Lompat ke konten utama
EP 179

Model Context Protocol

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membahas Model Context Protocol sekaligus laporan dari Google I/O Connect Shanghai. Pertanyaan pembukanya paling mendasar: kenapa AI butuh protokol baru padahal sudah ada REST API? Jawabannya bukan soal cara berkomunikasi — di baliknya MCP tetap bisa memakai REST atau apa pun — melainkan discovery. REST API tidak memberi tahu model tool apa saja yang tersedia, apa kegunaannya, dan parameternya apa; MCP mengekspos daftar tool beserta deskripsinya, dan kalau deskripsi itu ditulis asal-asalan hasilnya tetap kacau karena model tidak tahu kapan memanggil apa. MCP lahir di Anthropic pada 2024, terinspirasi Language Server Protocol dari VS Code yang membuat satu editor bisa mendukung banyak bahasa tanpa harus membuat semuanya sendiri, lalu hak spesifikasi dan patennya didonasikan ke yayasan open source. Kelemahan klasiknya adalah boros token karena seluruh daftar tool disuntikkan sejak awal sesi — kini sudah diperbaiki menjadi on demand. Dibahas juga sebuah artikel yang menunjukkan bahwa membungkus REST API mentah-mentah jadi MCP itu naif: yang penting bukan meminimalkan token dengan segala cara, melainkan mengembalikan hanya data yang benar-benar menjawab pertanyaan. Dari Shanghai, hal paling menonjol justru bukan fitur baru melainkan Modern Web Guidance — koleksi agent skill resmi dari tim Chrome berisi praktik web modern, termasuk cara membuat accordion dan carousel yang aksesibel. Pergeseran strateginya menarik: alih-alih mengajari developer satu per satu, Chrome kini menyiapkan standar yang bisa dibaca AI assistant. Web MCP juga dibahas — namanya menyesatkan karena ia bukan client-server, melainkan cara satu halaman web mengekspos fitur-fiturnya sebagai tool, bahkan cukup lewat atribut pada elemen form.

Poin-poin Utama

  • Yang membedakan MCP dari REST API bukan cara berkomunikasi melainkan discovery — ia mengekspos daftar tool beserta deskripsinya, dan deskripsi yang ditulis asal-asalan membuat model tidak tahu kapan memanggil apa
  • MCP terinspirasi Language Server Protocol dari VS Code, yang membuat satu editor bisa mendukung banyak bahasa tanpa membuat semuanya sendiri — lalu spesifikasi dan patennya didonasikan Anthropic ke yayasan open source
  • Keluhan boros token pada MCP karena seluruh daftar tool disuntikkan sejak awal sesi kini diperbaiki menjadi on demand
  • Membungkus REST API mentah-mentah jadi MCP adalah pendekatan naif — tujuannya bukan meminimalkan token dengan segala cara melainkan mengembalikan hanya data yang menjawab pertanyaan
  • MCP cocok saat kita belum tahu persis apa yang mau dilakukan, sedangkan CLI lebih cepat saat perintahnya sudah kita ketahui — sama seperti mengetik perintah git langsung ketimbang menjelaskannya dengan kalimat
  • Modern Web Guidance adalah koleksi agent skill resmi tim Chrome berisi praktik web modern — pergeseran strategi dari mengajari developer menjadi menyiapkan standar yang dibaca AI assistant
  • Web MCP namanya menyesatkan: ia bukan client-server melainkan cara satu halaman web mengekspos fitur-fiturnya sebagai tool, bahkan cukup lewat atribut pada elemen form tanpa JavaScript sama sekali
Transkrip otomatis Bantu Koreksi

[musik] Dapatkan hanya di domainesia. Halo.

Hai. Halo. Hai. Hai semuanya. Apa kabar?

Eh, Eka udah balik lagi ke Indonesia.

17-an di mana, Eka? 17an di sini.

Oh, di Indonesia. Cinta tanah air ya?

Enggak sih, Frugal? Oh, [tertawa] enggak kok enggak dong?

Eh, iya iya sih. Tapi alasannya bukan karena itu, bukan itu ya. Loh, cinta tanah air kan bisa dari mana aja ini.

Makanya tadi pertanyaannya itu menjebak berarti bukan [tertawa] cinta tanah air enggak bisa diukur dari 17an di mana. Tapi tetap

tapi tetap aja balik cepat soalnya rugal.

Yang pengin tahu aja siapa tahu kan di sana 17-annya gimana gitu.

Di sininya juga enggak ngapa-ngapain sih sebetulnya.

Enggak ada ikut lomba-lomba ya. Oke.

Lomba mengetik cepat gitu. Orang udah pakai AI.

Lomba coding tanpa. Lomba prompting. Lomba coding CSS tanpa AI. Kayak apa?

Kayak bikinannya siapa? Sintak. Oh iya benar menarik tuh.

Lebih sulit dari panjat pinang atau apa?

Balap karung atau apa? Bawa kelereng di sendok di mulut.

hadiahnya dapat token AI ya. Gimana dong? Cerita-cerita dong selama di sana apa yang menarik gimana? Gimana ada apa?

Seru seperti biasa. E serunya apa?

Apa ya? Kalau yang di luar acara sih ee apa? Random aja. Aneh banget. Kan tahun lalu kita ke sana juga tuh. Eh, tahun

lalu maksudnya eh IO Connect eh diadakan di kota yang sama, Shanghai. Ivan juga berangkat tuh. Terus jadi yang lain juga

banyak yang berangkat dan suhunya panas banget. Ee apa tapi, feels like-nya lebih dari itu, lebih panas dari itu karena lembab. Terus

kayak yang tahun lalu apa? Cuma jalan nih di jalanan. Eh iyalah masa jalan di air e jalan sambil pakai payung gitu

tiba-tiba eh smart band gua mati dong eh overheat saking panasnya itu tahun lalu maksudnya apa iya ingat ingat gua itu luar biasa panas

tuh suhunya sepanas itu. Nah, terus kan ee tahun ini ee ada acara ee acaranya di tempat yang hampir sama di waktu yang

sama. Gua udah packing tuh ya. Kebayangkan yang dipek apa aja sunscreen yang banyak, terus apa ee topi ee

topi heeh topi sama payung sama sunscreen kacamata hitam udah teranjur packing H-1. Ya udah packing-nya udah sekian hari sebelumnya kan biar enggak

buru-buru karena ngejar nyelesaiin tiket kerjaan juga.

Nah, satu ee H-1, H-2 lihat di berita kan banyak. Oh, Taifun apa di sana?

Hujan angin cuma ada yang banjir beberapa lokasi mungkin berubah. Nah, ya tetap di bawah itu yang sudah terancur dipacking. Nah,

Lihat transkrip lengkap (598 segmen lagi)

terus e berangkat ke sana kan naik pesawat transit transit ee di Singapura dan gua adalah ee flight gua tuh tengah

malam ee berangkat untungnya ee sempat ke-delay sedikit. karena cuaca, tapi untungnya sempat berangkat. Nah, seluruh flight selanjutnya ee mau dari airline

itu ataupun airline lainnya selama 24 jam ke depan tuh ke-delay semua. Jadi apa teman-teman GDI lain banyak banget

yang ee kedelay nyangkut di Singapura lah. Mungkin ada yang di Malaysia, mungkin ada yang belum berangkat karena

cuaca apa? Cuaca buruk. Iya. Ken kan ada tuh di Shanghai. Mereka sampai work from home terpaksa karena

Oh gitu. Iya karena typon tidak memungkinkan. Heeh.

Terus hujan anginnya nih. Begitu nyampai di sana ya udah setelah perjalanan panjang dan kali ini sendirian beneran

enggak ada temannya sama sekali di perjalanan ee nyampai kan ee apa gua datang awal jadi pre kalau orang

kan extend ya. Kalau ini bukan extend, preend. ee 2 malam sebelumnya nginp sendiri bareng pero eh pre extend

pretend ya [tertawa] pretend ee barengan apa nginp patungan hotel samaero itu kan tahun lalu dari Indonesia tahun ini ya

iya ya kita penggemar per 3 tahun berturut-turut enggak tahun lalu Eka mah sama Jessica Jessica iya dan itu lebih lama enggak cuma kali ini

apa ee barenganero dan Fero nemu hotel yang dekat banget ee beneran dekat sama ee apa stasiun MRT terus ya udah kan

kayak hotel berikutnya tadinya gua mikir ah hujan doang gua enggak sering k itu ya maksudnya di Indonesia juga ada hujan kan dan bawa

payung juga kan jadi ya udahlah ganti celana pendek ee buka payung begitu apa naik tangga keluar oh bukan kalau

dinginnya mah malah jadi pas sih tapi begitu keluar pintu apa metro anginnya anginnya terus payung Kan begini ya bentuknya

langsung balik. [tertawa] Jadi balik kan gua bawanya payung portable yang apa yang prioritas utamanya payung itu harus

ringan, kecil danas kan buat Heeh. buat dibawa ke mana-mana gampang. Kalau panas tinggal buka. Nah, enggak didesain untuk kayak gitu. Begitu

dibuka langsung langsung apa ketekuk gitu ee payungnya. Mungkin kayak mental kita kalau tiba-tiba harus interview tahunya interview whiteboard-nya sulit

gitu, mental kita langsung meleot. Nah, kurang lebih kayak gitu tuh.

Ya udah. Ahah. Kivan aja di Bangkok dia beli payung dulu, habis itu dibuang payungnya. Enggak dibawa balik.

Iya. Ini enggak bisa beli payung. Beli di mana? Lagian gede ya payungnya ya. gede payungnya bukan portable bukan

iya nah itu urusan payung ada sequel-nya nah cuma maksudnya oh sequel bukan myel ya prequel dong prequel

prequel dong kan prextend [tertawa] nah terus akhirnya sampai hotel dengan selamat walaupun apa basah kuyub terus divideoin juga ada video

selamatnya tidur hah selamatnya tidur di mana [tertawa] oh selamatnya balik lag Nah, terus udah kan itu udah dih

antisipasinya itu kalau kayak gitu apa?

Jas hujan bawanya atau gimana? Iya ya. JZ hujan yang proper lah. Jas hujan parka. He.

Nah, payung itu lanjutannya pas e cuma akhirnya seharian itu enggak ke mana-mana sih karena hujan angin sama eh

hotel kita tuh view-nya ke jalanan jalan raya dan Shanghai itu walaupun kota besar penuh beton tuh. ee hijau banget.

Jadi banyak banget pohon di mana-mana.

Terus lihat pohonnya seram gitu loh.

Pohon besar. Oh, kayak mau tumbang gitu.

Karena angin enggak enggak kayak mau tumbang sih, cuma ekstrem aja anginnya. Hujan angin terus.

Nah, terus ironically sebelumnya sebelum berangkat udah ngelis apa sih maksudnya eh tempat yang dikunjungin PlayStation of Winterest enggak usah yang fancy,

tapi yang seru aja, yang menarik. Dan yang di sekitar situ adalah New Garden.

Pokoknya ada taman besar ya Kebon Raya kalau di kita Kebon Raya Bogor. Cuma kalau ini ada Iya

ada apa sih kayak arsitektur kuno bla bla bla. Terus pokoknya intinya semua tempat yang pengin kita kunjungin itu

outdoor dan ee apa berurusan sama ya outdoor atau taman taman outdoor ya.

Nah, intinya jadi gak bisa ngapa-ngapain dan habis itu basah kuyup juga masuk angin dan minum tolak angin yang banyak

seharian enggak ke mana sialan. Nah, terus besoknya besoknya akhirnya ya udah walaupun masih hujan juga tapi enggak hujan anginnya enggak seseram

hari kemarinnya. Flight juga udah mulai berangkat. Ya udah kita jalan-jalan aja daripada enggak ngapa-ngapain. Pinjam payung di hotel. Ide cemerlang saya.

Nah, udah pinjam payung yang proper lah yang agak panjang.

Jalan bentar masih oke gerimis itu eh angin lagi itunya patah lagi. Udahlah gitu aja terus ganti dong.

Nah, untungnya orang hotelnya baik walaupun enggak terlalu bisa bahasa Inggris. Udah e minta maaf aja random bahasa Inggris sambil nunjuk sama apa eh

Google Translate. Maaf, maaf payungnya patah karena angin. Gua udah pasrah sih kalau dicas suruh ganti juga enggak

apa-apa. Cuma ee apa dia cuma manggut-manggut. Nah, it's ok it's ok.

Ya udah. Nah, itu enggak penting sih.

Cuma akhirnya ya sempatlah nikmatin jalan-jalan sedikit walaupun enggak semaksimal yang direncanain.

Kalau eventnya sendiri sama Vero karena Vero karena Vero tahu tempat makan yang unik-unik.

Betul. Planningnya juga ada tempat makan, tempat jalan-jalan. Pokoknya [berdehem] gue gue kan enggak enggak terlalu suka prepare yang detail-detail

begituan. Nah, kebetulan ada yang lebih excited ngurusin begituan. Ya udah ikut aja, Mbak. Ayo kita ke sini ya. Ayo.

Nah, terus acaranya. Enak. Betul. Acaranya.

Acaranya welcome dinnernya di kapal pesiar dong. Apa menyusuri ada fotonya cuma enggak nyamper di lewat depan itu dong. Dari depan

naiknya. Eh, enggak naiknya sih ada ya. Enggak tahulah apa namanya cuma emang lewat.

Oh, I sama ngelewatin yang full tower bla bla bla.

Kan kalau tahun lalu kita lihat itu pas sore ya, masih terang sore sama sunset.

Kalau ini lihat pas malam ya, light-nya bagus-bagus sih. Nah, cuma yang sedih karena apa? Eh, flight delay itu ada

beberapa teman dari Indonesia yang enggak ngejar flight-nya.

Jadi, balik lagi dong ya enggak.

Hah? Ya, ya. Mereka makan sendiri e flight-nya delay.

Nah, kagak enggak keburu buat ikut buat makan malam.

Heeh. Jadi ketinggalan bukan ketinggalan kereta, tapi ketinggalan kapal.

Ketinggalan kapal. Kapalnya jalan enggak? Jalan.

Oh, jalan. Kapalnya jalan. Oh, iya sih.

Kapal kapalnya bergerak. Terus ada apa sih? Eh, Ky itu dari airport langsung ke apa? langsung ke dermaga kapal apa ya atau langsung ke

hotel enggak tahu. Pokoknya ada yang mepet, ada yang enggak ngejar sama sekali.

Saya paling paling enggak suka maksudnya yang ingat enggak yang cerita saya yang saya kena badai di dinarita yang harus

cancel. Aduh kalau sudah kayak gitu tuh saya apa namanya BT duluan ya hilang B. Justru enggak sempat bet

karena udah udah capek mental, lelah, pengin tidur, pengin mandi, pokoknya gua pengin udah enggak kepikiran ke mana lagi tuh.

Ya udah enggak bete lagi, Mas. Udah ya udah udah udah sudah udah udah udah pasrah.

Whatever happen gua cuma mau rebahan mandi, istirahat aja lah. Udah gimana?

Terus yang trik [tertawa] yang tricky kayak gitu kan kita enggak bisa nanya siapa-siapa ya. Kayak waktu apa flight

anak-anak sebagian di-cancel ya. mau nanya ke airline. Airline juga mungkin kalau airline ditanya mereka bakal bilang, "Gua enggak tahu kita bukan

cenayang." Ya gak bisa. Jadi mereka hanya bisa kalau kayak g kayak enggak tahu ya kalau Ester kasusnya

gimana kan pasti akan dikasih penginapan. Cuma waktu kasus saya itu kan karena satu bandaranya yang ditutup.

Kalau ini kan bandara tujuan yang mengalami masalah.

Bandara transit gak apa-apa kan. Heeh. Tapi kan dihold karena emang belum dibolehin dan setelah boleh, setelah clear kan ada antriannya kan. Ada

Iya. Dan itu kan justru dia lebih enggak pasti sih karena enggak tahu kapan bisanya gitu akan delay delay delay delay delay

delay. Akhirnya udahlah pulang sana tidur. [tertawa] Tapi ya kalau terusnya gimana dia caranya?

Iya acaranya gimana? Iya. Lanjutannya tadi kan welcome dinnernya ngider Sungai Huangpu tuh. Terus besoknya acara seperti biasa.

Aduh enggak bawa foto sih. Mau siapa aja? Ketemu siapa?

Keinot. Keynote. Keynote. Yang berkesan. Googler-googler gitu.

Seru. Keynot yang berkesan. Seru. Eh, seru. Dan ada workshop enggak?

Workshop. Nah, itu nanti bentar keynote-nya dulu.

Kalau menurut gue sih keynote-nya malah lebih menarik dari tahun lalu sih. Ee cuma ada hal yang menarik ee sekarang ee

untuk enggak tahu untuk alasan apa ee kalau dulu-dulu sebelumnya kan acara Google itu kalau teknologi web ya

dibilangnya web ya. Kalau sekarang eh udah sepenuhnya shift branding ke Chrome, Google Chrome. Dan enggak apa-apa maksudnya sah-sah aja lah kan emang

produk mereka adalah Chrome. Cuma itu salah satu fenomena yang signifikan.

Jadi kayak ee keynote kan ee pertama yang standar apa yang regional lead ee pokoknya posisi leadnya posisi se level

kan nggeneral keynote habis itu kan teknologi per eh keynote per teknologi.

Nah, waktu ee dari web eh present itu ee yang dipanggil bukan yang disebut bukan web tapi Chrome. Nah, terus gua lupa

lagi keynote-nya siapa. sih motret dan ngerekam. Eh eh tapi kalau dari segi eh konten kalau UI ya

hampir enggak ada sih karena emang tahun ini kan ee UI itu apa AI enggak terlalu ada yang signifikan ya

bisa ditebak fokusnya AI tapi kayak lebih praktikal aja. Jadi kayak ee salah satu yang prominen ee tahun ini itu web

MCP bukan MCP ya ee apa web MCP sama ada satu hal yang menarik sih e namanya modern web guidance. Jadi itu tuh jadi

eh yang skill Heeh itu collection of agent skill untuk menerapkan eh kode front end dengan baik. Jadi, e tadi gua bilang kan

kalau teknologi UI sama apa kalau dari fitur-fitur UI sama CSS enggak enggak ada yang baru yang prominen eh tahun

ini, tapi justru eh yang di launching adalah agen skill untuk membantu developer. kan sebagian besar kayak episode lalu lah atau episode lalunya

lagi ya yang apa sih kita bahas fitur-fitur CSS apa ee yang oh ini udah ini udah dari 2022 udah ada dari tahun

lalu Telwin udah bisa tapi kan developer pada umumnya juga enggak tahu ada itu kan jadi eh ini modern web guidance itu

skill set yang terintegrasi sama baseline juga jadi bisa e bikin AI assistant kita menggunakan modern web API khususnya eh front end.

Itu sih yang paling dominan. Wow. Jadi ini sih kalau saya melihat ya kalau berusaha jadi cenayang. H

Chrome itu kan berusaha make web a better place. Berusaha dari zaman dulu.

Ingat enggak kalau kita lihat dari dari sejarahnya mereka dapat marketnya makin besar makin besar.

Tapi habis itu kan Google-nya kan jualan tuh melalui ad Google search segala kan jualannya di situ kan.

Dan salah satu jualannya kan adalah membuat konten itu menjadi lebih baik atau web ya secara umum umum

lebih baik dalam artian lebih cepat UX-nya bagus ya. tiga corewet vital itu deh yang cepat ee stable sama enggak laging itu

kan interactivity-nya bagus kan itu yang selalu digembar-gembarkan. Nah, dan berusaha memperkenalkan yang tools yang beberapa light house terus kemudian eh

baseline itu kan digagas oleh Google kan semua kan satu-satu untuk membuat web semakin standar dan lebih baik. Nah,

sekarang mereka do one step further gitu, lebih maju lagi. Sekarang kan nanti ujung-ujungnya saya melihat new-neweler itu udah pakai AI.

Betul. Jadi daripada ngajarin orangnya mending gua bikin standarnya pakai pakai AI atau yang bisa dibaca oleh AI. Jadi,

AI-nya yang makin jago sehingga akan menghasilkan produk web yang sesuai standar.

Terus ini tuh semacam collecting. Jadi mungkin ee apa sekitar 2 tahun terakhir, 2 tahun sebelumnya kan banyak banget eh

improvement eh UI atau web API yang baru di launching ini tuh seperti di konsolidasi jadi apa? sekumpulan best

practices. Tapi namanya zaman sekarang zaman AI, apakah best practices itu yang mengadopsi developer?

Tentunya sekarang ya bisa dibilang developer mengadopsi best practices melalui AI assistant masing-masing kan.

Jadi ini kayak eh koleksinya sih dan ini bagus-bagus sih eh apa komprehensif banget, lengkap banget.

Iya dan approach-nya menarik. Contoh banyak juga kayak misalnya kalau saya enggak baca-baca banyak juga yang salah cara untuk membuat bagaimana akordeon

yang aksesibel, bagaimana membuat karusel yang aksesible. Jadi pakai pakai skill-skill ini jadi lebih apa?

Lebih standar lah ya hasilnya ya. Lebih lebih experience-nya lebih bagus gitu.

Biasanya kan kalau kita nambahin apa di agen e instruction-nya nambahin use apa namanya eh web standar gitu kan tapi tidak detail kan web

standar itu yang mana aja yang mau dipakai gitu ya. Kalau ini kan spesifik ya per dan ini menerjemahkan apa? Nerjemahin

kebutuhan dari misalnya itu tadi buatlah karusel yang ee bagus accessible mengikuti web standar. Nah itu dibreak itu kan bisa diinterpretasiin

macam-macam ya. Kalau kalau EA-nya kita biarin aja ya pasti berakhir ee ujung-ujungnya shui juga kan kalau kita

kurang ee strik. Nah, kalau ini tuh kayak breakdown-nya ee kayak beneran well thought off sih, kayak beneran

dipikir dengan baik-baik. Coba deh buka buka buka contoh eh folder GitHub-nya.

Oh iya, sebentar saya kirain udah buka ini.

Nah, itu waktu itu saya sempat coba pakai ini enggak bisa dia. Maksudnya belum pakai skill ini. Saya minta coba pakai build

in AI itu ngacao. Ternyata sudah disiapkan ada skillnya. Iya dia belum tahu. Iya.

Dan groupingnya juga udah menarik tuh.

apa menarik sudah lengkap tuh ada aksesibility ada build in AISS form hmm gila banyak banget ya dan ini kan ee jadi hari pertama kan

banyakan sesi jadi kita nonton sesi ee web hari kedua kan enggak ada urusan apa-apa ya jadi cuma keliling boot sama

ee gua volunteir jadi tukang jaga boot.

Hah? Wah. Apa emang emang emang emang ada kan dibuka ya pendaftarannya ya?

Iya. Heeh. Jadi eweb ee dapat email siapa yang mau volunteer suka eh bebas saja cuma dapat kaos lumayan. Ee apa gue

jaga di ini bajunya bukan? Oh iya kaos kaos googler cuma di apa disimpanin buat volunteer.

Eh gue jaganya di boot hmm in kanvas.

Nah, itu kita bahas kapan-kapan sih.

Ee jadi lu jelasin lu jelasinnya ke para penanya-penanya itu bahasa apa?

Kan ada pengunjung ee voluntir yang bahasa setempat ada juga kan ada attendance yang dari luar sana juga yang

English speaking. Kirain udah udah dikasih kayak pakai Google Glass gitu. Jadi bisa ngomong pakai bahasa El terus nanti

kan ada ini ada Warlock minta tolong Jessica aja translate.

Jessica jaga hari pertama kalau Jessica multianguage. Kalau gua belum belum multiage.

Tapi ngomong belum pakai skill Mandarin ya? Skill Mandarin belum pakai kan?

Belum belum ngelad agen skill. Ngomong-ngomong kacamata ada pengalaman random. E nyobain kacamatanya Mas Jason Mes. Eh, Mas

yang ada itu ya Google ini ya. Eh, eh heeh. Tapi bukan XR yang kan ada boot XR juga. Nah, itu tuh hari pertama

sampai ke lewat workshop bareng Pak Deka gara-gara ngantri nyobain itu. Itu enggak penting. Tapi e Jika multimodal Eka belum

multilingual maksudnya. Nah, kalau kacamatanya Mas Jason itu keren sih. Oke. Cuma one way doang. E apa? Kita pakai kacamata itu bukan yang

ada apa, bukan yang ada monitor tambahan gitu. Ini beneran kayak kacamata beneran tapi ada overlay tulisannya. Ee itu

kayak malah jadi kayak itu Doraemon tahu enggak sih? Alat Doraemon yang dulu.

Jadi ya udah ee kalau orang lain ngomong bahasa yang di-support. Misalnya kita ngomong sama orang yang berbahasa

Mandarin, Chinese Mandarin terus ya itu emang di-support. ada ee kita setting bahasa kita misalnya terjemahin ke bahasa Inggris, ada tulisannya bahasa

Inggris. Oh, ada kayak ada auto subtitle gitu ya.

Iya. Heeh. And tapi sebenarnya teknologi yang sama sudah ada di Google Meet tahu enggak?

Iya, Google Meet itu bisa auto translation langsung live.

Iya, bisa. Iya, iya bisa. Tapi kan kalau lagi apa kalau lagi keluar-keluar masa kita GDG Bogor juga ada itu.

Iya dari berapa tahun yang lalu sampai ada Papa petir.

Papa petir sama Cristiano Ronaldo. [tertawa] Nah, itu tadi apa? Balik jaga boot eh salah satu boot e yang paling banyak.

Terus eh Google Ayo Connect tahun ini kelihatannya eh pertama kali sih dibanding sebelumnya itu ngundang ee ada

sekarang ada kelompok kayak kategori baru yang namanya builder. Kalau selama ini kan ya paling developer baik developer individu atau mungkin

enterprise ya industri yang ngewakilin industri nih Heeh. sekarang ada kategori baru lagi ee apa ya semacam influencer-influencer

vibe coding gitulah tapi ee istilahnya terminologinya builder.

Nah, salah satu boot yang paling ramai dikerubutin adalah si eh apa modern web guidance itu karena ya dengan apa kalau

pengin membuat codingan kalian lebih rapi tinggal diinjek ini aja okelah.

Nah, terus cuma ada pengalaman ada pengalaman menarik juga sih sepanjang jaga boot itu. Ya udah standar lah ee

jelasin terus kan emang yang mampir ke boot itu bisa aja kan developer Android atau teknologi lain. Ee jadi emang

standar ee kamu udah familiar dengan kanvas atau belum? Eh kanvas yang biasa yang bukan STML in kanvas. Kalau udah ada

starting point-nya kan lebih gampang ya.

kanvas tuh selama ini untuk merrender kompleks graphic, tapi kan hanya pxel, sekarang bisa di dalamnya bisa ada dom elemen bla bla bla

bla. Tapi kalau misalnya ee orangnya enggak familiar dengan kanvas ya ada ya lebih ada intronya lah. Oke, kalau itu

sih wajar. Cuma ee baru pertama kali jadi dapat pertanyaan dari satu orang.

Pertanyaannya gini ee kan udah ee dia bilang, "Oh, enggak eh kan gua tanya ee familiar dengan Kangvas atau enggak."

"Oh, enggak." Ee terus gua nanya, "Apakah kamu developer?" "Oh, bukan." Ee dia bukan developer. Oke, ya udah. E gue

nyesuin penjelasannya yang lebih friendly ke general public lah. Terus pertanyaan pertamanya adalah how many tokens are needed to create this?

Kan ada demo-demonya. Demonya bagus-bagus. Five coder. Five coder dia enggak ya? Enggak tahu jawabannya, enggak tahu. Cuma maksud ee apa ee itu

kan token kan tergantung macam-macam. Cuma ya udah akhirnya gue arahin ke si web guidance tadi kan udah ada contohnya

eh HTML invas cuma maksudnya industri udah shifting banget baru menyembungkan diri dong. I don't know the token you because my token is

unlimited. [tertawa] Ini loan. Saya melihat HTML invers ini membuka banyak peluang dan banyak hal. Salah satunya adalah ads.

Oke. Lagi main game ada ads-nya.

Iya. Jadi dari game main game terus kemudian yang bagian tertentunya ads-nya bisa bisa ganti-ganti.

Hm. ya sesuai dengan web kayak banner.

Iya iya iya. Ya kayak kayak webpage biasa sih. Nanti kalau cuma ini kan baru origin trial sebetulnya nanti kalau launching udah

kenalan sama ee apa googler defrail-nya udah mau apa masih nanti aja ngobrol.

Namanya Mbak Natalia. Mantap. Mbak apa?

Mbak Natalia dari enggak tahu dari mana. Enggak nanya.

Oh. Kan biar tahu time zone.

Iya juga. Dia di kantor Google mana ya?

Ee SFK SF. Wah tengah malam ya kita tengah malam.

Iya dong rekaman kita. Ya udahlah kita undang itu lagi. Si siapa tuh? Adam Arga mau dia mana mau dia

ada kewajiban. Enggak ada kewajiban gitu.

Iya iya. Oke, oke, oke, oke. Nah, sebenarnya kan ini kan topiknya kalau sudah disebut Google IO.

Heeh. Salah satunya kan tadi ada disebut Eka tuh topiknya. Heeh. Web MCP ya.

Iya. Ini kan sebenarnya malam ini kita mau bahas tentang Webcp tapi berhubung Eka baru pulang fresh kan kita mau bikinin

episode khusus kayaknya nanggung ya. Karena kemarin juga kita sudah bahas Google Ayo kan pasti topiknya enggak jauh-jauh beda dari itu kan.

Iya. Jadi ya kita selipan aja ya. Heeh. Hmm, kita kasih selipan dulu. Tapi sebelum itu, seperti biasa

ee episode ke-189 kembali dipersembahkan oleh Dominesia.

Jadi, buat Teman-teman yang mau coba deploy pakai VPS Turbo Dominesia itu ada diskon 50%. Kode promonya ini saya tampilin ngobrolin web eh

ngobrolin IPSDN. Diskonnya berlaku untuk semua paket, semua siklus ya. dan akounnya enggak perlu ganti pakai akun yang sama. Nah,

informasi yang kedua dari kita dapat dari Dominisia adalah kalau teman-teman udah punya aplikasi yang mungkin ee apa ya cukup sederhana

gitu ya, enggak terlalu kompleks gitu mau deploy atau habis pip coding. Nah, sekarang hosting Nimbus Dominesia itu

sudah ada MCP-nya. Jadi tinggal dikonekin bisa langsung bilang, "Ei tolong deploy aplikasi ini." Kode ini ke Dominesia.

Ke Dominesia langsung ee apa dia bisa deploy tentunya dengan autentikasi dan lain-lain ya, harus login dulu dan lain-lain gitu.

Cuman ee di sini teman-teman bisa dapat apa boleh nyobain ee kalau kata tim Domesia boleh nyobain dapat diskonnya

15%. itu dengan promo code ngobrolin MCP.

Wow. Promo code ngobrolin MCP. Bentar di-ad dulu.

Nah, ini ya ngobrolin MCP. Boleh dicoba-coba ya. Nanti kalau sudah dicoba boleh diinfo ke kita gimana apa ee

experience-nya. Eh, karena kita juga belum nyoba. Kita mau nyoba sih, tapi belum coba-coba pakai.

Iya. Syarat dan ketentuan berlaku untuk pembelian baru, berlaku untuk semua paket hosting nimbus dan siklusnya satu atau 2 tahun. Jadi, e silakan dicoba dan

terima kasih Dominesia. Nah, MCP MCP model contex protocol.

Ada yang beda ya MCP dengan web MCP ya.

secara umum, secara tapi teknologinya sama, protokolnya sama, teknologinya sama, protokolnya sama.

Nah, nah ini kan sebenarnya Dominia unlimited bandwid beneran enggak dihitung per bandwid memang kan yang dihitung per bandwid kan yang

cloud-kot itu kan iya tapi ada FUP-nya ada sih ada ada limitasinya iya ada degradasinya tulisannya sih unlimited tapi kalau

lebih jelas kita tanya bintang iya nanti kita tanyain terima kasih ya sisa eh sisa sisak akun. Oke, MCP model contex

protocol. Nah, pertanyaan saya pertama kali MCP muncul ini kenapa kita butuh protokol baru buat AI? Bukannya AI udah

bisa connect aja ke R API protokolnya HTTP atau streaming bisa juga pakai CLI.

Nah, itu pertanyaan pertama saya. Kenapa butuh protokol baru? G terus juga jawabannya beda ya beda kebutuhan.

Coba ada yang bisa menjelaskan enggak untuk anak 5 tahun?

Gue juga enggak tahu. Emang gini, kalau rest API to ya, Ri saja dia ee tidak diekpose ya. Jadi maksudnya

ee anggapannya nih si enggak ada indeksnya gitu maksudnya.

Iya, enggak ada discovery-nya tahu enggak discovery tool call mungkin kita mulai dari tool calling ya. Tool calling atau function

calling aja ya. jelasinnya maksudnya apa buat mahamin itu berarti. Iya boleh.

Cuma sedikit aja bedanya MCP dengan SAPI. Actually di belakang layar itu sebenarnya SAPI juga.

SPI juga ada juga koneksinya [musik] authentication ada juga.

Iya. Ee mau pakai gini connectnya ke belakang sana sebenarnya terserah. Misalnya dari dari si si dari si

LLM si agen connect ke seat stun-nya sana. tool calling-nya itu bisa pakai apa aja. Mau pakai R API bisa, mau pakai

eh CLI, RRCP, remote call prosedur juga bisa apun bisa sebenarnya yang penting connect ya kan.

Nah, namun tool-toolnya tersebut apa aja yang diekspos kan tidak ada. si AI, si agen itu enggak bisa memahami

ee R API endp itu gunanya apa? Post ID S.

Oh, berarti kalau misalkan kita mau pakai RPI, kita harus definisikan di agents.md atau di file tertentu ini

kalau mau ambil data begini ini kalau mau kirim data. Iya. H kalau kita definis kita enggak butuh MCP

cuma kalau sudah ada MCP kan tapi kan se si kita sebagai server supaya si agent-nya bisa tahu

kita harus ngasih tahu dia kan sejumlah tools yang bisa di lu kalau connect ke gua ini loh function

yang bisa lu pakai oh tahu pakai graf QL aja ke expos semua graf QL L tapi kan enggak ada

penjelasannya. Iya sih enggak ada enggak dia enggak tahu query-nya gimana. I dia enggak tahu query-nya gimana. I

benar benar benar. Nah jadi kan kalau dulu ee apa LLM kan masih bego ya. Kalau dulu ee dulu banget

dulu tuh 3 tahun yang lalu ya kayak udah emang sekarang pintar ya. [tertawa] Ya sekarang lebih pintarlah. Dulu kalau

ditanya hari ini tanggal berapa kan dia enggak tahu ya. Maksudnya dia jawabnya kacao kan. Ee misalnya siapa

juara Piala Dunia mungkin masih jawab Argentina karena apa?

E training datanya kan tahun lalu.

Eh, terus hari ini cuaca bagaimana?

Mungkin dijawab entah halu atau mana saya tahu cut off training saya ee tahun lalu atau sekian tahun lalu kan dulu

gitu. Habis itu kan LML setahu gua ininya contoh konkret itu weather ya.

Nah, makanya itu ee itu standar contohnya. Nah, habis itu LLM punya kemampuan tool calling atau function calling. Itu dua istilah yang beda cuma

maknanya sama. Nah, si otaknya tuh si LLM-nya pas ditanya ee cuaca hari ini bagaimana? Nah, setelah ada tol calling

dia sadar, "Oh, ini pertanyaan yang kalau saya jawab langsung mah saya enggak tahu." Makanya harus menggunakan yang namanya tools atau function. tool

atau function itu ya apapun itu bentuknya intinya berinteraksi dengan dunia luar kanal external service weather service ya udahlah sekarang kan

semua LLM punya tool standar eh web search kan kalau hal-hal yang baru atau itu enggak tahu atau perlu

verifikasi dia bakal manggil ee web search tapi kalau misalnya Nah cuma kan ee apa ee eksternal data atau

service kan bukan cuma nge-search website doang kan bisa macam-macam misalnya kalau atau apa ya pakai aduh contohnya standar sehari-hari pakai

Atlasian atau jira ya kalau di kalau kita kalau kita enggak mengekspos suatu list of tools kan si pertama si LLM-nya

juga enggak bakal bisa berinteraksi dengan external service itu karena perlu autentikasi kedua dia enggak tahu kan bisa ngapain aja operasinya apa aja

parameternya apa. Kalaupun ada ee mungkin ada klien graf QL-nya kan harus dikasih daftar ini loh hal-hal yang bisa

dilakukan dari layanan ini. Yaitu MCP kan ee apa kebutuhannya MCP bukan service-nya sendiri, bukan perkara tadi apa rest API atau Grab QL atau cara

apapun yang dilakukan untuk berinteraksi dengan layanan itu ya itu iya. Tapi eh yang yang dibawa yang maksudnya kayak

keunggulannya MCP adalah mengekspos list of tools bersama deskripsinya. Kalau kalau kita bikin MCP server terus tools nama tool sama deskripsinya metadatanya

asal-asalan juga ngacau karena si EAI-nya bakal enggak tahu kapan kapan yang tepat untuk manggil ini dan argumennya apa aja.

H baru baca nih. E gua tanya is MCP must use rest API? Jawabannya tidak.

MC itu sebenarnya di belakangnya open stand apa aja boleh kan?

Open standard yang relay ke J RPC.

RPC Jason RPC ya. Iya. Permen J baca baca static data dibalikin juga bisa kan maksudnya terserah mau

ngapain. Iya yang penting Jason. Nah, kalau tadi sebutnya discovery misalkan gini, e saya punya tadinya punya RSPI list eh udah ada post, get, e

put, test, dan lain-lain gitu ya. Kan belum ada discovery-nya. Bikin aja misalkan api.com terus itunya discovery isinya ini bisa apa nih, bisa apa nih,

bisa apa. Enggak perlu MCP dong.

Yang penting JSON. Jadi, tapi kan ada tol calling-nya misalnya di yang ee kalau misalnya discovery-nya itu formatnya

ya sesuai dengan yang ada di MCP.

Iya. Jadi MCP dong. Jadi MCP enggak maksudnya [tertawa] enggak kita enggak ngomongin MCP. Kita enggak ngomongin format MCB.

Saya cuma taruh MD aja kayak lm.txt [berdehem] gitu. Sebenarnya bisa aja asal sudah didefinisikan dan harus diinjak ke definisikan itu

harus injak ke prom dimasukin ke prom atau sistem instruction si LLM yang menggunakan kan si kliennya iya kayak LLMS.txt

kan kurang lebih kayak gitu kan sebenarnya kan discovery kan lm.txt TXT kan bukan discovery.

Iya. L ini kan kalau LM TXT-nya kita masukin ke message ya. Jadi maksudnya itu kan kita memberitahu kita ngasih

tahu LLM agen kita ee carilah informasi di sini ya bisa cuma harus manual kita harus ngasih tahu manual. Iya cuman

harus manual. Jadi setiap ada perubahan atau penambahan RPI kita harus nambahin nih di indeksnya di discovery eh page-nya.

Nah, kalau enggak dia jadi enggak tahu konteks kan pas conversation-nya udah panjang banget dia kan lupa yang di atas

tadi maksudnya ee lms.txt atau apapun itu informasi tentang website kita.

Dia lupa lagi kalau kalau kita nanya tentang website trisafahmi.com bisa ngapain aja ya dia halu atau dia enggak

tahu. Kita harus ya kita scroll ke atas manual kopas lagi ini toolsnya ini cari dari sini bisa kan

ribet. Kalau MCP ketika setiap kali dia nanya dia akan contact ke ini ya, dia akan dapat kan dia dapat

intension-nya kita. T intensya kita itu dia sudah lihat MCP yang terols-nya.

Iya. Terus dia lihat dari list of tool itu mana yang sesuai dengan intention-nya kita.

Bisa tetap salah sih, cuman sekarang kalau sudah pakai kayak yang modern kayak yang sudah apa istilahnya yang model-model yang sudah

mutakhir iya flexship. Flagship udah flagship sebenarnya udah bagus-bagus aja panggil tool calling itu kapal bendera leip tool calling ini kan enggak semua agen

bisa loh jadi em Iya iya iya kalau kita pakainya Jemenai atau yang cloud base yang Jemenai atau pakai yang

pernah oh yang lokal ya kalau yang kalau yang lokal-lokal itu belum tentu bisa tool calling baca dulu

tergantung modelnya ya baca aja model sheetnya Ada ininya kan seatnya kan ada speknya ya bisa multimodal atau bisa A B

C D. Nah, kalau misalnya dia enggak bisa tool calling kita paksa eh kita coba minta pakai calling dia enggak ngerti

Jason yang balik itu dia balikin Jason tek enggak bisa manggil prosedur itu. Enggak bisa manggil function itu.

Iya. I ya. Dan dia enggak punya understanding bahwa apa ini adalah tools yang tersedia dan bisa dipanggil ya itu meaningless

konteks saja. dulu angan-angannya. Uh, ternyata ee apa yang saya suka pakai duri lokal ya? Ya, kayak contohnya yang

dari si Meta tuh lama lama lama atau pakai yang bisa di lokal-lokal dari kayak apa?

Dipsy, Gema. Gema yang dulu awal-awal yang Jema 2 itu kan enggak bisa enggak bisa tool calling. Jadi,

hm angan-angannya. Ih, kalau udah bisa setup ini, setup setup ee modal-modal di lokal terus ee ini dong bisa bisa enggak perlu bayar bayar

ini bayar subscription. Eh, ternyata. Nah, itu mah ujung-ujungnya beli hardware sama bayar subscription kayaknya lebih borus beli hardware buat

jalanin model yang mumpuni. Iya. Model lokal yang bisa tool calling juga bisa infinite loop. Ya mungkin dia

itu ya jadi halu dan sama tergantung hardware kalau misalnya enggak kuat ya enggak tahulah cuma kalau Jema mulai Jema 3 udah bisa

game bagus lumayan empat yang yang saya udah bagus sih yang saya sempat apa namanya ke yang enggak sesuai harapan yang

disappointed banget gitu mencoba menggunakan cloud code tapi pakai model lokal Wah, tapi begitu pakai cloud code kan bukan

cloud code diarahkan kan bisa pakai proxy proxinya ke lokal i kan pakai e waktu itu pakai lama dan sesuatu yang lain ya infence

lama lama CPP kan I iya lama CPP yang terjadi adalah si cloud cloud itu kan banyak banget konteksnya

oh hardness-nya harness-nya begitu begitu mulai kan sistem prom MCP skill segala macam kan seabrek begit masuk dia semuanya

dia dia kirimkan semua sistem prom dan segala macam itu ke [terkesiap][tertawa] lokal saya langsung itu CPU dan GPU-nya

ee 100% terus enggak selesai-selesai [tertawa] activity monitor mentok terus saya berapa token persnya berapa itu nunggu berapa lama ini akhirnya

iya batal Tapi kayaknya semua developer sempat sempat lewat itu deh kayak apa ee kita developer yang bukan dari AI. Mungkin

kalau orang dari AI atau machine learning udah punya udah punya ballpk lah ekspektasi yang oh ini kayaknya

enggak bisa kayaknya berat. Kalau kita udah mikir gue tadinya mikir wah bisa di lokal buat coding assistant

gitu. sambil buka doker sambil buka dulu masih vs buru-buru enggak bisa activity monitor langsung mentok habis sisanya semua apa nge-hang

bahkan ngesize atau ng-drag window aja tek tek tek tek gara-gara udah kepakai semua monitornya ee apa memor

iya salah satunya juga cloud code memang terkenal boros token sih zaman itu belum ada lumayan bagus belum

adaah coba itu awal tahu kalau kalau iya kalau Kalau strategi yang bagus ya mungkin kalau mau coba

lokal mungkin pakai pie ya yang hemat token ya salah satunya tapi paling cocok untuk lokal itu bukan

buat dipakai jadi coding agent kalau buat dokumen kalau untuk kalau untuk sehari-hari ya ngerapi-rapiin data aja sih kayak cuma

apa nge-convert jason atau apalah bisa iya enggak punya hardware yang canggih ee yang bukan sultan [tertawa] ya enggak bisa tapi kalau Ya

terserahlah. Bikinlah satu server juga bisa kok.

Tapi kalau ya tetap aja kalau kayak dipsik yang terbaru mana muat. Mau harus punya server yang beneran call shooter

bebas ya. Bebas ya. Bebas bebas.

Ngapain dia bikin server? Pakai aja itu cloud langganan.

Ya kali penasaran pengin ngpras nyoba bebaslah bebaslah.

Bekas pakai e privacy mind. Tiap bekas punya server farm untuk bit apa untuk mining mining h krypto kan punya gede-gede tuh.

Hm. Ya itu mungkin ideologis kan bisa maksudnya enggak pengin nyerahin ee datanya ke apalah eksternal pengin independen.

Oke. Oke. Lanjut lanjut lanjut. Nah, satu hal yang menarik sih pas pertama kali baca MCP bahwa ini kan yang

menginisiasi yang bikin tuh pertama antropik ya. Jadi tadinya mereka bikin protokol ya buat produk mereka sendiri terus apa habis itu ya banyak digunakan

atau gimana kocaknya mereka mendonasikan ee MCP jadi apa MC ee hak patennya ya hak penggunaan spesifikasi dan hak patennya ya

ke open source foundation dan gua baru tahu kayak hal yang se intangible itu bisa didonasikan.

Iya. Jadi sebenarnya kan memang dimulai di antropik ya di 2024.

Terus habis itu sempat masih ada pergolakan kan masing-masing mau bikin protokol sendiri kan awalnya kan Google juga sebenarnya bikin tool calling itu

si open AI yang setahu Iya. Iya. Cuman dia enggak enggak distandarisasi, enggak langsung dibikin.

Oh, ini ini kan protokolnya ini protokol untuk mengekpos tooling ya pasti open AI ya.

Semuanya open AI karena bikin antropik itu adalah X-nya Open AI pindah bedol desa bikin antropik. Jadi enggak mungkin

eh antropik duluan. sudah pasti open AI duluan yang menginisiasi. Cuman lebih ke ini ya, tapi mereka memang

inovasinya bagus sih dan ee apa jadi kayak yang ee si Antropik itu yang di mendekati garis finish gitu ya? Ya, belum finish sih.

Cuma e kalau kita bayangin dulu kan dulu banget malah pionirnya Google Deep Mind kan. Ada istilah GPT aja, penggunaan GPT

dan apa kayak attention based LLM itu dulu dari Google, habis itu yang mulai yang eh consumer facing produk yang baru-baru

ee apa open AI yang mungkin per 5 tahun lalu.

Heeh. Nah, habis itu sekarang apa yang ini malah antropik yang bikin MCP. Nah, yang bikin model murah dan pakai less

resources pertama kali deep si [tertawa] Oh, deep si Iya. Yang mengacak-ngacak itu ya ee harga pasar ya. Ingat banget

tuh langsung yang lain heboh menurunkan harga.

Sekarang dia yang naik harga. Sekarang naik [tertawa] lagi ya kan bakar duitnya udah.

Iya iya. Tapi itu dipsik juga menarik di diikutin sih eh ininya. Nah, cuman di sini eh tadi ya sudah disebutkan ya e

dua engineer antropik yang e ngide gitu karena waktu itu mereka lagi bikin cloud desktop kayaknya ini sebelum cloud code

ya cloud desktop ini ya kayaknya cloud terus mereka bingung mau kekin misalkan ke Figma atau ke mana tuh mereka bingung

gimana caranya akhirnya mereka bikin ini. Nah, itu tadi kayak mungkin tadi kan dikopas doang atau diselipin ke

sistem instruction atau prom kan bisa tapi ya capek juga masalah yang kita sebut tadi kan.

Iya, benarbenar. Nah, terus ee ide dasarnya sebenarnya dari LJ Server Protocol yang punyanya Visual Studio Code dari Microsoft.

Idenya dari sana. cara penggunaannya bagaimana eh si IDE ini membuka standar gimana caranya Visual Studio Code ini bisa menerima eh support

dari banyak bahasa pemrograman gitu. Enggak mesti dia yang bikin sendiri.

Jadi bikin kayak semacam extension lah.

Modelnya arsitekturnya client server dan servernya biasanya jalan di lokal. Jadi dari LLM ketemu server MCP. server MCP-nya konakct ke MCP yang lain gitu

kan ya. Dan perkembangannya luar biasa sih. Ini udah bukan futuristik lagi. Ini udah kejadian ini berita 2025 setahun kemudian ini sudah

kejadian. Figma udah bisa connect. Ee 3D model kayaknya udah ada juga ee kayak blender dan lain-lain tu sudah ada.

Jira apalagi ee ada yang pakai 3D printer. Iya. GitHub. GitHub dia ada MCP, ada CLI, habis itu dia down kemarin. [tertawa]

Iya. Yang yang menarik itu ya dengan adanya ee oh latest update ya untuk di kayaknya di cloud code doang tapi saya gua enggak

tahu ya udah lama enggak pakai Codex.

Sekarang MCP itu kan terkenal dengan Boros Token.

H ya betul. ke karena begitu dibot aja dia sudah connect ke MCP cari discovery kita itu bisa ngapain

langsung jadi banyak yang komplain tapi ee latest update dari si cloud code itu sekarang MCP itu on demand jadi

tokennya tokennya sudah enggak makan menarik sudah enggak makan token di awal lag keren ok bisa on demand gitu

caranya gimana enggak tahu Progressive disculture biasanya.

Oke, Teman-teman di sini ada yang pakai MCP, ada MCP yang biasa digunakan sehari-hari. Biasanya konteks tujuh tuh

dulu awal-awal saya pakai konteks tuju buat dokumentasi saya. MCP-nya apa aja ya? Coba cek dulu.

Yang pasti Jira karena saya pakai Jira karena atas Figmaan Figma Figma.

Yang wajib banget pakai dan berguna itu Chrome Dev Tools MCP.

Yes, saya pakai itu juga. I gua jadi mulai rajin pakai gara-gara direkomendasiin sama Mas Zain. Zain Fatoni.

Hmm. Kode DB MCP ini buat apa? Kod DB MCP Mas siapa nih? Ehonium.

Seron MCP6 yang gua pakai by default e yang sering pakai ee yang MCP kalau cloud code eh cloud in Chrome itu

sudah otomatis instal ya karena dia bawaan bawaan si cloud code itu plugin kan jatuhnya ya bukan MCP ya

MC juga cloud itu sudah bawaan si Iya plugin build in MCP plugin kan heeh terus yang Chrome def tool sama Figma

cuma Cuma dari company kan saya pakai company account. By default sudah terinstal Jira, Gmail, Phantom, Kalender, Google Drive, Miro,

Slag. Uh uh banyak amat. Iya ya. Day to day tools kan itu biar kita enggak usah man tool playbooknya company

kayak handbooknya gitu. Jadi kalau kita mau nanya ini bisa enggak gini-gini?

Saya ambil cuti ngajuin berapa hari sebelumnya.

Hm. Cuma em banyak sih yang sudah terinstal otomatis. Cuma itu karena dia sudah by default on demand, jadi enggak perlu

khawatir lagi. Saya enggak perlu marah-marah lagi.

Iya. Enggak ee enggak keburu penuh ya konteks window ya.

Plus sekarang kan kalau pakai yang Sonet atau opus sudah 1 mili 1 million by default 1 million contact window

1 juta ya. Gak terlalu ini sih gak terlalu ngaruh kalau sudah lewat dari 400.000 dia sudah sudah mabuk

sudah mabuk udah banyak boros juga penggunaan tokennya.

Iya. Oh iya, ini sequencial thinking.

Sequencial thinking ini buat apa? Eh, membreakdown kayak decision 3 sih sebetulnya prinsipnya, tapi nature language aja.

Oh, coba cari dulu pas akun cloud gratisan atau yang promo besar itu salah satu yang bisa apa disediain by default tanpa

kita perlu install apa-apa dan itu berguna buat ya decision making sih dominationia MCP tuh itu juga perlu tuh

iya betul super power itu MCP atau skill skill lebih ke plugin dan skill ya he playght ya playgri itu juga ee

ada MCP ya, ada CL, ada MCP-nya. Cuma saya pakai playorik yang CLI.

CLI ada banyak kan dia bisa sudah pernah kita bahas kan beberapa ya.

Udah. Heeh. Waktu kita bahas player iya. Jadi ada ada macam-macam.

Teman saya satu kantor suka pakai play yang MCP. Kalau saya sukanya yang CLI.

Oh, CLI tergantung selera. Nah, itu yang MCP kan ada discovery. Kayak yang CLI kan enggak ada discovery. Gimana tuh?

Kan saya kalau udah pakai CL kan berarti tahu apa yang saya mau pakai. [tertawa] Mm. Oh, jadi nyuruhnya udah bukan

spesifik ya. Spesifik ya. Iya. Bedanya kan gitu. Kalau pakai skill kan kita sudah tahu apa yang mau kita pakai.

Iya. Iya. Benar. Benar. Benar. Jadi kalau kita belum tahu kita pakai MCP. Kalau udah tahu pakai selai aja ya.

Lebih cepat kan. Iya iya iya. Benar benar benar.

Sama juga kayak GitHub ya kalau kita sudah tahu GH.

Heeh. G S R C eh dan eh NNG GC das M eh fix2 e bla bla bla NNG GP enter

lebih cepat dari e add all files in source directory ya [tertawa] apa dalam kasus itu natural language malah

ribet kan tapi kan kalau misalnya kayak Figma Atlasian hal-hal yang kayak gitu masa kita bikin request satu pers ya

bisa dari CLI mungkin ada ee ada komen line atau apa, tapi kan ribet. Kalau Hikma kan maksud saya apa

ee pastikan ee atau buatlah eh screen one menjadi responsif. Nah, itu kan ribet kan sebenarnya under the hood

kodenya itu berguna gitu. Maksudnya being able to interact eh dengan service itu pakai natural language tuh mempermudah atau

kayak atlasian eh sekarang tas yang harus saya kerjakan apa itu kan sebenarnya dia ngelihat yang eh enggak terblok terus yang high

priority terus yang ada dalam sprint ini e apa suka kita enggak perlu ngfalin fleknya satu persatu suka saya pakai paling suka

pakai ee MCP atrasan itu buat ngecek kfu buat Enggak ng-refind tiket refinement karena malas banget nulis kan.

Jadi saya tuh setup plus tapi eh sori bukan plus tapi namun kita itu di company punya rule meskipun pakai AI tetapi

anggap yang baca di sebelah sana adalah manusia. Jadi ee apa ownershipnya itu tuh tetap saya yang nulis dan saya memastikan supaya

tulisannya itu untuk manusia bukan untuk ee AI atau bot.

AI. Jadi intinya jangan AI slop. Nah, jadi saya setup skill di mana skill-nya itu sudah membaca ee

saya training sendiri kayak membuat dokumentasi bagaimana grammar grammar saya atau meniru saya gitu ya. Meniru saya cara nulisnya. Dan ee di Jira itu saya

sudah e per project masing-masing sudah ada kayak template template untuk jira tiket itu yang bagus gimana kayak description terus kemudian

technical brief atau assumption dan acceptance kriteria itu minimal ada kayak gitu tuh. Jadi, e siennya sudah dikahu dikasih tahu ee

template-nya begini dan tiru personanya saya untuk menuliskan tiket. Nah, jangan over over kayak aneh-aneh kayak eh AI SL

atau halusinasi. Yang penting enggak butuh juga wall of text. Tiket tuh enggak butuh teks yang panjang yang

enggak ada yang baca. yang penting tepat sasaran, bullet points ee dan tujuannya apa jelas di situ. Jadi sudah

didefinisikan secara skill saya bikin skill-nya. Nah, jadi kalau misalnya create saya itu punya skill namanya refine gira ticket. Nah, nanti dia saya

kasih tiket number-nya terus saya taip eh tiket ini tujuannya begini, user-nya begini. Ee hasilnya begini. Nah, nanti si

agen-nya akan audit kodenya saya dulu atau membaca Redmi, membaca desain system, membaca eh product.md eh dan mengetahui dulu konteksnya si

project itu apa, lalu baca konteks yang saya buat dan akan dia explore dan buatkan jira tiketnya.

Nah, tapi kan kalau yang ng-refind itu kan skill kan maksudnya agen skill. Nah, MCP-nya itu kepakai waktu bikin tiket

kan berinteraksi dengan dunia luar lah, berinteraksi dengan external service yang mana kan dia butuh argumen parameter apa argumen-argumennya

bentuknya kayak gimana kan kayak harus itu detail dan enggak mungkin simpel kan rumit kan namanya bikin tiket maksudnya

apa di workspace mana atau mungkin apalah ee hal-hal lainnya kayak label atau tag atau ee dan lain-la lain

MCP Tigram token efisiensi. Ini buat token efisiensi tapi MCP-nya boros juga.

Gimana dong menyelesaikan masalah efisiensi dengan sesuatu yang borus?

Jadi seimbang dong jadinya kelihatannya enggak tahu nih apa nih maksud bukan dibikin untuk itu ya kalau token

efisiensi mendingan kayak artikamnya enggak sih? Plugin plugin dan hook plugin ya.

Eh, hook semua interp ya. Enggak tahu mungkin itu ada cara kerjanya kita belum tahu.

Jangan-jangan ini adalah token efisiensi untuk MCP-nya. Jadi, S MCP-nya lebih hemat token mungkin ya. Enggak tahu.

Saya belum pernah dengar juga Tigram ini.

Cuma, cuma ngomong-ngomong MCP dan efisiensi, waktu pertama kali ngulik MCP nemu artikel yang menarik. Nih buka dong. Ee yang mana ya?

Eh, paling bawah yang tulisannya artikel prin [tertawa] paling bawah ponya.

Oke, ya. Iya. Ketemu baru nyadar juga tulisannya di doc artikel menarik.

Nah, e zoom in comenz. Jadi ini tentang bikin MCP server kayak at the glance. Kalau dilihat, dipikir

sekilas kan, oh itu mah tinggal bikin definisi tool wap. Eh, kalau untuk service yang udah ada RES API-nya itu cuma ngewrapping API

doang ya. Maksudnya itu pendekatan yang ee naif sebetulnya kan. Tapi maksudnya bisa bukan enggak bisa, bisa-bisa aja

kan. Nah, tuh ini intronya. Scroll ke bawah. Jadi dia nyontohin e bikin buat eh Wap. Wap itu aplikasi pencatatan

keuangan gitulah dan itu udah ada udah ada IPI-nya. Tapi dia kayak explore aja kayak study. Ini mah standar tentang

konteks window. Scroll lagi. Nah, terus ini tentang token efisiency dulu masih 4.5 ini sonetnya masih Rp200.000 ya.

Intinya kalau kalau pakai pendekatan yang naif cuma ngedampi-nya diwpping aja di masing-masing tool bisa tapi akan boros karena e banyak hal yang

sebetulnya enggak dibutuhkan oleh si LLM. Jadi eh itu tuh kalimat paling bawah di screen ini. The goal isn't to

minimize token at all cost cost cost.

Jadi bukan cuma perkara meminimalisir token, tapi efisien. Jadi keyword-nya sih kalau menurut gue di artikel ini efisien. Jadi si modelnya tuh butuh apa

sih? Kan modelnya bisa menafsirkan tuh dari query-querya apa yang dibutuhin.

Nah tujuannya dari apa stadi case dia itu eh kayak gitu. Eh jadi utamanya bukan meminimalisir token, tapi biar

lebih tepat guna aja. Nah, ini contohnya knif approach direct API wrapping.

Ini kan yang paling standar ya. Dari responnya dapat apa ya udah dieturn aja kasih aja semua.

Heeh. I nah bla bla bla.

Intinya ini Heeh. Dia dia ngebandingin si Heeh. He.

Dan dia bandingin yang real maksudnya kayak tadi ini dari aplikasi real yang penggunanya banyak terus dia e apa bikin

ini ya? Dia merumuskan desain principle.

Terus ini intinya dia nge-breakdown datanya terus dia ngecek eh intinya dari request itu dari balik ke definisi tool.

Makanya ee kalau yang tadi di awal gua bilang, salah satu elemen yang penting dari MCP itu ya emang daftar tools dan

definisinya. Nah, terus dia ngebandingin tuh kalau misalnya tool ini dipanggil, sebetulnya data apa sih yang ee dibutuhin, diperluin dia nge-filter itu.

Jadi, when you're answering budget questions, this internal bookkeeping details just create noise. Ini kan konteksnya aplikasi keuangan. Jadi kalau

misalnya tools-nya ee definisinya adalah pertanyaan tentang budget eh ternyata banyak data-data yang dibalikin yang sebetulnya enggak perlu.

Jadi agak kayak Grab QL malah. Cuma kalau Grab QL kan ee menyerahkan itu semua ke kliennya ya.

Jadi kliennya minta field apa dibalikin itu. Nah, kalau ini kan e karena urusannya sama LLM enggak deterministik

juga eh apa berdasarkan query user dalam lecture language si LLM LLM-nya memutuskan untuk memanggil tool yang mana dengan argumen apa dibalikin dari

sini. Nah, ini dia coba eksperimen kalau pertanya jadi lebih ke pertanyaannya apa? What's my checking account balance

or how much do I have across all accounts? Kalau pertanyaannya seperti itu, berarti yang dibalikin apa? Nah,

ini hal-hal yang penting yang sesuai dan menjawab pertanyaan itu.

Terus ee menarik sih maksudnya dia dia ee nunjukin token, jumlah tokennya berapa setelah efisiensi, setelah dia nge-filter.

Tapi kayak gini-gini susah enggak sih ngedetectnya ke akurasinya?

Ya, in merumuskan ee dia lebih bilang approach yang perlu diambil, yang perlu dipertimbangkan kalau kita bikin servis

kayak gini. Cuma kan beda produk, maksudnya beda API, beda data, beda bentuk data. Ini kan kasusnya buat yang udah punya

existing R API service kan. Nah, maksudnya ini hal yang perlu dipertimbangkan.

Berarti untuk mendesain sebuah ee MCP juga enggak bisa yang tadi ya, enggak bisa sembarangan ee ngirimin data apa aja gitu ya.

Heeh. Ada pertimbangan sistem desainnya. Nah, terus ini dia kan sering ya kalau di aplikasi biasa ee nampilin suatu data

tuh sebetulnya ada beberapa operasi request pertama dapetin ini, habis itu berdasarkan ini kita dapat ID-nya kita manggil itu. Nah, eh kan di MCP juga

bakal bisa aja ada gitu. Nah, ada pertimbangannya lagi nih kayak checking account is one part of viewing your

budget. complete budget overview membutuhkan tiga macam tool calling tadi menarik ya gitulah cuma ini kan enggak bis ya ini studi

kasus ee ke aplikasi yang spesifik kan enggak bisa diterapin mentah-mentah ke jenis ee jenis produk atau software

lainnya kan cuma ke approach-nya aja kalau teman-teman punya waktu dan tertarik sama ee desain untuk MCP server sih eh

termasuk artikel yang word dibaca ya.

Alright. Kalau web MCP gimana yang Eka dapat di sana?

web MCP seru cuma namanya misleading dan emang bukan apa yang sebenar itu kan web standar ya propos propose web standar eh

yang bikin nama itu malah enggak tahu pokoknya bukan bukan bukan defrail Google sih jadi sebetulnya itu scope

tools dan beda sama MCP server jangan bayangin MCP server atau klien tapi intinya gimana suatu halaman web bisa

mengexpose a number of tools ya sama sih maksudnya prinsipnya ee tools juga tapi bukan bukan klien dan server. Jadi ee

ee pakai JavaScript misalnya web API atau bahkan pakai elemen HTML form. Jadi form biasa form ada input-inputnya kan

cuma dikasih atribut tertentu aja lupa namanya tool something something kayak tool name tool description. Nah, nanti buat eh atau sistem yang kompatibel bisa

langsung tahu, bisa langsung eh ngedapetin tools daftar hal-hal apa aja yang bisa dilakukan di website itu.

Oke, ada contohnya enggak? Bisa lihat contohnya enggak? Gimana sih cara pakainya? Pernah lihat?

Ada banyak. ada demonya malah tapi ada ee ada extension-nya.

Jadi kita bisa connectin si web MCP ini ke belum belum bisa maksudnya enggak enggak enggak terkonnect ke belum sekarang

misalnya nah itu dia sekarang cloud code atau cloud desktop atau apa belum belum bisa connect ke web

MCP sih sekarang e satu-satunya cara buat berinteraksi tuh interaksi e web MCP pakai extension chrome extension Nah, itu websites can share explicit

purpose such as search or purchasing by defining a tool. Jadi intinya ya apa kesamaannya dengan sistem MCP yang

server klien itu ya ini mengekspos sejumlah tools ee dengan deskripsi dengan metod-data deskripsi masing-masing. Tapi itu jadi satu di

kode website-nya sebagai bagian dari kode website-nya.

Kalau misalnya si cloud code itu kan sudah punya build chrome MCP, dia bisa menjalankan Chrome terus bisa ngevisit

beberapa bisa maksudnya bisa kita instruksikan ee mau ngapain di website itu.

Jadi instead dia screenshot dan baca atau baca DOM tree.

Betul. Heeh. Jadi enggak usah itu bisa minta ke web itu ei punya apa aja gitu ya.

Iya. Atau misalnya kalau contohnya tuh di website apa red bus eh booking transportasi di India. Saya mau booking

bus dari kota A ke kota B untuk satu orang. Hari berangkatnya begini-gini ya.

Pokoknya kita tentuin berangkatnya hari ini itu dia bisa ee apa sistem bisa ee lihat oh ada ternyata ada tool misalnya find

bus misalnya terus argumennya apa aja bisa langsung di bisa langsung dijalanin tanpa nge-crolling apa screenshot atau crawling domemen satu persatu

cuma sayangnya belum terintegrasi sama ee apa real world, real production AI plus yang udah ada sih.

Ini kayak dia bikin standar daripada si Cloud Code bikin sendiri, ODEX bikin sendiri mungkin dibikin standar aja ya

gitu ya. Heeh. Dan ini ya kayak web standar lainnya emang pure dari ee kode HTML dan JavaScript aja. Bahkan itu kan ada dua

tuh deklaratif sama imperatif. Eh, ada yang tanpa JavaScript sama sekali, cuma dari e markup HTML bisa nih ya bawahnya. Betul.

Angular tuh udah eksperimen dia pakai Angular ya. itu kayak ee apa buat convenience aja sih. Soalnya HTML biasa handcrafted

juga bisa. Hmm. Ya, dirpping aja kan sebenarnya ya.

Heeh. Iya. Oke. Ada lagi, ada lagi.

Udah. Ada apa lagi yang menarik di sana, Eka?

Selain apa ya? Eh, workshop-nya apa? Workshop-nya.

Workshop-nya itu modern web guidance yang jelas sama apa ya? Lupa yang jelas gua enggak ikut gara-gara antri nyobain

apa? XR kacamata. XR device. Iya.

H. Sama kalau web AI ada light apa ya? Light art light. JS. Nah, ini dia. Jadi, ini tuh semacam alternatif

atau suksesor ee dari kan ee sebelumnya kita cuma bisa pakai transformers.js ya buat nge-load misalnya ng-load model

dari hugging face eh yang buat apa? Buat on device on device AI tapi bukan yang chrome build in. Nah, sekarang ada satu

lagi pakai light. Jadi ya pakai Wasem sebenarnya apa step-stepnya mirip sama Transformer CS yang dulu banget pernah kita bahas.

Nah. Oh ini Transformers JS tapi buatan Google. Kalau Transformers kan buatan Huging Face ya.

Buatan Google atau buatan siapa? Enggak tah enggak tahu buatan siapa sih. Cuma salah satu bootnya Mas Jason ini ee

isinya ini ee jalanin GA 4. Jemp Oh iya. Cuma ya karena apa demo boot nice gitu maksudnya udah polish banget jadi

eh J dan Jema 4-nya udah pintar sih bisa langsung kita suruh ee ya web UI-nya sih bikin sendiri ya e guin-nya bisa kita

suruh ee bikinin website ee tapi website yang statik ya HTML CSS JavaScript dia bisa kecuali

Iya. Tuh, apa step-stepnya miriplah sama Transformers CS.

Iya, mirip nih. Oke. akrab. Nah, terus pas dibot itu sebenarnya sih ada yang kelihatannya orang AI deh

tanya-tanya detail tentang pokoknya eh kan tensor flow JS tuh maksudnya banyak kayak library-nya porting apa apakah eh

librarylibrary machine learning dari eh tensor flow JS bisa di e jalanin di situ. Cuma gua enggak ngerti, enggak

paham. [tertawa] Intinya sih approach-nya mirip Transformers.js ya.

Oke, kita jawabin beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Nih ada dari Kaisah. Skill tailwin 4 yang bagus apa?

Soalnya banyak suggest misal gradien to jadi linear to air. Oh salah salah suggestion ya.

Malah jarang kita pakai. Enggak. Malah gua enggak pernah pakai skill tailwin.

Enggak ya pakai kex 7 MCP aja kalau perlu ad maksudnya suruh brow eh dokumentasinya itu pertama. Terus kedua

mau pakai biom atau pretier atau semacamnya kan udah ada biasanya udah ada official apa telwin lintter-nya tuh

ya itu malah deterministik sih ya udah tinggal eh run misalnya biome cek dash dash right biar dia otomatis nge-fix pas

terakhir aja dibikin kalau eh kalau gua pribadi bikinin hook sebelum komit ya itu apa jadi satu sama apa formatting

linting dan lain-lain. Hmm. He. Jadi enggak bisa menjawab skill.

Si Telwinnya sendiri enggak ngeluarin skill ya. Dia enggak ngeluarin skill official ya.

Bukan ada tinggal yang CLI itu yang CLI yang kita enggak diundang-undang itu ui.

UI.sh. Iya. Iya. Itu kan yang berbayar. Yang berbayar premium ini kan skill.

Oh kapan Kit biasanya kan tinggal pakai llms.txt aja kayaknya. Udah lumayan akurat sih eksposisi dokumentasinya kalau enggak

pakai konteks setuju ya untuk iya biasa kalau perlu maksudnya kalau kalau ada perlu ya tinggal ee nge-hit ke

dokumentasinya langsung terus kasihan mereka apa jadi harus lay off gara-gara enggak ada yang buka website dokumentasinya lagiah

makanya buka dong buka diklik-klikin tuh iklan-iklannya biar dia dapat ini. Nih pakai papetir aja. Apa pakai pap petir buat ngeklik iklan.

Oke, berikutnya terakhir ya. Pertanyaan terakhir. Ee ini agak e enggak ada hubungannya sama percakapan kita malam ini. Tapi enggak apa-apa. Ee di industri

gitu kebanyakan pakai library yang udah ada atau implementasi protokol sendiri.

Misalkan butuh FRTC mau buat porto.

Porto ini maksudnya portofolio ya? Tapi bingung mending lebih ke implement protokol atau bikin sendiri? Ya jangan bikin sendiri. Eh boleh aja sih kalau

emang bisa. Itu juga salah satu showcase sih sebenarnya cuma tergantung tujuannya apa kan?

Tergantung tujuannya apa, sama pengin diterima di mana. Kayak misalnya kalau contoh tadi tuh walaupun contohnya agak ekstrem, orang di apa

developer di antropik bikin protokol entirely baru MCP. Walaupun tool calling-nya sendiri enggak baru ya, tapi bikin MCP itu kan model client protokol

buat mensolve, memecahkan suatu masalah. Nah, itu itu ya maksudnya contoh ekstrem. Tapi kan berarti ee bisa-bisa aja dan dibutuhin. Tapi kalau misalnya

cuma bikin protokol eh for the sake of bikin protokol, tapi ternyata industri yang dikejar tempat yang kita pengin

kerja sebenarnya enggak enggak butuh itu, enggak perlu itu. Ya berarti itu kan kurang kurang.

Iya. Kalau mau kerja dihire Mas Yohan misalkan untuk in life gitu ya bisa bikin protokol WRTC ya sebenarnya pakai

aja sih kalau bikin bikin protokol ya kembali lagi kalau memang targetnya low level development ya perusahaan-perusahaan yang mungkin

berinovasi di area multimedia web itu mungkin masuk bisa atau mungkin mau apply-nya di apalah IoT atau apa yang emang kalau IoT kan buat

interaksi dari software kode ke apalah hardware itu kan lebih rumit kan mungkin masih banyak ee opportunity buat bikin protokol. Gua

enggak ngerti detailnya tapi maksudnya itu masih lebih masuk akal.

Iya. Kenapa Hermes lebih bagus daripada open cloud? Enggak tahu kenapa open cloud lebih bloated enggak sih?

Iya lebih kalau Hermes itu lebih apa ya?

lebih eh well curated lah secara ee apa pluginnya, skill-skillnya disiapin semuanya gitu. Kalau kalau open cloud itu sporadis,

kalau open cloud itu palu gada banget kayak apa lu mau kayak beneran semua fitur dimasukin.

Tapi kan dia biasanya kan apa ya jalan ya pionir pioneir biasanya. Iya.

Pasti ada yang lebih bagus setelahnya.

Iya. Nanti akan roda pedati akan berputar lagi. Nanti suatu saat si Heeh.

Meeka akan ngrewite atau bikin sesuatu yang lebih baru atau ada terobosan baru ya naik lagi.

Iya. Diri ke rus kali ya. Habis itu jadi lebih kencang gitu kan. Siapa tahu ya.

10.000 kali lebih kencang. Sejuta kali lebih cepat.

Kan dia menerima PR dari EAI ya kan.

Bentar lagi diri tuh kayaknya sama kayak bun. [tertawa] Oke diri langsung push ke production.

Minggu depan kita mau bahas topik apa?

Bedah buku. Sudah siap bedah buku?

Buku apa? Belum sempat baca buku.

[musik] Ivan buku apa kemarin? Atomic ya? Atomic habit ya?

Belum. Belum selesai. Udah lunas. Eh udah lunas. Udah habis belum?

Belum. Belum. Masih lunas. Sudah lunas mengutang. [tertawa] Heeh.

Apa minggu depan mau topik topik apa kita bahas?

Ngobrolin slash topik. Iya. Coba aja buka di topik. Pik topik.

Pik topik lagi. Oke bahas itu yuk. Sesuatu yang baru dengan web UI.

Apa tuh yang baru? Kayak karusel. UI. Oh boleh boleh boleh.

Karusel yang baru dari web UI apa aja ya? Update ya. Oke, boleh boleh.

Ada karus kita bahas aja kulik aja karusel tuh pakainya gimana sih?

Semuanya HTML dialog pakainya gimana sih gitu.

Oke. Ee apa yang baru baru eh kita tanya modern web guidance skill.

[mendengus] Jadi apa sekali sekaligus ngetes drive kalau cuma kalau cuma lihat kalau cuma lihat kan udah ya namanya skill kan cuma

teks ya sebetulnya udah kan tadi saya gampang bisa lihat sendiri kita test drive apa itu karusa ee cara bikin karusa

gimana cara bikinnya gitu ya he sama kita tanya-tanya ini apa siap hmm boleh siapkan token ya [tertawa]

kita token dulu aja boleh oh mantap tok Token token, token mah Ivan unlimited dia nyantai siapa masih konsultan

bisa sih bisa masih bisa kalau minggu depan masih bisa selagi saya masih di project dan masih bisa minta

Oh, sistemnya delegasi ya? Kalau projjectnya sudah beda nanti beda lagi ya ini ya limitnya ya.

Ee ya pasti akan ditanya lu masih butuh enggak? Ya jujur-jujur aja. Ya, masih butuh enggak butuh jawabannya? Oh,

masih. Masih. Heeh. Iya. Enggak bisa kerja nih kalau enggak ada C.

Kan kita kan orangnya terintegritas. Berintegritas.

Sedap. Oke deh kalau gitu terima kasih banyak buat semuanya. Ee kita ketemu lagi minggu depan. Topiknya tadi kita bahas

tentang web FPI yang baru apa aja ini lebih ke kita sih web kita web UI web ya web UI web UI pengin

banget gua ngulik itu loh ngulik ee karusel yang baru karusel yang baru iya hal-hal yang tadinya harus pakai JavaScript sekarang

udah bisa popover over combo box ya I Oke, siap siap siap siap.

Jadi kita bikin ininya eh CSS, Bro, gitu.

CSS, Bro. Ini CSS, Bro. Judulnya test drive sekalian test drive. MWG kan.

Iya. Oke. Oke. Ya, kita tutup dulu untuk malam hari ini. Terima kasih banyak buat semuanya.

Selamat malam. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Bye bye. Bye bye.

Loh, mana kok enggak berputar? Apakah Anda baru pertama kali melihat tayangan dan halaman ini atau mungkin telah kesekian kali melihat untuk

membandingkan kembali dengan lainnya? Jika Anda mencari tahu mengenai layanan web hosting terbaik, kami pastikan Anda berada di tempat yang tepat.

Dengan domainia, dapatkan pengalaman menggunakan layanan hosting yang lebih baik dengan [musik] SSD berperform tinggi dalam infrastruktur cloud yang

telah dioptimalkan untuk kebutuhan personal maupun [musik] bisnis.

Teknologi ini memungkinkan Anda memperoleh layanan yang lebih stabil serta proteksi dari [musik] korupsi data. Hosting domain Asia juga telah

mendukung NOGS, Python, Ruby, Go, [musik] PHP, Java, serta Binary Linux.

Lebih dari 200.000 Ibu pelanggan telah mempercayakan layanan hosting di Domensia.

Deskripsi asli dari YouTube

🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb Kalau sudah cukup lama berkutat dengan coding agent, pasti tidak asing dengan MCP. Sebenarnya apa sih MCP itu dan apa saja kegunaannya? Mari kita kulik sama-sama di sesi kali ini. Sesi ini terselenggara berkat kerjasama dengan Domainesia! 📦 Langganan Cloud VPS Turbo? Gunakan kode: NGOBROLINVPSDN → 50% OFF, bisa digunakan berkali-kali! Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .