Local Development Server
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode ini membahas local development server, dari XAMPP yang legendaris sampai pendekatan modern berbasis kontainer. Pertanyaan pembukanya menarik: kenapa tools seperti ini jauh lebih populer di kalangan developer PHP daripada Node.js? Jawabannya ada di sejarah — Node.js punya installer dan langsung bisa dijalankan dari command line, sedangkan PHP dulu harus berjalan di atas web server terpisah seperti Apache yang berupa service, bukan aplikasi. Itulah yang membuat paket sekali pasang jadi penyelamat, terutama bagi pemula di Windows. Dibedah tiga pendekatan yang berbeda karakternya. Laragon memasang semuanya langsung di file system dan bersifat portable — seluruh isinya ada di satu folder yang tinggal disalin ke mesin lain; ia juga tidak terbatas PHP, bisa menyiapkan Go, Node.js, dan Python sekaligus. Laravel Herd lebih rapi secara tampilan dan membawa mail catcher serta Xdebug. DDEV berbasis Docker dan menang di kolaborasi: konfigurasinya ikut di-commit ke repo, sehingga rekan tim cukup menjalankan satu perintah untuk mendapat environment yang persis sama, lengkap dengan domain dan HTTPS. Diskusi berlanjut ke pergeseran yang lebih besar: coding agent kini bisa berjalan di mesin cloud yang disediakan vendor tanpa kita menyiapkan apa pun. Ditutup dengan Nix yang dipakai Riza sebagai package manager sekaligus development environment — konfigurasinya terpusat sehingga bisa dibawa ke mesin baru, meskipun kurva belajarnya tinggi karena punya bahasa sendiri.
Poin-poin Utama
- •PHP sebenarnya punya built-in web server yang cukup dijalankan dengan php -S, tetapi ia single-threaded dan dokumentasinya sendiri menegaskan bukan untuk produksi
- •Paket seperti XAMPP populer di kalangan PHP karena dulu PHP harus berjalan di atas web server terpisah yang berupa service — berbeda dari Node.js yang punya installer dan langsung jalan dari command line
- •Laragon memasang semuanya di file system dan portable — seluruh isinya ada di satu folder yang tinggal disalin — dan tidak terbatas PHP, bisa menyiapkan Go, Node.js, serta Python sekaligus
- •DDEV berbasis Docker dan menang di kolaborasi: konfigurasinya ikut di-commit ke repo, jadi rekan tim cukup menjalankan satu perintah untuk mendapat environment identik lengkap dengan domain dan HTTPS
- •Coding agent kini bisa berjalan di mesin cloud yang disediakan vendor tanpa kita menyiapkan Docker atau dependensi apa pun — pola yang sama seperti GitHub Codespaces, hanya saja kini dikelola agent
- •Nix bisa dipakai sebagai package manager sekaligus development environment dengan konfigurasi terpusat yang bisa dibawa ke mesin baru, tetapi kurva belajarnya tinggi karena memakai bahasanya sendiri
- •Debugger dengan breakpoint lebih terstruktur daripada menyebar print statement, tetapi tetap ada kasus yang menuntut eksekusi terus berjalan — di situ print masih relevan, bukan tanda kurang mahir
[musik] Dapatkan hanya di domainesia. [musik]
Halo, halo. Halo, halo. Selamat malam. Wah, kok tumben kompak. [tertawa] Eka masih di Indonesia?
Masih dong. Oh, masih. [tertawa] Belum belum menuntut ilmu ya.
Belum menuntut ilmu ke negeri Cina.
[tertawa] Selamat malam semuanya. Malam hari ini kita rekaman dulu ee karena Eka nanti besok ya hari Sabtu mau berangkat.
Eka lagi mencari kitab suci. Ada ada lanjutannya ya ke mana gimana sih?
Enggak lanjutan itu apa? Kitab suci habis itu apa lagi? Itu mencari kitab suci. Eh gimana sih lagunya?
Liar [tertawa] nakal membuat semua orang menjadi kental.
[tertawa] Hanya hukuman yang dapat menghentikan.
Wah, masih hafal. Hafal lu seekor kera daripada seekor kera dong. [tertawa] Ya ampun. E ya. Apa kabar semuanya?
Mudah-mudahan sehat ya malam hari ini.
Ee kita lagi sesi rekaman. Jadi teman-teman ee akan bisa menikmati rekaman ini di tanggal tuh kan lupa tanggal
89 10 11. 89 10 111.
Iya. [tertawa] Hitung dulu 11 Desember Agustus 11 Agustus.
Eh berarti minggu depannya kita 17-an dong.
Betul enggak? 18. 18. 18-an. 17 itu hari Senin.
Heeh. Saya hafal tuh karena sudah ambil libur.
Oh gitu. Libur [mendengus] buat ikut panjat pindang ya?
Karena Heeh. Enggak karena anak-anak libur sekolah pasti pada pada minta long weekend. Enggak tahu deh mau ke mana.
Oh ee anaknya Ivan masih di level yang libur ya. Anaknya saya sudah mulai upacara.
Upacara sama itu lomba balap karung kan sekolah. Iya.
[tertawa] Kan tanggal merah ya. Kenapa disuruh sekolah sih? Up lah. Zaman kita dulu juga begitu ya kan.
Tapi cepat pulang cuma disuruh datang.
Oh upacara doang habis itu pulang ya.
Upacara doang habis itu suruh pulang.
Kok kalau gua dulu upacara habis itu harus lomba-lomba dulu gitu sih? Enggak boleh langsung.
Sebenarnya ada sebenarnya ada lomba cuma tuanya aja malas. Lombanya di kelurahan masing-masing, di rumah masing-masing.
Oh, biasanya sekolah gue kan susung dulu malah apa enggak nyuruh ee lomba di rumah masing-masing malah suruh lomba di
sekolah, bawa kelereng pakai sendok dan lain-lain.
Bawa kelereng pakai sendok. Enggak pernah menang lagi. Sialan.
Lihat transkrip lengkap (594 segmen lagi)
P disuruh ikut lomba enggak ah. Malas pulang akhirnya ya. Dan itu panas banget tahu enggak? ee apalagi kan di kota
kecil ya dan kota kecil kita tuh punya kayak lapangan gede. Gede banget lapangannya khusus untuk kayak lapangan
upacara panjat pinang enggak enggak ada p jadi seluruh sekolah datang tuh.
Oh sekolah jadi sekolah ya gabung ya upacara semuanya ya. Heeh. Terus sekolah-sekolah akhirnya tuh panasnya minta ampun. Jadi
kita tuh sudah mulai upacara tuh jam dengan segala macam sampai jam 09. Jam 10 tuh udah lemas.
Udah udah kelar pulang pulang pulang pulang. Enggak mau lagi panasan soalnya kejemur.
Oke. Zaman SMP zaman SMP kalau upacara-upacara gitu saya ada privilege.
Privileg-nya adalah jadi paduan suara. [tertawa] sekolah sekolahnya mewakili apa?
Mewakili daerah untuk jadi ee paduan suara di upacara 17 Agustus.
Jadi selalu dapat ini ya? Dapat tenda.
Iya. Duduknya di tempat yang dingin.
[tertawa] Itu di Medan. Di Luksmawe Aceh Utara. Di Aceh.
Oh. We sampai ke apa? Sampai ke waktu ingat terakhir itu kita waktu sudah kelas 3 ya sebelum ee siap-siap ujian mau
lulus-lulusan itu sampai di undang ke kantor bupati ininya paduan suaranya.
Wih, keren. Asik. Kok keren sih?
Keren sekarang enggak pernah nyanyi lagi. Nyanyi dong.
Ngapain? Tapi paduan suara terus harus lagu nasional nyanyinya.
Heeh. Lagu nasional tuh hafal dulu ya?
Dulu ya. Kalau sekarang mah udah enggak hafal.
Anyway, mari kita jadi ngobrolin [tertawa] upacara 17.
Mari kita membahas topik. Membahas [tertawa] topik.
Eh, sebelum bahas top. Iya, sebelum topik kita dulu. Ayo.
Heeh. E sebelum topik seperti biasa ya ee episode ini masih ee terselenggara berkat kerja sama kita, kolaborasi kita
dengan Dominia yang sangat baik sekali.
Ee jadi buat teman-teman yang mau ee coba layanan hosting dominesia bisa pakai promo code ngobrolin web DN. Nah,
ini e diskonnya 10%. Ee untuk paket web hosting bisa berlaku siklus 1 atau 2 tahun. Sedangkan untuk yang cloud VPS
mana dia? Ini dia bisa pakai promo code VPS.
VPS ngobrolin VPS DN itu promo promonya sampai 50%.
Wih. Jadi bisa dipakai untuk deploy. Belajar deploy ya. Kalau ada yang mau belajar pakai docker, pakai kontainer POTman
atau mau deploy manual pakai SSH ya instaly bisa dicoba 50% loh. Dan enggak perlu kalau udah pernah apa udah pernah ee
udah ada akun enggak usah bikin akun baru pakai aja yang ada. Mantap. Dan ada tambahan info lagi kalau teman-teman eh
misalkan eh five coding nih ya, F coding terus eh aplikasinya itu static web HTML CSS JavaScript eh bisa juga ya yang ee
yang ada servernya ya sekarang ya bisa cobain fitur baru dari eh hosting Dominesia yang bisa connect dengan MCP
MCP. Wow. Asik ya. Berarti tinggal perintah aja pakai Natural Language kan buatkan saya aplikasi yang bisa melakukan segalanya.
Bingung ya akhirnya. Iya. Jadi ee Dominesia ini lagi inovasi ya. Mereka menyediakan MCP untuk hostingnya. Ee jadi kalau misalkan
teman-teman sudah selesai nih five coding-nya tinggal connectin MCP Dominesia mungkin ee harus login dan ee autentikasi gitu ya. Terus habis itu
kasih perintah aja ke ininya ke coding agent-nya. Tolong deploy ke dominia.
Udah nanti dia akan deploy. Kita belum coba sih ya.
Cari yang cariin domain enggak sih? apa ee jadi kita Oh iya itu itu bagus juga tuh AI buatin
habis itu kan masih jalan di local host nih habis itu ya gimana deploy e namanya apa si AI-nya yang brainstorming
terus kect ke biling ke dominia terus dia terus dia beli banyak domain dia [tertawa] beli 100 domain silakan
pilih tapi dibeli semua udah dibeli duluan [tertawa] ini dia informasinya jadi kalau teman-teman mau coba Ya, boleh. Silakan
langsung aja ke Dominia terus cobain. E tapi ini yang web hosting Nimbus ya, yang nimbus ya. Jangan sampai ee salah
paket ya. Nanti takutnya pakai yang mungkin yang lebih ee ekonomis mungkin belum support. Jadi yang paket Nimbus.
Oke, ee itu aja dari Dominia. Terima kasih Dominia.
Sekarang kita masuk ke topik. Topik kita adalah ini apa sih? Development server.
Jadi istilah yang istilah yang proper ini apa sih? Buat eh emang namanya development server ya?
Iya. Development environment bukan server bisa development local host local development server local server.
Iya. Jadi sebenarnya gini ee kan ada dua perspektif ya ee karena sekarang kan ee cloud itu bisa dibilang
sudah cukup ekonomis. tadi kita udah eh dominationia juga cukup ekonomis gitu ya dan yang lain-lain juga kalau kita mau
spin up server VPS gitu ya 5 5 dolar kayaknya ada kan ya ada 5 sampai 10 dolar lah ya
5 dolar itu Rp80.000 Bu ya?
Oh iya sekarang ya. Iya kan dulu ada ada ya. Ee dan jadi kalau dulu kan eh local development eh device kita kan
harus yang canggih eh bukan canggih ya harus speknya tinggi gitu ya supaya bisa ee instal atau menjalankan NextJS
misalkan ya misalkan ee atau harus apa mampu instal npm ya npm install yang men-download internet ke lokal gitu kan
ee price-nya harus besar gitu kan. Terus kemudian kan berubah tuh apa namanya ee kiblatnya jadi kayak tin client e jadi
eh development device kita jadi ee ya bisa apa bisa ngoding di tablet atau di HP dia connect ke VPS atau ke server
atau home server. Nah, yang beratnya itu kerja beratnya di VPS itu untuk eh compiling, untuk transpiling gitu kan.
ee dan lain-lain gitu. Ditambah lagi sekarang dengan ee munculnya AI bisa juga VPS kemudian kita instal AI udah
dia kerja di situ. Pekerjaan berat di situ, gitu. Nah, sekarang pertanyaannya apakah eh service ya service atau aplikasi
aplikasi kayak eh yang legendaris kayak Sam gitu ya, apakah masih ada pasarnya atau enggak?
Masih di maintain enggak sih? Masih banyak.
Masih masih banyak ya. Maksudnya kayak ee gimana?
Tapi dia dimain sama apa sih gitu ee apa menyesuaikan sama cara kerjanya developer sekarang.
Heeh. Oh itu tuh resmi dimaintain apa ya? Baru tahu.
Iya iya apa friends. Dia kan web servernya kan Apac kan sebenarnya kan.
Iya si Sam ini kan. Iyalah bukan engine X ya.
Udah ketinggalan sih php-nya 82. Oh, udah enggak update kelihatannya.
Padahal sekarang APC kan 85. Eh, salah. PHP kan 85.
Iya. Nah, ee apakah tools-tools seperti itu ee populernya kayaknya di kalangan developer PHP aja? Enggak sih? Kalau
kayak NoJ itu kan udah semudah brew install something kan?
Kalau Node JS kan dia tinggal instal Node JS dan udah bisa jalan.
Local servernya kan pakai Express. Eh itu framework kan ya maksudnya untuk bisa jadi death server-nya kan salah
note doang udah jadi server. Bukan bukan beda beda beda. Ini kita ngomongin web server sama web framework.
Oh i server kalau PHP itu enggak bisa. Iya. Enggak bisa, enggak bisa. Dia hanya bisa jalan di atas e web server yang adalah apace
atau engine X atau EX atau yang lain kan enggak enggak bisa jalan sendiri kan PHP sekarang kan langsung pakai port
something bisa kan bisa PHP CLI udah bisa kan?
Iya PHPCLI PHP PHP CLI sudah bisa. Pertanyaannya sekarang, kenapa masih banyak ee tools-tools seperti ee exam atau kemarin
yang dibilang HT ya? Hart. Terus ada apa lagi?
Kayaknya kalau yang PHP yang sial itu kan hanya untuk menjalankan simpel ya, execute PHP doang kan. Kalau itu
enggak, dia bisa jalanin PHP shell untuk bisa untuk serve sebagai DE server tuh bisa PHP untuk web server bisa
bisa. Oh, bisa. Cuma simpel cuma apa? Tunggu ya. Coba ya. PHP local server comand gua lupa ini
ya. Build in web server. Nah, build server itu ada tinggal phps nih. Tinggal gua share screen.
Bisa kan ya? I coba. Bisa.
Bisa dong. Ini tapi yang mana? Eh, sori.
Kok enggak enggak muncul? Muncul. Bentar dulu. Entar dulu.
Eh, kita ke sini dulu. Nah.
Eh, salah ya? Salah. Salah. Ini salah.
Gua disconnect dulu. Eh, matiin ininya dulu.
Eh, stop dulu. Dah, coba Ivan bisa enggak?
Add toin dah. Nah, tada. Ini PHP build in server tuh ada tinggal zoom zoom zoom zoom zoom.
Tinggal zoom enggak kelihatan tinggal php - S tuh.
Hmm. Bisa ya. Jadi kalau kita mau coba ya tes-tes aja ya.
Ee apa ya? MKD test eh index. PHSP.
Heeh. PHP. Aduh udah lama banget enggak ngingin php.
H1 salah. Marky dong. Marky. Marky.
It kan biasanya gitu kan. It works.
It works. Oh, it works. I itu apa banget?
Nah, terus PHP-SAL host portnya 8 ya 9.000 lah ya.
Wah, ye keren. [tertawa] Baru tahu dulu kampungan kalian gini doangah. Baru tahu.
Oke. Terus kenapa dibilang simpel? Apakah ini tidak mencukupi untuk bikin aplikasi yang ee buat kantor misalkan?
Enggak. Dia single trade proses terus single trade enggak masalah dong. Kan yang ases kita doang sendiri ya. Itu dia. Kenapa gua gak pernah pakai
ini untuk hal yang berat? Gua juga enggak tahu jawabannya karena warning in web server tadi ada warning.
Iya. The should not be used on public network. Ya wajar Sam juga enggak boleh kan? Eh bukan enggak boleh e tidak
direkomendasikan. Iya bukan untuk itu. Enggak boleh dia.
Oh ada di atas tuh. Ada di atas atas tadi ada yang warning yang agak lebih panjang ya.
Lagi lagi bukan experimental feature. Nah, itu warning. This web server is design. I banyak amat warningnya.
Iya. It may useful testing purposes for application demonstration. Oke. It's not intended to feature web server.
Iya. Jadi sebenarnya kalau mau kayak jalanin WordPress atau jalanin Laravel kayaknya masih lebih lebih cocok kalau dipakaiin yang
kayak herd atau docker base itu deh yang engine X dan ada PHP FPM-nya.
Oh, ada version managern-nya juga ya.
Butuh version manager ya berarti ya.
Nah, itu gue rasa keunggulannya sih itu ya kayak X apa XPP HT dan lain-lain bukan perkara eh cuma buat server yang
buat ngejalanin PHP doang, tapi kayak sepaket dependency yang work well with each other gitu loh. Jadi kayak mungkin
mirip eh prinsipnya mirip eh kontainer docker atau kubernit kali ya. E prinsipnya mirip cuma enggak portable aja. Iya. Enggak sih. Oh, I hilang.
Ee BRB. BRB dia. Oh, gua lihat tadi.
Nah, itu itu tadi kan kayak misalnya apa itu kan PHP doang tuh. PHP kosongan.
Terus database-nya gimana? Database-nya apa? Maksudnya apa? Kan harus ee kalau masing-masing misalnya kita satu tim banyak orang ee terus tingkat skill-nya
juga lain-lain. Ada yang jago, ada yang enggak. Terus semua harus nge-set up masing-masing. Ee ya tadi sih servernya
PHP doang, tapi database-nya gimana? Nah, terus ya enggak tahulah mungkin kalau ser kalau apa ekosistem yang server side gini kan mungkin lebih ribet
ya biar bisa kompatibel satu sama lain.
Jadi kayak kalau pengalaman pribadi gua berapa belas tahun yang lalu dulu belajar WordPress kan belajar WordPress di
laptop Windows itu kan ya udah yang paling gampang yang paling straight forward install XAMP udah ada semua
bagian-bagiannya. Nah, mungkin kalau yang versi lebih modern yang kemarin dibilang itu Laravel herd atau apa itu juga kan ada PHP-nya
eh versi berapa, terus database-nya apa, terus mungkin isinya apa sih? Coba sambil dibuka aja.
Eh, Laragon, Herd dan lain-lain. Maksudnya itu ee apa komponen-komponennya atau layer-layer-nya ee apa aja. Nah, itu dia
kan ada engine lah, ada DNS. Nah, kalau itu harus di pilih sekarang ya itu harus di-install dan diconfigure
sendiri satu persatu kan repot. Jadi ini kayak satu paket. Ee mungkin sebetulnya walaupun istilahnya bukan framework tapi
ini tuh kayak secara mindset, secara approach kayak framework enggak sih?
Kayak framework untuk server side, untuk local server site.
Hmm. He framework itu kan enggak sih tools framework tools. Iya tapi kan yang terintegrasi.
Heeh. terintegrasi dan memudahkan memudahkan developer buat ee ngelakuin atau achieve sesuatu yang common lah. Kayak misalnya bikin website kan enggak usah pakai
NextJS eh apa handroll pakai fit server pun bisa, routing juga bisa. Tapi kayak dikasih NextJS isinya udah
mungkin bukan NextJS deng ya, bukan meta framework yang kayak nextJS, tapi mungkin kayak 10 Steack Universe sih gua
bayanginnya kayak ada ee apa ya enggak dipakai semua juga enggak apa-apa tapi kalau misalnya ee apa ee kita install
apa ya T stack start gitu kan routernya udah ada apanya udah ada jadi kayak ya udah kita tinggal pakai aja
approach-nya sih bukan bukan namanya bukan istilah mungkin e bisa dibilang framework devs gitu kali ya, de devopment kali ya.
Devs mungkin gitu ya. Iya, suit ya gitu.
Kita ngarang-ngarang istilah sendiri aja. Ngarang aja. Heeh. Marketing staff ya.
Dan ternyata kalau kita lihat di sini ini bukan hanya ini saya enggak tahu nih apa C-nya bisa diselect misalkan engine
X enggak ya? Kayaknya sih bisa ya. Terus di sini ada My sequel apa implate bisa kan?
W enggak juga. Ini kayak my sequel, tapi ada PHP my admin yang mau di mungkin mau di ee ada komen dari APC-nya kali ya.
Tapi di bawah sini bukan ya.
Itu itu buat komen dia enggak kayak enggak bisa ganti apac enggak bisa ganti. Enggak bisa ganti bisa
cuk yang itu artinya kalau MySQ dia di untuk databaseintanya mau baca pakai PHP admin diklik nanti open web.
Iya. Kalau jadi mau restart apa-nya gitu ya mau diop gitu ya.
Iya. di sini ya. Hmm. Stop.
Tapi ini membantu banget ya buat yang buat yang enggak biasa ng-setting sendiri, yang enggak tahu caranya apalagi dari
komen line dikasih gue kayak gini nih membantu banget sih.
Membantu ya? Iya. Zaman kecil banget lagi di bawah 10 M itu sampai Sams kan memang gue zaman dulu. Iya.
Tujuannya itu. Iya. Dan itu yang juga saya rasa sih ee punya andil besar kenapa PHP My Sequel Apac jadi populer
terutama di Indonesia karena instalnya tinggal gitu aja dan membantu buat yang belajar yang lagi belajar Iya yang baru belajar. Betul.
Eh, tapi kalau diperhatikan di sini di bawahnya ada juga ya, Go, NotJS, PHP.
Berarti dia ada multi plat. Multiplat.
Oh, multi. Iya, bisa juga nojs untuk e versioning kali ya. Version manager ya.
Tapi itu teknisnya enggak kebayang sih.
Masa maksudnya ini kan kalau dari guenya kayak select apa ya? select option.
Terus gua bayangin lagi jalanin server PHP terus tiba-tiba ganti jadi note. Ah hah.
Kayak gitu deh maksudnya. Dia bisa install instalin note untuk dipakai untuk dipakai di PHP. Tapi Go buat apa
go? Jadi gini untuk binary-nya si Go kalau enggak kita kan harus instal sendiri.
Ingat kalau ada marketnya yang enggak tahu cara instal Go dari download itu loh kalau instal sendiri loh. Enggak,
maksudnya kan kalau tadi NoJS supaya bisa dipakai dijalankan di Laravel misalkan. Kalau go iya supaya bisa dijalankan di Laravel juga
enggak kan. Bukan ini bukan soal Laravel ini adalah untuk development environment.
Oh, environment kan. Jadi kalau soalnya namanya Rancu Laragon ini kirain khusus untuk e PHP environment aja enggak ya?
Berarti dia bisa instal Nodejs doang misalkan.
Jadi salah, jadi dia bisa me satu aplikasi dia bisa panggil teman-temannya. Dia bisa setupin Go Binary, dia bisa setupin Python Library.
Kalau enggak kan kita harus instal Konda sendiri untuk PHP.
Iya. Kalau atau PM atau P kita instal sendiri.
Iya. Atau NOTJS kita instal NVM sendiri kan susah.
kita yang terbiasa menginstal itu enak tahu caranya udah biasa gampang ya iya yang yang baru mulai yang baru mulai atau yang terbiasa GUI
kan enggak tahu cara instal itu.
Nah mungkin tanya Eka Eka Eka bisa setting up Python enggak lahond kan Unix pakai Konda Eka lebih gampang dia.
Oh iya ya. Siapa ya? Eh, gua dulu belajar awal-awal kalau di Windows install Python itu zaman dulu
tuh susah. Oh, betul. Ini ada market Windows yang yang memang eh lebih sulit install Apa MySQEL dan PHP dibandingkan kalau kita berada
di environment eh dimanjakan di environment mac micos atau Linux.
Linux. Iya, betul. Karena CLI-nya bukan bash, dia pakai DOS dan DOS itu belum tentu bisa jalan semua ee belum enggak kompatibel
sama aplikasi-aplikasi seperti e service seperti tadi yang kita sebutkan gitu.
Iya, makanya kalau di Windows itu kan zaman dulu mau install Python kan harus pakai Konda.
Iya, pakai Installer ya. Iya, anakonda.
Oh, anakonda maksudnya apa? Python. temannya Python ya sesuai.
Iya, tapi komen lainnya Konda C O N D A.
Heeh. Iya. Anak Konda kepanjangan capek ngetiknya.
Iya. Cuma ini berarti bukan bukan cuma buat satu aplikasi aja ya. Kita mindsetnya bukan misalnya kita enggak bayangin buat
ee hanya [musik] buat ee satu situs WordPress atau satu ee aplikasi Laravel.
Enggak kayak gitu berarti ya. Ini kan bikin apa?
Bootstrap menyiapkan satu environment server site yang komplit kan full.
Iya betul. Apapun itu kebutuhannya. Jadi ya bisa-bisa aja dalam satu apa satu kontainer, satu environment ada PHP-nya,
ada apa itu tadi, ada golang, ada note, heeh.
Ada Python dan lain-lain. Iya. Jadi memang ini digunakan untuk mempersiapkan device kita supaya siap untuk dipakai ngoding kira-kira gitu.
Cuman sekarang juga kayaknya si Laragon lama-lama bisa update juga ya. bisa nambahin rus, terus apalagi sekarang zig
lain-lain atau bahkan nanti bakal ada itu coding agent install cloud code.
Install bisa ya. begitu. Tapi sebenarnya gua sudah ada ini loh, ada buat script sederhana yang untuk [musik] extend ZSH.
ZSH. Eh, heh untuk kan gua punya ada dua device kadang enten dan kadang harus bisa synchronize tools-tools-nya. Dan salah satu komen
lainnya itu bisa instal itu bisa AI install Codex, AI install cloud, AI install open code.
Iya. [tertawa] I iya. Karena setelah instal gua ada kayak em konfigurasi konfigurasi personal jadi opinionated way gitu. Jadi gua bikin setup-nya.
Iya. Mantap. Mantap. Iya. Nah, salah satu yang gua suiturnya Laragon enggak sih?
Kenapa? Mau lihat fitur-fiturnya Laragon enggak sih? Ini boleh. Boleh.
Bagus. Iya. Enggak tahu. Belum coba tapi menariknya banyak. Banyak banget.
Coba scroll aja. Nah, itu quick add. Itu kan yang lagi ditampilin quick add-nya.
Iya. Effortlessly integrate popular software installation simple.
Jadi cara nambahinnya kayak gitu tuh kayak di kiri.
Ribet dong. Harus nyari ini versi-versi dan lain-lain. Enggak suruh AI mungkin enggak tahu. Cuma maksudnya streamline kali ya.
Terus coba klik quick app deh. Itu tadi bawahnya klik enggak? Heeh. Klik bawahnya. Iya ini.
Nah jadi kelihatnya semua. Nah itu.
Oh enggak. Kalau diklik berubah kurang enggak kelihatan sebelah kirinya [tertawa] enggak ngerhatiin. Sor sori sor oke oke.
Website-nya emang agak agak vi coded enggak cuma maksudnya apa quick app eh itu kan tadi yang atas quick add yang
bawah quick app. Oh ada menyediakan aplikasi juga ya.
Heeh. Dan sintaksnya itu Quick Ad sama Quake App tuh mirip. Jadi kayak tadi kan ee kalau kita mau nambahin ee apa server
PHP. Kenapa ada itunya ya? Asterisknya.
PHP8 = bla bla bla. Note 23 eh titik9 = bla bla bla. Jadi kayaknya semua tuh config based dengan syntax
yang streamline ya. Iya. Tapi ini enggak ada versi ya.
Iya kan? Latest latest. Kalau kita mau custom versinya ya tinggal cari apa minus berapa gitu.
Heeh. Oh ini kayaknya default default default aplikasi default ininya deh. Default konfigurasi.
Sebenarnya kalau kita mau tambahin tambahin yang lain juga bisa.
Bisa. Iya. Ini nyontohin saksnya aja kan effortless project creation. Jadi maksudnya kita enggak harus mikir apa ngetik macam-macam buat
install. URL. Iya. Justru yang jadi kayak gini ini bisa diotomasi kadang karena kita sudah mungkin sudah punya resepinya, sudah
punya Heeh. Sudah punya konfigurasi tinggal tinggal dihare aja confignya kan di-share ke semua pasti jalan dengan cara yang sama.
Benar. H make sense sih. Oke.
Gua sukanya dia enggak ini enggak opin enggak enggak fokus ke jadi dia bisa macam-macam enggak cuma WordPress
WordPress aja. K. H bisa yang lain e bisael bisa syfon kok nickniter enggak ada lagi deh.
Enggak tahu. Iya. Enggak ada yang pakai.
Terus kayak ini kalau lihat ini gue jadi ingat apa ya maksudnya? Jadi rasanya bukan bukan technical structure atau
apanya ya. Rasanya kayak pakai meta framework sih. Maksudnya equivalennya kalau di front end web itu kan meta
framework kayak misalnya NextJS atau Astro. Eh, mau Lazy Load udah ada mau mau image mau apa font optimization
kayak segala fitur udah ada tinggal pakai. Nah, kalau lihat itu tadi kayak loh rasanya kayak kayak gitu mirip cuma
di server side cuma bedanya bahkan bahkan perlu https aja udah dibikinin kan tadi sama dia.
Hm. Nah, namun yang terjadi di sini si Laragon ini ee instalasi dan segala macamnya itu dihost.
Artinya dia instalnya di host langsung enggak pakai kontainer-container base.
Oke. Ternyata di file system ini di folder tadi kan ada tuh di list of feature-nya eh apa? Portable and self contain.
Maksudnya portable ternyata everything lives in the Laragon folder. Want to move it to another machine just copy the
folder. tadi tuh di website-nya ada di mana?
Mana ya? Di home. Di home ya?
Heeh. Kenapa? Logonya gajah juga. Pasti mikir ini PHP doang. Ee secara enggak sadar selain kata-kata depannya Lara,
Lara apa? Keluarga besar Lara Fel sama logonya Gajah.
Heeh. Itu di e apa? Scroll ke bawah yang grid paling bawah.
Nah, tuh atas dikit. Nah, tuh eh kolom kedua, row pertama.
Jadi, ternyata file system based dan make sense juga masuk akal karena eh berbasis config kan tadi config-nya ya
text file kayak gitu semua. Hmm. H. Oke.
Auto virtual host bisa generate SSL.
Tooling-nya lengkap bisa macam-macam versi bisa profile dan pro.
Dia bisa langsung pakai itu ya. Up dot test.
Heeh. Itu untuk biar https biar secure.
Htps. Hmm. Hmm. Oke. Menarik menarik.
Tapi kenapa pertanyaannya kenapa ini lebih populer di kalangan developer PHP?
Ya, kalau developer Node JS tuh kayak semuanya udah diide sudah ada sama si itu kan kayak bun
sudah ada bun run def defnya tapi kan gak ada gak ada sh enggak ada guinya. Ada sih li doang
kenapa ya? Iya kan? Karena anak JavaScript mainnya di comand line web comand line terus ya iya memang
server kan komen lain kan tadi ee apa eh statement-nya Ivan bilang kalau untuk orang yang baru belajar ini sangat membantu.
Tapi ada juga kan orang yang baru belajar langsung belajar note enggak belajar PHP. Apakah dia kesulitan belajar langsung CLI?
Kenapa dia tidak kesulitan? Kenapa yang orang PHP kesulitan mau instal GO, mau instal NoeJS? Sementara orang NotJS
enggak kesulitan. Instal instal NoJS di Windows lebih gampang.
Windows. Lebih gampang daripada PHP ya?
Iya. Oke. Oh iya benar. Kalau misalkan karena kan PHP sebelum PHP yang bisa jalan di CLI setahu saya ya tolong koreksi ee sebelum
PHP bisa dieksekusi seperti yang tadi Ivan contohkan itu dia harus jalan di atas web server seperti Apac atau IS dan
itu sifatnya service bukan aplikasi bukan yang bisa dieksekusi dari CLI tapi harus buka ke setting atau ke mana
nyalain service-nya gitu yang bikin sulit ya le sedangkan Si Node JS itu kan Node JS ada installernya ada
aplikasinya. Iya ada aplikasinya sama kayak nginstal Java sudah ada JVM-nya.
Hm. Mak K makanya kalau developer di Windows lebih gampang pakai kayak Java.
Iya. Eh C#ARP karena sudah ada ada ada apa namanya? Virtual mesinnya kan.
Mesin virtual ya? Virtual mesin ya. CVM NVM NVM bukan bed [tertawa] bukan machine version manager ada V8 ada
V8 V8 ya hmm gitu ya berarti masing-masing platform itu ee punya apa ya ee sedangkan PHP itu cuma bawanya antara
PHPSI atau FPM FPM ya. Jadi itu service hanya hanya interpreter bisa dijalankan pakai command line.
Comand line enggak ada base. Hm. Belum ada.
Berarti kalaupun sekarang kan udah bisa tetap ada ee tetap kepopulerannya ee Laragon, Hard dan lain-lain sudah terlanjur ya. Tapi masih berkembang
karena gampang banget kan kalau pakai toolingnya kan sudah berkembang pakai XMP atau pakai Mam, pakai ee Laragon banyak lagi kayaknya H. Jadi
kayak tuling-tuling seperti itu udah udah udah udah keburu udah keburu PW udah keburu nyaman. udah keburu nyaman si
Lara dan teman-teman kayaknya cukup tergantung bergantung kepada servis-servis seperti ini ya. Jadi lebih prefer menggunakan GUI dibandingkan
menggunakan CLI. Sedangkan kalau Node JS semua tutorial getting started-nya installah Node JS baru buka buka dos baru typing ya kan.
Oke. Berarti ada pengaruh besar dari komunitas atau Laravel company-nya ya yang men-drive ini ya?
Ya. Nah, kita bisa cerita sisi selanjutnya yang untuk PHP yang saya suka pakai itu namanya DDF.
Mau dibuka? Boleh coba share screen.
Bentar saya ganti dulu ya. diop dulu.
Monggo. Kalau Laragon tadi kan dia ininya apa namanya?
Entar. Ini kok aneh. Ke mana perginya?
Oh, udahlah ini aja lah. Em kalau si Laragon kan menginstal semuanya di host.
Di root. Iya, di host. Di host atau di file system tadi ya.
Cuman dia enggak meskipun enggak instal sampai ke registri-registrian. Sama kayak dulu zaman dulu tuh si XMPP itu bisa dua
versi yang versi installer atau versi eh portable. Saya masih ingat tuh zaman dulu bawa sem XAM apa sih bacanya? XMPP ya.
Sam bawa SEAM itu ke dalam flash disk dan semua project saya simpan di flashdk. Nanti kalau sudah pindah komputer colok lagi,
nyalain lagi di situ. Portable ceritanya portable.
Nah, kalau di project saya sekarang ini saya sedang suka pakai ini di dev.
Hm. Em di dev ini docker base tetapi masih menggunakan banyak komen lain ya.
Jadi ee cara setup-nya itu instalnya dulu deh. Cara instalnya itu simpel. Ada ada ee Mac, Windows, Linux.
Saya enggak pernah pakai yang cloud.
Bisa di cloud deh. Bisa di cloud juga sih. Di code space, di death container.
Wah, boros pasti itu. Enggak juga sih. Nah, di kalau di doker kan samar lah ya. Dia insert di doker.
Eh, yang penting harus ada dokernya dulu. Nanti dia jadi apa namanya?
kontainer manajemen. Kontainer mannya aja sih sebenarnya dia.
Ee dan untuk create project-nya itu bisa macam-macam project. Jadi tinggal jalanin config nanti dia create config file di project-nya kita.
H. Jadi kan kita create dulu nih misalnya contoh foldernya terus kita jalankan config.
Nah, dijalankan config-nya inilah nanti kita mau ee kita mau mau bikin project apa, contoh projectnya apa aja
dan semua itu si Libase sih yang pakai FLF komen itu. Hm. menarik ya kayak dua hal yang mirip tapi approach-nya beda
banget antara tadi Laragon sama di Dev.
Jadi bisa setup bentar ya, kok enggak ada sih ininya CMS bisa Drupal, bisa Twick, bisa eh Typo 3,
bisa WordPress, bisa juga yang kayak ee Wi yang JavaScript base juga bisa. Hm.
Jadi kalau mau setup dia kayak setup kontainernya untuk JS base juga bisa.
Nah, kenapa pakai di dev ini enak?
Karena contohnya imagine ya, saya setup project terus masukin ke repo. Jadi kita berdua itu bisa sharing eh konfigurasi
server yang sama. Yang sama. Iya.
Kayak exactly sama gitu. Jadi ee karena begitu sudah diconing repository-nya kalau di ee laptop Mas Riza atau Mbak Eka sudah
ada di dev cukup menjalankan yang namanya jalanin konflik tadi di def start enggak cukup kalau sudah ada kan di dev-nya tuh sudah confignya
sudah udah dikomitudah diitud set up berarti kan yang install kan iya kayak installenus-nya tinggal tinggal di def start aja jadi
dia bisa ngebut bahkan sampai domain-domainnya pun sudah sama. Nah, domainnya itu dia bakal pakai ee blablabla.ddef.site.
Jadi, sudah langsung https dan sudah DNS-nya sudah dia yang handle.
Wow. Oh. Oh. Jadi tapi tetap kan harus install kayak docker gitu kan harus terinstal do dia kan sudah harus pakai docker kan
sudah harus punya sudah harus keinstal di laptop kita kan baru kita bisa instal di def kan.
Iya. Jadi requirementnya itu kan tetap harus harus terpenuhi dulu ya.
Iya. Heeh. Lalu instal di def-nya nih. Instal di def-nya. Oke, baru ee certif certification. Eh, salah SSL
SSH SSL ya. Nah, udah sisanya tinggal ee pakai hm CMS quick start kali ya. Nah, ini nih
nih tuh Pisa Asterios, cake, COD, igniter, Drupal, Expression mah sama C sama Serios itu apa coba? Apa ini?
Banyak banyak banget nama yang gua enggak tahu.
Iya gua juga jumlah tahu Laravel jumlah tahu itu apa?
K PHP tahu mainannya Om Peter nih.
Bukan kek Y dia mah. Iya. Oh i salah [tertawa] salah kek.
Tahu tahu tahu. Banyak banget CMS aneh-aneh.
Expression engine. Pada tahu enggak? Expansion engine? Pernah. Pernah instal.
pernah instal gua itu ininya C ignited iya CMS-nya C.
Iya ya kan? He jumlah Arafel tahu jumlah. Wah masih ada jumlah masih lah jumlah luar biasa jumlah Larabel
tuh bisa CS juga makin tuh moodle ya ampun lagi contohnya. Wah, senang.
Jadi bisa kayak ee apa namanya ini dia kan intinya kan dia cuma kayak ngetup dokter komposnya sebenarnya. Dia
membantu dia membantu menciptakan doker kompos dengan cara yang mudah.
menstreamline e container container buat keseluruhan environment yang kompleks kan maksudnya dokter e dokter komposnya harus ada ini itu ini itu.
Nah, kalau yang enggak tahu kan ee bingung ini nge-share-nya berarti tinggal apa di tadi ya dikomit full
terus di komit. Iya betul. Hm.
Simpel banget. Nah, setelah dia contohnya ya kalau di WordPress ya webcal eh bedrock itu apa?
Iya kayak itu baser base installation alternatif composer bukan untuk men-setup WordPress tapi dengan cara composer enggak pakai kayak WordPress inst
enggak pakai install enggak pakai download ya enggak pakai download oke jadi kalau WPCL lah ini contohnya lah
jadi ting sebenarnya enggak enggak ada sih ini sini tinggal di def config project config oke Oke, tinggal ini doang sebenarnya di death
config [berdehem] project type WordPress start.
Udah berarti dia udah jalan udah udah setup kan set up eh WordPress-nya dan diponya tinggal komit nanti dia ada ininya eh foldernya
DDEV di root. H dah tinggal dikomit aja ke project ke Repo ee dan kita sudah bisa kerja
bareng. Oke, under the hood ini sebetulnya kayak mempermudah e jalanin kayak dokter compost up dan lain-lain ya.
Iya sih. Ini kayak ini kayak shortcnya maksudnya ee apa ya? Kalau manual ribet ini kalau kalau Laravel
ini bagusnya men-streamline apa dokter kompos dan lain-lain plus udah ada opsi-opsi itunya kan opsi-opsi eh framework eh aplikasi web-nya kan.
Iya. Yes. Udah ada blueprint. He [berdehem] bisa di-ject enggak? Jadi di de di-ject jadi docker compos aja. [tertawa]
Enggak usah pakai di de jadinya bisa.
Jalaninnya pakai docker compost up aja bisa kan?
Bisa. Bisa. Hm. Bisa. Oke. Karena doker ada docker file-nya kan ya bisa do dan ujung-ujungnya jadi ada docker
dokpos. Yamel-nya ada dopos. Nah, itu jadi katakanlah kita kalau kita kolaborasi Ivan pakai di dos eh di dos lagi di dev saya pakai ee
misalkan docker kompos aja yang vanila gitu berarti tetap bisa ya tetap kompatibel ya kayaknya sih bisa ya.
Oke baca ini apa tuh? Oh bisa share. Oh, pakai ngj rock. Oh, ngj rock.
Iya, ini komplit banget deh ini maksudnya si Dev ini.
Dan dimaintain terus dimaintain terus ya.
Cloud flare cloud flir di Cloud Flare itu kayak ngock juga kayak tunel.
Cloud fl tunnel. Tunnel. Oh, tunnel. Iya kan ng rock kan?
Iya. Iya. Sama sama. Hmm. Oh, jadi bisa langsung apa orang lain bisa langsung akses kode kita ya maksudnya.
Iya. Iya. Maksudnya bisa dilihat gitu ya.
Daripada instal-instal lagi di server bolak-balik deploy.
Iya sih harus jalanin CD-nya gitu ya.
Iya. Kalau ini langsung ya biar lebih streamline berarti ya.
menarik ya. Sekarang udah enggak bisa alasan itu lagi ya. It works on my machine.
Maksudnya orang lain protes ini kenapa ini enggak bisa jalan? Wah, di tempat saya bisa. Udah enggak udah enggak bisa
alasan gitu lagi ya. [tertawa] Iya. Ih, sekarang ya sekarang bahkan kalau kita tarik lebih jauh lagi yang tadi apa ee bukan yang
tadi ya, maksudnya di era sekarang seperti AI ini kan AI agen itu juga sudah bisa ee jalan di cloud kan.
Artinya dia bisa mereplikasi apa yang kita install, apa yang kita butuhkan di local host. Kemudian dia bisa replikasi di
cloud dan dia bisa jalankan di cloud.
Kemudian dia bisa nampil apa lihat hasilnya dia bisa report balik gitu kan.
Bisa kan sekarang udah banyak klau-klauan yang diamond kan jalan terus dia jalan sendiri di VPS atau punya di
terpisah. I itu jadi semakin ke sini sebenarnya tools-tools seperti ini semakin apa ya?
semakin ee bisa tergantikan dengan yang versi ya kayak kita instal misalkan kayak Brew atau ee apa ya atau yang lain
gitu ya ee atau npm install ee itu bisa direplikasi dengan mungkin lebih mudah dibandingkan beberapa tahun yang lalu
itu karena sudah ada ya karena si AI ini bisa bisa menciptakan itu sekarang gampang. Iya, justru itu maksudnya
contohnya misalkan kemarin ya berhubung habis meet up kursor jadi banyak diskusi ya. Di kursor itu kan kita bisa pilih
ee perintah atau prom ini mau dijalankan di mana. Pilihan pertama adalah di lokal ee di folder saat itu. Yang kedua di
Walk 3 saat dia bikin ee apa namanya?
folder baru dan dia bikin branch baru.
Yang ketiga di cloud dan di cloud itu enggak perlu setup apa-apa.
Nah, karena itu pakai cloud-nya siapa? Si kursor.
Kursor? Oh, dia nyediain kayak kalau MCO ORP itu ya.
Ya, kalau AMP itu dia ORP. Betul.
Semacam VPS. Jadi, kan long running trade ya dia beneran jalan sendiri bukan di mesin betul. kita tidak perlu setup, enggak
perlu nyediain docker file, enggak perlu apa yang ada diinstal di kita aja.
Dia sendiri yang jalanin ya. Heeh.
Iya. Dan enggak ada, kita enggak bisa akses hanya untuk instal misalkan Postg atau SQL. SQL enggak perluinstal sih.
Nah, ya Postgri, Mysequel atau eh Node GS versi berapa itu enggak ada dia aja jalanin sendiri.
Enggak tahu tuh gimana di belakang layar mungkin ya dia lihat ya versi Note JS-nya berapa. Mungkin pakai do
pakai CS pasti doer sih pasti ya.
Iya pakai dok kayak apa ya? Eh, bentar saya lupa. Jadi di company saya itu di disetupin sama si
Pak CTO. Pak CTO-nya kita itu disetupin kalau misalnya kita punya ee aplikasi yang mau buat di-share tapi
internal. Heeh. He bisa di-share di situ. Jadi kita cuma tinggal apa push ke repnya terus tinggal di jalanin nanti dia akan
deploy ke Amazon something gua lupa Amazon apa dan langsung bisa bisa live.
Oh, oke. Dan itu container base.
H betul. Kok enggak bisa diselect ya?
Ini nih nih. Run inolated VM in the cloud with full development environment instead of your local machine.
Iya, ini sama kayak zamannya pernah tahu enggak sih GitHub Code spaces?
Iya. Iya, benarbenar kan. Tapi kan tetap harus ada itunya apa? Yamel atau file konfigurasinya. Kan kalau di kitab COD spaces itu kan dia
pakai dev container tuh namanya. Betul betul. Iya.
Heeh. Ya kitanya aja enggak tahu di belakang layar dia create iya.
kan dia baca settingannya kita terus dia bikin tapi kan maksudnya kita enggak perlu men-setting itu itu ditutup itu
loh kita iya nanya AI ini nih ada package tolong baca packagjason e cari tahu versi berapanya apa segala
macam heroku enggak pernah pernah pasah heroku kalau kita deploy langsung dia sendiri yang baca kita pakai note versi berapa dia adjust nanti
waktu kita push dia langsung live kan dan dia langsung by default dia akan nyari index.js-nya kita.
Iya, tapi kadang-kadang bisa gagal. Yang kedua bisa beda. It works on my machine tapi belum tentu works di Heroku karena
beda ada perbedaan environment-nya. Oh, ya ya. Ini si k tambahan si AI ya.
Jadi CI-nya betul yang ngatur nge-create dependenci, nge-create konfigurasi dan dijalankan di belakang layar di sana.
Iya itu karena ada bro kita enggak tahu lagi apa yang terjadi itu. Itu balik ke episode yang kapan itu
yang bareng Profesor semakin brand rot dong. Apa? Kecerdasan buatan, kebodohan alami.
Next ini ya. Next eh kostum. Eh, kostum.
Next kaos tirt ya. Kaos. Oke. Di apa? Di AMP code juga ada namanya orps ya. Itu juga sepertinya
mirip-mirip modelnya kayak kursor agent. Jadi kita bisa jalankan perintah dari AI tapi di mesin di awan sana
tanpa harus ada instalasi dan lain-lain.
Eh, tapi ini ada agent. Setup ya slash setup ya.
There is no cloud katanya kata orang-orang. It's just on somebody else.
El machine. Yes. Exactly. Iya. Kalau terus in that sense ya iyalah bayangin masa beneran di awan harfiah aneh juga.
Iya kontainer masa di awan sih kontainer mah di dekat laut di pelabuhan gua tahu itu [tertawa] dekat rumah gua banyak banget kominer
ya. Eh, tapi sebelum sebelum dua ini ORS dan eh apa cloud agent ada yang namanya sprites. Kita eh
saya sama Irfan sempat ngobrol juga ya.
Jadi sprit itu itu ya yang kayak image dikumpul-kumpul.
Oh iya dulu. Wah heeh image.
Iya image dijadiin satu terus nanti pakai CSS untuk pakai ada untuk slicing. Iya iya iya buat game
atau buat icon dulu? Icon apa aja pokoknya. kecil-kecil dulu di sprit dibikin jadi sprit image map maksudnya.
Heeh. Bitmap. Bitmap. Oh bukan bukan ini service dari fly fly io buat sandbox juga.
Oh tapi ini ada kayak ada setup-nya sih pakai doker kayaknya enggak si jadi kita bisa jalanin jalanin di sana
tapi manual dan ee apa namanya? Agnostik. Mau model apa aja ya eh sor mau coding agen apa
aja bisa. Kalau yang tadi kan udah terbatas tuh. Kalau kursor, kursor aja.
Kalau ORS itu berarti AMP code gitu.
Kalau ini e lebih agnostik lah.
Pressing-nya CPU per hour tuh. Cloud code session 0,44 tuh bayarnya.
Jadi kayak ya kita buka VM kita instal instal instal sampai akhirnya kalau nanti si Cloud code-nya udah berhasil
menjal apa menjalankan perintah sampai aplikasinya jadi terus aplikasinya bisa diakses lah gitu jadi web app gitu itulah kira-kira si sprite ini.
Oke ya gitulah jadinya. Terus Mas Riza sama Mbak Eka pakai apa di lokal?
Saya pakai NYX. Kalau NX pembahasannya panjang ini.
NX kan kontainer. Kok kontainer? Bukan ya? NX itu apa?
Bukan. Next itu. Iya. Apa ya?
Bukan, bukan. NX itu ee banyak sih. Ada OS-nya, ada NX NX OS itu yang eh apa? Linux
Distro. Yang kedua, NX untuk package manager.
Yang NX yang Mas Riza pakai yang mana?
Eh, package manager dan def eh def environment.
Nah, def environment itu bentuknya virtualization kah atau layer sendiri?
Sandbox gitu kan? Sandbox. Iya, sandbox ya. Sandbox.
Iya. Kan dia enggak dia isolated kan enggak bisa enggak bisa apapun yang dilakukan di dalam enggak bisa keluar.
Iya, betul, betul. Iya. Heeh. Kayaknya gua doang enggak pernah enggak pernah pakai setup yang rumit-rumit gini deh ya. Cuma dokter kalau yang project
yang eh full stack ya udah dibikinin juga settingan dokernya tinggal nyalain apa docker desktop terus DCUPD docker
Compost Diamond udah enggak belum pernah belum ada pengalaman nge-set up ee di luar itu.
Hm. sayangnya e NYX itu apa ya eh learning curve-nya agak tinggi karena dia menggunakan bahasa bahasa pemrogramannya sendiri. Ee bahasa untuk
setup-nya pakai bahasa sendiri namanya NX juga.
Jadi kita harus belajar itu ya kan.
Tapi yang memudahkan Iya dan dia banyak fungsi sebenarnya bisa buat ee pengganti brew home brew. Oh, bisa buat development e development
environment juga. Jadi banyak gitu. Jadi kalau mau belajar tuh harus satu-satu, enggak bisa sekaligus semua. Tapi yang
bikin enak adalah konfigurasinya bisa kita jadikan satu kayak Ivan tadi.
Contohnya apa ya? Yang tadi sempat ada mention eh portable portability. Jadi misalkan E SAM tadi di satu folder ada
project-nya itu tinggal dibawa pakai flashdisk masukin ke komputer lain sudah bisa jalan. NX juga bisa hampir sama
bisa melakukan itu karena konfigurasinya itu ada di satu tempat. Jadi kita mau nginstal apa aja nih? Misalkan apa ya? F
katakanlah Neoim. Kita instal Neofilm. Konfigurasi Neofim-nya bisa kita definisikan di next eh config-nya.
Jadi ketika kita mesin kita ganti baru misalkan kita mau instal tinggal gitpol d eh e d files kita jalanin next dia
udah ada konfigurasi enggak perlu kita konfigurasi ulang tapi harus di dalam itu di dalam-nya.
Iya, kita definisikan di dalam NIK-nya berarti bisa kita satu mesin bisa punya banyak NIK kan. Bisa bisa bisa
bisa satu untuk project A, project B, project C tergantung kan.
Betul. Iya iya iya iya. Jadi salah satu kelebihannya itu demo demo demo.
Cuman sayangnya ee tutorial-tutorial yang ee beredar sekarang itu kurang apa ya? kurang user friendly lah. Kurang beginner friendly. Kurang beginner
friendly. Jadi ee saya belum ketemu yang apa ya yang enak ee buat yang beginner tuh belum ada
ya. Berarti masih yang bikin malas [tertawa] nih.
Nanti Eka jadi murid pertamanya tuh.
Saya murid kedua. Janganlah. Oke, nih kalau di NIK saya itu ee ada istilahnya home manager. Home manager itu untuk apa
tadi? Package manager pengganti Homeb. Jadi kalau saya mau instal sesuatu ee saya bukanya di Homex kemudian tambahin tuh mau aplikasi apa
mau deno mau ee erlang eliksir terus mau FFMpack dan lain-lain semua di sini.
Terus habis itu kalau misalkan mau ee apa konfigurasinya juga misalkan alat kritis saya udah enggak pakai sih ee
yang dipakai IMAX yang dipakai lagi apalagi banyak ya eh misalkan Fish Fish ini saya instal di NX kemudian saya mau
eh konfigurasi untuk alias Nah tulis di sini eh coba keluar tadi coba keluar dulu dari sini. ini
keluar. Iya. Kalau ini kan lagi di dalam NX-nya kan.
I kalau mau keluar dari NX gimana caranya?
Mau keluar dari NX? Iya. Ee ini by default udah enggak ee bisa sih keluar ee kalau misalkan
enggak bisa keluar bisa diuninstal paling titik du. Oh enggak bisa ini kan atau macos kan. Terus masih kan keluar
ini keluar keluar dari shell-nya. Shell-nya.
Iya. Ini berarti kan sudah di-host kan ceritanya.
Udah ya udah otomatis ya. Udah otomatis.
Nah kalau masuk ke Nix-nya sekarang gimana caranya?
Next lagi oh berarti by default langsung by default begitu jalanin terminal enggak? By default enggak sebenarnya.
Oh enggak. Ini udah pakai udah pakai namanya home manager. Jadi begitu muncul langsung apa begitu buka terminal baru langsung load.
Kalau by default sebenarnya enggak. Berarti kalau buka baru dia bakal di yang terpisah atau masih di satu session yang sama?
Satu session yang sama. Oh, berarti dia kayak OS ya? OS kecil ya?
Iya. Iya. Kan tadi itunya OS.
Iya. Ada OS-nya juga. OS-nya Linux gitu dia memang ada e apa distroya Linux.
Oh. Oh. Emang emang literally jadi beda ada banyak itu ada banyak fungsi. Heeh. Literally OS kalau berarti kalau pikirannya sama
berarti mirip arsitekturnya mirip WSL di Windows dong.
WSL kan pakai docker kan enggak enggak agak beda sih. Nah membedakan juga adalah si NX OS ini
semua yang kita instal di NX itu ada dia bikin semacam eh partisinya sendiri. Ini ada NX Store nih. Semuanya ada di sini.
Kalau mau isal tinggal kita hapus atau kita eject itu udah kembali lagi ke normal. Janganlah [tertawa] nanti enggak bisa balik lagi
tetapi hanya bisa comen line. Komen line. Iya. E aplikasi comen enggak. Aplikasi ini juga bisa ada gu
enggak? Ada. Enggak maksudnya ada. Kalau saya instal browser di dalam situ bisa Bisa. Bisa. Terus kalau di panggil
browsernya bisa keluar browsernya di host bisa.
Oh jadi misalkan kayak apa tadi? Fish ya. Ada ada apa lagi ya? Misalkan tadi apa? Ada contoh aplikasinya
ee misalkan but ya. B eh where is ya? Apa sih? Lupa.
Where is? Iya, where is tuh dia larinya ke ini ke apa namanya? Dia instalnya itu di yang tadi yang di e volume tersendiri.
Jadi kayak alias-alias aja semuanya ada di situ.
Kalau instal Chrome. Nah, itu yang kontainernya Chrome.
Iya, install Chrome kayaknya ada deh apa dia? Enggak punya gue.
Punya enggak? Enggak. Eh, mungkin ada yang terpartinya, mungkin ada ya atau dijual, di-download terpisah.
Eh, kalau untuk instal aplikasi desktop itu harus ada kayak extension-nya namanya Home Manager. Nix Home Manager itu instal sendiri dia jadi kayak
package manager dan bisa eh untuk macOS eh application.
Tapi kalau melihat apa ya ee membaca artikel-artikel yang lain tidak direkomendasikan.
Makanya saya tetap pakai hanya yang CLI aja yang di-install yang ditaruh di eh NX eh configuration.
Nantilah kita undang siapa ya? Bahas ya, Rin.
Tapi komunitasnya ada besar penggunanya, komunitas usernya kok enggak besar tapi fanatik.
Oh, itu nice [tertawa] sih. Maksudnya apa? Jenis narasumber yang asyik buat diundang. Jadi semangat mengevangelize.
Kayak Iya. Kalau kayak Rin gitu kan dia bikin komunitas NX namanya Comunik. Oh [tertawa] agak-agak nyerempet-nyerempet ya
[tertawa] kan komunitas NIK ya. Boleh undang aja undang yuk. Pengin belajar NX.
Iya boleh. NX from Scratch gitu ya.
Iya NX 101 boleh boleh boleh racunin kita kayak racunin kita dong gitu ceritanya. H racunin kita dong.
Oke, nanti kita coba undang ya.
Iya. Kalau Eka berarti masih semuanya masih menggunakan homew gitu ya? Om juga sebenarnya bisa diotomasi kan itu sh
bisa kita iya bisa biasa misalkan yang kita mau instal ini misalkan AWS CLI FIM apalagi apalagi kita list aja habis itu kayak di forop
terus dia nginstal bisa kan ya tahu YouTuber namanya Jeff Girling enggak sih Jeff enggak itu siapa Jeff Gling. Oh, dia dia suka ee ngulik
Raspberry Pie dan Network. Nah, dia ee nanti bisa carah Jeff Gerling. Jeff J Fling.
Nah, h ee dia suka pakai unsible. Dia ahlinya unsible.
Oh. Oh, jadi kalau dia misalnya baru instal ulang atau instal ulang Mac atau ada Raspberry Pie apa
dia suka dia tinggal jalanin unsi-nya dia untuk set up.
Oh iya kayak gitu ya. Iya kurang lebih ya tujuannya mirip-mirip seperti itu ya.
Iya. Bapak ini dia kontennya bagus dan e tentang apa? Oh, itu ya Raspberry Pie IoT ya.
Ee mostly Raspberry Pi sih gua suka lihat dia karena Raspberry Pie.
Hm. Uh bisa jalan deep si mungkin.
Wow. Serius? E sekarang eh Raspberry Pie udah ada GPU-nya ya? Udah ada yang ada GPU-nya ya?
Belum. memori yang kan Raspberry Pi.
Jadi Raspberry Pie itu bayanginnya ada banyak ya jenisnya. Kalau yang yang kita tahu kan yang sudah komplit
ya. Ya. Raspberry Pie sudah ada memori sudah ada sudah ada prosesor dan IO-nya. Ada yang namanya compute module
tuh yang kayak tuh tuh tuh tuh tuh tuh Rasber compute itu compute modul. Jadi cuma kayak ee
satu bisa dipasang bisa dipasang banyak.
Iya. Beli beli sendiri aja berarti beli sendiri di itu namanya compute modul beda. Tapi Raspberry Pie juga
dan 55 itu udah udah kuat.
Engak kuat ya. Iya. Udah bisa jalan LLM?
Bisa. Oh wow mantap. Apa jalan Gema kali ya?
Ya cari yang yang sesuai sama speknya.
Memori aja. Jangan pakai, jangan pakai yang GLM yang apa namanya? Yang status berapa?
Yang 96B. Kimi kimi Kimi Kimi K3 pakainya 4 GB ya kagak bisa [tertawa] tahu tahu dirilah gitu.
Tahu diri tahu spek lah. Tahu spek lah.
Tahu spek. Heeh. [tertawa] Kalau jalan yang kecil-kecil bisa.
Menarik menarik menarik. Seru ya. Oke, ada lagi yang mau dibahas?
Kita coba quick look sebentar dong. Kan gak tahu yang Oh iya H. Oh iya belum dibahas tadi. Bukannya udah dibahas ya?
Laragon bukannya dilihatin ya? Belum. Oh iya, Laragon yang enggak masuk enggak masuk dokumen topik lah yang kita lupa
cuma mirip. Oh dia indah sih dibikin sampai pakai indah lebih estetik pakai ada di menu bar ya.
Iya indah. Ini kayaknya lebih modern ya. Lebih modern. He.
Kalau Laragon itu masih ada vibe-nya Sam ya Laragon ya. Kalau Laragon itu kayak presentasinya tuh kayak backend banget.
Eh, apa tahu kan yang apa estetiknya atau apa pokoknya e strukturnya kayak backend banget. Kalau Laravel ini kan
emang full stack dan emang kayak front end juga kan. Apa si siapa itu yang refactor UI orang tailwin juga kan di
dari ekosistemnya Laravel kan dulunya. Ada muatan. Yes. Betul.
Ini juga presentnya kayak nampilin tadi menu barnya, opsi-opsinya, GUINnya lah, style guinya. E apa yang lebih full
stack e kombinasi back and front end.
Ada pro version-nya kalau ini ya standar lah. Style enggak standar tadi Laragon ada enggak ada kan bukan maksudnya praktiknya Laravel kan
gitu. E emang Iya Laragon kan banyak juga yang pakai Laravel kan ada juga dia pricing-nya.
Tuh ada. Iya. Ini pakai di dev tadi C.
Iya. Gratis ya? Gratis. Nah, ini bedanya apa? Oh, dia pakai engine X ya. Ada DNS-nya juga buat e
bedanya ada XDB langsung. Oh, cuma kalau ini kayaknya enggak bisa terlalu custom macam-macam deh. Emang didesain enak kan ini produknya Laravel
ya official Laravel.com kan itu. Jadi ya emang ee apa beda agak sedikit beda pro sama di sama
kayaknya yang yang pro itu lebih bodoh dari kan salah satunya dums tuh dumps.
Iya ds banyak kebodohan ya. Banyak kebodohan. [tertawa] Ada mail berarti. Ada mail server ya?
Buat Buat ini ya? Ada biasa mail C. Eh, mail mail apa namanya? Mail mail trap.
Mail ya seperti mail trap gitu deh. Ada.
Iya. I iya. Intinya bisa catch catch all catch all.
Cocok untuk dibagging transaction. Iya iya iya.
XDbug tuh penting. XDbug. Oh i kita belum bahas belum pernah bahas topik tentang dibagging ya.
Oh oh iya. Apakah teman-teman yang nonton nih?
Iya, teman-teman yang nonton nih masih pakai echo print atau consol atau udah pakai apa namanya breakp gitu ya.
Heeh. Kayaknya kalau itu next level ya kalau misalkan masih yang pakai print atau konsolok gitu.
Kalau kita belajar dulu dulu gua pernah punya pemikiran seperti itu.
Heeh. ee kayak ih kalau lu pakainya cuma fard cupu ah gitu.
I sekarangusnya sekarang pakai SD ee sudah pakai SDBA tapi sebenarnya balik lagi ya kalau mau cepat ya ngapain sih gua pakai
SD? [tertawa] Iya ya udah tahu caranya dan segala macam balik lagi ya kadang pakai pakai apa aja
yang cepat ya fardam. Iya. Jadi sebenarnya enggak ada intinya enggak ada lagi pemikiran kalau lu pakai fardam lu cupu itu enggak ada. Oh,
bukan, bukan itu maksudnya. Emang emang enggak mikir gitu juga.
Bukan itu maksudnya. Ee kadang-kadang ee kalau ngomongin cepat iya, tapi efektivitasnya tergantung bug-nya juga.
Tergantung bug tergantung apa yang mau dikerjakan sih.
Iya. Kalau misalkan ada kebutuhan kita enggak boleh bukan enggak boleh ya, bug ini enggak apa namanya? eh dia kalau
kita pakai kayak break point kan berhenti tuh aplikasinya kan atau eh execution-nya berhenti. Eh terus kita bisa print, bisa lihat ini ada variabel
apa aja gitu kan. Tapi kadang-kadang kita butuh enggak bisa berhenti si execution-nya harus jalan gitu. Heeh.
Nah, itu ya tetap harus pakai ya model consol atau print sih. Tapi kalau misalkan teman-teman coba belajar di
bugging itu kayaknya ee lebih apa ya?
Lebih cepatlah. Lebih cepat dalam artian lebih ee kalau konsol lock kan oh ini eh salah posisinya. Kita tambahin lagi
consol lock di dalam if. Tambahin consol log di dalam function gitu kan.
prosesnya akan lebih lama dibandingkan kalau ee di apa kayak break point itu kan kita bisa trace satu-satu kan bisa
next next bisa next next next baris ya next next gitu bisa lebih organiz kalau konsol kadang kalau udah desperate
konsol aa konsol bbonsol ccc eh pas di pas jalan beneran yang keprint eh duluan kalau enggak konsoloknya sama ini
konsolok yang di baris ke berapa nih kadang-kadang suka bingung kadang kalau nge-fard debug juga sekarang gua ada
fardam itu ada ada pakai time eh kadang kadang kalau gua refresh kan kadang-kadang bisa PHP itu bisa cash ya
dia ada off code of cash dia ada off cas jadi kadang gua refresh-refresh kok enggak berubah ternyata nge-cash
bisa jadi gitu juga jadi gua tambah Jadi kalau gua oh gua tahu itunya berubah-ya berubah berarti gak kena
cash. Akal-akalan aja sih. Iya iya iya iya. Oke ada lagi yang mau dibahas?
Eka oleh-oleh oleh cerita sama foto swek swek swek.
Enggak mau enggak mau. Fomo ya. FOMO sama SW-nya ya? Katanya tadi enggak FOMO.
Enggak FOMO soal berangkatnya. Swek-nya 2 minggu lagi pamer swek. Ah, sweknya bagus loh. Buatan China.
Emang ada yang buatan lain gitu? Kita ke US juga buatan China.
[tertawa] Indonesia juga buatan. Enggak, enggak. Imre pernah beli boneka buatan Cianjur. Made in Cianjurinya diambrik.
Belinya di Amrik. Masa sih? Iya kan itu viral di Twitter kalau enggak salah.
Heeh. Sampai [tertawa] lebih viral biasanya astronaut NASA tuh.
Boneka NASA itu buatan Cianjur. [tertawa] Oke.
Oke. Cukup cukup cukup. Kita ketemu lagi minggu depan. Terima kasih buat teman-teman yang sudah menonton. Eh, kita ketemu minggu depan dengan topik
yang berbeda. Selamat malam, selamat istirahat, sampai jumpa. Bye bye.
Apakah Anda baru pertama kali melihat tayangan dan halaman ini atau mungkin telah kesekian kali melihat untuk membandingkan kembali dengan lainnya?
Jika Anda mencari tahu mengenai layanan web hosting terbaik, kami pastikan Anda berada di tempat yang tepat.
Dengan domainesia, dapatkan pengalaman menggunakan layanan hosting yang lebih baik [musik] dengan SSD berperform tinggi dalam infrastruktur cloud yang
telah dioptimalkan untuk kebutuhan personal maupun bisnis. Teknologi ini memungkinkan Anda memperoleh layanan yang lebih stabil serta proteksi dari
korupsi data. [musik] Hosting domain Asia juga telah mendukung Node GS, Python, Ruby, Go, PHP, Java, serta Binary Linux. Lebih dari [musik]
200.000 pelanggan telah mempercayakan layanan hosting di dominia. Kepercayaan yang kami jaga dengan garansi up 99,9% serta garansi uang kembali 100%.
Buat website Anda lebih mendunia, segera [musik] beralih ke web posting domainesia.
Yeah.
Deskripsi asli dari YouTube
🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb Apakah masih jamannya localhost? Buat yang jawab masih, kira-kira alat bantu apa saja yang teman-teman gunakan untuk proses pengembangan aplikasi di perangkat lokal masing-masing? Kalau jaman dulu XAMPP populer sekali. Istilah kerennya DX atau developer experience. Developer dimanjakan sekali, sekali install sudah bisa jalan semua servis yang dibutuhkan. Saat ini, apa saja opsinya? Sesi ini terselenggara berkat kerjasama dengan Domainesia! 📦 Langganan Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Episode Terkait
27 Jun 2023
Ngobrolin Bundler
Module bundler dibahas lewat sejarahnya, bukan daftar perkakasnya — dan pesan pembukanya bahwa hampir semua orang yang m...
26 Sep 2023
Ngobrolin Package Manager
Berangkat dari keheranan sehari-hari — memasang satu paket lewat npm install tapi folder node_modules langsung membengka...
28 Apr 2026
Vite+
Episode rekaman ini membahas Vite+, saudara dari Vite yang bukan produk berbayar — berbeda dengan Tailwind+ yang memang ...
Suka episode ini?
Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.
Memuat komentar dari GitHub Discussions...
Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .