Ngobrolin Pengalaman Frontend @imrenagi - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://ksana.in/ngobrolinweb 📖 Rangkuman: - 0:00 Mulai - 3:44 Pengalaman dengan Berbagai Peran. Punya latar belakang beragam mulai dari iOS Engineer, Android Engineer, hingga Cloud Engineer. Memberikan perspektif yang luas dan membantu memahami cara berpikir anggota tim dari bidang lain. Ini menunjukkan pentingnya p Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode ini membahas tentang teknologi video di web bersama Mas Yudi, engineer yang bekerja di Daily Motion. Percakapan dimulai dengan sejarah singkat video di web, dari era Flash hingga HTML5, dan tantangan format video seperti MP4, WebM, dan OGV. Mas Yudi berbagi pengalaman kerja di bagian B2B Daily Motion yang menyediakan layanan hosting video untuk klien corporate, termasuk infrastruktur video yang bisa di-white-label. Diskusi mencakup berbagai aspek teknis seperti autoplay policy browser, integrasi iklan menggunakan Google IMA SDK, tantangan smart TV dengan browser engine Chromium versi lama, hingga isu performa dan accessibility pada video player. Episode ini juga menyentuh regulasi seperti GDPR dan PDP (Perlindungan Data Pribadi) yang mempengaruhi implementasi video di website.
Poin-poin Utama
- •Daily Motion adalah video platform B2B yang menyediakan layanan hosting dan infrastruktur video untuk klien corporate, dengan opsi white-label untuk media dan news
- •Sejarah video di web berkembang dari Flash era menuju HTML5 dengan format video MP4 sebagai yang paling universal, disusul WebM dan OGV
- •Autoplay policy browser menjadi tantangan utama karena aturan ketat yang berbeda antar browser, terutama Safari yang paling ketat
- •Integrasi iklan video menggunakan Google IMA SDK (Interactive Media Ads) yang terhubung dengan Google Ads Manager
- •Smart TV yang masih menggunakan Chromium versi lama memerlukan video.js versi lama dan menyulitkan proses testing karena ketersediaan device
- •Video.js adalah open source video player yang paling matang dan lengkap, menjadi base untuk banyak fork dan implementasi lain
- •Isu accessibility dan regulasi seperti GDPR serta PDP Indonesia memerlukan pendekatan khusus dalam implementasi video player
0:12Halo semuanya, selamat malam.
0:14Ketemu lagi di podcast
0:16Ngobrolin Startup dan Teknologi.
0:18Baru gue imbre.
0:20Koan demat ya rasanya.
0:22Aduh.
0:24Udah lama.
0:26Udah lama ga nyebutin
0:28Tagline itu karena
0:30Podcastnya udah mati berapa lama ini.
0:32Mati suri.
0:34Dari sebelum ke US ya?
0:36Dari ke US ya?
0:38Sebelum ke US.
0:40Sebelum ke US.
0:42Halo imbre.
0:44Masa malam waktunya ngobrolin teknologi.
0:46Ngobrolin teknologi web.
0:48Bener juga sih ga salah sih.
0:52Semoga podcastnya jalan lagi.
0:56Banyak permintaan kayaknya ya.
0:58Amin, amin, amin.
1:00Ya doakan saja lah.
1:02Semoga semuanya semakin
1:04Om Baik ya biar ada topik lah.
1:06Kalo dulu kan banyak lo bro.
1:08Masak topik.
1:10Halo.
1:12Dunia startup lagi
1:14dingin ya.
Lihat transkrip lengkap
1:16Lagi musim dingin ya.
1:18Jadi kalo mau bahas
1:20di podcast
1:22juga agak bingung topiknya apa gitu ya.
1:24Iya, mustahil bahas lah ya.
1:26Oh kan sedih juga ya.
1:28Ya bener.
1:30Iya, iya, iya, iya.
1:34Oke, jadi tadi pembukaannya
1:36udah dari imbre.
1:38Jadi malam ini kita
1:40culik imbre untuk ngobrolin
1:42tentang web, terutama tentang
1:44front-end. Jadi kemaren sempet ngobrol
1:46diundang kira-kira
1:48ngomongin apa gitu kan.
1:50Menarik juga kan karena terakhir
1:52kita taunya imbre itu sempet
1:54nyobain front-end
1:56framework ya.
1:58Dan juga pengen tahu
2:00pengalamannya sebagai orang
2:02yang bukan front-end
2:04apakah beneran akrobat atau engga.
2:06Jadi mungkin openingnya boleh lah.
2:14Kenalan sedikit ya.
2:16Mungkin ada yang belum kenal, kayaknya gak ada deh.
2:18Kenalan aja.
2:22Atau gini, kita bisa tanya penontonnya
2:24yang belum kenal imbrenya, Cung.
2:26Cungnya gimana coba?
2:28Wah,
2:32imbrenya nge-freeze, oke.
2:34Kalau begitu kita
2:36itu dulu.
2:38Apa namanya?
2:40Kita ngapain ya?
2:46Halo, halo.
2:48Suaranya tadi
2:50kutus-kutus.
2:52Ivan, suaranya kayaknya agak kecil.
2:54Tunggu.
2:56Coba ngomong semua.
2:58Ini Ivan kayaknya belum pakai
3:00mic yang mahal deh.
3:02Masa sih.
3:04Eh, suara gua udah muncul lagi belum?
3:06Kayaknya gua bau-baunya
3:08kena bungkam nih.
3:10Bahaya ini.
3:12Internet rumah gua kayak kena
3:14kutase.
3:16Padahal belum mulai loh kita membahas
3:18yang lucu-lucu.
3:20Belum ngomong apa-apa.
3:22Ini cuma ngomong front-end, Pak.
3:24Jaman ya,
3:26tukang basoh ya. Kita cuma bahas
3:28front-end disini.
3:30Suar, Pak.
3:32Udah di monitor.
3:34Udah di monitor.
3:36Oke, kan anggaplah
3:38penonton kita tuh udah kenal semua.
3:40Mungkin bisa
3:42cerita sedikit
3:44kerjaan terakhir. Lagi ngerjain apa
3:46atau rolnya apa.
3:48Kalau...
3:50Oke, halo semuanya.
3:52Nama gua Imbre.
3:54Dan kerjaan terakhir tuh
3:56sekarang cloud engineer.
3:58Sebenernya software engineer
4:00yang kebetulan bekerja
4:02di bidang infra. Jadi kalau dibilang
4:04sysadmin, mungkin
4:06nggak juga. Kalau gua lebih suka
4:08nyebutnya software engineer yang kerja di infra.
4:10Jadi
4:12banyak migrasi.
4:14Biasalah migrasi setiap hari.
4:16Terus apalagi ya ngomongin
4:18cloud,
4:20sharing-sharing tentang cloud, AI
4:22juga bakangan. Dan
4:24sekarang lagi ngulik
4:26embedded system.
4:28Oh.
4:30Kembali ke jiwa elektro.
4:32IOT?
4:34Ya belum IOT sih, tapi lebih ke kayak
4:36fitur-fitur prosesor,
4:38kemudian kayak fitur-fitur
4:40microcontroller, bikin
4:42driver, kayak-kayak gitu.
4:44Oh, bikin driver.
4:46Iya, bikin driver. Mantap.
4:48Low level ya, low level ya.
4:50Itu podcast yang
4:52bagus itu.
4:54Menarjul ya ya.
4:56Tapi kata orang
4:58nanti nggak ada uangnya, susah.
5:00Ah, nggak ada uangnya.
5:02Semua harus ada uangnya.
5:04Iya kan kadang orang-orang ada yang mikir nggak ada
5:06uangnya mah ngapain belajar ini?
5:08Ujung-ujungnya bikin
5:10course, biar aduh.
5:12Pasar bisa
5:14diciptarkan, kata orang juga.
5:16Benar-benar.
5:18Nah,
5:20kalau pengalaman front-end,
5:22kan impren kan kayaknya...
5:24Jalanan karier dulu, mungkin sebelum
5:26megang infra, apakah
5:28dulu pernah individual contributor
5:30moding atau emang dari awal
5:32cloud atau gimana?
5:34Sebenarnya di awal
5:36pekerjaan, ya ini ngomongin setelah lulus,
5:38kalau kuliah itu dulu elektro-robotik.
5:40Kalau
5:42lulus itu pekerjaan pertama
5:44adalah iOS engineer.
5:46Karena
5:48iOS engineer, terus abis itu
5:50sempat ngerjain
5:52Android juga, abis itu
5:54S2. Nah, sebenarnya S2 itu
5:56batu loncatan untuk
5:58ini,
6:00switching dari
6:02front-end ke yang lebih back-end
6:04atau infra. Tapi waktu itu kan
6:06lagi hype big data, ya.
6:08Jadi, 2017-2016
6:10itu lagi hype big data,
6:12jadi waktu itu pas S2 ambil
6:14spesialisasinya itu cloud computing sama
6:16big data. Jadi
6:18makanya pas pulang tuh kebanyakan
6:20ngomonginnya data
6:22dan infra. Setelah itu,
6:24barulah join
6:26perusahaan yang sekarang
6:28kebetulan di tim infra. Tapi lebih
6:30banyak emang coding tools sih
6:32ketimbang yang
6:34administrasi in system. Jadi kalau misalkan
6:36kan ada orang bilang dulu, kalau mau
6:38release, tuh harus release engineer.
6:40Nah, yang gue lakukan tuh agak
6:42beda. Misalkan bikin tools
6:44tapi supaya software engineer bisa
6:46deploy sendiri. Jadi nggak perlu ada release engineer
6:48lagi. Jadi
6:50basicnya dari dulu sebenarnya software engineer,
6:52cuman domain-nya aja yang beda-beda.
6:54Jadi, mereka tinggal nge-push
6:58atau apa, tinggal pencet button
7:00sudah bisa
7:02deploy sendiri. Pokoknya
7:04nge-manjain software engineer lah,
7:06nge-manjain product engineer.
7:08Oh, oke. Berarti
7:10rolnya itu, timnya
7:12berarti rolnya adalah sebenarnya
7:14bikin product tapi buat engineer.
7:16Internal. Betul.
7:18Seru juga ya.
7:20Kan sebenarnya kalau tim infra itu kan
7:22lebih ini, lebih banyak
7:24request, oh, tolong dong
7:26bikinin kita database,
7:28bikinin kita ini, gitu.
7:30Bikinin pipeline buat kita, guys.
7:32Betul, bikinin pipeline.
7:34Daripada kita ngerjain itu
7:36terus-terusan, jadi kira-kira kita bikin tools
7:38buat mereka, dan lu aja deh ngerjain
7:40pokoknya, "nih, udah gue kasih nih."
7:42Jangan manja. Berarti more or less
7:44kurang lebih lu kayak nge-automate
7:46sebagian dari kerjaan lu sendiri.
7:48Betul, betul, betul.
7:50Karena kan kita dapet tiket kayak gitu kan,
7:52tiket mana yang banyak, nah itu
7:54yang kita prioritasin.
7:56Misalkan banyak nih orang pengen bikin database,
7:58banyak orang pengen nge-delete database,
8:00gimana caranya kita,
8:02karena kan mereka nggak punya akses ke infra,
8:04tapi gimana caranya kita bisa kasih mereka
8:06akses ke infra, tapi supaya semuanya
8:08standardized, makanya tengah-tengah ada
8:10produknya.
8:12Jadi semua orang bisa delete database?
8:14Semua orang bisa, ya.
8:16Semua orang yang punya
8:18gabung dari tim itu.
8:20Jadi misalkan lu di tim itu, lu punya
8:22database, ya lu bisa delete, tapi kalau nggak, ya nggak.
8:24Oh, nggak bisa.
8:26Canggih lah, cangih. Kenapa pengen
8:28delete database?
8:30Gue udah pernah delete database
8:32di production.
8:34Oh, ya ada backup-nya.
8:36Ya ada backup, ya untung. Ada backup-nya.
8:38Emangnya, eh, hampir kan, hampir kena kan.
8:42Ping satu.
8:44Hampir aja.
8:46Hampir aja, ya Allah.
8:48Dah gua tahan-tahan dari tadi.
8:50Yang benar tuh emangnya GitLab.
8:52Gitu lho.
8:54Oho, maksudnya itu, Pak.
8:56Betul, Mas Gur.
8:58GitLab.
9:00Aman lah.
9:02Terus teknologi yang dipakai sehari-hari apa?
9:04Kalau sekarang
9:06sehari-hari teknologi yang dipakai
9:08di kantor nih maksudnya.
9:10Kalau di kantor tuh
9:12kebanyakan
9:14Kafka,
9:16kemudian Postgres, Redis.
9:18Kebetulan gua di tim database.
9:20Jadi gua di tim product
9:22infra, tapi di tim database.
9:24Jadi yang
9:26ngurusin Postgres,
9:28Redis, Kafka.
9:30Terus bisa apa lagi ya? Go lah.
9:32Kalau bahasa pemograman Go, Java.
9:34Oh, bahasa pemogramannya Go.
9:36Buat automasinya juga pakai Go.
9:38Ya, Go semuanya. Java kalau terpaksa
9:40aja.
9:42Legacy Tools.
9:44Contohnya terpaksa?
9:46Jadi misalkan kayak
9:48Kafka tuh misalkan, kan Kafka
9:50itu emang basicnya Java kan?
9:52Apa sih namanya natifnya Java?
9:54Jadi kalau kita ngebikin library,
9:56tambahin fitur library,
9:58nah itu mau nggak mau bikinnya Java
10:00biar bisa dipakai.
10:02Tapi ada Go-nya juga. Cuman kan mainnya
10:04itu Java.
10:06Yang udah terpaksa harus Java ya udah.
10:08Oh, event nggak bisa
10:12pakai Kotlin atau
10:14apa yang baru-baru gitu.
10:16Kayaknya nggak ada yang bisa.
10:18Oh, nggak ada yang bisa.
10:20Ngerlas aja tuh ada yang ngide.
10:22Kita pakai RAS ya nggak usah deh.
10:24Lu aja yang ngerjain ya.
10:26Nah, dulu kita pernah bahas tuh
10:30kadang buat akal-akalan biar
10:32pada bisa taruh di link-in, bikin ini
10:34pakai RAS, pakai apa?
10:36Bahasa-bahasa yang lagi ngetren.
10:38Padahal nggak terlalu butuh
10:40sebetulnya. Iya, betul-betul.
10:42Nafsu lah, Nafsu.
10:44Nafsu belakang. Justru menyusahkan
10:46orang-orang yang lain, apalagi
10:48habis migrasi
10:50ke tools yang baru terus dia resign.
10:52Nah, itu yang...
10:54Gara-gara dia udah
10:56upgrade link-in,
10:58terus dia resign.
11:00Itu curtaunya iPhone kayaknya.
11:02Iya kayaknya deh.
11:04Imbil dari kisah nyata.
11:10Oke, Imbrenya lagi ngefreeze dulu.
11:12Tadi mungkin...
11:14Kita pakai WebRTC,
11:18kalau Imbrenya lambat,
11:20kita ikutan, jadi ikut lambat ya.
11:22Ini WebRTC.
11:24Udah normal?
11:26Kabelnya kainjak tadi
11:28sama tukang Baso.
11:30Kayak mau
11:32disabutase aja gue.
11:34Jadi Parno gue kayak gitu.
11:38Itu kan pengalaman
11:40sebagai software engineer
11:42secara umum. Kalau pengalaman front-end,
11:44ada nggak sih?
11:46Ini menarik sebenarnya.
11:48Jadi kalau pengalaman front-end itu,
11:50dulu tuh
11:52gue pertama kali belajar
11:54front-end itu 2013.
11:56Tapi waktu itu masih
11:58PHP, bahkan belum ada framework.
12:00Jadi PHP,
12:02terus habis itu apalagi sih?
12:04PHP, HTML.
12:06Gue nggak tahu.
12:08Gue nggak tahu kayaknya.
12:102013 itu udah ada sih, harusnya.
12:12Tapi kan itu sebenarnya
12:14karena...
12:16JQuery ya betul, JQuery.
12:182013.
12:20Terus itu karena intern.
12:22Terus habis itu
12:242013 intern S1.
12:26Kebetulan waktu di CERN
12:28waktu itu, di Swiss.
12:30Sama aja pakai PHP ya?
12:32Nah dulu tuh dia...
12:34Ya dulu itu TCLTK.
12:36Terus pengen di rewrite ke PHP.
12:38Dikasih lah kerjaannya ke
12:40anak intern.
12:42Terus yang kedua itu
12:44ngerjain web juga
12:46pas intern lagi.
12:48Intern lagi waktu itu
12:50di eBay, ngebikin
12:52kayak dashboard security gitu lah.
12:54Tapi lebih ke data visualisasi sebenarnya.
12:56Sama habis itu
13:00ngerjain untuk
13:02seleksi interview.
13:04Jadi waktu di US
13:06itu kan sempat nyari kerja juga kan.
13:08Ke Tesla.
13:10Jadi apply ke Tesla
13:12dikasih tugasnya itu bikin web.
13:14Terus webnya
13:16itu
13:18pertama kali kenalan sama
13:20React.js.
13:22Nah jadi dia...
13:242017 kayaknya.
13:262017.
13:28Pertama pakai React.
13:30Kasi lah requirement gitu kan.
13:32Requirement, bikin ini, bikin ini.
13:34Terus habis itu sebenarnya
13:36kalau dari
13:38jadi webnya sih sebenarnya standar aja sih
13:40bentukan webnya. Cuman karena
13:42backgroundnya back-end
13:44jadi dia lebih
13:46impress ke bagian implementasi
13:48back-endnya.
13:50Tapi dia requirementnya adalah
13:52lu harus pakai React kayak gitu.
13:54Karena di team dia pakai React.
13:56Habis itu
13:58terakhir, habis itu nggak ada lagi.
14:00Beberapa kali attempt pengen
14:02belajar React lagi, tapi
14:04gagal bertubi-tubi.
14:06Gara-gara.
14:08Nggak tahu aja, maka kayaknya
14:10waktu belajar React
14:12gue nggak tahu bahwa sebenarnya
14:14web itu tuh harusnya seperti ini.
14:16Yang benar web itu kan
14:18kemarin sempat ini ya, kalau kita ngomongin
14:20React di awal-awal
14:22yang SPA ya.
14:24Client-side, rendering, kayak-kayak gitu kan.
14:26Kan sebelumnya web itu
14:28kan di-render di server
14:30di Glepary client.
14:32Itu kan dulu kayak gitu. Terus tiba-tiba
14:34berubah paradigmanya.
14:36Semua jadi di client.
14:38Habis itu ntar lagi. Sekarang
14:40gue mau kembali lagi ke server.
14:42Pusing-pusing deh.
14:44Jadi waktu
14:46gue belajar React itu kayaknya
14:48karena fondasi back-end gue nggak kuat
14:50jadi gue juga nggak ngerti ini.
14:52Kalau gue misalkan mau
14:54API itu harus nge-call-nya di mana ya
14:56di client atau di mana gitu.
14:58Giting gue nggak paham
15:00hal-hal kayak gitu.
15:02Dan kemudian muncul lah
15:04ada Vue.js sempat nyobain juga
15:06apalagi yang lain-lain.
15:08Tapi kebanyakan React sih.
15:10Berapa kali nyoba React
15:12nggak berhasil. Terus tiba-tiba
15:14muncul Next.js. Next.js kan sebenarnya
15:16masih react juga.
15:18Tapi kan
15:20agak beda ya. Dia ada
15:22render di server tapi tetap aja
15:24di client-side ada macem-macem.
15:26Itu yang Next.js yang dulu.
15:28Ya betul. Tapi masih nggak ngerti sebenarnya
15:30misalkan kayak oh gue kalau mau
15:32nambahin font, nge-include font-nya
15:34itu di file sebelah mana ya.
15:36Misalkan gue cuma ada beberapa
15:38page. Gue cuma butuh
15:40di satu page ini doang misalkan.
15:42Tapi gue harus naruh font-nya itu di
15:44sebelah mana. Kayak-kayak itu gue nggak tahu ya.
15:46Sampai lah akhirnya
15:50gue ngobrol sama temen.
15:52Pokoknya intinya jadi sebenarnya nge-develop web
15:54itu kayak gimana sih. Dijelasin sama dia
15:56dijelasin ulang. Sebenarnya web itu
15:58itu kayak lu bikin API tapi instead
16:00lu ngeretern JSON
16:02tapi dia cuma ngeretern HTML.
16:04HTML nya itu yang
16:06lu build di server. Makanya namanya server
16:08render. Terus jadi make sense.
16:10Terus
16:12habis itu carilah.
16:14Ada nggak ya tools yang bisa
16:16gue pake. At least
16:18nggak natif banget nggak kayak
16:20bare metal gitu. Gue harus ngoding
16:22JavaScript kemudian ngoding
16:24HTML from scratch kayak-kayak gitu.
16:26Tapi at least kerangkanya
16:28itu harus di render
16:30di server kemudian
16:32minim JavaScript misalkan. Kan kayak
16:34HTMLX itu kan kemarin sempat bilang
16:36kalau dia itu minimum
16:38minimal nih JS-nya kan.
16:40JS-nya minimal karena semuanya di HTML
16:42markup-nya gitu.
16:44Nah akhirnya gue cari-cari jadi itu
16:46kita baru make sense. Baru
16:48setelah paham dari sana barulah kayak
16:50oh ternyata web tuh kayak gini ya.
16:52Sampai akhirnya ya
16:54untungnya bisa akhirnya
16:56bikin web sendiri kayak-kayak gitu.
16:58Gitu lah kira-kira.
17:00Panjang realisasinya.
17:02Realisasinya sih
17:04sebenarnya.
17:06Gue selama ini ngira
17:08Om Imran ini kayak
17:10hardcore di cloud gitu loh.
17:12Kayak GCP.
17:14Mainannya.
17:16Container. Terus kemudian
17:18apa?
17:20Terus bagaimana cara berhemat cost
17:22antar ya dari sisi infra
17:24kayak gitu. Gue mikirnya kayak gitu tuh.
17:26Itu ya juga sih sebenarnya.
17:28Super.
17:32Tapi lebih hardcore ke arah cloud-nya.
17:34Ternyata Om Imran ini
17:36web developmentnya.
17:38Yeah well-rounded. Semua
17:40tau tentang semua.
17:42Cuma channel lu kan
17:44tentang pemrograman cloud kan emang?
17:46Channel youtube lu.
17:48Betul.
17:50Sebenarnya tuh gue tuh salah satu makhluk
17:52yang paling gue hormati. Bukan makhluk ya.
17:54Engineer yang paling gue hormati itu adalah
17:56front-end engineer. Kenapa?
17:58Karena mereka kalau punya ide
18:00mereka bisa langsung bikin visualnya.
18:02Ya gak sih?
18:04Kalau gue, misalnya gue punya
18:06ide nih. Terus gue pengen bikin sesuatu.
18:08Paling jadinya Jason. Kan gak
18:10ngapain Jason, mau diapain ya.
18:12Eksekutnya buat Eddie Moyne sulit ya?
18:14Betul.
18:16Masa orang harus ngambil API aja.
18:18Sama android. Bisa dong.
18:20Itu kan udah sekian tahun yang lalu.
18:22Masa 2014.
18:24Itu masih pakai objektif sih ya?
18:26Betul. Objektif sih.
18:28Dan apa ya kayak
18:30kalau mau bikin
18:32punya ide tuh bisa implement banyak.
18:34Kayak gitu lah. Gue iri itu.
18:36Sampai akhirnya kemarin yang gue pengen bikin
18:38course itu.
18:40Gue mikir kan kayak
18:42aduh gue mau hosting dimana
18:44gak ada yang cocok rasanya. Akhirnya
18:46gue coba sambil belajar gitu.
18:48Makanya akhirnya disitu sih
18:50sebenernya. Gue rasa nih website
18:52course gue itu adalah project
18:54front-end pertama gue yang berhasil.
18:56Maksudnya yang jadi.
18:58Sambil disini.
19:00URL nya apa?
19:02courses.imbranagi.com
19:06Jadi platform course lo
19:08emang sengaja
19:10bikin custom sendiri
19:12hosted sendiri punya manage sendiri ya.
19:14Gak pakai platform
19:16course. Gak kerja sama-sama platform
19:18course selain ini aja.
19:20Nah itu pakai Astro.
19:22Kalau frameworknya apa?
19:24Woy hidup Astro.
19:26Astro.
19:28Sebagai Astro fan gue gak berbayar.
19:30Gue seneng gitu.
19:32Sebenernya ini kan kayak yang gue bilang tadi.
19:34Sebelumnya kalau pakai react
19:36JS ya. Itu kan
19:38gak ngerti ya kayak di render
19:40itu di bagian mana sih. Habis itu
19:42interaksinya kayak gimana. Kayaknya
19:44kalau ngebikin web kok
19:46lebih banyak JS nya daripada HTML
19:48nya ya kan.
19:50Jadi disitu sebenernya.
19:52Oh nih ada orangnya nih yang
19:54nyaranin gue nih pakai Astro aja.
19:56Gue masih inget tuh. Si Mustafa di komen.
19:58Jadi dia ngasih
20:00Astro kan bisa pakai react juga.
20:02Jadi kan ya kalau buat
20:04insight interactivity, kalau buat
20:06di browser yang emang harus
20:08banget interaktif dan pakai JS
20:10ya gak apa-apa.
20:12Yang suka
20:14apa mengajarkan
20:16filosofi ini ya.
20:18Nah iya deh.
20:20Emang agak lain nih orangnya nih.
20:22Agak lain.
20:24Tapi emangnya sih kayak
20:26gue kan sempat
20:28mikir juga apa gue nyobain HTMLX
20:30gitu. Terus kayak
20:32too much gitu sih kayaknya kalau HTMLX.
20:34Gue harus belajar lagi berbagai macam markdown.
20:36Tapi sebenernya gue buy in
20:38dengan ide nya. Karena di render di server.
20:40Habis itu bisa nge-minimalin
20:42JS. Karena gue sebenernya gak
20:44suka JS.
20:46Makanya project gue tuh sebenernya JS nya itu kalau bisa
20:48dibilang minimal banget sih kalau menurut
20:50gue.
20:52Oh kalau HTMLX
20:54kan bisa pakai bahasa apa aja.
20:56Bisa GU ya kan.
20:58Lebih agnostik.
21:00Kalau ini kan tetap JS Heavy ya.
21:02Ya.
21:04JS Heavy tapi
21:06gak terlalu apa ya. Kalau kayak
21:08React kan kayak nyampur-nyampur ya.
21:10Ada HTML, ada React.
21:12Oh dicampur semua.
21:14Ya bikin sendiri JS.
21:16Udah kayak gaduh-gaduh aja itu.
21:18Oh ini
21:20course nya ya. Ini course nya tentang
21:22tentang
21:26memang ide nya itu sebenernya
21:28lebih sederhana sih. Maksudnya gue tuh pertama kali
21:30bikin course ini kan bentuknya markdown ya.
21:32Jadi gue taro di GitHub.
21:34Terus gue jual-jualin.
21:36Terus habis itu gue bikin video.
21:38Tapi gue pengen gimana caranya
21:40orang punya akses ini.
21:42Akses course ini gitu.
21:44Terus akhirnya gue coba bikin web nya.
21:46Dan sebenernya itu
21:48datanya markdown semua. Data-data
21:50content course nya.
21:52Astro semua nih.
21:54Ini ilustrasinya keren banget nih ilustrasinya.
21:56Itulah.
21:58Itu bukan.
22:00Canva, Canva.
22:02Canva.
22:04Yang di atas tuh ya.
22:06Yang di atas. Yang kanan atas.
22:08Hasil Jemina
22:10itu kucing.
22:12Ini udah layak
22:14digedikan ini nih.
22:16Ya polish banget sih.
22:18Can see those banget. Style
22:20course landing
22:22mates nya. Terima kasih.
22:24Terima kasih.
22:26Jadi apa?
22:28Alasan pakai Astro karena
22:30direkomendasikan atau
22:32terus coba cocok gitu ya. Kira-kira gitu ya.
22:34Ya gue dikasih tau kan. Gue bilang
22:36bahwa ada nggak framework yang
22:38kalau bisa, gue nggak...
22:40Sabotase lagi.
22:46Sambil baca-baca ini ya.
22:50Baca-baca.
22:52Udah nyambung lagi belum?
22:54Udah.
22:56Jadi intinya
22:58gue pengen tetap dia server side.
23:00Render-renderinnya.
23:02Minimal JS dan ya
23:04kayak apa ya?
23:06Kalau HTML tuh ya emang
23:08mensi bentuk HTML. Kayak HTML gitu.
23:10Dan gue bisa pakai
23:12JavaScript biasa aja buat
23:14client side interaction nya.
23:16Bahkan gue nggak pakai jQuery, pakai DOM
23:18yang standar gitu doang.
23:20Jadi kayak, sebenernya tujuannya biar
23:22gue pun juga paham, oh ternyata
23:24kalau mau ngelakuin ini tuh
23:26di server side, ngelakuin ini di client side
23:28kayak gitu.
23:30Karena kan itu nggak, sempat nggak jelas kan.
23:32Soal gue jadi pertanyaan tuh
23:34kalau gue mau ngelakuin autentikasi itu
23:36dimana sih? Apakah di server side atau
23:38di client side? Client ke server ini gimana
23:40nge-authenticate nya? Nah hal kayak gitu
23:42yang gue kemaren realisasinya
23:44ketika ngerjain project ini.
23:48Astro itu ada di tengah-tengah ya.
23:50Yang menarik sih ya, kalau kita yang
23:52developer web kan nggak
23:54terlalu mikir itu, karena kita
23:56udah kebiasa sama macem-macem
23:58abstraksi, apa, player
24:00abstraksi yang sebetulnya kalau
24:02dipikir-pikir aneh-aneh lah.
24:04Agak-agak tambah sulam juga.
24:06Tapi karena kita sehari-hari
24:08apa ya, berkecimping
24:10sama itu, kayak kita ngerasa
24:12nggak aneh. Tapi kalau misalnya
24:14apa, dari perspektif
24:16orang dari bidang lain
24:18ya kan segala
24:20abstraction layer termasuk kayak
24:22JSX blah-blah-blah itu kan
24:24JSX virtual doang itu kan
24:26kayak distracting kali ya.
24:28Jadi, apa, itu jadi
24:30salah satu pertimbangan lo buat milih
24:32Astro karena ya udah, apa,
24:34kalau harus manipulate
24:36dong, ya pakai javascript
24:38buat API langsung
24:40aja. Terus yang kayak tadi lo bilang
24:42apa, kode markupnya
24:44HTML, ya HTML aja.
24:46Itu ternyata, apa,
24:48jadi kayak salah satu selling point
24:50si Astro juga ya.
24:52Menarik. Insightnya
24:54menarik.
24:56Bahkan,
24:58buat CSS pun, gue kan
25:00ada, apa sih, tailwind, kayak-kaya gitu
25:02kan. Gue mau coba kayak, ya
25:04udah deh, gue nggak usah pakai tailwind, gue
25:06pakainya pure CSS
25:08aja gitu. CSS aja.
25:10Jadi emang, karena kan
25:12sebelumnya gue coba pakai tailwind, tapi gue nggak ngerti
25:14ini kenapa kayak gini, ini kenapa kayak gini
25:16dan ternyata belajarnya emang lebih enak
25:18pakai pure CSS.
25:20Terus, javascript atau
25:26typescript?
25:28Wah.
25:30Ya, frozen lagi.
25:32Iya nih.
25:34Bayang nih, sorry ya.
25:36Sudah-sudah-sudah.
25:38Lanjut-lanjut.
25:40TypeScript atau javascript?
25:42Hello.
25:48Gimana?
25:50TypeScript atau javascript
25:52pakainya?
25:54Oh, javascript lah.
25:56Oh, javascript ya.
25:58Enggak-enggak-enggak.
26:00TypeScript.
26:02Berarti pakai
26:04AstroComponent, bukan pakai React atau
26:06Vue atau yang lainnya? AstroComponent.
26:08AstroComponent.
26:10Langsung ini ya.
26:12Oke, jadi nggak perlu
26:14belajar
26:16React-nya kan sebenarnya udah tahu kan.
26:18Vue juga udah pernah kan ya.
26:20Tapi jadi lebih make sense sih.
26:22Maksudnya dia tuh...
26:24Pengurangi kompleksitas juga, karena
26:26biar, kan
26:28ini tujuannya biar bisa cepet bikin
26:30page product yang straightforward
26:32kan.
26:34Betul sekali.
26:38Menarik, menarik.
26:40Itu komennya.
26:42Pas lu bilang javascript, hampir
26:44unfriend. Hampir ya?
26:46Ya.
26:48TypeScript, TypeScript. Gua baru inget ya.
26:50Gua lagi ngeliat
26:52kodingannya nih.
26:54Ada pertanyaan di atas tuh tadi yang belum dibaca
26:56kayaknya. Ilmu dari product
26:58engineering. Oh, ini.
27:00Ilmu dari product engineering, IOS web
27:02Android itu banyak terpakai di role
27:04sekarang nggak? Sebagai
27:06IOS web Android. Sebenernya
27:08banyak terpakai atau
27:10nggak.
27:12Gua jadi punya perspektif
27:14aja sih, kayak
27:16misalkan sederhananya,
27:18kalau dulu sebagai IOS engineer,
27:20kalau mau nge-ship aplikasinya
27:22ke Play Store, App Store
27:24gitu. Itu gimana
27:26prosesnya? Sebagai orang
27:28infra, jadinya tahu kalau mau bikin
27:30automation untuk melakukan itu tuh, automation-nya
27:32kayak gimana. Sama
27:34kayak jadi back-end, tahu cara
27:36nge-develop back-end, pas di
27:38infra, tahu gimana caranya nge-deploy
27:40back-end ini. Jadi
27:42perspektif itu ngebantu sih kerjaan
27:44sekarang. Terpakai,
27:46terpakai-terpakai, tapi
27:48ya perspektifnya aja sebenarnya
27:50jadi tahu harus gimana gitu.
27:52Karena kan orang kadang mau deploy nggak tahu
27:54mau deploy front-end,
27:56harus gimana gitu. Karena
27:58udah kebiasaan, satu command misalkan
28:00apa sih, Netlify run, Netlify
28:02gitu. Nah, tapi
28:04nggak tahu sebenarnya ternyata ada harus
28:06ada yang dibuat, server-nya
28:08gimana, terus klien
28:10klien HTML-nya gimana.
28:12Ya kayak gitu.
28:14Jadi sebetulnya mungkin bukan
28:16ilmu exactly
28:18tentang tech-tech-nya, tapi
28:20lebih ke apa ya, kayak
28:22empati gitu ya. Perspektif itu
28:24tadi ya, berarti cara mikir
28:26jadi bisa
28:28ngerti cara mikir
28:30apa, anggota-anggota
28:32tim lain kan ya.
28:34Lo, frozen lagi.
28:38Hurry, freeze lagi.
28:40Ya, gue nangke pertanyaannya
28:42Mba Eka. Kedenger nggak suara gue?
28:44Kedengeran?
28:46Jadi sebenarnya iya sih
28:48perspektifnya kayak gimana
28:50cara mereka ngeliat
28:52sesuatu.
28:54Perspektif.
28:58Perspektif.
29:00Wah, koneksi-nya
29:02lagi kacau nih.
29:04Oh, ada masain, halo.
29:12Terus lagi ya, aduh.
29:14Halo, halo. Gimana tadi, gimana?
29:20Halo. Ya,
29:22perspektif yang ngebantu,
29:24pasti ngebantu
29:26sih banyak.
29:28Apalagi di perusahaan sekarang kan
29:30ada aplikasinya juga kan
29:32iOS sama Android juga ada kan,
29:34beda tim kali ya.
29:36Dan mereka tuh udah punya tim build
29:38sendiri. Apa sih,
29:40mekanisme build sendiri dan itu di-manage
29:42oleh mereka sendiri sebenarnya.
29:44Kalau tim infra, di kantor gue lebih banyak
29:48ngurus, emang untuk API sih.
29:50Terus
29:54platform course ini di deploy kemana?
29:56VM lah.
29:58VM.
30:00Gak di GCP.
30:02Gak.
30:04OVH. GAM-nya bukan di GCP.
30:06GCP yang mahal.
30:08Kalau gak pake kredit mahal ya.
30:14Iya betul, walaupun ada kredit,
30:16tapi kayak dengan
30:18harga yang gue bayar yang sama,
30:20kalau gue di GCP, gue dapat
30:22speknya sepertiga atau
30:24setengah kayak gitu.
30:26Jadi, gue
30:28pilih hosting di luar,
30:30di luar GCP, hostingnya
30:32di Singapur, terus semuanya gue taruh
30:34di sana. Postgres, Redis,
30:36API, website-nya
30:38gue taruh semua di sana.
30:40Jadi kalau mati,
30:42mati semua.
30:44Deploy-nya sekarang, gue pake
30:48Ansible.
30:50Jadi, ini
30:52boleh gue share screen aja gak?
30:54Boleh. Boleh banget.
30:56Biar gak, ini dibilang,
31:00apa namanya?
31:02Entire screen aja lah ya.
31:04Hati-hati diumpetin,
31:08yang perlu diumpetin kalau entire screen.
31:10Gue pake kursor.
31:12Hidup kursor.
31:14Jadi, tadi
31:18saya punya...
31:20Jadi...
31:22Entenya, entenya. Hati-hati.
31:24Ini ya.
31:26Mana sih namanya tadi?
31:28Ini cara deploy kan?
31:30Gue deploy di sini.
31:32Ini antara back-end sama front-end.
31:38Ngefreech dulu, ngefreech dulu.
31:40Jadi satu kayaknya deh. Monorepo
31:42ya itu. Monorepo ya?
31:44Jadi satu ya.
31:46Ya.
31:48Gue deploy-nya pake Ansible.
31:52Jadi, standar
31:54aja sih sebenernya. Kan ada
31:56repo git-nya, kemudian
31:58dibuild,
32:00kemudian ada secret-secret,
32:02disetup, disimpan ke server-nya,
32:04terus dibikin nvar-nya,
32:06.env file,
32:08terus deploy API,
32:10kemudian deploy
32:12worker-nya, segala macem, itu
32:14Ansible semua. Jadi kalau mau deploy
32:16itu, sekarang komen-nya masih
32:18dari VM langsung.
32:20Ansible, Playbook, deploy gitu.
32:22Jadi harus SSH dulu,
32:24habis itu baru deploy gitu ya?
32:26Ini tuh API-nya.
32:28Kalau yang Astro-nya tuh ini
32:30sebenernya.
32:32Jadi,
32:34kalau dilihat kan, sebenernya kan
32:36yang gue suka itu emang kayak gini
32:38doang. Kan ini HTML
32:40semua ya. Gak ada JavaScript,
32:42macem-macem. Terus
32:44enaknya adalah
32:46ini, CSS-nya
32:48ada disitu juga sekalian.
32:50Di Scope.
32:52Dan kalau gue butuh JavaScript,
32:54eh JavaScript, butuh client-side,
32:56ini gak ada yang client-side ya.
32:58Ini deh, GitHub login nih misalkan. Nah ini
33:00gue taruh sumbernya disini.
33:02Jadi kayak
33:04jadi kelihatan gitu loh, kalau ada yang
33:06perlu server-side, server-side-nya
33:08di atas ini. Terus ini
33:10UI-nya ini, CSS-nya,
33:12terus script. Nah ini yang
33:14paling gue suka sih. Karena ya patch
33:16kalau yang patch itu
33:18ini kalau gak salah.
33:20Ini course.
33:22Ini detail-nya ya?
33:24Ya nah ini kan kalau pas di awal nih
33:26kayak import
33:28di server-side. Dia ngasih
33:30tahu nih kalau bagian ini lo taruh nih akan dieksekut
33:32di server-side. Jadi maksens gitu belajar ya.
33:34Dan ini
33:36semua codingenya, semua bagian
33:38itu terjadi di server-side.
33:40Ya, ke pause.
33:44Pause dulu,
33:46pause dulu.
33:48Lanjut, lanjut, lanjut.
33:54Nah misalkan ini kan tadi
33:56ini kan ada yang orang udah daftar.
33:58Ini kan login,
34:00ini kan kekunci.
34:02Nah ini render ini kan
34:04kejadiannya di server-side. Jadi bukan di client-side nih
34:06nunculin ini.
34:08Jadi kalau ternyata dia belum
34:10register, ceknya di server, ya udah.
34:12Yang kegini untuk browser ya cuma itu kan.
34:14Cuma si markup HTML
34:16yang layar login.
34:18Betul, makanya jadi maksens
34:20kan kalau orang ngomongin, kalau lo ngerjain
34:22server-side web.
34:24Ting.
34:28Pause lagi.
34:36Ya, begitulah.
34:38Terus putus nih.
34:40Tapi ya itu.
34:44Memang ini pahaya nih.
34:48Kayaknya gue disabotase deh.
34:50Ini nggak ada tukang basuh yang nonton.
34:52Kita ngomongnya nggak ada yang aneh-aneh.
34:54Kenapa disabotase?
34:56Pakai protobuf nggak?
34:58Oh.
35:00Tuh.
35:02Berarti nggak boleh ngomongin
35:04gue, berarti nggak boleh ngomongin gue.
35:06Macet lagi.
35:14Macet terus.
35:16Gini.
35:18Kenapa ya?
35:20Tadi pertanyaannya.
35:24Ada VPN jalan nggak?
35:26Nggak ada sih.
35:28Ntar, apa VPN gue jalan nggak?
35:30VPN gue juga mati. Kayaknya emang internetnya
35:32jelek deh.
35:34Kerennya kurang bagus malam ini. Unfortunately.
35:36Tuh.
35:38Nggak boleh ngomong itu.
35:40Itu yang mana?
35:42Kita cuma ngomongin Astrol.
35:46Kita nggak boleh ngomongin Astrol gitu.
35:50Kita cuma ngobrolin.
35:54Iya.
35:56Ngomong-ngomong Astrol baru ini ya.
35:58Baru release versi 5 ya.
36:00Sebenernya kita udah bahas nih
36:02pas kemarin yang 5
36:04masih beta ya. Kita udah
36:06bahas, baca
36:08blogpostnya sedikit kan.
36:10Cuma yang kemarin masih beta. Sekarang
36:12dirilis jadi
36:14main.
36:16Ya. Highlightnya
36:18kalau nggak salah.
36:20Server component. Server
36:22server island.
36:24Kan kita bahas juga tuh waktu itu.
36:26Yang pertama content layer, kedua
36:28server island. Yang tadinya kan
36:30islandnya ada di client. Sekarang
36:32ada di server.
36:34Di client bisa. Di server bisa.
36:36Ya. Dua-duanya bisa.
36:38Terus yang nggak kalah
36:40besarnya adalah
36:42vt-nya di upgrade.
36:44Oke. Imbrenya sudah muncul lagi.
36:48Selamat datang kembali.
36:50Sorry ya.
36:52Tadi gue habis reset
36:54modem mudah-mudahan aman.
36:56Oh. Siap.
36:58Habis nyalakan ini ya. Support ya.
37:02Wah ini
37:06websitenya Imbre,
37:08favicon-nya pun masih astro ya.
37:10Ternyata ya.
37:12Gue masih skill issue.
37:14Gak tau gimana cara ngerubah
37:16icon-nya tuh gimana caranya.
37:18Gak tau tuh. Masukin public
37:20favicon.icon.
37:24Gimana dia favicon-nya.
37:26Ini ya. Ini diganti.
37:30Ya. Cari aja favicon
37:32spg ditimpah nanti.
37:34Oh.
37:36Ya itulah.
37:38Skill issue.
37:40Gak apa. Ini
37:42lebih bagus dari buatan kita-kita
37:44loh. Eh buatan gue maksudnya.
37:46Kalau Eka maaf. Gue nggak punya gajalan
37:48terus. Gak punya website.
37:50Ya. Gak mesti course juga
37:52maksudnya web gitu.
37:54Oke. Tadi kita
37:56sampai nanyainya.
37:58Ada pertanyaan nih.
38:00Pake protobuf nggak?
38:02Oh ya. Protobuf. Tadi
38:04udah dua kali nanyain.
38:06Iya. Iya. Iya. Gue jawab ya.
38:08Iya.
38:10Pake protobuf. Iya. Betul.
38:12Gue dari
38:14sebenernya API-nya itu
38:16HTTP.
38:18Cuman pakai jrpc gateway.
38:20Sebarangnya tuh jrpc.
38:22Cuman ada HTTP layer-nya.
38:24Nah. Si server side
38:26dari si frontend-nya itu connect-nya
38:28ke server pakai, ke API pakai
38:30jrpc. Pake protobuf.
38:32Oh. Memang agak suka akrobatik
38:34aja.
38:36Akrobatik itu maksudnya apa?
38:38Akrobatik. Akrobatik.
38:40Oh akrobatik.
38:42Oh jadi server-nya dua.
38:44Server render yang
38:46di courses itu sama server
38:48buat ngeserve datanya gitu.
38:50Dua
38:52entity yang beda.
38:54Betul. Jadi gue tuh punya server API.
38:56Jadi API.
38:58Imbranagi.com
39:00/wager. Nah. Coba aja buka.
39:02Pasti nggak bisa.
39:04Jadi itu tuh semuanya API
39:06yang gue punya.
39:08Jadi gue punya API payment di sana.
39:10Kemudian API course itu juga di sana.
39:12Jadi emang
39:14dulu kan
39:16aduh, putus ya.
39:18Nggak, nggak, lanjut.
39:20Lanjut, lanjut.
39:22Jadi
39:24dulu gue kan punya payment
39:26waktu masih jaman-jaman
39:28pakai Saweria itu.
39:30Gue punya ini juga kan
39:32akun di payment gateway.
39:34Jadi gue cobalah bikin yang
39:36abstraksi untuk itu dan
39:38itu sekarang gue jadikan payment API
39:40gue. Nah, tapi kan ada API
39:42course juga. Jadi daripada gue taruh
39:44di sana, jadi gue pindahin aja front area
39:46server sendiri. Nggak call ke
39:48API situ.
39:50Dan authentication tuh
39:52di API semua. Jadi Firebase
39:54tuh ke API yang di belakang, bukan
39:56ke course yang di depan data-datanya.
39:58Oke.
40:02Astro overkill.
40:04Mari gunakan Next.js, wah. Kalau Imbranagi
40:06udah coba Next.js tapi nggak masuk ya.
40:08Iya nggak tahu sih. Menurut gue
40:12lebih enak
40:14Astro. Mungkin karena
40:16kayaknya gue skill issue kali ya
40:18pake Next.js. Kan sebenarnya course
40:20gue tuh ini ya, lebih banyak markdown
40:22ya. Dan Astro
40:24itu udah by
40:26bukan, native-nya udah support
40:28markdown. Kalo
40:30Next.js gue akrobat dulu.
40:32Iya. Karena Astro itu
40:34lahirnya dari content management kan.
40:36Jadi bikin blog gitu awalnya kan.
40:38Itu udah support.
40:40Apa? Bukan dokumentasi sih.
40:42Blognya Firebase kalo nggak salah.
40:44Pake Astro kan. Betul.
40:46Jadi ya itu.
40:48Kemarin juga mikirin mau Next.js
40:50nggak ya. Tapi Astro udah lebih gampang.
40:52Terima kasih. Mungkin Next.js
40:54lebih cocok ini
40:56kali ya buat anak front-end yang sudah
40:58bisa react. Iya.
41:00Nggak masalah. Anak react banget.
41:02Ya. Sementara Imbranagi kan
41:04tadi ceritanya udah nyobain
41:06react tapi nggak nyambungkan, nggak
41:08seperti gitu. Karena ada client-side
41:10rendering kah.
41:12Walaupun bisa. Tapi maksudnya
41:14bukan itu yang dicari kan.
41:16Iya. Padahal sebenernya ilmunya
41:18baru nyampe yang
41:20request-response sederhana gitu kan.
41:22Makanya dicari lah
41:24framework yang
41:26ya yang seperti itu.
41:28Tuh. Silain Astro tadi
41:32udah. Kayaknya karena ke
41:36lanjut-lanjut-lanjut. Silain Astro
41:38pernah pakai apa ya?
41:40Yang mana nih jawab pertanyaan?
41:42Tadi gue lupa.
41:44Vue dulu tuh
41:46ya tau-tau dikit lah. Tapi nggak pernah
41:48Vue. Next.js.
41:50Next.js yang masih
41:52ya. Next.js itu
41:54dari yang client-side sampai server-side.
41:56Nah udah juga tuh.
41:58Udah juga. Remix.
42:00Remix. Pernah juga.
42:02Pernah juga. Gue pernah nyobain Remix.
42:04Pernah. Tapi Remix ini kan kayak
42:06masih react banget ya?
42:08Style-nya aja yang beda ya nggak sih?
42:10Jadi akhirnya gue kalah.
42:12Itu yang bikin react nya.
42:14Berarti kurang
42:16prefer ini ya sama
42:18react gitu ya. Kurang cocok ya?
42:20Bukan kurang cocok. Masih
42:22bego aja. Masih nggak ngerti.
42:24Nggak. Kan kalau framework itu kan
42:28personal gitu kan.
42:30Cocok nggak cocok. Kalo emang nggak cocok, ya nggak
42:32cocok aja.
42:34Iya sih sebenernya. Tapi
42:38gue tuh akhirnya kalau nggak cocok itu kan maksudnya
42:40lu ngerti cara memakainya.
42:42Tapi lu merasa gue kayaknya nggak suka nih pake ini.
42:44Iya kan? Kalo gue ngerti pun juga
42:46belum di titik itu. Jadi gue nggak
42:48merasa cocok gitu loh kayak
42:50ya ngerti aja nggak gimana mau
42:52tahu cocok atau nggak. Jadi kayak
42:54gitu loh.
42:56Tapi kan sebenernya cocok itu selain
42:58personal feel, juga kan kalau misalnya
43:00bikin produk kan mana yang
43:02paling bisa paling cepet dan
43:04paling efektif
43:06bikin lo mencapai tujuan
43:08produk itu kan. Berarti sekarang ya
43:10bisa dianggap udah achieve kan.
43:12Karena tujuannya adalah nge-launching
43:14course biar orang bisa
43:16beli course-nya.
43:18Iya. Itu kan sebenernya bagian dari
43:20nazar pemilu aja ini course-nya.
43:22Apa itu? Bentar-bentar.
43:28Apa hubungannya
43:30dari pemilu sampai
43:32bikin software course-nya?
43:34Jadi kan gue tuh
43:36cerita ini cerita lo juga
43:38nggak tau kalau udah cerita kemaren
43:40pasti. Jadi
43:42gue tuh kan pengen
43:44nge-tweet ya.
43:46Tuh, ntar.
43:48Dikonek nggak?
43:50Kan nge-tweet ya waktu itu. Gue lagi habis
43:52main ski malam-malam.
43:54Di Indo tuh pagi. Gue masih ingat
43:56di US tuh jam 7 malam. Gue habis
43:58main ski. Terus gue lagi di mobil. Terus gue nge-tweet.
44:00Kalau misalkan
44:02Prabowo kalah, gue bikin
44:04bootcamp software instrumentasi
44:06gratis gue gituin kan.
44:08Jadi walaupun gue belum tau
44:10waktu itu Prabowo akan menang, gue udah mulai
44:12bikin materinya. Karena gue pede waktu itu.
44:14Pedelah.
44:16Gue bikin
44:18materinya. Gue bikin dari git.
44:20Gue bikin gitnya dulu
44:24markdown, kemudian
44:26akhirnya
44:28kalah kan. Akhirnya menang.
44:30Terus gue tetap jalanin bootcampnya.
44:32Tapi peserta bootcamp itu
44:34ini, gue kasih
44:36markdown doang. Jadi mereka baca dari
44:38markdown. Terus habis itu
44:40gue pikir gue bikin
44:42Udemy-nya deh. Gue bikin Udemy-nya.
44:44Gue bikin video sambil gue bikin video.
44:46Kalau ada yang punya nonton Udemy
44:48gue itu, itu videonya masih
44:50markdown sebenernya. Belum yang
44:52course web ini.
44:54Jadi
44:56di tengah-tengah, kepikiran
44:58lah. Kayaknya gue pengen bikin webnya deh.
45:00Biar yang, kalau yang baca juga enak
45:02baca aja. Masa bacanya
45:04markdown di GitHub lagi gitu kan.
45:06Ya akhirnya, ya gue
45:08bikin lah itu. Dan
45:10sebenernya tujuannya ya biar
45:12bisa jadi aja. Dan gue kepikiran
45:14eh gue kalau pengen nanti bikin
45:16course-course lagi, yang
45:18sifatnya markdown, gimana caranya
45:20biar nanti gue bisa pakai itu lagi.
45:22Jadi makanya gue bikin kayak
45:24sederhana gitu. Tapi isinya
45:26markdown. Sekalian aja.
45:28Kalau ada materi lagi bisa gue upload. Betul.
45:30Oke, oke.
45:34Nah, pas ngomongin ini justru
45:36lancar ya audionya ya.
45:38Malah lancar. Iya.
45:40Habis keluar baru
45:42nanti. Oh berarti, berarti
45:44course-nya itu bisa dibeli
45:46di courses.imrenagi.com
45:48dan juga bisa di Udemy gitu ya.
45:50Iya betul. Di Udemy
45:52itu video sih sebenernya. Tapi kalau orang
45:54beli video, gue kasih yang tertulisnya.
45:56Oh, yang di courses
45:58ini? Tertulis ya?
46:00Bisa. Kan ada paket
46:02hemat tuh. Paket hemat.
46:04Paket hemat tuh cuma markdownnya doang.
46:06Textnya doang. Tapi kalau beli video
46:08dapet bonus. Apa maksudnya input
46:10text.
46:12Betul sekali.
46:14Wah, menarik ya.
46:16Nah, itu mah
46:18ini aja akal-akalan. Bukan akal-akalan sih.
46:20Kayak orang baru belajar
46:22jualan lah. Kayak gimana ya.
46:24Strategy pricingnya ya. Kayak gitulah.
46:26Padahal, ya gak ngaruh. Padahal
46:28akhirnya yang berpengaruh tuh emang kode promo juga.
46:30Kode promo.
46:34Tetep ya, di Indonesia
46:36harus promo ya.
46:38Harus pakai diskon.
46:40Harus pakai diskon.
46:42Iya nih.
46:44Nah, ini pakai headless CMS
46:46gak?
46:48Nggak ya kayaknya.
46:50Headless CMS nya apa sih?
46:52Coba jelas kan.
46:54Headless CMS.
46:56CMS, Content Management Service
46:58tapi hosted.
47:00Jadi intinya sih kayak
47:02hosted remotely.
47:04Itu kita dikasih API
47:06API key buat
47:08manggil kontennya.
47:10Intinya mah hosted database juga.
47:12Cuma ada
47:14UI, ada front-end buat
47:16misalnya cerut lah.
47:18Cerut udah gitu.
47:20Misalnya
47:22cuma bisa dikustom jenis
47:24model datanya. Misalnya course.
47:26Kita bikin course. Course itu fieldnya apa aja.
47:28Itu tuh dikasih kayak
47:30UI yang user-friendly.
47:32Jadi kita gak harus
47:34coding belakangnya.
47:36Misalnya satu course itu fieldnya apa aja.
47:38Pirip.
47:40Ya, semacam gitu.
47:42Kalau WordPress
47:44WordPress asli kan
47:46front-end-nya juga harus pakai WordPress kan.
47:48Oh ya, kalau ini
47:50cuma dikasih access
47:52REST API atau GraphQL API aja.
47:54Jadi misalkan
47:56bank office-nya mau pakai WordPress, terus
47:58front-end-nya mau pakai Astro, misalkan
48:00dari WordPress-nya berarti connect-nya ke API.
48:02Nah, justru gak butuh ya.
48:08Maksudnya itu kan
48:10Headless CMS biasanya kan
48:12buat kalau yang
48:14manage kontennya adalah
48:16either orang yang gak
48:18coding, misalnya kita punya tim yang buat manage
48:20konten, atau yang
48:22gak bisa bikin
48:24nge-setup back-end-nya.
48:26Jadi ya emang
48:28kurang cocok.
48:30Dan ini juga kayaknya masih cukup
48:32sederhana karena permodul kan.
48:34Dari modul ada bap-bap
48:36kan, kayak buku gitu.
48:38Ya maksudnya kayak satu chapter, satu
48:40markdown file.
48:42Iya, betul. Satu page, satu
48:44markdown.
48:46Dan sebenernya gue tuh jadi
48:48emang kemarin tuh karena, kan awalnya
48:50struktur course gue tuh agak beda-beda ya.
48:52Ada sub-submodul
48:54gitu kan.
48:56Tapi pas ketemu di Astro ini
48:58dia gak memungkinkan untuk melakukan
49:00kayak gitu.
49:02Lebih repot lah. Jadi akhirnya gue
49:04putuskan ya gue ganti aja strukturnya
49:06dan Astro ya.
49:08Not bad lah. Makanya gue bisa bikin modul-modul
49:10itu kan modul satu, modul dua, gitu.
49:12Ya, ya, ya.
49:14Oke.
49:16Munculin komen dulu tuh. Bagus
49:20penjelasannya masa CMS
49:22tapi tanpa HTML.
49:24Cuma ngeluarin JSON.
49:26Bisa hosted, bisa self-hosted.
49:28Oh iya bisa self-hosted juga sih.
49:30Iya.
49:32Yang satu-satunya ini, PocketBase.
49:34PocketBase itu
49:36untuk ini juga, headless CMS
49:38itu juga.
49:40PocketBase sebenernya lebih ke database
49:42access service sih. Kayak
49:44FireBase. Kayak SuperBase gitu ya?
49:46Yes. Betul.
49:48Jadi dia
49:50lebih ke database.
49:52Ya kan CMS juga, ujung-ujungnya
49:54database juga kan.
49:56Oke.
49:58Wah.
50:02Akhirnya di bawah-bawah juga
50:04Nazar Pabilu.
50:06Ya kalau ngomongin course online
50:08yang gue bikin itu tuh emang
50:10pasti sejarahnya dari sana.
50:12Gimana dong?
50:14Tapi gue berterima kasih juga sih, karena ini
50:16gue akhirnya bisa bikin web.
50:18Mantap. Mantap, Pak Prabowo.
50:20Kadang, apa ya?
50:22Maksa diri itu, jadi sesuatu yang
50:24produktif ya. Jadi sesuatu yang
50:26produktif, bahwa cuman
50:28kayak koar-koar doang di
50:30Twitter gitu ya.
50:32Ada ini-nya ya. Ada hasilnya.
50:34Ada rekomendasi
50:40CMS selain sanity.
50:42Sanity itu CMS ya?
50:44Cuma pernah pakai
50:46Strapi sebetulnya.
50:48Oh Strapi.
50:50Apa ya?
50:52Asal use case kita nggak terlalu rumit.
50:54Ya mau pakai sanity,
50:56Strapi sebenernya udah cukup.
50:58Sama dulu, apa sih tuh yang
51:00bareng anak
51:02bareng anak
51:06Netlify punya CMS
51:08nggak sih?
51:10Coba tuh, Mas Zain.
51:12Eh, Netlify atau apa ya?
51:14Yang diwekas
51:16warga-bantu warga?
51:18Netlify ada CMS.
51:20Direktus
51:22yang waktu itu kita rekomendasikan, Direktus
51:24kan ya?
51:26Kalo nggak salah.
51:28Strapi UI
51:32UI-nya bisa dikustom nggak? Bisa kan?
51:36Ini Headless kan?
51:38Strapi bukan ya?
51:40Iya sama ada setting. Ya
51:42kalau sekustom misalnya
51:44apa ya, text shield-nya dikustom banget
51:46jadi gimana sih? Belum tahu ya. Karena
51:48belum pernah pakai yang serumit itu. Cuma
51:50opsinya banyak. Sampai even
51:52color picker gitu. Itu aja ada.
51:54Apa sih? Jamis-jamis field-nya
51:56kita bisa milih.
51:58Jadi ya custom bisa-bisa
52:00aja. Cuma sekustom apa?
52:02Bener kan, Mas Zain bilang bener.
52:04Netlify CMS.
52:06Ya, Netlify itu ada produk CMS-nya.
52:08Nah, ini ada pertanyaan
52:12tentang
52:14monitoring front-end. Pakai apa?
52:16Oh, pakai apa itu?
52:18Sentry.
52:20Sentry. Yang gratis-gratis.
52:22Gratis-gratis.
52:24Dan kebetulan
52:26sebenarnya karena Astro udah ada
52:28integrasinya sama Sentry, jadi kayak
52:30cuma nambahin API key doang udah langsung
52:32dikirim ke Sentry.
52:34Ya, dan Sentry itu semua
52:36framework atau meta framework
52:38apapun keliatannya udah ada SDK-nya
52:40deh. Jadi simple
52:42banget kayak nambahin buat
52:44ya apapun sih.
52:46Kayak di tempat kerja gue juga pake
52:48Sentry, Gravel lah,
52:50HTL Polosan lah.
52:52Oke.
52:56Nah, terus kalau
52:58misalkan nih, next-nya
53:00ya jangan tunggu sampai pemilu
53:025 tahun lagi ya. Misalkan mau bikin
53:04kursus baru gitu.
53:06Kan ada pilu KD. Oh, tapi gak ada nasarnya ya?
53:08Gak, gue pil kadang gak
53:10terlalu ribut.
53:12Kenapa? Gak ada nasarnya.
53:14Mas Ivan nanya, kenapa?
53:16Wah, mancing-mancing.
53:18Mancing-mancing.
53:20Kenapa?
53:24Gak ada. Ini aja.
53:28Kan waktu pemilu kemarin di US kan
53:30aman. Kalau mau keluar-keluar aman.
53:32Di sini weh, Pak. Bahaya, Pak.
53:34Langsung jepang rumah, Pak.
53:36Hati-hati.
53:42Kalau misalkan mau bikin kursus lagi,
53:44step-nya gimana tuh?
53:46Dari baik dari
53:48astronya, dari sisi
53:50deployment-nya.
53:52Kan ini gak
53:54belum continuous
53:56deployment kan ya?
53:58Ini harus deploy manual ya?
54:00Sebenernya
54:02yang tadi
54:04itu kan kayak ada
54:06halaman depan yang
54:08ada modul 1, modul 2, modul 3
54:10itu kan. Nah, itu
54:12sebenernya
54:14dibikin pake
54:16metadata JSON.
54:18Jadi ini tuh ada metadata
54:20JSON-nya.
54:22Jadi, kalau
54:24misalkan mau bikin kursus baru, tinggal define
54:261 kursus lagi, file JSON,
54:28isinya kayak gini, yang buat ngel-construct
54:30ini.
54:32Kayak daftar isinya lah, gitu ya?
54:34Betul. Yang kedua,
54:36kan kalau scroll ke atas boleh gak masuk disana.
54:38Nah, itu kan ada
54:40title, ada description,
54:42kemudian ada apa sih?
54:44Gambar kucing. Nah,
54:46itu tuh ada, udah ada, ya,
54:48JSON-nya lah. Terus,
54:50berikutnya, konten-konten
54:52didalemnya tuh,
54:54konten didalemnya itu sebenernya kan cuma markdown.
54:56Ntar ada, apa sih kalau header
54:58yang di atas tuh apa sih namanya? Kalo markdown
55:00ada header. Nah,
55:02front matter, front matter. Nah,
55:04front matter, ya. Front matter-nya
55:06itu tinggal nandain, ini tuh
55:08buat user yang
55:10kategorinya paid atau bukan,
55:12kayak-kayak gitulah informasi itu.
55:14Jadi, emang butuhnya cuma
55:16markdown sama
55:18yang metadata JSON tadi.
55:20Oke, oke.
55:22Sama satu lagi butuhnya
55:24niat, satu lagi, buat nulis
55:26untuk ngel-construct.
55:28Kalau deployment mah,
55:30tinggal klik aja udah selesai.
55:32Oh, tinggal klik? Enggak perlu
55:34SSH ke server semua gitu?
55:36Oh iya, maksudnya tinggal SSH, terus
55:38klik ya.
55:40Kan, kalo
55:42content kan bisa pakai
55:44chat GPT sekarang.
55:46Fun fact, ini bikinnya banyak
55:48bukan chat GPT, apa sih?
55:50Copilot, Copilot.
55:52Copilot.
55:54Dibantu sama Copilot.
55:56Betul sekali.
55:58Pernah punya pengalaman dengan angular?
56:02Kayaknya enggak ya. Enggak ada.
56:04Pernah lihat teman
56:06waktu kuliah
56:08S2 bikin
56:10tugasnya pakai angular.
56:12Udah itu doang.
56:14Nggak tertarik, mau explore lebih jauh.
56:16Nggak tertarik.
56:18Jadi front-end
56:22bisa CICD wajibkah?
56:24Ini mah skill basic software engineer.
56:26Harusnya semuanya bisa itu.
56:28Semuanya ya.
56:30CICD itu sebenernya
56:32nge-define maksudnya step-stepnya
56:34apa aja kan.
56:36Bukan yang lu harus
56:38nge-set up infrastruktur untuk CICD-nya.
56:40Nggak. At least tau kalo mau
56:42bikin CICD depannya
56:44job untuk test, kemudian job untuk build,
56:46kemudian job untuk deploy.
56:48Itu harusnya mah. Semuanya bisa.
56:50Bikin GitHub actions minimal bisa.
56:54Betul.
56:56Kalo mau bikin CICD ya jangan lupa.
56:58Harus ada testnya dulu.
57:00Jangan lupakan harus ada testnya dulu.
57:02Buat apa CICD-nya buat apa.
57:04Ya nggak guna ya, betul ya.
57:06Ya paling buat nge-check
57:08dependency doang.
57:10Nge-check build doang.
57:12Nge-check build doang pas udah di jalanin
57:14bug semua sih.
57:16Seberapa penting docker
57:18buat anak front-end?
57:20Seberapa penting docker
57:22buat anak front-end?
57:24Susah nih.
57:26Gimana jawabnya ya?
57:28Menurut Baika penting nggak dockeran Baika?
57:30Ya penting buat
57:32tau in general sih.
57:34Minimal bisa
57:36bisa baca dan bisa
57:38edit docker file.
57:40Bisa docker compose up
57:42terus tau
57:44docker itu
57:46di deploy kemana.
57:48Tahu cara kerjanya dan
57:50tau cara pake yang basic. Cuma
57:52rata-rata kalo
57:54satu tim ada front-endnya, berarti kan ada role lain
57:56yang kalo udah bingung,
57:58kita ya minta pairing. Kan bisa aja
58:00kan kalo udah rumit
58:02harus nge-handle docker,
58:04ya kita minta pairing dengan
58:06rekan kerja yang lebih
58:08accomplished. Tapi kalo kita nggak paham sama sekali
58:10docker itu apa, gimana jalaninnya
58:12ya agak sulit ya
58:14buat kerja.
58:16Itu ada poin menarik sebenernya.
58:18Jadi kan
58:20gue di tim infra ya. Maksudnya
58:22banyak developer yang tiba-tiba bilang
58:24waktu kita
58:26bikin tools lah misalkan, kita pengen
58:28nentuin batas
58:30tersponsibility
58:32software engineer tuh sampe mana.
58:34Apakah sampe mereka nge-push
58:36atau sampe mereka
58:38nge-deploy atau sampe mana.
58:40Jadi akhirnya kita bikin boundary
58:42bahwa kalo tim product
58:44mau nge-deploy sesuatu yang kita
58:46terima tuh cuma docker file.
58:48Jadi tim infra cuma tau lu mau
58:50nge-deploy kesini docker file-nya
58:52eh docker file, docker image-nya yang mana.
58:54Jadi kalo kayak gitu kan
58:56otomatis jadinya untuk
58:58siapapun yang pengen nge-deploy apakah
59:00front-end, back-end, mereka harus bisa
59:02ngebikin docker file kan. Jadi makanya
59:04dan emang menurut gue
59:06itu penting untuk semuanya karena
59:08masa lu coding tapi lu gak bisa nge-build
59:10aplikasinya biar bisa
59:12ready untuk di deploy.
59:14Jadi ya kalo tanya penting gak penting
59:16gue rasa penting.
59:18Penting untuk tau lah paling gak
59:20gimana caranya.
59:22Ya kadang-kadang kan kita
59:24bikinin Jenkins
59:26workflow-nya dong.
59:28Masa mereka yang bikin itu.
59:30Kita bikin aja cukup kali.
59:32Jenkins
59:34yang berat pak. Jenkins.
59:36Jenkins ketauan umur kalo
59:38Jenkins.
59:40Masih ada yang pake
59:42lu masih pake loh Jenkins.
59:44Masih banyak. Ada.
59:46Travisci juga
59:48masih pake Jenkins kan.
59:50Masih pake Travisci.
59:52Nah ini kadang-kadang
59:54ada yang ada kita
59:56terlalu dimanjakan ya sama
59:58tools-tools seperti
1:00:00Netlify, Versal
1:00:04gitu ya. Tapi harus hati-hati
1:00:06juga kalo kita commit
1:00:08langsung ke Versal. Maksudnya commit abis itu langsung
1:00:10di deploy itu bukan CI kan. Itu CD kan.
1:00:12Continuous Deployment.
1:00:14Tapi CI-nya belum ada.
1:00:16CI-nya ya mungkin
1:00:18harus dibikin di sisi
1:00:20GitHub-nya kali ya.
1:00:22Pake GitHub Action atau yang lain.
1:00:24Kalo mau nge-deploy ke Versal
1:00:26tuh pake komen kayak Versal
1:00:28deploy kayak gitu ya?
1:00:30Bisa di set up otomatis
1:00:32malah. Apa
1:00:34kita nge-push ke repo, ke branch ya
1:00:36main branch atau kita bisa set up branch
1:00:38apapun. Dia otomatis
1:00:40jadi ya betul banget itu komennya
1:00:42kalo anakron n
1:00:44itu kayak dimanjain banget.
1:00:46Yang balik ke topik awal tadi
1:00:48jadi kayak udah bisa bikin satu
1:00:50kan kalo punya ide gampang bikin produk
1:00:52abis itu sekarang nge-deploynya
1:00:54dimanjain banget. Tapi kan sebenernya itu
1:00:56eventually bakal
1:00:58bakal ngejebak
1:01:00juga kalo
1:01:02ternyata produknya harus scaling. Atau
1:01:04kalo gak ngulik lagi dibalik semua
1:01:06kemudahan itu ada apa.
1:01:08Tapi kalo cuma buat prototyping emang gampang
1:01:10banget sih. Push, get push.
1:01:12Udah get push kan. Oh my CSH
1:01:14itunya GP, enter.
1:01:16Udah langsung ke build gitu.
1:01:18Bisa connect ke github
1:01:20bisa langsung juga kan dengan deployment
1:01:22kan. Kalo connect ke github apa yang
1:01:24kita push atau
1:01:26pull request yang dimers itu akan
1:01:28otomatis ke
1:01:30build kan di versalnya.
1:01:32Versalnya yang nge-build ya?
1:01:34Iya.
1:01:36Pantesan orang pada
1:01:38gak tau cara nge-build front-end
1:01:40gimana ya gara-gara versal.
1:01:42Gara-gara versal.
1:01:44Coba build front-end
1:01:46kamu. Gak tau gimana.
1:01:48Kamu nge-build ya? Komennya apa ya?
1:01:50Iya.
1:01:52Oh itu bisa jadi pertanyaan interview yang
1:01:54bagus.
1:01:56Build ke VM.
1:01:58VM itu si Dain SSH.
1:02:00Mati lu.
1:02:02Ayo.
1:02:08Iya. Kita
1:02:10dimanjakan sekali memang si front-end.
1:02:12Dan apalagi gratis kan.
1:02:14Kayak Netlify, Versal
1:02:16kan gratis. Ini udah gampang banget
1:02:18gitu. Gak tau aja.
1:02:20Ternyata Versal jualan.
1:02:22Begitu free tiernya
1:02:26begitu lewat dari free tier
1:02:28jadi mahal banget kan. Nah,
1:02:30terus begitu pada kena mahal,
1:02:32begitu pada ke seringpet lah, begitu
1:02:34kena, pada marah-marah
1:02:36di tweet.
1:02:38Terus merasa dijebak.
1:02:40Padahal kan namanya orang jualan
1:02:42bukan badan amal.
1:02:44Tujur badan amal.
1:02:46Iya juga sih. Padahal
1:02:48padahal jebakannya itu dari, sudah
1:02:50dari awal, sudah dari pakai framework
1:02:52Ness itu udah terjebak
1:02:54sebenernya.
1:02:56Itu kan gue ngerosting Versal juga pas
1:02:58talk gue di IDSW kemarin.
1:03:00Wah gue gak nonton
1:03:02yang hari kedua. Hari kedua.
1:03:04Sore lagi terakhir.
1:03:06Sengaja biar orang gak pulang.
1:03:08Iya, tapi gue deg-degan.
1:03:10Tapi masih rame ya sih.
1:03:12Masih rame.
1:03:14Gue roasting tuh Versal tuh
1:03:16berapa kali ya.
1:03:18Gue pakai Netlify sih sebenernya.
1:03:22Website imbrenagi.com itu
1:03:24blog imbrenagi.com apa imbrenagi.com
1:03:26gue lupa. Itu deploynya
1:03:28pakai Netlify.
1:03:34No brainer lah.
1:03:36Banyak pertanyaan.
1:03:44Banyak pertanyaan, banyak komentar ya.
1:03:46Kayaknya.
1:03:48Apa lagi mau kita bahas?
1:03:52Astro lagi naik daun?
1:03:54Iya, Astro lagi naik daun.
1:03:56Sebetulnya Astro kan
1:03:58udah 2-3 tahun tuh. Cuma keliatannya
1:04:00ya emang boomingnya
1:04:02baru sekarang karena
1:04:04apa ya? Mereka occupy satu
1:04:06space yang kayak bisa dibilang
1:04:08unik wah. Kayak gak ada kompetitornya
1:04:10yang head-to-head.
1:04:12Canggih tuh.
1:04:14Astro.
1:04:16Astro.
1:04:18Abstraksinya untuk jadi
1:04:20microservice. Apakah microservice
1:04:22adalah jawaban?
1:04:24Microphone end.
1:04:26Kita kan pernah bahas
1:04:28Microphone end kemarin.
1:04:30Iya.
1:04:32TLDR-nya adalah
1:04:34kalo tim-timnya belum berantem
1:04:36belum perlu.
1:04:38Kalo udah berantem baru perlu.
1:04:40Silahkan nonton
1:04:42episode berapa ya?
1:04:44Satu berapa sih tuh?
1:04:46episode 105.
1:04:48Menarik.
1:04:50Kenal Evan Yu? Kenal. Tapi Evan Yu
1:04:56gak kenal kita.
1:04:58Kita ngerasa
1:05:00kenal ya.
1:05:02Evan Yu ini yang ngelis framework bukan sih?
1:05:04Iya yang bikin view ya.
1:05:06View change.
1:05:08Dan ecosystemnya.
1:05:10Dan ecosystemnya.
1:05:12Kenal.
1:05:16Kenal Evan Yu.
1:05:18Back-end
1:05:20pemula udah bisa API
1:05:22apa lebih cukup?
1:05:24API apa dulu?
1:05:26Cukup buat apa dulu?
1:05:28Cukup buat apa dulu nih?
1:05:30Cukup.
1:05:32Iya juga.
1:05:34Definisi cukup orang
1:05:36kan beda-beda.
1:05:38Oh jadi mungkin dia
1:05:40lagi belajar nih, belajar back-end.
1:05:42Sampai udah bisa bikin REST API.
1:05:44Apakah udah cukup terus mau belajar yang lain
1:05:46lagi gitu?
1:05:48Ya sebenernya kalo
1:05:50kayak gitu sih cukup-cukup aja.
1:05:54Apa ya maksudnya
1:05:56gue kemarin belajar front-end
1:05:58ini.
1:06:00Misalkan tau
1:06:02udah bisa connect firebase, udah bisa
1:06:04bikin system authentication pake firebase
1:06:06udah cukup. Tapi gue gak perlu jari
1:06:08sampai dalam firebase tuh gimana
1:06:10cara kerjanya segala macem.
1:06:12Ya gue bisa lanjut ke yang lain.
1:06:14Tergantung makanya definisi cukupnya.
1:06:16Kalo mau belajar front-end
1:06:20mendingan belajar langsung dari server aja
1:06:22yang server render, bener.
1:06:24Jadi belajar HTML, CSS
1:06:26di render dari back-end
1:06:28jadi biar gak terlalu jauh juga kan.
1:06:30Kalo terlalu jauh ke front-end
1:06:32nanti takutnya itu.
1:06:34Akrobat, banyak akrobat.
1:06:36Framework CSS
1:06:40pake vanilla.
1:06:42Berarti gak nonton tadi?
1:06:44Berarti nonton yang pas tadi.
1:06:46Oh bukan pure CSS ya?
1:06:48Vanilla CSS ya?
1:06:50Ya Vanilla.
1:06:52Ketauan bukan orang web.
1:06:54Ah teman-teman.
1:06:56Saya pure blood.
1:06:58Pure blood.
1:07:00It depends.
1:07:04Ya semua.
1:07:06Kemarin kita di Surabaya juga jawabannya it depends.
1:07:08It depends.
1:07:10Paling gampang.
1:07:12Itu udah pertanyaan template sih ya kayaknya ya.
1:07:14Maksudnya kalo udah belajar RCPI
1:07:18belajar apa lagi. Tadi autentikasi
1:07:20autentikasi perlu.
1:07:22Itu coba buka roadmap.sh
1:07:24buat kalo ide belajar
1:07:26pengen belajar apa.
1:07:28Apa kan gak harus semua
1:07:30diikutin persis plug juga
1:07:32tapi ya bisa lah buat inspirasi.
1:07:34Coba buka deh.
1:07:36Kalo mau cari ini
1:07:38bahwa belajar apa lagi itu
1:07:40misalkan pas ngertiin sesuatu
1:07:42nemu masalah apa, pertanya
1:07:44terus pertanyaan itu dijawab dengan
1:07:46mempelajari sesuatu
1:07:48untuk menjawab pertanyaan itu lagi.
1:07:50Misalkan pas ngerjain autentikasi
1:07:52kok autentikasi ini ada JWT?
1:07:54JWT apa sih? Belajarnya JWT.
1:07:56Terus kalo penasaran kenapa JWT ini
1:07:58ada 3 segmen.
1:08:00Kita baca lah. Apa sih RFC ya?
1:08:02RFC sekian sekian.
1:08:04Jadi ya.
1:08:06Bikin compiler.
1:08:08Ini beda sendiri ini.
1:08:10Bikin RCPI bikin compiler.
1:08:12Emang makhluk yang satu ini
1:08:14emang agak lain nih.
1:08:16Bahaya ini.
1:08:18Bikin browser engine lah.
1:08:20Seru itu.
1:08:22Dalam sebuah produk, biasanya nge-shape
1:08:26API service itu anak backend atau frontend?
1:08:28Atau dua-duanya?
1:08:30Timelit.
1:08:32Dua-dua aja ga sih?
1:08:34Produknya?
1:08:36Ya harusnya.
1:08:38Produk kan bisnis.
1:08:40Kalo yang ngantuin. Gua gatau ya.
1:08:42Gua tuh kan heavynya
1:08:44API. Dan API itu emang dibahas
1:08:46sama ada meeting
1:08:48meeting reviewnya lah.
1:08:50RFC reviewnya. Jadi sebenernya
1:08:52ya bisa dateng
1:08:54dari siapa aja dan bisa dapet feedback
1:08:56dari siapa aja. Jadi ga
1:08:58ini atau ini siapapun boleh sih.
1:09:00Kalo di tempat gue karena
1:09:04sangking kecilnya timnya total
1:09:06yang oding cuma 3 orang
1:09:08yaudah meeting 3 orang sama
1:09:10product lead.
1:09:12Nah product leadnya kita
1:09:14cacar, maksudnya apa?
1:09:16Product leadnya akan
1:09:18ngejelasin data yang dibutuhin
1:09:20apa, kayak coret-coretan.
1:09:22Ini ekspektifnya user-nya
1:09:24mau ngapain. Ya maksudnya biar kita
1:09:26ada gambaran. Nah biasanya sih
1:09:28anak backendnya
1:09:30bikin kayak kira-kira
1:09:32bentuk datanya gini gimana.
1:09:34Oh yaudah.
1:09:36Tapi itu karena timnya kecil ya.
1:09:38Kalo timnya besar, masa kalo
1:09:4010 orang, 10 orang
1:09:42ngobrol semua, kan mungkin ga ya?
1:09:44Perwakilan kali ya berarti.
1:09:46Oh berantem.
1:09:48Pagi kalo semuanya pengen ngobong tuh waduh.
1:09:54Wah
1:09:56harus ada yang ngelit.
1:09:58Leadnya curhat.
1:10:00Tergantung leadnya berarti.
1:10:02Leadnya berasal dari backend
1:10:04atau berasal dari frontend. Kan ada tuh
1:10:06beberapa company yang
1:10:08yang apa
1:10:10basenya itu dari desain.
1:10:12Yang ngedrive product itu dari
1:10:14desain. Nah itu mungkin dari frontend.
1:10:16Jadi data-datanya itu didapat dari mockup
1:10:18mungkin ya. Dari mockup.
1:10:20Tapi ada juga sebaliknya. Jadi ya
1:10:22tergantung. It depends lagi.
1:10:24It depends.
1:10:26Ini banyak yang bertanya
1:10:30tentang PHP. Apakah masih relevant?
1:10:32Cern aja masih pake PHP.
1:10:34Eh ga tau sekarang ya.
1:10:36Tapi masih lah.
1:10:38Masih lah ya.
1:10:40PHP baru aja rilis. PHP 84.
1:10:42Masih lah.
1:10:44Kenapa?
1:10:46Ada isu apa dengan PHP? Kenapa
1:10:48pada pengen PHP
1:10:50nerelevan? Kenapa orang kalo
1:10:52mau nanya sesuatu tuh, nanyanya
1:10:54ini masih relevan ga ya sekarang?
1:10:56Kenapa ya?
1:10:58Ga tau. Sia aja C++
1:11:00list pia aja yang tahun berapa tuh?
1:11:02Masih relevan kok.
1:11:04Iya.
1:11:06Yang jadul-jadul juga masih relevan.
1:11:08Atau mungkin isu
1:11:10pertanyaan. Maksudnya marketnya kali ya.
1:11:12Marketnya masih ada ga gitu ya?
1:11:14Masih bisa cari kerja pake teknologi
1:11:16itu atau engga? Mungkin kalo yang lebih
1:11:18praktikal terjemahannya itu ya?
1:11:20Iya betul.
1:11:22Ada. Insyaallah. Perjeki ma di
1:11:24tangan Tuhan. Bukan di tangan masa pemograman.
1:11:26AC.
1:11:28Siapa yang bilang?
1:11:30Untuk
1:11:32apa namanya?
1:11:34Entry levelnya tuh PHP itu
1:11:36masih yang paling murah menurut saya loh sebenernya.
1:11:38Iya ga sih? Karena share hosting tuh
1:11:40murah banget. Untuk bisa
1:11:42bikin aplikasi upload ke
1:11:44share hosting.
1:11:46Ya meskipun katanya
1:11:48bisa versel gratis sih ya.
1:11:50Atau
1:11:52Netlify. Tapi hosting PHP
1:11:54gratis juga banyak dong.
1:11:56Ada ga ada?
1:11:58Ada, ada sih cuman.
1:12:00Kalo di Versel bisa deploy PHP ga?
1:12:02Ini serius pertanyaan
1:12:04pertanyaan.
1:12:06Gak bisa ya?
1:12:08Ya kalo
1:12:14Google App Engine aja bisa PHP.
1:12:16AWS apa?
1:12:20Lambda juga bisa PHP.
1:12:22Semuanya mah bisa PHP.
1:12:26Mungkin
1:12:28akan lebih ini
1:12:30jangan mikirin bahasanya
1:12:32kalo mau relevan lama, jangan
1:12:34belajar bahasanya, belajar pemogramannya.
1:12:36Bahasa mah cuman tools kan.
1:12:38Mau ganti-ganti
1:12:40bahasa juga bisa gitu.
1:12:42Jangan sampe terpaku kepada satu bahasa.
1:12:44Bahasa bisa datang dan pergi kan.
1:12:46Sama aja ga dipake lagi.
1:12:48Atau sebaliknya sih kalo mau pragmatik,
1:12:54pragmatik banget,
1:12:56misalnya kita pengen nyari kerja
1:12:58di industri apa, jenis-jenis
1:13:00perusahaannya apa, atau organisasinya
1:13:02apa, ya browsing aja
1:13:04loongan kerja
1:13:06terakhir atau misalnya apalah
1:13:08blog tentang teknologinya,
1:13:10terus
1:13:12dia pake apa, yaudah
1:13:14misalnya kita pengen kerja di
1:13:16e-commerce startup,
1:13:18yaudah tinggal cari aja kan mereka
1:13:20pake apa, kita kejar pelajarin itu,
1:13:22langsung dipake apply kalo mau yang
1:13:24apa, kalo itu tadi kan yang
1:13:26apa,
1:13:28pendekatan yang idealis,
1:13:30bahasa datang dan pergi, kita
1:13:32skill pemprogramannya, yang penting kita
1:13:34kuat, itu bisa. Yang pragmatis
1:13:36banget sebaliknya yaudah langsung aja kejar
1:13:38mereka pake apa, kita ikutin itu.
1:13:40Bisa juga kan.
1:13:42Kok jangan salah, developer
1:13:44Cobol sekarang di gajinya gede banget.
1:13:46Karena ga ada yang lain.
1:13:48Ga ada yang bisa.
1:13:50Itu di mana sih industrinya?
1:13:52Industrinya di mana sih perbankan?
1:13:54Banking.
1:13:56Dan yang kayak gitu kan ga bisa ganti-ganti
1:13:58tech-tech, seenak dulu ya
1:14:00kalo dia penanggarannya.
1:14:02Lo pikir perbankan sekarang pada pake rush?
1:14:04Asli drama lagi nih.
1:14:08Poor bankingnya minimal.
1:14:10Masih Java sih minimal,
1:14:12ga mungkin pake yang lain.
1:14:14Nah senggol nih orangnya.
1:14:16Senggol.
1:14:20Di kamera gue yang masalah sekarang.
1:14:22Tena sensor juga ini.
1:14:26Tena sensor ini gara-gara ngomongin Rush.
1:14:281.000 juta kali lebih cepat.
1:14:34500 kali improvement.
1:14:36500 kali improvement.
1:14:42Laravel. Oh iya bener.
1:14:46Sekarang udah jarang yang pake
1:14:48PHP. Banyakan
1:14:50PHP deh jarang.
1:14:52Banyakan Laravel dev.
1:14:54Kalo Laravel sama Code
1:14:58Igniter itu 2 framework yang berbeda
1:15:00atau itu salah satu library?
1:15:02Code Igniter itu apa?
1:15:04Gue belum pernah denger.
1:15:06Itu framework yang
1:15:08lahir sebelum Laravel.
1:15:10Tapi itu PHP juga kan ya?
1:15:12PHP juga.
1:15:14Gue tuh pernah ditanya
1:15:16sama orang, "Mas bagaimana
1:15:18pendapat mas tentang CI?"
1:15:20Terus gue bingung, "CI?"
1:15:22Maksudnya Continuous Integration.
1:15:24Terus gue pasin itu,
1:15:26CI maksudnya Continuous Integration.
1:15:28Bukan, ini Code Igniter.
1:15:30Maaf pak saya ga tau, saya bukan orang web.
1:15:32Oh itu siapa yang nanya?
1:15:34Di Bogor kayaknya waktu itu.
1:15:36IOX Bogor.
1:15:38Oh waktu itu ya?
1:15:40Waktu talk abis talk gitu ya?
1:15:42Apa ke Pak Dika ya pertanyaannya?
1:15:44Kayaknya Pak Dika deh.
1:15:46Tapi lucu-lucu juga.
1:15:48Atau iya gue yang nanya ke Pak Dika.
1:15:50CI itu Continuous Integration.
1:15:54Bukan Code Igniter, kata Pak Dika.
1:15:56Gue tanyain di atas.
1:15:58Di depan.
1:16:00Di rilis tahun 2006.
1:16:04Kalo iya.
1:16:06Masih dia, "Betko ini kita apanya?"
1:16:08Iya sempet ganti-ganti
1:16:10tangan kan.
1:16:12Biar pindah tangan.
1:16:14Yang develop awalnya itu Expression Engine.
1:16:16Terus kemudian
1:16:18mereka bikin
1:16:20versi berbayarnya.
1:16:22Mereka lepas yang open-source-nya.
1:16:24Nyari Adopter.
1:16:26Terus dapet Barclay.
1:16:28Barclay apa gitu? Barclay University.
1:16:30Terus...
1:16:32Eh Columbia, Columbia.
1:16:34Terus mereka lepas lagi. Sekarang
1:16:36sudah di handle sama komunitas kayaknya.
1:16:38CI 4.
1:16:42Ini dong, Search Code Igniter.
1:16:44Ada tutorialnya Pak Dika
1:16:46Web Programming Unpass Tutorial
1:16:48Code Igniter 4 untuk pemula
1:16:50dari tahun 2020.
1:16:52Iya. Ada videonya itu.
1:16:54Ini Code Igniter itu
1:16:58starts-nya digrab Rp19.000.
1:17:00Laravel Rp79.000.
1:17:02Jauh-jauh.
1:17:04Kalo situs-situs berita tuh kayak...
1:17:10Apa namanya?
1:17:12Viva News,
1:17:14OKZone, Compass itu
1:17:16masih pake CI semua.
1:17:18If doesn't break,
1:17:22fix it.
1:17:24Don't change it.
1:17:26Kenapa pemerintah
1:17:28Amerika ingin developer
1:17:30berhenti menggunakan CID and C++?
1:17:32Ini informasi dari mana?
1:17:34Ada tuh emang tuh kemarin.
1:17:36Ada ininya. Ada keributannya.
1:17:38Kalo gak salah karena ini deh,
1:17:40security
1:17:42keamanan.
1:17:44Karena kan C katanya unsafe kan.
1:17:46Karena ada rust gitu.
1:17:50Jadi yang safe itu rust gitu ya?
1:17:52Katanya C gitu.
1:17:54Kalo gak salah itu deh.
1:17:56Karena alasan memory safety.
1:17:58Nah ini ada
1:18:04ini nih, ada apa namanya?
1:18:06Prediksi.
1:18:08Jadi kedepannya bahasa yang punya type system strong.
1:18:10Kayak rust
1:18:12yang bisa unggul karena compiler bisa
1:18:14kasih feedback lebih strong.
1:18:16Kalo bisa diplugin LLM bisa jadi
1:18:18jadi bisa compiler reinforced
1:18:20LLM.
1:18:22Berat nih bahasanya ya.
1:18:24Tapi kalo Go itu
1:18:30strong type system juga kan ya?
1:18:32Iya betul.
1:18:34Go, Java kan masuk kan?
1:18:36Iya Java.
1:18:38Kalo di ini
1:18:42kerjaan Mas Imre,
1:18:44untuk devops segala macem
1:18:46untuk automation
1:18:48pake apa?
1:18:50Go.
1:18:52Gak unsieble gitu.
1:18:54Oh iya kalo VM unsieble.
1:18:56Tapi kalo
1:18:58kan macem-macem automationnya ya?
1:19:00Safe and puppet.
1:19:02Dulu kita pake safe
1:19:04tapi sekarang udah
1:19:06unsieble.
1:19:08Yang masih pake safe tuh Go Jack.
1:19:10Go Jack masih pake safe.
1:19:12Kalo di
1:19:14kita tuh pakenya
1:19:16unsieble.
1:19:18Unsieble itu formatnya apa?
1:19:22YAML ya bukan?
1:19:24YAML, ya YAML betul.
1:19:26YAML ya.
1:19:30Prescript termasuk strong type
1:19:32termasuk TypeScript juga strong type kan ya?
1:19:34Enggak, TypeScript kan
1:19:38di runtime dia gak bisa
1:19:40TypeScript
1:19:42TypeScript kan dia gak bisa
1:19:44ngecek pas runtime kan?
1:19:46Iya pas compile-nya
1:19:48aja kan gak. Paling gak lulus
1:19:50kompilasi aja.
1:19:52Kita yang nge-setting
1:19:54biar gak bisa
1:19:56kalo di compile ke
1:19:58TypeScript.
1:20:00TypeScript tuh bahasa cosplay ya
1:20:02bahasa web cosplay.
1:20:04Nanti begitu udah
1:20:08hasil kompilasinya
1:20:10udah gak ada time lagi.
1:20:12Belajar C++ masih worth it gak?
1:20:22Nah tuh ada pertanyaan gitu.
1:20:24Tadi baru lo bilang.
1:20:26Tadi baru dibahas.
1:20:28Masih worth it, worth it.
1:20:30Insya Allah.
1:20:32Belajar apa aja kayaknya worth it deh.
1:20:34Asal belajar yang gak baik aja.
1:20:36Belajar yang positif.
1:20:38Tidak ada belajar yang
1:20:42wasting time juga.
1:20:44Tidak ada belajar yang sia-sia.
1:20:46Mungkin gak sekarang ya.
1:20:48Manfaatnya mungkin gak sekarang, tapi mungkin nanti.
1:20:50Ada, sia-sia
1:20:52katanya kalo ikutan bootcamp, ikutan
1:20:54kurs-kurs itu
1:20:56sia-sia katanya. Itu diitit.
1:20:58Pernah denger, pernah liat.
1:21:00Gak tahu.
1:21:02Gak mau.
1:21:04Yang wasting time itu maksudnya?
1:21:08Iya.
1:21:10Kan sia-sia kan wasting time
1:21:12kan maksudnya kan? Sama kan artinya kan?
1:21:14Beda-beda. Nanti kita mulai ini.
1:21:16Gua udah hana-hana nih baris.
1:21:20Mas Risa mancing-mancing.
1:21:22Anjir.
1:21:24Mancing-mancing pelan-pelan.
1:21:26Siapa tanggung terpancing.
1:21:28Bahasa.
1:21:32Ini kayaknya makin-makin kesini orang padang gak bahas web ya.
1:21:34Ada yang mulai nanya, "Kalau migrasi
1:21:36dari nuker Swap ke Kubernetes?"
1:21:38Emang bebas.
1:21:40Terus ada yang nanya Web3.
1:21:42Web3 kita gak tahu.
1:21:44Kita gak tahu.
1:21:46Gak ngerti.
1:21:48Kita belum ada yang
1:21:50main-main ke arah sana.
1:21:52Oh tadi Mas Zain
1:21:54kan suka Bitcoin. Bitcoin itu
1:21:56masuk Web3 gak sih? Saya juga gak tahu.
1:21:58Apakah coinnya doang?
1:22:00Beda deh.
1:22:02Web3 itu ada protokolnya. Cuma
1:22:04gak tahu.
1:22:06Belajar apa yang relevan?
1:22:10Nah ini juga open edit
1:22:12Tergantung lagi. Ketariknya
1:22:16dimana?
1:22:18Ketarikannya aja. Apakah
1:22:20di backend, di font, di mobile gitu ya?
1:22:22Kayaknya belajar semua hal dulu.
1:22:26Kalau misalnya di bidang web ya, belajar dari
1:22:28hulu sampai hilir. Sedikit-sedikit-sedikit.
1:22:30Nah mana yang paling nyaman
1:22:32dalam indis kita?
1:22:34Kombinasi nyaman. Sama
1:22:36ada prospeknya yang mau bikin
1:22:38produk sendiri kayak mau ngamar kerja.
1:22:40Punya yang
1:22:42bisa dipakai buat
1:22:44cari makan.
1:22:46Ya betul, betul. Gue setuju itu.
1:22:48Kayaknya orang kalau mikir, kalau mau
1:22:50belajar paling aman itu dulu kayak
1:22:52belajari sesuatu yang udah
1:22:54bisa dapat uang. Kalau udah dapat
1:22:56uangnya baru lah cari belajar
1:22:58hal-hal yang diluar itu.
1:23:00Pragmatis dulu baru idealis ya.
1:23:04Tapi kalau kita segitu gak sukanya
1:23:08dan terus kita gak jago juga, ya gak bisa
1:23:10buat cari uang juga kan. Jadi tetap harus
1:23:12ada faktor X.
1:23:14Faktor jojok-jocokan juga sih.
1:23:16Oke, sebelum
1:23:22semakin ngelantur, mungkin
1:23:24udah handu ya. Ini komennya kocok-kocok sini.
1:23:26Kita mau baca
1:23:28lucu sekali. Saya mau ini
1:23:30sampaikan ke penonton, mohon maaf
1:23:32hati ini agak diem.
1:23:34Karena produksi
1:23:36saya lagi kebakaran.
1:23:38Kenapa gak ngomong dari tadi?
1:23:42Gak, ijin di chat.
1:23:44Udah ngomong di chat, di private.
1:23:46Oh, gak baca. Sorry, sorry, sorry.
1:23:50Sambil kerja.
1:23:54Risiko ya.
1:23:56Baru join, ya
1:23:58telat. Kita mulai dari jam 8 tadi
1:24:00udah ngobrol banyak.
1:24:02Seru lagi.
1:24:04Sekarang. Mudah-mudahan nanti kita bisa
1:24:06udang-udang lagi ya.
1:24:10Masuk daftar wishlist episode selanjutnya.
1:24:12Topik prediksi.
1:24:18Oh iya.
1:24:20Bulan depan, tahun depan.
1:24:22Protocol ini baru ya?
1:24:24Yang dipake Blue Sky.
1:24:26Cuma, diluar Blue Sky
1:24:28dia sebetulnya ada protocol sendiri.
1:24:30AT Protocol. Jadi, maksudnya
1:24:32kita mau bikin product, kita mau
1:24:34bikin service lain yang diluar
1:24:36Blue Sky, mau pake AT Protocol
1:24:38bisa.
1:24:40Oh, namanya AT Protocol.
1:24:42Sial.
1:24:44Sama kayak apa? Mastodon juga bikin kan?
1:24:46Fading Force ya, gitu.
1:24:48Tapi udah ini belum? Sudah standard
1:24:52belum? Apa mereka cuma kayak nyaplok
1:24:54"Gua mau pake protocol ini buat
1:24:56gua", gitu.
1:24:58Jadi kayak ada bagian yang W3C
1:25:00standard, tapi maksudnya
1:25:02nah, itu rumit sih. Belum ngebaca
1:25:04sejauh itu.
1:25:06Jadi kayak ada bagian yang
1:25:08W3C standard, tapi nggak semua.
1:25:10Belum semua.
1:25:12By the way, sebelum kita tutup, pengen
1:25:14nanya nih ke Om Imre.
1:25:16Kisi-kisi resolusi
1:25:182025.
1:25:20Apa rencana 2025-nya?
1:25:26Nggak tahu. Sebenernya, bingung sih.
1:25:30Terus sekarang nggak pernah punya resolusi
1:25:32Tahunan sih. Gua mengalir aja.
1:25:34Tapi udah pake 4K, kan?
1:25:36Di rumah.
1:25:38Kapan 4K? Resolusi.
1:25:40Resolusi.
1:25:42Nah, soundboard jokes.
1:25:44Ada sound effect, ya.
1:25:46Kita bikin soundboard khusus untuk
1:25:50joke-nya Ivan.
1:25:52Anjir.
1:25:54Ini baru bilang 2025 ganti kantor.
1:26:02Bikin compiler sendiri.
1:26:04Gak, gue sebenernya 2025...
1:26:06Ada yang suruh resign, coba.
1:26:08Ada yang suruh resign bikin
1:26:10startup. Nggak lah. Terus lah.
1:26:12Silahkan, silahkan.
1:26:14Apa ya? Nggak ada sih sebenernya.
1:26:16Kalau ditanya pengen...
1:26:18Kemarin gue habis bikin tweet
1:26:202025 pengen belajar apa.
1:26:22Iya, pengen belajar apa?
1:26:24Iya, orang banyak bilang DevOps, DevOps.
1:26:26Tapi gue sebenernya udah cukup muak
1:26:28ya karena setiap hari gue berkuta dengan itu.
1:26:30Bukan belajar itu lagi.
1:26:32Maksudnya, bukannya
1:26:34yang ikutin dikit-dikit aja lah.
1:26:36Tapi 2025 gue pengen
1:26:38belajar low level.
1:26:42Kayak belajar network.
1:26:44Embedit tadi ya.
1:26:46Embedit programing ko.
1:26:48Embedit AI ya.
1:26:50Sama, ya dikit-dikit AI lah.
1:26:52Biar masih bisa jalan-jalan.
1:26:54Gini.
1:26:56Amat.
1:26:58Tuntutan ini ya, tuntutan.
1:27:00Biar di-approve ya.
1:27:02Itu 3 itu sih.
1:27:04Network, embedded, sama satu lagi AI.
1:27:06Pengen cobain deploy model sendiri.
1:27:08Ya, paling model.
1:27:10Ya, open model lah.
1:27:12Tapi pengen cobain.
1:27:14Berarti nanti di apa?
1:27:16Di channelnya.
1:27:18Ya, mau lagi di-punching lagi.
1:27:20Udah popular, masih di-punching.
1:27:22Di channel yang harus gue coba nih.
1:27:24Mas Riza atau Mas Riza?
1:27:26Mas Riza, Mas Riza.
1:27:28Kalau di channel YouTube,
1:27:30gue terus terang belum tahu.
1:27:32Kemarin niatnya pengen bikin video-video pendek.
1:27:34Ngebahas kayak,
1:27:36kan terakhir gue ngebahas tentang
1:27:38connection ya, kayak
1:27:40performance tuning database connection
1:27:42itu kayak gimana, kayak gitu.
1:27:44Paling pengen bikin video-video kayak gitu, tapi
1:27:46belum nemu waktunya.
1:27:48Materinya udah banyak.
1:27:50Listnya, tapi belum ke-execusi.
1:27:52Ya, mudah-mudahan bisa
1:27:54konsisten lagi lah.
1:27:56At least satu video, satu bulan, misalnya.
1:27:58Mudah-mudahan.
1:28:00Ada rencana mau
1:28:02ke arana politik gak?
1:28:04Oh, belum.
1:28:06Anjir, komen-komen yang senada
1:28:08banyak gitu.
1:28:10Soalnya kalau gue
1:28:12streaming jam segini tuh, orang udah
1:28:14ngacau-ngacau komennya.
1:28:16"Tentang ini lah, pindah kesini
1:28:18semua nih orang-orang kayaknya."
1:28:20Masa kemarin di Bali ya?
1:28:22Se-liar ini lho.
1:28:24Di Bali kan gue dateng kan
1:28:26mau ke ruang workshop, terus abis itu
1:28:28ada tiba-tiba, "Mas,
1:28:30gak bahas pemerintah, nanti mas katanya."
1:28:32"Ini gitu ya?"
1:28:34Berarti
1:28:36branding lo udah kuat
1:28:38di situ.
1:28:40Kayaknya gue harus maju nih nanti.
1:28:42Tapi,
1:28:44lawan Jan Etes ya nanti ya.
1:28:46Wai!
1:28:52Aduh, aduh, aduh.
1:28:54Tolong-tolong cukup kan ya.
1:28:56Kenapa channelnya Emre?
1:28:58Emre Emre, mampir-mampir.
1:29:00Mudah-mudahan gak kapok
1:29:02diundang lagi kapan-kapan.
1:29:04Anjir, komennya ngacau semua.
1:29:06Maju merah lah, gimana?
1:29:08Cukup, cukup, cukup.
1:29:10Salah pakai baju.
1:29:12Kita ketemu lagi
1:29:16kalau sama Emre, ketemu lagi
1:29:18di lain waktu.
1:29:20Selamat malam, mungkin minggu depan.
1:29:22Selamat malam.
1:29:24Sampai jumpa lagi.
1:29:26Bye-bye.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
17 Des 2024
Ngobrolin Desktop App - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
21 Jul 2025
Bedah Situs meutia.net - Ngobrolin WEB
🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #NgobrolinWEB! Malam ini kita akan membedah situs yang disubmit oleh salah satu penonton ki...
10 Sep 2024
Diskusi Bebas - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...