Lompat ke konten utama
EP 171

Tailwind

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini menengok kabar terbaru Tailwind, dimulai dari kisah pahit di baliknya: tim Tailwind sempat harus melepas sebagian karyawan karena model bisnis mereka bertumpu pada iklan di dokumentasi, dan sejak era AI orang tidak lagi mengunjungi dokumentasi β€” cukup bertanya ke coding agent. Ironisnya Tailwind justru menang telak di sisi adopsi, karena hampir semua LLM otomatis memilihnya ketika stack tidak disebutkan. Dari sisi teknis, Tailwind 4 mengubah posisinya: konfigurasi tidak lagi butuh file JavaScript atau TypeScript, cukup satu file CSS, dan seluruh dokumentasi kini memakai pendekatan itu. Ada custom variant yang membungkus selector CSS panjang menjadi satu nama pendek, dukungan container query, dan warna default berpindah ke ruang warna modern β€” semua mengikuti baseline, yaitu fitur yang sudah didukung semua major browser engine. Diskusi terpanjangnya justru pertanyaan yang wajar muncul: kalau AI yang menulis kode, kenapa tidak pakai CSS vanilla saja? Jawabannya bukan soal ketikan melainkan soal struktur β€” Tailwind memaksa berpikir per komponen dan menyediakan design token yang sudah jadi konvensi bersama, sehingga file CSS ribuan baris yang berujung tumpukan !important lebih kecil kemungkinannya terjadi. Ditutup dengan nasihat belajar: hafalkan konsep bukan sintaks, pelajari fitur bahasa saat dibutuhkan saja, dan sadari bahwa fundamental paling terasa gunanya justru saat AI mulai berputar-putar β€” orang yang paham bisa langsung menunjuk letak masalahnya, yang juga membuat pemakaian token jauh lebih hemat.

Poin-poin Utama

  • β€’Tailwind terpaksa melepas sebagian karyawan karena pendapatan iklan di dokumentasi anjlok β€” orang tidak lagi mengunjungi docs sejak bisa bertanya ke coding agent, padahal adopsi Tailwind justru naik karena LLM otomatis memilihnya
  • β€’Tailwind 4 tidak lagi butuh konfigurasi JavaScript atau TypeScript β€” cukup satu file CSS, dan seluruh dokumentasi kini memakai pendekatan itu
  • β€’Custom variant membungkus selector CSS yang panjang menjadi satu nama pendek yang bisa dipakai ulang, dan karena semuanya ada di satu file CSS siapa pun yang bingung tinggal membukanya
  • β€’Tailwind mengikuti baseline: fitur yang memakai CSS terbaru disembunyikan sampai fitur itu didukung semua major browser engine
  • β€’Alasan tetap memakai Tailwind meski AI yang menulis kode bukan soal ketikan tetapi struktur β€” ia memaksa berpikir per komponen dan menyediakan design token yang sudah jadi konvensi bersama manusia dan model
  • β€’Pakai role seperti background dan foreground, bukan warna mentah seperti green-700 β€” inilah yang membuat menambahkan dark mode belakangan jadi pekerjaan sebentar, bukan proyek sebulan; dan AI perlu diarahkan agar tidak mengarang warna sendiri
  • β€’Fundamental paling terasa gunanya saat AI mulai berputar-putar: orang yang paham bisa langsung menunjuk file dan fungsi yang bermasalah, dan itu sekaligus memangkas token karena model tidak perlu menyisir seluruh codebase
Transkrip otomatis Bantu Koreksi

[musik] Dapatkan hanya di domainesia. [musik]

Hai, halo. Halo. Selamat malam. Trompet itu yang selalu gua rindukan.

Tunggu-tunggu. Iya. [tertawa] Telolet telolet. He, apa kabar semua?

Jadi trademark. Apa kabar? Aduh, lagi banyak demo ya.

Lagi banyak demo ya? Iya, macet.

BBM naik macet. Tapi demonya kan bukan gara-gara BBM naik.

Demonya karena kondis banyak hal banyak ya. Ya.

Iya. Bukan hanya itu, tapi yang salah satu yang mentrigger kali ya.

BBM naik sih kayaknya harus ya. Kalau enggak kalau enggak boncos dong.

Bukan maksudnya BBM naik tapi kayak ee segala macam perekonomiannya enggak naik kan susah inflasi.

Bukan gitu kan? Iya. Sat satunya itu cuman kan yang kemarin-kemarin ada masalah ini ee rakyat diam, kita tenang

gitu kan masih okelah gitu. Dolar naik ya, rupiah menurun ee maksudnya masih adem-ayam gitu.

Begitu tahun ini kan bensin naik baru akumulatif sih sebetulnya kan ee ya masalah-masalah dan lain-lain itu juga

udah bikin apa ya kayak mulai tag dep-nya udah umpuk.

kita lirik ya. Tahun ini memang Yes.

Baru kali ini yang agak besar demonya.

Tapi kan tahun lalu gede juga kan yang sampai Oh iya iya i sampai ribut se setiap kota.

Hm betul betul betul. Karena ada kasus itu ya apa yang ojol kelindes kan.

Heeh. Iya iya ya. Benar benar benar.

Tapi kan kelindasnya kan gara demo kan.

[tertawa] Iya, saya ada proses demonstrasinya terus sengaja.

Iya, ada penyebabnya. Jadi penyebabnya itu kan demo gede di tahun lalu. Jadi sebenarnya bukan baru-baru ini ya, tahun lalu juga demo.

Tahun ini ya demo lagi. Kayaknya tiap tahun ada demo deh.

Iya. Berarti yang tahun lalu belum resolve nambah masalah-masalah lain teknapnya menumpuk. Ya udah jadi kayak gini nih.

Iya. Jadi lesu ya, perekonomian lesu ya.

Mudah-mudahan tapi teman-teman enggak lesu ya buat belajar, belajar hal baru atau belajar hal yang ee sudah lama kita

enggak update ya sebenarnya topik malam ini. Ee terakhir update itu yang Tawin 4 itu bulan Januari tahun lalu kan.

Eh, loh. Bentar sebelum masuk telwin dari demo mungkin eh itu dulu ke sponsor dulu. Tumben lupa.

Tadi nunggu ada yang nyambung-nyambungin. Iya. Mau nyari hook-nya enggak dapat ternyata. [tertawa] Ada adaumir.

Jadi kan kalau misalnya dari demo-demo terus kita kan jadi takut atau demo naik apa BBM naik segala macam

Lihat transkrip lengkap (645 segmen lagi)

ya. Yang penting kan tetap ada angin segar ya, angin segar dari Dominesia.

[tertawa] Oke. Nah, jadi buat teman-teman yang mau beli layanan hosting, Heeh. Bisa pakai ee promo code ngobrolin webdn itu buat hosting. Nah,

kalau ee diskonnya itu 10%. Kalau aplikasinya sudah lebih kompleks, sudah enggak bisa pakai hosting lagi, eh teman-teman bisa pakai eh clouds

turboia itu diskonnya 50% pakai promo code yang ini nih yang bawah.

Nah, itu ngobrolin ngobrolin VPS DN itu diskonnya 50% bisa pakai ee account yang sekarang. Jadi enggak perlu bikin email

baru gitu ya, ganti-ganti email enggak perlu. Ee jadi bisa dipakai berkali-kali tuh. Dan kalau teman-teman sudah pakai

boleh diinfo ke kita ya. Minta testimoninya. Testimoni minta apa insight ee pengalaman menggunakannya siapa tahu kita bisa sampaikan ke

dominesia juga ya. Siapa tahu ada yang pasang-pasang apa tuh kepiting-kepiting atau head.

Oh iya kepiting. Eh apa? Personal assistant. Ai personal assistance ya.

Ya. Coba kita si. Oke terima kasih Dominesia. Dominesia.

Oke. Nah, setelah dapat angin segar dari Domin Dominesia kita kan bahas tailnya.

Tailnya ke mana tuh anginnya? Nah, artinya tawin itu sebetulnya apa sih?

[tertawa] Ekorekor angin. Angin ekor ekor.

Ekor yang terbang gara-gara angin. Original meaning of the word. Definisi extension.

Angin buritan apa sih? Tetap gua enggak tahu sih.

Angin buritan. Kok aneh sih kata-katanya?

A wind blowing in the direction of travel. of a vehicle or aircraft. A wind blowing from behind.

Aircraft kan awalnya tailwin itu kan.

Eh, makanya kayaknya sebelah pesawat yang di ekor pesawat itu bukan.

Heeh. Pengguna mungkin ya penggunaan Tailwin punya di apa literatur yang normal yang bukan library CSS.

Kak enggak ada enggak ada bahasa Indonesianya ya? Itu kali angin ada sih memang airline itu ada nama ada

airline namanya Tawin. Twin Airline. Serius?

Iya Tawin. Lagunya juga kayak gitu enggak lah. Tapi Oh nih nih nih anjir. Iya beneran di Turki

Telwin Airline. Ada di Turki. Weh ini nih keren juga ya.

Turkish British Project. Kerja sama Turki dan Inggris.

Oh, berarti kalau anak round kalau apa naik pesawat ini nih masih ada enggak?

Mirip lagi ini warnanya. [tertawa] Warna kayaknya standarnya masuk branding apa?

Heeh. Makanya branding Telwin itu jatuhnya ke warna apa? Sence ya. Ini sian sian sa sian. Iya.

Hmm. Masih ada. Terus kalau anak front end naik pesawatnya Telwin nginapnya di hotel JS Luftans kalau di Jakarta ya. JS. Hotel

JS [tertawa] ponya ada Hotel View ya kalau enggak salah.

Oh iya. Masa view hotel ada emangnya FU FU ada di Bandung.

Oke. Ya, sebenarnya em kalau topik Telwin ini kayak lebih ke topik yang enggak pernah basi ya.

ee karena meskipun enggak ada rilisan baru, tapi saya pribadi penasaran gitu ya kabarnya gimana sih. Kan kabar terakhirnya kan si

ada muatannya kan curhat tuh di podcast-nya sendiri ya. Katanya dia harus mulay eh sebagian dari karyawannya gara-gara AI

sudah enggak docnya. Iya. Jadi ee mereka salah satu bisnis modelnya adalah mereka pasang iklan.

Pasang iklan di doc ya. Betul.

Iya. Mereka pasang iklan di dokumentasi sehingga hasil dari iklan itu bisa untuk membayar gaji karyawan gitu. Tapi

semenjak AI ee orang-orang sudah tidak perlu lagi ee mengunjungi dokumentasinya.

Kadang-kadang ee tinggal tanya II. Padahal sebenarnya si Telwin ini sangat populer di kalangan AI, di kalangan coding agent. Kalau kita enggak nyebutin

stack tuh pasti yang dipakai itu Telwin.

Telwin set JS ya. Eh apa set CN ya? Set CN itu juga dari Telwin kan sebenarnya kan

menggunakan Tailwin. Menggunakan menggunakan kan bukan dari tawin bukan dari Tailwin. Sor e maksudnya abstraksi dari Tailwin kan ya.

Iya. Jadi ee sebenarnya mereka menang sebenarnya menang kalau dibandingkan dengan katakanlah bootstrap mungkin sudah lewat waktunya ya. Terus apalagi

yang ke sini-sini itu udah kayaknya Telwin itu udah jadi eh top of mind lah udah udah enggak perlu orang udah tahulah

kalau CSS ya framework pakainya Tawin gitu. Telwin dan mereka open source juga ya soalnya.

Jadi dan mereka open source jadi gampang dicek kodenya. Maksudnya gampang reverse engineering kalau butuh ya udah tinggal suruh agen-nya ngecek kode

aslinya kan. Iya. Ini salah satu bisnis model yang bagus juga ya. Salah satu bisnis model yang bagus gimana caranya mengembangkan

ee library open source tapi juga sekaligus ada bisnisnya. Mereka kan punya monetisasinya kan ya. ee yang nah cuma berarti bisnis modelnya enggak

bagus dong sekarang maksud saya apa kurang ee mereka mungkin yang plus bisa meng-cover sebagian cuma mau saya dengan

pendapatan iklan yang jatuh berarti kan itu belum ketemu jelahnya kan kan enggak semua orang mau beli yang plus juga

seberapa besar e seberapa besar hasil dari iklan di ads di di website-nya ya enggak Ya, berarti sebesar gaji jumlah

orang yang [tertawa] di lay-begonya ee apa yang di lay iya gede banget dong.

Kan yang klik kan mungkin sedikit ya, tapi kan enggak tahu ya enggak bisa bilang juga impression kan enggak terlalu besar kan

impression. Iya dibanding dengan apa namanya dibanding dengan Patreon atau kayak sumbangan gitu kayaknya lebih besar sumbangan deh.

Donasi gitu ya. Donasi donasi. Dan mereka kan buka donasi juga kan.

Ada ada link sponsor this project.

Ada link sponsornya, ada apa? Ada monetisasi lewat ee apa namanya? Telwin plus-nya juga.

Cuman memang sepertinya mereka agak sedikit telat ya telat ee mengantisipasi ya. Enggak ada yang bisa mengantisipasi se sehype ini ya se seberkembang ini

gitu kan. Mereka juga enggak sama mungkin mereka asumsinya kan mereka sebesar itu kayak semasif itu. Kalau projek yang kecil mungkin kan lebih

kerasa ya kalau berkurang sedikit-sedikit. Wah, tiba-tiba udah udah apa ee jatuh banget nih. Kalau mereka mungkin di awal belum terlalu

kerasa kali ya karena saking besarnya belum terlalu kerasa terus ya tiba-tiba habis ma saya to big to fail gitu loh mikir ya pokoknya

enggak enggak bakal seengaruh itulah karena kita semua juga enggak kebayang apa ee si LLM assistance-nya ini sekarang

jadi pintar-pintar banget dan bisa diandalin iya segitu dan mungkin mereka merasa pada saat pada saat ee AI naik itu mereka merasa senang

karena mereka secara tidak langsung dapat exposure kan dalam artian ee jadi semakin banyak yang menggunakan Telwin.

Jadi kayak free promotion gitu. Ee apa LLM-nya tuh kan auto complete kan tap tap tap gitu. Kalau kalau ditanya

dulu kan belum punya tool calling ngbrowse browsing eh external site kan. Jadi pas itu ya belum kerasa mungkin mereka

santai-santai aja giliran semua LM Tools bisa setelah. Tapi meskipun banyak penggunanya, mereka gagal monetisasi.

Gagal. Berarti yang talwin plus-nya kurang jalan ya. Mungkin ada customer tapi belum sebanyak belum bisa meng-cover semuanya. Iya.

Masa enggak semua mampu beli itu mahal tahu 200 dan lumayan premium juga. Iya.

Heeh. Walaupun akhirnya mereka mengeluarkan ya mengeluarkan e lifetime kan lifetime update sekali sekali beli udah. Iya.

Udah lama-lama habis kan pembelinya. Oh, jadi ee iya customernya habis ya saturated ya.

Iya. Walaupun akhirnya mereka ee apa mencoba untuk catch up dengan AI ya dengan mengeluarkan produk baru.

Eh apa sih? Tapi kita belum tahu.

UI.sh. Oh. Oh. Yang waktu itu dibang sama si itu kan sama si siapa si The Factoring UI.

Siapa tuh namanya? Ya itu kan si ada muatan sama ini yang bikin buku kan awalnya kan mereka yang bikin Telwin

Labs kan. Iya. Heeh. Nah jadi malam ini sebenarnya bikin apa ya? Kok dia kayaknya terkenal ya sebelumnya. Ada muatan sebelum bikin

bikin apa ya? Kayaknya di ekosistel deh.

Laravel dia pertemanan Laravel. Iya. Oke, ya. Dan di sini kita lebih ke catch up aja dengan apa yang terjadi dengan

Telwin dan juga kita pengin L ya.

Telwin 5 kapan? Belum kan empat belum?

Empat paling baru paling 43 dan mungkin ada apa ya? ada tips dan trik yang mungkin ee teman-teman sering

pakai ya, boleh di-share juga pakai Telwin. Terus ada trik-trik tertentu gitu bisa di-share juga.

Ini ada yang nonton enggak sih? Ini tumben sih. Belum ada yang e ngpost.

Coba kalian. Oh iya coba coba coba.

Ee masih pakai telwin atau udah enggak pakai telwin atau gimana? Masih pernah buka do enggak?

Terserah. Nah, pas lagi nyiapin topik ini eh ada.

Halo. Halo. Oh, ada kan? Hore.

Hore. Akhirnya ada yang menyapa. [tertawa] Pas lagi nyiapin ini jadi ingat dulu tuh kayaknya ee itu di KitHub discussion

lama gara-gara dulu kan lagi ngetren dulu sempat ee ngetren itu kan yang perang atau kubu-kubuan dulu Telwin

antiw. Nah, itu dulu profilnya adalah e developer yang react base yang JS banget lah pokonnya yang beneran benci dan

kadang mungkin ngerendahin ee CS SS vanila ya. Ya, mau saya apa stereotyp-nya begitu. Ee terus di sisi

lain tadi sudut merah, sudut biru ada yang anak-anak vanila CSS yang kayak purist eh apa yang kayak harus

kemurnian semua pakai web API. Nah, dulu tuh sempat [tertawa] eh keras lama banget enggak sih kayak udah dulu

banget. Nah, dulu tuh di sosmet ya sering debat-debat antara kubu-kubu itu.

Nah, kelihatannya dulu tuh kita rencana pengin gimik, kita pengin pura-pura ribut gitu.

Tapi enggak pernah enggak pernah kesampean kita nunda-nunda terus. Jadi topik di GitHub discussion itu lama terus habis itu AI menyerah

akhirnya. Iya, akhirnya ribut gitu lagi.

Enggak ada yang ribut, enggak ada yang peduli dengan kodenya udah enggak kelihat lagi yang penting hasilnya.

Kalau dulu kan [tertawa] temanya pakai library atau tools apa? Tools A lawan tools B atau approach A lawan approach

B. Sekarang sudah mikir tokens maxing atau mochin baru atau apalah model baru yang drop semua udah enggak ada yang

ribut antara apa pakai tool A dan tool B.

He. Di sini ada yang ngfan sama ini enggak sih? Apa namanya? [mendengus] Eh universe-nya Anfu. Kalau universe-nya

Anfu mungkin dia enggak pakaiwin kali ya. Pakai Uno kali ya.

Tapi pakai juga sih unuh CSS enggak sih? Gua enggak pakai e apa alternatif head to head-nya Tawin ya?

Iya, tapi dari view JS biasanya munculnya tuh apa circle-nya view JS atau instant Anony alternatifnya Telwin itu Uno CSS,

Panda CSS, Takions. [mendengus] Taks apa?

Oh ini ini pasti dari dari AI ini. Tak sudah lama sudah lama.

Iya si old school katanya. Open props.

Oh gua tahu ini open props.

Open props yang yang terbaru tuh. Open Profs dari Mas Adam Argal.

Mas Adam sama-sama Adam tuh pencipta CSS memang ya.

Berarti kalau namanya Adam jago CSS.

Heeh. Adamnya Inul juga. [tertawa] Istrinya Inul namanya mungkin.

Oh istrinyaam namanya Inul. In [tertawa] anjir. Betul juga.

Inul watan sama Inul Arga. Watan itu bukannya barat ya atuh.

Eh, beton. Beton wetan. [tertawa] Wetan.

Oh, wetan. Oh, Mas Adi UI ini pakai CN. Sat juga tailwin kan ya?

Tapi pakai tawin pernah me apa namanya? Kayak lirik-lirik open props pengin pakai tapi enggak kesampaian. Bagus enggak sih?

Iya. Oh, bagus. Masudnya jauh diintain engak?

masih lah kayaknya masih terus saking simpelnya mah enggak butuh maintenance yang itu banget open props kita bahas open props kali ini telwin

dulu telwin dulu ya oh 5 bulan yang lalu terakhir ya terus emang enggak perlu karena saking simpel dan apa close dengan

standar web enggak perlu dimaintain yang sampai sulit banget Udah 5 bulan yang lalu yang komit copilot lagi. [tertawa]

Kasihan. Jangan-jangan beliau si ada kerjaan baru ininya itu timur salah bukan barat.

Oh iya kan gua bilang [tertawa] tadi.

Oh iya barat. Maaf udah udah berkarat bahasa jawanya saya berkarat. Udah ee ini ya udah ras rasti

rasti jadi cepat. Iya udah rasti.

Heeh. Bukan jadi lambat ya. Jadi sebenarnya kita pengin tadinya kan pengin debat tuh.

Heeh. Di sini siapa teman-teman yang suka sama yang suka sama class name-nya panjang ditaruh di komponen gitu kan.

Karena kan si Telwinnya juga tidak menyarankan kita pakai apply kan add apply. Saya sempat pakai apa itu

supaya enggak terlalu panjang ternyata malah berat. Ee akhirnya ya berat dan melawan apa intinya salah satu kenapa ada tawin kan utility class kita

enggak harus mikir name kayak titik card kan ada be gitu. Nah kita enggak harus mendesain convention kayak gitu. Nah,

kalau misalnya kita ngelawan ya boleh aja pakai apply selain lebih berat terus kita juga enggak dapetin sepenuhnya

manfaat kepraktisan pakai tailway. Hm. Iya. Jadi kalau ee kemudian ee kemarin pas kita apa random akhirnya ini kan

hidden jam hidden jam maksudnya ya sekalian aja lah kita cari tahu ini tawin gimana karena udah lama juga

enggak kita ee kulik-kulik juga. Terus ya sekarang semuanya ditanyain ke AI jawabannya ya pasti pakai tailwin.

Kemungkinan besar pakai tailwin kecuali kita yang setir sendiri gitu ya. Jangan pakai tailwin gitu.

Pakai pakai DCUI yang ujung-ujungnya jugai. Iya harus Elwin.

Iya DCUI itu buat ee abstraksi di atasnya lagi ya. Seolah-olah seperti e bootstrap ya. Jadi kita tinggal panggil

class name button sudah jadi button.

Kalau Telwin kan masih low level kan.

Heeh. Ya, desain desain sistemnya. Nah, kita mulai dari mana? Dari Telwin 4 aja kali ya.

Buka blog post rilis-nya aja. Jadi ee nah ini tuh. Holy it's actually done. Jadi sebenarnya dari tiga 1 2 3 ya namanya

major lis kan pasti empatnya lama ya dia bikin lama ya.

Lama banget. Iya iya. masalah finansial.

Oh iya ya. Masalah ya k kan masalah finansial itu kan sebelum dari 4 ini.

Oh ceritanya gara-gara itu gak sih? Tapi maksudnya panjang ceritanya banyak yang dia sebanyak yang berubah gitu ya. I

iya. Tapi di luar di itu kan eksternal.

Kalau dari segi teknisnya juga emang paling signifikan karena sekarang positioningnya juga sudah berubah bisa pure CSS. Jadi

kalau dulu kan mau ya walaupun ada file CSS-nya juga bisa pakai CSS biasa, bisa diintegrasiin dengan CSS biasa. Kalau

dulu kan config-nya harus JS1 atau TS kan. Kalau sekarang eh versi 4 by default itu udah eh cukup satu file CSS

ya. Enggak harus satu sih cuma eh by default satu. Dan di dokumentasinya semua itu udah pure CSS. Jadi kayak yang

blessed eh approach-nya itu apa? By default diarahkan ke CSS. Walaupun kalau yang pakai plugin e lama yang plugin

masih dibuat pakai JS bisa diimport ada escape HCH-nya. Cuma kalau contoh-contoh default-nya jadi termasuk kalau AI agent

kita nge-browsing dokumentasi yang Tawin versi 4 itu semua pakai CSS. Ini sempat ribet pas awal kalau sekarang mungkin ah

enggak ya udah mendingan. Tapi pas awal-awal baru rilis itu ribet karena AI agen kan trainingnya masih pakai data

yang lama. I cuma kalau sekarang by default udah pure CSS dan gua juga udah pakai di CS12

project lah. Eh beneran enggak ada konfigurasi JavaScript atau TypeScript sama sekali.

Upgrade-nya gampang enggak di project baru sih? Greenfield project.

Oh, enggak pernah upgrade. Kalau di project kerjaan gua enggak pernah upgrade unless beneran buat keamanan.

Berarti real karena enggak dapat inin juga sih.

Ini ada guide. Iya, ada. Iya, bisa sih. Pasti bisa cuma belum pernah belum punya pengalaman standar ya. Udah standar lah kayak di

Sweld atau Astro juga kan. Eh, sekarang kalau upgrade tuh pasti ada kayak apa upgrade script-nya itu loh. Ee dia yang

mengutetect. Nah, cuma kalau kita sudah terlalu banyak customize ya enggak tahu mungkin enggak semulus itu. Aku kurang tahu.

Breaking changes-nya apa aja ya? Telwin directive-nya udah enggak ada.

Jadi gantinya ini importwin CSS ya.

Heeh. Dan itu kalau dulu kan kita harus ini ya.

Iya. Banyak isi ininya diimport-in satu-satu.

Dan sekarang sih orang juga udah enggak ada yang baca ini manually kan.

Ini juga gua baru sekarang ini apa ngebaca ini.

Iya sekarang ya semua di-handle AI kalaupun upgrade.

Iya. Kemarin tuh ada yang nanya di apa di era seperti sekarang apakah kita perlu baca dokumentasi atau enggak?

Idealnya sih tetap ya idealnya ya, tapi biasanya itu suka dikip karena kita bisa langsung tanya atau pada saat lagi ada masalah aja baru

buka dokumentasi biasanya ya. Ya kan dokumentasi dibaca enggak kayak novel juga dari awal sampai akhir kan.

Misalnya kita perlu implementasi sesuatu, ya bisa aja kita minta linknya baru cuma kita baca ya tentang bagian

yang lagi kita pakai aja kan. Jadi cuma kalau pertanyaannya perlu atau enggak baca ya tetap perlu buat biar tahu

konteksnya sih ya. Sebenarnya ada plus minusnya sih.

Kalau dulu kan kita belajar mungkin ee apa runut gitu ya. Setidaknya kan kita kalau benar-benar belum tahu sama sekali

kan mungkin kayak getting started-nya perlulah kita jalanin gitu ya, kita ee lihat gitu sampai setidaknya core konsep

atau apa gitu sudah tahu baru kita coba gitu. Kalau sekarang mungkin langsung hajar aja kali ya. Sekarang

hajar pakai maksud pernah pakai sama sekali misalnya.

Iya tapi ada ini ada plus minusnya apa ya si AI-nya yang kayak Mas Riza bilang itu comprehension dep.

Iya. Jadi kadang dia suka ngacau dan ee suka pakai misalnya pakai obsolet tag yang lama misalnya P

Iya. Jadi suka pakai yang lama apa suka pakai tag yang lama sedang yang sudah dekat bisa sebenarnya ada yang

baru nanti kena kena style isu tuh atau kena tailwin cs apa ya linter lah ada linter yang ngasih tahu

linter lalu sama kalau belum pernah pakai sama sekali ya tetap harus tahu cara kerjanya kan cuma kalau ini kan kalau

meng-upgrade existing sebelumnya udah pakai existing telwin 3 tadi kan skenarionya kayak gitu itu. Jadi ya ee dianggap udah kurang lebih paham cara

kerjanya lah. Em sama satu lagi suka si AI-nya kadang suka memaksakan diri gitu langsung pakai pakai P ee apa

custom size gitu loh. P kurung kurawal 12 PX import pakai tanda seru important gitu.

Jadi dia maksa gitu, suka dia udah malas kayaknya udah konteksnya udah ke udah terlalu besar. Ah malas ah bikin aja l

penting jadi gitu. [tertawa] Iya sebenarnya di luar Telwin pun kan kayak gitu dia pakai cara ee cara yang

tersingkat menurut dia untuk mencapai maksudnya apa ee kita harus enforce preference kita kan ya. Bahkan di luar

CSS kayak misalnya struktur komponen eh penamaannya gimana, terus kayak eh pakai function eh function-nya itu IS6 atau

pakai function keyword itu kan kalau enggak diarahin bisa bpotan kan maksudnya bisa apa eh enggak konsisten.

Nah, ya termasuk apa? Usage steelwin juga kita harus enforce preferensi kita.

Termasuk misalnya apa tadi? Penggunaan token-token. Kan sebenarnya salah satu manfaat tailwin juga ada yang namanya token kan desain token. Jadi enggak

arbiterary tiba-tiba 12 px atau tiba-tiba green 700. Apa itu green 700?

Nah, kan kita harus mengenforce itu tetap jadi peran developer itu kita enggak manually ngetik tapi kita harus ngarahin

sama marahin pecut-takutin apa marah marah-marahin AI enggak saya akan e kalau kalau kamu hasilmu jelek nanti aku pindah ke kodex

atau [tertawa] pindah ke Iya tapi ee tricky ee bagian yang paling menantangnya dari ee CSS ya, terutama

Telwin ini kalau di AI gitu ya ee dia ngubah sesuatu secara kasat mata atau secara kalau kita

enggak benar-benar detail kita enggak bisa tahu kan errornya di situ kan karena enggak ada error kan penting. Heeh.

Kecuali Iya. Kecuali kalau linter tadi.

Jadi pentingnya lintter itu di situ.

Misalkan ada yang deprecated katakanlah tadi radius ya yang versi 3 ada, yang versi 4 enggak ada. ee

radiusnya sudah berubah namanya misalkan kok enggak ini ya? Kalau radius sih masih kelihatan ya ee mungkin yang lain

gitu. Nah, kan kita hanya bisa melihat dari visual dan kita enggak tahu nih salahnya di Tailwin-nya kah apa di

mananya gitu dan di pesan errornya juga enggak ada. Jadi kan lebih ketangkap di sisi linternya kan kalau misalkan ada

yanged kan. Jadi itu penting sih kalau buat kalau ngomongin visual itu ya harus either apa manually kita ngetes buka

atau mungkin pakai aent browser itu pun kayak skenarionya harus yang detail banget karena banyak kesalahan yang enggak ke masukinter misalnya itu tadi

apa ee tiba-tiba AI-nya ngarang green 700 tek green 700 padahal eh di Tailwin pun udah ada pattern kan e pakai roll ya

bukan pakai warna Tapi role background misalnya apalah eh text background atau teks eh card for ground. Jadi kalau dark mode

t primary tex secondary kayak gitu kali.

He ada primary eh card ya apa konvensinya kayak gimana terserah pokoknya kita pakainya roll-nya. Kenapa?

Karena kalau kalau ganti dimode atau light mode atau pakai custom dim atau kontras itu ee otomatis berubah kan

sesuai yang kita tapi gak asik kalau pakai roll kayak gitu.

Jadi, nah kalau EA-nya nged itu kan enggak rusak kan itu enggak salah enggak enggak rusak. Maksudnya kita harus meriksa

sendiri. Iya. Kalau misalnya kita bayangin ya, kita punya kerjaan nih satu project terus udah pakai light mode terus

tiba-tiba si klien atau si bos nambahin dark mode dong. Bisa tapi sebulannya kan nambah kerjaan jadi banyak karena banyak

yang perlu dirubah. Eh, kalau kita pakai roll base. Kalau pakai kalau pakai roll base kan jadinya cepat

banget. Cuma tinggal bikin dark mode ini. Ini ini variabel CSS-nya kan enggak enak [tertawa] jadi kecepatan nanti dikira kerjanya

pakai sh CNU [tertawa] UI sekarang mah udah langsung jadi udah. Nah, itu cuma maksud kita sudah pakai itu. Tapi pas

bikin komponen baru si EAnya ngide pakai ya pakai warna karangan dia sendiri itu kan e technically secara linting itu kan

enggak enggak rusak ya. Enggak tahu kecuali kita bikin custom.

Heeh. Jadi ya maksudnya tetap harus diantisipasi.

Belum lagi kalau udah media query terus kontainer query sekarang sielwin juga udah eh apa udah provide buat

I. Ini cara pakainya ya? Cara pakainya pakai langsung import telwins. Ini ini contoh aja.

Contoh [tertawa] iya contoh tadi siap-siap ee in case ada yang nanya maksudnya bentuknya kayak gimana? Ee kan

dari tadi bilang, "Wah, si SS doang enggak pakai config JS. Bentuknya tuh kayak gimana penggunaannya?" Nah, ini contohnya yang diat CN.

Simpel. He. Nah, terus kayak itu tuh lihat baris ketiga import shadn tawin CSS. Jadi itu ya apa kalau kita pakai shad ya udah

pakai itu. Tapi misal kita enggak pakai shan kita bikin sendiri kayak gini juga bisa.

Heeh. sama anime juga kalau mau yang gua pertama kali pakai Telwin dan Amaz itu adalah saat dia bisa

nge-compile ee CSS yang dibutuhkan sahaja yang misalnya dia bisa baca H baca page ee pertama ya waktu gua masih

cupu nih pakai Tailwin baru-baru pakai Tailwin tes. Wih, kan kebayangnya kayak boostrap terus semuanya seabrak-abrak boost itu semua

di tiba-tiba 3 mega. Heeh. Ternyata telwin itu ada compilernya. Jadi dia bisa ngambil ngambil utility-utility yang dibutuhkan

itu yang dipakai dan masih bisa dipecah, masih bisa dikasih config di Webpack dipecah kalau misalnya punya berdasarkan

router ya. Jadi, homepage, single page, ee ya page-page yang lain itu karena file-nya CSSnya dipisah-pisah, jadi bisa

hanya page yang itu saja yang dia baca.

E dan komponen-komponen yang terlibat aja yang dia baca ininya e utility-nya dan hei jadi kayak CS SS-nya jadi kecil dan

habis setelah tahu Telwin bisa begitu jadi semangat pakai Telwin curhat seorang backend. [tertawa] Sekarang mah udah ya itu lagi-lagi

enggak usah pusing-pusing lagi tinggal pecut aja. Nah, itu loh yang pembelajaran kayak gitu enggak ada lagi dirasakan oleh

tim ee apa namanya? Coding agent user nih.

Tapi saya mau counter nih. Gara-gara AI kan ee styling sudah lebih gampang.

Kenapa lebih memilih menggunakan tailwin dan AI daripada vanila aja? Udah enggak usah pakai tawin lagi.

Saya enggak. Saya kan sama-sama AI juga. Se in lah sekarang.

Iya, maksudnya apalagi apalagi sekarang CSS sudah bisa itu em udah lumayan bisa modern kan maksudnya.

Iya. Reposi banyak fitur-fitur baruah ya. Iya.

Kalau gue sih cukup simpel karena pakai SHCN UI. Ada project yang pakai SHCN sama maksudnya kalau apa JS yang React

base gitu ya. Enak aja sih itu e semacam mengenforce convention eh apa kayak ada desain token itu kan prinsip ya bikin

sendiri di CSS boleh cuma maksudnya apa itu kayak bahasa yang eh developer yang bukan front end pun eh kayak jadi paham

kan ee udah cukup familiar sama misalnya MX4, MX4 MX Dash Auto. Jadi tanpa harus spare banyak waktu dan ee resource buat ee apa

ya? Ini desain tokennya begini, cara pakainya gini. Kalau ya vanila, handroll bikin baru kan bisa aja kan ee apa harus

nge-enforce ke rekan kerja cara pakainya gini ya udah pakai yang sudah ada. Toh dari segi performa juga baik-baik aja

sekarang. Tapi kalau cuma simpel dan satu halaman enggak ada build proses ya CS vanilah ya. Kan kita ngomongnya nih AI nih

semuanya AI yang bikin gitu kan antara AI yang pakai Telwin sama dengan ee vanila gitu kan. kita kembali ke

kembali ke kenapa telwin itu diciptakan ya kan supaya jangan ada bad practices eh lebih baik menggunakan utility class

daripada eh bad practices untuk CSS eh ini CSS code ada tuh e gua lupa code eh code-nya seperti apa ya cuman kira-kira

maksudnya kalau kita pakai vanila JS eh sori vanila vanila CSS Em bisa jadi kita kalau tidak menganut

sebuah sistematis yang baik ya, bukan front endi yang CSS gitu atau kayaknya modifier lah atau rule-nya jelas.

Rule-nya sangat jelas misalnya mau ee penentuan style-nya itu di mana, komponen base-nya di mana, segala macam pemisahannya jelas. Karena sekali salah

pakai CSS itu tuh kayak kalau misalnya gunakan CSS atasnya itu enggak bisa dimodif lagi ditambah bawahnya bawahnya

important-importan semua isinya atau position absolute semua isinya entar itu ee si si Tawin mencegah hal itu supaya tidak

terjadi. Jadi semuanya di sebuah di HTML, utility class ee dan memaksa orang untuk berpikir secara componen base, ya kan. Nah, kalau

kenapa enggak pakai AI aja gitu vanila ya kembali lagi AI kan sesuai dengan sesuai dengan jiwa yang pemakai. Kalau

jiwa pemakainya sesuka hati yang penting jadi ya lama-lama si EAI selanjutnya maksa.

Bisa bayangin enggak kalau misalnya EAI itu kalau nulis CSS code itu ya kalau misalnya ee contohnya ya CSS ininya ee sudah 1000

baris dia tuh makin ngacau nanti nulis nulis karena dia harus baca bisa jadi harus baca 1000 baris atau mencari tahu

di posisi mana yang dia baca dan bisa saja salah saat dia membaca file itu.

Akhirnya asumsinya salah, solusinya jadi salah. Akhirnya CSS-nya makin makin spagetti.

H bukan berarti pakai Telwin bisa enggak enggak enggak jadi spagetti juga ya. Bisa jadi cuman lebih kecil

kemungkinannya karena sudah lebih terstruktur. ada ya itu convention yang siap pakai dan baik kita baik e manusia maupun AI

udah familiar sama itu sih cuma kalau tadi contoh kasusnya ee enggak dipakai sama manusia sama sekali kita enggak

harus m-maintain atau mengkomunikasikan ke rekan kerja misalnya skenarionya kayak gitu ya terus kenapa enggak vanila aja atau misalnya untuk kasus yang

beneran pure buat AI ya minimal diinstruksi awalnya sama kayak kita harus nyediain agent skill buat apa? Use

this CSS practice. Jadi, ya AI-nya kan tetap harus kita arahin kayak gitu ya.

Bisa-bisa aja sih enggak masalah. Nah, cuma kan itu repot juga. Jadi praktiknya ya semua e toh AI-nya udah relatif lebih

terlatih di Tailwin. Jadi praktiknya ya mungkin mm enggak banyak orang yang pakai ee cara kayak gitu kali ya

mungkin. Iya ya kan katanya zaman sekarang ee kita sudah enggak perlu lihat kodenya lagi. Iya kan? kan udah kodenya udah

enggak enggak masalah. It doesn't matter. Yang penting kan hasil akhirnya.

Nah, itu juga sebenarnya pertanyaan yang sama juga. Kenapa orang-orang masih pakai bahasa yang high level? Pakai aja

yang low level yang performanya bagus.

Kan toh juga bukan kita yang coding semua di digenerate sama AI gitu kan.

Nah, itu berarti tergantung sama sih tergantung keputus apa bisnis decision sih. Kayak mungkin misalnya kita kerja di suatu company imaginer lah yang emang

udah saklek banget nerapin kayak gitu.

tadi itu kan filosofi ya ee filosofi alas Steve YG itu loh yang hah bukan bukan filosofi ampun [tertawa]

zaman kapan itu enggak itu misalnya sudah nerapin cara kayak gitu ya udah kita optimize kita mengoptimalkan buat yang kayak gitu ya itu kalau gitu

kita enggak perlu pakai react lah kan bisa ada pasti ada cara cepatila aja udah semuanya nah apa kontrol manusia termasuk kita

ngarahin kita enggak ee kita melepas kontrol jauh lebih apa tadinya kan kita full in control nih 100% waktu belum ada

AI. Terus sekarang mungkin kalau yang ya kayak gua misalnya masih 50-fy 50%-nya itu ya karena karena kita manusia gue

yang ngontrol harus pakai sesuatu yang gua pahamin dong biar bisa ngaturnya gampang. Nah, cuma kalau misalnya apa

filosofinya yang beneran ya udah kita cuma ngecek hasilnya mungkin ada unit test atau mungkin ada end to end test

misalnya control developernya tinggal 5% ya udah kita harus ngubah cara kerjanya tapi belum gua belum tahu caranya gimana

dan belum pernah belum pernah nyampai situ sih jadi enggak bisa bilang kode tapi pemahaman kode enggak dibaca

lagi tuh sebenarnya enggak sih gua memang pernah tulis code is not code is chip. Tapi bukan berarti enggak dibaca

sih, gua tetap baca. Tapi kalau yang saklek banget kan emang kita enggak ngelihat code di sama sekali. Udah jadi

kalau enggak jalan kalau rusak ya benerin lagi kita enggak tahu. Udah ada mazhabnya. Ada mazhabnya. Sama aja

sebenarnya gini awalnya itu ee misalkan nih contoh ya. Contoh kalau dulu kan ee kenapa React Native atau

platter atau multi platform eh itu ee sangat berguna terutama buat eh startup gitu ya karena kita nulis sekali bisa

buat beberapa platform. Nah, semenjak ada AI kan enggak perlu bisa natif aja. Kalau kita misalnya Android nanti kita tinggal bilang tolong

convert ini ke Swift jadi iOS gitu kan ya. Itu kan kurang lebih juga sama kan.

Maksudnya sama dalam hal bukan sama dengan reakti bukan AI-nya sudah apa namanya sudah matang dan nanti ya bisa

sih bisa jadi jag wah lama-lama nih React Native atau multi platform eh tools jadi berkurang nih penggunanya karena orang-orang sudah

bisa memanfaatkan AI untuk membuat yang yang tadinya mungkin dia eksertis-nya di Android. Dia bisa bikin aplikasi Android. Setelah Android-nya jadi, dia

minta convert aja ke iOS. Walaupun dia enggak ngerti iOS, enggak ngerti Swift, enggak ngerti apa, tapi mungkin hasil

akhirnya juga tetap bisa gitu ya.

Walaupun mungkin ada sedikit perbedaan ya antara kan masing-masing platform tuh punya ciri khas tersendiri gitu. Mungkin akhirnya aplikasinya kok kayak di

Android tapi di iOS gitu kan mungkin.

Tapi setidaknya kan itu bisa gitu ya, minimal bisa gitu. Jadi mungkin ee ya itu awal pertanyaannya itu di situ

sih sebenarnya lebih ke situ. Itu tuh ee apa artikel yang ada quote-nya Steve YG katanya ee apa? Jadi

kayak dia kan emang ee apa ya? Dia fokusnya adalah harus cepat banget. Makanya dia bikin apa itu west

dan [berdehem] ada lagi kan ada kayak sequel-nya village atau apa pokoknya chning kode sebanyak-banyaknya beneran kode kode kode kode kode tuh disposable

saking disposable ini kan contoh yang ekstrem ya mazhab yang paling ekstrem coba eh apa comen f formula one pokoknya

dia analoginya adalah kita lagi di tengah-tengah balap mobil semua ee semua mobil jalan sekencang-kencangnya ngebut nah terus kita masih mau apa buka kup

terus ngelongok-longgok ngecek mesinnya gitu. Nah, menurut dia jadi ini lagi kita kebut-kebutan bikin kode sebanyak-banyaknya. Cuma ya enggak tahu

maksudnya ini kan eh hal-hal kayak gini take with grain of salt sih kan ya kayak filosofi apapun mau seberapa literal

kayak seberapa harfiah sih kita nafsirin ini kalau yang paling ekstrem ya itu beneran pokoknya bikin bikin bikin bikin

kalau misalnya jelek atau salah atau kurang ya bikin lagi timpa sama yang baru. Iya. Jadi ada yang seperti itu ya.

Kalau misalkan oh paksa aja request.

Kalau request-nya jelek reject nanti dia bikin lagi bikin lagi kayak atau rough loop lah awalnya jelek-jelek lama-lama

jadi bagus gitu ya. Cuman ee buat kita terutama di Indonesia ya kembali lagi token itu masih mahal masih

belum affordable. Berarti looping itu bukan berarti jadi bagus. Kalau enggak kan harus ada ininya juga kan di tengah kan dia harus bisa

direinforce untuk learning sesuatu yang mana yang bagus atau mana enggak kan.

Oh iya jadi si apa si raf loop awal-awal ya rafloop awal-awal itu dia ada progress ada learnings-nya.

Jadi setiap kali dibilang oh kalau cara kayak gini salah nanti next time dia enggak akan itu lagi gitu. dia enggak

pakai itunya beneran terus terus terus sampai iya sampai akhirnya jadi kan ada dicontohin dia bikin programming language tuh sampai akhirnya selesai

gitu ya tapi kembali lagi orang-orang yang menggunakan contoh e beberapa orang awal-awal yang menggunakan raf loop yang

Steve YG juga termasuk nah ini dia kita harus cari tahu latar belakangnya dia kerjanya di mana dan tokennya siapa yang provide gitu ya.

Kalau kita main ambil aja terus kita coba implementasi boncos. [tertawa] Di Indonesia masih belum karena token di

sini masih harganya masih belum affordable gitu.

Heeh. Masih masih. Apalagi dengan kita bayarnya dolar gitu kan. Wah lebih mahal lagi jadinya. Kostnya bengkak. Betul.

Udah udah turun sedikit. Sudah turun sedikit ya.

Boncos. Jadi ee kembali lagi ee kalau apa mengikuti tren orang luar yang ee mereka kayak foya-foya dengan tokennya ya kita

harus lihat juga ee apa namanya mereka tuh dirive oleh apa atau mereka bekerja di perusahaan apa gitu. Dan kan kalau di

Valley itu kan ada funding belum bisa aja ada kerja sama diupport sama apa betul support sama antropik kita enggak tahu

kan maksudnya itu banyak jadi di sana konteksnya mereka kayak gimana dan satu lagi kalau di yang quote si Steve Yage

itu kan dia ngomong itu kayak bukan cuma karena iseng atau karena dia suka, tapi kebutuhan kompetisi eh yang menurut

teorinya dia kompetitornya begitu semua. Kalau dia enggak ikut begitu ya ketinggalan. Maksudnya masih ngecek kodenya indah atau enggak, proper atau

enggak, atau desain sistemnya benar atau enggak. Kayak maksudnya kelihatannya itu di sana lagi kejar-kejaran mungkin launch sebanyak dan secepat mungkin.

Nah, itu relevan enggak di industri yang lagi kita ee apa tempat kita kerja atau jenis produk yang kita launch?

Kalau kalau dia mungkin ya emang kerjanya dia yang harus gimik, harus launching se tapi memang harusnya itu loh yang enggak

itu. Heeh. Kalau kalau saya sih tetap ya tetap harus human in the loop. Tetap harus ada human in the loop. Kenapa?

Supaya kita tidak kehilangan pekerjaan. [tertawa] Tidak ada human dulu. pekerjaan kita bye-baik.

Jadi tetap harus itu ya harus dilihat juga ya.

Pertanyaan sama pertanyaan yang sama kembali lagi kalau ada AI ya kenapa saya harus belajar lagi? Kenapa harus

contohnya harus belajar programming lagi ya? Pakai aja E tanya aja AI-nya.

Iya. Enggak bisa juga bisa juga. Kan banyak orang sekarang yang vi coding enggak enggak ngerti coding web eh jangan bilang web coding lah web

produk gitu bikin produk pakai AI ee iya sih dan dia lihat produknya jadi gitu bisa bahkan bisa publish bisa dijual gitu dan

itu banyak kalaues itu kayak judi kayak Russian Rollet gitu sih kalau apes ya paling dia ngebocorin ee apa user credensial sering

I useral berapa minggu sekali ada kasus-kasus ada kasus iya karena dia enggak ngerti kan. Nah itu jadi kalau kata siapa ee yang yang ee

ini yang waktu itu tim Google Chrome.

Adios Man Adios Mani. Iya. Dia bilang kan AI itu cuman bisa sampai 70% 30%-nya lagi itu eksertis

manusia ya. hal-hal seperti itu yang kayak eh scaleability, terus security ee yang bocor-bocor e misalkan database-nya kayak database apa ya?

Pakai Firebase kah atau super base terus eh security-nya diopen semua bisa kelihatan bisa datanya elak dan lain-lain. Nah, itu kan

AI belum tentu bisa mendeteksi itu gitu.

Iya. Tapi ya itu bagus untuk komparasi loh.

Kayak contohnya Excel ya. Maksudnya gini ini kasus aja yang barusan saya. Saya punya Figma desain terus kemudian mau

generate jadi token dari token. Desain token maksudnya ya dari desain token terus baru jadi komponen-komponen.

Jadi si AI ini bisa jadi kayak teman teman kerja gitu. Saya cuma minta aja teman diskusi ya. Ee ada enggak sih yang

gue yang kelupaan token yang lain ya? E ini desainnya tinggal kasih selectionselection ini desain desain desain. Terus nanti dia cari tahu, oh

ternyata spacing lu yang spacing yang yang line high-nya salah nih. Spacing yang ini salah atau ada color yang lupa

didefine nanti dia yang kasih tahu. Nah, jadi nah cuma kalau itu kan masih masih apa filosofi atau mazhab yang agak

lama kan yang mengkontrol manusia cuma ya kayak kita ngitung pakai kalkulator lah gitu ya level of five level ada kan tingkatan five level

of ai adoption ya maksudnya itu kan mempermudah hal yang kita bisa sendiri cuma makan waktu banyak dan ngapain juga terus kayak

misalnya kalau konteksnya CSS kadang Ada misalnya ada warna orange, ada warna orange mirip banget tapi agak lebih

terang dikit. Itu kan enggak bisa dikomen F, kita enggak bisa cari, tapi kita bisa nyuruh AI buat ya AI aja yang

nyari dan mstreamline kan atau otomatis ngecek kontras. Nah, kalau itu kan masih kita yang ngontrol yang kayak dulu ada jemuran apa itu yang

yang foto yang sempat viral jemuran atau apa gitu ini warnanya abu-abu atau warnanya apa gitu.

Dan ada dua baju baju enggak sih yang baju garis-garis?

Iya, baju garis-garis ya. Baju garis-garis.

Hm. Sempat ingat enggak sih Mas Lisa tuh yang sempat viral menggelegar di seluruh dunia?

Pokonnya jadi kayak warna ungu tapi kalau dilihat lagi jadi hijau atau semacamnya lah.

Hm. Itu enggak penting. Tapi kalau tadi balik ke topik kan ini abstraksi ya adalah kalau kalau pakai AI itu enggak salah,

enggak akan salah karena dia lihat pikelnya tinggal pakai hex code aja kan.

Iya. Heeh. Ada hex code-nya dan enggak peduli maksudnya kita enggak perlu mikir ngelabelin itu ungu atau hijau atau apa

ya. Pokoknya kasih aja warna dress.

Dikasih roll aja kan dress color kalau diterapin ke eh si SS.

Iya. Kembali ke Telwin. Kembali ke Telwin. Ini kita ngomongin lama-lama ngobrolin AI. Kita nih ngobrolin AI. Telwin itu abstraksi ya.

Nah, cuma harus dikasih jawaban dong.

Kan kita sudah ngobrol muter-muter nih kayak enggak Heeh. ditutup dulu yang ini berarti kan okelah mungkin di masa depan nanti pas

manusia mengkontrol kodenya udah rendah banget ya jawabannya mungkin akan enggak perlu ya abstraksi kayak tawin gitu react ya semua udah low level aja di ee

cara yang secepat mungkin eh mesin ngobrol sama mesin dirender ke apa render D elemen di layar kan di viewport

mungkin nanti sekian entah berapa tahun dari sekarang sekarang bakal obsolid sendiri. Tapi sekarang kan enggak semua orang relatif ee orang pada umumnya

belum nyampai situ. Jadi ya ee buat sekarang Telwin masih relevan kalau menurut gue, kalau menurut teman-teman.

Iya, Mas. Tapi kan si Telwin itu kan sebenarnya sangat dekat dengan vanila kan sebenarnya kan. Sekarang di

versi 4 sudah mendekat, tapi kalau yang versi 3 dulu masih ada satu putaran lagi kita kan enggak bisa

ee tiba-tiba pakai telwin tanpa mengerti CSS kan karena kita enggak tahu kan eh padding itu apa, margin itu apa,

P peding PX itu apa, e PY itu apa gitu kan.

Kalau gue di Devest tahun lalu eh apa ngejebak ma apa eh talknya tentang fitur CSS modern, fitur CSS baru. Kan banyak

orang malas sama CSS. Jadi kayak ngejelasinnya tuh ee mempresennya pakai konteks. Kalau di Tailwin kayak gini nih. Jadi kayak biar ada apa? biar lebih

mudah dicerna sama siapapun yang pernah pakai tailwind. Karena emang sekarang ya betul itu tadi eh tailwin itu satu layer

abstraksi tapi sudah mendekat sama vanila CSS.

Sudah mendekat. Nah, ee kayaknya cukup banyak tools yang bisa mengekstrak telwin jadi vanila deh. Jadi kalau misalkan teman-teman sekarang hampir

sekarang hampir semua bisa bisa kan memang memang siwi [tertawa] itu convert telwinnya jadi vanila at the end.

Iya, justru itu maksudnya. Cuma maksudnya kalau kalau mau meng-convert manually I jadi mungkin gini ya, mungkin gider

komponen itu sudah pakai penilai semua.

Iya, betul. Jadi gini maksudnya ee mungkin kita prototype pakai Taelwin biar cepat gitu ya. Begitu udah fix nih

desain sistemnya udah fix ya udah diconvert aja ke vanila gitu. Jadi tailwin-nya udah dibuang gitu bisa juga

kan ya. Walaupun itu ada pekerjaan tambahan lagi, tapi ee kemungkinannya ada gitu. Jadi kalau misalkan kita enggak mau ah enggak mau apa namanya ee

vendor login gitu. Jadi tetap maunya vanila aja. Ya udah bisa juga ya.

Apalagi sekarang bisa minta AI tolong dong ee saya enggak mau pakai telwin.

Tolong diekstrak semuanya jadi vanila gitu ya. Mungkin-mungkin aja kan.

Bisa bisa bisa ya. Wah, ini pertanyaannya bagus-bagus ya.

Ee model Tiongkok ya, model Tiongkok kalau rough loop yang ee terus-menerus ya lama-lama habis juga duitnya ya.

Walaupun enggak seboncos yang lain ya, tapi tetap kepotong kan dan enggak semua orang rela kepotong ee untuk sesuatu hal

yang jadi eksperimennya AI gitu kan ya.

Walaupun murah betul, tapi ada iterasi yang dilakukan terus-menerus kan kecharge juga tetap ya tetap belajar untuk supaya bisa

mengarahkan AI dengan lebih baik. Kalau gua tapi yang jauh lebih penting sebenarnya supaya enggak dibodoh-bodohin sama AI

dibut. Iya betul. Jauh lebih penting.

Suka PD banget gitu. Yes. Tapi salah. [tertawa] Tapi salah. Iya memang itu dia kan habit apa habis kita

naturalnya [tertawa] seperti itu. Tadi dia bilang A padahal B terus kita kita protes lah B lagi. Masa A sih kan

begini gini gini terus dia dengan tanpa absolutely right.

Iya. Jadi kalau kenapa fundamental itu tetap penting terutama ya terutama buat dibaging. Nah itu udah enggak bisa tuh.

Tuh, kalau kita harusnya udah muter-muter.

Iya. Kalau kita harus maintain tetap harus tahu cara kerjanya sih.

Iya. Bahkan kalau AI mulai bingung muter-muter, udah apa perbaiki yang ini terus tiba-tiba ada error yang lain gitu ya.

Biasanya tuh yang membedakan antara orang yang sudah punya pengalaman atau yang sudah mengerti sama yang belum. di

situ orang yang sudah mengerti itu bisa dengan cepat tahu, oh di sini nih ee masalahnya. Tinggal kasih tahu AI

masalahnya di sini loh, bukan di sana gitu.

Itu yang yang ee menurut saya ee pelajaran apa kayak fundamental atau ee ilmu yang kita tahu itu pentingnya di situ. Penting

bukan hanya di situ sih, tapi yang paling penting di bagian situnya.

Inst. Jadi kenapa gua bisa pakai insting dan pengalaman?

Heeh. Gua pakai AI-nya ee yang dikasih company itu kan cuma si cloud yang biasa aja tuh bukan yang

bukan yang 5X atau 20X kan yang biasa yang 20 30 dolar itu kalau enggak salah.

Nah. Oke. Jadi em secara limit saya tuh pakainya bisa sehari itu bisa kayak jarang banget kena red limit,

tapi yang dihasilkan lumayan ya. Enggak banyak-banyak amat tapi lumayan.

Ee dan saya tahu ee cari tahu kenapa ya selain prompting dan pakai RTK, Rust token killer segala macam itu sudah

dipasang. Cuman waktu saya prompting, saya ngasih instruksinya yang jelas detail.

Jelas itu. Iya, jelas dan detail.

Maksudnya gini, saya enggak tanya dia eh tolong baguskan ini karena kelihatannya kurang bagus.

Contohnya kayak gitu. Enggak mungkin itu bagus itu apa. Jadi kalau misalnya kalauanya bagus ada bug dan saya sudah tahu. Oke.

Kira-kira bug-nya itu karena JavaScript ya. Letak kode JavaScript-nya di sini.

Kira-kira function yang kena itu di sini. Dan kenapanya? Karena ada side effect dari ads yang ini gitu. E nanti

dia yang cari tahu. Dia confirm. Iya benar. Dan langsung cari ee dan bikinkan solusinya dan saya tinggal approve solusinya apa

tidak. Jadi ee yang bikin mahal itu kan karena dia mencari apa? dia nyari intennya kita dulu dari inten dirubah jadi ee apa

namanya? dirubah jadi coding searching. Jadi code search-nya ya dan kalau kita seluruh codbase dibaca semua. Dia pakai

Grab kan grab atau pakai search atau pakai finde. Nanti dia cari find berdasarkan nama file berdasarkan ini

nanti vendor folder dia baca, node modul dia baca.

Iya. Habis itu kontrak-abrek. [tertawa] Nah, begitu saya yang kasih tahu di mana yang harus kamu baca, file apa,

hemat, cepat lagi kerjanya. Nah, itu tuh yang yang kira-kira penting ee kenapa butuh fundamental tahu ya? Tah

ini ada pertanyaan fundamental juga nih.

Dengan adanya E seberapa lama dan sejauh mana kita bisa dikatakan cukup kuat fundamental sintaks mengingat bahasa pemrograman punya

banyak fitur yang mana bisa jadi ngerasa kurang terus dan kelamaan belajar fundamental.

Yang pertama jangan belajar sintaks ya.

Bahaya sih. Jangan. Oh, sori. Jangan menghafal sintaks kalau belajar sih enggak apa-apa. Jangan menghafal sintaks.

Iya. Minimal tahu bentuknya lebih ke itu sintaksnya ngapain maksudnya ee argumen parameternya apa, terus kayak hasilnya apa kurang lebih ee tahu itunya. Kalau

sintaksnya exactly tepatnya kayak gimana kan nanti ea yang lulis.

Iya. Yang kedua, bahasa pemrograman fiturnya jangan dipelajari semua.

seperlunya aja, jangan semua. Enggak bakal bisa tamat belajarnya kalau mau belajar semua fitur programming language ya, kecuali ada bahasa-bahasa

yang ee mungkin kecil kecil dalam artian fiturnya sedikit.

Bahasa kalbu. Jadi, jadi apa istilahnya tuh? Just in time learning ya. Just in time learning. Jadi belajar ketika dibutuhkan aja.

Kalau misalkan kayak gini ya sambil bikin aja sambil bikin sesuatu gua enggak suka punya dipelajarin gimana gua enggak suka kalau punya teman just

in time kenapa kalau punya teman yang cuma cuma say hi saat butuh-butuh aja mah ngapain [tertawa] just in time tapi [berdehem] suka kan

sama teman yang just on time. [tertawa] Nah, itu suka just on time.

Kalau J on time itu berarti ini ya ee apa udah 10 tahun enggak ngabarin tiba-tiba WhatsApp ya,

Bro. Pinjam sejuta, Bro. Mending kalau pinjam Bro ngajak ngajak itu ngajak masuk MLM. [tertawa] Udah tadi mau salah bilang LLM dong.

Saking top of mind-nya LLM udah enggak mikirin MLM lagi.

Oh, lu bahas dong. Saya sudah join. LM [tertawa] apa itu? Lebih bagus daripada MLM.

Saya enggak butuh MLM, butuhnya eh subscription [tertawa] LM.

Ada-ada aja. Jadi ya gitu ya. ee belajar itu ada targetnya ditargetin. Oh, saya pengin belajar supaya bisa sampai bikin

apa. Kalau dipelajari semua ya boleh-boleh aja, cuman pasti akan merasa kurang terus gitu.

Sama itu sulit mengkontekstualisasi kayak kita baca ee apa function ini atau methode ini kegunaannya untuk ini ini

itu tuh kayak cepat hilang kan. Tapi kalau kita pakai buat bikin sesuatu kan kita bisa bayangin oh pas lagi bikin ini

perlunya pakai ee fungsi atau fitur ini ini ini API apa aja yang dipakai. Terus pastikan nanti ada masalahnya tuh

ternyata berarti ternyata methode ini tuh sebenarnya salah kurang cocok kalau buat bikin itu ya gitu-gitulah.

Earning by doing ya. Terus apa sih fitur baru yang di itu di Telwin Part itu?

Itu baca sendiri blog post-nya. Tapi kalau intinya semua kayak diporting ke ee CSS walaupun sebetulnya ya masih ada abstraksi custom-nya Telin itu

masih tapi berkurang dan sintaksnya tuh kayak streamline semua pakai ee di CSS.

Jadi kemungkinan eh cukup satu file aja buat me-manage semua fungsionalitas tailwin kita. Kalau detail-detailnya function apa yang baru eh kayak misalnya

eh dash dash alpha kita pengin mengubah opacity kan sebenarnya CSS udah ada color mix functionnya. Nah, ada

short-nya ya. Kalau itu sih cuma perkara sintak sih. Nanti lihat aja sendiri di apa ini function and directive sama doc yang

function and directive sama adding custom styles ya. Designing for modern web. Jadi Telwin versi sebelumnya bukan buat

modern web ya. Oh no web. Old school web.

Old school web ya. ini kan ee jadi sebenarnya eh Tailwin ini salah satu hal yang menarik dia ngikutin banget eh baseline.

Kalau ada yang belum tahu baseline [berdehem] itu apa ya cari sendiri di cari di episode lama kita lah kayaknya

kita sering bahas ini ya. Jadi kalau ada fitur web API yang sudah eh apa di-support di semua major browser engine

terus eh di dua rilis terakhir itu masuk baseline. Jadi si Taelwin ini ee mereka punya fitur yang beta atau yang masih

lagi kayak diumpetin di eh development mode begitu eh yang pakai fitur-fitur web atau CSS eh yang terbaru itu begitu

fiturnya baseline bakal dirilis ke eh apa main ke major.

Oh i. Nah si pas 43 ini kebetulan karena dia kan numpuk dia agak lama dari gap dari T

ke EMP tuh agak lama. Terus kan emang ya 3 tahun terakhir kan ee fitur CSS baru emang banyak ya. Jadi ya kebetulan aja

jadi banyak yang banyak fitur baru yang masuk sini.

Okelah tuh. Okelah. Terus sekarang by default mereka pakai P3 color P3 itu yang oke. LCH bukan okelah ya okelah okelah

okelah okelah kalau begitu. [tertawa] Nah, terus itu tuh custom varian itu lumayan menarik sih. Coba scroll atas

dikit deh. Nah, custom varian eh ini apa? Ini abstraksi sintaks khusus Taelwin sih, tapi eh enak karena kita

bisa pakai selecttor CS itu isinya. Jadi kita mendefinisikan misalnya custom variannya namanya di midnight namanya bebas apa aja di sini contohnya di

Midnight. Nah, itu isinya tuh ya CSS seltor biasa. kan ee sekarang sudah ada pudo kelas ee where ya misalnya kita di

situ mentargetkan eh child-nya atau anaknya elemen apapun yang ada atribut data the midnight. Nah, kan ribet ya nulis eh where bla bla bla

panjang-panjang di bawah. Jadi kita bisa pakai di midnight ya. Udah tuh penggunaannya.

Oh tim midnight titik du background black.

Jadi kalau ada data midnight eh apply eh background black.

Hm. Jadi kayak variabel ya. itu ee itu sintaks yang familiar kan maksudnya ee yang gua suka sih kayak gitu karena

misalnya developer lain yang bukan anak ronend atau enggak tahu CSS lihat itu kan oh ya pahamlah maksudnya apa.

Jadi kita mengenforce atau men-streamline ee ya kalau di sini contoh gua enggak paham gua sampai harus pakai

itu Telwin eh plugin di VS Code terus di hover oh ini translate-nya apa?

[tertawa] Oh, bukan maksudnya buat pakai ee kita kan enggak sering-sering banget kan nambah selecttor atau dim misalnya e baru

setelah didefine ya udah kita tinggal kasih contoh ya ee bukan cuma coworker cuma mungkin misalnya AI assistant ya

kita streamlinein aja kan ini pattern-nya kayak gini tinggal diikutin aja pattern-nya.

Iya. Sebentar ini enggak ada warning kayak sebaiknya jangan sering-sering dipakai.

Ini kan bahaya ya meta programming kan jatuhnya kan kan cuma sekali itu itu sebetulnya di midnight titik du

background black kan diterjemahin jadi selecttor yang normal iya maksudnya kan si kalau misalkan kita bisa eh telwin tapi

kita enggak tahu ini custom varian timn ini apa kayak tadi ya kan jadi enggak tahu kan.

Iya mungkin cuma karena sekarang cuma satu file CSS ya ee apa?

Ohya referensinya cukup simpel. Hm. Oke. Ada. Jadi di atas tu definisinya gitu ya. Eh, custom varian in action. Buka yang tadi sharui deh.

Itu apa? Beneran in practice ini.

Nah, itu buat dark mode. Jadi, eh maksudnya ke bawah sih udah udah enggak ada lagi. Cuma sekali definisi di atas

file itu. Eh, habis itu ya di dalam komponennya sendiri dark titik2 bla bla bla. Karena file CSS-nya cuma satu.

Siapapun yang bingung ya tinggal buka file CSS.

Tinggal buka file CSS itu ya. Oke.

Iya. Cukup apa ya instintif lah.

Hm. Ya. Iya. Apply. Iya. Gua suka pakai masih dipakai ya. Apply masih boleh ya?

Masih kayak kadang kalau sudah kepanjangan.

Oh iya dan repetitif kau suka pakai apply khususnya repetif ya walaupun tidak dianjurkan kan.

Heeh. Iya kan gua sakit kepala kalau udah lihat ya elah ini ini lagi ini lagi ini lagi

capek ya. Iya. Kalau gue ee kalau ngakalin itu tanpa harus pakai apply sekarang pakai itu CVA sama CN ya. Adalah ada tools-nya kalau

diact ada. Jadi, oh ada besok-besok jadiin topik aja ya. Intinya sih kayak kita mendefinisiin juga biar enggak tabrakan. Jadi kayak ee

kalau button itu variannya apa aja kita tentuin di depan. Misalnya button itu eh profile atau variannya bisa primary,

secondary, ghost applied. Itu varian size bisa XS, bisa small, bisa eh medium, bisa large, ya apapun itu.

Pokoknya with icon bisa dengan icon, bisa tanpa icon. Jadi eh ya udah kita definisiin class name-nya di situ. Terus

habis itu tinggal dipanggil function-nya. itu library yang dipakai di SHCN UI, tapi yang enggak harus pakai sha

eh bisa di-install. Oke. I ada plugin, ada tim apagi habis.

Seb kalau pengguna kalau penggunaannya enggak rumit-rumit banget itu kelihatannya ya satu beneran satu file CSS kayak di shui itu cukup sih

karena sekarang semua diabstraksi ke apa bahkan ee warna-warnanya warna atau token apapun kan sekarang sudah pakai CSS variabel semua dan itu di engine-nya

Tailwin itu dibaca juga jadi bisa dipas ke dalam tadi yang ada function dim dalam kurung bla bla bla jadi maksudnya

yang panjang kita ngedefinisinnya sekali aja.

Hmm. Oke, cukup. Yup, ini ada pertanyaan lanjutan nih yang tadi tentang fundamental. Kalau belajar fundamental seperlunya, bagaimana cara

kita kita tahu kalau kita enggak tahu dan harus pakai fitur A? Ternyata kalau diintaks kan harus paham konsepnya.

Jika sebenarnya bagaim yang ini ee kita tidak tahu apa yang kita tidak tahu.

Kan ada yang kita tidak tahu apa yang kita tahu atau kita tahu apa yang kita tidak tahu. Tapi ada yang kita tidak

tahu apa yang kita tidak tahu. Ngerti enggak?

Iya. Itu un gitu kan. Heeh. Blind spot.

Iya. Blind spot blind spot. Karena itulah pentingnya mentor. Benar enggak sih?

Sama nonton ngobrolin web. [tertawa] Kadang-kadang kadang-kadang misalkan ee apa ya yang ee teman-teman yang baru belajar mungkin

enggak tahu konsep catching misalkan catching kok ini database-nya lambat ya.

ee harus diapain nih supaya bisa supaya bisa agak lebih kencang datanya apa query terus berulang-ulang select terus

gitu kan. Ee nah itu antara sekarang AI bisa udah sudah bisa menggantikan mentor belum sih?

Tapi kalau enggak ditanya AI itu masalahnya kalau enggak ditanya ke arah situ dia halu muter-muter. Tapi begitu

kita ngeluarin misalnya yang kasus ini kita ngeluarin mirroring knowledge kita ya. Benar enggak sih? Dia kayak mirroring

knowledge kita ya, ilmu kita ya. H belum bisa ber kalau yang pertanyaan ini gua enggak punya solusinya sih.

Solusinya dulu langsung apply kerja jadi ada yang ng-review.

Iya tanya samaan. Iya. Apa yang team leader. Tapi biasanya kalau dulu tuh yang pertama cari mentor, yang kedua ee sering-sering datang ke

meet up eh networking. Nah, itu biasanya tuh di meet up itu kita bisa tanya apa aja. Ini saya punya masalah ini nih di

kantor ee itu solusinya apa ya? Gitu.

Kadang-kadang ee apa suka ada diskusi ke sana gitu.

sekarang sudah gantinya meet up mungkin sekarang Discord kali ya kan sebbenarnya banyak e ya atau komunitasinnya komunitas lah

secara umum ya berkomunitas yang interaksinya tinggi dan apa banyak tanya-tanya kayak gitu kan di Discord biasanya iya masih ada kok apa Devest sama IO

extended masih ada jadi kalau misalkan ada acara-acara GDG bisa datang aja tapi banyak era [tertawa] pasti ya kan enggak mesti tanya topik itu kan

bisa nanya langsung atau nanya ke teman-teman yang lain, eh ngerti masalah gini enggak gitu kok database lambat

atau apa gitu. Uh dan harus bikin sesuatu sih kalau enggak dipak harus bikin sesuatu. Betul. Betul.

Nanyainnya agak bingung juga. Iya harus dipraktikkan. Jadi belajar teori aja ee penting, tapi lebih penting lagi diimplementasikan dari nol sampai ee

sampai finish, sampai selesai. Nah, itu kadang-kadang belajarnya justru lebih banyak ke sana daripada belajar teori.

Kalau kita sudah cukup kuat konsep dan ngetik fundamental, sudah experience bikin project, kalau apply kerja lebih bagus dari daripada belajar terus. Ya

iyalah [tertawa] daripada berkarya. Yang penting berkarya. Belajar itu untuk ee membuat sesuatu, bukan cuman belajar doang. Ya, ada sih ee rute

untuk belajar doang sih ada, tapi kalau kita kayaknya lebih ee praktis ya. Harus dipraktikkan ilmunya. Kalau enggak

seperti Ivan karatan. Heeh. Keras. [mendengus] Bukan Ivan doang sih. Saya juga. Saya lebih karatan lagi kayaknya. Heeh.

Saya sekarang cuma tahunya spreadset, Jira.

Terus kemudian habis dari Jira sudah dikonnectin ke AI, terus nanti AI-nya jalan sendiri code review.

Oke. Enggak sesuai marahin AI-nya balik lagi.

H [tertawa] lama-lama kantan nih saya.

Nungguin. Hah? Nungguin apa? Nungguin ee apa? Daily limit-nya itu kena daily limit. Nungguin dulu. Heeh. Riset dulu. [tertawa]

Tapi jadinya apa namanya? Kayak ee kalau lagi kena daily limit bisa kerjain yang lain dulu sih. Kayak banyaklah kayak

dokumentasi, terus kemudian ee apa ya? Cari buat internal apa yang bisa dibenerin kadang-kadang gitu sih.

Konsultan saya kan apa? Konsultan. Konsultan konsultan.

Konsultan. [tertawa] Wajar enggak sih kalau meskipun sudah kuat fundamental tapi kayak kadang lupas inintaks? Wajar.

sering situ bukan buat dihafalin [tertawa] sudah pasti sering iya apalagi sekarang ada ai ada aut sebelum ada AI sebelum ada AI saya kalau

apa ya apa ya terus type aja di Google nanti kan keluar ke dokumentasinya eh baca aja dokum Oh yang ini saya

maksudnya lupa yang penting tahu konsepnya jadi bukan sintaksnya yang di ee yang kita ingat yang kita ingat adalah konsepnya nya

kadang yang saya kalau ikut misalnya kita pergi interview ya interview ke perusahaan yang IT lah gitu ya berambar sebagai IT

atau programmer gitu ya yang ditanya itu justru kayak kayak fundamental atau teori hafalannya ee kadang gua juga enggak tahu sih

ha yang ditanya kayak ee desain pattern lah atau ee ee apa ya pattern-pattern desain pattern yang kayak ee

factory pattern itu apa gitu ya. Heeh.

Apa apa desain pattern yang suka kamu suka nanti jelasin suruh jelasin apa ya emang kok pakai apa gu [tertawa]

nah masih masih kan sudah ada sudah ada ininya sudah tinggal satu line doang itu center di yang baru

he ngomong-omong soal ngelamar kerja ditanya hal yang gak realistis itu kan jadi ingat siapa yang bikin home dulu

konon Ya. Iya. Dia apply ke Google ditolak. Padahal ee apa ee karyawan Google semuanya pakai pakai pakai library yang dia bikin.

Iya. Ya, itulah birokrasi itu namanya birokrasi.

Heeh. Itu mah di luar hal teknisnya itu Itu namanya biro crazy.

Biro crazy. Iya. Sama nasib masiban.

Iya. Intinya jangan sintaksnya yang dipelajari, tapi lebih ke konsepnya.

Karena ketika kita lupa sintak, kita bisa nanya ke Google, sintaks secara ee apa? Asynchronous function gimana sih? N

bisa tahu. Tapi kalau misalkan kita hanya tahu sintaksnya terus kita mau nanya apa ke Google atau ke AI kan

enggak tahu ya gitu. Jadi tahu istilahnya. Nah, tinggal dan itu juga berguna untuk kita belajar bahasa yang

lain, enggak cuman bahasa satu bahasa doang. Kalau kita tahu sintaksnya di bahasa satu, begitu kita kena bahasa

yang lain, ya beda lagi kan. Walaupun konsepnya mirip-mirip gitu.

I dasarnya suka sintaks efmors [tertawa] ngobrolin web dong.

Enggak punya ininya FM-nya enggak punya ya? [tertawa] punyanya itu apa? Ee apa namanya? Spotify ngobrol. Oh enggak ngobrol.

Eh masih masih update enggak sih Spotify ininya? Connect enggak?

Eh jarang diink. Jadi eh terakhir itu desain AI e apa tools desain AI ya. Nanti kita sing lagilah. kita sing

lagi. Oke, terakhir eh sebelum udahan seperti biasa kita random lagi. Spin the wheel. Spin the wheel. Yah, Foxilla telat mulu.

Eh, Foxila Foxy Foxy Foxy Foxilla itu spin.

Foxilla. Foxilla itu apa ya? Spin.

Kok pada dengar gua bedah situs? Enggak lah ya.

Iya. Situsnya apa? Skip skip skip.

Agentic application framework. Ini apa nih?

K pernah ya. ADK kah? ADK.

Ih keren. Oh copilot kit yang dulu kita bahas Hash Brown.

Hash brown. Siapa? Has Brown. Halo. Masih Yus. Yusia.

Yusia enggak bisa baca saya. Halo. Halo.

Yusia Riza. Yusia Riza Mi. Yusia RZ M.

Terakhir katanya kalau belajar satu bahasa, bagaimana cara senior belajar bahasa baru? Apakah hanya belajar fitur di bahasa tersebut dan lihat tata

penulisannya atau bagaimana? Gimana? Gimana? lihat penggunaannya sih. Kalau yang pertama kali dilihat pakainya kan sudah kan sudah mengerti struktur

data, sudah mengerti algoritma dan pemrograman terus sudah mengerti. Jadi kan programming itu kan kembalinya ke situ-situ juga ya. if else, looping,

variables, eh functions, procedure, terus kemudian ee ada beberapa kayak kalau ras dia suka untuk memori protection-nya sangat bagus. Jadi cara

untuk mengakses variabel berbeda sedikit ee atau goleng punya spes spesifikasi.

Ya, jadi kalau secara basic-nya sama semua cuma tiap bahasa pemrograman ada opinated-nya sedikit bagaimana cara memanggil sebuah fungsi tersebut atau

memanggil sebuah variabel tinggal dibaca dokumentasi dan coba hello world-nya dulu. Biasanya saya coba hello world-nya dulu.

Yang pasti ya. Heeh. ya sama penggunaan. Kalau gue sih lihat eh apa aplikasi open source simple yang

pakai itu ya pasti kan ada contohnya too do atau hacker newscone atau apa ya itu dipakainya kayak gimana.

Yang saya suka kecelek itu waktu belajar JavaScript ya karena looping itu aja looping apa loop namanya event loopnya

aja event loop gak event loop-nya tapi se nonton nonton videonya si Jack Jack ya namanya itu ya

Jack Archival yang Jack Arkibalil apa live Jack Archival nah di situlah Aha momennya oh begini toh cara kerjanya

Java JavaScript sudah semenjak itu enggak pernah masalah lagi saya pakai JavaScript. [tertawa] Iya. Mungkin yang apa salah satu yang ee

juga sering saya terapkan adalah belajar filosofi dari bahasa itu. Kenapa bahasa itu dibuat di awal? Itu juga mungkin

cukup membantu karena kan setiap bahasa itu kan ada peruntukannya, ada tujuannya. Kenapa awalnya bahasa ini dibuat? Walaupun

misalkan kayak apa ya, kayak Go atau Python itu kan bisa dipakai buat semua.

Mau bikin aplikasi web bisa, mau buat backend bisa, mau buat front end juga mungkin bisa. Ada mungkin ada premoka

atau library-nya. Tapi kalau gua kan awalnya buat menggantikan C. Artinya dia bahasanya cukup low level gitu. Dan

kayak gitu-gitu tuh cukup membantu juga untuk tahu bahwa oh bahasa ini peruntukannya tujuan awalnya untuk itu.

Termasuk juga framework dan library juga penting juga untuk tahu ee sejarahnya.

Belajar sejarahnya. Oke. Ini web worker boleh?

Hah? Boleh. Web worker ya. Iya.

narik ya biar belajar semi bukan fundamental sih ini web web API kan web API ya fundamental jatuhnya ya basic-basic lah

enggak basic juga sih [tertawa] intermediate lah ya intermediate ya web worker itu web worker itu apa sih

lagi ya sekeluarga pekerja web [tertawa] agentik OS oh nanti nanti ee nanti Ada apa? Ada yang submit tuh, Mas. Siapa

namanya? Iya. Tunggu Eka pulang dari Indra ada submit.

Tunggu Eka pulang dari Shanghai nanti bawa agentik OS dia.

Oh, Eka bawa agentik OS. Hah?

Enggak. Siapa tahu EK belajar. Makanya nanti Eka belajar di Shanghai.

Dia kan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina katanya. [tertawa] Enggak. itu S Ident personal OS to automate high

leverage workflow with cloud code. Hah?

Apa ini? Adk lah kok cloud kok apa hubungannya sama siapa ya?

Apa ini? Saya izin ada dong kita bahas eh computational thinking kita bahas cuman ya kayak ngobrol-ngobrol gini enggak detail.

Kalau mau detail tuh ke channelnya Padika ya WPU.

Oh iya kita pernah ya apa computational thinking perah computational thinking tapi ngobrol-ngobrol ya formatnya ngobrol bukan bukan tutorial

ini apa eh foxaliz boleh langsung ke ini aja ya mungkin kita diskusiin dulu ya di GitHub ya dipost aja di Nah

iya github.com/orgs/ngobrolin/dcussion nanti posting di situ izin terus kasih si deskripsilah sedikit itu apa ee referensinya apa. Nanti kalau ee

kira-kira cukup seru kita akan bahas ya.

Eh ininya kita matiin dulu. Hype. Ininya juga di-hype. Oke untuk malam ini kayaknya sekian dulu.

Terima kasih banyak buat semuanya. Kita ketemu lagi minggu depan ee web worker ditunggu. Eh sampai jumpa. Bye bye.

Apakah Anda baru pertama kali melihat tayangan dan halaman ini atau mungkin telah kesekian kali melihat untuk membandingkan kembali dengan lainnya?

Jika Anda mencari tahu mengenai layanan web hosting terbaik, kami pastikan Anda berada di tempat yang tepat. Dengan

domainia dapatkan pengalaman menggunakan layanan hosting yang lebih baik dengan [musik] SSD berperform tinggi dalam infrastruktur cloud yang telah

dioptimalkan untuk kebutuhan personal maupun [musik] bisnis.

Teknologi ini memungkinkan Anda memperoleh layanan yang lebih stabil serta proteksi dari korupsi data.

Hosting domainesia juga telah mendukung notg, Python, Ruby, Go, [musik] PHP, Java, serta Binary Linux. Lebih dari 200.000 pelanggan telah mempercayakan

layanan hosting [musik] di domainia. Kepercayaan yang kami jaga dengan garansi uptime 99,9% serta garansi uang kembali 100%.

[musik] Buat website Anda lebih mendunia, segera beralih ke web posting Domainesia.

Deskripsi asli dari YouTube

πŸ•ΈοΈ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb Penasaran dengan perkembangan Tailwind CSS setelah mereka terpaksa melepas karyawan karena AI. Penasaran juga berbagai tips dan trik seputar Tailwind CSS? Nah mari kita oborlin di sesi kali ini! Sesi ini terselenggara berkat kerjasama dengan Domainesia! πŸ“¦ Langganan Cloud VPS Turbo? Gunakan kode: NGOBROLINVPSDN β†’ 50% OFF, bisa digunakan berkali-kali! πŸŽ™οΈ New to streaming or looking to level up? Check out StreamYard and get $10 discount! 😍 https://st Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .