Liputan langsung Google I/O
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode ini adalah liputan langsung Google I/O dari sudut pandang orang yang hadir di lokasi. Tamunya Pak Dika, yang berangkat lewat Friends of Google — program dari tim marketing Google, bukan jalur GDE — dan bercerita mulai dari perjalanan 17 jam via Narita sampai antre imigrasi dua jam karena tiga pesawat mendarat bersamaan. Sebagian besar isinya justru soal hal-hal yang tidak terlihat di siaran: visa yang baru terbit seminggu sebelum berangkat sehingga semua hotel harus dipesan yang refundable, biaya hidup yang bikin sekali Uber dari bandara San Francisco ke Mountain View habis 100 dolar, motel di Sunnyvale seharga 180 dolar semalam karena semua hotel penuh, dan ojek online di depan kedutaan yang berkeliling membawa sepuluh tas titipan karena pemohon visa tidak boleh membawa apa pun masuk. Dari acaranya sendiri: menonton Sundar Pichai bicara langsung terasa seperti konser dan demo AI-nya berjalan mulus tanpa kegagalan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang sempat error. Ada latte art yang gambarnya di-prompt sendiri lewat Gemini lalu dicetak di atas kopi, mobil self driving Waymo yang tidak bisa dinaiki tanpa nomor Social Security, hidden quest berburu barcode dengan hadiah Coral board berisi TPU, ruang podcast dengan kamera yang otomatis zoom out menyesuaikan jumlah orang tanpa operator, dan sesi khusus kreator di kantor Google untuk memberi masukan soal Gemini. Ditutup dengan keresahan Pak Dika sebagai pengajar: tugas mahasiswa kini bagus semua tetapi tidak ada yang bisa menjelaskannya ketika ditanya.
Poin-poin Utama
- •Tiket Google I/O tidak bisa diperebutkan seperti war biasa — harus apply lebih dulu dan disetujui berdasarkan asal perusahaan, jabatan, dan relevansinya
- •Biaya tak terlihat lebih besar daripada tiketnya: sekali Uber dari bandara San Francisco ke Mountain View 100 dolar, dan motel di Sunnyvale 180 dolar semalam karena semua hotel penuh oleh acara
- •Visa yang baru terbit seminggu sebelum berangkat memaksa semua pemesanan hotel dibuat refundable — dan di depan kedutaan ada ojek online yang berkeliling membawa sepuluh tas titipan karena pemohon tidak boleh membawa apa pun masuk
- •Demo AI di panggung tahun ini berjalan mulus sepenuhnya, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang sempat error di depan penonton
- •Peralatan acaranya sendiri menunjukkan otomasi yang sama: kamera podcast tanpa operator otomatis zoom out menyesuaikan berapa orang yang duduk, dan latte art dicetak dari gambar yang di-prompt sendiri lewat Gemini
- •Kreator yang hadir dikumpulkan di kantor Google untuk memberi masukan khusus soal Gemini app — mereka masuk program VIP yang mendapat model tier tertinggi lebih dulu sebagai penguji
- •Keresahan dari sisi pengajar: tugas mahasiswa kini bagus semua tetapi tidak ada yang bisa menjelaskan ketika ditanya, sementara senior engineer di media sosial justru ikut mengadvokasi vibe coding
kopi [musik] dapatkan hanya di domainesia.
Halo. Halo. Selamat malam. Halo. Selamat malam.
Kita kembali lagi kita Streamyard lagi Streamyard lagi apanya kurang bagus?
Apa yang kurang bagus? Mood-nya internet saya. Internet kayaknya.
Oh, internet masalah. Iya. Anyway, apa kabar? sudah ada yang hadir.
Apa kabar semuanya malam ini? Mudah-mudahan sehat, semangat.
Gmail ada Yahoo Gmail, Hotmail. Jadi Hotmail enggak ada yang nge-chat. Yahu Yahu itu maksudnya menyapa ya.
Masih ada enggak sih Yahumel? Kayaknya mah kalau kalau Hotmail udah di sunset.
Hotmail udah di sunset. Email pertama gua Hotmail. Sedih apa sih ya? Kenangan terburuk saat menggunakan ada ini enggak apa namanya username
hotmail username email pertamanya apa ingat enggak? Enggak ingat kayak Eka cuma angka-angkanya banyak malas ngetik Ek. FYI
belum pasti belum. E kalau yang Nora tuh biasanya lebai-lebai gitu. Nora gua noranya di Yahoo.
dia gua masih ingat zaman dulu itu kalau kayak Yahoo MSN atau Hotmail itu mereka kan belum ada local storage ya zaman
dulu itu ya local storage atau session storage. Jadi kalau misalnya udah nulis email panjang-panjang terus pas lagi
enggak sengaja ke-reload twing terus email yang panjang tadi udah hilang enggak ada ke-save di local storage.
Harusulang lagi ya. Iya itu sedih enggak cuma email sih forum-forum juga gitu. Iya, semua juga.
Mereka hanya standar form teks area aja gitu.
Dan dan koneksi kan masih [mendengus] belum stabil apalagi kadang-kadang suka putus tiba-tiba kan.
Begitu connect lagi sudah hilang ya. Nih ada yang ini Kaisa nih yang share username email-nya ini mah.
Sin P malas pemalas maksudnya pemalas biasa. Iya. Anyway, kalau generasi gua dulu ada tren apa?
Eh, nama depannya tuh kayak nama asli kita Eka, cuma nama belakangnya sesuai artis idola gitu loh. dulu bla bla bla
belakangnya liner bla bla bla ee kobain atau ee apa genre music bla bla bla breed pop bla bla bla gran terus seiring
dengan waktu makin besar pada malu pas udah bikin Gmail namanya udah benar aib-aibnya ditinggal di Yahoo ini kalian yang di chat mungkin enggak
enggak ngerasain generasi ya makanya sekarang kan kita mau bicarakan masa mendatang apa teknologi di masa mendatang itu kan
jangan jangan terlalu lama tinggal di masa lalu. Kita butuh melihat ke depan.
Nah, untuk tahu apa yang di masa yang datang atau yang sudah datang dan akan kita adopsi.
Iklan dulu katanya. [tertawa] Bentar iklan dulu lah.
Terima kasih ke siapa dulu? Ayo.
Kalau yang apa misalkan teman-teman nanti ke depannya bikin aplikasi terus habis itu butuh hosting ya kan butuh
domain. Nah, ini domainnya sia yang butuh ee layanan hosting bisa pakai promo code ngobrolin web DN itu
diskonnya 10%. Ee mana kodenya? Kemudian yang mau beli VPS. Nah, yang mau beli VPS eh bisa pakai cloud VPS
Lihat transkrip lengkap (669 segmen lagi)
Turbo Dominesia. Ada diskon 50%. Ya, itu ee pakai promo code ngobrolin PPSDN.
Diskonnya berlaku untuk semua paket dan semua siklus. Kalau kode promonya bisa dipakai lebih dari satu kali satu
account. Jadi enggak perlu ganti accoun, enggak perlu buat account baru ya.
Oke, terima kasih Dominesia. Terima kasih Dominesia.
Heeh. Domotesia dua-duanya. Dominesia apa sumopot?
Kan banyak. Kalau hari Senin semopot, kalau hari Selasa dominesia [tertawa] tergantung hari ya.
Beda program beda program. Iya. Domainnya domainnya domes posting semua pakai semua bisa bisa aja ya. Bisa aja
bisa dominia terbaik we. Ye. Tapi ee Kai ini waktu hari Senin dia bilang Sumopod terbaik. Jadi ya dia
menyesuaikan hari ya sesuai konteks ya aktifkan mendukung contonent kreator sponsor-sponsornya biar terimasih mantap mantap mantap thank you thank you
ya jadi kan biasanya itu kalau ini masih ada hubungannya lanjut ee hari Senin kan ee apa ee kolaborasinya beda.
Hari Selasa kan waktunya ee biasanya hari Selasa itu waktunya titik koma enggak ya? Hari ini spesial ya waktunya
jangan lupa titik koma. Kalau bukan kalau kalau hari Senin itu masa lalu dari hari ini, Selasa itu masa
sekarang untuk membicarakan masa depan. [tertawa] Boleh.
Emang ada apa sih? Ada apa sih yang kita mau ngomongin? Apa sih di masa [tertawa] depan?
Masih e clue-nya masih hubungnya sama topik minggu lalu ya. ya perkembangan teknologi perkembangan teknologi yang sedang digembar apa sedang
hot-hot-nya dari Google. Nah, dan masih berlanjut dari yang topik minggu lalu. Tapi kalau kemarin kan kita cuma lihat-lihat artikel doang ya. Kita
cuma lihat wah ini seru nih.
Kalau ini ada yang nonton langsung. Jadi kita bisa dengar cerita di belakang layar. Jadi saat si siapa CEO-nya Google yang sedang
presentasi Sundar Picai orang yang kita bawa ini itu teriak-teriak di belakang. Nah, manual 3 berapa kali nyebut
jangan-jangan bendera Oi, jangan-jangan pembicara kita selanjut ini itu yang ngasih tahu Sunder Pincai 30 menit lagi, 15 menit lagi kayak
timeeker gitu. Enggak yang ngitungnya AI masih dihitung enggak sih? [tertawa] A mungkin sekarang yang dihitung agen kali ya, agen kali
ya. [tertawa] Siapa dia? Sudahlah kalau begitu ya. Kita langsung undang aja ya daripada ini kita apa berspekulasi ya. [tertawa]
[terkesiap] Mana nih? Kok enggak bisa diklik? Nah, enggak ada titik koma itu ya.
Kok malah begini? Bukan titik koma.
Ini munculin kamera aja gimana? Loh, enggak bisa. [tertawa] Bentar.
Gaptek. Gaptek. Kok Nah, we [tertawa] akhirnya muncul.
Akhirnya kembali lagi bersama. Dapat dapat swag dari dapat swek dari IO nih ceritanya.
Oh bukan wis dipakai belum dibuka. Eh harusnya harusnya dipakai.
Oh ini ada satu. Pakai dulu apa tuh? [tertawa] Widih. Ye.
Wih, keren. Mantap, mantap, mantap. Wih, Jemen pasti pasti lahirnya bulan Mei ya. [tertawa] Itu Kie sama siapa? Sama [tertawa]
Ananda. Sama Ananda. Iya, betul. Eka juga tuh. Eka.
Eka juga. [tertawa] Enggak kan waktu tas bawa jemen AI suka dibilang gitu kan.
Iya. Tasnya doang. [tertawa] Tasnya Gemini. Dikira zodiaknya Gemini gitu ya. Pikir zodiaknya aja mena ya padahal.
Heeh. Entar guys bikin story dulu. Bikin story dulu.
Harusnya yang zodiaknya Gemini harusnya ini ya harusnya dapat gratis Gemini seumur hidup ya.
Wah asik [tertawa] ya. Kayak makan enggak sih yang bisa dijual lagi.
Gua langsung buruan ke kelurahan atau ke mana gitu untuk tukar tukar ganti tanggal lahir.
Ganti tanggal lahir. [tertawa] Sama aja nih kalau yang di kampus-kampus diabuse nih ee kampus sama nih modelnya
nih. Gimana kabarnya Pak Nika? Udah alhamdulillah baik baik.
ke Indonesia udah udah seminggu masih jetl berapa lama di sana aman udah aman sana hitungannya 5 hari sih 2 hari perjalanan
jadi seminggu oh extend enggak extend enggak enggak karena intervak udah dikunci jadi dari sana langsung ke Surabaya
buset dah tuh [mendengus] Tapi sempat jalan-jalan dong. Sempat kan semua, Fang.
Sempat dua dua hari lah jalan-jalan tapi enggak sempat ke mana-mana.
Bukan dirampok, Pak. Di sana, Pak.
Dirampok. [tertawa] Iya. Warga-warga tenda takut sama penghuni tenda.
Tadi kita bahas minggu lalu. Heeh.
Heeh. Berangkatnya mungkin cuman 5 hari ya. Berasanya bisa sampai akhir tahun.
Yes. Betul. Boncos. [tertawa] Baru saya ngerasain naik Grab ya. Eh, naik Uber ya kan di sana. Naik Uber dari
pohon sejuta ya. Sejuta dolar. Hah? Berapa?
1,7. [tertawa] Iya 1 dolar kan? 100 dolar biasa.
Oh iya 100 dolar. Benar 100 dolar 1,7 sekarang udah bukan 10.000 Mas. Maaf Mas sudah beda.
Iya. Dulu saya juga pasti wait pasti itu dari bandara SF menuju Mounterview. Iya kan langsung benar sama nasibnya [tertawa]
sama cengkling cengkling naik kereta pilih pilih itu apa stasiun eh stasiun e bandara San Jose yang lebih dekat
siang-siang oh iya sebenarnya bisa ke San Jose sih katanya juga saya udah diwanti-wanti sama Mas Ibun katanya bisa pakai kereta
iya bisa naik kereta saya kepikiran ribet geret-geret koper kan.
Oh, terus begitu sampai di mountain view-nya ya di sana mungkin bisa Ubernya di sana sih.
Iya. Ya, enggak tahulah mungkin karena pertama kali pengin cepat nyampai sendiri berarti nyampai ke sana sendiri gitu. Enggak ada teman-teman yang lain
enggak? Heeh. Karena bisa-misa berangkatnya. Oh, oke. Kalau kita dulu agak sedikit e itu karena kita berempat kita ee apa ee
karena ramai kan ramaian kan jadi lumayanlah bagi empat lah. 100 dolar bagi 4 lumayan.
Iya betul. Tapi baru itu ya ngerasain ya 1,7 bareng nami. Namun ya Mas ee Pak Dika kan
pernah ke pernah ke Jepang ya kalau enggak salah ya.
Heeh. Heeh. Heeh. Pasti juga pernah naik wus dong dari Bandung ke Jakarta.
Jangan berharap kereta di sana lebih baik dari Indonesia ataupun Jepang.
[tertawa] Iya, betul. Ee keretanya apa kondisinya desek-desekan?
Eeuanya stasi stasiunnya stasiunnya gerbongnya. Hmm.
Saya saya masih merasa jauh lebih bersih wush ataupun KRL kita masih masih considered bersih.
Iya. daripada stasiun dan keretanya dari S.
Enggak, tapi kalau per 3 tahun eh 4 tahun lalu sih enggak tahu kayaknya baru dibagusin deh kayak bersih gitu. Bart kan BT kan
mungkin. Iya. Bart emang kondisinya lebih menurut saya lebih lebih bagus kayaknya dari yang saya lihat-lihat sebelumnya. Cuman tetap aja enggak
reliable gitu. Jadi he enggak enggak tepat waktu aja.
Ini pengalaman pertama atau sudah pernah sebelum?
Oh, pengalaman pertama. Pengalaman pertama. Wah, gimana rasanya makanan di sana? Sempat enggak makan roti dingin?
Roti sandwich. Bawa, bawa saos enggak? Bawa saos [tertawa] enggak?
Bawa. Bawa. Kalau makanan makanan di venue-nya sih kurang oke kan Google itu kan kebiasaannya dia pengin ee semua inklusif. Inklusif. Inklusif.
Jadinya yang enggak ke sana enggak ke sini ada vegetarian gitu ya.
Iya. Yang enak junk food-nya sih. [tertawa] Udah makan makanan Mexico alas sana enggak enak kan?
Iya dong. Makan ini makan cipotle. Cipotle.
Cipotle. Burrito. Burrito. Ternyata [tertawa] yang ngajak kasih ya.
Ketahuan. Nyamperin. Iya nyamperin nyamperin Theo ya.
Teo mana? Teodi tu bukan Theo Jiji bukan. Saweria [tertawa] Saweria yang bikin saweria orang.
Oke. Ee developer Indonesia yang lagi berkarir di sana.
Di metak. Di metaik. Heeh. Keren-keren ya.
Masan terakhir ke sana kapan? Tahun berapa?
Aduh kapan ya? Bootcamp. Bootcamp terakhir kan? GD bootcamp bukan?
Enggak. Enggak. Gua enggak ikut bootcamp.
Oh enggak ikut ya. Eka yang pergi sebelum COVID nih saya ke sana sebelum 2018 enggak 2018 enggak kita yang
terakhir gua sempat ke sana 2019 waktu itu cam gua masih ingat jadi kita camp US di manalah itu gua lupa di sebelah timur
enggak [tertawa] Alaska bukan oh bukan di Californiaanya bukan maksudnya waktu itu perjalanannya ini kayak Ya, dari pertama ikut GDI
terus saya terbang kehan lupa lagi pokoknya sebelah timurnya.
Ee terus kemudian tinggal di sana 2 minggu ikut webcam terus habis itu balik lagi untuk ikut eh Chrome deve Summit.
Jadi karena selisihnya ada selisih waktu bukannya itu waktu ngalamin Chrome D Summit.
Beda beda beda masih enggak ikut Chrome Summit yang itu yang waktu gua pergi berdua yang enggak pernah ngalamin
bukannya waktu itu yang beli beli ee gimbal bukan ya? Bukan beli gimbal di sana ya? Yang waktu sama Mas Arya itu loh itu
yang waktu itu kayaknyaut ikut guah. i.
Oh, bareng berarti sama Mas RA.
Iya, bareng. Bareng ya. Intinya saya travelnya waktu itu hampir sebulan pergi dari rumah dan bolak-balik di [tertawa] sana.
Heeh. Dari rumah masih dibukain pintu enggak?
Masih. [tertawa] Tapi ee di luar serba ini ya, serba apa namanya? Serba berusaha mencari sponsor karena dibayarin company segala macam,
dibayarin Google. Pokoknya sebisa mungkin enggak ada yang dibayar. Lalu frugal lah ya, Frugal ya.
Frugal, Frugalnya minta ampun. Hanya makan, makan pun itu berusaha kayak beli nasi goreng Chinese food ya. Nasi goreng
terus karena porsinya kan gede-gede ya, terus sekali makan bisa tiga kali.
Porsinya porsi makan dua kali. Oh, gua sampai dibikin tiga kali pakai di dipanasin pakai microwave.
Iya, benar. gede-gede saking hematnya gitu sampai frugalnya ya bertahan hiduplah saya di sana [tertawa] makan yang gede tuh dulu nonton super me
kirain cuma ya cuma film lah tapi ternyata emang benar kayak rata-rata makanan di sana buat makan dua kali
bolak-balik di sana kita saya dan Mas Riza belum pernah loh ke Google IO iya kita belum pernah ke Google
Pak Dika itu sudah sudah malah duluan ke Google IO daripada kita baguslah bagus Alasannya karena diseleksi kan
berdasarkan kontribusinya yang paling dominan. Kita tepuk tangan dulu buat I tepuk tangan.
Iya. Enggak waktu kita ke Google A itu memang ditanya waktu zaman kita Mas Ia waktu 2017 kan ditanya mau ikut.
Oh iya ditanya mau ikut enggak? Tapi subsidinya setengah ya? Subsidinya setengah.
Diver semua subsidinya setengah doang. I kalau sekarang kayaknya selected deh.
Kayak tahun lalu kan ada dana ya. Terus tahun ini sama Ibu siapa aja sih konting Indonesia?
Habis saya aja yang IO. Oh kalau Mas Ibun kan ini next Google Cloud Next. Heeh. Beda.
Oh cloud ada caranya juga yang ini ke Vegas. Kalau Mas Ibun sebel seminggu sebelum saya seruh.
Wah, tapi [tertawa] saya itu berangkatnya yang berangkatin eh market Google marketing bukan team marketing bukan dev-nya bukan GDE.
Oh bukan GD atau program karena ini ya YouTube dan lain-lain ya karena channel ya.
Ah jadi kita tuh ada komunitas yang namanya Frog Friends of Google namanya.
Oh itu yang bikin kok namanya lucu Frog.
He [berdehem] kodok. Ee itu yang bikinnya tim marketingnya Google gitu.
I Oh. Nah, saya nanya ke Mas Danang, ternyata memang dari SEA enggak ada yang berangkat tahun ini.
Ada. Oh, yang ayo tahun kemarin kan masih ada dana ya yang kepilih.
Iya, tahun lalu. Heeh. Oh, kirain maksudnya Pak Dika yang sama berarti beda ya.
Enggak beda. Nah, cuman kayaknya ah ini dia GDE kayaknya udahnya sekalian kayak gitu.
Sekalian. Iya, benar. Jadi hemat ya sekaligus berangkat dua ya.
melakui friends of Google sama GDE gitu ya.
Iya, GDE betul ya. Bahkan GDE enggak ada kan berarti karena Ibun e Iya jadi enggak keluar budget. Heeh.
He enggak keluar budget boleh kali budgetnya buat kita di sini bikin.
Iya. Orang budgetnya enggak ada. Oh bentar di komen nih ada di komen ada Wilbert ada di komen ada apa?
Nah tuh ada Wilbert. Jadi saya langsung nyamperin Wilbert ke Surabaya. Iya, ke Surabaya.
Gilbert ya. Ada Audi. Audi Surabaya juga kan kemarin ketemu enggak sama Audi?
Eh, ketemu enggak ya? Audi ketemu enggak kita?
[tertawa] Biasanya dia suka minta tanda tangan tuh.
Oh. Oh, iya. Di topi tanda tangan di topi.
Heeh. Dia bawa spidol minta tanda tangan tuh Audi tuh.
K enggak deh. Kalau saya ketemu Pak Dika, saya minta topi bukan minta tanda tangan di topi.
[tertawa] Katanya enggak suka su enggak suka yang ada mereknya.
Iya memang kan minta boleh bukan berarti harus [tertawa] minta tapi enggak suka.
Nah, seru enggak Pak Dika di sana?
apa tuh yang seru? Laporan eh perjalanannya dulu. Perjalanannya ada cerita yang seru-seru enggak?
Perjalanannya itu baru perjalanan berapa jam?
Total 17 sih. E dari kan transit di Tokyo.
Transit di Tokyo. Narita. Heeh. Di Narita.
Untung enggak badai kayak gue. [tertawa] Iya.
Kena Mas kena badai November. Wah kemarin udah ceritain itu sampai telat.
Ada yang keracunan makan lah. Ada yang pokoknya stres dah. [tertawa] Enggak sih? Aman sih. Lancar-lancar perjalanannya. 8 jam ke Tokyo. Dari
Tokyo ke San Fransisconya 9. Nah, itu lumayan sih itu perjalanan terlama saya.
Iya. Heeh. Perjalanan terlama ya. H.
Terus transitnya pas pergi mepet jadinya enggak sempat ngapa-ngapain langsung pindah pesawat.
Oh, enggak sempat keluar ya? Heeh. Pindah pesawat. Nah, pengin tahu pengalaman di bandaranya di San Fransisco waktu mau masuk.
Kaget enggak dengan apa yang diperiksa?
Suruh buka sepatu enggak? Enggak. Untungnya enggak terlalu enggak terlalu ketat.
Aman-aman aja kayaknya random deh. Gua suruh buka sepatu.
Oh emang iya buka sepatu enggak? Ah iya buka sepatu.
Buka sepatu kayaknya enggak sih. Kemarin ter juga sih si ini si pakai yang muter itu loh.
Oh iya. Oh ya tetap aja buka sepatu sih enggak? Iya buka sepatu gaser ya? GP umum lah ya. Udah umum
standar lah ya. Pokoknya apa yang jam ee semuanya terus diwap biasanya tangan diwap terus masukin ke mesin. Oh enggak kayaknya
kayaknya yang diputar-putar itu doang ya.
Heeh. Yang diputar-putar cuman pas saya datang itu bareng sama dua pesawat lain.
Jadi si imigrasinya rame banget. Oke biar cepat aja.
Penuh banget. Jadinya e di imigrasinya bisa 2 jaman gitu. W. Hm.
Urusan Visa ribet enggak sebelumnya? Visa ribet. Hampir enggak berangkat soalnya. Heeh. Katanya tahun ini tuh paling susah ke UN
lagi udah ya presidennya udah itu.
Heeh. Ganti sempat enggak dipending gitu kayak kayak kayak Mas Ivan ya. Apa Mas Ivan apa Mas Andrew ya?
Terus akhirnya ya pas seminggu sebelum berangkat terbit visanya.
Wah ye. Rezeki ya. Heeh. Rezeki anak saleh.
Iya. Terus eh begitu nyampai langsung tuh pesan Uber langsung berangkat sebenarnya sebenarnya kita dikasih ini voucher Uber
150 dikasih cuman udah habis 100 duluan kan [tertawa] karena sendiri dan sampai hotel jauh memang ya.
Heeh. Kita ke belum ke acaranya kan itu datang duluan jadi ke Iya. Hotel. Heeh. Hotel udah enggak udah
enggak dapat itu kita di kayak di motel gitu karena udah disuruh cari sendiri banyak acara banyak acara disuruh cari
sendiri ya untuk yang di luar acara ya acaranya ok ada di Oh karena karena ini yajang panjang ya datang duluan datang lebih
dulu ya i udah enggak ada tuh satu pun hotel yang minimal bintang tiga tuh enggak ada sampai bintang lima penuh semua
gara-gara Ayo. Jadi kita di he ee kayak di motel gitu. Itu juga ser pertama kali.
Dulu dulu Airbnb lumayan. Sekarang udah mahal. Kalau dulu sebelum ada kan mereka ada rule kan kalau harga RBM enggak
boleh lebih murah daripada hotel kan.
Heeh. Yang daerah California. Kalau dulu sih kita selalu Airbnb walaupun di antah-berantah gitu. [tertawa] Habis cari yang ekonomis.
Has yang jauh banget. Oh. Saya kemarin di Sanel si motelnya Silel Sanivel sih tebak berapa semalamnya?
150 180 iya [tertawa] benar 180 180 di sini udah dapat bintang empat ya tuh ih bintang lima kali bintang ya
bintang lima 180 bisa itu kalau di Bandung ya gaya itu 180 dolar dapat tuh satu malam gaya
heeh iya [tertawa] soalnya itu harusnya enggak segitu harusnya enggak segitu cuman itu karena season kan karena ramai
season. Iya kan summer juga. Tapi mending itu di sanil coba waktu eh waktu 2018 ya waktu extend acara eh Chrom def summit
extend-nya di San Franscisco lebih parah. Ya ampun lebih mahal. [tertawa] Iya lebih mahal.
Itu kota termahal ya? lumayan mahal ya.
Iya terhal katanya lebih mahal dari New York.
Iya untuk properti. Betul. Jadi banyak orang yang homeless di sana gara-gara enggak mampu beli rumah.
Enggak mampu beli rumah termasuk juga hotel penginapan dan lain-lain.
Sempat enggak ke San Fransisco jalan-jalanya?
Heeh. Jadi ya sehari ngebusin lihatan manusia enggak [tertawa] ini ya apa berag impresinya gimana?
Beragam ya spektrumnya ya dari yang elit banget sampai paling mewah sampai yang kumuh banget cuman beda du.
Ada yang lebih kuh dari Jakarta gitu ya.
[tertawa] Jadi wangi banget lagi wangi bau. [tertawa] Padahal kayak apa sih yang ada toko Apple, toko semua toko elite yang satu
bunderan itu ya itulah pokoknya yang itu yang elit banget yang sampai jalanannya aja bersih banget terus kayak suka ada
polisi patroli muter karena daerah elit terus gue naik taksi karena pengin square kayaknya namanya square apa gitu.
Iya. Heeh. Cuma naik taksi sekitar 2 3 kilo. 3 kilo lah karena pengin ke Amuba Records lewat tender loin. Jir pas lewat
tenderin kalau kayak gitu ya untung di taksi sih dari dalam.
Iya ya gitulah yang beneran kayak di video-video itu kayak serius beneran kayak di video.
Hah? Wah, beneran kayak di video.
Iya, beneran apa [tertawa] tenda-tenda pinggir jalan.
Terus enggak tahu ya, mungkin kalau yang kalau yang agak normal sih mungkin orangnya enggak kelihatan tapi yang apa
yang beneran di jalan tuh beneran kelihatan kayak orang entah gangguan mental atau mungkin pecandu atau apa.
Pokoknya dari dia ee dia kayak nyebrang jalan sembarangan terus kayak mukanya kosong ya. kayak aneh aja sih. Nah, cuma
habis itu ke daerah yang Amuba Records itu udah aman dan nyaman bersih lagi.
Elite gitu maksudnya udah nice nice enough lah.
Orangnya juga orang-orang biasa Warlock. Tapi sunnyel e San Jose okelah walaupun daerah itu kan bukan bukan San Francisco
city-nya. Heeh. kampung jatuhnya ya walaupun jauh dari mana-mana ya kayak BSI itu ke mana-mana kayak itu enggak sih kayak Ging Serpong
BSD kayak udah [tertawa] itu kan bukan Jakarta bukan di tengah kota Jakarta tapi kayak suburban yang punya ekosistem
sendiri kan iya benar sisa fail dan ya cuma sepi banget sepi banget transportasinya enggak ada enggak ada heeh
sulitlah ya oke jadi Uber dikit Rp200.000 Uber lagi R250.000 Ibu Uber lagi [tertawa] belum makan.
Belum makan. Belum makan. Kalau minimal five guys ya. Dia udah udah berapa? 15 dolar 12 dolar.
Iya 12 burger. Nah pasti pelanggan in and out nih.
In and out. Nomor satu datang yang ayam doang dijepit sama kobis. Ee jepit sama selada.
Iya. [tertawa] Iya iya iya iya. Nah, terus di acaranya dong. di acaranya dong.
Acaranya gimana prosesnya? Proses acaranya ada ada yang menarik apa nih yang bisa di-share sebenarnya? Kalau kalau kalau si acara
main event-nya kan kita udah dapat experience-nya nonton ini ya, watch party kan 2 tahun kemarin pada nonton
kan kita nonton. Kenapa tahun ini enggak ada ya?
Heeh. Enggak tahu saya nanya ke Mas Danang, "Mas, ada enggak?" Kayaknya enggak ada deh. Kayaknya pas lagi enggak ada.
Iya. Enggak ada yang organize. Cuman yang seru itu ngelihat Sundar speech depan mata sih. Auranya beda gitu
daripada nonton. Iya, auranya beda ya.
Nonton di layar tuh. Wah, ini beda sih.
Dia datang dari experience-nya ya kayak konser ya.
Sebetulnya nonton apa nonton video live konser kan bisa. Tapi pas kita di sana sama sound systemnya sama lihat orangnya
in the flash itu kan rasanya lain banget kayak gitu berarti ya.
Iya benar. Gua belum ngalamin sih.
Oh, gitu. Jadi pas dia keluar tuh kayak benar-benar rockstar aja.
Oh, keren. Yang keren itu demo-demonya pakai AI, tapi waktu di prompting beneran selesai AI-nya. Keren juga ya.
Bohong gimana caranya? Enggak tahu sih.
Ada orang di belakang yang ngerjain.
[tertawa] Udah. Iya. Jangan senarioin sih.
Udah ada senarionya ya. Karena gua kayak gitu di depan panggung live pakai Jemenai kalau [tertawa] kok kagak bisa gagal
padahal pas sendiri. [tertawa] Iya dugaan saya ya. Tapi enggak tahu enggak tahu dia pakai model yang memang
belum berilis yang sakti banget gitu hanya untuk di situ atau harus itu rekaman. [tertawa] Heoh respon.
Kalau tahun lalu masih sempat ada ini kan masih sempat ada trouble kan.
Heeh. eror yang kacamata atau apa gitu sekarang lancar semua sih kemarin kacamata juga lancar kemarin itu dia
yang kita chrom summit juga sempat ada yang nge-hang loh laptopnya nghang iya heeh [tertawa] si itu mereka ngedibug di di depan panggung ini
kenapa ya sampai ng-restart [tertawa] iya ya kayaknya sih udah di udah di skenario entah itu memang recorded si
streamnya ya keluar tapi ada yang bikin OS kan demonya ya bikin OS ya ini ya.
Iya. Oh, bikin OS. Cuman ya kayaknya enggak enggak full jalan juga sih. OSnya enggak full jalan ya. Terus ketemu siapa
lagi? Ketemu Mbak Una enggak? Ketemu Mbak Una ketemu. Wah itu jadi kan ee keynotes terus istirahat ya. Jadi
kebetulan kita tuh ee di komunitas namanya builder. Jadi spesial ada tempatnya sendiri gitu enggak enggak dilepas di venue-ya. Jadi
builder itu isinya ee content creator, GDI, sama ee media. Jadi ditempatnya di situ. Nah, di situ tuh isinya
apa? Rockstar semua lah. Terus yang Twitter seleb gitu.
Iya. Adika juga selep kan masuk yang mana? GDI apa content creator?
Dua-duanya. Dua-duanya. Conten kreator. Kator kan?
Heeh. Di bawahnya konten kreator. Cuman pas di sana ada kalau ada GDI ngumpul ikut-ikut nebutan.
Heeh. Ketemu ini si Beo Cararns yang punyanya FreeD Cam. Ada tuh di situ.
Firp. Firip ada enggak? Fireship FIP enggak datang katanya. Padahal dia JDI kan.
Iya JDI juga tapi dia kayaknya di west coast apa east coast gitu pokoknya jauh.
Oh kayak jauh banget. katanya enggak datang ya.
Elah, Pak Dika aja dari East Coast banget. [tertawa] Dari West kan West West West Coastnya jauh lagi.
He [tertawa] West Java ya beda kalau sesama Amerika kayaknya [berdehem] beda. Ngapain KU dekat ini gitu kan. [tertawa]
I dibayarin juga enggak gitu. Si Mbak Yuna ketemu Bramus. Mbak Yuna.
Bramus ya. Matias. Matias ya. Stromer ya.
Heeh. Iya. Sama ini ketemu si Mbak Aja yang kemarin ee harusnya saya podcast sama dia tuh di Shanghai itu.
Iya iya iya. Pengin ketawa ketemu dia karena ng kan saya ngedit podcastnya kan podcast-nya ee Sidik Mas Budi dan
kawan-kawan ya kan di situ tuh Mbak si Mbak Ajanya gelagapan gitu menangani Mas Budi ya.
Saya ngeditnya lucu [tertawa] aja terus ketemu orangnya langsung gitu ya.
Saya pengin ketawa kan dia enggak tahu saya ketawa kenapa. [tertawa] Iya enggak dapat konteks ya. Itu kebanyakan pertanyaannya
aneh-aneh sih Budi. [tertawa] Kacau. Oke. Terus ada boot-but gitu kan.
Heeh. Jadi hari pertama itu kan full kayak kita di di Beijing lah waktu K. Hari pertama full keynote kan.
Setengah hari keynote utama. setengah hari keynote yang mencar-mencar itu loh di ruangan-ruangan kan.
Iya. Iya. Mau ikut web Android atau cloud cloud macam-macam. Habis saja seharian itu masuk ke e speaker speaker pas hari
kedua baru tuh experience-exerience-nya. He. Nah, itu itu seru. Seru banget sih di ada banyak banget kan kayaknya kalau lihat
di video-video banyak enggak akan enggak akan bisa kedapetin semua itu.
Saya saya nyamperinnya ke web aja, ke web ajai.
Hmm. Yang unik apa ya? Yang paling bekesan apa? Yang paling bekesan atau yang unik? Ya, yang unik ee yang saya nyobain itu
ini late art pakai AI. Hah?
Jadi, jadi Heeh. Jadi, kita tuh prompting dulu di ee komputer.
Heh. Kita tuh sukanya apa, ceritanya apa.
Nanti dibikinin gambarnya pakai Gemini kan si Oke, keluar tuh. Terus nanti si gambar itu dicetak di late.
Oh, si atasnya tuh persis sama dengan keren.
Bisa diminum enggak? Bisa diminum? Ya bisalah kan itu biasa cuma mesin itunya ee dari ngcetak ke gelas robot jadi presisi.
Iya. Oh. Oh. Tapi memang si cetakannya itu memang sudah ada sebelumnya cuman gambarnya bisa disuplly gitu. sekarang
I jadi kayak IoT-nya sistemnya nyambung sama itu.
Jadi apapun misalkan saya ee golden, saya minta Golden Gate Bridge kan dibikinin tuh di atasnya.
W ada yang ee apa punya teman saya bilang punya ee dua anjing peliharaan dibikinin anjingnya di atas itu jadi lucu banget
gitu. [mendengus] Terus paling sama kayak yang waktu kita di Cina itu foto sih.
Kita masukin foto kita terus Heeh dicetak foto butik kayak gini.
Foto. Oh ada tuh kayak wih kan.
Oh ini ya. Oh itu jadi tokoh sejarah ya?
Heeh. Jadi tokoh sejarah terus jadi speaker.
Jadi speaker. Heeh. Jadi karakter jadi superhero. Superhero gitu.
Eh, lucu. Oke. Oke. Terus ada ini e ada foto-fotoan tuh. Coba sambil.
Oh, apao? Self driving car. Heeh. Self driving car.
Heeh. Kan itu buatan Google kan. Kan sekarang di San Franscisco tuh udah udah Ubernya udah banyak yang enggak ada sopirnya
kan. Iya. Ngerasain enggak nyobain? Karena enggak ya app-nya harus app lokal.
Oh, kalau Uber kita bisa nginstal. Kalau Wo itu harus ada nomor telepon sama nomor telepon. Heeh. Lel.
Heeh. Apa sih? Social KTP social securityal security number.
Iya. Tadinya mau dibikinin tuh sama si Theo tapi enggak. Nah, si Wemonya itu kan mobilnya ee kayak kalau di kita tuh kalau saya
ngelihatnya bentuknya tuh mirip Honda WRV gitu. Jadi kayak mobil-mobil kayak gitu ya.
Nah, yang di yang di Google IO-nya ada mobil baru gitu. Jadi dia bentuknya SUV gede bisa naik, kita bisa nyobain.
Itu keren sih kok kalau di Indonesia hilang kayaknya tuh ya.
[tertawa] Begitu kita masuk kan begitu kita masuk direkam semuanya lagi ke mana?
Iya. Atau malah penumpangnya di atas mobil.
Enggak [tertawa] usah mobil otopet aja enggak enggak bertahan lama di sini. [tertawa] I apalagi mobil. Bayangkan otopetnya.
Tapi kebayang kebayang sih itu penyok-penyok sih di kita sih.
Iya jelas. Nah itu Mas. Tapi enggak bisa itu enggak mobil yang serve itu enggak enggak terlalu pintar
kalau marka jalannya enggak ada. Iya benar. Dia kan harus ada marka jalan.
Iya. Ini karena ng kalau ada motor dia enggak enggak bisa dia di Indonesia mah enggak kuat dia
nyerah dia. Harus akurat kan. Iya. [tertawa] Muter bisa dari kiri dari kanan. Ada yang sen kiri belok kanan
beloknya kanan sen kanan beloknya kiri.
[tertawa] Wuh map rute-rutenya suka ngco sebetulnya enggak ada jalanan atau sebulnya enggak ada gang ke atau gang kecil yang mobil enggak bisa masuk.
Tapi kalau di map kita kan suka enggak akurat. Diarahin belok ke situ ya.
Nyemplung kaliah. Nabrak nanti nabrak rumah orang, [tertawa] nabrak kampung.
Dibegal. Betul. Kalau di sini mah dibegal.
[tertawa] Kacau. Dihck. Dijek. Ya itu sih seru ya. Terus a apalagi ya kalau untuk yang si experience. Oh iya ada. ini saya enggak
tahu nih. Jadi dia tuh punya ee kayak hidden quest gitu.
Hm. Kita mencari tempat-tempat tersembunyi. Jadi kita nge-scan barcode keliling tempat-tempatnya.
Ee tapi si barcode-nya tersembunyi. Kita cuma dikasih clue. Misalkan cari yang banyak pisangnya itu Oh, nano banana.
Ada ributnya nano banana. Heeh. Nah, itu nyelesaiin semuanya saya dapat hadiah.
Cuma saya enggak tahu hadiahnya. Mungkin kalian ada yang tahu nih.
Ini pernah lihat hadiahnya juga isinya misteri kali.
Coral. Coral board. Heeh. Jadi ini IoT. Saya juga enggak tahu nih. Belum belum saya buka. Oh, tahu tahu. Itu kayak
coral board itu kayak itu loh. Kayak apa, Masan? Eh, lebih verify kayak Rasber.
Ini untuk ML tapi untuk machine learning coral board. Sebenarnya di dalamnya udah ada apa?
Bagus banget dong. Lumayan raspi. Udah ada itunya kan dia TPU logic khusus untuk ML kit.
Iya. Wow. Nah, ini dapat enggak tahu nih. Makanya mau diul dia pakai prosesornya si TPU-nya si Google.
Si Google ya. H cuman harganya lumayan katanya ini ya.
Saya ng 129 ya buat ngeganti Uber lah. Voucher Uber [tertawa] dijual dijual siapa yang beli di sini?
Iya mungkin ini bisa diulik lah ini.
Taruh di Tokopedia gitu bisa. Kalau di Facebook Marketplace nanti ditawarnya yang sadis gitu.
Dijualnya 129 ditawar 12, Gan. 12.
Eh, 12 dolar kan harus ngelewatin ee biaya cukai. Jadi ada biayanya tuh dua kali lipat lah.
Sampai sampai bandara. Eh, berarti langsung turunnya di Surabaya atau Cengkareng dulu?
Cengkareng dulu jam .00 malam tidur di pod jam .00 pagi.
Pod bunga kan ada tuh pod pod.
Oh pod [tertawa] p berarti pakai kubernetis gitu masuk.
Jadi kubernetis sport [tertawa] [tertawa] jam . langsung berangkat lagi ke edan.
Luar biasa. Luar biasa dedikasinya. Melayang tuh. Saya presentasi itu melayang aja kayak enggak kenapa.
Oh iya ngalamin ee jetl berarti sampai ke sana. Ngalamin enggak jetl?
Ngalamin. Oh jetl pas mulai ngerasa badannya enak.
Pulang pulang. Oh [tertawa] iya itu itu sengsara banget. Benar benar itu sengsara. Saya ngalamin juga situ.
Sana [tertawa] masuk pululah. Enggak. Yang yang saya enggak masuk akal itu saya terbang dari Jakarta jam 8.00
pagi tanggal 17. Heeh. Terbang 17 jam kan. Saya nyampai di San Fransisco jam 10 pagi. Pagi juga
masih iya [tertawa] tapi pulangnyaasa itu enggak sih jadi kita nambah gitu pulangnya skip.
Impas sih. [tertawa] Impas. Iya. Pas pergi ee awet muda, begitu pulang iya lagi netral lagi, normal lagi.
[tertawa] Suka kepikiran enggak kalau apa eh staf penerbangan kayak pilot sama pramugari di flight yang jarak jauh gitu, berarti
mereka kayak umurnya sebenarnya jauh lebih panjang dibanding orang lain ya?
Iya. Ngikut gitu hitungannya kan itu.
Iya ya. Enggak tahulah. Itu kan kemarin besok kemarin besok harinya dia enggak nambah-nambah ya.
Mereka udah enggak udah enggak tahu lagi tuh hari berapa pokoknya sampai bendara.
Oh hari gitu dah. Iya. Kalau mau ke masa lalu ya ke itu aja ke Austral ke masa lalu kita.
Iya benar benar benar benar. [tertawa] Beda sehari.
Oh iya ini sama hari pertama malamnya itu si para si para builder ini dipanggil ke dibawa ke kantornya Google
untuk suntikin AI ngobrol. Kita ngobrol sama kirain dipasang cip gitu satu-satu mungkin ya kita enggak sadar [tertawa]
mungkin lewat makanan minuman kayaknya lewat vaksin dulu kan gosipnya kalau vaksin ada cipnya [tertawa] ngapain ngapain lanjut
itu sama sama para viip-nya kita di diminta masukan gitu tentang si Gemini tapi maksudnya kalau kita kan
dapat hadiah ini enggak dapat hadiah enggak Swag. [mendengus] Oh, wah kalau Mas Riza dapatnya laptop we [tertawa]
keren. Pixel book. Chromebook zaman itu. Chromebook.
Chromebook. Pixelbook namanya. Pixelbook. Oh, Pixelbook. I Pixelbook.
Iya. Sekarang baru Chrom book. [tertawa] Iya, kayaknya dulu lebih mewah-mewah hadiahnya.
Oh, iya. Enggak nyamanin. Kita enggak nyamanin Pak Dika. itu zaman su tapi enggak ada yang excited gitu waktu
dapat kan ee diumumin kan masing-masing dari kalian akan dapat pixel book kagak ada yang tepuk tangan kayak enggak ada
yang mau gitu kok karena enggak tahu karena ah biasa aja biasa aja karena ya mungkin developer ya
udah biasa dapat MacBook gitu kan dikasih yang kayak ee enggak begitu superior gitu udah gitu e Chrome OS lagi kan
zaman itu Chrome OS dan belum bisa jalanin Docker jadi masih di logrome zaman itu.
Jadi belum bisa jalanin dokterin aja sih. Jadi ya cuma bisa browser doang akhirnya kan kalau Chrome Chromebook
sekarang kan sudah jauh lebih mewah ya sudah bisa jalanin doker sudah bisa masuk shell jadi bisa macam-macam kan
bisa shell iya kok zaman itu enggak bisa diog hanya browser eh tapi sebentar tapi menarik sih tadi ee
ditanyanya ee apa kreator diajak ngumpul ditanya feedback-nya tentang Gemenai ya karena memang itu kayak kayaknya programnya itu kita tuh di bawah Gemini
App sebenarnya. Oh. Jadi kita tuh ada yang namanya eh VIP. VIP itu kayak kayak tester gitulah. Jadi Gemini kalau punya fitur
baru dikasih ke orang orang-orang ini dulu gitu.
Jadi kayak kayak kita tuh sebenarnya dikasih e layanan Gemini Pro tapi yang dapatnya ultra gitu.
Jadi kita dikasih modelnya itu ultra gitu. Jadi ee terus setelah dapat itu Pak Dika masih hate F coding enggak? [tertawa]
Enggak kan udah udah ada udah disclaimer saya ya udah disclaimer udah enggak enggak hate lagi ya I love
coding gitu ya. Clickbait aja clickbait.
Iya iya kayak benci dan cinta kan bedanya tipis.
Alah betul asik. [tertawa] Iya. Jadi ya ee tentang si The Mini App dia enggak enggak minta feedback untuk
yang lain gitu. Termasuk ee anti graffiti enggak?
Enggak. Hanya Gemini aja ya. Gemini app ya.
Heeh. Sama paling yang yang di hari kedua yang menarik adalah ee podcast. Kita dapat slot podcast.
Wih. Oh. podcast di sana yang sama Mas Ibun itu di situ atau di tempat lain?
Tempat lain tuh Mas Ibun mah saya ngeditin aja.
Oh, ngeditin doang. Oh, mereka di itu ya, di Las Vegas ya?
Iya, mereka di Las Vegas. Oh, gitu. Cuman itu saya baru akhirnya ngelihat si kameranya mahal banget kan
si Google-nya itu ya. Heeh. Kita enggak dikasih operator. Saya cerita jadi harus operasiin sendiri. Heeh. Kan ceritanya dulu ee Kojawan sama Sidik
waktu di Sanghan mereka masih dapat operator kan di ada play aja. Kalau ini kita cuman dikasih kayak ee
instruksi tombol aja, tombol record kayak ee apa namanya tuh? Kalau kalau streaming tuh kan ada yang tombol di meja itu loh,
Mas. Streambboard itu. Heehard. Oh. Oh, sound model soundboard gitu ya.
Ya, tulisan. Heh, tulisannya cuman re gitu, stream deck.
Oh, cuma satu stream deck. Stream Deck I. I terus di depan kita ada kamera. Yang saya tahu ini kameranya mahal banget
sama ada mikrofon 4 biji. Nah, kan kita cuma diinstruksikan kalau kalian udah siap tekan tombol rec. Kalau
udah selesai tekan lagi sekali lagi recnya.
Hm. Ya. Nah, di sebelah tombol recnya USB.
Mana ya? ada USB itu udah langsung kerekam ke situ si ee Oh, USB. Oh, jadi di storage di situ.
Diore di situ ya. Nah, yang keren adalah kan waktu saya lagi set up, teman saya duduk satu
tuh di di sofanya di depan di depan kita tuh ada ada layar monitor. Layar monitornya buat preview
kamera kan. H itu nge-zoom gini kayak gini satu orang.
Wah, saya bilang ini lensanya enggak akan muat kalau kita berempat pasti dempetan kan. Karena segini nih penuh
kayak gini. Kayak ada preview-nya. Enggak ada preview-nya.
Ada preview-nya. Jadi Oh, ada segini gitu ya kan kita berempat ini. Kalau berempat si aja enggak kelihatan kan.
Terlalu rapat ya. Terlalu rapat ya.
Wah, gimana? Ya udah deh, duduk aja dulu deh. Duduk aja satu orang kameranya zoom out. Duduk tiga orang zoom out lagi.
[tertawa] Jadi begitu duduk berempat muat semua.
Padahal enggak ada operatornya. Semua beda ya. Beda harga ya.
Beda. Beda [tertawa] harga. Kok kok enggak dibawa pulang kameranya?
[tertawa] Pengen sih. Oh gila itu mukanya ini kayaknya kalau bikin studio gini mantap ini.
Kita ke Beijing aja udah mupeng lihat lihat apa? Lihat kameranya Pak Dika apalagi ke AO ya. Heeh. [tertawa]
Enggak berarti sejauh ini yang kerjanya digantiin sama AI dan teknologi bukan cuma developer, tapi tadi barista kan
udah bisa digantiin ya karena udah bisa bikin ee lat ee apa kamera crew, broadcast crew juga udah bisa digantiin
karena kameranya canggih bisa auto zoom out nyesuaiin orang yang iname berarti bukan apa jangan sedih iya sopir benar self
driving car jangan sedih dulu tapi enak enggak Kalau cuman artnya doang bagus tapi enggak enak ya gimana
katanya enak soalnya mesinnya mahal ya si itunya normal sebenarnya kan edible h si kayak tintanya tuh edible
itu kan jadi kayak coklat atau apa iya kayak gitu kan kalau kita biasa bikin late kan si
latennya yang dihias kan kalau ini dia kayak nge-print gitu ngeluarin tinta bukan nghiasnya kirain Latih benar latih yang kayak kita biasa
enggak ya? Beda ya berarti beda bahan ya.
Hm. Ya karena misalkan ada yang enggak suka kopi enggak bisa ngopi ada coklat juga tapi di atasnya ada arat.
Milo ada enggak? Milo. Milo enggak ada. Faltin nanti [tertawa] Se only. Sea only.
C only. [tertawa] Dinosaur nih ada yang nanya nih. [mendengus] Mau tanya cara join event Google IO itu
gimana? Yang pertama beli tiket terus beli penginapan terus beli tiket Google IO-nya. Udah tiket pesawat penginapan sama tiket. Tiket Google IO itu pun
meskipun dia sudah live kita harus enggak ini juga tahu cuma bisa kayak raffel buka enggak enggak war kita harus apply
nanti kalau kita disetujui baru bisa beli app iya sistem approve jadi harus tahu dari company mana ee jabatannya apa dan tujuannya apa gitu
ya relevansinya apa gitu ya Iya jadi enggak bisa nge-war juga enggak bisa war ya ada calo Ya, enggak bisa pakai
itu jawaban ee jawaban bercandaan. Tapi kalau yang serius kalau kayak Padika kan karena ee content creator yang bergabung
tadi ya ke friends of Google ya.
Heeh. Jadi orang-orang yang ee sudah kontribusi banyak ke YouTube ya diundang. Terus juga kadang-kadang sebetulnya dari ekosistem
ee KDE sama ekosistem Google developer secara umum memang ada jatahnya ya karena sekarang zaman agak winter enggak bisa yang apa ya sejauh ini kayak
udah enggak ee sembarang orang diberangkatin. Tapi misalnya yang emang domisilinya di US sana atau kebetulan lagi berada di
sana itu bisa ada jatahnya kayak berapa?
2 tahun lalu, Mas Andrew, ya? Eh, tahun lalu atau 2 tahun lalu ya? Kayaknya Imbreah kalau enggak salah ya. Imre
perahu ya. Maksudnya waktu kuliah waktu kuliah enggak ditanggung ongkos transportnya, tapi ee mereka kebetulan lagi di sana itu bisa ee apa
tetap harus apply ee tiket buat masuk IO-nya ee free.
GDG ada enggak sih? Enggak ada ya?
Enggak ada juga ya? GDG enggak ada. I cuman kemarin dari program yang kita ikut itu ada GSA
Google Stud Ambassador. Jadi ada Student Ambassador delan mahasiswa yang berangkat h dari Indonesia atau dari seluruh dunia
Indonesia delapan mahasiswa tuh caranya tuh harus jadi Google ee studen ambassador ambassador.
Heeh. Kalau udah ee lulus S1-nya ambil S2 ikutan student.
Iya benar. Tetap jadi student. Studen kan?
S2 ambil S3. S3. Pokoknya mau berangkat kayaknya lebih murah, beli sendiri deh tiketnya daripada S2, [tertawa] S3.
Atau cari kerja di Amrik. Nah, setelah [tertawa] kerja di sana bisa apply tiket.
Iya. Itu kalau dulu ya, kalau dulu tuh Google IO itu acaranya berdekatan sama event-event lain. Masih enggak sih?
Kalau dulu e dekatan tuh Google IO eh F8 F meta terus habis itu eh WWC WDC WWDC kan Jul iya benar WWDC Jul
I WWDC minggu depan WWDC ming depan Juni ya minggu depan ini baru habis itu meta meta akhir bulan
makanya itu high season jadi kalau orang sana tuh kalau kita ngsi itu Iya masih ada juga yang dari GitHub
GitHub apa gitu GitHub ya Otoverse Octo Iya, yang gede.
Heeh. Iya, betul, betul, betul. Jadi memang itu.
Nah, zaman dulu itu juga ada ya kita ke zaman dulu ya banyak bangetlah event zaman dulu [tertawa]
zaman waktu masih muda dulu. Iya. Ampun [tertawa] sedih banget.
Kalau Eka dulu ee event apa, Kak?
Bukan Chrome Summit. Bukan. Udah enggak ada. Udah ada Chrome Summit.
Ah, pertanyaan belum belum join ya waktu itu ya? Belum join ya?
Belum. Itu siapa aja yang berangkat?
Kita berdua belum. Kita berdua enggak ngalamin Chrome de Summit.
Yang bootcamp itu siapa? Enggak yang e GDE Bootcamp kayaknya hampir semua. Kalau web Eka doang.
Iya. Iya. Web gua cuman bareng Fero Cisika kayaknya enggak.
Enggak web gua doang tapi cloud sama Android lumayan banyak.
Kenapa Mas Rak berangkat? Enggak [mendengus] tahu ya kenapa ya jatanya satu doang web. Terus ee mereka berdua berbaik hati ngasih ke saya.
Oh yang belum pernah enggak sih ya? Emang emang apa biar gantian aja.
Gantian kayaknya Jessica juga belum ada kan Jessica kayaknya bareng saya.
Belum kayaknya ya. Iya belum belum.
Heeh. Pertanyaannya selanjutnya visanya. Oke. Ada dua pertanyaan visanya US-nya Mas e Pak Dika berapa dikasih? Berapa lama? Yang berapa?
5 tahun. Wih, keren sekali. Oke.
[tertawa] Terus ada berapa bintang di bawah foto?
Ada berapa? Ada bintangnya enggak enggak enggak lihat.
Coba. Oh, itu teori konspirasinya apa ya?
Bintangnya macam-macam terus ada teori itu apa risiko keamanan atau apa padahalos ada berapa ya?
Heeh. bisa tiga, bisa empat, bisa lima. Di bawah duluan pernah nanya ya.
Iya pernah. Cuma pernah ya konspirasinya ya semakin ada itu kayak profile risilai sama si interview dia, di
semakin enggak tahu semakin tinggi atau gimana. Intinya ada profile risalnya makin high risk makin banyak nanti ditanya-tanyanya
bintangnya. Oh enggak tahu antara bintang yang makin tinggi makin bagus atau enggak enggak tahu ya. Jadi enggak ada yang enggak ada
pernyataan resmi soal itu. Cuma banyak orang yang punya spekulasi ya hal itu.
Nah, cuma itu udah karena kepo terus gue jadi compare ee visa gua sama ada teman kerja yang punya visa US juga. Cuma
ternyata cari-cari di Kora itu di bank karena ya logikanya kalau emang ada e yang di flek adalah yang travel ris
tinggi kan dia enggak boleh tahu orangnya enggak boleh tahu bahwa dia travel ris ee dia ketahuan travel
ris-nya tinggi kan sama banyak contohnya kayak satu keluarga kakak adik di keluarga yang sama bintangnya lain ya kan itu ee padahal maksudnya masih
masih muda gitu masih anak kuliah atau apa kakak adik dengan profil yang sama kan, background yang sama, sekolah yang
sama, bintangnya lain. Itu kan enggak masuk akal.
Beda. Heh. Heeh. Bintangnya lain beda. Nah, katanya sih lebih ke kalau misalnya ee itu kan hal yang jarang diketahui, jadi buat apa
ya ee verifikasi aja. Jadi kalau di palsu misalnya nomor paspor, nomor visa kan bisa bocor. Kalau misalnya ada data
bridge terus si palsu bintangnya itu kan enggak masuk di data-data yang kayak gitu kan. data yang bocor. Jadi
kemungkinan kalau di palsu bisa salah.
Berapa masuk sih itu tapi enggak tahu.
Lupa saya kalau kalau enggak salah empat apa tiga ya lupa deh.
Lupa tiga kayaknya enggak ngecek saya.
[tertawa] I ini kayak apa ya kalau kalau level game kalau udah dapat visa e Amerika tuh udah tamat ya. Iya udah udah. Itu
monster terakhirnya itu tuh paling sulit.
Paling susah. Paling susah. Ya paling susah. Paling susah. [mendengus] Jadi katanya tahun kalau tahun depan diajak lagi ee mau
datang lagi enggak kira-kira? Kayaknya sih gantian sih enggak mungkin dua kali enggak? Kalau seandainya dapat e ikutan lagi enggak ada keinginan
pengin ikut lagi enggak? Berangkatlah. E extendnya yang lama tadi asik.
Mantap mantap. Iya. Kemarin sih sebenarnya gara-gara saya enggak tahu siapa aja yang berangkat si programnya. Enggak enggak
enggak enggak ngebuka karena Iya. Karena visanya mepet semua kan. Dia enggak mau ngebuka. Kalau misalkan dikasih tahu aja siapa yang berangkat
saya bisa menyusun itin bareng kan kayak nginp bareng apa iya Airbnb gitu terus ee segala macam bisa
split lah karena Iya makanya tadi kaget kan apa kok sendiri? Oh, ternyata bukan dari GDE.
Kirain dari GDE. Kalau dari GDE pasti rameai-ramai, enggak mungkin sendiri, kan?
Iya. Heeh. Benarbenar nih nih ya kalau misalkan tapi ini pasti gantian sih. Tahun kemarin udah ini programnya
kan pertama tahun kemarin sudah ada yang berangkat. Tahun kemarin itu yang harusnya berangkat berapa gitu?
Enggak. Tahun kemarin itu pada gagalisanya enggak tembus.
Oh. Oh iya gitu. Jadi ee yang tahun kemarin gagal dua orang digeser ke sekarang.
Oh iya. Tahun kemarin tuh en eh 1 2 3 4 orang.
Tahun ini delapan yang dari program itu.
[mendengus] Saya itu kadang bikin batal rencana.
Iya. Susah apa tuh? Ya kan kalau urus visa itu kan tiket harus dibeli ee tiket pesawat ya.
Iya, hotelnya sudah ada ya. Hotel sih pesan tapi kita jadi harus pesan yang refundable semua.
Heeh. Ya gini, FL of privilege. Under privileg-nya warga 62.
Iya. Pesawat sih kemarin pesawatnya udah ada terus visanya pending. Wah, wah khawatir.
Gambling sekali ya. Iya. Hm. Ya, tapi ini sih apa ini juga apa? Saya baru pertama kali pengalaman bikin
visanya kan beda ya. Lebih di Jakarta apa di Surabaya galak. Di Jakarta lebih galak ya?
Iya. Heeh. Harus bangun pagi-pagi dong ngantri di depan di depan pagar.
Heeh. Iya. Saya lupa bawa tas lagi.
Iya. Terus di dalam enggak boleh.
Beda. Beda banget sama ini ya.
Sama Cina beda banget sama Cina. Bed boleh bawa apa-apa kan di ruang tunggu enggak boleh bawa apa-apa.
Iya. Suruh tinggal semua dititipin barang-barangnya.
Jadi enggak boleh bawa tas. Saya kan enggak boleh bawa ransel ya.
Raselnya juga enggak boleh dititip. Disimpan di loker enggak bisa. Enggak ada. Sekarang lockernya kecil cuma terus di [tertawa]
kecil banget cuma buat naruh HP.
Saya gambling aja di taruh aja Gojek.
[tertawa] Jadi ada Gojek yang kerjanya muter-muter. Emang dia kerjanya nitipas.
Oh. Jadi ada Gojek yang datang nyamperin saya, tapi di badannya tuh kayak ada 10 tas gitu. [tertawa]
Ada 10 tas gitu. Ada aja ya. Luar biasa ya orang Indonesia.
Titip titip ke saya aja. Titip ke saya aja. Tapi nanti saya muter-muter karena saya enggak boleh stay. Kalau stay saya dimarahin sama
siapa? Iya. Heeh. Heeh. Nanti kalau Mas sudah selesai WA aja saya ke sini.
Nanti itu laptop [tertawa] lagi. Untung enggak bawa laptop sih cuman ya Oh untung enggak bawa laptop. B
mikir juga tuh mendingan ke kenapa enggak search dulu? Kenapa enggak baca dulu? Eh berarti orang tua yang
bisa penitipan ya. Iya saya oh gramet ke toko buku. Toko buku titip tas [tertawa] dulu ambil nomor.
Tapi kan itu pagi-pagi banget. Pagi kan pagi-pagi banget.
Ya udah makan makanya ee apa ngasih nafkah buat Pak Gojek itu.
Iya benar itu kan simbiosis mutualisme kan.
Kalau laptop kan kita was-was juga, apalagi laptop kantor kan bahaya. Iya betul ya. Cuman kocak sih itu si ada aja orang
kita mah cari ada aja orangnya dalam kesempitan ya.
Bisa membaca peluang gitu ya. Hebat itu. Hebat.
Iya. Bisa membaca peluang apa ee eh problem solving ya. E product market fit ya.
Iya. itu mungkin 8 sampai 10 tas lah.
Satu orang Rp50.000 aja ngasihnya. Kan enggak di enggak mau matok ya.
Heeh. Oh enggak matok terserah gitu maksudnya seikhlasnya ya. Silakan aja Pak seikhlasnya aja. Nah itu kan kayaknya
dia muter-muter itu 10 tas anggap aja sejam atau 2 jam lah ya dia bisa dapat.
H [mendengus] yang jelas lebih lebih besar daripada kalau dia narik Gojek biasa kemungkinan ya pasti. Heeh. [tertawa]
Iya. Nice. Udah gitu effortless lagi cuman muter-muter aja.
Muter-muter nunggu di WA. [tertawa] Heeh.
Ya, pengalamanlah. Pengalaman. Iya. Oke. Merasa diintiminasi enggak waktu diinterview?
Berapa? Punya anak berapa? Atau sudah punya istri kenapa sana sendiri?
Enggak sih? Keluarga kebetulan enggak ditanya. Cuman apa yang menyebabkan kamu dipanggil ke sana? Emang kamu siapa gitu? Heeh. Acara apa?
Kenapa? Kenapa Google mau bayarin kamu?
Kan kamu bukan karyawannya Google. Iya.
Ya, gitulah. Terus jawabannya ya suka-suka Google lah. Kok tanya saya tanya Google?
Udah ada surat ini kan [tertawa] udah ada surat.
Berarti engak ngomong gitu. Enggak mungkin ya.
Kalau gua malah overpreepare kayaknya deh. Ee ya ngejelasin gitu cuma kebawa semangat terus dia jadi ya ya ya cukup
cukup. Eka di mana? Di Surabaya apa Jakarta?
Surabaya dong. Surabaya. Tapi itu juga hoki-hokian.
Kadang ada yang tergantung dapat siapa?
Iya. Dia lihat-lihat e ini kayanya kayak basa-basi gitu karena kayaknya udah mau diapprove gitu kayak basa-basi aja. Ada
tiba-tiba ditolak. Heeh. Ada yang ee pertanyaannya sama tiba-tiba ee kayak enggak ada redflek lah gitu ya jawabannya. Enggak ada
reflek tiba-tiba ditolak. Enggak ada yang begitu.
Iya. Eh, yang depan saya tuh baik gitu si yang ditanya sama eh yang nanyanya tuh sama saya, tapi lebih baik gitu
nanyanya santai. Ee lebih sopan gitu ya.
Lebih sopan tapi merah kertasnya. [tertawa] Saya di yang ngproof itu putih ya. Yang ngproof kalau enggak salah putih apa kuning?
Putih ya. Pending kuning. Iya. Kalau kuning bisa jadi.
Oh, kalau gua beda sendiri kayaknya. di Surabaya beda sendiri. Kalau yang langsung approve itu kayak kertasnya diprint warna berwarna gitu,
background-nya tuh kayak hitam gradasi ke bendera Amrik.
Aneh kan? Wih kok keren. Keren banget.
Iya jadi ya pokoknya itu approval. Jadi enggak ada warna yang jelas gitu ya.
Hitamlah kalau dilihat sekilas gelap. Oh.
H. Ya kalau merah enggak bisa. Enggak bisa jadi putih. Harus reapply.
hilang. Kalau di imigrasi sana berasa intimidasi enggak?
Di mana? Kalau di tempat enggak terlalu sih di US imigrasinya gimana? Aman. Aman.
Terintimidasi enggak aman ya? Enggak. Enggak. Mereka enggak galak.
Enggak enggak galak. Aman. Kalau di US-nya masuknya sih aman.
Kalau gua masuknya pas di situ malah apa? Underwhelming banget. E kirain kan bakal gimana diperiksa banget. Jadi udah
ee nyiapin semua. Sengaja diprint takut HP mati kan atau gimana diprint hotelnya terus ke tangan acara enggak tahunya ya cuma apa diclare kan
enggak boleh bawa uang lebih dari sekian. Jadi cuma ditanya uang cash-nya bawanya berapa ya emang cuma bawa
berapalah 20 atau dolar. yang nanya ibu-ibu Asia gitu. Enggak tahu mungkin karena sesama Asia atau gimana. Cuma dia
kayak malas cuma pokoknya ee nanya yang confirm yang ditanya dengan tegas itu cuma bawa uang cash berapa. Udah habis
itu terus enggak ditanya yang lain kayaknya ee nyuruh selesainya aja cuma pakai gerakan kepala gitu.
Oh anti klimx gitu. Cuma ya senang lega maksudnya weh lolos. Iya, sama saya juga cuman cuman ditanya pertanyaannya mirip.
Kenapa Google ngedatangin kamu dan mau bayarin kamu? Kamu speaking enggak di sana? Enggak, cuman attending. Loh, kenapa [mendengus] dia mau bayarin? Ya
udah, saya kasih surat ee dari Google-nya. Ya udah, selesai.
Tanya dong, Anda enggak tahu follower saya berapa di YouTube dan di Twitter dan di Instagram? [mendengus] Nah, saya
kan enggak ngomong gitu. Cuman teman-teman saya yang masuk itu wah harusnya bilang katanya itu ngebantu kami kat jadi enggak pada banyak ditanya
mereka langsung bilang saya influencer PD aja makudnya itu kan ya itu cara yang agak esol untuk jelasin alasannya kan
maksudnya kenapa jawab pertanyaan kenapa Google mau nerbangin kamu walaupun kamu bukan speaker kan iya sih agak agak flexing sedikit
kayak agak flexing. Iya, cuman kayak influencer itu kayaknya jatuhnya udah jadi pekerjaan kan ya sekarang ya.
Heeh. Jadi dan menjelaskan apa cukup penting buat diundang. Heeh.
Iya. Iya sih ya pada bilang gitu. Jadi ee coba saya lihat sosial media kamu sekian. Oh ya
udah udah enggak enggak ditanya gitu enggak?
H alasannya apa itu enggak divalidasi lagi ya.
Heeh. Hm. Oh iya. pengalaman pengalaman. Nah, ini ee buat Pak Dika pribadi nih. What next nih? Ee
selanjutnya apa? Sekarang kegiatannya apa sih? Ee masih ngajar?
Masih ya? Masih masih ngajar. Cuman kebetulan ini kan mau selesai semesterannya, habis itu semester pendek baru mulai ngajar lagi
mungkin di bulan Agustus. Oke. Masih ngajar web berarti?
Masih. Masih. Masih mata kuliah yang sama ya?
Heeh. Cuman enggak tahu nih semester baru mau digimanain ini web-nya. Apa mau diajarin coding aja?
Five coding. Oh, oh iya ya benar juga ya.
Kayaknya enggak sih Benar juga ya. Ini ini topik sendiri ini coding di ee akademisi ya.
Gimana itu ya? Memang pisau bermata dua sih. [tertawa] Pokoknya saya baru ngerasain semester kemarin itu h tugas mahasiswa bagus-bagus semuanya
bagus-bagus. We ditanya disuruh nyelasin [tertawa] ada yang bisa jawab tidak ada yang bisa jawab.
Ee baru kali ini bagus-bagus semua.
Bagus-bagus cuman kan kalau kuliah saya kan semester 1 enggak perlu bagus kan.
Iya, cuma takjub aja gitu kemarin ngelihat.
Wah, presentasi ditanya. Coba dihapus reponya ulang lagi dari awal. [tertawa] Tokennya habis, Pak.
Kacau ya. Enggak tahu nih nanti semester baru gimana pendekatan semua ya.
Tapi konsern itu ke di kampus atau di eh ya di akademisi itu berasa enggak sih ee ada
keresahan seperti itu? Eh, ada sih keresahannya. ada.
Cuma ya harusnya sih kan keresahannya dari yang lebih tinggi kali ya.
Iya yang otoritasnya lebih tinggi ya.
Heeh. Cuman kayaknya belum ada gitu masing-masing kampus sebagai pihak luar yang peduli ya tolonglah diajarkan basic-basic tetap
harus dipertahankan Pak Dika. Iya betul.
Konsep dasar konsep dasar. Iya. Cuman masalahnya di sosmet ini para senior-senior engineer juga mengadvokasi vibe coding. Itu yang enggak bisa kita
yang baru enggak tahu kalau kalau senior engineer ini mah udah berdarah-darah sebelumnya mereka enggak tahu cuman iya sih mereka hanya lihat di state yang
sekarang gitu ya. Iya berarti mereka harus datang ke ngobrolin web karena kita masih menyentuh basic basic. [tertawa]
Iya. Kembali ke kembali ke dasar.
Saking basicnya enggak ada yang nonton.
[tertawa] Nah, itu masalahnya tuh itu pertanya itu konten kan evergreen. Tetap harus ada yang cari sih nanti bakalan ada yang
cari. Betul betul betul betul. Heeh. 2 tahun lagi baru ramai. [tertawa] Setelah harga token ee melambung tinggi
enggak mampu beli token lagi baru fundamental lagi.
Fundamental. [tertawa][berdehem] Ah, cuman masalahnya mata kuliah saya itu bahkan bahkan saya merasanya nih ini harusnya jadi satu episode yang berbeda
ya. Bahkan saya merasanya lulus kuliah S1 itu enggak perlu pakai model berbayar, pakai yang gratis saja sudah mampu lulus
kuliah sekarang. Hear asal bisa makai.
Bagaimana nasib joki-joki skripsi? Udah susah ya sekarang ya?
Iya. Sesai dengan Eka. [tertawa] Eka tuh pernah tuh Eka syok skripsi. Oh, enggak boleh ya?
[tertawa] E tergantikan juga ya jok skripsi ya.
Heeh. Di bypass ya lebih murah akun-akun apa chattimai premium student account.
Oke. Selain ee ngajar WPU gimana? WPU kayaknya makin bersinar ya WPU ya.
Kalau channel YouTube-nya ee sedikit lagi mencapai R1 juta ya, Teman-teman. Mohon dibantu. Tepuk tangan dong.
Juta [tepuk tangan] kayaknya berapa ribu lagiah ya. Jadi wah tahu nih. Mudah-mudahan sih bisa 2026 punya gold play button ya
kan. Jarang-jarang itu channel programming punya gold player.
Iya, programming itu iya nis-nya susah sekali memang.
Iya ya. Kalau bisa jadi yang bisa ee apa namanya?
Yang pertama merasakan ya yang pertama di Indonesia.
Amin. Amin. Mudah-mudahan. Amin. Kita doakan ada nih.
Apa nih? Apakah ada review WPU?
Bentar, WPU course-nya coba diupdate dulu juga. E course-nya sekarang ada program apa aja?
H Oh, iya. Kalau WPU course itu saat ini kita ee course yang sedang berjalan itu sudah ada lima ya. Eh, ada
course untuk belajar merstack, belajar Laravel, mer Lar, React sama goleng ya.
Yang lagi Oh, ya. Sama satu lagi yang bahasa Inggris. Bahasa Inggris baru rilis itu yang belajar web dari
dasar itu juga saya baru rilis.
Oh, dari dasar itu course. Iya. Iya. I. Nah, kalau bootcamp kita baru mau launching bootcamp English for
IT Professionals. Nah, itu biarnya lancar ya.
Heeh. Jadi nanti lancar enggak? Sebenarnya sih itu untuk kepercayaan diri ee Eka berarti instrukturnya tuh sastra Inggris dia tuh.
[tertawa] Udah ada itu sastra Inggris.
Iya. Ek iya EK kan sastra Inggris jurusan sastra Indonesia.
Eksts sarjana Sastra. Sarjana sastra. Tadinya ngomel-ngomel ngapain belajar sastra akhirnya ngoding juga. Nah sekarang udah roda kan
belajar sastra lagi. Oh iya [tertawa] enggak sekarang kan prompting natural language bahasa manusia.
Berbahasa lagi ya. Heeh. Berbahasa lagi. Kepakai ya berarti ya pakai ilmunya tanggal 10 itu ininya mulai berjalannya.
Jadi berjalan bergabung masih bisa. Oh ee kalau course kan itu self pa kan kita nonton video ada kuis ada tugas gitu ya.
Iya betul. Kalau bootcamp ini kalau bootcamp live eh berarti koh ya base ya online berarti kan online 13 sesi.
Online 13 sesi itu enggak ada rekamannya gitu-gitu ada. Kalau siswa nanti bisa dapat rekamannya, bisa diakses selama
sama nanti mungkin akhir minggu ini kita launching satu course EA itu jadi weh ini ada referal code-nya enggak? Ini
harus kita bikin ya taruh di sini ya harusnya diobrolin boleh boleh boleh boleh boleh boleh ya.
Oke, kalau gitu ee mungkin udahan dulu untuk malam hari ini. Terima kasih banyak Pak Dika sudah mampir.
Saya terima kasih akhirnya bersama abang-abangan kembali [tertawa] diundang lama ya.
Kita ketemu bakal ke Sanghai enggak?
Entar berangkat pengin sih berangkat. Berangkat ya.
Oke. Belum semua visa masih tentatif tapi kita lihat situasi.
Oh, kalau Cina itu pendek ya waktunya ya kemarin tuh visanya kan visanya visanya saya dikasihnya pendek cuma sebulan doang.
He K berangkat harus ngurus kayaknya berangkat tapi belum ngurus.
Saya tidak berangkat ya. Sedih lag.
Mas Liza itu sudah ada udah ada dia tuh jadi itu apa namanya?
Organizer 17-an dia tuh mau panjat pinang.
Emang sudah ada tanggalnya, Mas Ivan?
Tanggal kan sudah ada 17 Agustus.
Sebelum 17 Agustus. Seminggu sebelum 17 Agustus.
Iya. Seminggu. Jadi kita 17-an di sana ya. Kalau kalau kalau Pak Dikanya extend kena 17-an kan tanggal merah kan. Tanggal merah kan.
Jadi ada ada long weekend tuh bisa extend.
Tapi eventnya mah eventnya mah sebelumnya iya 12 12 13 sampai 16 gitulah.
Oh udah ada tanggalnya saya enggak tahu.
Sudah udah udah ada. Cuma tinggal kan yang waktu itu di meta meta-meta information-nya aja yang belum dan urusan hotel, pesawat dan
visa-visaan belum nih dan ini udah Juni ya?
Iya betul kok belum ada ya?
Heeh bahaya kayak itu ya kurang kurang heboh ya enggak kayak waktu pertama ke Beijing ya. Oh heboh banget.
Iya. Heh benar ya. Kejar-kejaran apa? Paspor mati lagi [tertawa] itu Mas Riz gitu di-hack lagi kan kena hack kan baru
habis kena hack imigrasi kena hack benar luar biasalah ceritanya iya oke sip kalau gitu makasih banyak Pak Dika
sekali lagi. Teman-teman semuanya terima kasih banyak sudah datang Pak Dika kita ketemu ee di lain kesempatan sudah lama ya kita
enggak sepanggung bareng ya. Iya. Ayolah dengan senang hati diundang kembali.
Mantap. Oke kalau gitu selamat malam selamat istirahat semuanya sampai jumpa lagi. Bye bye.
Bye bye. Ini tr oke. Apakah Anda baru pertama kali melihat tayangan dan halaman ini atau mungkin telah kesekian kali melihat untuk
membandingkan kembali dengan lainnya. Jika Anda mencari tahu mengenai layanan web hosting terbaik, kami pastikan Anda berada di tempat yang tepat.
Dengan domainesia, dapatkan pengalaman menggunakan layanan [musik] hosting yang lebih baik dengan SSD berperform tinggi dalam infrastruktur cloud [musik] yang
telah dioptimalkan untuk kebutuhan personal maupun bisnis. Teknologi ini memungkinkan Anda memperoleh [musik] layanan yang lebih stabil serta proteksi
dari korupsi data. Posting domain Asia [musik] juga telah mendukung NOGS, Python, Ruby, Go, PHP, Java, serta Binary Linux. Lebih [musik] dari 200.000
pelanggan telah mempercayakan layanan hosting di dominia. Kepercayaan yang kami jaga dengan garansi up [musik] 99,9% serta garansi uang kembali 100%.
[musik] Buat website Anda lebih mendunia, segera beralih ke web posting domainesia.
Deskripsi asli dari YouTube
🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb Sesi kali ini sungguh spesial! Kita kedatangan Pak Sandhika Galih yang menghadiri Google I/O secara langsung! Pasti seru banget kan ya. Cerita apa saja yang bisa dibagikan? Mari kita tunggu bersama! Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan Domainesia! 📦 Langganan Cloud VPS Turbo? Gunakan kode: NGOBROLINVPSDN → 50% OFF, bisa digunakan berkali-kali! Mulai mengudara jam 20:00WIB ya. 🎙️ New to streaming or looking to level up? Check out Strea Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Episode Terkait
26 Agu 2026
Modern Web UI
Episode ini berangkat dari satu keluhan yang sangat spesifik: web UI jadi berantakan begitu fitur LLM ditempelkan ke apl...
18 Feb 2026
Stack dan Tools
Episode ini membahas tentang berbagai perangkat keras, perangkat lunak, dan tools yang digunakan oleh para host dalam ke...
9 Agu 2023
Ngobrolin URL
Episode ini bagian dari niat baru mereka: menyelipkan topik yang benar-benar mendasar setidaknya sebulan sekali, alih-al...
Suka episode ini?
Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.
Memuat komentar dari GitHub Discussions...
Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .