IO Connect Shanghai - Ngobrolin WEB
🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Malam ini kita akan menyaksikan review acara Google I/O Connect yang diadakan di Shanghai. Bagaimana pengalaman Ivan dan Eka selama disana? Mari kita simak langsung! 🔔 Akan mulai mengudara pukul 20:00WIB ya. Yuk ramaikan! Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode ini membahas pengalaman para host menghadiri Google I/O Connect di Shanghai, China. Mereka menjelaskan perbedaan antara Google I/O (acara utama di Mountain View), I/O Connect (versi regional untuk berbagai wilayah seperti Asia Pacific), dan I/O Extended (acara lokal yang diorganisir GDG di masing-masing kota). Diskusi mencakup berbagai aktivitas di acara tersebut seperti keynote speech, demo booth interaktif termasuk Phone and App (ngobrol dengan Gemini untuk generate app), dan lomba gambar yang dinilai oleh AI. Para host juga berbagi cerita lucu tentang salah pasang channel penerjemah saat menonton presentasi berbahasa Mandarin, serta membahas panel diskusi tentang web dan AI termasuk Gemini Nano.
Poin-poin Utama
- •Google I/O Connect adalah versi regional dari Google I/O yang memungkinkan developer bertemu Googler tanpa harus ke Amerika
- •I/O Connect Shanghai mencakup peserta dari seluruh Asia Pacific, China, Australia, dan New Zealand
- •Ada demo booth interaktif seperti Phone and App untuk generate aplikasi dengan Gemini melalui voice
- •Presentasi keynote menggunakan bahasa Inggris namun slide tetap dalam bahasa Mandarin
- •Panel diskusi web fokus pada AI termasuk Gemini Nano dan interoperability dengan custom model lain
- •Sayangnya tidak ada workshop khusus web tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya
- •Kultur tech conference di Silicon Valley sangat aktif dengan meetup hampir setiap hari dalam seminggu
Transkrip Bantu Koreksi
0:00[MUSIC]
0:09[TINGGALOW]
0:13[TINGGALOW]
0:16-Halo, halo. -Beda pembukaannya sekarang.
0:19-Oh, pembukaannya beda ya? -Gak ada itu.
0:20-Iya. -Sama.
0:22-Ebak-tebakan. -Bukan.
0:24-Gak ada itunya. -Gak ada pesan sposongnya.
0:27-Oh, belum. -Belum.
0:29-Pesan sponsornya. -Kalau ada yang mau, silakan.
0:34Disponsori oleh belum ada sponsor.
0:38[TINGGALOW]
0:41Iya, iya, iya, iya.
0:43Oke, oke.
0:44Wah, ini udah lama gak live ya, padahal baru seminggu.
0:49-Iya. -Pakai baru semuanya.
0:51-Pakai baru selama ya. -Pakai teman-teman yang baru habis dari Shanghai.
0:54-Makin gemuk. -Makin gemuk, banyak makannya enak ya.
0:59Wah, luar biasa.
1:03Gua tuh di hotel ada timbangan badan, tapi gua gak berani timbang badan sendiri.
1:08-Kenapa? -Sama, gua pake buat timbang koper dong.
1:11Sama, gua juga timbang koper dong di akhir acara.
1:14-Kaya, "Aku lihat badan gua naik." -Takut menerima kenyataan.
1:18[TINGGALOW]
1:23-Iya, jadi... -Kenapa Mas Liza gak ikut?
1:26Kenapa ya, gak bisa.
1:28Hilang deh roommate saya.
1:31-Ulah, emang bakal satu kamar juga, gak mungkin ya. -Gak sih.
1:37-Iya, jadi gua... -Koyanginnya sama istri, terus di tengah-tengah ya Mas Liza.
1:41Bahaya itu.
1:44Gua jadi setan, jadi... jadi setan ke orang ketiga.
1:49Orang ketiga setan.
1:52Ada istilahnya itu kalau di web, third party.
1:56-Third party kukis. -Third party kukis.
1:58[TERTAWA]
2:01-Diskusi apa ini? -Di kue.
2:03[TERTAWA]
2:05Oke, sebelum kita semakin gak nyambung ya sama teman-teman, mungkin bingungin nih yang nonton ya.
2:11Teman-teman dari LinkedIn, dari YouTube ya, "Ini ngomongin apa sih?" gitu.
2:15Jadi, minggu lalu ya, minggu lalu itu kan kita gak live.
2:20Karena teman-teman dari Google Developer Expert diundang ke Google I/O Connect.
2:30Di China, lebih tepatnya di kota Shanghai ya.
2:35-Kota ya? Itu kota? -Kota, kota gede banget.
2:38-Gede banget katanya. -Kota. Nah yang masih bingung, apa itu I/O, ada I/O...
2:43-Connect. -Ada I/O, ada I/O Connect, ada I/O Extended.
2:46I/O, acara tahunannya juga yang di Mountain View ya, Simpon Valley.
2:54Yang disana acara tahunan, yang ya kita ada watch longnya juga kan tuh di GDG Discord.
3:02Untuk mengumumkan semua teknologi baru, produk baru, ya punya update-update yang menarik.
3:11Ada demo-nya, ada apa nya, ada demo, ada aktivitas, macem-macem lah.
3:17Nah, terus setelah I/O, biasanya ada I/O Extended.
3:22-I/O Extended. -Maksudnya lokal di masing-masing kota.
3:27Yang diorganisasi dan terbiadakan oleh teman-teman GDG ya, GDG di masing-masing kota ya.
3:34-Masing-masing kota yang ada GDG-nya. -Iya, ada di Jakarta, ada di Bandung, ada di Jogja dan lain-lain.
3:40Itu tujuannya buat bahas atau menggosipin konten-konten yang dari I/O tadi.
3:47Nah, tapi si Google I/O nya sendiri itu kan semua ekosistem developer yang di Google Developer Community,
3:58itu kan enggak memungkinkan secara logistik buat didatengin ke San Francisco, ke Amerika semua.
4:05Nah, gimana caranya biar para Googleer bisa ketemu sama ekosistem developer.
4:11Nah, sejak beberapa tahun terakhir kali ya, dua, tiga tahun terakhir itu, diada ini yang namanya I/O Connect.
4:20Jadi, itu region. Jadi, kalau yang kita kali ini nih, di Shanghai ini, APEC Asia Pacific dan punya China,
4:32seluruh Asia Tenggara sama Australia dan Mozilla itu dijadikan satu.
4:37Jadi, bisa mendapatkan experience yang mendekati I/O lah.
4:41Ada keynote speech nya, ada demo booth, ada interaksi, ada bisa ngobrol langsung sama Googleer,
4:48ya nanti bakal kita bahas lebih detail.
4:50Jadi, ada di Asia, terus EMEA ya, Eropa sama Afrika, event sendiri.
4:56Terus Amerika, mungkin Amerika Utara sama Amerika Selatan ya, Amerika Latin,
5:03ya gabung ada event sendiri, begitu kira-kira.
5:06Ada satu lagi di Bangalore, khusus India, ada India di Bangalore.
5:13Oh iya, waktu itu sempat kalian pergi juga ya.
5:17Iya, tiga tahun lalu.
5:20Tiga tahun lalu, iya, iya, iya. Nah, ini teman-teman yang nonton, mungkin pengen tau dong siapa yang ikutan I/O Extended
5:29atau yang pernah, yang pernah ikut, yang pernah nonton lah, yang pernah nonton I/O Extended di kota masing-masing.
5:38- Ya, seru, seru. - Pernah dengar Alvin Prayuda hadir di Google I/O Mountain View,
5:47- iya, sebelum apa ya, sebelum, - Sebelum bergerak, sebelum winter ya.
5:55Iya, sebelum winter juga, beberapa orang yang terpilih itu memang diundang kesana.
6:03Cuman ketika apa, mulai Covid, winter dan lain-lain, acaranya juga tidak dibuka untuk terlalu banyak orang, gitu.
6:16- Iya, tidak terlalu besar. - Terus lain itu juga jumlah developer GDI, GDG,
6:23punya dari ekosistem developer Google juga jauh bertambah banyak sih, lebih banyak, jadi kayak lebih sulit kalau semua harus dibawa kesana.
6:32Dan sebetulnya, limited sih, ada yang diberangkatin kayak tahun ini, kemarin yang diberangkatin ada satu orang ya, dari Indonesia, Mas Dana.
6:40- Hmm, iya, iya, iya. Karena dia dananya banyak. - Iya, dia adalah Dana. Bukan dananya banyak, dia Dana, dia satu, tapi dia Dana.
6:53- Dananya satu. - Gapetnya sih jobnya Irvan.
6:59- Tadi dari ikonnya mana, udah lupa. Jadi Dana itu adalah salah satu GDI firebase sama AI sekarang ya. - Iya, dan AI juga ya.
7:20- Jadi Leo diberangkatin ke Mountain View, mewakili kita semua.
7:27Dulu beberapa tahun yang lalu, kalau nggak salah, sebelum Covid juga, sempat diundang juga, cuman tidak dibayarin full, jadi kayak subsidi.
7:40- Eka ikut ya, itu ya? - Enggak.
7:44- Kan sempat Eka ikut sekali kan? Oh itu ya GDI. - Gak, bukan. Itu GDI same.
7:51- Gak pernah, sejak gue jadi GDI, udah Mas Quinter sayangnya, jadi udah nggak pernah... - Tapi kan lu pernah ikut yang...
7:59- Di Bali, GDI summit. - Bukan, yang pernah ikut yang soal AI pertama, kalau nggak, di US.
8:07- Eka pernah ikut sekali. - GDI bootcamp, bootcamp, bootcamp.
8:12- Bootcamp, bootcamp, bootcamp. - GDI bootcamp, expert bootcamp, cuman nggak pernah ngerasain yang literal di Google I/O, liat Kak Sundar ngomong...
8:21- Enggak, saya juga nggak pernah. Belum dapet kesempatan begitu ditawarin, tapi harus bayar setengah ya kalau nggak salah.
8:31Dan setengahnya itu Taula sendiri ya, kalau ke Amerika ya. Lumayan.
8:37- Berarti yang ngerasain, yang ngalamin itu, berarti GDI dari generasi yang lawas banget ya? - Sebelum-sebelum kita.
8:44- Generasinya Mas Andrew, Sidi. - Iya, Sidi dan lain-lain.
8:49- Dan dulu GDI pun diberangkatin ya. - Iya betul, GDI diberangkatkan.
8:54- Ah, tapi Mas Rica kan juga diberangkatkan saat meta, eh Facebook punya acara juga kan di San Jose.
9:01- Kan beda komunitas, beda komunitas. Walaupun di satu area, itu biasanya 3 tuh, berturut-turut.
9:11Jadi F8 dulu yang meta, Facebook, abis itu Google I/O, biasanya dilanjutkan dengan Apple.
9:19- Apple. - Iya, jadi pada saat Q1 ya.
9:24- Summer, summer semua itu. - Q1 apa Q2 gitu yang menjalankan Q2 setiap tahun itu.
9:31Dulu ya, nggak tahu sekarang ya. Dulu. Jadi daerah Mountain View dan sekitarnya itu.
9:38- San Jose. - Harga hotel itu naik.
9:40- Itu naik karena susah. - Oh iya iya, karena apa? Pick season kan berarti?
9:45- Pick season, iya. Itu pick seasonnya di saat itu gitu. Jadi banyak konferensi di sana.
9:50Dan rame sekali, kalau kita misalkan naik Uber gitu, mereka udah bisa nebak nih.
9:55Kalian mau ikut acara apa nih? Udah tahu dia. Karena udah setiap tahun seperti itu.
10:01- Tapi lu juga ya, pick season karena musim conference. - Iya, musim conference.
10:06- Biasanya kan karena apa ya, public holiday. - Karena liburan.
10:10- Biasanya kan karena liburan sekolah. - Ya, tapi ada juga, ada banyak juga acara yang lain.
10:20- Kayak si Github, Github Universe, apa lagi itu Github. - Iya banyak, banyak, banyak.
10:27- Universe yang berdekatnya juga. - Okto, Oktoverse ya, Oktoverse.
10:30Iya Oktoverse juga ada di sana. Terus nanti ada event-event yang lebih.
10:35- Kalau ada banyak event, terus jadi banyak mitap-mitap juga. Jadi full. - Betul.
10:39Satu season itu jadi acara besar, terus mitap kecil-kecil, acara besar, mitap kecil-kecil.
10:46Itu menirankan sih jaman itu sebenarnya.
10:50Kalau meet-up, kalau meet-up di sana memang jalan banget.
10:53Kalau dapet pocoran dari orang sana, katanya seminggu bisa lima hari itu ada meet-up semua.
11:00Setiap hari, setiap hari sampai Jumat itu meet-up, beneran literally ada offline meet-up.
11:05Jadi setelah pandemi ya, kalau dulu lebih parah lagi, lebih parah, lebih banyak lagi.
11:11Bisa ada yang berbarangan gitu. Setiap hari ada meet-up. Setiap malam.
11:21Seru juga ya kalau sekali berangkat ke sana, kayak sebulan semua buat meet-up, networking.
11:27Iya, jadi kalau anak kuliah gitu ya, bingung cari makan, datang aja ke meet-up, dapet pizza gratis.
11:32- Iya juga ya ngobrol-ngobrol. - Iya kan? Pasti dapet belum sih kan?
11:37Cuma mungkin kayak gitu ya. Makanya di sana ada kultur start-upnya tuh kayak semua orang bisa bikin start-up gitu loh.
11:45Yang kayak ketemu orang random di jalan, pada punya start-up semua.
11:50Karena ya pada berburu kayak gitu, makannya makan seadanya, konsumsi meet-up atau apa-apa.
11:56Tapi pergi ke banyak tempat, pitching ide, siapa tahu dapet investor.
12:00Padahal niat mau makan gitu tiba-tiba, "Eh, jualin company kita." Oh boleh. Tiba-tiba ke air aja gitu ya.
12:06Tiba-tiba di atresisi.
12:08- Tiba-tiba di atresisi. - Ini juga ngareng sih, cuma kayaknya seru aja.
12:12Iya, ngomong-ngomong soal itu kayak pitching ide gitu, saya ingat jadi di I/O Connect ini ada satu demo booth.
12:20Cuma nggak sempat foto aja, namanya phone and app.
12:24- Apa tuh? - Phone and app, jadi kayak booth telepon.
12:29Ya kan? Kayak booth telepon gitu. Terus kita angkat teleponnya dan ngomong sama jamanai.
12:36- Oh, oke. - Terus kita kasih ide-nya kita, nanti dia ini, dia kembangkan ide-nya dan jadi app.
12:44- Itu dimana sih yang sampingnya lomba-lomba gambar? - Iya sampingnya ngomong-ngomong sama lomba gambar.
12:51Bukan lomba gambar, itu apa namanya, kayak ada dia suruh gambar misalnya dinosaur, terus kita susun-susun legonya jadi dinosaur.
12:59- Terus dinilai jurinya sama jamanai, vision. - Jurinya jamanai.
13:03- Oh nggak, ada yang lomba gambar juga, ada yang suruh gambar. - Ada gambar ya? Oh, aku nggak lihat yang gambar.
13:08Ada, ya kayak gitu juga. Cuma ada brief-nya jadi kayak misalnya kucing, terus gambar yang nilai jamanai seberapa mirip.
13:17- Oh, nggak, nggak. - Sampingnya ramalan.
13:23- Nggak salah, gua langsung kabur ke web. - Gua malah nggak sempat ngebayang phone and app itu.
13:31Jangan nanti bahas detail aja.
13:33- Mas Abu datang ke Jakarta, berarti ketemu dong kita, melihat saya dan Ivan.
13:41- Dari jauh. - Dan waran. Iya, ditodong jadi panelis, padahal nggak ada topiknya.
13:55- Kan seru. - Padahal datang menonton.
13:59- Iya, padahal datang menonton, udah bayar lagi. Pas lagi ngantri, selalu masuk langsung.
14:06- Bayar bener. - Bayar dong, kan itu pake commitment fee.
14:12- Oh gitu, terus kembali nggak? - Ya nggak lah.
14:18- Bukannya commitment fee. - Kan nggak dateng.
14:22- Hah, kok nggak dateng? Dateng kan? - Kan nggak daftar masuk, kan langsung disuruh masuk lewat jalur belakang, lewat calon.
14:30- Itu dia anggap nggak dateng, jadinya nggak balik. - Ya iyalah, kan nggak absen.
14:35- Mana nggak ngambil nasi kotak lagi. Oh nggak ada ya, nggak ada, peserta nggak dapat ya.
14:44- Kita makan di tempat lain. - Peserta nggak dapat.
14:49- Tapi dapet speaker dinner. - Iya, dapet speaker dinner, nggak juga. Kita dinner sendiri.
14:56- Nah apa pengalamannya di ini nih, pengalaman di Shanghai. - Gimana-gimana, kan kalau tahun lalu kan di Beijing, tahun ini di Shanghai.
15:08Sebenernya sebelum kita ke I/O-nya, bahas kotanya dulu deh, antara Beijing sama Shanghai.
15:17- Ini belum konten acaranya berarti ya? - Iya, belum.
15:20- Eka lebih banyak jalan-jalan. - Shanghai lebih panas, kata Ivan ya.
15:27- Nah nggak tahu karena Shanghai versus Beijingnya, atau pemanasan global ya, atau mungkin time off.
15:34Cuma waktunya sih exactly sama kayak tahun lalu ya, nggak tahu lah, panas, panas banget.
15:41Jadi kayak selama ini kan ngerasa kita tinggal di Indonesia tuh tergelong panas ya, itu nggak ada apa-apanya.
15:49- Nggak ada apa-apanya? - Pas di sana, tuh kayak udah nggak bakal komplain lagi ke panasannya.
15:55Di sana tuh apa ya, jadi kan sebelumnya gue sempat jalan-jalan ke kota lain namanya Hangzhou,
16:02kayak itu naik kereta tuh satu jam lah dari Shanghai, mungkin kayak Jogja Solo kali ya.
16:08- Ya gitu, pokoknya pas keluar... - Jakarta-Bandung sih.
16:12- Gak sih, kayaknya lebih deket. Eh, terus keluar kawannya panas.
16:20Cuma sebetulnya banyak pohon dan lain-lain sih, hijau gitu, terus dari jauh lihat kayak banyak angin.
16:27Kan baru keluar stasiun nih, masih lagi apa, masih teduh, masih ada atapnya,
16:31cuma dari jauh mikir, oh ya udah walaupun panas, tapi banyak angin lah berisi silir, lumayan.
16:40Eh, pas keluar, selain panas, mataharinya panas, anginnya juga panas karena saking awannya panas.
16:47Anginnya anget, tau nggak? Kayak cuci tangan tuh, kalau di toilet cuci tangan, ngeringin tangan dry air kan anginnya besar,
16:57tapi anginnya anget, nah kayak gitu. Udah, jadi sudut rata-ratanya tuh punya 37-38,
17:04tapi kan di weather app biasanya ada tulisannya feels like ya, rasanya seperti berapa,
17:09itu rasanya seperti 42-44.
17:13- Tapi panas dari Surabaya ya? - Oh iya, punya lebih panas dari Indonesia menakut.
17:20Nah, terus pas ada jalan-jalan di semacam, ada danau yang cukup besar banget,
17:29ada danau, terus kayak ada pulau-pulau kecil, agak mirip yang di San Francisco,
17:34Pier itu, tau nggak sih, yang kayak pelabuhan, terus kayak kehubungan pulau kecil-kecil,
17:41nyambung sama situ, ya agak mirip itu, terus lagi jalan, ya jalan iseng, muter-muter,
17:48tempatnya enak sih, bagus, maksudnya, dan besar banget, dan penuh, cuma penuh kemana-mana penuh orang,
17:53karena ya emang di sana banyak orangnya, satu, dan dua, emang itu lagi libur musim panas.
17:58Nah itu selain penuh, jalan, panas, saking panasnya, tiba-tiba jam tangan smartwatch itu ngerestart sendiri,
18:06saking panasnya, tiba-tiba ngerestart, terus ada tulisannya over-heated, restarting, atau semacamnya,
18:14nggak tau, cuma jalan aja, cuma tiba-tiba ini sampai over-heated gitu, ya gitu lah punya panas.
18:20Nah, terus bedanya sama Beijing yang lain apa ya? Subjektif sih, kayaknya,
18:26terus Shanghai itu kayak arsitekturnya lebih apa ya? Pasik kali ya?
18:31Jadi ternyata Shanghai itu, baru tau gara-gara ini juga, jadi googling,
18:36apa, pernah ada kolonial Eropa, atau gimana gitu, jadi style gedung-gedungnya itu Eropa banget sih,
18:44arsitektur gedungnya, kalau Beijing kan kayak cuma gedung-gedung tinggi banget,
18:50sama ya kayak, ya jalanan, ya punya gedung-gedung tinggi, tapi ya style-nya gitu-gitu aja.
18:56Kalau Shanghai itu ada quarter yang punya yang style-nya masih Eropa banget.
19:01Terus apa lagi ya bedanya selain arsitektur, cuaca, kalau yang kesamaannya sih sama-sama ada itu,
19:12transport, public transportnya bagus banget, gampang banget.
19:15- Bagus ya. - Bikable banget di mana-mana ada, itu yang sewaspeda yang murah lah,
19:22dan di mana-mana ada, itu sih sama sih. Terus kayak, apa ya, itu kan kotanya besar,
19:28jadi apa ya, kita di Indonesia tuh, Indonesia itu kan luasnya, kayak apa,
19:34sebenarnya luas, tapi pulau-pulaunya kan kecil kan, dan kita selama ini juga banyak mikir,
19:40ya Java sentrik lah, terpusat di Pulau Jawa, dan terpusat di kota-kota besar di Pulau Jawa,
19:46kalau ngomongin transport public kan. Nah, kalau di sana kan udah luas banget,
19:51itu daratan semua cuy, gila. Jadi Shanghai-nya sendiri itu kan besar banget,
19:55dan apa ya, kayak ada macem-macem. - Ada sungai-sungainya juga tapi.
20:00- Ada sungai, ada apa, ada segala macam. Terus gimana caranya menghubungkan area yang luas banget itu
20:07dengan orang sebanyak itu, aktivitasnya banyak ke berbagai tempat, kayak, nah itu metro sistemnya,
20:14itu software koneksi. - Keren.
20:16- Luar biasa ya. - Iya.
20:18- Dan semua dalam satu app. - Super app.
20:22- Pakai si Ali itu Ali Pay, dan bisa untuk segala mode transportasi,
20:30bisa buat metro, subway, konon bisa buat bus, belum nyoba naik bus sih, cuma bisa.
20:36Bisa buat sepeda, dan ke kota lain, bahkan ke kota lain, ke Hang Chou,
20:41itu kan sebetulnya kayak pemda atau pemkot atau apa lah, pemerintah daerahnya,
20:45itu kan sebenarnya beda ya, terpisah sama Shanghai.
20:48Mereka punya sistem metro sendiri yang lebih kecil, bisa integrate pakai ASIP juga,
20:53pakai satu app juga. Bayangin dong kalau di sini.
20:56- Satu app buat semua, satu man buat semua. Semua QR code.
20:59- Di kota A naik bus harus download app ini, kalau mau naik kereta harus pakai app itu,
21:06kalau pindah kota B naik bus harus pakai app ini, naik kereta harus pakai app itu,
21:12sepeda pakai app itu, kota C, ya kebayang kan kalau di sini ribetnya, kalau di sana beneran seamless sih.
21:18- Chris, Chris nggak bakal. Mereka, nggak bisa, nggak bisa.
21:24Justru mereka yang mau harus, orang yang datang harus ngikutin produknya mereka,
21:31yang mereka bikin. Justru nggak pakai... - QR sih, semua pakai QR sih mereka,
21:36semua pakai QR, tapi bukan Chris. - Ya, yang QR itu di Bangkok,
21:42ya di Bangkok kita pernah coba, bisa. - Ya, kita beli apa itu, beli jus manga ya, Mas Riza?
21:48- Beli minuman ya, minuman. - Ya, minuman manga,
21:50terus pakai QR, tes, eh bisa gitu.
21:54Sama swagnya bagus, Mas Riza, kali ini Mas Riza ngomongin swagnya, itu keren.
21:59Ini saya mau tunjuki nih sesuatu yang keren, ini pakai istri saya nih. Tadi ya.
22:04Apa itu? - Swagnya...
22:09Eh, ya benar ya. - Jacket, kaos, buka.
22:13- Ya, jacket. - Oh, gua remote dulu, gua remote lu.
22:15Mana, mana, mana, ulang, ulang. - Add nggak?
22:17- Nggak, add lagi, dah, dah, dah. - Hello.
22:22- Oh itu jacketnya. Oh, yang hijau. - Nah, menyesuaikan, jadi apa,
22:26ke-refund lokal, apa misalnya nyesuaikan kondisi lokal, jadi itu jacketnya emang jacketnya tipis,
22:31tipis banget. Ya, biar adem nyarep keringat, terus ada itunya, ada hudinya, sama ya itu yang,
22:39apa, tangan bisa masuk, tau kan, jacket buat lari, karena emang itu kebutuhan, kebutuhan.
22:44- Panas banget. - Tapi kalian foto pakai swag itu jadi kayak TNI lho.
22:49- Pernanya hijau begitu. - Ini full-nya, ini full-nya.
22:56Ini full-nya kalau mau lihat. Tuh, full kan. Tuh, tangannya bisa masuk, Google Developer Expert.
23:08- Mantap. - Senang dia pakai jacket ini.
23:11- Iya. - Ketutup semua tuh, sampai semuka-muka.
23:17Terus, ya, kalau dari saya, disana tuh foto-foto, jalan-jalan, makan-makan, shopping-shopping.
23:27- Sama shopping-shopping, semua, dan terakhir tuh 100% cashless.
23:35- Nah, itu tadi berbahas itu sih. - Dari Beijing juga cashless kan?
23:38- Iya. - Dari Beijing juga udah begitu kan?
23:41- Iya, maksudnya confirm di berbagai kota, di kota manapun, emang kayak gitu,
23:46bukan Beijing doang yang ibu kota. Jadi, gue bahkan nggak bawa cash sama sekali.
23:50Tadinya pengen bawa cash, cuma di Money Changer terdekat tuh kayak nggak punya pecahan kecil,
23:55cuma paling kecilnya 100 atau berapa ratus. Terus kayak, "Ah, males, soalnya tahun lalu udah bawa cash."
24:02Malah banyak kan nggak kepake kalau ditukar lagi, kan jadi berkurang kan, rate-rate-jual sama beli lain kan.
24:08Terus akhirnya, ya udahlah, nekat aja nggak bawa cash, beneran nggak kepake sama sekali.
24:14Nggak ada kondisi apapun yang perlu cash. Dan mereka biasanya super multiple itu.
24:22Rata-rata kan kita mau dimajuin pake Qrease, Qrease, banyak sudah pake Qrease,
24:26tapi akhir-akhir ini saya undang-undang banyak nggak mau pake Qrease lagi.
24:30Jadi kalau saya bilang pake Qrease, bisa nggak? Transfer aja deh, saya tanya.
24:34- Iya, menyediakan transfer. - Banyak, banyak masalah.
24:40Kan, Qrease pun belum terintegrasi secara full, karena biasanya nanya-nanya, "Qrease dari bang apa?"
24:45Biasanya kan gitu. Padahal tujuannya kan supaya seamless, kan.
24:50- Ternyata... - Nggak ada masalah bang apapun.
24:52- Oh, katanya... - Kalau bisa.
24:54- Lagi di apro sama BI, masa sih. - Nice, kalau berhasil, ya.
24:58- Kita lihat saja siapa yang menang. - Kalau yang setahun saya, Qrease itu...
25:02Karena kan si Alipay itu ada di Indonesia, kan? Alipay masuk ke Indonesia, kan? Tapi Qrease kan belum, kan?
25:07Tapi nggak bisa dipake bayar, kan, di Indonesia? Memang bisa?
25:10- Oh, nggak tahu. - Oke, sudah.
25:12Namanya Alipay? Masa nggak bisa bayar Alipay?
25:16Nah, dia kan... jadi Alipay-nya sendiri itu menarik sih. Dia kan satu service.
25:21Dia tuh punya kayak jadi mini-app, kayak applet gitu, buka webview di dalam webview.
25:28Banyak banget. Nah, kalau udah sampai situ, Alipay-nya itu berfungsinya jadi kayak SSO gitu lah.
25:34- Jadi kayak out semacam SSO. - Iya, sama payment. SSO sama payment aja.
25:38- Iya. - Iya.
25:40Jadi bisa aja Alipay-nya yang payment via Alipay-nya belum bisa.
25:45Tapi mungkin dia beroperasi sebagai ya itu kayak maklar service-service lain, nggak tahu sih.
25:50Nah, kuncinya sebenarnya di situ, kan? Karena payment itu langsung connect ke kartu kredit, makanya bisa dipakai untuk semua jenis transaksi.
26:00- Misalkan kayak sepeda, bis. - Tapi saya nggak pakai kartu kredit sih, Mas. Saya pakai jenius debit.
26:06- Virtual card boleh. - Iya, virtual card.
26:10- Iya, seisi sal. - Iya, ada pilihannya macem-macem.
26:14Iya, kalau... eh, debit bisa ya? Baru tahu juga.
26:18- Karena kan kalau misalkan kayak naik sepeda gitu kan, kayak Arbo gitu misalkan kreditnya harus gimana tuh? - Oh.
26:25Kalau sepeda beda. Kalau sepeda itu kita... saya ya, saya top up sepedanya itu untuk 7 hari.
26:33- Oh, per kilometer ya? Iya, iya. Oh, per hari. - Oh, itu macam-macam sih. Ada paketnya.
26:37Jadi kayak paket itu, ya itu ada itunya, ada paket-paketnya 7 hari, bayar misalnya berapa, 5 yuan.
26:45Bisa buat maksimalnya 2 jam atau berapa ya, pokoknya ada terms-terms-nya deh.
26:51Enggak, tahun lalu kan sempat ngobrol sama siapa gitu ya. Cuman penasaran aja kayak misalkan sepeda itu.
26:58Orang-orang sepeda nggak dibawa pulang tuh sepedanya, atau nggak dimaling atau gimana gitu kan.
27:04Itu kan konek ke kartu kredit. Semakin jauh kita jalan, semakin habis kartu kreditnya itu yang bikin dia masih aman gitu kan.
27:11Tapi sebenarnya kan bisa juga kalau memang mau usil, nggak usah buka sepedanya, curi aja kan bisa.
27:18Diambil dimasukin ke pick-up itu lebih sempat.
27:22Nah istri saya juga bertanya hal yang sama, ini sepeda, itu bahan sepedanya bagus loh mas, kayak besi itu.
27:28Kalau diketuk-ketuk itu, dan berat. Berat, bagus. Gak ecek-ecek deh, meskipun dia made in China nggak ecek-ecek, Cik.
27:36Nah, satu yang saya bilang, saya baru ngeh setelah jalan-jalan kemana-mana, itu CCTV satu sudut aja bisa 4 CCTV.
27:45Nah baru mau bilang gitu. Sebenarnya kan pakai kartu kredit atau nggak, nggak nge-prevent orang paling sepedanya.
27:52Yang nge-prevent adalah itu, big brother nge-watching.
27:56Itu istri saya bilang, ini kok kayak rasanya nggak ada yang usil gitu, kayak yang orang usil yang berniat jahat,
28:07buang sampah pun nggak ada yang, maksudnya nggak ada yang sembarangan sengaja buang sampah, itu nggak ada.
28:12Terus nggak ada yang berusaha kayak, kayak nawarin-nawarin kita, maksa-maksa gitu, nggak ada gitu.
28:19Atau yang berusaha nyuri, itu kita nggak lihat ada orang yang berusaha nyuri, atau berusaha nyopet, itu nggak ada.
28:25Oh aman, aman banget disana.
28:27Nah, terus saya mulai nyadar, terus kemudian saya bilang, mungkin kalau disini pencuri atau perampok itu,
28:34bisa berhasil melakukan operasi sekali atau maksimal dua kali, setelah itu ilang mereka itu kayaknya.
28:40Karena semua sudut itu ada kamera, mungkin dia berhasil nyuri sekali kan, tapi besoknya orangnya ilang pasti.
28:48Ya nggak, terus kalau kasus kayak sepeda itu kan sebelum bikin akun, itu kan nge-upload identitas dulu.
28:55- Nge-upload identitas. - Iya, justru itu, justru itu makannya.
28:58Sepedanya pasti ada chipnya juga kan, ada trackernya pasti, nah misalnya dia nyolong atau merusak sepeda,
29:04ya gampang banget lah di tracknya di kombinasi dengan data dari CCTV jalanan, kapan terhasil di track, kapan nya buka.
29:11Nah, kalau yang tadi pertanyaan soal Argo tadi, gue juga koneknya ke Virtual Card, Virtual Card Genius juga top up.
29:24- Kalau abis... - Genius bisa buat di payment luar negeri, bisa aman, aman.
29:28Bisa, ke charge nya itu kepotongnya abis selesai, jadi kalau udah selesai,
29:33jadi ternyata nggak auto, kan kirain bakal kepotong otomatis ya, kita kebiasaannya gitu kalau udah masukin kartu kan,
29:41ini nggak jadi kayak totalnya seberapa, kita nge-click pay, ya abis itu baru kepotong.
29:48Kalau misalnya kita cuekin aja, kita nggak pay, ya nggak tahu kalau yang kemarin sih karena jumlahnya kecil banget ya,
29:55kayak cuma 1-2 yuan, konsekuensinya cuma nggak bisa unlock, selanjutnya pas mau pake lagi, ya nggak bisa, suruh bayar dulu.
30:04Sama kalau naik kereta, naik metro juga gitu, kalau belum di pay, jadi nggak bisa naik kereta lagi.
30:11Nah, pertanyaannya kalau naik kereta muter-muter sampai billing-nya puluhan yuan atau naik sepeda,
30:17berhari-hari sampai feeling-nya ekstrim, itu apa yang terjadi ya nggak tahu sih. Cuma ya pasti udah gitu.
30:24Coba dong tahun depan, coba tahun depan.
30:27Sekaligus mau sharing tips buat teman-teman, kalau misalnya mau keluar negeri, mau jalan-jalan atau ada urusan,
30:46saya kalau keluar negeri, sebisa mungkin menghindari menggunakan credit card, sebisa mungkin.
30:54Pertama, saya pakainya jenius, bukan lagi promo jenius, tapi karena di jenius itu kan bisa ada ini ya,
31:02bisa ada, bisa create account currency asing, ya kan, dan bisa di link ke main card-nya.
31:12Jadi, bisa rupiah, saya punya rupiah, Hong Kong, Chinese Yuan, Singapura dollar, US dollar,
31:19saya bisa create berbagai macam currency account.
31:22Nah, kedua, kalau misalnya kita beli currency-nya saat di jam apa, maksudnya currency conversion-nya si jenius itu,
31:34menurut saya masih yang terbaik, compared daripada bank lainnya.
31:40Jadi, kalau kita mau beli, jadi spread-nya mereka itu antara jual dan beli, kecil dibanding sama bank lain.
31:47Jadi, saya tuh suka tuker dari rupiah, misalnya ke Chinese Yuan, itu sudah saya budget-in.
31:55Oke, sekiranya kalau lagi di sana, saya udah hitung-hitung tuh kalau makan sekian, kalau ini sekian, itu sekian.
32:01Saya sudah transfer dan convert dulu ke Chinese Yuan, ya kan? Baru saya umumkan M card-nya.
32:11Nah, jadi kalau dengan teknik seperti ini, saya bisa pastikan, misalnya, oke, kalau saya pakai belanja,
32:22itu jadi terlimit, karena sudah saya bayar duluan.
32:26Jadi, kalau saldo-nya habis, ya sebentar lah, gitu ya, sudah, berarti budget-nya sudah habis.
32:31- Ketimbang saya pakai credit. - Jadi itu untuk keperluan budgeting-nya?
32:34Budgeting, iya, terus kemudian kalau misalnya kita pakai...
32:37Nah, terus tilang tukarnya sama standar FUSA atau Mastercard masih lebih bagus sih, itu berarti?
32:43Iya, bedanya kalau saya pakai misalnya card-to-credit,
32:46itu nanti spread-nya diambil oleh card-to-credit itu jadi lebih tinggi daripada kalau saya tuker duluan pakai jenius.
32:55Contohnya, satu Chinese Yuan ke rupiah itu di Rp2.260 saat saya beli.
33:05Bisa jadi kalau misalnya saya pakai card-to-credit, kita kan nggak bisa lihat berapa duitnya dikonversi sampai besoknya.
33:13- Sampai charge-nya masuk kan? - Iya, karena di card-to-credit-nya kan di aplikasi belum kelihatan,
33:19besoknya baru kelihatan setelah disetel biasanya.
33:21Ya lagian card-to-credit kan pas transaksi emang nggak bisa langsung ketahuan berapa kan karena belum di-charge kan, itu kayak pending gitu kan.
33:29Betul, jadi saya besoknya baru lihat ya ampun, dia bisa Rp2.300-an.
33:34Jadi bisa mengambil lebih tinggi currency conversion-nya.
33:40Ya kalau misalnya cuma belanjanya Rp100 Yuan-nya nggak sakit, tapi kalau sudah sampai Rp1.000, ya lumayan kan?
33:45Meskipun selisih Rp100, kalau kali Rp1.000, sudah Rp100.000 selisih hanya dari konversi.
33:54Jadi plus minimalisir dua hal, yang belanjanya jadi nggak karuan, contohnya asal gesek ya kan.
34:08Karena bedanya kalau kita melihat harga, itu disana itu cuma Rp20.000-an, Rp50.000 dibanding dengan kalau kita lihat Rp50.000, Rp100.000.
34:20Kan sakit ya kalau belanja Rp100.000 gitu ya, wah mahal amat.
34:23Kalo sedangkan disana Rp100.000 itu setara dengan Rp40.000, Rp40.000 misalnya.
34:29Kan angkanya lebih kecil secara visualisasi dan psikologi.
34:37Kita melihat Rp40.000, ih kecil ah cuma Rp40.000 dibanding lihat harga Rp100.000.
34:42Enggak, ini langsung dikali, ini murni karena Ivan kemarin bawa istri, gue aja.
34:52Kalo dulu mah enggak pake kartu kredit, biasa waktu sama kita-kita.
34:56Pake Jenius, wah. - Ah enggak, waktu Chris di Bangkok juga enggak, itu kan pake langsung aplikasi banknya kan.
35:08- Itu kita ngetes, ih coba pake, tapi ya bisa juga sih. - Nggak bisa kan, ada satu bank nggak bisa kan.
35:14- Iya waktu itu kita satu bisa ya kalau nggak salah pake BCA, BCA nggak bisa, CMB bisa, CMB bisa.
35:22Itu karena pengen belanja aja, karena memang ada niat belanja.
35:28- Kedua, jadi keren kalau misalnya saldo-nya habis, ya sudah berarti udah habis budget, jangan ditambah terus.
35:36- Nggak ko, ini murni Ivan aja, kalo saya mah udah siap converter di handphone, jadi begitu ngeliat Rp40.000 udah dikali berapa gitu, udah pasti.
35:46Nggak, nggak bakal ketipu. Tapi memang ada faktor itu sih, ada faktor itu.
35:51- Biasanya kita bulat kita kan. - Waktu kita ke US, dulu ingat nggak kita ke US?
35:55Semuanya 1 dollar, 2 dollar, 2,9 kan enak, tap-tap-tap, semuanya di-guessing aja.
36:03- Udah gitu nih, malah kita tuh, dollar itu masih 1 dollar 10 ribu, jadi kita ngitung 10 ribu, padahal 15 ribu gitu, nggak.
36:09- Kalau 15 gitu 15 ribuan. - Iya 15 ribuan gitu kan, iya sih memang.
36:15Cuman nggak segitunya sih, nggak segitunya.
36:20- Nah ini, eka nyobain dimsum nggak? - Oh nyobain dong, segala makanan yang bisa dimakan.
36:27Ternyata dimsum ada yang selain ada yang asin, ada yang manis, isinya kayak kacang merah gitu.
36:32- Nggak tau apa ya, red bean kalo di translate gitu. - Red bean.
36:38Oh kalo dimsum kita pernah liat, tapi nggak nyoba ya, kita pernah liat tahun lalu di Hongkong ya, dimsum apa waktu itu?
36:50- Dimsum apa somai ya, siomai ya, siomai. - Oh kita lihat bareng yang disebrangnya tempat kita ngopi ya.
36:59- Iya disebrangnya tempat ngopi, iya. - Kalau yang di Shanghai kemarin, dimsumnya kecil-kecil gitu, kecil-kecil banget.
37:05Terus kayak apa, dilipetnya kayak ada motif-motif, bentuk pattern-nya lucu-lucu gitu lah.
37:14Oke, foto-foto, jalan-jalan, makan-makan, shopping-shopping, cashless-cashless, AI-AI, AI ini apa?
37:22- AI-AI. - Nah itu akhirnya kalo topiknya adalah semua akan menjadi AI.
37:29- Saya coba cari food. - Topiknya disini ya? Eh mana dia?
37:35- Bentar, ini ya? - Iya disitu ada, coba diliat dulu.
37:38- Yang web ya? - Topik web dikit banget.
37:42- Was new in Chrome, extension. - Oh, spri saya ilang.
37:50- Ilang ya, extension, terus nano, DevTool, AI, oke lah masih ada yang lain gitu.
38:01AI-nya cuma berapa gitu, satu, dua, tiga, dua doang. Yang lainnya kan bukan AI, oke lah.
38:10- Nonton semua ini, nonton semua? - Enggak.
38:15- Temen-temen bisa nonton loh. - Bisa didekon kan?
38:21Bisa, ada YouTube-nya, jadi kalo temen-temen mau nonton, ini bahasa apa?
38:26- Inggris. - Kasi Inggris kalo keynote-nya.
38:31- Ada dua ya? - Nah, terus ini yang sama kayak tahun lalu sih, yang menarik.
38:40Menariknya menarik sih. Kalo keynote-nya yang oleh Googler itu kan hampir semua bahasa Inggris.
38:48Tapi ada beberapa workshop yang bahasa Cina. Cuma kalo web tahun ini tuh malah gak ada workshop sama sekali sih.
38:56- Gak ada workshop ya? - Kita kebal dari masalah itu, cuma ya isunya masih sama.
39:02Jadi kayak disana tuh secara dari segi bahasa tuh kayak apa ya, lawan kata inklusif apa tuh?
39:09- Exclusive. - Exclusive.
39:11Secara bahasa mereka terbiasa, secara kultur terbiasa harus pake bahasa mereka.
39:16Jadi walaupun yang present adalah Googler dari luar China, presentnya pake bahasa Inggris,
39:24slide-nya tetap pake bahasa sana, pake bahasa Madarin.
39:28Nah, terus kalo untuk talk, oh ada sih ada talk yang case study itu.
39:34Yang case study gue sama Ivan salah pasang channel penerjemah.
39:40Ada talk case study yang speakernya orang lokal, yaudah full in Chinese.
39:46Nah, ada interpeneternya, nah ini kegoblokan kita berdua, kita udah dengerin.
39:54Karena sebelumnya session yang di stage satunya itu pake channel, kan ada channel-channelnya 1234.
40:02Nah, channel Inggrisnya tuh nomor 2, nah terus pas pindah stage kita pasang lagi, oh nomor 2 nih.
40:09Cuma kok kayaknya setelah bermenit-menit, dan itu emang abis makan atau apa gitu.
40:14Jadi kita agak beku sih sambil ngantuk-ngantuk gitu, udah ngantuk,
40:18yang di depan ngomong dan present slide-nya pake bahasa yang kita gak ngerti.
40:23Itu kan walaupun ada terjemahan, tetep aja kan harus kita pasti mencermah apa yang di depan kita kan.
40:29Jadi kita sambil nonton, sambil dengerin, cuma kok gak nyambung, cuma apa emang begini, apa delay.
40:37Setelah beberapa menit baru Ivan yang nyadar, salah channel tau harusnya 4 OI ya.
40:44- Jadi itu channel apa? Channel 2? - Nah, panggung satunya, panggung satunya.
40:49- Ya beda panggung. - Oh, tapi bahasa Inggris juga.
40:52Iya kan itu sesinya kayak sama-sama ke study, sama-sama ke study, cuma kalau yang kita datengin kan yang web.
40:59- Beda judul ya, beda topik ya. - Betul lah, flat atau android atau apa.
41:03Ya sama ke study juga, ada, maksudnya ada speaker, ada speakernya dari industri,
41:09jadi dari Alibaba atau dari yang perusahaannya, yang bikin Alibaba itu, sama ke study juga.
41:19Nah, itu kita dengerin kok, kayak gak nyambung, terjemahan bahasa Inggrisnya sama orangnya kok.
41:25- Nggak kayaknya gak nyambung, nah ternyata. - Tapi masih sama gak sih antara yang waktu tahun lalu,
41:30apa, pengalaman tahun lalu kan pas present, terus kita dengerin terjemahannya,
41:36itu terjemahannya agak delay, jadi kita agak mikir dulu kan, ngeliat yang ini udah next leg dia masih ngomong gitu kan.
41:42- Masih juga, sama aja gitu juga ya. - Iya, maksudnya ada delay ya.
41:45Kadang ngerasa banget, kadang gak, nah itu, makanya pas gak nyambung itu cuma asumsi apa karena delay.
41:51Tapi kok makin lama makin gak jelas, terus sampe ngatuk-ngantuk pas serah gitu ya.
41:56- Oke, gak ada workshop ya, sayangnya ya. - Ada, ada, ada.
42:02- Penal-penal gitu? - Ada workshop, beda ruangan.
42:06- Tapi cuma buat cloud. - Iya, iya, maksudnya web.
42:10- Gak ada workshop yang kita, yang gak ada yang kayak kita tahun lalu sama Mas Adam itu gak ada.
42:14- Gak ada, Mas Adamnya udah gak ada sih. - Kayak tahun lalu, maksudnya gak ada yang gantiin, sayangnya.
42:20- Gak, terus kalau yang panel, diskusi panel yang waktu itu ada Jiseline, ada, siapa? - Ada, ada ya.
42:26- Oh ada, kita lagi. - Ada Thomas, ada Thomas dan Thomas, Thomas Steiner, terus kemudian.
42:34- Ada Jason Mayer, siapa lagi? - Enggak, enggak, enggak, enggak.
42:38- Kok Mayer? - Dia khusus kayak, kayak khusus yang.
42:42- Khusus web AI. - Web AI, jadi.
42:46Iya, Thomas Steiner, ada yang PM-nya untuk Jemenai Dano, gak salah ya, atau di web.
42:57Ada 2 orang deh, 3 orang mereka ngobrolin soal web.
43:03- Eka nanya tuh, interoperability. - Iya dong, karena emang, emang belum dibahas.
43:09Iya, interoperability dan kemungkinan menggunakan custom model yang lain.
43:16Itu pertanyaan tipik panifan, jadi panelnya ya tetap aja sih, walaupun web.
43:22- Ujung-ujungnya AI juga fokus tadi, apa Jemenai Nano yang built in di Chrome. - Ini ada, ini ada orangnya, ini fotonya gue tunjukin.
43:33- Oh, ada fotonya. - Fotonya. Tadinya Eka mau naik juga tuh ke.
43:39- Naik dong. - Enggak, enggak, enggak.
43:41- Naik ke panggung. - Apa ini?
43:42- Naik ke panggung. Kan biar seru Eka. - Nanti perpindakan anarkis.
43:47Eh, salah. Di Tanah Anarki dong. Eh, sunset di Tanah Anarki.
43:53- Nah ini, jadi si Thomas Steiner. - Thomas.
43:58Someone, ini Googler juga pinter juga, ini siapa ya?
44:03- Dia pinter juga. - Ini Warlock, Warlock.
44:06Maksudnya, iya Warlock, tapi dia ada bawa ini juga tau, ada bawa Sesi juga.
44:12- Dia bahasa Inggris, tapi ngomongnya. - Bahasa Inggris.
44:15- Pertanyaannya bahasa Inggris. - Bahasa Inggris semua kok.
44:17- Maksudnya dia pintar. Maksudnya pintar menjelaskan, membawakan suatu topik dengan mudah dimengerti. Nah itu maksud saya pintar.
44:28Kalau pintar sih, semuanya pintar. Cuma kan ada, kayak saya kan, susah menjelaskan.
44:35Nah, kalau dia tuh, penjelasan dia menarik sekali. Bahkan, kalau dia menjelaskan.
44:40- Emang sebagai Defrel kan kelebihan di situ kan? - Iya, saat dia menjelaskan saya bisa kayak nyimak
44:45dan terhook gitu ya, untuk mengetahui lebih.
44:50Wah, pengen pake. Wah, ini cocok buat use case ini, kayak meng-engage audience.
44:55- Iya. - Itu butuh skill tersendiri.
44:58Di Chrome, ini hanya khusus Chrome ya. Hanya khusus Chrome 138 selanjutnya, akan ada namanya Prom API.
45:07Terus kemudian, Summarizer API, Writer API, Rewriter API.
45:12Nah, teman-teman silahkan screenshot ini, cari tahu sendiri.
45:16- Ya tinggal di Googling aja itu. - Atau nanti kita akan bahas...
45:21Ya nanti kita bikin episode ini lah. Satu kotak, satu episode, lumayan kan?
45:27Nggak lah, semuanya bisa. Semuanya bisa satu episode.
45:30Nah, bisa pakai. Namun API ini high-level API yang akan connect ke model yang sudah dibawa.
45:38Dari Chrome, yaitu jamannya Nando yang built-in, di dalam Chrome, tanpa internet connection.
45:46Nah, terus karena ini kan idealnya, maksudnya kalau dari perspektif idealisnya,
45:53ini ditulis sebagai spesifikasi, sebagai web standard.
45:57Nah, pertanyaan gue pas kemarin ya tentang ini juga.
46:01Jadi kalau idealnya, maksudnya konsep sebagai web standard itu kan produk agnostik ya.
46:09Jadi misalnya nih, misal Edge, ya Edge jelas nggak pengen pakai Jemunai Nano ya.
46:15Cuma misalnya mereka pengen ngembangin built-in AI sendiri, atau mungkin Safari pengen punya,
46:25pengen include AI sendiri di browser mereka.
46:29Harusnya API-API tadi itu bisa dipakai juga di browser-browser lain,
46:35kalau memang didesainnya sebagai web standard.
46:39Nah, cuma sejauh ini, kan sebetulnya tahun lalu juga gue udah tahu tentang ini ya.
46:45Jadi kayak sejauh ini tuh perkembangannya sebagai web standard masih belum masuk working draft W3C.
46:52Dulu kan kita pernah bahas juga ya step-stepnya untuk bisa approve sebagai web standard,
46:58rekomendasi, dan lain-lain. Nah, ini tuh kayak masih step B yang namanya kayak review TAG tuh apa ya?
47:05Technical, bla-bla-bla, guidance. Nah, gue iseng nanyain tentang itu.
47:10Tahu sih bakal dapet jawaban yang diplomatis, tapi ya emang jawabannya Pak Thomas bagus kok.
47:16Jadi emang mereka ya menginpolk banget Safari, terutama yang CS-an.
47:21Maksudnya kalau Firefox agak sulit ya kalau untuk hal-hal yang gini.
47:24Mereka nggak terlalu punya, ya nggak terlalu tertarik lah buat kayak gini.
47:29Cuma sama Safari ya ada progress lah buat diskusi dan ngelibatin apa gitu.
47:35Apanya apa, strateginya Chrome adalah reach out ke lingkup yang lebih luas
47:41terkait mempropos memajukan API-API ini sebagai web standard.
47:48Ya tetap aja alok-aloknya surem sih, cuma ya udahlah minimal nggak kaya browser world jaman dulu
47:54yang masing-masing browser yang bikin fitur proprietary sendiri yang nggak nyambung sama sekali
48:01dan nanti browser lain bikin fitur kayak gitu, tapi API-nya sintaksnya beda lagi.
48:06Nah, maksudnya kemungkinan nggak bakal terulang hal-hal yang kayak gitu.
48:10Cuma kalau untuk dalam waktu dekat ini yang bisa API-API itu tadi ya, paling tetap cuma Google Chrome doang.
48:19Kemungkinan sih bakal kejadian seperti itu sih.
48:23Malah kalau prediksi saya ya, karena yang kita udah sempet diskusi beberapa waktu yang lalu juga,
48:30ini browser sekarang coba masukin AI, Chrome malah masukinnya ke low level kan, kalau ada Brave itu ada AI-nya.
48:44Edge ada, Microsoft Edge juga ada, Copilot, terus, apa lagi?
48:51Arc juga ada.
48:52Ya, Arc juga udah ada, terus abis itu dia bikin browser baru namanya Dia, itu juga isinya seperti itu ada AI-nya.
48:59Perflexity bikin juga, jadi browser masukin AI, perusahaan yang bikin AI mau bikin browser.
49:08Open AI, cloud, antropik dan lain-lain itu mereka bakal bikin.
49:15Nah, makanya yang di-propos sama si Chrome itu API-nya mas, high level API-nya.
49:23Kalau brosernya ada AI-nya sih ya terserah sih, kalau itu gimana lagi ya. Di luar konteksnya web developer,
49:32maksudnya kita kan nggak bisa nulis kode apapun untuk mempengaruhi cara jalannya si browser Dia,
49:38atau perflexity dan lain-lain kan, bukan kita yang nulis kodenya.
49:43Iya, ngerti. Jadi, walaupun sebenarnya kayak Brave, terus misalkan Dia browser, terus apa lagi yang lain-lain itu kan,
49:52basic-nya kan Chromium-based juga kan sebenarnya kan.
49:58Tapi mereka udah memasukkan AI-nya sendiri, mungkin tanpa menggunakan SDK-nya yang disediakan oleh Chrome atau Chromium.
50:08Jadi sifatnya si AI yang dibawa oleh perflexity atau AR, itu adalah AI untuk di browser-nya.
50:17Jadi misalnya kita visit konten, terus pakai kayak di AR itu kita bisa, oke kita bisa blog, text, dan minta di-summarize.
50:27Itu di browser, itu adalah bawaan browser, feature browser-nya.
50:33- Kayak CGPT tapi di extension lah gitu lah ya. - Iya betul.
50:38Yang similar kayak, kalau kayak saya bilang feature browser, berarti kayaknya misalnya, oke ganti tema, itu kan bawa, itu adalah feature browser gitu ya.
50:47Dia gak bisa diotak-otak sama web developer di level down kan?
50:52Iya, di level down kita gak bisa ngapa-ngapain gitu, kita gak bisa pakai.
50:55Jadi kalau misalnya kita bikin web application, ya itu bukan, itu di luar kendali kita sebagai web dev.
51:04Sedangkan yang dibikin sama Chrome adalah API untuk konek ke model yang bawaan si browser, high-level API.
51:12Saat ini masih text doang, masih text.
51:16Cuma image kemarin di web API, sorry, di Chrome API itu sudah bisa menggunakan image untuk, apa namanya, untuk detect image-nya.
51:30Bisa, terakhir untuk multimodal, kayaknya masih belum bisa ya, kayak video.
51:35Belum bisa, banyak yang tanya kan tuh, serta lain banyak yang tanya, karena kan use case yang paling umum kan, text to speech kan.
51:42Dan di acknowledge juga sama Pak Thomas sama siapa itu yang lain lagi di stage, emang banyak input kayak misalnya banyak yang request untuk integrasi dengan web speech API ya.
51:53Karena emang itu logical, kayak itu logical connection-nya kan, buat orang voice command kan, apalagi voice kan agak sensitif kalau harus dikirim ke server eksternal,
52:04belum lagi latensinya, nah sayangnya itu belum, belum concrete.
52:09Terus Eka nanya, kalau kita mau pakai custom model lain, bisa gak? Belum bisa.
52:14Sayangnya gak bisa.
52:15Gak ada, gak ada plan ke arah sana, cuma katanya kalau ada.
52:20All back-nya adalah pakai library yang...
52:23Bukan, dia bilang kalau ada case-nya, kita bisa berikan case-nya dan justify kita butuh custom model yang lain, ya open aja isu buat di, kalau banyak yang mau, ya baru mereka dengerin.
52:38Ya kan salah satu tujuan IO connect ini ya itu apa, membuka input developer, walaupun ya gak tahu di mana yang bakal di prioritasin.
52:50Tapi kalau untuk sekarang, skenario fullback-nya misalnya kita ngerasa demenai nano yang bawaan di built-in Chrome itu kan terbatas ya, gak pinter-pinter amat.
53:01Maksudnya itu dia kan dilatih khusus buat tugas-tugas text yang kayak translate, summarize, kalau buat Chrome udah nyoba sendiri ya gak pinter-pinter amat sih.
53:12Nah kalau kita pengen misalnya pakai JMA atau apa lah open access model lainnya yang lebih pinter, itu disarankan untuk sekarang pakai library in browser udah banyak kan.
53:26Kayak apa media pipe task, nah itu jalannya di web GPU, pakainya wasm yang dulu pernah kita bahas.
53:34Nah maksudnya solusi immediate-nya kalau misalnya kita butuh use case, butuh kemampuan modelnya, ya cuma ya itu setiap origin masing-masing website nih, example.com, ya harus ngedownload model sendiri.
53:50Nah kalau misalnya ada website lain harus ngedownload lagi, ya cuma kalau mengutamakan kepinteran atau kita pengen nge-custom model, local modelnya ya solusinya baru itu untuk di web.
54:03Hmm oke, apa lagi yang menarik, ada lagi yang menarik?
54:09Apa ya?
54:13Swag.
54:17Swag? Udah tadi?
54:19Dapat tas juga tau gak sih, dapet tas, dapet tas.
54:21Tasnya juga bagus.
54:23Iya tasnya juga bagus, kita lagi bikin FOMO Mas Riza nih ceritanya.
54:27Oh gitu, bukan FOMO penonton ya.
54:31Apa lagi ya?
54:37Apa ya butuhnya sih seru-seru, cuma gak sebanyak tahun lalu ya kayaknya sebetulnya.
54:41Iya, terus lebih hari kedua nya lebih singkat deh gak sampai habis, kayaknya jam 4 udah kelar.
54:49Eventnya gak terlalu banyak, dan hari kedua gak ada event web sama sekali, jadi kita aktivitas.
54:57Ya selain sore kabur jalan-jalan, kalau pagi sama siangnya ya muter-muter di boot aja ngobrol-ngobrol sama yang jaga boot.
55:05Dan itu sih justru kalau menurut gue salah satu highlight-nya ya, karena sebetulnya kan kalau keynote speech sama yang talk-talk yang major itu.
55:17Itu kan kontennya kurang lebih mirip sama konten IO yang bisa kita lihat juga di YouTube kan.
55:23Tapi kalau kayak panel tadi, sama kalau misalnya ngider boot, terus ngobrol-ngobrol langsung sama orang-orang yang mengembangkan fiturnya.
55:33Nah itu sih yang poin menariknya.
55:37Oke. Terus ada ini gak, kayak kemarin itu yang tahun lalu kan ada tour kan, yang naik bis kita lari-lari.
55:47Ada, ada.
55:49Tapi gak ikut, gak pada ikut, atau gimana?
55:51Ikut, ikut.
55:53Eka sudah duluan kedepannya kan.
55:55Iya.
55:57Apa itu kedepan?
55:59Ada daerah satu kayak, apa ya?
56:03Ya, satu area itu tulisannya The T H A E.
56:09B-U-N-C.
56:11Dari kata, dari bunda.
56:13Tapi B-U-N-D aja gitu, bun.
56:15Deban.
56:17Jadi area itu.
56:19Sungai, apa ya itu?
56:21Ya pokoknya bagus lah.
56:23Gak deskriptif ya.
56:25Ya pokoknya bagus lah.
56:29Kalau di Beijing kan kita lihat itu kan.
56:31Lihat apa? Lihat stadion olimpiada kan.
56:35Kalau ini berdiri.
56:37Jadi kalau di sini saya pinggir sungai.
56:39Kayak pinggir.
56:41Jadi itu pinggir sungai.
56:43Sama ada jembatan.
56:45Sama bun itu ternyata bahasa Inggris.
56:47Kayak apa ya? Semacam kebendungan.
56:51Yang pokoknya yang nahan air sungai gitu lah.
56:55Bendungan.
56:57Gak bendungan sih.
56:59Kayak tembok.
57:01Kok tembok sih?
57:03Nah bentar googling sendiri deh.
57:05Artiban. B-U-N-D.
57:07Embankment or causeway.
57:09A wall or bank of earth or stone.
57:17To prevent a river flooding an area.
57:21Ya bendungan.
57:23Ya gitu lah.
57:25Kayak tinggi biar kalau sunganya meluap ya gak kebanjiran.
57:29Nah cuma intinya itu kolonial banget.
57:31Sama kayak tour guide-nya tuh ngasih kayak sejarah-sejarah.
57:35Kayak hotel-hotel itu dulunya apa.
57:37Kayak sejarah-sejarah.
57:39Kerajaan dan lain-lain.
57:41Itu bagus banget.
57:43Oh kalian kayak kebendungan Hilir gitu ya?
57:45Kebendungan Hilir.
57:47Ben Hill. Ben Hill.
57:51Tingkat estetikanya 1.000 juta kali lipat.
57:55Oke.
57:57Kan biasanya ya seperti tahun-tahun lalu kan.
58:03Habis I/O Connect biasanya ada GDI Summit.
58:05Nggak boleh ya? Nggak boleh share. NDA ya?
58:07Oh iya.
58:09GDI Summit ya gak usah share kontennya.
58:11Cuma maksudnya aktivitas di hari ketiga itu jadi summit.
58:15Seharian dari pagi sampai sore.
58:19Yang pertama, opening tentang overview tentang program GDI.
58:23Terus kayak ada sekarang ada berapa banyak GDI.
58:27Dan random say aja jadi tahu apa bidang-bidang GDI itu.
58:31Ada yang kita nggak expect kita loh.
58:33Ada GDI di Google Maps.
58:35Dua orang.
58:37Oh ya? Tapi ada orangnya?
58:39Oh berantah.
58:41Yang kedua nggak tahu. Cuma yang satu ada.
58:43Dan ngobrol sama dia pas breakfast.
58:45GDI di Google Maps kita aja yang web ngerasa.
58:49Oh kontennya mungkin deket nih kali ini.
58:51Mereka itu apa? Google Map API?
58:55SDK-nya? Atau apa?
58:57Ya apanya Google Maps.
58:59Service-nya juga kali ya.
59:01Dan dia malah sekarang kerjaannya apa sih?
59:03Ngobrol sama mas lupa namanya GDI di Maps itu.
59:07Sekarang kerjaannya ya nggak pakai Google Maps juga sih.
59:11Pakainya cloud.
59:13Kan di Cina di block kan Google Maps?
59:17Oh nggak dia bukan dari Cina deretan tepatnya.
59:21Dari Hongkong atau Taiwan apa pun ya.
59:25Sempat yang Google nggak di block.
59:27Kalau nanya ke dia,
59:29"Saya mau makan di sini,
59:31saya harus lihat mana dia bisa jawab nggak?"
59:33Kan expert di Google Maps.
59:35Tapi nggak bisa. Google Maps di China nggak bisa.
59:39Nggak bisa ya?
59:41Nggak bisa.
59:43Pokoknya kalau aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan,
59:45bahkan sampai Gmail aja itu nggak bisa.
59:49Jadi harus pakai VPN.
59:51WhatsApp aja nggak bisa.
59:53Eh WhatsApp bisa ya?
59:55Enggak. Kamu roaming.
59:59Kalau pakai Wi-Fi Hotel coba deh.
1:00:05Atau pakai SIM card China, nggak bisa.
1:00:11Apple Maps bisa ya?
1:00:13Apple Maps bisa.
1:00:15Cuma lebih akurat A-Map.
1:00:19Bisa.
1:00:21Jadi pokoknya di sana tuh kayak punya dunia sendiri lah.
1:00:23Iya YouTube nggak ada.
1:00:25Terus pokoknya ada aplikasi yang sama.
1:00:29Facebook misalnya pakenya red-null, dijelasin sama guide-nya pas jalan-jalan.
1:00:35Jadi kayak ada bagian jembatan yang viral banget.
1:00:37Semua orang foto-foto di situ sampai sulit jalan.
1:00:39Karena viral di sosmed mereka.
1:00:43Sosmed ada sendiri buat jual beli.
1:00:45Maksudnya buat pembayaran transaksi pengansial ada sendiri.
1:00:49Terus buat komunikasi ada sendiri.
1:00:51Pake WeChat yang kayak beneran kepisah dari rest of Asia.
1:00:57Nggak ada tuh Amazon gitu nggak ada ya.
1:00:59Pakainya Taobao.
1:01:01Kalau YouTube bilibili.
1:01:07Iya bilibili.
1:01:09Itu tadi GDI Summit.
1:01:11Yang pertama opening-nya overview tentang program GDI.
1:01:15Terus biasa bisa ngasih feedback atau pertanyaan.
1:01:17Kadang tanya-tanya juga pada yang aneh-aneh.
1:01:21Ada itu nggak?
1:01:23Ada roundtable ada ya?
1:01:25Roundtable ada.
1:01:27Ada dan itu bagian yang paling fun.
1:01:29Seru.
1:01:31Lebih seru tahun lalu apa gimana?
1:01:33Bukan nggak seru sih.
1:01:35Karena alokasi waktunya tuh singkat.
1:01:37Padahal yang paling kayak yang paling meaningful lah.
1:01:41Yang paling seru ya.
1:01:43Yang paling daging kan itu karena udah spesifik ya.
1:01:45Google-ernya juga yang emang ngerjain in charge of web features.
1:01:51GDI-nya, expert-nya juga punya banyak input.
1:01:57Dan diskusinya seru.
1:01:59Maksudnya beneran menyenangin.
1:02:01Cuma karena timekeeping kayak cuma alokasi waktu satu jam.
1:02:05Itu kayak diburu-buru banget.
1:02:07Ya, maksudnya bukan salahnya yang nge-buru-buru juga sih.
1:02:11Cuma karena emang kontennya banyak.
1:02:15Karena kontennya banyak, yang pengen dibahas banyak.
1:02:17Dan sebetulnya juga para Google-ers.
1:02:19Ya, Google-ers-nya pengen tahu.
1:02:23Harusnya roundtable-nya di hari kedua I/O Connect aja.
1:02:27Karena udah nggak ada kan.
1:02:29Jadi lebih panjang.
1:02:31Jadi summit-nya hari ketiga.
1:02:33Kan Google-ernya juga ada tugas lain.
1:02:35Iya, jaga bud.
1:02:37Terus apa lagi abis roundtable?
1:02:41Ada lagi yang menarik nggak? Sesi apa?
1:02:43Udah sih.
1:02:45Makan-makan?
1:02:47Ada yang ini nggak?
1:02:49Ada yang presentasi dari perwakilan GDI?
1:02:51Oh, ada, ada, ada.
1:02:53Tahun lalu kan ada dua ya, kalau nggak salah ya.
1:02:55Ada banyak tuh.
1:02:57Xiangyi.
1:02:59Yang tahun lalu.
1:03:01Tahun lalu Xiangyi.
1:03:03Tahun lalu banyak juga.
1:03:05Terus yang dua kalau nggak salah dari Cina kan.
1:03:07Dari Tuan Duma.
1:03:09Mas AI.
1:03:11AI siapa? Mas Sam.
1:03:13Ya gitu, tahun lalu.
1:03:15Lihat-lihat atau lima kan.
1:03:17Oh, dia jadi itu juga.
1:03:19Talk juga ya.
1:03:21Tahun ini nggak? Tahun lalu ya?
1:03:23Oh, tahun lalu ya.
1:03:25Tahun ini siapa yang dari GDI?
1:03:27Tahun ini itu...
1:03:29Nggak kenal.
1:03:31Lagi ngantuk gitu nggak perhatian.
1:03:33Ada banyak cewek-cewek dari Hongkong.
1:03:35Namanya siapa ya?
1:03:37Masukannya gimana Hongkongnya dari GDI?
1:03:39Lightning Talk.
1:03:41Yang GDI yang talk.
1:03:43Banyak.
1:03:45Iya, iya. Dibahasih siapa.
1:03:47Siapa siapa? Ada yang kita kenal nggak?
1:03:49Ada empat atau lima gitu?
1:03:51Yang kita kenal aja. Yang disirkel kita.
1:03:53Dari SEA lah.
1:03:55Dari SEA. Nggak ada ya SEA.
1:03:57Ada sih dari SEA. Dari Malaysia.
1:03:59Satu. Cuma yang...
1:04:01Kalau nggak salah dia GDI Cloud deh.
1:04:03Kalau nggak salah.
1:04:05Oh iya. Yang dari Malaysia.
1:04:07Nah, Mas.
1:04:09Mas Ajo. Itu pas...
1:04:11Gue lagi check out juga. Lagi ngambil koper.
1:04:13Nah.
1:04:15Terus ada cewek dari Hongkong.
1:04:17GDI dari Hongkong.
1:04:19Itu tentang
1:04:21apa ya?
1:04:23Pake AI untuk...
1:04:25Apa?
1:04:27Kayak meng-improve workflow gitu loh.
1:04:29Jadi kalau contoh use case yang
1:04:31gue inget adalah dia pakai
1:04:33Vertex AI.
1:04:35Buat
1:04:37masukin semua
1:04:39dokumentasi kayak
1:04:41semacam
1:04:43rec gitu lah.
1:04:45Masukin dokumentasinya.
1:04:47Swell, View, blablabla.
1:04:49Jadi dia tinggal tanya aja.
1:04:51Dia tinggal chat misalnya
1:04:53tinggal tanya apa.
1:04:55Dia bisa langsung dijawab
1:04:57untuk semua framework yang dia
1:04:59define.
1:05:01Ada satu GDI
1:05:03yang pakai...
1:05:05Oh, yang seru. Itu yang Australia.
1:05:07Yang text to speech.
1:05:09Cuma
1:05:11kalau ini lebih ke
1:05:13apa? Veo ya?
1:05:15Oh iya.
1:05:17Cara bikin Youtube video.
1:05:19Video Youtube. Cuma animasi.
1:05:21Tapi pakai animasi Veo.
1:05:23Dia nggak pengen ngeshoot mukanya sendiri.
1:05:25Jadi maksudnya bikin karakter
1:05:27buat dianimate.
1:05:29Jadi kayak intinya sih
1:05:31ngepasin scriptnya juga dibikin
1:05:33pakai Gemini. Kayak Vtuber
1:05:35gitu ya, Vtuber.
1:05:37Jadi dia pakai
1:05:39kontennya pakai
1:05:41Gemini.
1:05:43Dia bikin text to speech pakai Gemini.
1:05:45Seru banget.
1:05:47Terus dia pakai video
1:05:49VO2 dia pakai karena
1:05:51murah ada VO2.
1:05:53Dia bandingin VO2 sama VO3 kayak plus minusnya.
1:05:55Cuma cost.
1:05:57Constraint di cost.
1:05:59Constraint di
1:06:01waktu durasi.
1:06:03Cuma mungkin kalau pakai
1:06:05Veo continuity-nya bermasalah
1:06:07atau gimana. Ya pokoknya tips and tricks.
1:06:09Bikin video
1:06:11buat channel kita sendiri.
1:06:13Teknismu berarti ya tahun ini ya?
1:06:15Teknisannya teknisunya sih.
1:06:17Keringan. Kayak siapa?
1:06:19Kemarin bahas tentang presentasi kan.
1:06:21Oh iya yang
1:06:23tahun lalu.
1:06:25Yang tahun lalu tuh ada 2 orang lagi
1:06:27bahas presentasi. Bahas tentang Youtube kan.
1:06:29Tentang Youtube kan.
1:06:31Iya.
1:06:33Yang tahun lalu
1:06:35yang soal soft skill-nya
1:06:37lebih seru sih ya.
1:06:39Yang satu lagi siapa ya?
1:06:41Yang dari China atau Hongkong atau apa?
1:06:43Yang nge-shoot video sama anak.
1:06:45Ada anaknya itu. Oh iya, iya, iya.
1:06:47Tentang Youtube juga.
1:06:49Cara nge-deliver-nya.
1:06:51Itu malah
1:06:53kalau yang soft skill
1:06:55kayak gitu malah lebih seru yang tahun lalu sih.
1:06:57Kalau tahun ini lagi-lagi
1:06:59ada suatu angle
1:07:01AI-nya semua.
1:07:03Oh AI.
1:07:05Itu di kantor Google.
1:07:07Di kantor Google acaranya.
1:07:09Oh tahun lalu kan di kantor Google kan?
1:07:11Yang di Beijing kantor Google kan?
1:07:13Di Shanghai nggak ya?
1:07:15Nggak. Katanya karena
1:07:17bukan karena kantornya
1:07:19tuh apa?
1:07:21Jadi kantornya sebenarnya kapasitasnya ya
1:07:23besar juga sama kayak
1:07:25Beijing. Tapi ruangannya kecil-kecil
1:07:27semua. Tricky. Maksudnya nggak bisa
1:07:29buat semua peserta.
1:07:31Oke, oke.
1:07:35Oke, ada lagi sebelum kita...
1:07:39Oh, terakhir
1:07:41si tertingginya
1:07:43yang untuk urusan GDE
1:07:45ikut Alfredo Moresi.
1:07:47Ada. Oh iya, siapa itu?
1:07:49Mas Alfredo.
1:07:51Mas Alfredo.
1:07:53Oh dia datang.
1:07:55Selama ini cuma
1:07:57lihat di email. Apa?
1:07:59Nama doang.
1:08:01Yang menaungi GDE
1:08:03yang dari sisi leadership-nya
1:08:05datang.
1:08:07Oke.
1:08:09Jadi bisa ngobrol langsung sama beliau juga
1:08:11kayak gue tanya...
1:08:13gue nanyain, apa?
1:08:15Kan sebetulnya masukin link YouTube
1:08:17itu enak. Karena jumlah like-nya
1:08:19update sendiri kan. Dia
1:08:21otomatis ngambil yang mana kalau kita
1:08:23input manual kan
1:08:25agak sulit prediksi
1:08:27update-nya. Update like
1:08:29secara manual sulit. Cuma
1:08:31kekurangannya masukin link YouTube itu kan
1:08:33deskripsinya auto ambil dari YouTube.
1:08:35Kita nggak bisa ngejelasin
1:08:37bagian mana yang sesuai sama
1:08:39fokus kita kan,
1:08:41ekspertis kita. Nah, terus
1:08:43malah dapet kisi-kisi. Dia bilang, oh itu
1:08:45nggak apa-apa. Masukin aja. Karena sebenarnya
1:08:47di dashboard-nya dia
1:08:49dia itu pakai jamenai buat
1:08:51ternyata baru tahu juga.
1:08:53Iya, buat
1:08:55nge-grab transkript
1:08:57video kalau dari YouTube bisa.
1:08:59Jadi kayak udah ada auto itunya
1:09:01ngambil transkript dari YouTube,
1:09:03auto translate, auto
1:09:05summarize. Jadi dia bisa ngeliat
1:09:07apa? At a glance dia bisa ngeliat
1:09:09sesuai atau enggak sama topiknya.
1:09:11Oh, baru tahu.
1:09:13Iya, Mas Dadang tuh sempat nanya
1:09:15waktu itu. Tiba-tiba dia WhatsApp
1:09:17nanyain. Kalo
1:09:19aku masukin link YouTube itu
1:09:21deskripsinya langsung otomatis ya.
1:09:23Karena kan selama ini kan dia berharap
1:09:25kita masukinnya bahasa Inggris kan supaya
1:09:27bisa dimengerti kan. Masuk gue
1:09:29bilang, iya, karena
1:09:31otomatis dia langsung
1:09:33scraping dari API-nya.
1:09:35Nggak bisa di-edit gitu. Oh gitu.
1:09:37Yaudah.
1:09:39Nah, gue nanyain ke dia kan, mikir
1:09:41apa? Maksudnya dia lebih rekomend
1:09:43gimana? Tetep kayak gitu? Tetep pakai YouTube?
1:09:45Atau apakah harus manual?
1:09:47Biar kita bisa jelasin juga, mana yang
1:09:49sesuai sama itu kita.
1:09:51Ternyata nggak apa-apa, dia bisa liat.
1:09:53Tapi menurut saya,
1:09:55ya maksudnya, additional on
1:09:57that, memang
1:09:59masih Jemena itu masih the best untuk
1:10:01summarize YouTube,
1:10:03loh, daripada yang lain.
1:10:05Ya iyalah, kan dia pakai
1:10:07training-nya, training itu juga.
1:10:09Satu grup juga, satu ini.
1:10:11Dibuat oleh pemiliknya
1:10:13YouTube. Kalo misalnya
1:10:15saya lagi nonton YouTube,
1:10:17ah, panjangan, minta aja Jemena
1:10:19summarize. Ini isinya apa?
1:10:21Kalo memang ada yang menarik bagi saya, baru saya
1:10:23nonton.
1:10:25Iya. Tapi
1:10:27kan beberapa
1:10:29waktu yang lalu,
1:10:31waktu awal-awal Gemini
1:10:33yang kayak Cloud Code,
1:10:35Gemini CLI
1:10:37keluar tuh,
1:10:39masih kurang sih
1:10:41kalo untuk nge-moding ya, untuk
1:10:43bikin konten, untuk coding,
1:10:45itu masih jujur, masih kalah
1:10:47lah. Tapi kalo untuk
1:10:49summarize YouTube, ya
1:10:51memang dia nomor satu sih.
1:10:53Ya emang dibuat untuk itu.
1:10:55Iya.
1:10:57Bukan untuk itu sih, cuma maksudnya
1:10:59emang salah satu, ya itu
1:11:01training datanya, pasti
1:11:03banyak. Kalo Gemini,
1:11:05Gemini itu menangnya di integrasi.
1:11:07Mau email,
1:11:09workspace, iya semua
1:11:11docks ya,
1:11:13dokumen,
1:11:15bahkan kayak spreadsheet dan lain-lain tuh kayaknya
1:11:17integrasinya udah luar biasa.
1:11:19Ya karena kekuatannya
1:11:21emang di situ sih.
1:11:23Iya.
1:11:25Mungkin nanti connect ke
1:11:27GCP, dan lain-lainnya,
1:11:29tergantung ininya, jadi AI itu
1:11:31kayak dia punya apa ya,
1:11:33punya spesialisasinya juga.
1:11:35Kayaknya ya.
1:11:37Akan
1:11:39ada spesialisasinya kemana, misalkan
1:11:41Cloud ini bagusnya untuk ini,
1:11:43OpenAI bagusnya untuk ini,
1:11:45Gemini bagusnya untuk ini, karena
1:11:47kayaknya ada beberapa artikel yang bilang
1:11:49kan, kalo mau generate
1:11:51code, bagusnya pakai model
1:11:53dari si ini. Tapi untuk
1:11:55fixing bugs, itu
1:11:57bagusnya yang lain.
1:11:59Jadi, iya,
1:12:01pernah baca, tapi gak ini sih,
1:12:03gak disipen.
1:12:05Kayaknya sekarang sudah mulai berlomba-lomba
1:12:07jauh lebih baik deh.
1:12:09Jelas.
1:12:11Gemini kan sekarang sudah ada gemini untuk
1:12:13code.
1:12:15Ada, ada.
1:12:17Gemini code, kok gak salah namanya ya.
1:12:19Gemini CLI.
1:12:21Pro, 2.5 Pro.
1:12:25Oh, idin ya modelnya.
1:12:27Gemini, iya.
1:12:29Ada modelnya khusus code.
1:12:31Emang dari dulu ada ya? Emang dari dulu ada,
1:12:35cuman kita gak pake aja.
1:12:37Gemini code assist, kok gak salah namanya ya.
1:12:41Oh.
1:12:43Itu esensian.
1:12:45Iya, tapi apa namanya sih?
1:12:47Esensian, tapi modelnya 2.5 Pro.
1:12:49Modelnya.
1:12:51Iya.
1:12:53Code assist.
1:12:57Google kan.
1:12:59Dapat ini loh, dapat itu kan?
1:13:01Dapat
1:13:03credit kan?
1:13:05Dari
1:13:07Community Hub.
1:13:09Pecah dong, di Community Hub
1:13:11ada creditnya untuk
1:13:13pake 2.5 Pro assist.
1:13:15Iya.
1:13:17Oke, ada lagi, ada lagi.
1:13:23Udah, udah, udah.
1:13:25Udah, udah ya.
1:13:27Topik, topik.
1:13:29Sekarang kita
1:13:31bahas topik untuk minggu depan
1:13:33kira-kira bahas apa?
1:13:35Yang bukan AI lah.
1:13:37AI?
1:13:39Yang bukan AI?
1:13:41Yang bukan AI.
1:13:43Mereka kan udah AI mulu ini.
1:13:45Apa ya?
1:13:47AI.
1:13:49Itu, apa, ininya
1:13:51EKAI.
1:13:53Itu kan?
1:13:55EKA kan
1:13:57FYE.
1:13:59Jadi AI.
1:14:01Hoisting udah ya?
1:14:11Hoisting belum.
1:14:13Hoisting belum.
1:14:15Beberapa fundamental itu
1:14:17dua.
1:14:19Hoisting dan pure function
1:14:21atau semacamnya lah.
1:14:23Bukannya kita sudah pernah ya
1:14:27hoisting ya?
1:14:29Hoisting belum. Hoisting
1:14:31kayaknya nggak cocok ya sama
1:14:33pure function. Hoisting itu
1:14:35cocoknya sama
1:14:37closure, nggak?
1:14:39Boleh.
1:14:41Ya, biar fundamental aja.
1:14:43Mau saya apa bahas fundamental?
1:14:45Framework,
1:14:47dokumentasi,
1:14:49dokumentasi belum menang-menang dari kemarin ya?
1:14:51Oh ya, kalau
1:14:55suruh put ya.
1:14:57Ya udah masukin lagi aja.
1:14:59Put lagi?
1:15:01Ok, polling ya.
1:15:03Topic minggu depan.
1:15:05Dokumentasi
1:15:07versus fundamental.
1:15:09Fundamental.
1:15:11Udah itu aja dua.
1:15:13Fundamentalnya itu tadi
1:15:17hoisting sama closure.
1:15:19Ada topic yang baru nggak ya?
1:15:23Latest Activity.
1:15:25Fundamental 100%.
1:15:27Budas Titus ada yang baru?
1:15:33Oh, Budas Titus Eka belum.
1:15:35Itu kan cuma
1:15:37buat kalau lagi berurat.
1:15:39Udah jangan hati-hatiannya.
1:15:41Kalau udah bingung banget nggak ada yang dibahas,
1:15:45bisa pakai itu.
1:15:47Wah 50/50, jangan dong.
1:15:51Jangan 50/50 lah.
1:15:53Berarti tiebreaker harus ada
1:15:55satu orang lagi yang nge-vote.
1:15:57Pasti za yang pilih.
1:15:59Pasti za yang pilih.
1:16:01Nggak bisa.
1:16:03Harus login sebagai orang lain dulu.
1:16:05Tunggu penonton satu lagi.
1:16:07Tunggu ada yang nge-vote satu lagi.
1:16:09Begitu ada yang nge-vote satu lagi, udah langsung ditutup.
1:16:11Jahat banget.
1:16:15Ya soalnya kalau ada yang nge-vote satu,
1:16:17terus nanti ada yang nyamain lagi.
1:16:19Seri lagi.
1:16:21Nggak ada, eh.
1:16:27Satu lagi dong.
1:16:29Bedah web, aduh jangan dong.
1:16:31Wah jangan.
1:16:33Emang udah ada webnya ya?
1:16:35Buat apa? Buat apa?
1:16:39Maksudnya webnya buat landing page ya?
1:16:49Eh Kak.
1:16:51Eh apa?
1:16:53Pasti za yang pilih lah.
1:16:55Kalau udah tiebreaker begini.
1:16:57Tiebreaker ya.
1:16:59Ya sudah kalau gitu.
1:17:01Kita tunggu sampai 2120.
1:17:0318.
1:17:0518.
1:17:072118 ya.
1:17:09Kalau
1:17:11masih tiebreaker, berarti kita pilih
1:17:13dokumentasi ya.
1:17:15Oke.
1:17:1710, 9,
1:17:19oh belum.
1:17:217, 6.
1:17:23Oh iya, kemarin tuh ada
1:17:29ini lagi, ada survey,
1:17:31has to survey lagi, state of
1:17:33death.
1:17:35State of death.
1:17:37Ha?
1:17:39State of JS, state of AI,
1:17:41state of, ya pokoknya seru sih.
1:17:43Baru denger dari Syntax FM, mereka bahas
1:17:45tentang state of death.
1:17:47Jadi tentang kehidupannya developer.
1:17:49Jadi misalkan
1:17:51demografinya,
1:17:53terus karirnya, ini
1:17:55masih satu grup sama state of
1:17:57JS, state of CSS ya.
1:17:59Terus misalkan
1:18:01teknologinya tapi developernya.
1:18:03Ya orangnya, orangnya.
1:18:05Ini apa? Kok ada?
1:18:07Ada Jos Komeu,
1:18:09ada Anjana Fakil,
1:18:11eh gue pernah ketemu
1:18:13tapi lupa foto bareng nih sama
1:18:15si mbak ini, sayang sekali.
1:18:17Temu di mana?
1:18:19Ada acara, dulu ngisi
1:18:21acara, gue ngisi workshop, dia ngisi
1:18:23keynote kan.
1:18:25Jadi pas dinner speaker gitu
1:18:27malam-malam di
1:18:29hotel di Kuningan gitu,
1:18:31tiba-tiba ada peringatan gempa,
1:18:33turun kita rame-rame.
1:18:35Iya.
1:18:37Makanya, tapi sayangnya
1:18:39gak sempet foto bareng, jadi gak ada buktinya.
1:18:41Lagi, lagi,
1:18:43darurat begitu
1:18:45minta foto bareng, juga aneh.
1:18:47Iya makanya gak berani, justru itu
1:18:49gak berani. Jadi malu.
1:18:51Dia mungkin gak pake make up
1:18:53atau gimana. Lah ngapain
1:18:55pake make up orang lagi makan malam.
1:18:57Oh.
1:18:59Ya kan ada AIO buat. Hobi, hobi, hobi.
1:19:01Hobinya apa?
1:19:03Video game.
1:19:05Movies. Ya tapi menarik sih.
1:19:07Movie apa yang
1:19:09ditonton oleh Declopper? Ada gak disini?
1:19:11Nggak jauh-jauh dari Silicon Valley.
1:19:13Bicycle Activity.
1:19:15Bicycle Activity.
1:19:17Hiking ya.
1:19:19Strength Training lah. Strength Training.
1:19:21Favorit musik.
1:19:25Pink Floyd.
1:19:27Flinking Park, Taylor Swift.
1:19:29Oh banyak yang suka tool.
1:19:33Yay.
1:19:35Siapa? Tool? Nomor 6.
1:19:37Oh.
1:19:39Ini nama bandnya lucu banget
1:19:41Sleep Token.
1:19:43Itu buat ini, karena
1:19:47AI banget kan.
1:19:49Iya AI banget. Disesuaikan
1:19:51dengan token.
1:19:53Sleep Token.
1:19:55Nah favorite movies.
1:19:57Dune.
1:19:59Substance. Kok gak ada yang
1:20:01dikenal ya? Apa
1:20:03gitu. Deadpool.
1:20:05White Robot.
1:20:07Nggak sih.
1:20:09Favorit TV.
1:20:11Mickey.
1:20:13Severance.
1:20:15Last of Us. Andor. Black Mirror.
1:20:17Pastilah ya. Black Mirror pada nonton lah ya.
1:20:19Ya. Shiloh juga.
1:20:21Gua suka nonton Shiloh.
1:20:23Shiloh itu yang Apple TV ya?
1:20:25Iya.
1:20:27Ada yang suka Severance ya.
1:20:29Gua belum nonton si Severance.
1:20:31Kayaknya bagus.
1:20:33Udah lewat.
1:20:35Yang menang fundamental. Gimana dong?
1:20:37Oke ya gak apa-apa.
1:20:39Ya udah.
1:20:41Tapi ada minta bedah web dan nantara tuh.
1:20:43Iya.
1:20:45Kita cuma bisa
1:20:47bedah web yang disubmit oleh
1:20:49pembuatnya.
1:20:51Yang in charge.
1:20:53Kemarin kita
1:20:55ngobrol sama
1:20:57sponsor sebelumnya
1:20:59yang beberapa episode yang lalu.
1:21:01Mereka mau bantuin
1:21:03mau nyebarin
1:21:05nanti bikin form disebarkan
1:21:07ke klien-kliennya mereka untuk
1:21:09di bedah website-nya.
1:21:11Jadi biar banyak.
1:21:13Banyak yang dibahas.
1:21:15Oke kalau gitu.
1:21:19Untuk malam ini sekian dulu.
1:21:21Terima kasih banyak buat semuanya.
1:21:23Minggu depan kita akan bahas tentang fundamental.
1:21:25Javascript ya berarti ya.
1:21:27Fundamental Javascript.
1:21:31Sampai ketemu minggu depan.
1:21:33Bye bye.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
30 Nov 2025
Ngobrolin Gemini 3 - Ngobrolin WEB
🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Malam ini membahas model bahasa besar Gemini terbaru yang dirilis beberapa m...
25 Nov 2025
WebAI - Ngobrolin WEB
🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Malam ini membahas AI yang dapat dijalankan di web browser atau istilah kere...
10 Sep 2025
Ngobrolin Dokumentasi - Ngobrolin WEB
🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Mari membahas tentang berbagai alat untuk membuat dan menampilkan dokumentas...