya udah pakai telwin aja. Tapi kalau yang sulit nulis

sendiri. Jadi emang ma lebih ke tengah-tengah. Cuma kalau yang ini kan mungkin yang lebih eh pure CSS yang

ngisi ini. Gua enggak ngisi ini soalnya.

Jadi ya apa cukup ee apa itu masuk akal. Itu teori yang masuk akal. Karena juga AI eh kalau

kita misalkan enggak mention sama sekali, jangan gunakan Tawin, pakai vanila CSS itu dia pasti akan pakai Telwin kan pasti kan

kalau by default gitu. Tolong bikinkan aplikasi landing page bla bla bla. Dia pakai Tailwin biasanya biasanya sama

next JS tuh biasanya kalau [tertawa] kita enggak mention euynya.

Iya React Telwin ya kan atau bahkan set CN yang adalah telwin juga. enggak nyentuh CSS juga gitu kan. Jadi

si mungkin training datanya banyakan ke sana jatuhnya. Jadi training CSS-nya kalau LLM mah pasti emang stacknya React

Tailwin XJSJS. Tapi lagi-lagi kalau gua karena gua di tengah-tengah maksudnya pragmat e kombinasi antara CSS apa emang suka CSS

tapi juga pragmatis. Gue sih enggak lihat Tailwin sebagai lawan kata apa kayak bertentangan sama vanila CSS ya

lebih ke saling melengkapi. Tapi lagi-lagi yang ngisi survei ini kan mungkin ee beda target audience ya. Bukan masalah bukan masalah CSS

dianggap e apa telwin dianggap CSS atau bukan. Masalahnya kan pertanyaannya itu CSS kode. Jadi mungkin orang yang membaca ini menganggap bahwa

Telwin itu ya kita enggak menulis kode CSS kan kita menulis class name doang variabel doang gitu. Jadi enggak

dianggap sebagai CSS code gitu aja sih.

Oke. Oke. Nih kita lihat bagaimana SAS. Wah, SAS masih berjaya loh. Tapi turun sih.

Iya tadi 6% tapi masih besar kan tadi tuh kita kayak besar sekali.

Kita tadi nyepelein tapi maksudnya pakai S tadi kan kita bilang kan siapa yang pakai hanya 25% yang

yang lainnya masih pada pakai. Masih ya berarti Ivan termasuk 25% ini.

Iya yang 75%-nya lagi orang kebanyakan masih pakai.

Pertanyaannya masih ada yang pakai les itu. Gimana ceritanya itu?

Loh ada legacy legacy? Nah, terus lagi-lagi yang ngisi survei ini mungkin yang masih pakai Heeh. yang masih ngerasa perlu pakai wih

kalau masih [tertawa] pakai pakai SAS okelah cuman ada yang pakai stylus loh tahu enggak stylus 57 orang

enggak tahu ya sty pernah dengar enggak pernah pakai styless itu yang yang yang dicompile ke CSS juga

bukan palm iya itu sty ya tapi stys itu yang ng ee dia hasil akhirnya kan CSS tapi

tulisannya itu kayak Python enggak pakai kurung kurawa awal enggak pakai titik koma itu stylus masih ada juga yang pakai.

Kita lihat gitabnya masih update enggak ya? Not found tuh.

Enggak itu kayaknya salah enggak enggak nih salah nih. Salah salah salah link bentar website enggak pakai https

expressive dynamic and robust. Wah ini pakai impactable ini. Jelas [tertawa] kira-kira ya. Enggak, belum sebelum zamannya impable udah ada

ini stylus tuh tahun lalu update-nya juga pendabot [tertawa] itu bukan kode loh.

Mau lihat kodenya. Mau lihat kodenya bagus sih. Enak sih.

Mau mau mana kodenya ya kita lihat misalkan selektor tuh gini doang enggak pakai titik koma, enggak pakai titik dua,

enggak pakai kurung kurawal tuh kayak python ya.

Iya, ini lebih hemat token loh. Sedikit lebih hemat. Enggak pakai titik dua, enggak pakai itu. Ini lebih hemat token

kayak tun. Kayak tun tuh kan masih ada yang pakai. Padahal update-nya terakhir kapan ini?

Ya itu tahun lalu aja cuma di Pendabot.

Heeh. Ada ininya enggak ya rilisnya?

Rilis terakhirnya kapan rilisnya? 2 tahun lalu rilis terakhir tahun lalu.

Other answer enggak ada ya? Oke.

Cuma kalau yang pakai Tailwin tuh berarti masuknya masih pos CS SS ya?

Eh, sekarang masih pos CS SS ya?

Enggak. Yang versi 4 kayaknya enggak?

Enggak yang versi empat tapi kan masih banyak yang versi lama.

OC SS ini banyak karena Telwin versi 3 dan di bawah di bawahnya ya mungkin ya.

Mungkin sekarang dia pakai apa? Pakai dia punya sendiri ya native ya.

Iya. Heeh. Ditulis ulang pakai ras 10.000 juta kali lebih cepat.

R.000 juta apa apalah gitu artinya. [tertawa] Oke kita lanjut ke mana? ke feature.

Apalagi yang menarik ini udah tadi kan.

Oh, tadi ini overview doang ya?

Iya. Iya kan overview fitur-fitur yang menarik. Kalau detailnya ya tadi maksudnya kan ada yang yang standar itu loh kayak belum pernah

pakai tapi tertarik tahu kan yang sudah pakai dan tertarik ya detail apa sentimen sentimen analisisnya iya painp sekali ya seru enggak

painp oh boleh boleh layout pen points wah grid is the most frequently mention when it comes to layout

Berarti GRD masih banyak yang kesulitan menggunakan GD gitu ya maksudnya ya.

Iya karena masih ada lagi kayak subgrade terus kapan grid itu bisa dibuat kayak grid column grid row terus bisa di kembang kempis.

Nah, itu gua sampai bingung sendiri dan auto minim sometimes auto fit masih bingung antara memilih ini gua

harusnya pakai grid apa pakai flex ya.

Hmm. Eh, apa fun fact kalau pakai LLM entah kenapa kelihatannya ini teori gue training datanya atau gimana

selalu pakai flex entah butuh atau enggak walaupun bahkan perlu enggak perlu flex atau grid sama sekali nih ke bawah ee apa ee layout-nya enggak

ada responsif enggak ada apa. Beneran disusun ke bawah. Sebetulnya kalau di Tailwin itu cukup pakai space dash Y4

misalnya. Jadi jarak masing-masing eh child elemen tuh satu rem ya, empat eh pokoknya itu enggak perlu flex sama

sekali, dia tetap pakai flex, flex. Gua sampai bikin instruction khusus internal kalau apa eh kalau coba lihat kalau

tidak kalau tidak ada yang butuh kolom pokoknya kalau enggak butuh flex jangan pakai flex.

H nah itu random sih itu off topic. LM kita kenapa senang flex?

Dia dia senang flexing dia. Hex.

[tertawa] Eh, flex mana ya? Biasanya ada user yang Iya, biasanya ada flex, Bro. Belum hadir. Belum hadir.

Oke, berarti grade masih ada kesulitan ya karena ada banyak ini ya, banyak perkembangan juga grade itu.

Enggak cuma satu aja gitu bisa banget.

GR template kalum kan ada juga. GR template kan ada. Wah, itu udah gua belajar Grid kayaknya enggak tuntas terus bingung.

Hai. Terus e lagi apa kayak ada irisan antara grid sama flex juga ya? Ada hal-hal yang sebenarnya walaupun menjadi agak rumit

kita bisa pakai flex gitu. Jadi enggak mesti harus pakai grid juga walaupun agak dipaksakan gitu. Jadi, e mungkin

begitu kita mengalami kesulitan mendefinisikan grid, ya udahlah pakai flexbox aja deh, gitu.

Btw, kalau jadi ingat ini nih ada game lucu kalau pengin sebetulnya kalau kalau ngerasa enggak perlu sih ya mungkin

kalau developer pada umumnya nih yang enggak tertarik-tertarik banget sih sebetulnya enggak terlalu perlu juga mungkin ya. Tapi kalau yang penasaran

pengin tahu detailnya grid, coba tuh buka itu.

Iya. Ini gua belajar di sini kan.

Ini saudaranya Flex Flexbox Frogy. Frogy. Frogy.

Kalau Flexbox pakai kodok. Kalau pakai apa? Kebun garden.

CSS garden. Renzen garden ada ya? Masih ada? Masih hidup ya?

Masih. Lama sih. Tahan lama sekali dia legacy [mendengus] ya.

Ini game buat belajar menggunakan GRD.

Oke, lanjut. Oh, berarti dia ada spesifiknya ya. 7% dari 31 itu kesulitan belajar grid lans.

Apalagi ini grid lans. Introducing grid lan web kit.

Ini kelihatannya belum di-support browser apapun.

Itu kata lain dari apa? Pinterest. Pinterest ya kalau kita keywordnya tahu kan Pinterest apa namanya? E bento. Bento card

enggak ya? Beda lagi ya? Iya. Semacam Iya iya iya semacam itu.

Heeh. Maksudnya kalau apa bento layout ya pakainya juga kayak gitu kan yang pokoknya ee apa panjang pendeknya

ukurannya bisa menyesuaikan konten tapi dia bisa apa nge-wap apa enggak ada enggak ee apa enggak ada gap-nya kan dia bisa ikut

naik gitu. Nah, ini soalnya di dunia spek juga kelihatannya udah di udah didis dari bertahun-tahun lalu, tapi

kayak debatnya enggak enggak selesai-selesai. Dan jujur gua enggak paham sih. Selesai. He.

Karena dulu pas pertama e pertama baca kan excited banget kan karena oh bisa csspa JavaScript sama sekali. Tapi kayak

beneran diskusinya enggak enggak pernah bisa sepakat gitu. Lama banget.

namanya debat kusir ini. To center CSS grid without centering items. Centering lagi sampai ada centering issues. Ada tag-nya

centering issues. Sibility issue, reordering flashb or grid.

Ini ini salah satu penggunaan AI yang keren loh ini untuk classification.

Yes. Ini salah satu contoh, salah satu contoh penggunaan AI yang tidak terlihat gitu ya. Enggak, enggak, enggak clear kelihatan banget gitu.

Kalau kelihatan kan ada chatbotnya mau nanya gitu.

Per kan semua orang bikin chatbot. Nah, ini sebenarnya kayak ini kan sentimen analisis kan apa sama classification.

Iya, classification. Classification bukan bukan i bukan geni sih jatuhnya lebih ke machine learning ya kalau kita ngomong lebih spesifik ya.

Heeh. Jadi bukan Jen AI. Oke. Kalau browser isu apa nih? di chat deh.

Oke. Web kit. Iya. Yang paling maju ee malah safari.

Jarang kan biasanya kalau CSS UI kan biasanya Firefox. Kalau dulu maksudnya traditionally Firefox. Nah, terus kalau Chrome kan emang ee web API

aneh-aneh. Chrome selalu ya termasuk pionir. Nah, kali ini ee Safari karena ada Ibu Jen Simons itu. Itu kan dia

emang baru ya ee dia masuk Apple. Heeh.

Tapi dari dulu kan emang dari Mozilla bukan?

Iya. Iya. Oh. Iya benar. Heeh. Yang dulu kita bahas ya apa? Mozilla Bulesa dan dia kan emang penulis CS SSP dari

dulu kan. Iya. Jadi dia yang apa ee jadi provokator ya di Apple untuk mempercepat kali ya akselerasi kayaknya

dia dia di-hire buat untuk karena strategi Safari mau memperbaiki dirinya kali makai di hire.

Iya mungkin. Heeh. Bisa jadi. Nah, itu punya display grid lines. Tapi agak bingung ee kayak template column

min max-nya tuh berlakunya gimana. Kan karena kalau misalnya grid biasa kan emang min max ya apa dia ukurannya bakal

sesuai perintah kita lah. Kalau ini kan dia suka dia auto kayak eh grid itu kan sebetulnya tahu kan yang ada e apa

garis-garis template-nya definisi grid kan kayak gitu. Cuma kalau ini kan enggak saklet ngikutin grid. apa ee garis-garis gridnya. Jadi entahlah

gimana cara kerjanya? Gre template kolm reikut kapan dia ngikut ee itu kapan dia ngikut?

Tapi kayaknya enggak enggak bisa diprediksi deh kita itu akan sesuai dengan sesuai dengan sesuai dengan kontennya.

Iya konten kontennya ya. Biasanya kan kita kalau mau nampilin Mbatch tuh bat dari Twitter, Mbak YouTube itu ada yang

sesuai dengan konten description-nya juga kan bisa kembang kepis.

Hm. Paling susah itu gua paling susah itu mengatur ee hike dari MbS karena MbS itu enggak bisa diprediksi. Jadi akibatnya

menjadi layout shift. Kalau di dalam konten jadi ya ee kan selama ini solusinya machinery library tuh yang dilink di

situ itu apa itu de factonya sih buat eh Pinterest style layout lah maksudnya istilah populernya kan ya dia di on the fly dia ng-render dia

ngitung ya gimana lagi udah kan ini kan untuk hal-hal yang kita enggak tahu ukurannya di awal kan

dan harus ditampilin semua hm oke maksudnya ya intinya Ini fitur yang secara konsep menarik maksudnya ee apa

kita lihat pasti kan excited kan wow CS S bisa gini tapi pas giliran kita sudah nyoba praktikin ee sulit ya terus

mau nanya mau nanya AI AI-nya kitanya lebih tahu dari AI akhirnya belum tahu karena yang yang paling paham baru Mbak

Jens Simons dan teman-temannya ada Mar tahu kali Iya kan termasuk teman-temannya walaupun enggak satu tempat kerja sama itu apa

yang yang apa yang kayak all in baru safari ya. Terus yang lain kayak kalau diskusi ee maksudnya perwakilan browser

engine lainnya ee di diskusi itu masih nanya gimana kalau begini, gimana kalau begitu terus gua ingat dulu namanya

display titik2 machonry terus ee diskusi debat lama banget akhirnya hasilnya Heeh. display titik du Great Lanes.

Wah, namanya Jan Mentry karena begini enggak tahulah enggak selesai-selesai.

Tapi ya maksudnya tetap sih menarik.

Kalau menariknya sih menarik. Oke, kita lanjut apa nih? Browser issue accounting for var tadi kan browser vendor. Heeh.

Pinpower ini. Heeh. yang yang ngisi yang ngisi skill isue gitu.

Skill isue kan tinggal pakai markdown aja.

He tinggal install agen skill sekarang.

Agent skill gampang. Skill.sh. Skill.md. Sekarang skill pun bisa di-install. Jadi kalau skill isue bisa di jadi merasa kayak itu enggak sih? Kayak

matriks si Neo gitu tahu enggak sih?

upload skill cium dia langsung jadi bisa karate kungfu kita install skill no kungfu kalau kita apa i know grill me grill me

i have super power gitu ya ah oh ya obra super power super power super power apa itu super power-nya e bisa terbang

bisa lihat bisa bukan Bisa, [tertawa] bisa dididih.

Bisa dididi, bisa ee review, dibaging. Bisa dibaging, dibaging. Heeh.

[tertawa] Dibaging git workflow. Oke, lanjut lanjut lanjut. Ini media queries.

Cognitive overload. Apa ini? Apa itu?

Choice overload. Kebanyakan [tertawa] kebanyakan itu kebanyakan pilihan. Bingung enggak bisa ngingat. Siapa juga yang ngapain diingat apa

makanya pakai AI gitu ya jawab.

E cuma kalau ini masih masuk akal sih a lot of things to consider kan maksudnya kayak kan kapan pakai grid kapan pakai

flex kapan pakai masonry tadi grid lines anchor positioning is not easy.

Ini kelihatannya AI yang dipakai modelnya agak kurang pintar deh.

Maksudnya apa? Itu kan sebetulnya masalah di ancor positioning-nya kan bukan di cognitive overload.

Iya. Cuma salah apa maksudnya ikut ke classify.

Oh ini kalau ini AI ya? Ini apa? Eh teks dari AI ya berarti ya.

Bukan bukan dari usernya. Itu dari user classif.

Oh klasifikasinya. Iya ya. An positioning quickly become complex on many use cases.

Seberapa banyak use case yang menggunakan anor positioning? Ya mungkin dia udah mulai udah ngulik ke mana-mana ya. Kita kita aja yang belum. Jadi kita

enggak tahu ya. Lebih ke mungkin kalau nested ya misalnya kalau yang gua udah pakai eh sidebar. Sidebar itu kan satu apa ee

sidebar yang ditrigger pakai button ee hamburger menu lah atau semacamnya. itu kan ada satu overlay terus banyak menu,

banyak menu itu kan masing-masing ada tool tip-nya. Enggak tahu ee yang dimaksud itu atau bukan.

Terus misalnya kalau side bar-nya di bisa digeser, bisa dipindah-pindah, berarti tool tip-nya kan harus ngikut ee ke situ.

Oke. Element sizing, positioning. Apalagi yang menarik?

Habis ya? Oh, masih ada isu kenapa enggak ada penjelasannya ya? Itu ada enggak sih?

Enggak ada. Eh, tapi ini ada 13. Ini apa bisa kita klik ya?

Forky syntax, outward syntax, grid row column syntax can be quite hard to understand. Tadi yang disebut grid span.

Grid semua banyakan ya. unintuitif create template iya karena emang sintaksnya tuh awkward sih itu tadi yang apa e yang corner to

corner tuh gua setuju tuh yang atas apa eh gua bingung udah nol ponya e 01 2 3 apa grid span nah

grid sp tapi itu cukup bisa diatasin sama ai sih kalau itu asal kita tahu cara kerjanya cuma pas pertama kali mempelajarin

kita harus tahu Kalau misalnya enggak tahu juga, e ngasal gua enggak tahu dia terus dia maksa-maksa.

Iya. Iya, betul. Kalau enggak tahu ya enggak bisa. Tapi ee kalau kita sudah tahu konsepnya tapi sintaksnya aneh itu

masih bisa ketolong gimana itu? Ya, kita tahu fitur kita paham kita fiturnya, kita paham fitur itu, kita tahu cara kerjanya, tapi

sintaksnya awkward. Kalau nulis sendiri itu kayak kita selalu salah pakai tanda pakai garis miring atau enggak mana yang

duluan ini urutannya kayak gimana itu loh maksudnya ee apa hal-hal yang kayak gitu yang sintaksnya awkward.

Sintaks. Sintaks berarti sintaksnya yang masalahnya tapi properti itu mengontrol hal apa, behaviornya kayak gimana kita harus tahu

duluan. Nah, untuk mencapai ke level itu tuh sulit tuh untuk memahami belajar. Iya memang belajar tapi untuk apa? untuk memahami

cara kerjanya tapi ee enggak sampai nulis bisa apa paham nulis sintaksnya itu yang mencapai ke situnya tuh

makanya pakai skill namanya slash teitch [tertawa] kita selalu ujungnya e semua ya lama-lama ini iya lama-lama kita ganti ya ngobrolin ee

aja kali ya kayaknya [tertawa] topiknya tiap minggu ada ada terus kan enggak enggak bakal kehabisan topik juga kan [tertawa] bahas

apapun ujungnya nya ujungnya agen skill skill agent skill pakai skill teach oke oke oke. Terakhir terakhir topik

terakhir lah malam ini apa ada yang mau di colors apa ya itu maksudnya itu menarik aja bahwa di link apa ngurus memanipulasi

warna tuh saking ribetnya atau mungkin karena saking use case-nya juga banyak ya sampai ada subkategori sendiri kan

tuh color painps. Iya. Oh, emang ada kategori-kategorinya deng di kiri tuh. Layout, shapes and graphics, colors, interactions, and

other features, general, general painp. Ini kalau mau ngurusin light mode, dark mode ya. Tapi sekarang udah ada light

dark ini ya. Cognitive overload lagi nih. BR finder issue lagi.

Tuling. Sempat ingat enggak ya Mbak Uda bilang sekarang itu golden age waktu setahun lalu apa 2 tahun Golden Age of CSS gitu

kan. Jadi memang beneran kayak perkembangan CSS tuh pesat like kayak eksponensial dalam 2 3 tahun terakhir ini. Makanya

jadi kayak belajar hal yang baru soal CSS itu bingung dah.

Tapi menarik, jadi seru juga karena kayak hal-hal yang tadinya sebelumnya misalnya harus pakai harus javas SCSS, sekarang jadi enggak perlu CSS

nesting. Iya. Terus sekarang gua sudah mulai adopsi script, sekarang enggak perlu view transition. Sudah asik pakai view

transition, bisa juga pakai scroll driven animation. Jadi, h mengurangi banyak JavaScript sebenarnya ya seru cuma ya itu cognitive overload

mau yang mana dipelajari. Belum lagi kita ngomong kita pernah ngomong color lagi. Color aja perkembangannya pesat banget.

Bukan hanya IKLCH, bukan hanya accessibility light and dark, tapi ada jenis-jenis apa ada unit baru ya, apa fungsi-fungsi baru ya,

OKCCHl gitu-gitu ya. Iya. RGB color saja nih masih ada yang merasa kesulitan nih. Pinp coba aja dibuka.

Tambahin opacity di hax enggak bisa. Eh, sulit apply persp.

Menurut gue ini agak sedikit kesalahan.

Bukan kesalahan ya, kayak sintaksnya juga sih. Jadi ee iya kan kayak HSL RGBA ada yang bisa pakai koma

ada RGB ada RGBA. Heeh. Kalau ee apa? Kalau RGBA bisa take Alpha, bisa take opacity. Kalau RGB

doang enggak. Tapi kalau hex e kan hex standarnya en karakter ya. Kalau dikasih dua karakter lagi di belakangnya delan

apa jadi delan karakter itu bisa buat ngatur opacity cuma lain-lain gitu satu sama lain beda-beda. Jadi kan kayak

iya bingungin aja ya itu tadi yang sesuai komplainnya orang-orang ini juga nih ini. Heeh ini relatable designer handing over hex

and ok lch making it look different for them bukan for us. buat kita warnanya sama. Begitu dilihat sama desainer beda warnanya.

Ya, sama kayak apa? Hex sama kan ee algoritma warnanya kan lain-lain ya antara hax atau RGB atau apa. Nah, kalau

hand off-nya dari desainer ke developer.

Padahal developer misalnya kita udah pakai standar kayak misalnya kalau di Tailwin 4 kan standarnya HSL ya udah kan

kita pasti pakai yang sesuai udah ada kan loadingnya.

He heeh. Tapi tiba-tiba hand off-nya beda format, tahu-tahu diprotes karena warnanya lain. Padahal enggak tahu kayaknya buat kita sama-sama aja orange

ya, orange aja ya. Masalahnya kan handovernya kan dari mereka ke kita. Jadi harusnya kita yang ngikutin mereka bukan mereka yang

ngikutin kita. Karena biasanya desainer itu kan berangkatnya dari desain grafis yang buat Heeh.

branding kan. Iya. Jadi kalau branding sih mending branding itu kan pakainya kan ini kan ee kalau untuk cetak ya untuk cetak kan

pakainya CMYK kan CMK baru ngomong masih mending RGB coba ke CMYK bingung dah tuh. [tertawa] Jadi kalau udah branding misalnya

branding perusahaan sudah pasti waktu desainer nge-generate itu kan khusus untuk cetak ya branding perusahaan ya terus CMYK lalu ee dipakai jadi desain

grafis yang buat buat brosur-brosurnya I ya karena di Photoshop sudah bisa CMYK lanjut terus ternyata di web si di web kan

enggak bisa CMYK akhirnya mereka kasih Hex ya. Hex-nya dirubah jadi OKLCH ya. Kacau ngacau ya.

Oke oke oke. Ada lagi sebelum kita pilih-pilih topik.

Eka kapan berangkat? Sabtu kan gua sudah bilang tadi.

Berarti masih online hari Selasa di sana.

Tidak. Iya. Kabar berkabar aja kalau bisa tiba kalau bisa ya tiba-tiba ngikut kalau enggak bisa ya udah enggak

si hari Selasa udah ada udah ada ini enggak daftar acaranya eh Selasa ada deh enggak ada acara

Selasa sudah ada acara ya iya itu kan biasanya ada dinner ada dinner dulu iya baru lihat komennya ini ada apa murid

teladan mat pokok pokok pokok itu dulu dia type script kan ngajar type script kan ya sekarang sudah

pip jadi orang AI. Jadi AI hero dia.

Kita tiap episode juga bahas Mcok. Kan kemarin sama Mas Zain ee apa bahas itu kan yang Grill me apa namen ya.

Learn kok namanya pokok tapi kok pintar gitu.

Emang [tertawa] bahasa Jawa pekok itu bodoh.

Oh iya saya tidak tahu. Promis. [tertawa] Mohon maaf saya bukan pengguna bahasa Java. [tertawa] Java script padahal.

[tertawa] Saya saya pengguna sanskrip. San.

Oke. Pakainya Sanserif dong. Sanserif. Iya.

Jangan sedih loh kalau pokok kan dia share apa ee skill-nya kan gratis ya.

Banyak di luar sana yang menjual skill apa itu?

Iya banyak enggak banyak ada beberapa.

Jadi ada skill-skill yang ee bikinan dari seseorang gitu ya. Habis itu dibandling dijual.

He subscription gitu ada. Wow. Heeh. Kalau orangnya emang e apa ee kuis aja, kalian bersedia enggak bayar beli

skill? Kalau developer sih rasanya enggak ya.

Jadi itu dia mungkin targetnya buat murah kalian ngerasa oh. Heeh. Itu masuk akal.

Yang dijual itu bukan bukan skill.

MD-nya ya. Kalau skill md-nya kan bisa kita generate atau tapi workflow-nya sama kayak orba itu kan ada itu

ada ada versi berbayarnya kan. enggak tahu servis atau apa gitu. Pokoknya dia ada monetisasinya kan meskipun bukan ee

skill-nya yang dimonetisasi tapi ada yang lain kan ya. Ada ajaalah marketnya.

Selalu ada marketnya. Kalau kalau developer mah susah bikin bikin produk buat developer tuh susah. Pasti ee komen

pertamanya ya ini gua juga bisa bikin.

Bikin sendiri pakai cloud. [tertawa] Apalagi sekarang udah ada udah ada itu udah ada agen coding agent tinggal suruh aja

sebelum ada coding agen juga tetap begitu kan kita ngomongnya kan ini paling 2 minggu selesai ternyata 3 bulan kemudian

itu bukan developer yang ngomong 2 minggu produk manajer oh bukan ya bukan itu manajer yang ngomong manajer

[tertawa] negara janjiin ke orang marketing ah ini mah 2 minggu juga selesai saya anak-anak suruh bikin eh enggak sih? Cuma kalau apa soal skill

berbayar kalau yang bikin adalah ee orang yang reputable di bidang itu gua mau sih kayak misalnya gini apa ya eh spesialis

backend eh atau apalah kubernits gitu hal yang gua enggak nguasain terus tiba-tiba random contohnya Mas Giri Mas Giri publish skill berbayar Kubernit

ee tapi ee bukan bukan yang general kalau general kan. Tapi ee apa cara dia cara dia pakai maksudnya enggak tahulah cara

dia me-manage ee kontainer-kontainernya yang khas dia banget. Nah, terus gua akan percaya tuh ee terhadap eksertis-nya.

Nah, kalau kayak gitu dan mampu atau bisa reimersse, gua mau sih beli skill berbayar.

Yang terakhir itu baru benar ya kalau bisa reimbers. Nah, itu [tertawa] itu yang penting enggak? atau misalnya gua bikin sendiri

tapi buat ee apa usaha yang nanti tuh gua ngecas klien maksudnya dapat pemasukan dari situ butuh eh skill skill

inbens ya skill agent skill sama skill ee kepandaiannya si orang itu spesialis bisa juga kalau misalnya ada yang jual

skill untuk analisis saham analisis ee iya sama aja kayak jual buku kan bitcoin ya mungkin bisa aja

gua gua ini subscribe. Iya, sama aja sebenarnya kayak jual buku. [tertawa] Kalau yang jual juga enggak tahu siapa

dia juga belum tentu kayak dari saham mau enggak.

Heeh. Ya, iya kayak ibu gitu kan sebenarnya sama aja kan kalau kita ee apa suka sama penulisnya, kita

pengikutnya gitu ya, terus bukunya menarik ya pasti kita kemungkinan kita beli gitu kan. Walaupun sebenarnya ebook itu kan

ee sama aja kayak markdown file kan bisa disebar luaskan juga kan setelah itu kan.

Dan sekarang di zaman AI juga bikin sendiri juga bisa kan tapi kan yang kita pengin adalah cara mikir si orang itu

kan. Iya ya itu tadi yang dijual bukan skill MD-nya tapi lebih ke workflow-nya. E dari sini e bikin PRD dulu, habis bikin

PRD bikin promnya. Promnya nanti dicopy paste ke sini, habis dari sini nanti review bla bla bla gitulah.

Oke, sebelum kita terlanjur semakin jauh, marilah kita pilih topik buat minggu depan.

Lagi pick pilih topik. Udah lama kita enggak ini ya.

Wih, keren sekali. Ini pakai buatan siapa nih? Pasti pakai AI impekable. Iya nih kelihatan impackable.

Oh random topicnya ke sini dia. Apa nih yang dipilih? Oh Google ekosistemak munculin whel lagi.

Salah salah salah spin. Enggak ada musiknya tambahin musik lah.

Boleh. Wah horor. Horor nanti dulu.

Lagi enggak Halloween. Lagi enggak Halloween. Lagi enggak atau tema kemerdekaan enggak ada ya?

Enggak bisa disambut kemerdekaan. Histing udah pernah deh.

Sudah pernah kayaknya. Histing sudah pernah ya hosting ya? Enggak kita close ya.

Kalau ada yang mau nambahin boleh ya.

Ke hah Talk Talks. Ini mending nanti waktu si Eka balik deh.

Oh iya. Oke lanjut lagi. Pokoknya sampai yang kita mau 1 jam ke depan.

[tertawa] coding lah. Sekarang semua episode sudah tentang AC street coding sih. Mau bahas CSS, mau bahas apa? Mau bahas testing,

mau bahas AI workflow enggak? AI workflow masing-masing enggak ya?

Gua kan gua kan enggak ikut.

Oh, enggak ikut. Jadi jawab sih antara antara AI workflow atau mau bahas itu tadi yang local deh

server kalau mau. Oh oke. Itu aja ya. Def server gimana? Def server aja.

D server aja ya. Iya simpel.

Oke. Developen server. Server Sam ya.

Iya. Siapa aja. Apa aja ya?

Stem. Sam sem ratulan 188 Sam apa aja sih yang yang modern sekarang yang digunakan gitu ya.

Oke. Iya. Oke. Berarti ini kita balik lagi ke sini ya.

Oke cukup untuk malam ini. Terima kasih buat semuanya. Kita ketemu lagi minggu depan. Selamat malam.

Selamat istirahat. Sampai jumpa. Bye bye.

Apakah Anda baru pertama kali melihat tayangan dan halaman ini atau mungkin telah kesekian kali melihat [musik] untuk membandingkan kembali dengan

lainnya? Jika Anda mencari tahu mengenai layanan web hosting terbaik, kami pastikan Anda berada di tempat yang tepat dengan domainia. Dapatkan

pengalaman menggunakan layanan hosting [musik] yang lebih baik dengan SSD berperform tinggi dalam infrastruktur cloud yang telah dioptimalkan untuk

kebutuhan personal maupun [musik] bisnis. Teknologi ini memungkinkan Anda memperoleh layanan yang lebih [musik] stabil serta proteksi dari korupsi data.

Hosting domain Asia juga telah mendukung Node GS, Python, Ruby, Go, [musik] PHP, Java, serta Binary Linux. Lebih dari

200.000 pelanggan telah mempercayakan layanan hosting di Dominia. Kepercayaan yang kami jaga dengan garansi [musik] uptime 99,9% serta garansi uang kembali 100%.

[musik] buat uksad anda lebih mendunia.

Deskripsi asli dari YouTube

πŸ•ΈοΈ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb Sampailah kita pada topik survei favorit kita bersama: State of. Kali ini kita akan mengupas hasil survei State of CSS. Mari kita kulik sama-sama Sesi ini terselenggara berkat kerjasama dengan Domainesia! πŸ“¦ Langganan Cloud VPS Turbo? Gunakan kode: NGOBROLINVPSDN β†’ 50% OFF, bisa digunakan berkali-kali! Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .