Ngobrolin Video Singkat bareng @dannydwic - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://ksana.in/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode Ngobrolin WEB ini berbincang dengan Dhani Dwijaya Putra, seorang software engineer di Hijra sekaligus konten kreator programming di TikTok dan LinkedIn. Percakapan membahas perjalanan karir Dhani yang unik—beralih dari latar belakang pendidikan olahraga menjadi software engineer melalui belajar autodidak selama 2 tahun dengan bimbingan mentor. Topik utama episode adalah proses pembuatan konten video pendek untuk edukasi programming, termasuk strategi scripting, teknik recording, editing, dan cara meningkatkan engagement audiens. Dhani berbagi formula pembuatan konten edukatif yang engaging melalui showing emotions, storytelling, dan struktur konten yang jelas. Episode ini juga menyentuh aspek time management untuk menyeimbangkan pekerjaan full-time sebagai software engineer dengan hobi membuat konten, serta rencana karir ke depan termasuk target bekerja di luar negeri.
Poin-poin Utama
- •Dhani Dwijaya Putra berlatar belakang pendidikan olahraga, kemudian beralih menjadi software engineer melalui belajar autodidak selama 2 tahun dengan mentor teman satu desa yang kuliah di informatika
- •Motivasi awal membuat konten berasal dari patah hati—perlu mengisi kegiatan agar tidak terpikirkan mantan pacar, kemudian berkembang menjadi keinginan menyediakan konten edukatif di tengah dominasi konten hiburan di social media
- •Proses pembuatan konten Dhani meliputi: ideation dari hasil belajar, riset dan POC, scripting yang terstruktur (hooks, background, konten), recording dalam batch di weekend, dan editing menggunakan CapCut
- •Formula konten engaging: menampilkan emosi secara ekspresif (lebay), storytelling dengan struktur problem-glorifikasi-solusi, serta teknik seperti kontradiksi atau konfirmasi opini untuk memicu engagement
- •Strategi time management: scripting pada weekday saat sebelum/sesudah office, recording dalam batch sehari penuh di weekend, dan editing bisa dilakukan secara asinkron di tengah jam kerja
- •Dhani membagi kontennya menjadi dua kategori: konten teknikal untuk share hasil belajar (Feynman technique) dan konten entertainment yang jarang dibuat karena lebih time-consuming
- •Rencana 2025: fokus membuat konten berbahasa Inggris untuk meningkatkan speaking skill dan mendapat opportunity kerja di luar negeri, serta deep dive ke topik-topik teknikal yang lebih advance
0:11[drington]
0:14Halo, halo, selamat malam.
0:19Selamat malam.
0:21Selamat berjumpa lagi bersama kita berdua malam ini.
0:27Ada Eka dan ada Rizad.
0:30Ivan lagi...
0:32lagi liburan.
0:34Gak naik.
0:35Gak naik bis ya.
0:37Tapi naik kapal, naik kapal.
0:40Naik kapal.
0:42Naik kapal, jadi...
0:45Kapal ada telewetnya juga.
0:47Berhubung Ivan lagi liburan,
0:51slotnya kita tambahin satu
0:55untuk Narasumber dan...
0:57seru banget.
0:59Ini kita ketemu sama Narasumber ini
1:02di...
1:03kemarin di acaranya DevFest Surabaya.
1:06Surabaya.
1:07Ya.
1:09Sebenarnya beberapa waktu yang lalu udah tahu.
1:12Maksudnya udah tahu ada konten kreator.
1:15Sempat lihat di sosial media ada yang nyaranin,
1:17"Ni ada nih yang ramai di TikTok konten kreator programming."
1:21Harus disupport gitu kan, karena jarang kan,
1:25ada yang bikin format video pendek,
1:30tapi programming.
1:32Jarang ya, biasanya programming kan...
Lihat transkrip lengkap
1:34Sudah ya di luar banyak, tapi...
1:36Di luar banyak.
1:37Bahasa Indonesia betul lebih sedikit ya?
1:39Yang bahasa Indonesia, ya masih sedikit.
1:41Biasanya itu dari konten yang panjang,
1:44biasanya kan kalau kayak apa ya,
1:46kayak video itu bisa 8 jam,
1:48belajar JavaScript gitu kan.
1:50Lama gitu kan.
1:52Terus biasanya dipotong-potong,
1:54akhirnya di-re-upload ke Reels kah,
1:57ke YouTube Short kah, atau ke TikTok gitu.
2:00Tapi yang konten yang Indonesia yang short video itu
2:04masih jarang sekali gitu.
2:06Dan begitu ada yang rame,
2:09itu langsung heboh dan begitu liat,
2:11"Wah seru juga."
2:12"Eh, gak taunya ketemu di Surabaya."
2:14Ya udah, saya sempat nanya-nanya juga tipsnya
2:16gimana cara bikin video pendek.
2:18Karena salah satu kesulitan terbesar
2:21dalam bikin video adalah
2:23ngedit ya, capek banget.
2:26Kudu telaten ya, kalau ngedit video itu.
2:29Jadi malam hari ini,
2:32ternyata Nara Sumbernya mau diundang,
2:37dan kita akan ngulik-ngulik ya,
2:39ngulik-ngulik gimana proses pembuatan konten,
2:44atau lebih spesifiknya video formatnya pendek.
2:47Karena bikin video pendek itu tidak gampang loh.
2:53Harus presisi gitu, 3 menit,
2:59atau bahkan kalau di YouTube Short itu 1 menit,
3:01harus jelas ngomongin apa, gak bertele-tele,
3:05dan ngeditnya juga smooth gitu,
3:07gak kepotong-potong, gak katak-katak gitu.
3:09Terus kayak harus pakai caption atau semacamnya ya?
3:13Iya bener, caption, ada label-nya.
3:17Capsion sih apa itu, punya caption di videonya kan?
3:20Iya, harus ada petunjuk gitu ya,
3:23petunjuk ke visual cue gitu ya.
3:25Jadi langsung aja kita undang, Mas Dhani,
3:31untuk ke atas stage.
3:33Sumber dong, sumber, tepuk tangan.
3:36Sumbernya apa, tepuk tangan. Maaf.
3:39Mas Dhani sama temennya Muter juga.
3:44Mas Dhani nya Muter.
3:47Nah, ini dia.
3:50Halo Mas Dhani, gimana kabarnya?
3:53Alhamdulillah, baik.
3:56Mas Riza, Mba Eka gimana?
3:58Kayaknya awal tahun malah sibuk ya.
4:03Kerjaannya malah banyak gitu ya.
4:07Ya lumayan. Alhamdulillah masih sibuk,
4:09masih diberikan kesibukan gitu ya.
4:11Jadi masih banyak, masih ada kerjaan.
4:13Masih ada kerjaan.
4:15Di bersyukur lah ya, masih bersyukur.
4:17Oke, nah buat teman-teman yang nonton,
4:22mungkin ada yang belum familiar ya dengan Mas Dhani.
4:26Mungkin boleh kenal singkat dong.
4:28Oke, thank you banget for having me.
4:33Halo teman-teman semua, kenalin aku Dhani Dwijah Yono.
4:37I'm a software engineer.
4:39Saat ini lagi di company Hijra.
4:42Hijra itu sendiri adalah digital banking dan juga peer-to-peer landing.
4:46Mungkin teman-teman taunya dulu alami gitu ya.
4:49Terus selain itu, selain kerjaan full-time,
4:53aku juga juga biasanya aktif konten di LinkedIn, di TikTok dan lain sebagainya seperti itu.
4:59Dan kadang juga ngisi-ngisi event gitu sih, sharing dan segala macemnya.
5:05Itu sih overall.
5:07Oh ya, fun fact satu lagi,
5:09I'm coming from pendidikan olahraga, background,
5:12jadi bukan dari komputer science, teknik informatika.
5:15Aku senang akhirnya ada temannya.
5:19Kalau selama ini sejauh ketemu developer lain di Indonesia,
5:25mau di acara-acara programming apapun, mau sesama.
5:29Kayaknya belum pernah sejauh ini ketemu yang kuliahnya bukan IT.
5:35Akhirnya ada temannya.
5:37Bukan olahraga, sastra.
5:40Sastra kan belajar bahasa juga.
5:42- Oh sastra. - Iya, itu beda bahasa aja.
5:45Tapi beda bahasa, bahasa manusia, bukan bahasa musim.
5:49Sama-sama mikirin kata "dis" merujuk ke apa.
5:54Jadi ada miripnya sastra yang krisap.
5:57Apalagi kalau mengarah ke AI, natural language processing, itu bahasa.
6:05Sekarang punya kelebihan bisa prompting dengan baik.
6:11Kalau olahraga, hubungannya apa ya?
6:15Tanyaan saya adalah tadi itu.
6:18Kenapa bisa banding setir jadi software engineer?
6:23Jadi front-end? Gimana itu ceritanya?
6:26Itu panjang banget sih sebenarnya.
6:29Cuman long story short, waktu itu lagi pandemi konteksnya.
6:34Dan kuliah olahraga online, ya biasa lah ya.
6:38Mentok kasih tugas doang, tugas video gitu.
6:41Dan aku rasanya itu boring banget gitu.
6:44Nah, that's why akhirnya pengen coba hal baru gitu.
6:48Awalnya aku pengen belajar desain tuh.
6:50Udah download tutorial, di YouTube, segala macem gitu.
6:53Cuman singkat cerita aku ketemu temanku, teman satu desa.
6:57Dan dia kebetulan juga kuliahnya informatika.
7:01Nah, ketemu ngobrol-ngobrol.
7:03Nah, dari situlah titik awal aku belajar coding gitu.
7:06Namanya Emnindra Zaka, akak temanku.
7:08Yang sampai saat ini jadi mentorku.
7:10Nah, dari titik bekulah, aku secara konsisten.
7:15Selama 2 tahun belajar sama dia gitu.
7:18Jadi awalnya di rumah, kemudian ikutan dia ke malang.
7:22Literally nempelin dia agar aku supaya tiap hari itu bisa belajar gitu.
7:27Seke dia, kayak gitu sih.
7:30Oke, oke.
7:32Wah, seru ya.
7:34Untung ada mentor itu sangat berperan penting ya.
7:37Bukan hanya buat yang auto didakt.
7:39Tapi buat kita juga yang punya basic, yang punya background juga tetap butuh ya.
7:44Ya, itu ngebantu banget sih.
7:47Ngebantu banget.
7:48Sampai akhirnya dapat kerjaan. Kerjaan pertama apa?
7:51Kerjaan pertama, itu kan aku belajar coding awal-awal agustus 2020.
7:57Dapat kerjaan pertama 2021 bulan September, kalau nggak salah.
8:01Itu intern sih, masih di software house malang.
8:05Terus setelah intern, 2021 Januari itu aku dapetin kerja full-time pertama aku di ruang buku waktu itu.
8:15Oh, wow.
8:17Habis dari intern.
8:20Akhirnya nggak berusaha cari kerjaan sesuai pendidikan sama sekali nggak berarti begitu.
8:26Misalnya pas penetni selesai, lulusin kuliah, udah langsung kerja jadi web.
8:32Benar, soalnya aku juga pas masuk di ruang guru itu juga masih kuliah juga semester akhir gitu.
8:38Jadi kalau lulus, pas lulus pun nggak tahu ya belum ada ketertarikan gitu sih buat ngajar sebenarnya.
8:46Jadi sampai sekarang aku belum pernah ngajar ke sekolah jadi guru.
8:50Minimal pernah kerja di ruang guru. Ada guru-gurunya, sambungin aja.
8:56Oh iya.
8:58Nggak, sekarang malah ngajarnya programming.
9:02Ya kan?
9:03Nah, iya kan ada guru-gurunya juga. Iya sih.
9:08Malah jadi bikin konten ya.
9:11Ya mungkin karena itu kali juga ya, somehow kebawa gitu.
9:15Masih ada jiwa pengen ngajarnya gitu ya, jiwa sharingnya gede kali ya.
9:20Harus tersalurkan.
9:23Iya sih, itu sampai sekarang masih ada.
9:26Nah ini mas Abdul Malik, pertama tau dan ngikutin mas Jadani dari video-video podcast Gatherloop. Gatherloop itu apa ya?
9:33Gatherloop itu apa sih?
9:35Oh itu salah satu. Jadi Gatherloop itu komunitas kita di ProBolingo mas.
9:40Yang ngebuat itu mentorku yang ngajarin aku moding.
9:43Jadi sekarang kalau di teman-teman Gatherloop itu rutin kita tiap minggu itu ada sharing session, workshop gitu.
9:50Sampai sekarang berjalan. Dan khususnya buat teman-teman kampus, jadi di ProBolingo itu ada kampus namanya Unuflitas Nurul Jadid.
10:00Di one and only yang ada jurusan teknik informatikanya.
10:03Nah, sekarang teman-teman di Gatherloop sih fokusnya itu sih, bikin workshop, bootcamp untuk ngajarin mereka gitu.
10:11Oh menarik, menarik. Nah dari awal join kan dari software house nih, yang intern gitu kan.
10:21Terus abis itu bisa masuk ke uang dulu, di tes codingnya kesulitan nggak sih? Merasa kesulitan nggak sih?
10:28Di tes codingnya, kalau kesulitan ya pasti ya.
10:33Itu memang, apa ya, schedule banget gitu. Karena waktu itu juga, apa namanya, Competitive Programming ya, tes masuknya.
10:43Oh, tesnya Competitive Programming?
10:45Read code gitu.
10:47Read code gitu?
10:48Iya, semacam kayak gitu lah.
10:50Semacam itu, oh oke oke.
10:52Tapi sebelumnya udah pernah, udah pernah menggunakan itu atau gimana?
10:57Enggak sih, tapi waktu itu persiapan grinding read code aja sih. Sama itu juga.
11:05Ya selama proses belajar, aku juga selain belajar ke mentorku itu sering banget subscribe dan selalu sih.
11:13Sampai sekarang subscribe online course, kalau front-end, subscribe front-end master gitu.
11:18Kalau algoritm, aku belajar di algo expert.
11:21Oke, jadi ada persiapan nggak kaget tiba-tiba dikasih Competitive Programming, soal Competitive Programming kan kaget ya.
11:31Kalau udah biasa read code, harusnya setidaknya nggak kaget gitu ya.
11:35Ya udah siap-siap, udah siap-siap.
11:37Yang ngahire, tim interviewernya kaget nggak tuh dapet satu plamar, satu apliken yang backgroundnya nggak ada hubungannya sama sekali?
11:47Nggak ditanya, ditanya nggak?
11:51Nggak sih, kayaknya mereka bahkan nggak tahu kalau pendidikanku tuh ini, olahraga, kenapa nggak ke highlight aja gitu.
12:04Jadi mereka tidak melihat background pendidikan sebagai sesuatu halangan gitu ya.
12:10Yang penting berkarya hasil kodingnya atau dari portfolio atau dari project terdahulu kali ya.
12:18Ya, kayaknya gitu sih, harusnya.
12:21Karena nggak pernah disentuh sekalipun, even pas stage HR gitu ya, itu juga aku nggak ditanyain sih.
12:28Nggak dimintain jasa gitu.
12:30Di CV masukin nggak emang nggak nyantumin itu atau sebetulnya nulis tapi mereka nggak nyebut?
12:40Aku udah nulis dan waktu itu kan lagi ongoing masih, belum lulus gitu.
12:46Cuman aku tulis tuh kalau misalnya aku jurusannya itu, pendidikan olahraga.
12:51Berarti aware kali ya, cuman nggak masalah.
12:55Cuman nggak masalah, asalnya hasil interview dan hasil tesnya bagus.
13:00Iya, nah setelah bekerja sekian lama sampai 2024-2025 lah ya,
13:092025 kurang lebih 3 tahun ya, hampir 3 tahun.
13:14Terus di tengah perjalanan professional programming tiba-tiba konten.
13:21Nah itu boleh tau nggak alasan awalnya tuh kontennya tuh apa sih yang mau ditujukan, apa yang mau dicapai?
13:28Oke, jadi aku menemukan alasan-alasan yang penting itu sebenarnya di tengah jalan sih mas.
13:36Kalau ditanya awalnya itu karena apa, triggernya jujur agak aneh sih.
13:41Jadi waktu itu aku lagi patah hati, baru putus sama pacaran gue gitu.
13:46Oke oke, harus mengisi kegiatan gitu ya, biar jangan kepikiran terus gitu ya.
13:56Nah itu dia, jadi aku mulai konten itu ketika baru putus dan aku juga mulai habit yang lainnya kayak lari gitu, running.
14:06Even sampai sekarang ke bawah, itu awalnya dari situ gitu. Nah dari situ sih awalnya dan videoku pertama kedua tuh ternyata lumayan impressionnya gitu.
14:16Nah dari situ akhirnya aku memumuskan untuk lebih lanjut mendetailkan sebenarnya kenapa aku alasan konten dan itu sebenarnya banyak banget sih gitu.
14:27Kalau ditanya apa ya, kalau alasan pikirannya sebenarnya ada dua. Aku ngerasa social media itu, apaya kebanyakan ya seperti namanya,
14:40sebenarnya kan social media, tiktok, instagram dan lain sebagainya itu, aku ngerasa banyak gak pentingnya gitu, konten-konten receh segala macem gitu.
14:48Bahkan sampai sekarang kan ada fenomena kalau gak salah penelitian terbaru tuh namanya brain rot gitu,
14:53di mana otak manusia tuh udah mengalami kayak, karena kebanyakan dopamin akhirnya gak bisa mikir, jadi daya pikirnya tuh melalang.
15:02Pertama, attention span-nya pendek.
15:04Ah itu juga, nah kayak gitu-gitu kan. Belum lagi dikuatkan dengan pas aku di tiktok tuh ada orang mandi lumpur lah,
15:12kemudian apalah banyak banget yang meresahkan banget di aku gitu kayak, apa ya, kayak make sense nih gitu.
15:19Jadi aku, idealisme aku pengen setidaknya ketika orang scroll dalam 10 video, at least satu video nyelip nih,
15:26yang aku ngerasa itu bisa bermanfaatkan di mereka.
15:29Nah itu alasan satu. Alasan kedua sebenarnya, ini sih mas, karena aku ngerasa kalau misal aku gak belajar,
15:40bahan bakar aku untuk bikin konten tuh gak ada, jadi mostly apa yang aku share itu sebenarnya apa yang aku dapetin dari frontman master,
15:46dapetin dari algo expert, apa yang aku dapetin dari youtube tutorial orang lain, di share lagi.
15:51Itu kan salah satu teknik belajar juga, feeling and technique.
15:56Itu cara yang terbaik untuk belajar kan, jadi kayak kita gak pasti cuma apa, nonton video,
16:02tapi kita udah tutup, kita tinggalin, kita sampein dengan cara kita sendiri.
16:06Iya, betul, itu juga. Makanya, ya itu juga semua kontenku rata-rata bahan bakarnya ya dari apa yang aku pelajari dan apa aku ulik sendiri gitu sih.
16:18Hmm, oke. Nah ini pada GG ini gara-gara tau ya, motivasi awalnya ternyata dari patahati.
16:28Mantannya pasti ngesel banget itu setiap scrolling.
16:34Ini, ini video pertama yang mana nih, yang patahati, ini yang lagi patahati yang mana nih, yang ini ya?
16:39Udah gak ada, udah satu yang dibawahnya lah, udah lah makanya.
16:43Udah paling bawah ini, paling muka.
16:46Ini paling bawah, ya itu berarti kanan bawah ya?
16:49Ini.
16:50Iya oke.
16:52Wah menarik juga, tapi sangat ini ya, apa tujuannya akhirnya, dapat tujuannya ketika sudah mulai
17:03menjalani ya, bukan dari awal ya?
17:05Iya, betul.
17:07Nah, terus?
17:11Terus, terus, lanjut, lanjut.
17:13Ya kalau faktor yang lainnya, kayak misal yang sekarang di tengah jalan didapetin gitu, kayak networking opportunity.
17:21Atau kemarin aku coba ngonten di LinkedIn ternyata juga beberapa ada yang reach out ke aku gitu.
17:27Atau kayak diundang sebagai pembicara itu sebenarnya kan side-effect dari aku ngonten gitu.
17:31Nah itu sebenarnya hal-hal yang tidak pernah aku pikirkan sih.
17:34Atau dapat endorsement buat kerja sama, nge-promo-in VPS, nge-promo-in sebuah bootcamp gitu, itu biasanya aku juga dapetin sih.
17:41Oh dapet ya, berarti udah dapet, udah menetes ya dari, selain dari ads, udah menetes juga ya berarti ya, kayak endorsement gitu ya?
17:49Iya, endorsement, betul.
17:52Menarik, menarik.
17:54Selain juga networking pastinya.
17:56Nah, terus begitu udah tau nih alasannya yang keresahan di sosial media, kurang konten edukasi gitu kan.
18:09Terus abis itu, memuntukkan sebuah topik layak dijadikan video itu gimana, prosesnya?
18:20Oke, sebuah, sebenarnya random banget sih kalau menentukan topik itu.
18:28Aku selalu kalau pas bikin konten tuh usahakan mungkin, it's coming from internal gitu, bukan external factor.
18:35Jadi aku lagi belajar apa, lagi ngulik apa, dan lagi tertarik apa, oh kayaknya nih oke nih dibuat jadi konten gitu.
18:42Jadi dari, sebenarnya ide-ide yang dateng tuh random dan juga again dateng dari aku belajar something kayak gitu sih.
18:50Dan akhirnya, awalnya kan aku cuma asal konten segala macem gitu ya mas ya.
18:56Akhirnya aku belajar sih sebenarnya, aku still wondering kayak, oke, behind every viral video gitu.
19:06There must be formula, pasti ada formulanya, ada something gitu.
19:10Gak mungkin cuma tiba-tiba, kalau pun tiba-tiba doang kayak katakan lah, itu biasanya entah riding the wave atau ada momentum tertentu aja.
19:20Tapi ketika momentum itu hilang, atau fomo itu lagi hilang, udah gak bisa long lasting tuh videonya gitu.
19:28Nah itu akurnya aku, ya kebetulan ikutan bootcampnya Agung Hapsah, itu salah satu youtuber.
19:35Aku ikutan bootcampnya itu, di situ aku dapetin banyak formula kayak gimana sih sebenarnya bikin video yang baik dan benar gitu.
19:47End to end processnya itu aku belajar semuanya dari situ, atau mindset-mindset yang seharusnya aku pertimbangkan ketika bikin konten itu juga aku dapetin di situ akhirnya.
19:55Jadi itu emang ada ilmunya sendiri ya, kayak bukan cuma adu kalau yang sisi brain road-nya kan cuma adu bikin sensasi yang aneh-aneh.
20:09Tapi kan umurnya pendek ya, ya itu tadi gak long lasting, ada orang lain yang lebih nekat dan lebih aneh, ya udah ditinggal kan.
20:17Tapi maksudnya kalau yang cara yang sehatnya, berarti itu sebetulnya ada approach-nya.
20:24Gua ngefreeze, Eka yang ngefreeze.
20:28Jadi intinya sebenarnya dari apa yang ingin kita share bukan sesuatu yang lagi "wah ini lagi nge-hype nih, mungkin bisa dibikinin kontennya" gitu, gak gitu ya, berarti harus dari diri sendiri ya.
20:46Karena gini sih, prinsip dari Raditya Dika, ketika tidak ada, eh masih ngefreeze kan Mas?
20:58- Nggak, lanjut, lanjut, udah oke, udah oke.
21:02- Jadi ketika tidak ada yang nonton pun, at least diriku sendiri yang nonton itu dan aku suka sama video itu.
21:10Nah makanya, ya karena gitu, untuk memulai itu lagi-lagi ya, kita gak ada yang bayar gitu juga.
21:17Terus kayak, it seems there is no benefit at all in the first place gitu.
21:22Jadi harus datang dari sendiri.
21:26- Oke, oke.
21:28Itu porsi dapet ide kontennya itu banyakan dari tadi yang kayak belajar nonton Front End Masterkah atau video YouTube yang lain, atau dari kerjaan juga ada porsi berapa persen gitu?
21:42Pastilah ya?
21:44- Ya ada juga sih kalau dari kerjaan, cuman ya gak sebanyak itu, karena kadang ada hal yang apa ya, "credential" dan "gak boleh di-share" gitu.
21:54Atau juga dari external project dengan teman-teman ngulik bareng kayak gitu.
22:02Itu biasanya aku jadiin konten gitu.
22:05- Iya, iya, iya.
22:07Tapi mostly sebagian besar kebanyakan dari itu ya, dari belajar ya, proses belajar ya?
22:14- Betul. Ya aku would stay sebagian besar dari proses belajar sih mas.
22:19Makanya ketika aku berhenti belajar itu di situ aku stuck tuh, oke aku bingung bikin ide konten apa gitu.
22:27Karena ya mostly kontenku bahasa teknikal semua gitu dan bukan yang kayak entertainment.
22:36Oh, ada sih beberapa konten yang aku cuman lucu-lucuan gitu kalau, ya mungkin nanti Mas Riza boleh lihat gitu.
22:43Kayak misal programmer ketika lagi lebaran itu aku parodiin, atau yang salah satu viral kemarin itu sampe 500 lebih video itu,
22:52aku pin di tiktok profile tuh ada, itu ketika orangtuaku lebih nyuruh aku untuk jadi PNS daripada jadi aku programmer.
23:00Nah itu nomor 2, 500.
23:04- Karena banyak yang relate pasti ya.
23:07- Nah betul. - Wah ada suaranya. Suaranya gede sekali. Seperti biasa dimute dulu, lupa tadi, oke.
23:16Lanjut, lanjut, lanjut. Oh gitu ya.
23:20- Kalau konten-konten yang kayak gitu cuman jarang banget sih, gitu aku datang inspirasi ide nya,
23:27random aja gitu tiba-tiba di kamar mandi, eh kayaknya seru nih bikin konten ini gitu atau kayak gimana.
23:34- Tapi kalau yang teknikal, bahas teknikal itu mostly dari hasil belajar sih.
23:41- Ini proses pembuatannya berapa lama kalau bikin video kayak gini?
23:48- Iya ya, ada kostumnya lah, udah kayak bikin film kan.
23:55- Sorry, eh putus gak sih mba Eka? - Nggak, nggak.
24:01- Udah nyembung lagi, udah nyembung lagi. - Oke.
24:06- Lumayan panjang sih mas, maksudnya tapi overall dari semua videoku step nya sama aja sih.
24:13- Oh iya, boleh dijelasin dong? Ah mati.
24:17Ya kita tunggu dulu sebentar teman-teman, lagi ada iklan.
24:22- Iya.
24:25- Kayaknya agak lebih triki ya dibandingkan misalkan kita lihat ya kontennya ya.
24:30Yang tadi kan bener-bener kayak ada ini kan.
24:34- Kalau tutorial masih agak mungkin... - Kalau ini kan screencast kan,
24:38dia tunjakan model screencast kan. Kayaknya buat kita lebih familiar lah bikin apa,
24:43kebayang lah gimana cara bikinnya. - Kalau ini kayak harus nge-shoot,
24:46ya kayak nge-shoot film ya. - Iya, kalau ini kan kayak kita ikutan,
24:51apa kita jadi pembicara pakai Zoom Meeting juga kayak gini kan modelnya kan,
24:55ya walaupun posisinya berubah-ubah kan. Tapi kalau yang tadi itu kan ya
25:04udah harus ada dua rol gitu kan, terus angle kameranya juga berbeda gitu kan.
25:13Ini harus ditanyain gimana prosesnya. Dan ya buat orang yang biasa di depan layar sih
25:20kalau disuruh acting harus ada jiwa ininya ya. - Tapi mungkin itu kan jarang ya.
25:26Maksudnya lihat ya, prosentasinya kayak mungkin misalnya setiap 10-20 technical konten,
25:33satu entertainment konten. Jadi kayak walaupun itu lebih berat, pasti lebih time consuming kan,
25:41lebih makan waktu lah. Harus ganti baju belakang, harus bikin film lah. Cuma kan jarang.
25:48Justru kalau ngeliat ini di awal justru Mas Dan ini banyak yang model kayak gitu.
25:54Tapi begitu udah nyampe ini kayak ini. - Malah mencapai kan sulit maintain-nya
25:59sama ya kayak abis juga ideanya kali. - Iya, nah udah nyambung lagi.
26:05Oke, oke, oke. - Halo, nah ini malah lebih lancar.
26:10- Oke, ini aku share ini kali ya. - Boleh, share screen.
26:15Semacam overview-nya gitu ya, boleh. - Wah mantap, kita ikut dapet ilmu.
26:21Nanti di sini kita ngetiktok semua. Pada kebayang nggak, Mas Riza, aku ngetiktokkan.
26:28- Nggak, nggak bakal bisa bikin video kayak tadi. - Iya nggak, yang technical aja,
26:34nggak usah yang lucu-lucu. - Udah kelihatan belum?
26:38- Oh ini udah, udah, udah. Oke. - Oke, nah jadi di sini aku biasanya
26:45nge-manage pakai notion ya dari semua videoku. Jadi hampir semua video
26:50yang ku bikin itu sebenarnya udah well-written script-nya gitu.
26:54Jarang banget yang aku impromptu cuma di depan layar gitu.
26:57Kayak misal, kalau misal kita lihat yang kemarin ya, infinite scroll itu
27:01basically sebenarnya udah aku tulis semua, apa namanya. - Yang mau disampaikan gitu.
27:09- Betul. Nah biasanya aku nge-structure, nge-structurize itu dari ini aja sih
27:14hooks-nya gitu. Karena aku ngerasa 10 detik pertama dari seorang, dari sebuah
27:19konten itu sangat penting untuk apa ya, keeping the audience mau nonton
27:24konten kita sampai akhir gitu. Jadi aku biasanya hooks ini lumayan apa ya,
27:29takes time mikirnya gimana caranya aku bisa dapetin perhatiannya gitu.
27:34Tapi karena tadi, balik lagi, attention span-nya itu kecil banget gitu
27:38kalau di social media gitu. - Jadi copy-rating-nya pakai AI.
27:42Eh sorry, lanjutin. - Aku pernah nyobain pakai AI.
27:49Cuman aku ngerasa aneh dan apa ya, kayak ngerasa itu bukan aku gitu.
27:54Nah that's why, ini semua pure dari aku sendiri sih caranya gitu.
28:00- Nah ini script-nya ini dibaca kata-perkata atau bulet poin-bulet poin aja?
28:06- Enggak, jadi biasanya aku tergantung sih pak, biasanya katakan lah,
28:12nah ini satu kali take video nih mas, how do we implement scroll from scratch?
28:18- Dah cut gitu. - Habis itu cut? - Ya atau kalau udah gitu yaudah record,
28:24nyampein satu ini, kemudian delay, ok aku sekarang bagian yang kedua gitu.
28:30Oke terus yang ketiga dan seterusnya gitu. Jadi tergantung sih,
28:33kadang ya tiga ini bisa sekaligus gitu, tapi it depends biasanya gitu.
28:38Tapi overall kalau misal itu sebenarnya yang terjadi gitu,
28:43jadi ini aku show sedikit singkat dari cap cut-ku kayak gimana ya.
28:47- Ini anak rekes juga Re. - Ini nih yang ditunggu-tunggu.
28:52- Oh iya iya. - Ini agar yang belajar edit video.
28:57- Sebenarnya aku bisa bilang edit video ku ini sih mas, apa namanya,
29:02gak terlalu yang aneh-aneh atau gimana, kalau misal Mas Riza atau Mbak Eka lihat,
29:07itu kan sebenarnya gak ada transition yang kayak gimana-gimana,
29:11sound effect yang seperti apa dan lain sebagainya, kayak gitu kan.
29:15- Tapi video yang bareng tadi itu beda. - Oh iya kalau itu memang beda sih.
29:21- Special edition. - Gak bisa sering-sering.
29:25- Gak bisa sering-sering karena itu record-nya gak main-main.
29:29- Oke kita pasen kayak gini aja, model gini ya.
29:32- Nah ini kan ada banyak video, ini sesimple aku jadikan satu aja sih.
29:37Jadi yang aku lakukan, aku kombin semua videonya kayak gini gitu ya.
29:41Ini optional sebenarnya aku kasih back sound gitu ya.
29:45Terus, nah caption ini sebenarnya juga aku gak nulis.
29:49- Digenerate. - Iya ada dicapka fiturnya itu gitu.
29:54Jadi ini kalau Mas Riza dan Mbak Eka lihat, gak ada yang aneh-aneh kan,
29:58sesimple gak nulis aja gitu.
30:01- Oh berarti prosesnya direkam dulu pakai software kayak...
30:06- Ya aku pakai OBS. - Screen recorder lah ya atau OBS ya, OBS direkam.
30:11Udah gitu disusun, oh apa, videonya di bawah, terus di atasnya itu screen recorder-nya,
30:19apa screen-nya, terus habis itu di take sambil baca script, baca apa di hapal?
30:26- Gak, jadi bukan dibaca sih, jadi aku... - Dilihat, terus...
30:31- Dilihat baru dibaca. - Dibaca se-nerdernya.
30:36- Oh gak pakai teleprompter gitu-gitu gak pakai ya? Belum ya?
30:39- Gak, karena aku udah pernah nyobain gitu, somehow kayak gak natural aja gitu.
30:44- Gak natural ya? - Iya, betul, agak aneh aku ngerasanya.
30:48- Oke, oh jadi dibaca 1-2 kalimat, terus habis itu ngadep ke kamera, terus ngomong.
30:55Habis itu delay berapa detik, baca lagi, ngomong lagi gitu.
31:00- Emang dipotong-potong kan take-nya per konsep kan? - Per konsep, per 2-5 kalimat tadi kan?
31:09- Banyak sekali. - Banyak banget ya?
31:12Ini kebetulan durasinya agak panjang, aku kemarin berbahas soal browser reflow process gitu.
31:19Dan sebenarnya ya udahlah gitu, karena aku ngerasa kalau dibikin singkat juga,
31:25esensi dari videonya gak dapat gitu, jadi memang tergantung dari konten yang aku sampaikan sih.
31:33Aku pernah waktu itu juga bahas kayak di tiktokku closure gitu, itu lebih dari 5 menit.
31:39Bahas closure doang, aku ngasih visualisasi atau segala macem.
31:44- Itu tuh gak ada limit durasinya ya videonya? - Kali Facebook udah gak ada limit ya?
31:51As far as I know, 10 menit sih kalau tiktok itu.
31:57Nah ini 6 menit 39 tuh, tapi turns out lumayan rame juga, sampe 18.6 gitu.
32:06- Jadi... - Nah berarti di awal pas...
32:10- Gimana? - Pas awal milih topik, itu udah dengan bayangan ini.
32:19Oh closure itu kan panjang, nah terus emang di awal jalanin dulu, maksudnya bikin script ngumpulin materinya dulu.
32:28Baru wah ternyata panjang, kalau panjang banget baru dipecah.
32:32Atau emang dari awal kayak udah ada bayangan harus dipecah-pecah seberapa biar durasinya gak terlalu lama.
32:45I see, jadi semua kontenku yang dalam tanda kutip aku gak kerja sama-sama orang lain atau bukan dari endorse gitu ya.
32:53Itu sebebas ku aja gitu, kalau misal itu mau panjang pun ya gak apa-apa.
32:58Yang penting esensi dari videonya dapat gitu, karena aku kadang merasa kesusahan kalau misal videonya itu singkat.
33:06Gak dapat tuh konteks backgroundnya kenapa aku bahas ini gitu, kayak hal-hal kayak gitu.
33:13Mungkin buat temen-temen yang gak dapat konteks, bikin video pendek itu susah lho.
33:22Susah sih, apapun sih bukan video doang kayak tol, presentasi, bikin panjang.
33:29Bikin yang panjang gampang, bikin artikel yang panjang gampang, bikin artikel yang cuma satu paragraf itu susahnya minta ampun.
33:36Yang singkat, tapi semua poin yang ingin kita sampaikan dengan segala contoh-contohnya itu kayak dapat.
33:42Kalau kita gini, implikasinya gini, tapi kalau kita gini, itu gak apa-apa, tapi ada gini.
33:50Nah kalau kita begitu, tuar meledak.
33:53Ya pokoknya kayak tiba-tiba pas lagi bikin materi pasti gitu kan contohnya, atau apa, variasi-variasinya tuh jadi banyak banget.
34:01Nah itu yang susah emang bikin lebih singkat ya.
34:04Bayangin aja kita di ngobrolin web kalau ngomongin HTTP ya, itu kan satu topik ya.
34:09HTTP kan singkat ya, bisa sediam sendiri.
34:12Namanya juga mendapatkan kurmat ngobrol ya.
34:15Kita selalu mikir, oh ini kayak bakal gak ada materi atau gimana ya.
34:18Nanti kalau misalnya garing gak ada yang dibahas, nanti kita bakal bahas apa-apa.
34:24Kita udah mikirin backup plan-nya, tapi pas ngebahas itu doang dengan ya mungkin pertanyaan dari chat atau apapun lah, ternyata hampir 2 jam.
34:33Nah kita hanya gak punya skill buat mengira-ira topik A, itu kalau dibahas dan membahasnya gimana, itu bakal sepanjang apa.
34:42Nah itu kayaknya kalau kita di ngobrolin web nih agak.
34:47Ya beda format lah ya, beda format.
34:49Kalau ngobrol kan pasti ngalur-ngidul kan, panjang gitu.
34:52Ngobrol di Instagram ya, bisa sampai tengah malam.
34:55Iya, kalau ini kan emang dari awal memang mindset-nya udah pokoknya sesingkat.
35:00Namanya shorts bukan long.
35:03Lanjut-lanjut, tadi kan udah bikin script, terus di record per section lah ya, per bagian gitu ya, 1-2 kalimat.
35:15Terus abis itu, oh berarti setiap 2 kalimat record-nya di stop, terus record lagi, baca lagi, berhenti lagi, record lagi,
35:25sampe jadi belasan video masukin ke capta, terus di edit gitu ya.
35:30Iya, ngeditnya kan juga sebenernya kalau tadi itu digabung-gabungin aja.
35:34Iya, di caption atau caption, tambahin label kalau perlu.
35:42Oke judul dan lain-lain, terus abis itu upload.
35:49Sebenernya yang essential itu nulis script-nya sih, kayak misalnya aku bahas soal JS Copy Array Comparison gitu.
36:02Kalau di array kan, di JS kita bisa pakai spread, pakai slice, concat, tapi mana yang paling efficient gitu.
36:08Dan kenapa gitu, nah biasanya aku juga agak jarang nyiapin visualisasi dan bisa impromtu aja gitu.
36:15Modelnya kayak gini nih, ini aku impromtu biasanya, makanya kalau di beberapa videoku itu ada x kali draw kan.
36:21Nah ini aku next content ya.
36:23Itu buat visualisasi ya?
36:26Bener, buat visualisasi dan biasanya kalau aku ada video visualisasi kayak gini mas, ini aku bisa ngalir tanpa yang ada di script tadi.
36:34Nah makanya ini kan ada nyelead nih satu gitu, nah ini juga.
36:38Ceritain aja gitu ya?
36:39Bener yang menurutku, nah dalam konteks ini aku bahas ini mas.
36:43Kita tahu kalau misal salah satu keresahan, ini aku belum post sih kontennya, kan ya?
36:49Wah bocoran di sini, eksklusif.
36:51Apa yang tau prosesku gitu ya.
36:54Jadi aku, kita tahu bahwa keresahan kita sebagai Node.js Developer ketika coba untuk deploy application kita di container, itu size-nya gede biasanya.
37:06Dan itu biasanya karena node modules-nya itu gede banget gitu.
37:09Nah padahal sebenarnya in the run time gitu, package dan dependency itu yang kita butuh itu nggak sebanyak itu gitu.
37:18Nah makanya, jadi aku kemarin ya dapet dari temenku juga, kita bisa pakai package namanya Vercel NFT.
37:28Nah ini tujuannya bayangin apa yang kita lakukan di sini sama node file trace ini.
37:35Dia bakal nge-trace semua file dari sebuah entry point dan dia bakal menyeleksi bagian mana aja yang kepake di application runtime gitu.
37:45Sehingga kita bisa mengeliminasi node module yang gede banget itu.
37:49Itu kayak semacam tree-shaking gitu lah.
37:51Jadi bayangin kita punya entry point yang ini gitu.
37:54Dia bisa tau kayak oke module satu yang kepake tapi file yang mana nih, oh yang ini aja gitu.
37:59Tree-shaking as a service.
38:02Ya semacam itu, itu lumayan gitu.
38:05Docker image size yang halnya 2GB itu bisa jadi cuma 300-400an MB gitu.
38:11Oh jauh ya?
38:13Nah jauh.
38:15Nah kalau yang itu kan ini scriptnya nih.
38:18Optimize Docker image prune node modules.
38:20Nah ini, udah aku tulis nih kayak hooks-nya.
38:23How to optimize node geocache Docker image dan segala macemnya.
38:26Nah, dan aku ngejelasin ini juga sebenarnya, mostly kalau dilihat di kontenku itu ya.
38:33Itu kan aku banyak yang screen record dan nampilin kodingan.
38:36Pun sama, ketika aku coba ngejelasin ini.
38:39Yang aku bahas itu Docker file-nya dan juga script untuk pakai si node file trace ini untuk nge-eliminasi file-file yang nggak kepake di node modules kayak gitu.
38:49Sebenarnya aku bisa bilang prosesnya kan sebenarnya ya.
38:54Kita pasti ada ideation, ideation.
39:00Dari ide.
39:02Ideanya datang dari mana tadi?
39:04Kalau aku dari hasil belajar ku atau dari temen gitu ya.
39:09Ideation, terus disini yaudah aku scripting.
39:13Scripting yang tadi aku bikin scriptnya tuh.
39:15Scripting berarti dalam kata-kata dulu ya, belum bayangin visualnya.
39:19Maksudnya exactly gambarnya apa, ilustrasinya apa.
39:22Itu belum sampai situ ya scripting dulu.
39:24Kayak free form writing.
39:27Apa barengan?
39:29Enggak, enggak bener.
39:31Atau kalau visualnya dulu?
39:32Enggak, visualnya dulu sih.
39:34Jadi scriptnya dulu ya, kata-katanya dulu ya?
39:36Tuh, kata-katanya dulu.
39:38Dari script.
39:40Oh yang tadi ya, 10 detik pertama ya?
39:43Ya, hooks, background, kontennya apa segala macam.
39:46Itu termasuk di script sih mas.
39:48Habis aku bikin script, nah disini biasanya aku...
39:52Eh sebenarnya kalau mau ada proses disini sebenarnya ya...
39:55Reset dulu kan lah ya, dari materinya itu.
39:58Reset, disini biasanya.
40:00Nah kalau kayak tadi mas...
40:02Reset materi.
40:03Ya, aku make sure pemahamanku terhadap konten itu benar-benar holistik secara keseluruhan gitu.
40:10Jadi enggak bisa aku cuma paham sebagian tuh.
40:13Kayak termasuk yang ini aku beneran nyobain gitu.
40:16Aku bikin proyeknya dan nyobain untuk me-compare beneran gitu.
40:20Nah itu juga lumen tekstan.
40:22Kayak POC lah ya, POC gitu ya.
40:24Ya, semacam kayak gitu lah.
40:26Ya sih reset dulu, habis nemu ide nya.
40:28Nah di reset ini sebenarnya ya, prosesku ya tadi.
40:32Ya udah, coding nya itu.
40:34Nyari, baca dokumentasi, lulis.
40:36Yang bakal didemokan nanti pada saat di videonya gitu ya?
40:40Ya, yang bakal didemokan.
40:42Nah ini aku ada GitHub khusus.
40:44Aku taruh sini semua.
40:46Di KroCoding ini.
40:48Misal yang ini, intercession observer.
40:51Yang aku infinite scrolling ini.
40:53Ya ini aku, ini part of my reset gitu.
40:56Aku bikin proyeknya untuk showing.
40:59Kita bisa loh bikin infinite scrolling tanpa pakai library gitu.
41:04Nah itu.
41:06Discripting, baru disini ya recording.
41:10Ini part yang paling takes time dan effort lah kalau di konteksku sih.
41:16Akan disini.
41:18Betul.
41:20Tapi kalau yang edit gambarnya, grafiknya itu sebelum recording atau sesudah recording ngomong?
41:26Oh ya disini.
41:28Ya sebelumnya, siapin visualisasi ya.
41:31Sama kalau ada screencast yang kita nge-tick itu yang tadi ada video screencast.
41:40Cscode-nya atau gambar.
41:43Itu sebenarnya udah kepikiran pas scripting sih sebenarnya.
41:47Sebenarnya kalau mau di detailin lagi ya mas ya.
41:50Biasanya kalau konten-kontenku yang niat.
41:53Nah misal aku ngepromosiin salah satu coding cam gitu lah ya.
41:57Nah ini kan ya dibayar sama orang.
41:59Jadi aku perlu niat nih.
42:01Nah ini aku siapin nih.
42:02Ada yang aku bikin selain script, aku ada shortlist.
42:06Nah shortlist ini adalah yaudah aku satu video ini dia nampilin apa yaudah stock video.
42:11Atau ini a-roll aja aku ngomong di depan video.
42:14Atau yang ini b-roll.
42:16Yaitu aku ngasih footage-footage aja.
42:18Disini aku kasih komen juga nih.
42:20Kayak dari yang dulunya olahraga terus jadi atlet ikutan kompetisi.
42:24Nah ini aku oke aku pake b-roll, aku tunjukin video lagi olahraga atau pas lagi training center.
42:30Nah kalau misal kayak gini nih mas.
42:32Algorithm, struktur data dan lain sebagainya.
42:34Yaudah aku screen record tipenya dia.
42:36Excalibri draw showing list of programming concepts.
42:39Nah kalau sebenarnya mau di detailin kayak gini.
42:41Kita bikin shortlist nih sebenarnya.
42:44Jadi terstruktur banget tuh.
42:46Nah tapi kalau untuk konten-kontennya.
42:48Kayak kaya library berarti kan.
42:52Kayak konten library, kayak media library.
42:55Kumpulin semua.
42:56Nanti pas editing baru kayak diolah dan dipilih.
42:59Ya semacam itu sih.
43:02Tapi kalau yang konten teknikal biasanya kayak gini nih.
43:06Ini tuh kayak udah yaudah pokoknya bagian ini.
43:09Kayak apa ya.
43:10Aku udah tau dengan diriku sendiri.
43:12Oh bagian ini tuh aku sharing.
43:14Makan ya.
43:16Ya ini buka face quote-nya.
43:19Oh ini nunjukin.
43:21Nah gitu.
43:25Itu improm tuh secara langsung ketika aku lagi masa recording.
43:30Pas recording sekalian buka face quote dan lain-lain gitu ya berarti ya.
43:35Betul.
43:36Biasanya aku pake dua monitor tuh.
43:37Yang kanan itu OBS.
43:38Yang satu yaudah video editor-nya sambil aku record.
43:43Nah yaudah editing.
43:45Habis itu yaudah posting aja.
43:47Berarti proses editing-nya nggak terlalu panjang ya?
43:49Nah betul mas gini.
43:51Justru recording-nya yang effort yang paling besar ya.
43:56Betul.
43:57Ini kalau misal aku coba kasih ini ya.
44:00Apa movies.
44:02Nah misal kita buka satu video nih.
44:04Di bongkar semua rahasianya.
44:06Misal yang kemarin bahas apa ya.
44:11Ini nggak terlalu banyak.
44:12Oh yang browser reflow nih.
44:14Tuh.
44:15Segini banyaknya emang.
44:16Ini yang aku potong-potong.
44:19Atau yang tergantung videonya sih.
44:21Misal yang ini ya.
44:22List virtualization atau windowing ya.
44:25Ya segini doang ternyata gitu.
44:27It depends dari videonya sih.
44:29Tergantung pada take-nya ya.
44:31Video yang 2-3 menit itu sebetulnya kerjanya berjam-jam ya.
44:3620 jam ada.
44:37Wah.
44:38Kayaknya nggak sih kalau 20 jam sih.
44:42Karena editing-nya kan simple juga ya.
44:44Cuman kalau yang benar-benar niat kayak aku tentu list dan lain sebagainya.
44:49Yang kayak tadi itu.
44:50Itu baru takes time banget sih emang.
44:52Atau yang tadi itu.
44:53Yang drama-drama.
44:54Entertaining.
44:55Programmer.
44:56Nah itu berapa-apa tuh?
44:58Nah ini.
44:59Aduh aku nggak gitu lagi.
45:00Cuman lebih berhari-hari sih.
45:02Biasanya kalau kayak gini sih.
45:06Yalah karena itu kan.
45:09Itu kan udah kayak bikin film.
45:12Tiktoknya sering lihat FBP.
45:17Tapi ini kalau diperhatikan.
45:21Skripnya dan videonya juga sebagian berbahasa Inggris.
45:25Sebagian berbahasa Indonesia.
45:26Target audience-nya sebenarnya siapa sih?
45:29Nah.
45:31Jadi ini aku kayaknya udah stop share aja ya.
45:34Karena udah kebayang semuanya kan kayaknya.
45:36Yes.
45:39Sebenernya target audience ya.
45:42Orang Indo sih sebenernya ya.
45:45Tapi aku ngerasa kayak ya.
45:48Jadi gini sih mas.
45:49Aku balik lagi.
45:50Apa yang apapun yang aku lakukan.
45:52Aku selalu tarik.
45:53Apa tujuanku gitu.
45:55Even ketika aku bikin konten pun juga sebenernya.
45:58Ya lagi-lagi pilihan.
45:59Tiap orang punya tujuan kan.
46:00Kalau misal kita lihat.
46:02Katakanlah Pak Sandika Gali.
46:04Yang memang fokus di YouTube.
46:05Atau Dea Afizal gitu.
46:07Aku ngerasa ya mereka memang hidup dari YouTube gitu.
46:10Pekerjaan utama mereka di situ gitu.
46:12Tapi aku pribadi ngelihat konten ini sebagai selingan aja gitu.
46:16Karena aku dari dulu sampai sekarang pun juga.
46:19Masih pengen capai engineering ladder karir yang paling atas gitu.
46:24Aku pengen jadi engineering manager.
46:26Aku pengen jadi VP gitu.
46:27That's why.
46:28Sebenernya konten-kontenku yang aku bikin itu.
46:30Teknikal itu.
46:31Itu adalah ya hasil belajarku gitu.
46:34Yang pengen aku share aja gitu.
46:36Makanya konten-konten yang entertainment kayak tadi gitu.
46:39Yang programmer lagi lebaran apa segala macem gitu.
46:42Programmer PNS itu.
46:45Itu sebenernya ya jarang banget gitu.
46:48Karena aku ngerasa ada korelasinya terhadap bagaimana tujuanku.
46:51Pengen menjadi engineering manager.
46:54Atau karir ladder di engineering yang lebih tinggi lagi.
46:57Korelasinya ningkatin engagement.
46:59Cuma nggak direct ya.
47:01Nggak direct mendukung.
47:03Nah betul nggak direct sebenernya.
47:06Kayak gitu.
47:07Makanya target videonya.
47:08Makanya aku punya goals.
47:11Next time aku pengen coba kerja di luar negeri gitu.
47:15Nah mulai banget tahun baru ini sebenernya mas.
47:182025 ini aku memutuskan untuk bikin konten bahasa Inggris.
47:22Dan sebenernya semua kontenku yang tadi itu sebenernya full bahasa Indonesia semua.
47:26Cuma 2 konten doang.
47:28Dan itu pun baru.
47:292025 ini aku upload.
47:30Januari ini juga kan.
47:32Yang broserni flow sama infinite scroll gitu.
47:35Oh iya bener bener.
47:36Dan aku tadi agak kaget sih.
47:40Ternyata ketika aku coba buka.
47:43Kalau Mas Riza cobain buka yang infinite scroll di TikTok gitu.
47:47Ternyata itu diterima baik oleh semua out.
47:51Betul.
47:52Ada orang Inggrisnya juga.
47:54Orang luar.
47:55Nah Inggris orang luar ya.
47:56Bener.
47:57Dan orang Indo juga.
47:59Orang Indo ada jadi nyampur ya.
48:02Bener.
48:03Nah.
48:04Tapi di situ aku udah aware sih.
48:06Makanya kalau Mas Riza lihat.
48:08Di situ auto captionnya ada 2 versi.
48:11Ada yang bahasa Inggris ada yang bahasa Indonesia.
48:14Nah aku mencoba untuk memfasilitasi itu sih.
48:18Oh itu bisa diatur.
48:20Oh ada.
48:21Jadi disediakan dua-duanya.
48:24Transit dari TikToknya kan.
48:27Bukan dari CapCut kan.
48:29Jadi bisa diidiakan dua versi gitu ya.
48:32Betul.
48:33Coba Mas Riza scroll ke video yang tengah deh.
48:35Durasi ke tengah.
48:36Itu kayaknya gak ada bagian yang Indo nya.
48:39Nah itu dia tuh tuh tuh.
48:41Oh iya.
48:42Ada dua.
48:43Nah coba di play terus itu sebenarnya dua itu running.
48:47Dan itu dalam satu konteks yang sama Mas.
48:50Oh gitu.
48:52Nah itu jadi CapCut kan berarti emang di videonya ya.
48:56Oh enggak ini kan di hardcode kan.
48:58Di hardcode ditempel ke video kan.
49:01Di CapCut nya sendiri kan.
49:03Kalau di CapCut nya berarti kan hasil video.
49:06Renderannya juga ada kan itu.
49:08Ada ada.
49:09Ya dari CapCut nya.
49:11Di upload ke platform lain tetap ada dua.
49:15Ya betul.
49:16Caption.
49:18Nempel sama videonya kan.
49:20Nempel sama videonya iya iya.
49:22Benar.
49:23Nempel sama videonya.
49:25Ya gitu.
49:26Se gampang itu ya.
49:27Maksudnya meraih audiens baru dengan demografi yang berbeda juga.
49:33Ya tinggal ganti bahasa.
49:34Maksudnya tinggal pakai bahasa Inggris.
49:36Terus apa bisnis asisual tiba-tiba banyak orang yang komen.
49:41Ada yang orang Indonesia ada yang orang luar gitu ya.
49:43Luar biasa ya.
49:45Aku sering dilingin.
49:47Karna sebelumnya udah itu udah bagus kan.
49:49Udah ada audiensnya.
49:50Dari awal ganti-ganti mungkin rekomendasinya nggak bagus kan.
49:55Kalau ini kan karena udah banyak yang follow.
49:57Udah banyak yang udah sering direkomendasiin.
50:00Udah sering masuk apa FVIP.
50:02Jadi ya emang udah dapet ga pasarnya.
50:05Udah established.
50:06Udah established baru ganti bahasa.
50:10I see.
50:12Ya kayaknya gitu sih.
50:14Jadi sebenarnya si TikTok.
50:17Ya ini tergantung platform ya.
50:18Jadi sebenarnya si TikTok ini nggak masalah ya.
50:20Kita kalau bahasanya nyamper-nyampur ya.
50:22Ya nggak masalah sih.
50:24Gak masalah ya.
50:26Gak masalah sih.
50:27Aku juga nggak jarang menjumpai.
50:29Ya aku pun sendiri mengkonsumsi konten-konten di TikTok.
50:31Resursinya berpariasi gitu.
50:34Nggak cuman Indo doang.
50:36Oke.
50:38Nah.
50:40Atau yang ini mas.
50:42Aku coba share yang ini ya.
50:44Apa di... apa namanya?
50:48LinkedIn.
50:50Ya aku juga nggak expect.
50:52Ini yang browser reflow nih.
50:54Impresinya sampe 38 ribu.
50:57Dan dari konten ini,
50:59Ini yang bahasa Inggris nih ya.
51:01Pangenitian gitu.
51:03Ini banyak banget orang luar Indo yang connect ke aku gitu.
51:08Dari LinkedIn pun juga sangat welcome.
51:12Gak tahu, somehow ini dipus juga ke audien seluar kayak gitu sih.
51:17Ya LinkedIn kayaknya lagi nge-push video kali ya.
51:21Sama hashtag itu bobotnya tinggi kan.
51:26Maksudnya nggak bukan geografis.
51:28Jadi kalau mau kontennya bahasa apa.
51:31Kalau misalnya hashtagnya tepat.
51:34Ya terus mungkin nggak tahulah ada...
51:38Itu kelihatannya emang reach-nya cenderung bagus ya.
51:43Gak, maksudnya nggak di Indonesia doang.
51:46Oke oke.
51:48Oke pertanyaan berikutnya.
51:50Wah ini semakin banyak nih pertanyaannya nih.
51:52Semakin seru ya.
51:54Kalau bikin konten itu,
51:58Ada hari tertentu nggak?
52:00Di weekend kah?
52:02Atau after office hour kah?
52:04Atau pagi-pagi sebelum kerja atau gimana?
52:06Manajemen waktu ya.
52:09Time management.
52:11Itu juga penting banget sih.
52:13Karena ya itu kan juga...
52:15Aku ada kegiatan yang lainnya gitu.
52:17Ya ada kegiatan utamakan ya.
52:19Betul.
52:20Aku akhirnya menemukan satu formula yang cocok di aku.
52:23Tapi nggak yakin apakah cocok di teman-teman yang lain juga.
52:26Kalau aku pribadi biasanya bikin script itu pas weekday.
52:31Jadi after office atau before office.
52:34Dan itu aku bikin script pure.
52:36Jadi biasanya aku...
52:38Kayak bikin text aja gitu ya?
52:40Ya bikin script sama reset.
52:42Nah itu.
52:44Aku harus paham betul sama context dan keseluruhan hal tentang itu.
52:50Nah itu weekday gitu.
52:52Biasanya bisa tuh.
52:54At least satu minggu satu video gitu.
52:56Atau satu minggu satu script.
52:58Atau bahkan kalau emang lagi...
53:00Semangat-semangat banget.
53:02Minggu bisa tiga script, empat kayak gitu.
53:04It depends sih kalau lagi nggak padat gitu lah.
53:07Nah.
53:09Karena bagian paling...
53:12Takes time dan menguras tenaga itu tadi recording.
53:16Nah.
53:18Akhirnya aku batching mas.
53:20Jadi di weekend.
53:22Seharian biasanya.
53:23Kayak dari pagi sampai siang atau pagi sampai sore gitu lah.
53:26Itu aku record semua video yang udah aku bikin scriptnya tadi gitu.
53:30Sehingga...
53:32Proses editing pun juga sebenarnya udah bisa aku lakukan lagi secara asinkronus.
53:36Di tengah-tengah jam kerja gitu.
53:38Aku ngerasa untuk recording itu harus time blocking gitu.
53:41Oke.
53:42Dari jam 9 sampai jam 12 itu.
53:45Karena nggak bisa gitu.
53:46Kalau yang lain gitu ya.
53:48Aku bikin script itu bisa melakukan gitu.
53:50Ya.
53:52Pelakukan itu dimanapun kalau bikin script.
53:54Tapi kalau recording kayak kemarin.
53:56Nggak bisa.
53:58Aku di tengah-tengah aku bikin nge-record.
54:01Aduh.
54:02Udah.
54:03Nggak bisa.
54:04Sampai sekarang studio-nya nge-record itu cuman ada 3 script recording video.
54:09Kayak gitu.
54:11Oke.
54:12Nah.
54:13Jadi saranku better pas recording itu di batch aja gitu.
54:17Karena kalau misalnya udah kayak gitu.
54:19Itu kayak kita bisa punya stock content gitu loh.
54:21Kayak.
54:22Dan kita bisa ya udah terserah mau upload itu kapan gitu.
54:26Dalam konteksku yang kemarin.
54:27Sebenernya ketika aku di titik upload konten infinite scrolling.
54:31Itu sebenernya konten browser upload itu udah ready gitu.
54:33Cuman nggak aku upload aja.
54:35Di schedule kan itu publishing-nya kan berikutnya ya.
54:38Nah.
54:39Akhirnya bisa di schedule.
54:40Semua as far as I know.
54:42TikTok udah ada fitur scheduling-nya.
54:44Instagram ada.
54:45LinkedIn ada.
54:46Schedule post gitu.
54:47Jadi kita.
54:49Ya itu sih.
54:51Hmm.
54:53Oke.
54:55Upload videonya itu schedule-nya seminggu berapa video?
54:58Atau seminggu satu?
55:00Nah.
55:01Karena lagi-lagi aku tidak terlalu apa ya.
55:05Put a lot of effort di.
55:08Menjadi seorang content creator.
55:10Tapi lebih kepada itu sampingan aja.
55:12Agensi itu sebenernya sesuai dengan.
55:15Bebas aja dia suka-suka gitu.
55:16Suka-suka gitu.
55:18Oke.
55:19Kayak gitu.
55:20Kecuali bias.
55:21Rata-rata berapa?
55:23Hmm.
55:25Rata-rata sih 1 minggu 1 video sih.
55:28Biasanya.
55:291 minggu 1 video.
55:30Makanya.
55:31Kalau misalnya aku batch gitu ya.
55:33Aku udah punya 4 video.
55:35Ya sebenernya aku.
55:361 minggu 1 video udah aman gitu.
55:391 bulan aman.
55:41Oke oke.
55:43Pernah itu nggak.
55:45Ngeditnya pakai aplikasi apa?
55:48Oh sorry.
55:50Ngeditnya pakai aplikasi apa?
55:51CapCut tadi.
55:52Kita ada demonya.
55:54Bisa diundurin sedikit.
55:56Oke.
55:57Gimana Eka?
55:58Writers block.
55:59Mana?
56:00Ini menarik.
56:01Pernah nggak?
56:02Pernah writers block.
56:03Stack nggak ada ide.
56:04Atau malah.
56:05Pernah nggak kebanyakan ide.
56:07Kayak.
56:08Uh ini seru.
56:09Wah itu seru.
56:10Sampai nggak bisa fokus.
56:12Atau mungkin malah kebanyakan.
56:14Kebanyakan survei.
56:15Reset.
56:16Terus akhirnya malah.
56:17Aduh nggak jadi deh.
56:18Ya maksudnya yang.
56:19Masalah-masalah.
56:20Stack dan semacamnya.
56:21Dalam.
56:22Siapin script dan recording.
56:23Pernah nggak?
56:24Ya.
56:25Pernah sih.
56:26Jadi.
56:27Ini aku sekalian coba share lagi ya.
56:29Jadi.
56:30Part of.
56:31Itu sebenernya.
56:32Kayaknya nggak terhindarkan sih.
56:33Pasti ada ya.
56:34Pasti kejadian lah ya.
56:35Ntar.
56:36Ini udah kelihatan belum ya?
56:37Oh belum.
56:38Oke.
56:39Nah ini.
56:40Oke.
56:41Sebenernya.
56:42Dari sekian.
56:51Ini sebenernya aku ada 2 akun sih.
56:55Ini yang baru ya.
56:56Soalnya yang lama.
56:57Aku nggak subscribe Notion Pro.
56:58Jadi udah limit gitu.
56:59Nah ini.
57:00Ada beberapa video yang sebenernya ready to film.
57:01Cuma nggak aku execute-execute.
57:02Karena aku ngerasa.
57:03To be honest.
57:04Kan lagi ya.
57:05Motivasi kok.
57:06Gue bikin kontennya.
57:07Oke.
57:08Jadi.
57:09To be honest.
57:12Kan lagi ya.
57:13Motivasi kok gue bikin konten itu.
57:14Coming dari diriku sendiri gitu.
57:15Karena aku ngerasa nggak engage lagi sama konten ini gitu.
57:18Kayak.
57:19Kayaknya nggak seperti itu buat di share deh gitu.
57:21Nah makanya itu.
57:23Atau yang ini doang.
57:24Ini berhenti di research planning doang.
57:26Aku nggak ada apa ya.
57:29Lanjutannya lagi.
57:30Nggak.
57:31Nggak ada courage.
57:32Untuk melanjutkan ini.
57:33Nggak lemuh punch-nya.
57:34Nggak lemuh hook-nya.
57:35Nah.
57:36Itu dia.
57:37Kayak nggak nge-click aja gitu.
57:39Dan.
57:40Ya udah gitu.
57:41Nggak.
57:42Nggak.
57:43Akhirnya nggak aku execute sih.
57:44Itu.
57:45Jadi.
57:46Hal-hal kayak gitu.
57:47Atau.
57:48Kayak.
57:49Mulai script.
57:50Tapi kayaknya di tengah jalan.
57:53Nggak ini deh.
57:54Itu.
57:55Itu.
57:56Possible sih.
57:57Atau.
57:58Nanti.
57:59Kalau kata dari Baika.
58:00Punya banyak ide gitu.
58:01Tapi.
58:02Akhirnya nggak kayak execute.
58:03Kayak execute.
58:04Itu juga ada.
58:05Banyak banget.
58:06Apakah itu akan dieksekusi?
58:07Belum tentu juga.
58:08Itu.
58:09Oke.
58:10Oke.
58:11Kadang-kadang kan kita apa ya.
58:14Apalagi kan ini bukan pekerjaan utama gitu kan.
58:16Pekerjaan iseng gitu sampingan lah ya.
58:18Kita tuh wah kayaknya seru nih bahas konten ini.
58:22Kan biasanya tuh motivasinya itu.
58:24Adalah mulai dari yang tadi kan.
58:26Kalau misalkan dari ideation.
58:27Terus reset.
58:28Terus habis itu scripting.
58:29Recording.
58:30Sampai publishing gitu kan.
58:31Editing.
58:32Publishing.
58:33Nah kalau yang Mas Dani lakukan kan.
58:36Batching gitu ya.
58:37Jadi kalau misalkan kepikiran ide.
58:38Ya udah tulis aja scriptnya dulu.
58:40Terus tiba-tiba pas mau record.
58:42Kayaknya nggak seru nih.
58:43Ngomongin ini udah lewat.
58:44Mungkin hype-nya gitu.
58:46Atau apa gitu.
58:47Udah nggak seru lagi untuk dibahas.
58:48Berarti banyak kejadian kayak gitu ya.
58:50Kekurangan dari proses batching gitu.
58:52Mungkin itu kali ya.
58:54Iya.
58:57Benar sih.
58:58Itu.
59:00Itu beberapa kali aku alamin.
59:03Memang seperti itu.
59:05Apa ya.
59:08Aku ngerasa.
59:09Kalau aku coba refleksikan kembali dan observasi.
59:11Dari beberapa video yang nggak aku execute.
59:13Rata-rata kayak.
59:16Dan ini lagi-lagi apa personal sih.
59:20Aku ngerasa.
59:21Nggak sepenting itu buat di-share gitu.
59:23Karena lagi-lagi.
59:25Aku bikin konten tadi kan.
59:27Total dari klasik internalku aja kan.
59:30Untuk share hasil belajar.
59:32Dan lain sebagainya gitu.
59:33Oke.
59:37Wah.
59:39Ngefreeze, ngefreeze.
59:40Ngefreeze lagi nih.
59:41Ngefreeze dulu.
59:43Kayaknya ada.
59:45Ini.
59:47Apa namanya.
59:48Ada masalah jaringan kayaknya.
59:50Ini kita baca-baca komentar dulu ya.
59:52Komentarnya banyak kan ini ya.
59:55Tech Bro Influencer.
59:57Terus.
59:59Ini juga pertanyaan yang bagus nih.
1:00:01Ngomongin engagement.
1:00:03Engagement.
1:00:04Kalau bahas teknikal kan.
1:00:05Biasanya engagement-nya nggak terlalu.
1:00:07Gede ya.
1:00:09Ini.
1:00:10Mas Dhani ini bisa.
1:00:12Punya account.
1:00:13Dan apalagi kalau kayak tiktok gitu kan.
1:00:15Algoritma-nya juga.
1:00:18Mutusin itu kan.
1:00:19Mau ditunjukin ke siapa aja.
1:00:21Ke berapa banyak orang.
1:00:22Betul.
1:00:23Betul.
1:00:24Dan.
1:00:25Dicapai dalam waktu singkat.
1:00:27Dia kan mulainya dari kapan itu.
1:00:29Kayak.
1:00:30Dari.
1:00:31Tahun.
1:00:32Nggak.
1:00:33Nggak selama.
1:00:34Kayak kalau pas Sandika Gali kan udah lama kan.
1:00:36Gitu kan.
1:00:37Udah dalam waktu yang panjang dan.
1:00:39Apa namanya konsisten.
1:00:41Gitu kan.
1:00:42Kalau ini kan kayaknya baru ya.
1:00:44Jadi programmer aja baru.
1:00:46Video pertama 2000 tahun.
1:00:483 tahun.
1:00:49Jadi kurang lebih dalam waktu singkat.
1:00:53Tapi mungkin itu cerminan apa ya.
1:00:55Kalau.
1:00:56Karena tiktok tuh kayak lebih.
1:00:58Kontennya banyak banget kan.
1:00:59Jauh.
1:01:00Dari segi.
1:01:01Quantitas ya.
1:01:02Bukan kualitas.
1:01:03Quantitas kan.
1:01:04Jauh lebih masif.
1:01:05Daripada YouTube kan.
1:01:06Banyak kan.
1:01:07Semua orang bikin.
1:01:08Nggak tau mungkin.
1:01:09Kayak.
1:01:10Turn over-nya jadi.
1:01:11Lebih cepat.
1:01:12Nggak ngerti.
1:01:13Ada hubungannya kok kan.
1:01:14Iya.
1:01:17Gak tau.
1:01:18Itu yang harus kita panyakan.
1:01:19Karena.
1:01:20Iya.
1:01:21Karena kan.
1:01:22Konten edukasi.
1:01:24Yang istilahnya.
1:01:25Needs untuk.
1:01:27Pihak tertentu.
1:01:30Ya ini tertentu gitu kan.
1:01:32Udah gitu.
1:01:34Teknis.
1:01:35Bahas teknikal.
1:01:36Itu kan.
1:01:38Kita harus bersaing sama.
1:01:39Konten-konten yang banyak gimmick.
1:01:40Dan lain-lain yang entertain kan.
1:01:42Yang lucu-lucuan kan.
1:01:43Itu.
1:01:44Challengingnya disana kali ya.
1:01:47Seberapa.
1:01:48Orang mau engage.
1:01:50Dengan video teknikal.
1:01:52Dibandingkan orang mau engage dengan video.
1:01:54Joget misalkan.
1:01:55Yang apa.
1:01:58Hiburan gitu.
1:01:59Itu tadi mandi lumpuh.
1:02:00Atau.
1:02:01Atau cari luncannya aneh-anehnya.
1:02:03Iya.
1:02:05Karena kan orang bukan social media.
1:02:06Buat nyari hiburan kan.
1:02:07Bukan buat.
1:02:08Bukan hanya buat belajar.
1:02:09Tapi.
1:02:10Kalau misalkan awalnya.
1:02:11Pengen belajar.
1:02:12Terus tiba-tiba ada channel hiburan.
1:02:13Pasti yang dilihat video kucing dulu kan.
1:02:15Ya tapi kan.
1:02:19Untuk developer.
1:02:20Cari hiburan.
1:02:21Tapi.
1:02:22Temu konten web dev.
1:02:23Yang dianggap apa.
1:02:24Bermanfaat.
1:02:26Ya ringan.
1:02:27Tapi bermanfaat.
1:02:28Dan ngasih nilai lebih.
1:02:29Ya pasti kan.
1:02:30Di like.
1:02:31Di subscribe.
1:02:32Dan engagement lainnya.
1:02:34Oke.
1:02:37Kita tunggu beberapa menit ya.
1:02:41Ini Mas Dani baru ngabarin katanya.
1:02:43Tiba-tiba.
1:02:44Telekom selenya hilang.
1:02:45Tadi.
1:02:46Waktu diawal.
1:02:47Sempat mati pertama.
1:02:48Dari wifi.
1:02:49Gengguan.
1:02:50Terus habis itu pindah ke tethering.
1:02:52Telekom selenya hilang.
1:02:54Tiba-tiba.
1:02:55Kita tunggu beberapa menit.
1:02:56Waduh.
1:02:58Kalau.
1:03:01Kalaupun gak bisa join lagi.
1:03:03Setidaknya kita udah.
1:03:04Dikasih.
1:03:05Banyak.
1:03:06Secret.
1:03:07Recipe ya.
1:03:08Luar biasa ya.
1:03:09Banyak banget.
1:03:10Sharingnya.
1:03:11Cuma yang sayang.
1:03:12Yang.
1:03:13Pertanyaan kedua dari terakhir sih nih.
1:03:14Apa.
1:03:15Belum sempet.
1:03:16Kejawab.
1:03:17Kalau soal apa.
1:03:18Pertanyaan-pertanyaan yang kita punya di list.
1:03:21Juga kan.
1:03:22Mostly udah.
1:03:23Udah kejawab.
1:03:24Secara langsung.
1:03:25Atau gue langsung.
1:03:26Akhir komennya jamar.
1:03:28Coba tuh.
1:03:29Cita-cita jadi viral.
1:03:31Cita-cita jadi viral.
1:03:33Jadi viral itu.
1:03:34Sebenarnya.
1:03:35Tidak terlalu susah.
1:03:37Bisa.
1:03:38Bukan dengan cara yang baik.
1:03:39Bukan dengan cara yang tidak baik.
1:03:41Tinggal pilih aja.
1:03:42Ya.
1:03:43Mau jadi apa.
1:03:44Edukator.
1:03:45Atau mau jadi.
1:03:46Jadi kriminal.
1:03:47Cepet tuh viralnya.
1:03:48Tapi jangan lah ya.
1:03:49Berbuat jahat tuh.
1:03:50Apalah live streaming apa.
1:03:51Coin Jagat.
1:03:52Coin Jagat.
1:03:53Sudah ada sinyalnya.
1:03:54Hilang sinyalnya.
1:03:55Ini balik ke wifi lagi atau gimana.
1:03:56Ini balik wifi.
1:03:57Tiba-tiba random banget.
1:03:58Hilang.
1:03:59Sinyal telekomsel.
1:04:00Waa.
1:04:01Padahal.
1:04:02Terima kasih.
1:04:03Sampai ketemu lagi.
1:04:04Sampai ketemu lagi.
1:04:05Tiba-tiba bisa hilang gitu ya.
1:04:16Selain mati lampu sering gak sih.
1:04:25Kejadian mati lampu.
1:04:26Akhir-akhir ini udah jarang.
1:04:27Tapi dulu sering.
1:04:28Cuman sekarang udah kayak.
1:04:29Kayaknya.
1:04:30Kalau gak hujan deres dan itu sampai angin gitu ya.
1:04:40Biasanya gak mati lampu sih.
1:04:42Tapi kalau biasanya mati lampunya sekarang ketika kayak gitu.
1:04:45Ya.
1:04:46Tadi sambil menunggu kita bahas ini nih komentar dari Debbie.
1:04:52Kalau bahas teknikal gitu engagementnya bisa rame.
1:04:55Tentang apa materinya kebanyakan tentang apa dan gimana caranya.
1:05:01Karena kan yang tadi ya sempet saya bilang.
1:05:03Kita itu konten edukasi dan teknikal ini bersaing dengan konten gimmick.
1:05:09Konten mandi lumpur, kucing dan lain-lain yang hiburan gitu.
1:05:13Gimana caranya bisa mendapatkan engagement yang cukup gitu.
1:05:17Ada tipsnya gak?
1:05:19Oke.
1:05:20Oke.
1:05:21Oke.
1:05:25Ini suaraku udah aman ya sebelumnya?
1:05:27Suara aman.
1:05:29Tapi videonya kapat-kapat.
1:05:30Gak apa-apa.
1:05:31Lanjut aja.
1:05:32Oke.
1:05:33Gak apa-apa.
1:05:35Jadi nah itu memang salah satu tantangan yang aku ngerasa.
1:05:41Aduh.
1:05:43Halo-halo Mas.
1:05:45Iya lanjut-lanjut.
1:05:47Suaranya aman, suaranya aman.
1:05:51Oh mungkin itu.
1:05:53Oh gitu.
1:05:55Oke.
1:05:57Kalau gak videonya dimatiin aja.
1:05:59Jadi kita audio aja.
1:06:01Gak apa-apa juga sih.
1:06:03Audionya cukup lanjar kok.
1:06:05Oh ini lagi switch kali ya.
1:06:09Lagi switch.
1:06:11Lagi switch kayaknya.
1:06:13Nah udah nih.
1:06:15Nah udah aman.
1:06:17Oke jadi itu memang salah satu.
1:06:21Apa ya aku?
1:06:23Lanjut-lanjut.
1:06:25Aku ngerasa itu memang salah satu tantangan kita sebagai content creator yang fokus di bidang edukasi gitu ya.
1:06:31Nah tapi basically aku ngerasa baru menemukan formula itu ketika aku tadi.
1:06:37Again aku coba cari formulanya.
1:06:39Aku ikutan bootcamp-nya si Agung Hapsa itu.
1:06:41Nah itu sebenarnya apapun format videonya, entertainment segala macem.
1:06:49Kunci dari mana engagement itu tinggi ketika video tersebut itu ada unsur emosinya.
1:06:59Showing emotions gitu.
1:07:01Kalau misalnya kita lihat konten-konten lucu, entertainment gitu.
1:07:03Itu ada emosi yang kita dapetin.
1:07:05Konten bayi, lucu gitu.
1:07:07Atau kayak konten drama biasanya karena emosi apa gitu.
1:07:10Atau biasanya ada storytelling-nya kayak gitu juga.
1:07:13Nah bagiku gimana caranya aku showing emotion terhadap ketika aku ngajar tadi ya di konten-konten edukasi.
1:07:21Itu aku mencoba untuk sebisa mungkin ekspresif gitu sih mas.
1:07:28Karena aku ngerasa itu nular gitu.
1:07:30Ini kalau misalnya kita coba lihat ini mas ya.
1:07:32Aku coba share lagi ya.
1:07:34Bakal beda banget sih.
1:07:39Misalnya kita coba beda salah satu script gitu ya.
1:07:44Misalnya yang ini deh.
1:07:49Oh yang ini nih.
1:07:51Tunggu ya.
1:07:52Docker.
1:07:53Nah ini Optimize Docker Image Workshop.
1:07:59Nah kalau misalnya kayak gini ya.
1:08:04Nah makanya gak jarang kenapa youtuber-youtuber itu banyak yang lebay.
1:08:12Karena sebenarnya bener itu showing emotion gitu.
1:08:16Kalau dalam konteks ini, ini literally ya.
1:08:20Makanya orang teman-teman sekitar ku tuh ngerasa aku beda aku di konten dengan kehidupan nyata mas.
1:08:25Karena bayangin dengan aku baca kayak gini ya.
1:08:28Aku tuh kayak gini mas.
1:08:29Gimana caranya Optimize Docker Image yang se ekspresif itu gitu.
1:08:33Dan memang terkesan lebay.
1:08:35Tapi aku ngerasa dari hal itulah yang bisa bikin engagement sama penonton.
1:08:40Dan dia mau untuk stay di konten kita lebih lama gitu.
1:08:43Ya gue coba praktekin ya.
1:08:45Pasti beda banget mas.
1:08:46Gimana caranya Optimize Docker Image yang semula ses nya tuh segini.
1:08:51Hingga bisa jadi jauh lebih kecil segini gitu.
1:08:54Kira-kira apa teknik yang bisa diimplementasikan.
1:08:58Dan hal apa, nah itu semua aku pertimbangkan, tinggi nadanya, temponya.
1:09:05Kemudian kapan aku harus menekankan sebuah kata.
1:09:08Dan ekspresi apa yang harus aku tunjukkan dan lain sebagainya.
1:09:12Itu part of gimana caranya aku menyampaikan informasi yang edukatif.
1:09:16Tapi at the same time itu juga enjoy untuk, apa ya, enjoy dan engage untuk stay di videoku gitu.
1:09:27Nah itu kita bisa showing emotions.
1:09:29Itu salah satu formulanya.
1:09:31Every viral video biasanya ada unsur emosinya.
1:09:34Karena kita di dunia teknis biasanya mikir kayak kita tuh bidang yang yaudah kita gak perlu pisah sama human emotion.
1:09:44Ya gak perlu menakjakan emosi gitu ya.
1:09:47Itu dia.
1:09:49Itu sih kayaknya yang mengisi disana.
1:09:51Benar.
1:09:53Iya ya, benar juga ya kalau diperhatikan jadi kayak kalau di videonya Mas Dady ini kayak lagi marah-marah gitu.
1:10:00Maksudnya penekanan gitu, apa ada penekanan di kata-kata atau di kalimat tertentu gitu ya.
1:10:09Tapi kan bahkan di Youtube pun yang formatnya bukan short form ya, itu berlaku banget sih.
1:10:14Makanya yang kayak apa, si Theo Prime, Prima Gen.
1:10:19Yang berapi-api gitu kan.
1:10:24Mungkin sebetulnya mereka kalau di dunia nyata secara pribadi ya mungkin gak sebegitunya ya.
1:10:29Gak tau gak kan, cuma jangan-jangan itu emang buat content.
1:10:35Itu ya, Prima Gen itu kan ekspresif banget ya.
1:10:38Dia teria pun teriak.
1:10:40Ya ekspresif, kata-katanya ekspresif ya.
1:10:43Terus gimana caranya supaya bisa begitu, ada trik tertentu gak supaya bisa ngomongnya kayak gitu?
1:10:51Kursus theater, gak.
1:10:55Atau minum apa kayak minum gula yang banyak biar over high gitu.
1:11:02Harus minum apa?
1:11:07Gimana ya, aku juga bingung sih.
1:11:11Tapi menurutku yang paling penting itu adalah kemampuan kita reasoning dan juga improvisasi sih.
1:11:23Dan itu aku dapetin dari baca buku.
1:11:27Jadi kadang kalau dalam konteks novel gitu.
1:11:31Aku tuh juga secara tidak langsung kadang mencoba untuk mengungkapkan dialog yang terjadi di sana gitu.
1:11:37Atau dari baca buku juga aku ngerasa kayak aku bahas satu hal gitu.
1:11:43Itu bisa ngobrol 2 menit aja itu bisa gitu tanpa aku pernah mikir gitu.
1:11:48Atau bikin caption atau tadi script yang aku tulis itu sebenarnya kenapa aku bisa ngerasa kayak gitu.
1:11:52Karena sumber kosa kataku yang begitu banyak dari aku yang aku dapetin dari buku-buku gitu.
1:11:57Dan how I connecting the dots between konsep ini dengan yang lainnya gitu.
1:12:02Nah termasuk ini juga Mas, kayak aku ngerasa jadi storytelling juga elemen penting yang menurutku tidak harus kita include di video edukasi kita sih.
1:12:13Semua videoku mostly aku rata-rata itu selalu berangkat dari yaudah problem.
1:12:19What's the problem?
1:12:21Kemudian aku coba untuk glorifikasi.
1:12:24What happen kalau misal problem ini masih exist gitu ya?
1:12:28Terus solusinya apa gitu?
1:12:30Biasanya dari aku di kontenku kan ada hooks, background, makanya gue kasih background dulu konten.
1:12:36Nah itu sebenarnya part of storytelling gitu.
1:12:39Tapi in the simple way.
1:12:41Kalau misal storytelling yang lebih kompleks kan kalau di film ataupun di mana pun itu kan mayan banyak ya.
1:12:47Oke ini ada karakter yang dia punya tujuan, kemudian dia punya halangan ini akhirnya gini-gini.
1:12:52Gini-gini, enggak. Tapi biasanya aku selalu struktur kontenku kayak gimana caranya dia menjawab sebuah permasalahan gitu.
1:13:03Kayak misal yang tadi aku bahas soal nge-prune node module sebiar gak gede amat gitu ya ketika di runtime dockernya gitu.
1:13:13Aku selalu bangkat dari permasalahan. Apa permasalahannya docker image size kita gede gitu, bergiga-giga.
1:13:19Padahal kita punya, bayangin kita cuma punya 10 endpoint di back-end application kita tapi size dari docker image kita bisa bergiga-giga.
1:13:27It doesn't make sense gitu kan.
1:13:29Nah itu dari situ aku biasanya berangkat dari problem, aku glorifikasi, kemudian iya ini loh solusinya gitu.
1:13:37Oh berarti kayak ada apa ya, Mas Jani itu melakukan percakapan dengan diri sendiri gitu ya, ngobrol berdua gitu tapi dengan diri sendiri gitu. Gitu gak sih? Enggak.
1:13:49Kind of kayak gitu sih. Makanya ketika, sebenarnya part of paling tadi ya dari rangkaian semua, the entire process of creating konten ini tadi.
1:14:01Yang aku merasa paling menyenangkan itu ketika bikin script Mas.
1:14:05Karena ketika bikin script itu aku juga sekaligus membayangkan bagaimana nanti aku melafalkannya, bagaimana nanti aku mengucapkan dan meng...
1:14:15Aduh tadi itu seru banget sumpah.
1:14:17Oh gitu, oh jadi nulis script itu sambil ngomongin, sambil diomongin gitu, dalam hati atau dibayangkan gitu ya?
1:14:25Ya, ya itu aku ngomong dengan.
1:14:27Itu dari proses nulisnya.
1:14:29Itu gak ditulis di scriptnya, ini emosinya harus begini, penekanan di sini gak ada ya, gak ada cue kayak gitu ya, gak ada annotation apa gitu gak ada ya?
1:14:37Gak sih.
1:14:38Itu natural aja berarti?
1:14:39Gak sih.
1:14:40Karena nulis jadi udah bayang ya, kayak udah kerasa sendiri jadi dapet instinknya karena dalam proses, ya kayak dalam proses reflow nulis itu kan.
1:14:50Ya dari nulisnya itu langsung kebayang gak kok?
1:14:53Oke, oke.
1:14:54Benar, benar.
1:14:55Iya, iya, iya.
1:14:57Nah ada satu problem yang apa ya, yang tadi ya ngomongin storytelling, ngomongin emotion.
1:15:05Apa, kalau saya misalkan presentasi di depan teman-teman, kata-kata Deves Surabaya kemarin.
1:15:14Itu entah engagementnya antara ngomong di depan orang dengan ngomong di depan kamera itu bisa beda jauh gitu.
1:15:22Kalau saya ya, ini problem saya gitu.
1:15:25Karena kalau ngomong di depan orang kita bisa lihat ekspresi orang-orang, ekspresi menonton.
1:15:30Oh dia gak ngerti, oh iya kita tekan kan di bagian sini, kita ulang lagi di bagian sini kayaknya dia gak ngerti gitu kan.
1:15:36Sama aja kayak ngajar atau lagi live-coding gitu.
1:15:39Tapi kalau pas di depan kamera karena gak ada feedback, gak ada feedback loop, gak ada yang bisa kita lihat ini bener gak sih saya ngomongnya gini?
1:15:50Saya ngomongnya belibet atau gak sih? Karena kadang-kadang kalau kita ngomong secara natural, kadang kita gak bisa mendengar apa yang kita ucapkan kan.
1:15:59Yang bisa orang, orang lain kan.
1:16:01Nah itu gimana menyikapinya supaya di kamera itu bisa kelihatan emosinya gitu.
1:16:06I see, ya ya that's very good question ya sih.
1:16:14Ah kayaknya ini sih, aku jujur gak pernah memikirkan itu ya.
1:16:22Tapi kalau misal aku rasa, kalau Mas Riza notice, Mba Eka juga, di setiap videoku gak ada yang aku cuman nampilin screen record VS Code doang atau apapun itu.
1:16:35Pasti nyampil satu kotak videoku gitu.
1:16:38Dan itu kayaknya lumayan gede sih. Nah itu kayaknya part of aku showing bagaimana aku mengekspresikan terhadap sesuatu dan lain sebagainya kayak gitu.
1:16:50Dan juga menurutku yang gak kalah pentingnya sih dari sound ya, dari audionya itu kan sebenarnya aku juga bener-bener mengekspresikan itu dengan dalam tanda kutip, lebih in a good way.
1:17:05Jadi kayak temponya aku pikirkan, kata apa yang harus aku tekankan sehingga itu.
1:17:13Nah itu itu sih, dan itu sama kayaknya sama persis ketika aku ngajar juga offline ataupun online gitu, aku selalu mencoba untuk itu.
1:17:23Makanya kadang aku juga gampang house banget tuh, karena memang, ya kayak gitu.
1:17:28-Memungumnya berapi-api gitu ya? -Iya.
1:17:35Tapi itu emang dari awal kayak udah ada instinct kayak gitu, maksudnya it comes naturally, atau dulunya fail tapi maksudnya trial and error,
1:17:44sekian video pertama belum kayak gitu, makin lama makin lama makin dapet feelnya, atau gimana?
1:17:53Hmm, iya iya iya. Kayaknya at first aku naturally kayak gitu ya, tapi ada video-ku yang di awal-awal tuh kayak aku datar doang sih kalau kulihat ya.
1:18:04Tapi setelah aku ya tadi belajar dari bootcamp Montana itu tadi, itu ya akhirnya aku memutuskan untuk every single video yang aku record,
1:18:13aku harus ekspresif, aku harus lebay sehingga bisa engage sama audiencenya.
1:18:19Part of showing emotions gitu. Kayak aku mengglorifikasikan problem, aku pasti nada tinggi atau kayak gimana kayak,
1:18:27"Eh ini loh masalahnya" gitu, "Eh kebayang gak sih?" gitu. Kayak gitu.
1:18:33Oke oke, kebayang-kebayang. Jadi ada proses latihan membaca script dulu atau langsung record?
1:18:42Skriptenya udah dibuat, udah jadi nih, udah kebayang emosinya gimana. Terus langsung record atau rantur dulu?
1:18:49Kayak diomongin dulu, "Oh ini kurang ini" atau apa gitu.
1:18:53Iya, iya bener sih. Jadi aku itu sih mas bener, kata Mas Liza dulu.
1:18:56Jadi aku, tapi gak selama itu juga latihannya sebenarnya, jadi apa yang aku lakukan, ketika aku udah bikin script,
1:19:03terus sampe akhir, aku coba baca dari awal sampe akhir itu. Kayak kira-kira nanti bakal kayak gimana gitu.
1:19:12Dan barulah ketika aku udah, karena gini, dari script yang aku tulis, itu kan aku potong-potong pasti ya.
1:19:25Nah menyambungkannya itu, biar itu terkesan smooth dan juga gak terkesan kalau itu dipotong dan gak ada konteks.
1:19:34Itu aku juga perlu memikirkan gimana nyambung nada antara yang dipotong disini dengan yang disini gitu, yang di video selanjutnya.
1:19:42Nah makanya aku selalu simulasikan, ketika aku udah bikin script, aku coba bacakan secara keseluruhan.
1:19:49Gak, oh ya ini nyambung sih. Makanya pasti biasanya di transisi antara video, aku kasih awalan gitu.
1:19:59Misalnya selain itu kita juga bisa, selain itu doesn't matter, tapi dalam konteks yang sebelumnya,
1:20:09jadi nyambung gitu ya. Benar, moreover lebih dari itu gitu, atau and whatever gitu.
1:20:19Jadi cue-nya sebenarnya kata-kata ya, bukan cue dalam bentuk anotasi atau apa gitu ya.
1:20:26Cuman bahkan kalau gak dikasih tau sekarang ini, aku tuh gak bakal tau bahwa itu kayak kepisa-pisa sih,
1:20:34ya selama ini orang-orang bikin video-video dari awal sampe akhir beneran.
1:20:39Tadi kan lihat ya, itu banyak banget video yang potong-potong kan.
1:20:43Tapi kalau film itu kayak scene ya, kayak adegan satu, adegan dua gitu ya.
1:20:50Terkesan itu cuman satu kali tik doang, padahal sebenarnya banyak banget.
1:20:56Padahal effort-nya sangat eksplorasi.
1:21:00Justru sebenarnya, ini tergantung orang ya, justru sebenarnya effort-nya kayaknya kalau buat kita,
1:21:05buat saya terutama itu justru lebih kecil daripada harus take video yang...
1:21:10Perfek dari awal sampe akhir dan natural biar bisa nyampein semuanya.
1:21:16Justru lebih enak yang begini step-by-step, sedikit satu, keberapa, 10 detik berhenti, atau 2-3 detik berhenti,
1:21:232-3 detik berhenti. Cuman mungkin effort yang agak lebihnya ke arah...
1:21:29Scriptwriting tadi, makanya kan apa? Kayaknya semua kreativitasnya diarahin bukan pas imprompuh pas recording-nya,
1:21:38tapi diarahin pas scriptwriting sama ngebayang-bayangin apa? Ngejait-jait bagian-bagian.
1:21:44Ya, bener-bener banget sih, itu sebenarnya pas proses itu.
1:21:50Record itu kayak apa ya? Yaudah, cuman mengimplementasikan apa yang ada di script yang udah ditulis gitu.
1:21:58Berarti proses penulisan script itu bisa lebih panjang daripada merekam itu sendiri ya, proses rekaman itu sendiri?
1:22:06Ya, kayaknya kurang lebih sama sih, Mas.
1:22:16Tapi definitely bikin script itu aku lumayan lama, karena aku, ya tadi ya, perlu memikirkan,
1:22:21"Okay, gimana aku nge-structurize konten ini? Background-nya apa? Problem yang aku mau bawa apa? Glorifikasi problemnya gimana?"
1:22:29Sehingga dia menjadi sebuah story gitu.
1:22:33Dan itu open edit ya, maksudnya pas itu kan belum kebayang kan kelimat selanjutnya apa, kayak exactly step-step-nya apa,
1:22:40masih open edit kemana-mana. Kalau recording kan udah ada scriptnya.
1:22:44Iya, bener, recording tuh, nah cuman aku biasanya pas recording itu ya perfectionis sih gitu.
1:22:51Jadi kayak ada satu hal yang kayak, kayaknya nggak sesuai dengan apa yang ada di benaku gitu.
1:22:57Even if itu sebenarnya udah mengucapkan apa yang ada di script, tapi aku ngerasa ini kayaknya kurang ditekankan deh.
1:23:05Tapi kayaknya kurang gitu ya. Nah, kayak gitu. Nah, akhirnya aku take ulang, Mas.
1:23:10Nah, kayak gitu. Jadi recording takes time gara-gara itu, scripting ya proses, ya denger tadi, proses kreativitasnya itu di scripting tadi sih.
1:23:22Hmm, maksudnya fokus utamanya di arah scripting ya?
1:23:29Ya. Wow. Kayak aku nggak tahu ya, kayaknya jarang ada orang yang impromtu terus bisa langsung engage gitu sih.
1:23:42Dan aku nggak tahu ya, kayak aku ngerasa ketika udah dibikin script tuh kayak pembahasannya itu kontekstual nggak kemana-mana.
1:23:53Karena aku jadi bisa menyeleksi hal yang nggak berkaitan dengan konteks pembahasan ini tuh apa gitu sih.
1:23:59Sehingga dikemas menjadi sebuah short video yang concise gitu, itu bisa tetap ke-deliver value dan apa ya, esensi dari topiknya gitu.
1:24:09Ya, kuncinya di situ sih untuk, terutama untuk short video ya.
1:24:13Kalau untuk yang video panjang, mungkin kita masih bisa ngalur ngidul sedikit gitu ya.
1:24:18Agak kemana-mana, tapi abis itu balik lagi.
1:24:21Tapi kalau untuk yang pendek udah nggak bisa, udah nggak ada waktu.
1:24:25Yang pendek buat orang-orang yang target jenis aplikasi yang emang attention span-nya juga pendek.
1:24:34Bener. Tapi aku penasaran deh, Mas Liza sama Mbak Eka juga ketika, aku ngerasa ketika nulis medium artikel ataupun apapun itu nulis gitu ya,
1:24:45itu juga prosesnya kayak gitu kan, maksudnya kita perlu pikirin, maksudnya gimana mengkoneksikan korelasi antara,
1:24:53oke aku Alenia pertama ke Alenia keduanya, kemudian klimaksnya nanti disolusinya seperti apa segala macam, kayak gitu juga kan harusnya ya.
1:25:02Ya, tapi kan space-nya animasi deh, ya maksudnya apapun itu kan nulis kayak gitu.
1:25:09Sama apa ya, kalau tertulis, itu kan orang fokusnya bukan di penyampaiannya, bukan kita nyampaiannya gimana,
1:25:17yang tadi kayak suara harus meninggi dimana, kayak itu nggak penting.
1:25:21Tapi biasanya orang lihat bullet point apalah misalnya daftar fitur apa, atau contoh kodonya.
1:25:28Jadi kayak orang bisa bebas scroll up, scroll down, atau langsung scroll down, langsung cari contohnya.
1:25:35Kalau nggak jelas, bisa find in page kan, bisa comment app, misalnya ada keyword yang pengen kita pelajarin,
1:25:44ya udah kan lihat contoh kodonya, bingung, tinggal cari keyword itu kayak fokus orang itu bukan di delivery-nya,
1:25:52tapi di beneran technical part-nya kan, kecenderungan.
1:25:59Betul, itu juga problem yang saya alami, karena ketika saya merekam video dengan membaca script, itu jadi kaku.
1:26:08Walaupun, ya karena memang biasanya yang seperti awalnya saya sempat lakukan yang seperti Mas Dhani lakukan.
1:26:14Jadi bikin script dulu, apa yang mau diomongin itu ditulis semuanya kata-perkata,
1:26:19terus habis itu entah itu dibaca pakai teleprompter, lihat layar, ataupun dihapal, dihapal perkalimat gitu.
1:26:30Tapi jatuhnya karena pakai script, kata-perkata jadi kurang natural, jadi kayak baca berita, feedback yang saya dapat seperti itu.
1:26:39Akhirnya saya memutuskan untuk pakai outline aja, pakai bullet point apa topik yang mau diomongin,
1:26:45tapi kadang itu malah ngelantur kemana-mana gitu. Tiba-tiba ngeblank, gak tahu kata-kata yang mau dikeluarin apa gitu, itu sering.
1:26:54Jadi ada plus minusnya juga, dan saya belum bisa mendapatkan formula yang cocok buat saya gitu aja sih.
1:27:00I see, kebayang sih. Aku juga pernah kayak gitu sih.
1:27:05Benar, iya. Itulah problem yang saya alami selama ini tuh. Tapi ada satu channel teknikal,
1:27:17gak apa ya, saya gak tahu, mungkin dia menggunakan apa ya, dia hanya gak pakai video, gak pakai muka,
1:27:26cuma pakai animasi, fire ship tau kan ya? Fire ship. Oh fire ship tau, iya. Nah dia engaging in his own way sih.
1:27:35Kenapa? Gak, kalau menurutku itu dia bikin engagement, memicu emosi, pokoknya segala hal-hal tadi,
1:27:44tapi kayak dia benar itu unik banget sih, itu orang, dia melakukan itu semua dengan caranya sendiri, ya walaupun tanpa muka dia.
1:27:54Storytelling gitu ya, lebih ke storytelling-nya ya. Iya, storytelling. Sama ini juga.
1:28:00Rekensi yang ekstrim, yang mengada-ada, maksud saya yang di luar nurul, developer pada umum.
1:28:07Tetap lebay dengan caranya sendiri gitu ya, gak lebay dengan cara pengucapannya gitu ya, dengan ekspresinya,
1:28:13tapi lebay dengan animasi-animasi dan visualnya dia kali ya.
1:28:19Iya, itu kan gila ya, menurutku video macam fire ship tuh editing-nya pasti takes time sih,
1:28:25dia harus transisinya kayak gimana, ngambil resource, stop video-nya, segala footage-nya yang harus dia lampirkan,
1:28:33itu, wah gitu, itu aku ngelihat.
1:28:35Terus dipekan luar perkara coding, dia up to date sama semua meme aneh-aneh dan trend-trend yang pokoknya,
1:28:41dia selalu nyelingin, dia 50/50 hal teknis, kadang ngerosting ya, itu kan apa, itu juga cara nimbulin emosi kan,
1:28:51ngerosting yang berlebihan, tapi terus dengan 50 persennya lagi meme atau apalah trend online yang aneh-aneh lah,
1:28:58template-template online atau apa, dia itu berarti harus up to date selain teknis programming,
1:29:06dia harus selalu up to date dengan trend meme ya.
1:29:09Iya betul, memilih apa, kayak sound effect yang tepat dengan memes-nya gitu ya, itu susahnya luar biasa itu.
1:29:21Tapi ada kelebihan kalau menggunakan format seperti fire ship yang tidak menampilkan wajah,
1:29:29kayaknya lebih gampang untuk record-nya kan, jadi kalau misalkan mengulang pun,
1:29:34atau bisa sambil baca skrip pakai kertas itu pun bisa nggak ngeliat ekspresi kan.
1:29:39Benar.
1:29:40Tapi editing grafisnya jadi lebih banyak, maksudnya lebih take-time kan?
1:29:46Iya benar, editing-nya itu take-time banget tuh.
1:29:49Iya, kalau itu berarti beratnya di editing.
1:29:52Sama nyakin kayak contoh foto itu kan, kayak nyelingin pembahasan, misalnya kayak contoh fode sama yang beneran konten bercandaan atau gambar apa pelajar,
1:30:04atau gambar borat, atau gambar apalah pokoknya, itu kan berarti harus kayak di-planning juga kan, itu dia bikin kayak skrip-skrip,
1:30:13kapan masukin image, stock image-nya harus banyak, kapan ngerekam yang bagian kodenya.
1:30:21Betul, betul. Tantangannya masing-masing ada tantangan sendiri-sindiri ya.
1:30:27Sebenarnya banyak hal sih menurutku untuk gimana caranya kita menyelipkan emosi, atau membangun emosi dalam video kita gitu.
1:30:39Selain aku mencoba untuk ekspresif, sebenarnya salah satu hal yang paling kamen, dan menurutku juga itu,
1:30:46apa kayaknya bawaan kita manusiawi gitu, itu ada dua. Jadi kita bisa kontradik, mengkontradiksi atau mengkonfirmasi opini orang.
1:30:57Makanya gak heran kadang konten-konten yang stitch gitu ya. Oh misalnya ada yang bilang nih, eh PHP sampah gak apa, lambat gitu ya.
1:31:06Udah aku stitch nih. Sebagai orang yang PHP, eh ternyata gini-gini, nah itu somehow engagement bisa tinggi gitu.
1:31:12Ternyata kita ada kontradiksi di situ. Atau gak harus kontradiksi juga. Menyutujui pendapat orang.
1:31:18Ya reaksi, menyutujui pendapat orang gitu. Kayak oh, pakai, oh iya pakai, eh ini Rush, oh banter nih sepertinya.
1:31:26Oh iya, benar sih, kenceng. Aku konfirmasi dengan aku elaborasi poin-poin gitu.
1:31:31Itu juga secara tidak langsung kayak apa ya. Relate ke orang-orang kali ya.
1:31:36Relate, dan nimbrung akhirnya orang-orang itu. Akhirnya banyak tuh yang komen gitu kan.
1:31:41Nah itu juga part of kita apa ya, apa creating the emotion tadi.
1:31:48Jadi bukan hanya menampilkan wajah, terus ngomongnya ekspresif, tapi ada banyak hal ya. Termasuk juga visual atau animasi itu ya.
1:32:01Wah ini ada konten creator juga nih, Theo. Kenapa dia, ya aku sama Tualyn di Tiktok sama dia.
1:32:11Tualyn, iya. Versi memang ini ya, jadi tempat buat up to date ya. Buat nyari teknologi-teknologi baru.
1:32:21Wah kita udah hampir satu setengah jam udah lewat malah. Nah sebelum udah mungkin kalau ada temen-temen yang nonton di sini pengen mulai bikin konten.
1:32:36Ada saran ga sih dari Mas Dhani gimana cara memulai? Selain patah hati.
1:32:42- Selain apa? - Selain nyuruh putus, jalan nyuruh kita putus.
1:32:52Saranku ini sih percayalah gitu ya, kalau misal awal-awal pasti seperti yang nonton dan segala macem gitu.
1:33:04Karena itu makanya balik lagi, bikin konten itu yang at least dirimu sendiri itu senang gitu. Karena ketika tidak ada orang lain yang menonton, dirimu sendiri itu senang untuk menonton itu.
1:33:16Kadang menjumpai ga tau ya, aneh kayaknya ya. Aku tuh kadang suka untuk nontonin videoku gitu. Karena memang, apa ya, menurutku konten creation itu part of berkarya, creating something.
1:33:35- Kayak orang bikin musik, kayak orang bikin lukisan gitu ya. - Bikin aplikasi, bikin aplikasi, aplikasinya kita pake sendiri gitu kayaknya.
1:33:42Nah, hal-hal kayak gitu itu ada kebahagiaan tersendiri sih. Makanya dari awal sebenernya aku tidak pernah memperhitungkan views, komen, dan sebagainya engagement gitu.
1:33:52Karena ketika tidak ada yang nonton, at least aku senang gitu sama diriku sendiri. Dan juga motivasinya bikin konten tadi.
1:33:59Iya, motivasinya bikin konten tadi, ya again, apa yang aku pelajari aku share gitu. Kayak nothing to lose gitu loh. Kayak aku kalau misal bikin konten juga ga ada yang nonton, ya udah ga apa-apa gitu.
1:34:12Tapi, ya toh manfaatnya juga pertama aku bisa memvalidasi apa yang aku pelajari dan itu bisa menjadi menempel di otakku gitu.
1:34:20Terus, ya hal-hal lain tuh kayak side effects sih bagiku ketika nanti apa namanya views-nya gede segala macem. Karena again, itu kan something yang sebenernya kita ga bisa kontrol gitu.
1:34:32Berapa banyak yang komen, views-nya berapa banyak. - Dibawah viral gitu ya.
1:34:37Nah, itu. Jadi aku sangat menyarankan kalau memang mau mulai konten, should be coming, apa ya, apa ya. Motivasinya tuh dari internal sih gitu.
1:34:51Kita harus enjoy dalam proses pembuatannya, Carl. Karena kalau kita ga enjoy, cuman mengejar metrik-metrik semuanya, kayak misalkan views, like dan lain-lain ya, capek sendiri lama-lama.
1:35:07Apalagi ini bukan pekerjaan utama kan, ini pekerjaan sampingan. - Iya bener. - Kita harus memikirkan gimana caranya membuat sebuah konten yang kita sendiri enjoy.
1:35:17Setidaknya enjoy membuatnya. Kalau nanti misalkan hasilnya kita bagus dan bangga, ya itu nilai pes lagi.
1:35:25Kalau ga enjoy, mah ngedit-ngedit capek, jadi beban malah ya. Ngedit, nulis script gitu ya. - Karena bayangin proses yang tadi tuh, Mas.
1:35:37Itu kan effort ya. Mulai dari bikin video, nulis scriptnya, nge-edit, masih recording, uff takes time banget sih. - Betul, capek sekali. Kebayang sih, kebayang banget.
1:35:48Bahan bakarnya tuh bakal cepet habis gitu kalau kita motivasinya external. Aku ngebayangin ketika motivasi gue external gitu, uff views-nya udah kayak gini.
1:36:01Oh, aku ga famous nih. Di titik itu aku bakal berhenti sih kayaknya. - Oh, jadi langsung udah. - Karena tujuannya ya.
1:36:07Gak dapet apa yang dimawin, ngapain capek-capek kalau kayak gitu ya. - Iya. Betul, betul. Apalagi kalau tujuannya misalkan biar di endorse, biar dapet duit.
1:36:19Sebenernya itu tujuan yang ga salah kan. Tapi kalau misalkan kita mengejar, hanya mengejar itu di awal, ya mungkin agak bisa aja dapet.
1:36:28Tapi kayaknya kita yang kita kejar bukan yang tadi itu ya, motivasi dari dalam diri sendiri. Kita mau share supaya ada yang endorse,
1:36:37berarti kita harus cari konten-konten yang lagi heboh gitu kan ya. Jadi cari gimana caranya cepet, viral gitu ya.
1:36:46Peralih ke mandi lumpur. - Mandi lumpur. Lebih cepet tuh. Lumpur, video kucing dan lain-lain. Wah seru-seru.
1:36:58Gila, ini insight-nya luar biasa ya malam hari ini kita belajar banyak sekali ya. - Semua yang nonton, abis ini buka tiktok, channel semua.
1:37:06- Nah itu damar tuh. Apin lagi coba komennya damar tadi. Yujur cita-citaku jadi viral. Komen liat, Mas.
1:37:16- Ini, ini, ini jadi viral. Nah ini, ini motivasi yang keliru nih kayaknya nih kalau mau viral.
1:37:24- Cuma kan abis dapet insight ini kan langsung mungkin jadi pada dapet idea semuanya. - Iya, harus berubah.
1:37:29- Oke. Nah untuk Mas Denny sendiri, di 2025 ini kira-kira apa lagi sih yang mau dicapai kan bekerjaan tadi mau, mau mencicipi bekerja untuk perusahaan luar gitu ya.
1:37:43- Iya. - Atau apa, karir rider-nya mau naik sampai ke engineering manager atau...
1:37:50- Malah nggak roadin. - Teknik, technical lift atau yang lain gitu. Kalau untuk kontennya sendiri kira-kira di 2025 ini bakal, bakal ngulik apa sih kebanyakan pengennya?
1:38:02- Iya, kalau dalam konteks 2025 aku, ya ini aku jelas, pertama yang masih nyambung sama tadi aku pengen bikin konten full English gitu ya.
1:38:16Karena aku secara dari langsung nge-push diriku untuk improve bahasa Inggris ku, specifically speaking gitu. Nah sama juga biar dapat opportunity enak tuh di luarnya gitu nanti.
1:38:29Karena memang next apa ya, next milestone ku aku pengen kerja cobain di luar gitu.
1:38:34Makanya juga aku 2025 ini ada planning buat ke kampung Inggris para, buat ngambil course speaking biar makin mantep lagi. Nah itu sebenernya juga sejalan sih.
1:38:46Tapi kalau untuk, ya ini juga ini salah satu aku waktu itu pernah one on one sama Mas Joang.
1:38:54Mas, menurut Mas Joang apa sih feedback gitu kalau Mas Joang coba observe dari konten-kontenku. Dia tuh ngesugest dan aku coba, Ami nih gitu ya.
1:39:06Coba bahas konten yang itu tuh apa ya, lebih, lebih deep dan lebih apa ya, bukan advance juga sih maksudnya lebih deep.
1:39:17Jadi misalku kemarin bahas, misalku kemarin bahas spiritualization windowing. Aku cuman showing case-nya, kemudian aku pakai library di situ.
1:39:28Oh kayak gini loh konsepnya gitu. Tapi pertanyaannya what is happening behind the scene kayak gitu tuh gimana.
1:39:34Kalau di virtualize, misalnya kayak memori nya, gimana apa yang terjadi sama memori nya, terus kenapa bisa jadi lebih cepat.
1:39:42Nah itu 2 menit gimana caranya itu.
1:39:46Nah itu dia. Nah itu akhirnya termanifestasikan kenapa ada video yang how to implement infinite scroll from scratch itu.
1:39:55Aku kan gak pakein library, akhirnya ayo udah pake intersection observer API, kita trigger, itu nge-intersect, kita bisa load more data.
1:40:02Termasuk list spiritualization itu juga sebenarnya pake intersection observer API itu, buat nge-maintain windowing nya itu tadi di browser gitu.
1:40:10Cuman itu lebih kompleks lagi dan memang bakal panjang, makanya aku gak bikin itu.
1:40:16Tapi hal-hal yang layarnya kayak, misalnya yang kemarin itu yang tadi aku showing, browser reflow.
1:40:21Kita kadang gak aware tuh kalau misalnya ada changing the dom sebenarnya proses browser reflow tuh happens ada lumayan banyak gitu.
1:40:28Nah aku di itu, di situ makanya sampai 4 menit lebih tuh, karena memang dia panjang dan memang lebih banyak hal konteks yang perlu jelaskan.
1:40:36Nah kayak yang ini juga yang mau aku upload tuh, optimize docker image yang tadi pakai node file tracing.
1:40:44Jadi di application runtime bundle size node modules kita gak gede banget karena kita menyeleksi file-file apa aja yang dipake di runtime dari docker container kita gitu.
1:40:54Nah itu juga menurutku hal-hal yang lumayan beda dari konten-kontenku yang sebelumnya gitu.
1:40:59Aku pengen deep dive, aku pengen kayaknya ke depan kontenku lebih ke arah sana sih.
1:41:05Oke waw, ditunggu nih konten-kontennya ya.
1:41:10Nah kalau ada temen-temen yang mau berkoneksi ya, mutualan, biasanya sosial media yang paling aktif di mana nih?
1:41:20- TikTok sama IG sih, atau LinkedIn juga aktif sih. - Oke ya, sama IG.
1:41:24Oke, tiktok yang tadi ya, @danydwiki, silahkan di follow lah ya, di follow, silahkan.
1:41:35Oke, mungkin itu aja, terima kasih banyak ya Mas Dany, ini sangat luar biasa berharga, pelajaran-pelajaran dan insight-insightnya luar biasa menarik.
1:41:47Terima kasih banyak sudah mampir-mampir, mudah-mudahan kita ada kesempatan untuk ngobrol lagi, baik diundang lagi,
1:41:56ataupun nanti di belakang layar atau mentoring one on one buat bikin video.
1:42:03- Terima kasih banyak. - Boleh, boleh.
1:42:05Atau buka kursus, buka bootcamp jadi TikToker programnya. Nanti bisa di drop kursusnya di sini.
1:42:13Yang pasti video ini akan di replay lagi sama saya, di catat, karena kan kalau sekarang nggak bisa nyatak ya,
1:42:22jadi harus ditonton lagi, karena tip-tipnya luar biasa banyak, udah buka rahasia dapur seberapa banyak tadi ya,
1:42:30jadi sekali lagi apresiasi yang sangat besar buat Mas Dany.
1:42:34Sombor dong, sopor semua banget.
1:42:37Mudah-mudahan di lain kesempatan kita bisa ketemu lagi dan bisa diajak kembali lagi di mobile.
1:42:44Itu aja buat teman-teman juga, terima kasih yang udah komen, yang udah kasih pendapat.
1:42:49Kita ketemu lagi di lain kesempatan, ketemu lagi di selasa depan untuk mobile and web.
1:42:54Sampai jumpa lagi, selamat malam, selamat istirahat, bye-bye.
1:42:58Thank you semua.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
13 Feb 2024
Ngobrolin Open Source bareng @AriyaHidayat - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
10 Des 2024
Ngobrolin Pengalaman Frontend @imrenagi - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
19 Mar 2024
Ngobrolin Ekosistem Vue - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...