Ngobrolin Open Source bareng @AriyaHidayat - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://ksana.in/ngobrolinweb ----------------------------------------------------------------------------------- Bergabung menjadi anggota elit di kanal ini: https://www.youtube.com/channel/UCHhAlFGFCGgIusQkQIqJLYw/join Donasi dapat meningkatkan kualitas kanal ini: 💰 https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip 💸 https://saw Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode ini membahas dunia open source bersama Mas Arya, pembuat PhantomJS dan Esprima yang sangat terkenal di komunitas JavaScript. Mas Arya berbagi pengalaman perjalanannya mulai dari latar belakang pendidikan di bidang hardware engineering di Jerman, terpapar ekosistem open source melalui komunitas KDE, hingga akhirnya menciptakan dua proyek open source yang sangat berpengaruh. Diskusi mencakup perbedaan antara proyek open source yang dikelola perorangan dengan yang didukung perusahaan besar, tantangan maintaining proyek populer, serta perubahan motivasi kontributor open source dari murni altruistik menjadi monetisasi dan popularitas. Episode juga menyentuh fenomena maintainer burnout seperti kasus color.js dan faker.js, serta strategi untuk membuat proyek open source yang sustainable.
Poin-poin Utama
- •Mas Arya menciptakan PhantomJS (headless browser untuk testing) dan Esprima (JavaScript parser) yang keduanya memiliki jutaan download di NPM
- •Awal mula terjun ke open source berasal dari pengalaman studi di Jerman dan terlibat dalam komunitas KDE yang sangat aktif di Eropa
- •PhantomJS lahir untuk menjembatani antara unit test dan end-to-end test di era front-end development yang masih liar 15 tahun lalu
- •Esprima dibuat karena tidak ada parser JavaScript yang cepat dan akurat saat itu, test suite-nya menjadi standar untuk parser modern lainnya
- •Perbedaan mendasar antara proyek open source hobi dengan proyek perusahaan: yang pertama bebas dari tekanan tapi bisa membebani maintainer secara emosional
- •Kontribusi ke proyek besar seperti React atau TypeScript sebelum membuat proyek sendiri dapat melatih kesabaran menghadapi komentar positif dan negatif
- •Motivasi open source telah berubah dari memenuhi kebutuhan pribadi dan belajar, menjadi mengejar popularitas dan monetisasi
- •Strategi sustainable untuk maintainer: fokus pada niat awal memenuhi kebutuhan sendiri, tidak mencoba membuat semua orang bahagia, dan menggunakan fitur archive atau transfer maintainer jika sudah tidak sanggup
0:00hai hai hai halo selamat malam malam ya Iya nanti yang nonton malam ya
0:26tayangnya malam selamat hari Selasa dan selasa waktu kita ngaco kan ini masih ada delay karena
0:43web artisik kali ya itu alasan nggak nggak kompak aja kita sebenarnya kita live-live
0:51Jadi ini sesi kali ini rekaman karena
0:59Faktor jarak dan waktu ya
1:04Time zone
1:05Jadi kalau misalkan kita live di Selasa Malam itu
1:11Di daerahnya sana itu
1:14Belum subuh
1:15Jam 6 pagi
1:17Enggak sebelum jam 4
1:19jadi kita ini rekaman nanti akan kayang di hari Selasa tanggal 6 Februari 2024 topiknya adalah
1:33tentang open source kalau kita ngomongin open source ya siapa lagi apa narasumber yang kalau
1:41Jawa Open Source Indonesia
1:44Mas Arya
1:45Halo Mas
1:46Halo Mas Arya
1:49Halo Riza, Ivan, Eka
1:52Terima kasih sudah diundang
1:54Terima kasih sudah datang
1:56Udah jauh-jauh
1:58Udah jauh-jauh dari sana datang ke sini
2:00Gak datang kan
2:02Eh tapi
2:03Datanya kan datang
2:05Datanya nyampe ke kita
2:07Oke datanya jauh
2:08Virtual
2:10jauh-jauh sekarang kalau di ini rekamannya jam 9 pagi kalau di Kalifornia yang berapa
2:23sekarang sekarang 6 sore sore ya Oh ada apa-apa
Lihat transkrip lengkap
2:30karena ini bulan Januari Februari
2:35jam 6 itu ya
2:36pas sudah gelap
2:38baru selesai maghrib
2:41ngomong-ngomong soal
2:44normal ya
2:45normal standar kita
2:49sedikit OOT
2:51kalau misalnya deluxe saving time
2:53jamnya kan
2:53antara dimajuin atau dimundurin 1 jam
2:57saya masih gak ngerti
2:58Tetapi kalau untuk sholat waktunya itu, Maghrib itu berarti tetap mengikuti matahari ya, bukan mengikuti jam?
3:06Betul, dia mengikuti matahari.
3:08Berarti bisa jadi, berarti kita harus mengecek jam...
3:13Anyway, saya masih bingung soal daylight saving ini.
3:18Tujuannya daylight saving itu sebenarnya karena kalau pas musim dingin,
3:23bulan-bulan November, Desember, Januari, Februari,
3:26Itu kan kalau kita anak-anak sekolah benar-benar misalnya jam 7, ya itu masih gelap banget.
3:36Apalagi kalau di California mungkin aman-aman aja, tapi kalau di beberapa tempat yang bersalju, dingin, dan sebagainya,
3:42kita akan menyebabkan gitu. Waktunya dimajukan dikit supaya nggak gelap-gelap amat.
3:49untuk manusia ya maksudnya apa yang orang-orang sana udah terbiasa Hai biar nggak problem Oke oke
3:56sekarang mulai nah ini di di California aja begitu ya kalau lebih parah waktu zamannya masyarakat di
4:03Oslo ya Wah kalau itu mau digeser berapa pun kayaknya enggak ngefek itu karena lagi musim
4:11panasnya lagi siangnya panjang banget panjang iya 11 itu masih bisa baca koran kita di luar karena nggak perlu lampu lah Tetapi sunsetnya cepat banget ya Mbak Tia Betul
4:25Mataharinya sedikit banget atau mataharinya banyak banget? Pokoknya ekstrim berarti ya?
4:30Berpengaruh ke jam tidur nggak, Mas, kalau gitu, Mas?
4:32Sangat, karena kalau nggak terbiasa itu kan berarti dari awal kita...
4:37Kan kita kalau orang Indonesia kan kalau udah terang nggak mungkin tidur, kan?
4:40Iya.
4:40buat orang-orang asing yang datang ke negara-negara seperti itu biasanya hal pertama yang dibeli adalah
4:50ini Gordon tebel hitam dan tebal gitu. Kalau sekarang mungkin tinggal beli Vision Pro. Di luar terang tapi
5:02malam. Iya, kita langsung lihat bintang
5:04gitu ya di dalam ya.
5:06Tapi kayaknya Gordon jauh
5:08lebih murah dan lebih praktis.
5:11Biar tetap bisa tidur, karena kalau enggak jam 4 pagi
5:14terang-menerang, kamar kita terang-menerang
5:16kita akan gelisah, nggak bisa tidur.
5:17Kalau ditutup semua, nah itu
5:19lumayan.
5:22Nanti pas musim
5:24dingin juga pusing kita, karena
5:25gelap mulu.
5:27Masih kerja di kantor jam 3, udah gelap
5:30banget. Rasanya mau pulang aja, tapi
5:31kan belum boleh baru jam 3 kan
5:33iya iya iya
5:38oke nah ini
5:39salah satu alasan kenapa kita
5:41ngobrolin tentang
5:43open source itu ada
5:45beberapa waktu yang lalu
5:47sempat baca
5:49di twitter atau x gitu ya
5:51tentang Lodes
5:52Lodes itu
5:55katanya menyatakan dirinya
5:57bangkrut berhenti
5:59gitu ya padahal
6:01ternyata hanya drama aja cuman cari-cari selalu-selalu kayak gitu ya cari-cari ah sensasi
6:13dan lodes tetap jalan sebenarnya mungkin kayak mau cari kontributor baru kali ya klik betul
6:20tapi dia menutup semua isu dia yang terjadi ada dia menutup semua isu Lodas 4 itu atau
6:30Lodas berapa sepak karena dia mau rilis Lodas yang baru desklos semua isu yang sebelumnya dan orang
6:38pada kaget ada apa ini kok semua di close tapi karena isu semua di close dapat notifikasi ke
6:44email kan ya baru-baru terjadi diskusi lagi gitu ya karena kan ini proyek open source kan suka
6:54salah ya jadi kadang ada orang yang kalau udah enggak ada butuh lagi ya udah dia cuek aja gitu
7:00ya Nah kita mau ngomongin lebih lanjut tentang Open Source tapi sebelum itu mungkin buat teman-teman
7:05yang generasi baru mungkin ada yang belum kenal masih ada sih kasih sedikit ini apa namanya
7:12Perkenalan lah singkatnya.
7:14Gen Z.
7:14Gen Z.
7:16Gen Alpha.
7:22Silahkan Mas.
7:25Apa yang perlu disebut ya?
7:28Proyek open source Mas Arya lah yang paling populer.
7:32Mungkin proyek open source yang paling populer itu ada dua, yaitu PhantomJS dan Esprima.
7:38Itu dikerjakan kira-kira 15 tahun yang lalu.
7:41tapi sejak beberapa tahun kemarin
7:44saya udah gak punya waktu lagi
7:46untuk ngurusinnya. Karena banyak hal
7:48selain gak punya waktu juga proyek tersebut
7:50sudah tidak relevan lagi
7:52di dunia zaman sekarang.
7:54Contohnya PhantomJS itu lahir karena
7:56kalau ingat front-end
7:58development 15 tahun lalu itu masih
8:00masih January
8:01masih sangat liar kan orang
8:04edit langsung
8:06HTML-nya
8:08edit langsung JavaScript-nya di server
8:10jadi kadang-kadang
8:12tidak
8:13di server
8:14jangan kan FTP
8:19saya langsung film langsung update di server
8:21live
8:23YOLO
8:24ini menyebabkan
8:29banyak masalah karena berarti kan gak ada tes
8:31pantom jasmi lahir untuk menjebatani antara unit test sama end test Sekurang kalau kita membuat script PhantomJazz misalnya loginnya sukses
8:47atau bisa daftar, walaupun edit di server kan kita bisa jalanin testnya.
8:53Untungnya dunia front-end, dunia web setelah PhantomJazz lahir itu sangat berkembang pesat,
8:58sehingga akhirnya banyak framework yang menekankan pentingnya test kan.
9:03Jadi ada React, ada Jazz, sama-sama populer kan.
9:07Kalau zaman dulu kan ada jQuery, nggak ada testnya kan.
9:10Ada, dulu ada, ini pakai Selenium juga kan, yang secara bisnisnya pakai Selenium.
9:18Ya, ini apa, kategorinya mirip-mirip lah PhantomJ, Selenium dan sebagainya.
9:24Benar-benar browsernya kita otomatisasi kemudian.
9:28kita jalani itu tentang pantai jazz jadi setelah beberapa tahun setelah proyeknya populer itu udah
9:36enggak seberapa perlu lagi dan sekarang kan ada ada Pak Petir sama playwright bener-bener dari
9:42tim Iya itu udah kalau dari browsernya sendiri gitu kalau yang sekarang lebih pada ngerti mungkin
9:50karena sering dengar kata Pak Petir kali ya Nah Phantom jasini adalah sebelum jikal bakalnya
9:56Pak Petir itu sebenarnya sudah mati juga karena sekarang kan playwright kan, jadi seluruh engineer yang ngerjain Pak Petir itu pindah ke Microsoft terus bikin playwright.
10:07Seluruh? Wow, kita baru tahu nih.
10:11Lihat aja GitHubnya Pak Petir, udah nggak ada commit lagi kan.
10:15Nah, Pak Petir sendiri...
10:17Playrate kan emang 2 tahun terakhir kayak lagi
10:19dinaikin gitu, jadi kayak tutorialnya
10:21jadi bagus, jadi lengkap.
10:23Mungkin mereka kayak revamp ya.
10:26Nah, nanti kok,
10:27perhatiin aja yang ngerjain Playrate
10:29sama ngerjain Pak Petir, itu namanya sama semua.
10:31Namanya sama semua.
10:33Jadi, satu tim
10:35pindah dari Google ke Microsoft.
10:37Bahkan dulu pas Pak Petir baru lahir
10:39itu saya ngobrol, banyak ngobrol sama
10:41product managernya. Kalau lihat
10:43API Pak Petir yang paling pertama itu kan
10:45mirip sekali dengan IPA-nya PhantomJS dan itu memang ada kesengajaan supaya orang bisa migrasi
10:51bisa migrasi dengan mudah. Oke. Jadi konsepnya sama kan ada page kemudian kita load dan sebagainya
10:58Iya mirip banget betul saya udah pernah coba dua-duanya soalnya dari PhantomJS ke PAPETIR
11:03sangat familiar lah. Hampir gampang pindahnya. Bedanya mungkin PAPETIR dan sekarang PlayRite itu
11:09hidup atau lahir itu di kalau di Indonesia kalau di Gen Z itu apa namanya digital native kan kalau ini
11:18asing awet native jadi kalau dulu masih callback ya kalau dulu pas zaman Phantom Jazz karena
11:28ada juga asing awet itu pusing bikin API karena callbacknya callback hell
11:34Oh callback ya. Yang menyebabkan support juga pusing karena banyak yang ngoding, gak paham callback, salah codingannya, ih pantom jazznya disalahin kan.
11:45Jadi kadang-kadang kalau banyak yang tanya-tanya, sebenarnya saya lebih banyak orang ngajarin cara callback.
11:52Ngajarin itunya, bukan ngajarin konsepnya.
11:56Dia bingung, dia tulis mungkin dia panggil apa tetapi gak dibungkus dengan callback, terus dia panggil lagi line selanjutnya.
12:02Ini nggak selesai, ini value-nya hilang.
12:06Dan zaman dulu kan, debug-nya juga nggak masuk akal kan, kalau asing white kan gampang.
12:12Jadi kalau Phantom Jazz itu lahir zaman sekarang, jadinya kayak si playwright itu. Sangat masuk akal.
12:21Itu yang pertama. Yang kedua itu S-prima. Sama, sudah tidak diurusin lagi.
12:29urusin lagi tapi kalau lihat di npm.js terakhir saya lihat tuh downloadnya masih 30 sekian juta
12:34gitu bahkan lebih banyak bener-bener ya. S prima itu dipakai oleh eslint kan? iya eslint kan?
12:42ya es prima itu kan karena parser dia banyak tools yang pakai es prima mungkin kalau lihat npm.js nya
12:51Itu ada gambar Mas Arya tuh di contributor Oh iya pasti lah makasih Zoom in zoom in biar kebaca
13:04Esprima, eh mana ini ya?
13:08Research aja mungkin di NPM
13:10NPMJS
13:17Ini saya lihat, kalau Esprit itu forknya
13:22juga kayaknya ya ini saya barusan tadi sekedar browsing-browsing ternyata yang bikin yang bikin
13:33GitHub actionnya untuk nge-post ke NPN tuh Mas Arya saya lihat PR nya baru 42 ribu juta
13:41coba bandingkan sama react Aduh tinggal diganti aja kan
13:5122222 yang lebih banyak daripada es jadi ada beberapa pop modul yang populer itu biasanya
14:05grupnya sama esprima, react, kscript, tslink yang sangat banyak banget ya kayak sebangsa kayak colt atau debug gitu kan udah hampir standar kan
14:15karena javascript
14:18karena dipakai sama library lain
14:20iya itu efek karena gak ada standar library aja kan di javascript makanya untuk urusan se mewarnai terminal pun kita tepas harus panggil colt
14:28itu nol dependensis 3213 dependen bayangin primanya tiba-tiba di-publish 3000 ini udah
14:38nggak bisa pakai lagi kayaknya udah 3000 3000 itu juga dipakai sama misalnya kayak starter
14:45yang lain lagi bukan installable library misalnya starter official next.js semua mati semua hampir
14:56Jadi kalau ada teman-teman yang ngerjain proyek Pro-N, pakai framework apapun NPM installnya itu nanti kalau dilihat di directory non-modulesnya itu hampir pasti ada S5.
15:05Karena terikut oleh sekian banyak transitive dependency.
15:10Ya sama kayak CokJS itu pasti terinstall gitu.
15:13Mau kita bikin apapun itu pasti ada gitu.
15:16Acungkan tangan siapa yang nggak pakai ESLint.
15:19Kalau kalian pakai ESLint sudah pasti ada S5-nya di dalam.
15:22Nah pertanyaan saya kenapa ini organisasi jQuery mas?
15:27Oh itu karena di bawah foundation. Sekarang namanya apa jQuery? Di bawah OpenJS Foundation kan.
15:38OpenJS Foundation ya.
15:40Nah itu esprima itu lahirnya karena dulu gak ada parser buat javascript yang cepat dan akurat.
15:49yang akurat jadi jangan cepat ada tapi kadang-kadang gagal parsing yang selalu akurat ada tapi lambat
15:57ampun ini tokenization berarti kayak mirip dengan Phantom JS juga ya berarti secara pola pikir atau
16:07algoritm yang terjadi di dalam biasanya buat tooling untuk untuk untuk untuk bikin linter
16:11atau untuk bikin tooling seperti itu. Nah, karena itu saya bikin S-prima, karena itu lahir kan.
16:18Habis itu di Vox sama Facebook juga untuk bikin S-prima. Jadi kalau ingat pertama kali React keluar,
16:25JSX compiler-nya itu pakai Vox-nya Facebook, pakai S-prima. Habis itu Facebook bikin sendiri dan sebagainya.
16:34Nah itu menariknya karena ternyata untuk membuat tools yang akurat dan cepat itu lumayan penuh tantangan.
16:44Makanya test suite-nya S-Primo itu puluhan ribu supaya akurat.
16:50Dan setelah itu banyak banget parser yang lahir kan dari pakai Rust atau pakai C++.
16:56Iya, zaman sekarang banyakkan pakai Rust, C++, Go.
16:59Jadi semua parser JavaScript setelah S prima kecuali Microsoft typeskrip ya karena itu kan dialognya beda itu biasanya ada salinan test suite nya S prima
17:17Makanya dulu pas S5 lahir kemudian banyak versi parser baru itu secara emosional itu sangat membingungkan buat saya.
17:24Di satu sisi agak sedih karena ya kalau kita udah bisa bikin, kalau saya udah bikin ribuan tes kan,
17:32ya bikin implementasi baru ya gampang kan gitu kan, karena tinggal modding aja terus kita ambil tesnya jalan apa enggak gitu kan.
17:39tapi di sisi lainnya lumayan lumayan bagus juga kalau tes itu dipakai semua orang ada
17:46sedikit kontribusinya ke dunia banyak dari situ lahir bukan jadi terinspirasi untuk
17:59Oh ternyata yang penting itu kalau kita bikin proyek itu tesnya karena buat teman-teman yang
18:06kecimpung dan bergelimbang di dunia pemrograman, itu hampir pasti kan kalau source code kita itu
18:14nggak pernah selamat kalau dari factory. Selalu aja yang terkena. Bermasalah. Bermasalah gitu. Atau diubah
18:21atau diutang-utang atau diganti dan semuanya. Apalagi kalau frameworknya berubah. Tapi biasanya kalau yang
18:26banyak tes itu lebih bertahan. Contohnya kayak tadi kan, beberapa ribu tes yang saya bikin untuk S5, 10
18:35yang lalu 10 tahun yang lalu itu masih nol to di tes with segala macam parser zaman sekarang karena
18:41saking pentingnya tes itu jadi mau bikin parser pakai Rush atau Web Assembly atau Zik atau apapun
18:48suatu saat nanti ada ada pasti terinspirasi berlaku buat tooling juga selain buat end product
18:57buat tooling juga berlaku ya wah kalau S5 itu bukan test driven development PDD performance
19:03development bukan pd-d yang itu temannya 50 cent rapper-rapper
19:12filosofinya tuh gini rilis baru itu tidak bisa lebih lambat daripada sebelumnya apapun yang
19:25terjadi berarti tes kesnya juga ada ngetes performance atau ada jadi cara ngajak adalah
19:32ini karena parcer bisa dilihat di ini di website-nya di esprima.org nanti kelihatan
19:38ada atau Google aja esprima speed compression esprima benchmark itu ada beberapa data yang
19:46nyala kok saya tadi 5
19:52keknya masih saya bayar domennya
19:58masih tadi saya ya barusan tadi bisa sekarang jadi nggak bisa
20:05waduh blokisnya ya coba saya bisa ada screen coba
20:13tadi bisa loh tadi kan bukannya esprima.org mungkin kena apa DNS apa tuh namanya enggak
20:26nawala-nawala kewalahan ada ada tes yang bisa jalanin di browser ada juga tes yang bisa
20:34jalanin di comment line pakai not just itu benchmarknya Jadi kalau mau rilis itu dijalanin
20:41dulu ada regression gak dibandingkan riset kalau ada ya harus diperbaiki dulu itu kalau dijalankan
20:51dia memproses semua source yang sebelah kiri satu-satu sudah bandingannya dengan beberapa
20:58kluster lain supaya tahu posisinya itu apakah lebih cepat lebih lambat dan sebagainya ini tes
21:07library-nya pakai apa mas mocha ya kalau ini kayaknya benchmark JS benchmark benchmark
21:15ekosistem karena kita ukur waktu nah setelah tais terlahir kemudian Microsoft memperkerjakan
21:25lusinan engineer dengan bayaran sangat tinggi untuk membuat parser ya kalau sekarang kalau
21:31orang nanya parsing JavaScript pakai apa ya saya bilang pakai typescript aja Karena udah sangat akur dan sangat bagus Dan selalu mengikuti perkembangan zaman
21:41Dan testnya itu, wah lebih gila lagi.
21:44Bedanya antara saya ngerjain ini sekedar hobi sama perusahaan besar di dunia itu ya pasti beda.
21:54Iya, iya. Nah, kembali ke kata Mas Arya itu, dua project open source yang besar dan pasti membutuhkan banyak energi, waktu, biaya, bahkan...
22:08Full time orangnya puluhan.
22:09Nah, saya bingung juga apa yang membuat Mas Arya itu tergerak untuk berkonsumsi awal ini, dua project ini.
22:20Alasan memulainya itu sebenarnya alasan egois, karena waktu itu saya perlu tools seperti itu, terus nggak ada yang buat.
22:28Kalau sudah ada, ngapain bikin gitu kan? Mending ngerjain yang lain.
22:34Tapi kan kalau ditarik garis mundur sedikit, Mas Arya kan background pendidikannya bukan software engineer kan, bukan software developer kan?
22:45Lebih ke hardware engineer malah.
22:46Oh lebih ke hardware ya.
22:48Terus terekspos dunia open source itu dari mana Mas?
22:54Nah itu juga antara salah pergaulan bisa dikatakan atau pergaulannya benar.
23:00Jadi gara-gara saya dulu sekolah sandwich S2 sama S3 di Jerman,
23:06jadi pas di Jerman banyak ketemu mahasiswa.
23:09Pergaulan open source ceritanya.
23:12Pergaulan bebas
23:16Pergaulan kode sumber bebas
23:19Kalau ke kampus apapun
23:23Di Jerman itu
23:24Pasti ada developer yang kontribusi ke KDE
23:26Oh terkenal sekali KDE disana ya
23:30Karena memang lahir disana
23:31Akhirnya ya
23:34Terbawa-bawa dalam secara positif
23:37Ikut nongkrong, ikut ngobrol
23:39Ikut datang ke acara-acara
23:40Kalau di Indonesia sekarang mungkin meet up, event. Dari situ kecipratan, yaudah kita ikut ngerjain ini, ngerjain itu.
23:48Jadi KDE sama Linux itu lumayan sangat besar di tahun 2000-an di Eropa.
23:56Banyak event itu di-sponsorin sama Suse Network. OpenSuse kan dulu distributornya.
24:05yang kameleon itu ya?
24:09iya betul
24:10nah ini dari situ terbawa karena itu gimana sih caranya nyongkrong di IRC
24:18mulai belajarnya dari situ gimana sih cara berkoordinasi dengan sekian banyak developer di seluruh dunia
24:25dan karena lingkungannya masih ada
24:27dan jaman itu masih mailing list kan?
24:29kalau summit patch itu masih mailing list kan?
24:31masih, belum ada gate
24:33adanya subversion
24:36subversion
24:37ini tahun berapa sih?
24:402000-an
24:41berarti sebenarnya cepat juga ya
24:44perkembangannya dalam 20 tahun
24:46itu kayak sekarang udah beda banget
24:47kolaborasinya, cara berkolaborasinya
24:50komunitasnya
24:51prinsipnya masih sama ya, karena kan
24:54kita tadi beda zona waktu
24:56beda bahasa kadang-kadang
24:58beda negara juga
24:59beda latar belakang
25:01dari situ dari pergaulan itu maka langsung ya terciduk dan terpukau akhirnya inget nggak Mas
25:11project open source pertama yang mas Arya kontribusi yang requestnya diterima requestnya
25:16yang sekitar itu ke HTML itu jam dulu belum ada pun, di tahap aja belum lahir ya dia di lingkungan
25:25karena tadi kan teman-teman banyak kan
25:28berarti programming language-nya masih pakai C ya waktu itu ya?
25:32C sama C++ yang dominan disitu
25:34oke
25:36jadi jangan sampai salah memilih teman
25:39pelajaran yang berharga yang diambil itu ya
25:45kalau bisa saya ambil kutipan berarti ekosistem yang untuk kontribusi ke open source waktu itu disana sudah terbentuk atau sedang maksudnya sudah ada gitu ya sedangkan kita di Indonesia ekosistem open source kayaknya sudah ada atau belum
26:05belum banyak, masih sporadis
26:08kalau disana kan, gerilya, belum terorganisir
26:12kalau mas Adekataya kalau ikut meetup sini atau ikut kesana, ketemu aja orang yang
26:18kontribusi ke KDE atau ke open source lainnya gitu
26:22sebenarnya kalau dipikir-pikir yang namanya toolingnya itu nggak ngefek kan
26:27zaman dulu nggak ada GitHub adanya subversion
26:29bahaya banget kan pakai subversion ke
26:30kemudian mailing list nggak ada Slack
26:33nggak ada yang bagus-bagus kayak zaman sekarang lah
26:36tapi ya
26:38tapi sisi human-nya sih
26:40sisi human-nya nggak sih kayak interaksi manusia
26:42yang kayak tadi misalnya mas Arya cuma nongkrong ngobrol atau apalah bikin aktivitas apa
26:47pulak-balik lihat orang yang orang-orang yang udah aktif kontribusi otomatis kan jadi apa ya
26:53bukan peri pressure apa sih kayak kayak masuk ke mindset Oh asik juga nih kayaknya mesti coba
27:00begini-gini berarti kan sisi human nya udah kuat walaupun toolingnya belum kayak sekarang
27:06lingkungan akademik juga menunjang kayaknya karena kan yang namanya diakademik itu kan biasa untuk
27:12mencoba sesuatu yang baru, kemudian berkolaborasi, itu kan memang landasannya.
27:17Karena lahirnya dari kampus-kampus, nah di situ gampang kan kita ngobrolnya.
27:24Sama frekuensinya gitu, antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lain, yang dibicarain sama.
27:29Kadang-kadang ngobrol apapun, akhirnya tiba-tiba ngobrolin, eh Pak Siang itu gimana?
27:33Lebih tercipta suasana yang sangat kondisif dibandingkan kalau ngobrolnya tentang apa.
27:40Jadi mungkin itu perlu tuh digali dari segala macam kampus kita, harus digalakkan.
27:46Open source contribution.
27:48Karena ironisnya justru kalau di Indonesia harusnya itu sesuatu yang sangat naluriah.
27:53Karena kan open source sebenarnya kan tidak lain, tidak berbeda.
27:56Gotong royong.
27:57Gotong royong kan. Cuma untuk urusan perkodingan gitu.
27:59Iya, gotong royong.
28:01Iya. Kalau kita urusan keseharian, urusan sosial, namanya gotong royong.
28:05Kalau coding, namanya open source.
28:07Jadi harusnya kita tuh paling tanggi ya, udah paham betul caranya gimana.
28:11Kerja bakti.
28:13Kerja bakti.
28:15Cuma biasanya kalau gotong royong dapat es buah di akhir.
28:19Dapat es buah.
28:21Nasi bungkus.
28:22Iya, nasi bungkus.
28:23Kalau gotong royong nggak dapat nasi bungkus.
28:26Nah ini, ini apa mas?
28:29Selama mas Arya berkecimpung gitu kan, apakah kan anak kuliah apalagi kan merantau kan?
28:35yang butuh tambahan duit gitu ke gimana kalau ke open source sendiri dapat benefitnya apa aja
28:42Mas dulu waktu awal-awal kebanyakan benefitnya atau secara pribadi itu ya tadi perlu sesuatu
28:51enggak ada yang bikin ya udah kita bikin aja terus ya udah dilempar aja ke dunia open source
28:57siapa tahu ada yang keperluannya sama kan jadi mereka harus pakai lagi nggak harus bikin dari
29:03lagi motivasinya sesederhana itu atau ada orang yang pengen belajar beberapa kali di yang
29:09kontribusi KDE itu karena di sekolahnya di kampusnya dia belajar C++ tapi kurang jelas
29:16ini aplikasinya seperti apa sih gitu kadang-kadang kita kuliah itu kan mata kuliah apapun bingung
29:21gunanya apa sih belajar ini tidak praktikal jadi prakteknya itu di open source gitu ya
29:29sudah sekalian aja gitu, mumpung kalau kita belajar di perusahaan kadang-kadang kan tekanannya tinggi kan
29:36kalau nggak sukses atau kita kontribusi ke produk yang komersil terus gagal itu kan resikonya besar
29:43kalau open source kan ya coba-coba aja gitu. Zaman dulu tuh lumayan agak toleran orang jadi
29:49ketika ada proyek baru harapan yang memakai itu nggak terlalu tinggi, kalau zaman sekarang kayaknya
29:58agak sulit belajar. Karena opsinya banyak.
30:00Jangan sekarang opsinya kebanyakan,
30:02orang makin banyak maunya ya kan, makin BM.
30:05Jadi ada project open source baru,
30:07wah kenapa gak ada gini, kenapa gak bisa gitu.
30:09Terus gara dunia open source sekarang bisa menghasilkan duit jadi kadang motivasi itu mulai bergeser kan motivasinya biar terkenal biar ngetop biar followernya banyak apapun lah gitu
30:21bukan motivasi yang tadi bener-bener murni imbing-imbing finansial ya jadi ya kalau
30:29motivasinya bikin terkenal bikin proyek A nggak ngetop ya dia buang aja terus ganti proyek B
30:35ganti proyek sampai ngetop, sampai bisa dipakai konten.
30:40Ya beda kan dengan memang pengen bener-bener mengerjakan dan pengen bermanfaat.
30:44Kalau cost of maintaining project open source gimana mas?
30:51Kayak dari sisi waktu, sisi...
30:53Saya yakin kayak seperti S Prima dan PhantomJS itu kan sudah kayak
30:58kalau sudah scalenya mulai cepet tuh, mulai banyak yang pakai,
31:02pasti ada pressure tuh, isu mulai dibuka terus kemudian pull request
31:06bahkan pull request sendiri pun gak bisa asal di merge karena
31:09begitu kita merge bisa jadi itu beban
31:12bebannya kita sebagai maintainer untuk nge-maintain kode orang yang buat itu sendiri kan
31:17nge-review kode orang, itu kan ibaratnya jadi
31:21dari pandangan saya itu
31:23ada cost minimal waktu gitu dari kita yang harus kita
31:27kalo dari bahasa ada gimana tuh
31:29selama memaintain itu cost of open source itu berefek gak sih gitu kehidupan atau gimana
31:37mengatasinya gitu? Lumayan berat terutama betul dari segi waktu tadi dan ini perbedaan besar
31:44antara proyek open source yang dikerjakan oleh perorangan dan hanya sekedar hobi dengan proyek
31:50open source seperti react atau typescript atau yang sudah di support sama perusahaan ya itu pada
31:56kan proyek perusahaan yang di-offer
31:58jadi ada orang yang digaji untuk bayar itu
32:01dan full time
32:03biasanya ya
32:04dan mereka mau gak mau ya harus ngerjakan itu
32:08kalau enggak
32:09ya gak bisa kan gajinya tergantung
32:12kalau enggak makan gaji buta dong
32:13kalau perorangan
32:16efeknya ya tadi, kalau proyeknya
32:18tidak seberapa populer
32:20ya gak masalah, begitu populer
32:22nanti jadi asimetri
32:24yang sangat timpang itu antara yang
32:26yang mau kontribusi sama yang pengen pakai yang pengen pakai banyak kemauan kan mau ini mau itu
32:36banyak kemauan tapi enggak kontribusi kan suka gitu support lagi kita harus sometimes provide support
32:45mereka bingung pakai atau ada error mereka biasanya tanya siapa lagi kalau enggak ke
32:49autornya gitu jadi biasanya kalau terasa yuskesnya diluar yang kita bayangin kita mikir-mikirnya
32:56tooling untuk ini ini terus orang biasanya kan orang yang pakai apalagi korporat punya apa
33:03ini kok nggak bisa dipakai buat setting saya begini gini-gini kok ini enggak jalan kalau
33:10gini gimana tuh atasnya ya memang nggak bisa diatasin kan ada ketimpangan antara harapan
33:16yang memakai itu tidak sadarkan ini kan kerja gotong-royong terus ya nggak bisa cuma pakai
33:29doang kalau mau proyeknya bisa dipakai segala macam ya harus ada kontribusinya kan minimum
33:35kontribusi uang gitu jadi setelah beberapa tahun lumayan berat kadang-kadang saya pakai teknik yang
33:44teman saya ketika ada perusahaan atau siapapun
33:46yang bilang, eh ini kantor medias bisa dimodifikasi
33:48nggak biar jalan misalnya waktu itu apa di
33:49di BSD atau apa gitu
33:51itu biasanya
33:54saya tulis langsung
33:55tarif konsultasi saya sekian
33:57itu biasanya, langsung mundur
34:00teratur biasanya, kadang-kadang
34:01tapi ada yang dapat nggak mas?
34:03yang serius? ada, karena kan
34:05kalau serius dari awal pasti dia menawarkan
34:08eh kita perlu
34:08kita butuh bantuan nih, tapi
34:11ada PN-nya gitu ya
34:13mau diperkerjakan nggak mau disupport atau nggak gitu kalau zaman sekarang udah agak berbeda kayak misalnya Evan Yu yang bikin UJS
34:24itu kan bener-bener islanya saweran teknologi lah kan saweran high tech
34:34Sudah sukses sekarang bisa memanfaatkan dunia ekonomi yang berbeda sehingga bisa mengundang orang untuk ikut sawer.
34:43Kalau jumlahnya banyak ya sudah sangat cukup.
34:45Nggak perlu kerja lagi, jadi bisa fokus.
34:48Tapi beban tadi tidak hilang.
34:50Hanya karena dibayar beban tadi tidak hilang.
34:52Karena lebih banyak lagi yang nggak bayar dan maunya macam-macam.
34:55Sudah pasti.
34:59Biasanya yang banyak maunya itu justru yang nggak bayar.
35:02Oh jelas.
35:04karena kalau dia tahu diri kan sekurangnya dia tidak komplain gitu ya
35:09justru yang bayar itu ngerti gitu ya
35:14oh gue cuma bayarnya sekian berarti nanyanya skopnya tahu gitu
35:18sama kan pembeli yang minta banyak diskon itu biasanya belum pernah jualan
35:23cuma sekali kali jualan itu pening
35:28ya ya ya oke oke jadi ya efek positifnya tuh salah satu cara untuk melatih kesabaran
35:38makanya kalau ada kadang-kadang ada kursus-kursus ini cara mencegah supaya
35:46emosional atau mengontrol itu bikin aja belajar sendiri
35:56Nah ini menarik nih soal melatih kesabaran
36:01Kan tadi Mas Arya bilang motivasi utamanya sebetulnya ya ngoprek dan hal yang kode yang buat ngatasin masalah pribadi
36:10Tapi kan dimanapun ngoding buat kita sendiri atau bahkan ngoding buat tempat kerja sendiri
36:15Itu kan beda banget ya sebetulnya sama bikin project open source yang dibuka ke publik
36:20Contohnya misalnya pertama kodenya harus rapih, jelas, gampang dibaca kan.
36:26Ya walaupun buat internal juga harus jelas, tapi kan minimal kalau kita internal,
36:32paling mungkin lead kita atau kolega yang review pull request, yang ngasih tahu satu orang doang.
36:39Sedangkan kalau buat publik, kita kodingan kurang jelas atau berantakan,
36:44bisa diteriakin ratusan orang.
36:48Terus belum lagi hal yang non-coding sih, kayak bikin dokumentasi yang rapi, bikin ritmi yang jelas,
36:56yaitu tadi ngelatih kesabaran komunikasi, ngerespon orang, atau mungkin orang bikin pull request nggak jelas,
37:03orang bikin isu kurang jelas, itu pas pertama kali ngejalanin itu kayak kaget banget,
37:09atau nggak mas, berat atau nggak mempelajari hal-hal yang di luar coding itu sendiri.
37:15Nah, untungnya 10 tahun yang lalu itu komunitas open source itu tidak segala ke netizen zaman sekarang.
37:26Mulutnya itu tidak terlalu berbisa.
37:30Karena belum banyak sosmednya.
37:33Belum banyak sosmed.
37:35Mungkin sesama pemakai itu yang hidupnya lancar-lancar saja, tidak penuh tekanan.
37:39Jadi tidak perlu dilampiaskan kemana-mana.
37:41Berarti yang
37:43Biasanya yang komen itu adalah
37:45Open source maintainer juga
37:47Dia ngerti
37:48Analogi sesama penjual juga
37:51Kalau sesama penjual, nawarnya
37:53Biasanya paham
37:54Modalnya berapa itu kan dia ngerti
37:57Dan motivasinya agak beda
37:59Karena kan kadang-kadang kecauan negatif
38:01Itu kan salah satu akar masalahnya
38:03Karena ada
38:04Kecemburuan atau keirian
38:05Kalau ini kan apa yang kita irikan
38:09Dari seorang, zaman dulu ya
38:10seorang maintainer open source
38:12itu justru kita kasihan gitu kan
38:14apa yang harus kita irikan
38:15kalau zaman sekarang gara-gara
38:18sukses, bisa terkenal, bisa dapat duit
38:21nah mulailah lahir
38:22kedengkian itu kan
38:24kalau dulu kita kan, wah
38:26dia bikin KDE, kasihan banget hidupnya kan
38:28gitu kan kita bilang
38:29salah dikasihkanin
38:33kebalik ya sekarang ya
38:34berarti dia gak pernah nonton TV nih
38:36ya kan gitu
38:37punya waktu lagi
38:39kalau jadi ada keleluasaan jam dulu dan tapi juga pentingnya kalau mau memulai proper processing sendiri sebaiknya itu kontribusi dulu ke segala macam Atau belajar dulu lah Jangan punya ide gila terus kita bikin open source taruh di GitHub
39:00Itu biasanya nanti, apalagi zaman sekarang ya, langsung dapet serangan netizen itu bisa mental dan mental.
39:08Sangat berbahaya sekarang.
39:10Emosi.
39:11Tapi kalau kita udah terbiasa berkontribusi ke, terserah lah, react, typescript.
39:15Itu kan kita lihat olahnya kan, oh ternyata kalau komentar negatif, di pakai jurus apapun banyak gitu kan, mau pakai Tai Chi, mau pakai Kung Fu, itu cara responnya gini gitu kan.
39:27Kalau komentar positif, cara responnya seperti apa. Jadi kita udah terlatih sedikit lah, ada magangnya lah.
39:33tapi saya salut nih mas Ariel itu dengan project open source yang segitu banyak yang pakai saya yakin serangan bukan serangan pressure dari issue ada yang pakai ada bug sedangkan kita nggak punya waktu untuk maintain
39:49akhir-akhir ini kan banyak juga yang seperti kayak itu ada link dari Eka yang kayak color.js, faker.js yang maintainernya itu nggak tahan pressure
40:02terus dibubarin semua
40:04bubar semua
40:06frustasi
40:09bahkan yang Faker.js bilang
40:12saya gak mau lagi kerjaan saya
40:14dipakai Fortune 500
40:17company secara free
40:19dan
40:20ini dari pandangan saya
40:24project open source ini
40:27susah
40:29sustainnya
40:30Nah, ada
40:31Gimana sih secara ya
40:33Tips atau gimana
40:34Kalau bagi teman-teman itu
40:36Kalau sebagai project maintainer
40:38Supaya membuat project open source-nya
40:40Bisa sustain
40:41Ini berhubungan sih
40:44Kalaupun nggak tahan
40:45Gimana, kan suka ada tuh
40:47Ada yang men-transfer ke
40:49Cari maintainer baru
40:51Biar kalaupun kitanya nggak sakup
40:54Tetap bisa sustain juga
40:55Intinya sebenarnya
40:58Kembali ke tadi, keniatnya apa
40:59Kalau niatnya kita mau bikin sesuatu karena memenuhi kebutuhan kita, ya kalau udah terpenuhi, mau ada komentar apapun, orang kita santai aja kan.
41:07Kita bukan melayani tiap, membuat tiap orang bahagia itu kan ya dijamin mustahil.
41:12Gak mungkin.
41:14Makanya daripada, gak mungkin, daripada pasti gagal, mending gak usah dikejahit.
41:19Sama betul yang tadi, artinya kalau motivasinya tadi sudah terpenuhi kebutuhan kita,
41:26kemudian banyak orang bertanya-tanya
41:28atau minta, bisa nggak dibuat seperti ini,
41:29dibuat seperti itu, ya silakan aja ambil sendiri.
41:32Kita default atau kita transfer,
41:33kita cari maintenance baru. Atau kalau kita
41:35udah males, ya di-RCEP-in aja.
41:37Nah itu, feature
41:40RCEP GitHub itu kan salah satu
41:41feature yang lahir dari tekanan banyak maintainer
41:44yang bikin petisi.
41:46Karena ini proyek udah
41:47nggak kita urusin lagi, tapi
41:50isunya tuh isinya hujatan
41:52semua. Ini kan nggak
41:53positif buat semua.
41:54Iya, betul. Kalau di FYP TikTok itu namanya toxic.
41:59Iya, toxic ya. Toxic environment.
42:01Tapi kalau udah diarsip, udah kan.
42:03Kalau ada yang mau perbaiki sendiri, ya silahkan ambil aja gitu kan.
42:07Apa masalahnya?
42:08Harusnya kalau orang yang sangat positif,
42:12dan udah terbiasa mungkin dihujat oleh netizen ala Indonesia,
42:16kasus-kasus seperti vector color itu nggak terjadi lagi.
42:18Karena dia bilang, yaudah dia capek nggak bisa ngurusin lagi.
42:20Ada perusahaan besar yang mau ambil nggak gitu?
42:22Kalau nggak diarsipin aja.
42:23Dan akhirnya itu yang terjadi
42:25Komunitas yang mengambil alih
42:27Jangan sampai justru mengganggu
42:31Emosi kita
42:32Kalau di Arsip itu
42:36Berarti proyeknya tetap bisa jalan
42:38Di NPM misalkan
42:39Atau di package manager lain tetap bisa
42:41Tapi sudah tidak
42:43Ada update lagi
42:45Ada alternatif lain
42:48Yaitu yang dilakukan oleh
42:50FNU dan sebagainya
42:51Akhirnya bisa nggak? Saweran gitu kan.
42:54Yang bikin Zik juga, Andrew Kelly kan seperti itu kan.
42:57Proyek gotong royong jadinya.
42:59Itu untuk beberapa orang bisa seperti itu.
43:01Kalau saya pribadi nggak bisa.
43:03Karena banyak hal.
43:05Salah satu alasannya adalah kan tadinya hobi Kalau dibayar terus jadi kerjaan itu tidak menyenangkan lagi Jadi ada kembali lagi ada responsibility gitu ya
43:18Ya itu jadi full time sih, maksudnya jadi kayak orang tadinya senang.
43:22Kan sering kan ada orang suka minum kopi, ngulik kopi, yaudah sekalian dia buka kopi shop.
43:29Enggak, ya dia buka usaha itu.
43:31Tapi kan jadi ada segala konsekuensi yang tadinya dia nggak pikirin sebagai penikmat murni.
43:37Jadi harus mikir cashflow, ngebayar orang, tapi ya udah.
43:41Orang sekarang bilangnya passion lah.
43:44Tapi ada positif, ada negatifnya juga.
43:48Sangat. Karena hobi itu kan kita keluar uang dengan sengaja.
43:52Karena kita mencari kebahagiaan di hobi itu.
43:55Kalau diubah jadi bisnis itu nggak bisa lagi.
43:58Cuma keluar uang, harus mendatangkan uang.
43:59Kalau nggak tekor dong.
44:00Iya, iya, iya.
44:03Jadi buat orang-orang yang punya jiwa bisnis,
44:05Kalau tadi kan passionnya sama dengan jiwa bisnisnya ya silakan aja hajar terus.
44:11Kalau orang yang lebih ke hobi seperti saya ya, wah justru kalau dibayar jadi tekanan, malah jadi nggak menyenangkan lagi.
44:20Malah jadi lebih sedikit kerjanya gitu. Pas hobi kemana?
44:23Kalau orang punya hobi itu kan berjam-jam dihabisin buat hobinya kan.
44:26Nggak berasa ya waktu ya?
44:28Nggak berasa. Sampai harus diingatin gitu. Coba makan, tidur gitu kan.
44:32gitu kan tapi orang-orang yang makanya orang yang hobinya main game itu main game bisa 12 jam 14
44:40jam kan tapi kalau dia disuruh kerja jadi tester QA di perusahaan game itu pasti stress gitu kan
44:46karena ada ininya ya karena ada ya bukan hobi lagi udah kerjaan kebebasannya terambil yang
44:54bebas mengapain aja sekarang harus berdasarkan tugas tertentu ada ada kepiainya kan kalau
45:03kalau capek hobinya ngerjain kalau ada waktu hobinya dikerjain itu kan kalau yang hobi
45:12streamer game gitu berarti ya open source ini ya jadi kapan dia mau kerja-kerja dapat donasi
45:18dapat kalau nggak dapet kalau nggak kerja nggak dapet gitu kan Nah kalau streamer sekarang tekanannya
45:23beda kan kalau santai ya kalau hilang follow-up sama juga ujung-ujungnya makanan itu dimana-mana
45:34ada strategi kita menyikapinya seperti apa ada buku dari Mas Arya kayaknya menarik banget tuh
45:46Siapa tahu teman-teman ada yang mau belajar, memulai dan memaintain project open source.
45:55Nah ini pertanyaan bagus nih mas.
45:57Kalau kita mau mulai, saya ingin nih tertarik mau.
46:02Tadi kan saran mas Arya jangan bikin dari awal dulu, jangan jadi maintainer dulu, ikut serta dulu.
46:08Jadi kontributor.
46:09Jadi kontributor.
46:10Itu kira-kira project apa yang cocok dan gimana cara carinya?
46:16paling bagus adalah project yang kita pakai.
46:20Project yang kita pakai.
46:22Jadi kita ada
46:23kebutuhan
46:25untuk menggunakan itu.
46:27Itu yang pertama. Dan yang kedua,
46:29jangan berpikir bahwa
46:31kontribusi itu hanya dalam bentuk ngoding.
46:34Kadang-kadang bikin
46:35dokumentasi,
46:37mengomentari,
46:39translasi,
46:41terjemahin ke bahasa Indonesia, Jawa, Sunda,
46:43dan sebagainya.
46:44Bali menjawab makanya kalau ada yang tanya dan kita barusan menyelesaikan persoalan yang sama
46:53persis seperti ditanyakan yang kita bisa ikut kontribusi kemudian pokoknya yang positif
46:59jangan-jangan ikut-ikutan menghujat kan kalau itu kemudian contoh lain adalah nambahin tes
47:07Tesnya kurang nih, udah akhir-akhir.
47:09Oh iya juga.
47:11Biasanya, maintainer itu bahagia banget kalau ada kontribusi yang harus selalu teacher.
47:17Karena banyak hal kecil yang kadang-kadang terabaikan karena tadi kan ada asimetri antara waktu dia dan harapan netizen.
47:26Kalau kita bantu dikit itu akan membuat kita juga semakin paham kan Kalau kita nambahin unit test itu kan sebenarnya cara kita paham ini fungsinya ngapain sih Kalau kita bikin testnya oh seperti ini nambahin dokumentasi ikut andil dalam diskusi bikin pas ada meetup dimana kita ngobrolin tentang proyek itu
47:47Ini nggak harus coding, ini membuat kita semakin nyaman lah di lingkungan proyek tersebut, semakin paham maksudnya apa dan sebagainya.
47:55Nah, dari situ baru lebih kebayang proyeknya tentang apa.
48:00Lebih menjiwailah.
48:01Kalau di Indonesia, itu namanya apa?
48:04Ambassador Program atau apa?
48:05Bukannya.
48:09Kalau ada influencer yang jadi brand ambassador, misalnya.
48:14Advocate.
48:17Apa tahu di Indonesia ada brand ambasadornya FakerJS, gitu kan.
48:23Kalau dia presentasi selalu ngomongin gitu.
48:25Nah itu sangat menolong.
48:29Cara mencari sesuatu.
48:31Karena jangan ambil
48:32proyek yang random aja.
48:35Nggak sesuai dengan yang
48:37kita pakai. Terus
48:38bahasanya beda dengan yang kita bisa.
48:41Kita juga nggak berniat.
48:42Nambahin dokumentasi itu. Lama-lama motivasinya
48:45hilang.
48:47Oh, atau motivasinya ini.
48:49Ada faktor ini juga ya, Pak?
48:51Hector Berfes.
48:54Motivasinya kaos.
48:55Hai memotivasi kau juga ngalamin tuh apa kayak ada project yang dia project apa ya eksperimen
49:07gitu ya salahnya enggak di private ya public gitu gara-gara masuk bulan Oktober tiba-tiba
49:13ada yang ini enggak jalan memang belum jalan juga tiba-tiba ada yang random orang bilang
49:19ini projectnya enggak jalan ya memang enggak jalan gitu jadi itu juga kayaknya faktor netizen
49:25jadi itu mungkin dari situ juga ya dia mencari-cari tujuannya untuk keperluan lain hanya untuk di bulan itu aja gitu ya
49:32Untungnya itu biasanya bukan dari Indonesia kalau kalau motivasi kaos tidak masuk akal Indonesia nyablon sendiri lebih cepat dan lebih murah
49:39Iya ongkirnya lebih mahal daripada kaosnya mau logo apapun lebih cepat nyablon di Indonesia
49:47Itu positif negatif ya positifnya kan jadi orang banyak terekspos
49:52open source, tapi negatifnya motivasi itu tadi yang sempat kita bicarain beberapa
49:57beberapa waktu yang lalu, barusan gitu ya bahwa motivasi itu yang paling penting dari project open source
50:06contoh motivasi yang menarik itu adalah motivasi finansial, ini terjadi ketika saya bekerja untuk Metabase
50:13itu kan mengerjakan proyek Metabase
50:15yang notabene itu adalah
50:18open source, kalau ada yang belum pernah pakai Metabase, pesan sponsor dikit
50:22mirip-mirip dengan Tableau, Looker, Power BI, tapi open source dan ada versi cloudnya.
50:33Nah, ini sangat open source dan mirip dengan proyek yang disponsorin oleh Microsoft, React, dan sebagainya.
50:41Jadi memang ada bisnis di belakang proyek ini, tapi juga ada lusinan-anjir yang dipekerjakan
50:47untuk menambah fitur, memperbaiki bug,
50:51menambah dokumentasi, dan sebagainya dan seterusnya.
50:55Salah satu logo yang terkenal di website-nya Metabase itu Gojek.
51:01Ini motivasi terbaik karena waktu itu saya kerja
51:04memang memperbaiki entah berapa ratus bug itu
51:08dan bikin fitur baru, optimasi, dan sebagainya.
51:14Untuk sebuah proyek open source
51:16dan digaji untuk mengerjakan itu.
51:18Dan belajar juga karena
51:20stack-nya agak unik ya.
51:22Jadi si Metabase ini backend-nya
51:24pakai closure.
51:31Nah, karena waktu itu saya belum
51:33canggih-canggih banget
51:35mengetahuan closernya, ya sekalian belajar.
51:36Sekarang juga belum paham juga, cuma
51:38gara-gara berinteraksi dengan
51:39para pakar closure yang,
51:42para engineer yang jago closure di Metabase,
51:44seharusnya kecipratan ilmu itu lebih cepat.
51:46Ini kan ideal banget. Kita bisa belajar
51:48di gaji pula, proyeknya open source lagi.
51:51Oke kondisi dia nya begitu beberapa project yang seperti metabase atau bisnis model open
52:02source timit habis ada monggo DB ya supabase juga supabase redis redis lab ya direktis yang
52:12ya direktis direktus direktus tapi ini menarik juga ya maksudnya kalau tadi kan di satu sisi
52:21ada project open source yang memang individu atau yang mungkin kelompok orang yang jumlahnya
52:26sedikitlah lebih personal kayak ya udah gue butuh tool ini bikin ya udah sekalian di open tapi kan
52:33kalau ini kayak pendekatannya udah agak beda ya ini udah dengan mindset apa eh korporat lah bisa
52:40bilang ini kan harus karena udah nge-hire orang memperkejakan developer ya kan harus apa harus
52:47balik model lah ibaratnya harus harus dapat income yang memadai kayak produk profesional jadi apa ini
52:56kan sebenarnya apa mindset cara operasionalnya mindsetnya mindset profit-seeking harus cari
53:05profit tapi cara kerjanya the buat codingnya itu open source itu tuh sebenarnya sustain atau enggak
53:13dan apa-apa bisa dibikin lebih banyak lagi perusahaan yang beroperasi kayak gini seharusnya
53:23sangat bisa modal seperti ini bisa terjadi sejak zamannya sas atau cloudnya karena kan sebenarnya
53:33dijual itu bukan software-nya kan, tapi layanannya. Contohnya kalau dengan kasus Metabase ini, kita bisa cloud.
53:38Contoh paling klasik itu kan sebenarnya seperti Microsoft 365 atau Google Workplace kan, atau G Suite dulu kan.
53:48Kan mengirim email itu bukan sesuatu yang rahasia kan. Tapi siapa zaman sekarang yang mau install email
53:55Starforce sendiri untuk ngirim email itu hampir nggak ada yang mau. Lebih baik bayar sekian puluh ribu per bulan lah
54:00ke siapa yang mau ngerjain gitu.
54:02Tidak ada kerahasiaan sama sekali.
54:03Google Map itu sama software yang dipakai.
54:05IMAP, SMPP-nya, ya seperti yang kita pakai
54:08kalau install manual juga.
54:10Jadi kita bayar pakar
54:12untuk mengoperasikan itu,
54:14kita bayar bukan software-nya,
54:15tapi keahliannya.
54:17Supaya kita nggak ngurusin itu.
54:18Sama lah, masakan nasi goreng itu gampang,
54:20tapi sebagian orang ya beli aja gitu.
54:22Nggak ada kerahasiaan.
54:25Nggak ada bumbu atau bahan rahasia
54:27itu hampir nggak ada gitu.
54:29Resepnya pun di mana-mana.
54:30sudah sangat gampang didapat.
54:34Yang kita beli itu adalah, yang kita pakai itu adalah layanan.
54:37Kalau yang kita butuhkan itu layanannya, mau software-nya open source atau enggak, enggak masalah.
54:45Nah kalau Metabase ini kan secara, dari awal kayaknya sudah diset untuk korporasi,
54:55bukan korporasi, untuk bisnis juga.
54:59Nah ada beberapa open source juga seperti kalau nggak salah SQLite itu kan open source tapi servicenya dia dalam bentuk mungkin untuk konsultasi, konsultan seperti tadi Mas Arya ceritakan tentang PNOPJS kan.
55:15Terus ada juga service yang dibangun di atas itu.
55:19Misalkan sekarang apa yang SQLite? Torso ya?
55:23Torso.
55:23ya terus misalkan apalagi itu ya banyak ya supabase juga salah satunya kan dia sebenarnya pakai
55:31database nya posgri yang juga open source kan ya itu juga bisa jadi bisnis model yang bagus juga
55:39kita ambil project open source terus kita jual gitu ya betul atau kita misalnya perlu ada yang
55:46dikustomisasi untuk sistemnya ya karena dijual jasa kepakarannya kan bukan barangnya kalau mau
55:54kerjakan sendiri juga bisa tapi mending kita membayar orang yang pakar sehari-hari urusannya
56:03seputar database pasti lebih pinter ngurusin itu kan sepintar ngurusin email engineer Gmail kan pasti lebih paham kan Karena pagi siang urusannya itu Apakah software yang dipakai sama dia rahasia Enggak sama sekali
56:19Enggak ada yang proprietary ya?
56:21Maksudnya, protokolnya
56:23sih sama gitu semua.
56:26Udah standar.
56:28Dan karena open source
56:29dan standar, akhirnya
56:30kelebihannya, keenakannya gotong-garu
56:33yang kerja bakti itu kan
56:34kita menambah ilmu semua orang
56:37kalau kita membuat
56:37ada dokumentasi post grade yang salah
56:40terus kita perbaiki, itu kan manfaatnya dirasakan
56:42semua orang yang setelah itu pakai
56:44tapi kalau ada dokumentasi
56:46database proprietary kayak Oracle
56:48terus kita benerin, ya yang nggak pakai nggak ngefek
56:50yang nggak bayar nggak ngefek
56:52nah, kalau di Indonesia sendiri
56:57apakah sudah mulai
56:59muncul perusahaan-perusahaan
57:01seperti Metabase, Supabase
57:03dan teman-temannya?
57:06Yang besar belum ada, tapi harapannya
57:07lama-lama akan ada.
57:10Sebenarnya
57:10mungkin yang akan mendorong itu kalau
57:13semakin banyak orang,
57:16semakin banyak bisnis yang percaya
57:17bahwa yang dijual itu adalah
57:20servisnya atau layarannya,
57:21versi cloud. Sehingga
57:23itu harus banyak dulu.
57:26Kalau itu udah banyak, lama-lama semua
57:27perusahaan berpikir, oh iya ya.
57:29Berarti kalau kita jualan itu,
57:31berarti software-nya nggak harus
57:34proprietary, kita buka aja
57:36misalnya seperti itu
57:37di Indonesia ya itu in-lifenya
57:40Mas Yohan
57:41teringatnya Mas Yohan
57:43in-life
57:44maksudnya belum established
57:47dan sebetulnya kalau dipikir-pikir
57:49kayak misalnya Next.js atau apapun lah
57:52itunya Vercel juga gitu kan
57:54Next.js-nya gratis
57:55yang dijual itu bahkan
57:57ya bukan Next.js-nya sama sekali
57:59tapi layanan
58:00hostingnya persel yang udah dia nggak bikin sendiri juga bikin diatas provider kan jadi
58:12sekarang Dino yang mau gantiin node.js itu kan Dino nya pakai aja dia mau jualan hostingnya
58:19kemudian fly itu kan sebenarnya di bawahnya steknya setengah semua kan dia jualan malah
58:25sekarang si posgerisnya Fly mau pakai Supabase kan. Jadi bener-bener operasionalnya, keahlian operasional yang dijual itu bukan barangnya.
58:38Ya, antara expertise sama infra atau keduanya, kombinasi keduanya?
58:43Semua cloud provider yang besar-besar kan, dari Amazon, Google, sama Azure itu pasti ada versi managed Kubernetesnya kan.
58:52itu juga nggak bayar tambahan kan kita.
58:55Kita nggak beli Kubernetesnya.
58:58Kita bayar mereka untuk, eh tolong dong ngurusin rasternya nih, karena ngurusin sendiri kan payah kan.
59:06Kalau project open source dari Indonesia yang cukup populer mungkin sampai ke luar gitu, sampai ke California, ada nggak mas?
59:16tiba-tiba apa akan dari mana gitu nih ada open source-nya Oh ini ternyata dari Indonesia gitu
59:21udah ada belum ya mungkin popular ada ya tapi untuk yang sekarang lagi saya kerjakan itu hampir
59:31nggak pernah terdengar you e-parser mungkin paling yang biasanya standar apa tadi masih
59:39kita bisa bikin awesome listnya
59:41kayak
59:42kursi Indonesia
59:45kayaknya bagus tuh
59:47itu isinya es prima doang
59:49bisa, bisa cari
59:51pelan-pelan kita cari
59:53ada sebenarnya, apalagi kan untuk
59:55mungkin di luar gak kedengeran karena
59:57untuk kebutuhan lokal kan
59:59kearifan lokal
1:00:02kearifan lokal
1:00:03jadi
1:00:04menyelesaikan masalah di Indonesia
1:00:06jadi gak mungkin dipakai di luar juga
1:00:08biasanya yang ditampilin sama Pak Dika kan suka seru kan proyek-proyeknya
1:00:15oh iya showcase ya
1:00:20parser oh user agent oke Bagus Keren ini
1:00:35Forkingnya gede juga ya, seribuan
1:00:42Ada githubnya kan, nggak usah ngomong sosial
1:00:45Ada komersial
1:00:46Ada pro nya, ini menarik juga nih
1:00:48Maksudnya bisnis model yang bagus juga
1:00:50Iya dari awal udah ini ya ada yang free ada yang premium ya premium ya
1:00:56mungkin perlu karena kita ada GitHub nya juga kan open source Indonesia mungkin perlu kita
1:01:02oh iya minta orang-orang tambahin ke sana gitu kalau punya Iya kalau teman-teman punya
1:01:11project open source silakan di masukkan ke sini tinggal periksa saja ya tuh
1:01:17Barito punyanya Gojek ya Gojek Bukalapak nih ada
1:01:26Hyperjump
1:01:30Pathfinder ini Gio bukan yang bikinnya
1:01:38Tannybox
1:01:42Udah banyak juga ya berarti
1:01:45Perusahaan di Indonesia yang
1:01:47Aware
1:01:48Kan sebetulnya mereka perusahaan komersil
1:01:51Bukalapak, Tokopedia, dan lain-lain
1:01:54Tapi emang
1:01:55Di encourage buat
1:01:57Tool, itu kan sebenarnya
1:01:59Berawal dari tooling internal mereka
1:02:02Tapi kayak yaudah
1:02:03Di encourage, di publish sebagai
1:02:05Project open source
1:02:07Salah satu motivasi paling bagus
1:02:09Untuk perusahaan untuk bikin
1:02:11proyek Open Source itu sebenarnya untuk recruitment.
1:02:14Karena kan
1:02:14kalau kita misalnya
1:02:17gabung Dropbox, Dropbox itu kan
1:02:19semuanya Python. Bahkan Guido von Rossum
1:02:21pernah kerja di sana kan.
1:02:23Ya sangat menarik dong untuk orang yang
1:02:25pecandu dan penggemar Python kan.
1:02:27Karena tahu gitu di dalamnya, oh ini kita bisa
1:02:29pasti proyek-proyeknya kelas dunia
1:02:31semua gitu.
1:02:33Dengan membuka diri, itu tidak
1:02:35calon pencari kerja tadi
1:02:37tidak membeli kucing dalam karung kan.
1:02:39Ternyata di dalamnya itu misalnya jadul banget.
1:02:44Ruby. Ruby masih jadul.
1:02:47Tidak sesuai harapan. Tapi kalau kita lihat, ternyata Gojek proyeknya, ini Barito pakai Go dan sebagainya.
1:02:59nyambung lah kalau ke sana.
1:03:02Ini sangat dipakai orang-orang
1:03:04perusahaan besar, Microsoft,
1:03:06Google, dan Facebook.
1:03:10Sangat gampang kan merekrut
1:03:11misalnya JavaScript Engineer,
1:03:13karena Facebook ada React.
1:03:18Microsoft ada
1:03:19TypeScript.
1:03:26Lebih transparan,
1:03:27lebih mudah buat menarik talent.
1:03:39Dan juga talent bisa pulih.
1:03:45misalnya kita cari kerja
1:03:48kan tadi kita udah bahas
1:03:50keuntungan
1:03:52bikin open source
1:03:54project tuh, apalah tadi
1:03:56kepuasan, maksudnya kita bisa share
1:03:58yang kita bikin, atau kita
1:04:00udah bahas sisi finansialnya juga tadi
1:04:02tapi berarti kan itu ada manfaatnya
1:04:05untuk
1:04:06karir kita sendiri
1:04:08sebagai developer
1:04:09mas Arya ngerasain gak keuntungan yang
1:04:12dari segi karir
1:04:14Khususnya dulu mungkin ya, kalau sekarang sih sudah established. Dulu zaman-zaman kuliah lah.
1:04:22Lumayan keras ya, karena salah satu yang paling enak itu adalah ketika, ya ini walaupun berlaku buat saya, tapi rasanya berlaku buat umum juga.
1:04:30Kalau misalnya kita mau melamar kerja, terus ditanya sama interviewnya kan, oh bisa apa? Bisa Python misalnya.
1:04:35Kita tinggal tunjukin kan program Python juga, yang di GitHub.
1:04:38Dan kalau itu bagus itu sangat mengesankan yang mau wawancara Kalau itu jelek ya ini juga berbahaya Atau kalau pesan saya ke generasi sekarang hati kalau modding ditaruh di kita setiap tahun
1:04:53nanti calon mertua itu juga punya akun dia,
1:04:56terus ngecek, apa nih pull request nggak ada unit testnya.
1:05:02Nggak bertanggung jawab dia nggak punya.
1:05:04Calon mertuanya gagal jadi mertua,
1:05:06gara-gara dia sempat mendeteksi moddingannya payah.
1:05:10Nah, akhirnya kita berpikir dua kali sebelum ditaruh di GitHub atau dimanapun, dan itu seperti portfolio buat kita.
1:05:22Dan buat yang mewawancara, karena saya di pihak mewawancara juga, entah beberapa ribu engineer, ya enak juga gitu, karena
1:05:30seberapa banyak sih yang bisa kita gali dari 30 menit atau satu jam mewawancaraan. Tapi kalau kita lihat coding-annya,
1:05:35Sehingga dari awal bagus banget, unitasnya lengkap, codingnya rapi, gampang dibaca dan sebagainya itu
1:05:42sudah mencerminkan bagaimana si engineer itu nanti akan bekerja.
1:05:47Kalau dia hobi saja sudah sebagus ini, apalagi kalau dibayar.
1:05:52Saya melihat perbedaan kalau perusahaan di beberapa perusahaan yang luar,
1:05:59yang US based company, yang tech based company, dan juga di Eropa, untuk apply aja kita harus menyertakan, wajib menyertakan proyek open source yang pernah kita kontribusi.
1:06:14Sedangkan di Indonesia kayaknya itu belum menjadi sesuatu yang umum kali ya.
1:06:19Sangat tidak umum. Di Indonesia lebih penting sleep gaji.
1:06:24Sebelumnya.
1:06:26Sertifikat ijasa.
1:06:27Ijasa kali ya.
1:06:29karena filosofi orang dalam di Indonesia itu agak berbeda dengan filosofi orang dalam secara umum
1:06:41orang dalam berlaku keluar juga kalau si pewancara tadi lihat kandidatnya seperti apa
1:06:50terus paham kerjaannya seperti apa dari GitHub dan sebagainya informasi yang sama pentingnya
1:06:57Jalur ordal tadi kan
1:06:58Jadi lebih penting kayak
1:07:01Ordal sama titipan
1:07:03Ordal sama
1:07:04Biasanya lebih cepat
1:07:07Kalau titipan itu cepat banget
1:07:10Jadi saya jadi ingat
1:07:15Beberapa waktu yang lalu tuh
1:07:17Kayak perusahaan seperti Gojek
1:07:19Waktu beberapa rekan saya
1:07:21Masih ada disana gak tau sekarang ya
1:07:22Itu bahkan kalau
1:07:24mereka, apa, kandidatnya
1:07:27sudah kontribusi ke open source,
1:07:29dalam artian dia kontribusi kode ya,
1:07:31bukan cuma readme aja gitu ya.
1:07:33Itu bisa
1:07:35melewati beberapa fase, misalkan
1:07:37nggak perlu tes coding bahkan gitu.
1:07:39Jadi memang
1:07:40kayak orang dalam jadinya
1:07:43gitu ya. Setara dengan
1:07:45ordal kan kontribusi open source.
1:07:47Tapi lebih make sense,
1:07:49karena kan udah demonstrate kemampuan
1:07:51codingnya dia. Oh iya, ini kan
1:07:53objektif kan, kalau ordal tadi kan tidak objektif
1:07:55jadi mungkin kalau dipopulerkan
1:07:57seperti itu
1:07:58jadi buat contributor
1:08:01open source lebih gampang
1:08:03karena jalurnya lebih cepat, tidak perlu
1:08:04tes coding karena ya sudah
1:08:07terbukti gitu dan sudah terlihat juga di public
1:08:09sudah cara komunikasinya
1:08:11kelihatan, codingnya
1:08:13kelihatan, terus kemudian
1:08:15mengerti situasi
1:08:17mengerti solusi
1:08:18sepertinya memang lebih baik
1:08:21project open source itu
1:08:23kontribusi ke konsul itu bisa lebih
1:08:26mumpuni daripada
1:08:28lebih mainstream
1:08:29daripada sertifikat
1:08:32pernah mengikuti
1:08:34seminar apa
1:08:36seminar apa
1:08:37webinar
1:08:37punya sertifikat apa
1:08:44saya punya sertifikat SSL
1:08:47HTTPS
1:08:48gratis banget
1:08:50let's encrypt
1:08:52Mungkin harus digalakkan seperti itu ya
1:08:57Jadi ini salah satu cara untuk menyalip di tikungan
1:08:59Itu adalah dengan menyimpulkan
1:09:01Karya-karya kita dan
1:09:02Ditamerkan secara positif
1:09:05Di ajang dunia open source
1:09:08Oh iya, itu ada juga beberapa investor, venture capital sekarang. Fokusnya itu adalah untuk investasi di proyek open source yang bisa dikomersilkan.
1:09:17Seperti tadi kan, Redis, Mongo, GateLab, Metabase, dan sebagainya.
1:09:21Karena filosofi.
1:09:23Mongo juga punya ya, sama Microsoft juga punya ya?
1:09:28Kalau ini spesialis, jadi investasinya hanya untuk perusahaan yang mengomersilkan open source.
1:09:36Karena filosofinya adalah
1:09:38Ya kita lihat aja
1:09:40Kalau kita bikin proyek apapun dari no
1:09:42Pake frontendnya
1:09:44Pake salah satu framework
1:09:46Apapun pilihannya pasti open source kan
1:09:48Gak ada yang bikin framework internal sendiri
1:09:50Mau backendnya
1:09:52Pake bahasa apapun pasti open source kan
1:09:54Masih ada bahasa pemrograman yang gak open source
1:09:56Gak ada kan
1:09:57Gak ada yang mau belajar soalnya
1:10:00Masa apa ya? Gak ada resource ya kan
1:10:02Gimana mempelajari
1:10:03mungkin masih ada tapi udah nggak pasti dipakai gitu
1:10:06C Sharp?
1:10:08C Sharp sudah open source
1:10:10sudah ada yang open source ya, dan Netcore
1:10:12database-nya juga gitu kan
1:10:14default-nya paling orang pasti ke MariaDB atau PostgreSQL dan sebangsa
1:10:19hampir nggak ada lagi yang dari awal
1:10:21wah beli mal-mal dulu lah gitu
1:10:23jadi dari awal sampai akhir itu
1:10:26untuk bikin produk apapun sudah pakai open source
1:10:30e-commerce aja wapas itu kayak WordPress jumlah dan sebagainya terusnya kan remix
1:10:42Oh iya tapi eh ya karena open source kayak terlalu apa ya mungkin banyak orang yang apa
1:10:49ya Teken tekit for granted kalian termasuk yang akhirnya jadi komplain ini nggak bisa
1:10:56Untuk entitlement udah gratis banyak mau. Karena kita, ya itu betul sih kayaknya kita nggak, maksudnya orang yang terutama yang awam kayak nggak ngehargain ya.
1:11:07Tidak menghargai. Karena terlalu banyak opsi.
1:11:11Betul. Makanya ada satu solusi lagi kayak teman-teman saya ya di komunitas WordPress itu masih bisa buka open collective tuh.
1:11:19jadi teman-teman saya yang maintainer open source yang cukup terkenal di environment wordpress itu plugin-plugin itu
1:11:30pakai open collective untuk biasanya ini bulanan ya
1:11:36manage dana ya jadi dia minta bukan minta sih dia ngerais budget nge pooling dana dari corporate and support atau individual donatur kan
1:11:51donatur individu habis itu disalurkan lagi ke ekosistem mereka kayak maintainer atau apalah
1:11:57dan karena plugin dia dipakai berapa persen tuh kayaknya hampir seluruh
1:12:04hampir seluruh ya project-project enterprise itu
1:12:08pakai pasti rata-rata pakai pluginnya cukup terkenal gitu jadi dia raise money terus kemudian
1:12:14transparan penggunaannya dan dia kayak mengambil gajinya dari sini gitu ya mirip dengan kasusnya
1:12:22Evan Yu juga sih cuma kalau Evan Yu kan kayaknya dia raise ini ada fasilitatornya kalau ini si Open
1:12:28laporan keuangan gitu loh transparansi itu tadi kalau evan yu kan jadi bergantung ke dia doang
1:12:39ya okelah mungkin dia secara individu enggak papa dia transparan terbuka cuma open collective ini
1:12:46kelihatannya salah satu keunggulannya ya kayak udah ada templatenya lah sama satu lagi sisi
1:12:52sisi legalnya
1:12:53dan ambil gaji
1:12:56dia seperti ambil gaji
1:12:57textnya, jadi bisa dari sini
1:13:00jadi memang itu yang dia lakukan
1:13:02so far dia punya
1:13:04dia
1:13:05bekerja di company yang sama dengan saya
1:13:08dan dia punya full time
1:13:09side jobnya
1:13:11mengendal open source ini, that's it
1:13:14that's only two things that dia lakukan
1:13:16tapi seru sih
1:13:18dan salah satu solusi biar
1:13:19yang kita bahas tadi, sustainable kan
1:13:21biar nggak stress terus tiba-tiba
1:13:23ngehapus kodenya
1:13:25atau apalah.
1:13:28Dan ini punya
1:13:29pengalaman menarik sih gue sama
1:13:31Open Collective ini. Jadi kan bisa dipakai
1:13:33oleh proyek open source apapun.
1:13:35Salah satunya meta framework Astro.
1:13:38Nah, terus duitnya mau disalurin
1:13:40ke siapa saja,
1:13:41kemana dan bagaimana,
1:13:43itu terserah. Maksudnya dibalikin
1:13:45ke si proyek,
1:13:47masing-masing proyek sendiri, ya asal
1:13:48ada laporannya. Nah, terus
1:13:51Tadi pas lagi ngulik Astro banget
1:13:53Karena lagi baru banyak baca-baca
1:13:55Di Discord, kalau ada yang nanya
1:13:57Ya sering bantu-bantu jawab juga
1:13:59Terus tiba-tiba random
1:14:01Jadi mereka setiap bulan emang bagi-bagi duit
1:14:04Tapi bagi-bagi duitnya bukan sembarang ya
1:14:06Maksudnya
1:14:06Jadi ada alokasi budget
1:14:10Untuk community member yang
1:14:12Dianggap helpful dan aktif Maksudnya ngasih jawaban yang Bermanfaat Buat orang lain yang tanya pernah dong dapet 200 dolar random Itu karena bantu jawab di Discord
1:14:27Dan Open Collective ini perantaranya kayak holistic gitu loh,
1:14:33maksudnya jadi bukan, kan awkward ya, aneh.
1:14:35Kalau antar negara misalnya tiba-tiba dari pihak astronya
1:14:39nanya rekening buat transfer duit ke kita secara individu kan agak aneh.
1:14:43Nah ini apply-nya
1:14:45Submit-nya ke Open Collective
1:14:48Ya mungkin mirip sama si
1:14:49Apa?
1:14:51Kekannya Ivan tadi ya
1:14:52Jadi kayak
1:14:52Kayak submit invoice lah
1:14:54Semacam submit invoice
1:14:55Tapi ada keterangannya
1:14:56Astro Community Award
1:14:58Bulan sekian
1:14:59Jumlahnya sekian
1:15:01Terus transfernya masuk
1:15:02Dari Open Collective juga
1:15:03Jadi kayak
1:15:04Apa?
1:15:05Masing-masing
1:15:06Kalau dari proyeknya
1:15:07Masing-masing gak pegang duit
1:15:08Jadi kayak di-pooling lah
1:15:10Hasil donasi dan
1:15:11Support lain-lain
1:15:13terus dibalikin ke masing-masing komunitas
1:15:16ya bukan cuma itu sih
1:15:17macam-macam misalnya yang banyak
1:15:19banyak kontribusi kode juga
1:15:21mereka punya benchmark sendiri
1:15:23yang jelas itu bisa buat
1:15:25dana open collective itu bisa disalurin
1:15:27ke berbagai
1:15:29kegunaan di ekosistem
1:15:31proyek mereka
1:15:32itu dapat giveaway kayak waktu itu
1:15:35gak perlu ada hashtag tertentu
1:15:37enggak
1:15:39berarti sesuai dengan ini ya
1:15:43kontribusi bukan berdasarkan
1:15:45ya dan bahkan itu juga
1:15:47itu juga gak tau sih
1:15:48dipilihnya random aja yang
1:15:50dianggap pada bulan itu banyak
1:15:53ngebantu
1:15:54menjawab pertanyaan
1:15:56orang-orang lain
1:15:58gak beneran ngeposting atau promote apa sih
1:16:00ini semangat
1:16:02gotong royong yang lebih murni kan
1:16:04iya
1:16:05betul
1:16:07pertanyaan terakhir
1:16:11buat mas Aryani
1:16:12nih kalau apa what next berikutnya kira-kira apa nih dari Mas Arya pengen ngerjain apa lagi mungkin
1:16:20bisa kasih sedikit bisa begitu bocoran lagi ngerjain apa kedepannya mau ngerjain apa kalau
1:16:28sekarang sih lagi suka ngoprek jenai terutama lm-1 selengkap karena ini lumayan teknologi yang
1:16:37bisa dijamin akan sangat transformatif ya hampir semua kita pakai cat GPT atau yang mirip-mirip
1:16:44dengan cat GPT dan hampir semua engineer itu pakai GitHub copilotnya bisa lihat efeknya itu sangat luar biasa dan ya tadi sayang kalau teknologi seperti ini kita dari Indonesia hanya lagi hanya jadi pemakai belum jadi pengedar masih pemakai belum produsen ya belum
1:17:06jadi produsen belum belum belum belum belum belum belum belum belum belum belum belum belum
1:17:09karena contohnya ya LLM yang open source rata-ratakan kemampuan bahasa Indonesia
1:17:20sangat pas-pasan, padahal kalau dilihat bahasa Indonesia itu dipahami entah berapa ratus juta orang
1:17:27nggak kalah dibandingkan bahasa lain tapi tidak terwakili dengan benar, akibat kita hanya pemakai
1:17:35dominasi kita tidak ada sama sekali
1:17:38itu sesuatu yang sangat disayangkan
1:17:41nah ini makanya teknologi yang sangat transformasional seperti ini
1:17:44harus cepat dikuasai karena
1:17:46kalau enggak kita selamanya
1:17:50tidak hanya konsumtif
1:17:55Oke
1:17:59Oke
1:18:01Kalau begitu mungkin untuk
1:18:04Episode kali ini
1:18:06Kita sekian dulu
1:18:08Terima kasih banyak buat Mas Arya
1:18:09Atas waktunya
1:18:10Terima kasih banyak
1:18:11Kalau teman-teman
1:18:15Teman-teman
1:18:18Ada yang mau bertanya ke Mas Arya
1:18:20Bisa kemana
1:18:21Yang aktif sosial media dimana
1:18:24hampir nggak ada aktif dikit hop lah ya pasti kita aja gitu ya kalau makanya mungkin lebih cocok jadi
1:18:37kalau mau sundur sebelah Pak ya dikit kalau enggak ya standarlah di-link in Twitter atau
1:18:42X untuk hal yang ya sifatnya profesional ya bisa intip-intip lah ya ke GitHubnya Mas Arya ya siapa
1:18:53ada project open source yang bisa kontribusi
1:18:55ke sana gitu ya
1:18:56bisa tau juga kira-kira mas Arya lagi mau bikin
1:18:59project apa nih bisa dari GitHub juga ya
1:19:00stalking dong namanya itu
1:19:02stalking
1:19:03stalkingnya developer
1:19:07gitu biar siapa tau
1:19:09bisa
1:19:09pengen follow-follow kan
1:19:12jadi follow aja GitHub atau X ya
1:19:15oke kalau gitu sekali lagi mas Arya
1:19:19terima kasih banyak waktunya
1:19:20terima kasih
1:19:22Terima kasih
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
29 Okt 2024
Ngborolin Svelte feat. @lihautan - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
18 Mar 2025
Ngobrolin Monorepo - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
5 Nov 2024
Ngobrolin MicroFrontend - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...