EP 81

Ngobrol dan Diskusi Bebas - Ngobrolin WEB

Bagikan:

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://ksana.in/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membahas topik-topik seputar dunia pengembangan teknologi dan karier. Diskusi dimulai dengan pembahasan mengenai isu efisiensi di tim Flutter Google, di mana para host menjelaskan bahwa hal ini bukan berarti Flutter akan mati, melainkan bagian dari strategi untuk mengalihkan fokus Google ke AI dan Cloud. Mereka menggunakan analogi dokter spesialis untuk menjelaskan konsep keahlian dan mengaitkannya dengan label Google Developer Expert yang mereka miliki. Selain itu, dibahas juga fenomena serupa yang terjadi di tim React Facebook, di mana para pengembang yang di-layoff kemudian dipekerjakan oleh perusahaan lain seperti Next.js. Percakapan kemudian meluas ke topik proses rekrutmen dan interview di perusahaan teknologi. Para host berbagi pengalaman tentang ketidakadilan sistem interview yang menilai seseorang hanya dalam waktu 1-2 jam, termasuk cerita tentang pembuat Homebrew yang ditolak Google meskipun produknya digunakan oleh banyak developer Google. Mereka membahas berbagai metode seleksi mulai dari whiteboard interview algorithm, LeetCode-style tests, hingga psikotes, serta pentingnya portofolio open source dan referensi sebagai alternatif yang lebih fair. Di bagian akhir, diskusi menyentuh topik zero downtime deployment dan kenyataan bahwa outage pasti akan terjadi seiring dengan kompleksitas infrastruktur.

Poin-poin Utama

  • β€’Google Developer Expert (GDE) bukan berarti tahu segalanya - Gelar expert justru menunjukkan spesialisasi di bidang tertentu, seperti analogi dokter spesialis yang ahli di satu area tapi belum tentu mengerti hal-hal di luar keahliannya.
  • β€’Kabar efisiensi tim Flutter di Google - Google melakukan efisiensi developer di tim Flutter, namun ini bukan berarti Flutter dibunuh. Lebih kepada strategi sharing cost dengan komunitas dan mengalihkan fokus ke AI.
  • β€’Dua jalur karir developer: Individual Contributor (IC) dan Managerial - Tidak harus jadi manajer untuk naik level atau gaji. Jalur IC (Staff Engineer, Principal Engineer, Distinguished Engineer) memiliki level dan gaji yang setara dengan jalur manajerial (Engineering Manager, VP Engineering).
  • β€’Soft skill sama pentingnya dengan hard skill - Kemampuan komunikasi, conflict resolution, dan kontribusi open source semakin banyak dinilai oleh perusahaan, bahkan ada yang tidak mempedulikan ijazah sama sekali.
  • β€’Perkembangan teknologi mengubah cara belajar developer - Dari dulu belajar lewat buku dan majalah, kemudian googling, sekarang beralih ke prompting dengan AI. Namun tetap perlu validasi dan mentor karena solusi AI tidak selalu benar.
  • β€’Problem solving adalah skill fundamental yang tak tergantikan - Terlepas dari kemudahan framework dan AI, kemampuan menyelesaikan masalah, kalkulasi risiko, dan pengambilan keputusan berdasarkan konteks (it depends) tetap menjadi pembeda level developer.
  • β€’Kontribusi open source tidak selalu tentang kode - Bisa berupa translasi, dokumentasi, perbaikan README, atau onboarding guide. Hal ini jadi nilai tambah saat melamar kerja karena bukti kerja nyata yang bisa dilihat.
Transkrip Bantu Koreksi

0:00hai hai hai selamat malam halo halo malam kabar semua bertemu lagi kita di selasa malam seperti

0:24Biasa kalau selasa malam waktunya ngobrol di web.

0:31Kalau berdua lebih gampang.

0:32Kalau berdua lebih gampang.

0:37Kalau bertiga semakin sulit ya.

0:41Jadi malam hari ini kita masih berdua.

0:45Mudah-mudahan nanti Eka bisa nyusul.

0:49Tapi tidak janji karena ada kerjaan.

0:51Jadi kita berdua dulu.

0:54Dan malam hari ini kita nyantai aja ya, kita ngobrol, diskusi, mungkin tanya jawab walaupun teman-teman bebas bertanya tapi belum tentu bisa kita jawab ya.

1:06Karena pengetahuan kita juga terbatas ya.

1:09Meskipun kita punya label Google Developer Expert, tapi kita belum tentu se-expert itu ya.

1:18Mungkin kita expert di satu bidang tapi di bidang yang lain kita enggak gitu.

1:22Justru itu ekspor itu bukan berarti tahu segalanya

1:26Betul

1:28Ekspor itu justru spesialisasi

1:31Contohnya seorang dokter

1:37Kalau ekspertisnya dia seorang dokter dan spesialis

1:40Bahkan sudah dibilang subspesialis lagi

1:44Kalau ditanya anak batuk pilok belum tentu

1:47Misalnya subspesialis jantung atau apa gitu.

1:52Dokter spesialis mata.

1:54Lebih spesifik lagi dokter spesialis mata sebelah kiri gitu ya.

1:59Ya bisa jadi.

2:01Emang beneran ada?

2:03Enggak.

2:06Subspesialis itu apa ya?

2:07Oh contohnya spesialis kanker.

2:09Kan onkologi.

2:11Terus spesialis kanker paru-paru.

Lihat transkrip lengkap

2:14Nah itu beda lagi.

2:15Beda lagi.

2:15Jadi hanya dia fokusnya

2:18Kanker paru-paru

2:19Tapi kalau ditanya

2:22Batuk pilek

2:23Nggak ngerti dia

2:25Pengetahuannya sama aja dengan dokter umum

2:28Bahkan nanti dia bisa jadi

2:30Overdiagnose

2:31Oh jangan-jangan

2:34Coba diperiksa deh bagian dalam

2:36Karena jangan-jangan batuk pileknya ini

2:38Gara-gara kanker ini

2:39Iya karena dia sudah bidangnya itu

2:42Justru kalau misalnya

2:46Kayak

2:47Dia diagnosa sesuatu yang misalnya

2:50Kakinya sakit

2:51Tapi dia spesialis paru-paru

2:54Justru diagnosanya jadi

2:56Ke arah paru-paru

2:58Bias

3:00Bias

3:00Bias

3:01Halo ada Ilham

3:06Dan teman-teman yang lain

3:08Ada

3:09Rantaru

3:12Jadi kita butuh bantuan teman-teman malam hari ini

3:18Untuk menghidupkan suasana

3:20Jadi kalau ada topik diskusi

3:22Kalau ada topik diskusi

3:25Kalau ada mungkin kebingungan atau pertanyaan

3:30Atau ada gosip-gosip hangat

3:32Cih gosip

3:34Boleh ya

3:35Di share kita bisa diskusi juga disini

3:37Topiknya bebas tentang apa aja

3:39Teman-teman bisa bertanya tentang web lah ya

3:42Agak-agak out of topic juga boleh ya

3:46Bisa buka ini kita

3:48Apa namanya

3:49Oh iya

3:50Buka discussion

3:52Di github

3:55Teman-teman bisa ke

3:56Kesana.in slash ngobrolin web

3:59Kita buka juga disini ya Di layar ya Sebentar saya buka dulu Bas Kongkaren

4:10Kesana.in

4:11Ini lumayan banyak yang dari dua episode terakhir ya.

4:16Yang tentang buku.

4:17Tiba-tiba banyak yang suggest.

4:19Jadi ya, saya cukup senang sih.

4:21Ternyata teman-teman masih banyak yang baca buku.

4:24Atau keinginan membaca bukunya masih cukup besar.

4:27ya ini ini topik hangat minggu lalu ya tapi hangat minggu lalu ya katanya flutter akan di

4:36kill dari Google kata siapa-kata siapa lebih tepatnya ada beberapa efisiensi karyawan yang

4:45efisiensi developer yang di Flutter yang mendeflator kena-kena itu sih termasuk juga

4:55Hai Iya jadi selesai juga Python bukan dikil jadi lebih ke apa ya kan sebenarnya ya kalau ditilik

5:07kan ya Flutter ini kan bukan main bisnisnya Google kan ya bukan bisnis utamanya Google kan

5:16jadi Flutter ini adalah salah satu project memang berasal dari Google kemudian dilempar ke komunitas

5:22Lama-kelamaan membanding perusahaan dong, ini digaji sekian juta dolar misalkan untuk satu tim atau untuk satu orang untuk ngerjain project open source yang kalau dipikir-pikir keuntungan ke Google-nya itu

5:42Direct, direct, direct, benefitnya tidak terlihat.

5:50Sedangkan mereka lagi fokus utama atau jalur bisnisnya lagi menuju ke AI

6:01AI, cloud, dan teman-temannya dan web tentunya ya

6:05Nah ya mungkin ada pergantian fokus juga kan yang tadinya fokusnya ke mana sekarang fokusnya ke AI

6:15Jadi mungkin resourcenya dibanyakin ke AI-nya

6:19Apalagi

6:20Saya lihat bisa jadi

6:21Langkah yang positif juga Mas Riza

6:24Karena

6:25Kalau misalnya terus disupport seperti itu

6:29Nanti lama-lama jadi bias juga kan

6:31Jadi bias

6:32Jadi ini produknya Google bukan produknya komunitas

6:34Project open source

6:37Jadi

6:37Supaya jangan di drive

6:40Selalu yang nge drive itu Google

6:42Jadi

6:43Mungkin dengan

6:45Strateginya adalah

6:47dengan efisiensi sedikit

6:50tetapi menumbuhkan

6:52perusahaan lain yang mau

6:53support full time orang yang

6:56dilepas itu

6:57bisa jadi kan

6:59jadi di hire untuk ngerjain Flutter lagi

7:02karena perusahaan itu sudah

7:04pakai Flutter

7:04oh ini orang Google nih

7:07yaudah supaya Flutter tetap bisa jalan

7:10dia hire lagi orangnya

7:11jadi sharing cost

7:14sebenarnya Google itu

7:15lu mengajak yuk sharing cost yuk kalau lu pakai yuk sharing cost gitu ya apalagi ini ini ini ya

7:25asumsi penerawangan kita aja ya penerawangan ya bukan hal yang bisa jadi benar bisa jadi salah

7:29ya dan apa ya mungkin tidak se-impactful react kalau di Facebook Flutter ini kan yang pakai di

7:43Di internal Google juga terbatas kan, nggak semua produk Google pakai Flutter kan.

7:48Jadi impact-nya tidak sebesar React di Facebook, bahkan tim React di Facebook aja kena juga layoff.

7:58Dan orang yang tadinya ngerjain React yang digaji oleh Facebook akhirnya di oleh Next yang membangun tools atau framework di atas React Jadi bagi kue ya

8:15Win-win solution.

8:17Satu ngurangi cost, ternyata ekosistemnya malah tumbuh.

8:24Jadi sebenarnya saya melihatnya ke arah sana.

8:27Jadi bukan sesuatu yang buruk.

8:30Bukan sepenuhnya sesuatu yang buruk.

8:32Mungkin buat yang berdampak mungkin iya kali ya.

8:35harus cari kerjaan baru, pasti ada job security dan lain-lain.

8:39Kalau menurut saya, kalau orang tersebut biasanya gini, sebelum di layoff, kalau konsep layoff ya, pertama mereka dapat pesangon.

8:50Jadi mereka sudah ada aturan mainnya, nggak bisa besok diputus kontrak langsung pergi, nggak ada aturan mainnya.

8:59Pertama ada

9:01Saverance package

9:02Pesangon

9:05Yang rata-rata

9:07Tidak kecil

9:09Eropa ya

9:10Kalau Eropa itu 6 bulan

9:126 bulan gaji

9:14Terus kemudian masih ada

9:17Kayak saverance yang

9:19Tambahan lain ada juga

9:21Lalu kemudian

9:23Biasanya di

9:24Dicarikan kerja

9:27Ada

9:27ada

9:28ada

9:29portalnya buat mereka

9:33yang dikenalkan ke

9:35perusahaan lain yang

9:37di referensikan

9:38itu

9:40aturan layoff

9:43kalau yang saya tahu di Eropa

9:44jadi sebenarnya mereka di layoff

9:47ya di belakang itu

9:49mereka tetap dicariin kerja yang layak

9:51kok sebisa mungkin

9:53oleh tim HR

9:55Betul betul betul

9:59Nah Eka kemana?

10:03Eka lagi ada kerjaan

10:04Urgen jadi mudah mudahan bisa join

10:07Tapi kita gak bisa janji

10:09Kalau kerjaannya selesai mungkin bisa join

10:11Jakabaring

10:13Jakabaring ini mana ya?

10:15Bandung ya?

10:17Stadion Jakabaring bukan

10:19Setelahnya stadion

10:22Persip

10:23Nah kita bahas apa lagi?

10:26Kita bahas

10:27Yang ada di

10:29Ini masih berhubungan sama layoff ya

10:31Dari Google cenderung lebih mudah diterima perusahaan lain

10:34Iya betul

10:35Lebih mudah dalam hal mereka

10:38Udah yakin bahwa

10:40Oh paling bang ya salah saya

10:44Maaf geografi saya jelek

10:46Jika badan itu paling bang ya

10:49Sorry sorry

10:50lebih mudah karena sudah proven kan

10:54sudah terbukti bahwa dia bisa kerja di Google

10:56artinya ini orang jago nih gitu kan

10:58mungkin bisa

10:59lebih mudah diterima perusahaan

11:02tapi di sisi yang lain

11:03kita lihat juga standar gajinya standar gaji Google

11:06ya kan

11:07kalau yang meng-hire adalah

11:09Apple mungkin masih bisa

11:12kalau yang meng-hire adalah

11:14perusahaan, kalau Activate ya gak kuat lah

11:18Jadi tergantung perusahaannya juga

11:22Seberapa besar dan

11:24Seberapa lama

11:25Tim Flutter melamar kerja jadi Flutter Dev

11:29Gimana interviewnya

11:31Gimana langsung kerja aja

11:33Gak usah pake interview

11:34Kan udah tau

11:38Ingat gak ada beberapa tahun yang lalu

11:40Sempet ada cerita

11:43Ada seorang developer

11:45Indie developer

11:46Lamar kerja ke Google

11:49Terus abis itu ditolak sama Google

11:52Karena tidak lulus board interview

11:55Whiteboard interview itu kayak

11:57Bikin algoritma

12:00Sorting

12:01Reverse apa

12:03Ya itulah

12:04Traversal dan lain-lain kan

12:06Ternyata indi developer ini adalah yang bikin

12:09Homebrew Yang sebagian besar Google developer pada pakai Tapi dia tidak lulus interview di Google coba bayangkan produknya dipakai sama developer Google

12:20tapi dianya nggak bisa lulus interview gara-gara itu

12:23kalau perusahaan semakin besar, semakin

12:26birokasinya semakin ribet kan

12:31jadi kalau untuk lulus ke level berikutnya dari interview

12:35harus ada standar-standar yang harus dipenuhi

12:38meskipun tidak sepenuhnya dia akan bekerja menggunakan itu.

12:42Tapi itu syarat yang harus dipenuhi untuk bisa next step.

12:52Iya betul, kreatornya homebrew.

12:56Ini ceritanya juga lumayan ini ya.

13:00Lumayan apa namanya.

13:02Ya ini produknya real case-nya dia bikin

13:07dan semua orang pakai gitu

13:09hampir semua, kayaknya yang pakai

13:11macbook kayaknya hampir semua pakai homebrew kan

13:13nyaris semua pakai homebrew

13:14tapi ternyata di perusahaan

13:18teknologi google tapi gak masuk

13:21gitu ya

13:21bukan soal itu juga kan ada standarisasi

13:25iya

13:27iya itu dia

13:28standarisasi itulah yang kadang

13:29bias

13:31agar membuat sebuah

13:33false positive

13:35atau false negatif.

13:37Betul. Sama aja kayak

13:38perusahaan mengharuskan

13:41minimal IPK sekian.

13:44Itu kan syarat.

13:46Terserah perusahaan kalau misalkan

13:47ada nggak yang IPK 2,5

13:49jago? Banyak. Ada yang nggak kuliah juga

13:51jago? Banyak. Berarti itu

13:53kerugiannya si perusahaan

13:56karena menyaratkan itu.

14:00Kalau misalkan

14:01emang

14:03harus ya kita punya IPK bagus

14:05di kampus, dibilang harus sih

14:07enggak juga, cuman

14:08satu hal yang

14:11orang yang punya

14:13IPK enggak mesti bagus-bagus banget sih ya

14:15minimum aja gila ya

14:17minimum berapa sih?

14:18tiga sekian kali ya

14:20tiga ya, atau berapa ya

14:23enggak tahu lah ya, intinya ada minimumnya

14:25gitu, maksudnya

14:25rata-rata lah, rata-rata IPK

14:28itu

14:29seorang mahasiswa atau

14:31fresh grade yang punya IPK

14:34Cukup bagus

14:35Artinya dia bisa mengikuti sistem

14:38Sistem di dalam kampus

14:41Gigi dan disiplin

14:43Di pekerjaan

14:45Yang diharapkan apa

14:48Dari seorang karyawan

14:51Supaya bisa mengikuti sistem

14:53Kalau sistem penilaiannya seperti IPK

14:55Bisa mengikuti dong

14:57Kalau misalkan kita rebel

14:59Kita tidak mau mengikuti IPK

15:00Ujian tidak masuk segala macam

15:02Gimana pas kerja nanti

15:05Kan tidak terbukti

15:06Perusahaan mau meng-hire orang yang tidak terbukti

15:09Bisa bekerja dalam sistem atau enggak

15:11Ya gimana kan

15:12Jadi ada sesuatu

15:14Kenapa sih IPK kita harus oke gitu

15:17Ya kita udah

15:19Apa

15:20Udah mau masuk ke

15:23Sebuah institusi dan kemudian

15:25Kita

15:25Harus mengikuti peraturan di sana

15:28Kalau kita gak mengikuti peraturan

15:31Artinya apa? Artinya ya

15:32Wah ini calon karyawas kita

15:35Nggak ngikutin aturan

15:36Berarti nggak cocok sama

15:37Mungkin nggak cocok sama

15:39Kultur perusahaannya

15:40Mungkin ada kultur perusahaan yang

15:42Iya kayak zaman dulu tuh

15:44Apple dulu kan

15:46Apa kayak rebel segala macem kan

15:48Tapi hasilnya bagus gitu

15:51Karena kulturnya dibentuk seperti itu

15:53Kalau ada perusahaan kita

15:54Atau perusahaan yang kita mau apply

15:56Ternyata kulturnya mengharapkan

15:58Minimal IPK sekalian yaudah berarti

16:00Nggak cocok

16:01sama IPK kita kalau mungkin IPK kita kurang gitu makanya jadi semua ada ada tempatnya ada tempatnya

16:10ya kalau memang contoh seseksi X ini IPK nya tidak sesuai ya batin bukan situ tempatnya tempat yang

16:20yang cocok

16:20yang tidak menggunakan sistem itu

16:24sebagai salah satu contoh

16:26tempat perusahaan saya bekerja

16:28tidak mempedulikan ijazah

16:29sekali

16:30tidak ada ijazah

16:33tidak dipedulikan

16:35lulusan mana, tetapi yang dipentingkan

16:38apa? keaktifan dalam

16:40komunitas dan open source

16:41dan open source

16:43ya komunitas open source lah lebih tepatnya

16:46komunitas dan

16:47kontribusi open source

16:49kontribusi yang ditanya saat yang ditanya saat eh Hai sorry waktu ngelamar yang di yang di dalam

17:01apa tuh bahasa ini apa letter eh over letter apa bukan bukan over letter ya eh apply-apply

17:12Saat apply kita tulis surat gitu ya.

17:16Saat apply itu justru list semua cover letter.

17:22Nah cover letter-nya itu tuliskan semua kontribusi open source yang pernah dilakukan dalam 5 tahun terakhir.

17:32Dan link ke GitHub atau link ke WordPress.

17:37Maksudnya yang semua bisa dilihat secara publik

17:41Jadi

17:42Bahkan mereka gak peduli link in profile

17:45Kayak

17:46Apa tuh namanya biasanya

17:49Achievement

17:50Achievement

17:51Terus testimoni

17:54Testimonian gak peduli

17:56Mana PR yang dibuka

17:58Mana meetup.com

18:01Yang pernah di ini

18:02Atau mana

18:03Di bicara dimana

18:05Sebagai volunteer

18:06Lebih melihat itu

18:10Saat interview

18:12Tahu gak

18:13Justru waktu saat interview ditanya

18:15Apa masalah yang

18:17Konflik

18:19Yang pernah saya beresin

18:21Bagaimana cara menangani konflik

18:25Jadi

18:27Jadi gak ada

18:31Hard skill sama sekali

18:33Ditanyain

18:34Karena kultur yang dibangun itu adalah

18:37Kultur untuk kerja remote

18:38Yang

18:39Kalau ada konflik itu

18:43Susah gitu

18:44Kalau salah orang

18:46Nah jadi bagaimana

18:49Konflik resolution

18:50Konflik resolution

18:52Tenang tenang

18:57Indonesia semakin kesini

18:59Semakin banyak yang

19:00Tidak memandang ijazah lagi ya

19:03jadi mudah-mudahan semakin

19:05kesini semakin terbuka

19:07pemikiran employer-employer ini

19:09untuk

19:10tidak terlalu

19:13melihat

19:16ijazah sebagai syarat utama

19:17mungkin sebagai

19:19nice to have mungkin oke lah ya

19:21tapi kalau sebagai syarat utama ada beberapa

19:23ada banyak bukan beberapa

19:25masih ada banyak yang membutuhkan itu

19:27terkait

19:29itu juga ya banyak orang yang

19:31non-IT jadi programmer banyak ya

19:33salah satunya Krishna ya

19:34teman kita

19:36ini dulu

19:38jurusannya apa ya

19:40pokoknya kuliahnya di IPB lah

19:42ada pertanian atau opah gitu

19:44kuliah non-IT tapi kerjanya di IT

19:47lulusan bootcamp juga termasuk

19:49banyak yang

19:50non-IT

19:52non-software developer gitu

19:54yang mungkin

19:56teknik masih mending lah ya

19:58teknik itu kan masih ada

20:00ada sedikit kaitannya

20:02tapi ada yang ekonomi, ada yang

20:04psikologi, ada banyak ya

20:06sarjana peternakan

20:08IPB

20:09jadi programmer

20:12nanya dong mas Reza

20:14sebagai yang punya

20:16bootcamp school

20:18untuk soft skill sendiri atau seperti yang saya katakan tadi open source contribution terus kemudian leading auto speaking public speaking dan kemudian juga conflict resolution di dalam tim itu

20:37apakah jadi part dari kurikulum di bootcamp atau khusus di bootcamp itu ya memang kalau mau belajar react

20:44react from A to Z sampai projectnya jadi atau gimana

20:49Atau ada juga?

20:49Enggak, ada. Soft skill-nya ada.

20:52Jadi soft skill-nya ada.

20:54Kalau untuk kontribusi ke open source mungkin tidak sampai kita benar-benar kontribusi.

20:59Tapi dari awal untuk ngumpulin tugas juga sudah pakai pull request.

21:04Jadi dari awal sudah dibiasakan git workflow.

21:09Kemudian pokoknya semua tugas itu kumpulinnya lewat PR, lewat pull request.

21:13nanti call for requestnya di close artinya

21:15sudah di

21:16acknowledge oleh

21:18mentor gitu ya

21:20terus untuk public speaking

21:23diajarin untuk teknik presentasi

21:26untuk conflict resolution itu

21:30kita itu

21:31mengadaptasi

21:33yang dari google

21:35itu apa sih namanya engineering empathy

21:37ada buku namanya engineering empathy

21:39jadi itu ada 8 sesi

21:41itu mulai dari awal kayak teamwork, kemudian gimana cara managing stress, gimana cara komunikasi saat code review.

21:55Saat kode review

21:57Kode review

21:59Nah ini salah satu kelemahan

22:01Orang Indonesia ya

22:03Jadi kalau kode kita di review

22:06Itu kita menganggap

22:08Bahwa

22:09Kita pribadinya yang diserang

22:12Padahal sebenarnya kodenya yang diserang

22:16Bukan diserang ya

22:17Di review gitu ya

22:18Kadang-kadang gitu

22:20Iya

22:21Wah ini malah

22:23Sastra Jepang

22:24Pantesan Anda wibu ya

22:26Suka

22:27Bukan wibu apa

22:29Menyukai kultur Jepang ya

22:32Luar biasa

22:32Eka juga non-IT

22:34Sastra juga dia kan

22:36Kalau gak salah

22:36Non-IT

22:37Sastra

22:38Iya

22:39Terus malah jadi GDE

22:41Betul betul betul

22:48Iya

22:49Salah satu ini ya kerja nyata ya

22:51Jadi kalau kita bisa nunjukin

22:53Pekerjaan kita yang beneran

22:56Sudah

22:57Apalagi kalau sudah kontribusinya ke WordPress

23:00Atau ke proyek

23:02Seperti React dan lain-lain

23:04Itu gila

23:05Atau Elixir

23:06Saya baru lihatin kemarin

23:11Jadi penasaran kan

23:12Kok saya ada kontribusi ke

23:15Elixir Framework

23:17Namanya Phoenix kan

23:18Dicari-cari apa

23:21Ini kontribusinya

23:21Taunya itu perbaiki readme

23:24Naipo

23:26Gak apa-apa

23:28Gak salah

23:28Kalau teman-teman lihat

23:31Di dokumentasinya react

23:35Awal-awal saya ikutan

23:36Mungkin kayaknya kontribusi

23:38Satu dua artikel

23:39Abis itu udah berhenti

23:40Jadi kontribusi open source itu

23:44Tidak hanya kode

23:44Tapi bisa banyak yang lain

23:46Bisa translasi, bisa dokumentasi

23:49karena salah satu kelemahannya

23:52developer adalah

23:53membuat dokumentasi, males membuat dokumentasi

23:56jadi kalau ada proyek open source yang

23:58bagus, tapi ini kok

23:59ritminya jelek ya, kok installnya

24:02install instructionnya gak ada ya

24:04nah itu kesempatan buat kita

24:06untuk kontribusi, pasti

24:07dia mau menerima pull request dengan senang hati

24:11kalau bisa

24:13extra one more step

24:15misalnya kalau

24:16Contohnya banyak tuh project open source yang ngebuat projectnya jago tetapi ngebuat ritminya kurang jago Biasa Benar Saya sendiri seperti itu Benar Bukan hanya malas tapi juga merasa kurang detail

24:38Kurang detail ya.

24:39Contohnya di README itu butuh cara tentang summary apa, projectnya apa.

24:47Terus kemudian cara setupnya gimana.

24:51Terus cara kontribusi.

24:53jarang juga nih yang ada yang buat nih cara kontribusi.

24:58Kalau misalnya mau kontribusi dalam bentuk kode, caranya gimana?

25:03Bagaimana setup lokalnya itu supaya bisa membantu onboarding maintainer baru,

25:13itu gimana?

25:14Nah itu jarang ada.

25:16Kalau proyek-proyek besar mungkin sudah ada,

25:18tapi kalau proyek-proyek kecil sering terlewat kan.

25:21Betul.

25:23Nah ngomongin, ini masih ada kaitannya dengan soft skill dan lain-lain ya.

25:28Checkpoint level career as developer dari junior, middle, senior.

25:34Salah satunya asah soft skill.

25:37Salah satunya.

25:39Yes, ada.

25:42Kalau di company saya itu ada progression framework.

25:46Oh oke, itu gimana tuh?

25:49Saya nggak tahu mereka dapat dari mana.

25:51Tapi ada referensinya?

25:55Gak ada

25:56Jadi sudah

25:57Di internal aja?

26:00Iya

26:00Career progression framework

26:03Saya gak tau dari buku

26:06Mana mereka dapat

26:08Atau gimana

26:09Saya gak dapat

26:13Jadi

26:17ada

26:20spreadsheet nya

26:22kalau kita kan seorang

26:25individual contributor

26:27bahasa ininya

26:30bukan manager

26:31ada dua

26:33ada dua jalur ya

26:36individual contributor

26:39atau seorang programmer

26:40dan managerial

26:43managerial itu yang

26:44yang khusus di jemennya.

26:46IM, engineering manager,

26:48project manager, terus team lead.

26:50Team lead termasuk gak sih?

26:52Tergantung dari

26:54perusahaannya.

26:56Gak mesti.

26:58Tergantung mana yang masuk manager, mana yang tidak.

27:00Di sini,

27:02kalau di

27:04tempat saya bekerja,

27:06manager itu atau engineering manager

27:08itu bukan bos saya.

27:10Direktur operasional pun

27:12bukan bos saya. Bos saya owner. That's it. Jadi itu semua. Intinya bos saya itu adalah ownernya perusahaan. That's all.

27:27Bagi saya. Bagi semua, maksudnya, kultur yang diciptakan itu begitu. Jadi IC dan manager itu satu level.

27:39Karena sistem-sistemnya itu adalah flat. Flat structure. Jadi bukan top-bottom.

27:49Kalau top-bottom itu misalnya kayak perusahaan Jepang. Misalnya dari C-level, manager level, atau supervisor.

28:00Terus kemudian kebawah adalah individual contributor tadi, dimana kalau manajer itu adalah bosnya.

28:07Jadi report

28:10Kita reportnya kepada siapa itu adalah boss

28:13Kalau kita bukan begitu

28:15Nah

28:15Progression framework ini

28:18Masing-masing

28:21Masing-masing

28:22Career level

28:24Ada ya mau dia

28:26Manager atau mau individual contributor

28:28Nah Kalau dari Oh ini namanya redford analogi nah redford analogi itu saya coba kita cari ya ada

28:43enggak ya ini mudah-mudahan ada redford analogi Hai alat for analogi ya Hai yei ada ada coba kita

28:57visit dulu mas Liza bisa sebentar private chat kok ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah

29:11bentar kok nggak mirip sih oke eh kurang tepat kurang tepat saya cari yang lebih oke sambil

29:20menunggu nah ini ada salah satu artikel yang bagus dari narasumber kita yang

29:28pernah kita undang juga Mas Arya Hidayat dia pernah tulis

29:34artikel tentang karir sebagai software engineer jadi ada dua level atau dua

29:40jalur ya software engineer awalnya mulainya dari engineer ya dari software

29:44biasa developer gitu Nah kalau udah mulai kelihatan bakatnya ya Apakah kita lebih prefer untuk manage

29:54manusia atau lebih prefer manage kode ya ini kalau ke manusia berarti engine manager terus levelnya

30:01director engineering sampai VPN jenring begitu juga kalau kita lebih prefer menjadi individual

30:09contributor kita larinya ke sini staf engineer principal engineer distinguish engineer technical

30:14mungkin ujungnya adalah CTO

30:15jadi banyak orang yang

30:18salah persepsi CTO itu adalah

30:20VP Engineering itu bosnya

30:22adalah CTO, enggak, padahal mereka sebenarnya

30:24satu level

30:26apalagi kalau

30:27perusahaan

30:29yang Ivan sebutkan tadi berarti lebih

30:32lebih flat lagi

30:33kalau ini aja udah

30:35kadang-kadang bahkan di beberapa perusahaan

30:38tidak membutuhkan CTO

30:39dia hanya butuh VP Engineering

30:41jadi VP Engineering itu tugas utamanya adalah

30:44atau yang di sebelah kiri itu tugas utamanya adalah people and process.

30:48Dia manage people sama dia manage proses.

30:50Proses itu apa? Misalkan CICD, gimana cara deploy.

30:54Deploy nggak boleh hari Jumat misalkan gitu kan.

30:56Ya pokoknya proses. Prosesnya gimana caranya? Policy.

30:59Policy.

31:01Gimana caranya supaya jangan sampai, gimana caranya developer itu menjadi produktif.

31:10Kurang lebih kayak gitu.

31:11Sedangkan yang individual contributor ya

31:14Dia ngerjain tugasnya

31:16Ngambil tiket

31:18Fixing bug dan lain-lain

31:19Kalau CTO lebih ke

31:21Visi teknologi mau dibawa kemana

31:23Jadi kayak R&D lah

31:26Oh ini database-nya ada yang

31:28Lebih bagus nih daripada database yang sekarang

31:30Alasannya apa itu dia yang reset semua

31:32Seperti itu

31:34Kurang lebih ya

31:35Cuman

31:37Sayangnya di Indonesia belum

31:40menerapkan se segitunya gitu masih banyak perusahaan yang menerapkan satu jalur

31:50Hai ini ya progression framework ya lebih depan kita fokus kita fokus ke sini aja kita ke fokus

31:57itu yang tadi tabelnya table table tadi table Oh ini oke analoginya itu seperti ini kalau kita

32:03pakai jadi entry sampai ada memang ada enam level kita di tempat kita pun Pak ada enam level dan

32:15tidak mendefinisikan kayak junior senior karena itu lebih kita menggunakan bahasa yang lebih

32:24karena kalau yang junior dan senior itu kesannya eksklusif, terjadi kita menggunakan bahasa yang inklusif.

32:40ini analoginya kalau misalnya si di entry level itu yang baru masuk itu ya misalnya kalau masuk

32:47sebagai entry level ya dia baru belajar bikin row sedangkan kalau dia sudah skillnya mulai naik dia

32:54sudah bisa bikin eh notes atau kompleks not apa notes itu bahasa Indonesia nya notes apa ya

33:04catatan?

33:06bukan

33:06nots apa?

33:08nots

33:09simple

33:12simple

33:14simple

33:15terus kalau yang level 3

33:19dia sudah bisa bikin simple

33:21dan bisa bikin simple yang lebih kompleks

33:23kalau level 3 nya itu

33:25sudah bisa menghitung

33:27simple itu

33:29dan kekuatan simple itu

33:31bisa menarik apa saja

33:33Seberapa kuat

33:34Terus yang level 4

33:37Sudah lebih paham

33:38Kalau sudah tahu bikin simpulnya

33:41Sudah bisa ukur kekuatannya dan kemudian

33:43Bagaimana cara bikin rock itu

33:45Sudah mengerti

33:47Kebayang

33:48Sehingga saat

33:50Diberikan sebuah situasi

33:53Simpul apa

33:55Yang paling cocok terhadap

33:57Situasi tersebut

33:58Dengan time frame yang dibutuhkan

34:01dibutuhkan karena dia sudah mengerti cara membuat si roknya sendiri jadi karena sebuah kasus belum

34:10belum sebuah kasus itu ada banyak solusi dan solusi itu kan butuh decision berdasarkan waktu

34:19resources efisiensi dan maintenance banyak kan yang dipikirkan nah itu level 4 level 5 lagi itu

34:28seseorang yang

34:32tahu mengenai

34:34road making ini yang tadi

34:36ditambah lagi bagaimana

34:38dia bisa memberi

34:40bahkan mengajarkan

34:41atau membuat

34:44level 4 itu lebih banyak lagi

34:46jadi dia bisa memberikan kontribusi

34:48terhadap company

34:49untuk

34:51membentuk banyak level 4

34:54karena dia tahu banyak soal

34:56punya banyak pengalaman

34:59soal road making

35:00yang ke enam

35:02dia bikin

35:04meng-invented something

35:07karena dia sudah

35:08tahu banyak, sudah bisa

35:10membentuk orang lain dan dia bisa

35:12meng-invented sesuatu

35:15yang unik dan yang baru

35:16yang tentunya sesuai

35:19dengan visi

35:20dan arah perusahaan itu sendiri

35:22jelas menarik

35:26stepnya jelas ya

35:28mantap

35:31wah seru nih

35:33kita share dulu ya kali ya

35:35framework ini

35:36nah ini ada pertanyaan bagus nih dari Jason

35:39ciri-ciri

35:40manusia yang lebih pantas menuju ke

35:43path manager dibanding

35:45IC apa aja ya tadi

35:47kalau kita senang ngobrol

35:49kalau kita senang

35:51ngulik untuk supaya

35:54si developer lebih

35:56produktif, wah ada tools ini nih

35:58supaya bisa bikin

35:59lebih cepat gitu ya

36:01buat produktivitas

36:04developer itu lebih

36:05cepat lagi dan dia suka

36:08metrik kayak ngukur

36:09oh kalau misalkan

36:11misalkan tasnya dipecah jadi lebih kecil

36:14kerjaan kita jadi lebih cepat, nah gitu-gitu

36:16itu berarti kerjaannya

36:17jalur manajerial lebih cocok

36:20Dan ini tidak eksklusif ya, artinya kalau pun kita loncat-loncat, roll, itu tidak masalah.

36:28Eh kayaknya seru jadi manager, loncat ke manager, eh ternyata kurang cocok ya, balik lagi ke IC, tidak apa-apa, tidak ada masalah.

36:35Jadi tidak ada bukan suatu yang bukan agama ya pilih satu sudah gitu tidak gitu Jadi bisa dicoba Jadi kalau pengen tahu kita cocoknya atau enggak ya harus dijalani dulu kan Kalau belum dijalani mungkin kita baru asumsi baru bayang doang

36:54Gitu.

36:56Ya dan ya tadi menyambung apa percakapan tadi.

37:00Ya sayangnya di Indonesia mulai banyak sih sekarang.

37:04Kalau dulu kan kayaknya cuma menerapkan satu jalur.

37:06Kalau misalkan kita mau naik level itu kita harus jadi manajer.

37:12Karena gaji manajer lebih gede, levelnya lebih tinggi, bisa punya otoritas lebih besar gitu ya.

37:20Padahal sebenarnya kalau dari sisi perusahaan itu rugi dua kali loh perusahaan.

37:25Kenapa? Karena pertama perusahaan yang meng-hire developer yang jago istilahnya senior developer jadi manajer itu dia melakukan dua kesalahan.

37:35Kesalahan pertama adalah kan dia harus mengganti si developer yang keren ini kan

37:41Untuk cari gantinya kan harus hire lagi cari gantinya yang mungkin sepadan gitu kan

37:46Minimum sepadan itu susah kan

37:48Udah di nurturing dan lain-lain tiba-tiba sosok itu hilang pindah ke manajerial

37:53Kesalahan kedua adalah kemungkinan kalau memang dia terpaksa harus jadi manajer

38:00biasanya

38:01dia tidak

38:03kemungkinan besar

38:06dia tidak bisa menjalankan

38:08role-nya sebagai manager dengan baik. Karena dia

38:10bukan manager yang baik biasanya. Kalau IC ya.

38:12Kalau benar-benar individual

38:14contributor jadiin manager, dia

38:16nggak ada jiwa

38:17people and process-nya,

38:20ya berarti perusahaan rugi.

38:23Menghire manager yang

38:24jelek dan menghilangkan

38:26role developer yang keren.

38:28Jadi harus hati-hati kalau teman-teman yang berpikir kalau jadi manajer seru nih gitu

38:38Nah masalahnya untuk naik gaji untuk kesetaraan gaji dan lain-lain

38:43Kalau sekarang mungkin di perusahaan-perusahaan yang teknologi yang cukup ternama

38:49Kayaknya udah mulai ada udah pasti udah ada dua jalur dan gajinya juga udah setara gitu

38:54Jadi kalau kita mau naik gaji ya kita gak perlu

38:56Jadi manager

38:58Begitu juga sebaliknya

39:00Kalau kita gak jago-jago banget develop

39:01Sebagai developer

39:03Tapi kita lumayan bisa persuasif

39:06Bisa diskusi

39:07Bisa

39:09Banyak ngobrol sama teman-teman

39:12One on one nya bagus

39:14Itu ya

39:16Kita ke managerial aja

39:18Skill coding kita ya

39:20Tetap di maintain

39:21Tapi ya mungkin gak sejago teman-teman

39:24yang di IC

39:24speaking soal gaji

39:27sebenarnya kalau

39:29pengalaman saya

39:31gaji itu

39:36berbanding lurus

39:38tidak berbanding lurus dengan effort

39:40jadi bukan berarti kalau effort kalian

39:42semakin besar, kerjanya

39:44semakin lama

39:45itu bisa gajinya

39:48semakin tinggi

39:49itu

39:52pandangan saya

39:53Justru gaji itu berbanding

39:56Nurus dengan responsibility

39:58Semakin banyak responsibility yang kita bisa

40:03Gajinya semakin bisa

40:04Sukseskan

40:06Yang kita bisa ambil dan sukses

40:09Itu kita punya

40:10Buying power

40:12Bukan apa

40:13Bukan buying power apa

40:15Authority

40:17Autoritas

40:18Iya mungkin autoritas

40:20Bargain power

40:22Bargain power

40:23Untuk request

40:25Higher seller

40:28Karena responsibilitas ada di kita

40:30Ya

40:34Jadi

40:37Kalau pengen naik gaji

40:38Pengen naik gaji ya

40:40Banyakin responsibilitas

40:41Banyakin kontribusi

40:43Gaji yang setara maksudnya Ini ya dua jalur yang tadi kita bahas Yang ini Jadi kalau misalkan antara Tentu engineering manager gajinya lebih tinggi dari staff

40:55Lebih tinggi daripada staff engineer.

40:57Atau juga sebaliknya.

40:59Jadi misalkan...

41:01Kan asumsinya kalau dulu kita mau naik level atau mau naik gaji,

41:06kita disuruh jadi manager.

41:07Misalkan dari software engineer nih.

41:10Kita udah mentok nih misalkan.

41:12karir kita udah mentok, udah jadi

41:14super senior engineer lah gitu ya

41:16terus mau kemana lagi nih, gak tau kan, yaudah

41:18kamu jadi manajer aja

41:19padahal sebenarnya dia bisa

41:23diangkat sebagai staff engineer, principal engineer

41:25dan lain-lain gitu, jadi

41:26gaji kedua ini bisa aja sama atau

41:29bahkan mungkin engineer-manajer lebih rendah

41:31mungkin, siapa tau, kita itu tergantung

41:33perusahaan juga, jadi

41:34makanya disebut dua jalur adalah kita bisa

41:37mendaki jalur yang

41:39berbeda dengan istilahnya

41:41Benefit yang sama dengan

41:44Jalur yang satunya

41:46Jadi kita gak harus memilih

41:49Prinsipnya

41:50Biasanya disini disebut

41:52Staff ahli

41:52Staff ahli

41:54Staff ahli

41:57Staff ahli bukan berarti jadi project manager kan

42:00Jarang saya lihat

42:01Maybe, I don't know

42:03Tapi jarang

42:04Maksudnya saya tahu project manager

42:06Dan staff ahli itu ya sesuatu yang berbeda

42:09Staff ahli itu adalah orang yang

42:10ditanya kalau ada hitung-hitungan yang kompleks, yang butuh solusi, itu kan staff ahli biasanya.

42:19Oke.

42:20Ya, ya. Contoh, contoh. Gimana, gimana lanjut, lanjut.

42:24Dan yang eksekusi di lapangan itu namanya staff.

42:30Ya kan, staff engineer.

42:32Ya, lanjut mas.

42:34Contoh, contoh.

42:36Ada teman kita juga yang udah pernah kita undang juga,

42:39Mas Irfan dulu sempat jadi principal engineer

42:42Kalau tidak salah di sebuah perusahaan

42:45Yang hijau-hijau

42:47Kayaknya kalau ditanya kontribusi dia ke aplikasi itu

42:53Kayaknya tidak begitu kelihatan

42:55Karena kerjaan dia adalah internal

42:58Tapi kalau misalkan orang yang di perusahaan itu ditanya

43:06Kontribusi Mas Irfan itu seberapa

43:08Nah itu gede banget gitu

43:10Kalau ditanya ingenernya ya

43:11Tapi kalau di luar nggak kelihatan gitu

43:13Dia nggak tahu

43:13Ini kok websitenya agak lambat ya

43:16Kenapa ya

43:17Mungkin dia nggak begitu tahu

43:18Tapi kontribusinya adalah di belakang layar

43:21Itu nggak kelihatan

43:22Itu salah satunya

43:24Ya ini prinsipal engineer dan lain-lain

43:28Nah biasanya yang sering kelihatan itu yang di kiri memang

43:33Engineering manager

43:34Terus ada developer advocate kan sekarang kan

43:37Macem-macem gitu

43:40Nah itu kerjaannya adalah

43:41Keluar, nampil

43:43Dan jangan salah juga

43:45Banyak orang-orang

43:47Developer di luar sana

43:49Yang tidak tampil sama sekali

43:51Tapi jagonya melebihi kita-kita yang sering tampil

43:54Jadi mereka gak dikenal

43:56Tapi kontribusinya ke perusahaan

43:58Itu luar biasa

43:59Sayang banget ya

44:05Kalau disini mau naik terpaksa ke manajerial

44:08Walaupun mungkin gak setiap orang mau

44:10Saya termasuk salah satu

44:12Apa namanya

44:14Korbannya dalam tanda kutip

44:16Karena

44:16Udah cukup lama berkarir

44:20Terus mau naik itu kayaknya susah

44:22Karena memang mungkin gak ada jiwa

44:25Leadership

44:27Mungkin atau gak ada jiwa manajerial

44:29Lebih tepatnya

44:29Gak ada jiwa manajerial saya gak bisa manajer orang

44:32Akhirnya mentok

44:35karirnya mentok di senior engineer aja udah gitu mau naik ke CTO juga belum

44:40dapat sempat dapat tapi ya itu masih perusahaan kecil tapi begitu apa kalau

44:45perusahaan yang gede kan baru kelihatan kan CTO kan karena kerjaannya adalah

44:49riset kan nah untungnya pada saat apa membangun hektivate Teman di Hektivate itu tahu kelemahan saya adalah saya tidak bisa manage orang

45:01Makanya setiap kali saya diberikan tugas itu saya ditandemkan sama seorang manager

45:08Yang buat manage saya dan tim

45:11Jadi saya tidak pernah manage tim sebenarnya

45:13Jadi walaupun ngerjain kurikulum, ngajar dan lain-lain

45:18saya tetap hitungannya ya individual

45:19kontributor

45:20karena sudah sering mencoba

45:25untuk menjadi manager tapi ya

45:28kurang optimal

45:30mumpung ngomong kita lagi soal karir

45:34itu yang tadi di

45:35kita bahas yang ada di slide itu

45:37kayaknya menarik tuh questionnya mas Liza

45:39oh iya boleh boleh yang di slide ya

45:41ntar

45:42ini ya kelebihan

45:45ya apa

45:47keresahan, keresahan paling mengganggu

45:50apa ya

45:51teman-teman bisa bantu juga

45:53keresahan paling menyesuaikan

45:55karir gak naik-naik gitu ya

45:57apa ya teman-teman punya keresahan gak sih

46:03sebagai engineer atau software developer

46:06atau web developer

46:07mungkin ntar lagi ada AI

46:10mungkin keresah

46:11apakah pekerjaannya diganti dengan

46:14AI

46:15overcoding

46:17keseringan coding gitu maksudnya

46:19over engineer

46:21mungkin maksudnya ya

46:23for engineering

46:24overthinking

46:27front end lenyap

46:29oke

46:31kita pernah bahas loh ini

46:34ya

46:34front end dan AI ya

46:36belum sampai ke front end banget sih

46:39front end lenyap

46:44tapi kan front end

46:46banyak aspek

46:48juga kan ya

46:49gak cuman tampilan

46:52atau tag HTML

46:54CSS dan JavaScript kan

46:56banyak aspek yang

47:00mungkin dari segi

47:02AI belum bisa

47:04memenuhi semua

47:05kualifikasi tambah ngeri

47:08kualifikasi developer ya

47:10iya ya

47:12benar juga ya

47:13dulu awal-awal karir

47:16karya saya ya developer itu

47:18ya cuman bisa

47:20ngoding

47:20terus semakin kesini

47:24semakin nambah tuh jobdesknya

47:26harus bisa automatic testing

47:28ya testing ya

47:29harus bisa

47:32sedikit devops mungkin

47:33CICD ngerti

47:35version control

47:37ngerti

47:39kalau dulu ya

47:40sempet

47:41kayak ada transisi

47:45jadi awalnya kan cuma modding doang

47:48terus giliran mau deploy

47:50itu ada tim sendiri namanya tim infra

47:52jadi kalau misalkan saya mau deploy

47:55saya tinggal push aja ke version control

47:58saya bilang ini udah selesai

47:59boleh di deploy

48:00mereka yang deploy

48:01jadi merasa enak banget gitu

48:04walaupun sekarang kayaknya gitu juga ya

48:06atau gimana

48:07dengan adanya tim devops di kantor

48:10apakah menjadi seperti itu lagi

48:12atau kita masing-masing udah bisa deploy aja

48:15tinggal pull request, pull request di accept

48:17udah otomatis deploy gitu

48:18gak merepotkan si

48:21tim infra atau tim devops ini

48:23kalau saya dulu dimanjakan sekali

48:25sampai akhirnya

48:26gak ngerti tuh cara deploy sama sekali

48:28kalau gak ada tim infra itu

48:30kalau sekarang kan

48:33udah ada

48:35continuous atau maksudnya

48:37tim infra nya menyediakan framework

48:39menyediakan framework

48:41untuk supaya si server

48:42Kalau sekarang ada ya.

48:44Bisa berjalan dengan lancar ya.

48:46Jadi sebenarnya mereka lebih dalam lagi, lebih spesialis lagi.

48:50Jadi yang kita itu cuma, yang di sisi kita itu cuma hanya

49:00membantu nge-buildnya aja dan di-push kemana.

49:03Nanti dari sisi framework yang berjalan secara service itu kan,

49:09itu sisinya si DevOps.

49:12Mereka yang bikin tools-nya untuk produktivitas tadi kan

49:15yang kita sebutkan, engineering manager dan lain-lain.

49:18Itu bagian dari proses kan.

49:20Ya, benar-benar.

49:22Kan masih ada banyak kan.

49:24Sebuah aplikasi itu kan nggak cuma hanya deploy.

49:28Gak cuma hanya kode. Masih ada disaster recovery plan, terus masih ada yang namanya standarisasi kayak OSPAR atau ISO.

49:46security security apa yus compliance compliance ya tuh banyak-banyak jadi pekerjaan devops malah

49:59makin makin makin jelimet ya Iya kalau dulu hanya sekedar tolong deploy udah mau pakai FTP pakai ssh

50:09udah gitu ya, terus sama manage

50:11manage si servernya

50:14ngeliatin tuh, mantengin tuh

50:16harddisknya udah penuh atau belum

50:18memorinya full atau enggak, CPU-nya

50:20spike atau enggak, gitu ya

50:22kalau sekarang

50:23itu udah otomatis, tapi mereka bikin

50:25platform untuk developer

50:28lebih mudah lagi

50:29melakukan deployment, karena

50:31sekarang kan deploymentnya sistemnya

50:33bahkan bisa sehari

50:35bisa berapa kali deploy

50:38atau seminggu berapa kali deploy

50:39kayak continuous delivery gitu kan

50:42continuous deployment

50:43nah itu kerjanya

50:46DevOps ya

50:47oke ini ada

50:51keresahan

50:54yang sama ini dulu ya

50:55keresahan yaitu kualitas problem solving

50:58developer

50:59semakin menurun

51:02seiring dimudahkan pekerjaan dengan AI

51:04bisa jadi betul jadi sip ya shifting mansa radik malu apapun Iya jadi developer yang

51:15ke dulu lah ya ya bisa jadi kalau dulu saya dulu kan Pak ya duluan-duluan misalnya sebelum adanya

51:28dari sisi

51:30dari sisi programming aja deh

51:32mungkin dari program PHP

51:34awal-awalnya semuanya bikin sendiri

51:36tapi dengan adanya framework

51:38semuanya dimudahkan

51:41kan terjadi shifting

51:43mindset ya

51:44jadi apa-apa selalu tinggal pakai framework

51:46apa-apa tinggal pakai library

51:48jadi tinggal main jik

51:50tinggal main jik

51:53so puzzle aja

51:54kayak lego susu-susu dari library

51:56atau ambil colok dari

51:59stack over flow

52:01pasang-pasang

52:02jadi gitu ya

52:04sekarang proses itu dimudahkan

52:07lagi dengan adanya

52:09AI

52:10jadi

52:11sebenarnya cycle-nya tetap sama

52:15betul itu meresahkan

52:19nanti jadinya kualitas

52:21delivery-nya

52:23semakin menurun namun

52:25seiring dengan zaman

52:26Mereka tambah pinter

52:29Orang-orang tambah pinter

52:31Makanya dibutuhkan juga mentor-mentor

52:33Dari

52:34Kita-kita semua

52:37Yang sedang mendengarkan ini

52:39Sebagai mentor untuk

52:40Membantu

52:42Sesama yang lain

52:45Iya

52:46Kalau ada yang salah diluruskan

52:48Karena ya

52:50Banyak juga teman-teman disini yang

52:53Otodidak

52:54Mereka tidak tahu cara belajar yang benar itu seperti apa

52:57Teknologi yang

52:59Cocok diadopsi itu seperti apa Mereka hanya berdasarkan Apa yang dicari kalau menyambung apa tadi eh respon dari Ivan shifting paradigma ya kalau ingat dulu mungkin teman belum

53:15merasakan saya dulu merasakan shifting paradigma pertama adalah ketika mesin pencari sehebat

53:22Google muncul karena sebelumnya mesin pencari itu kayak index aja nggak ada agak susah tuh

53:28Jadi

53:30Yellow pages

53:32Sebelum itu kita belajar codingnya dari mana?

53:36Dari buku

53:37Internet belum ada

53:39Internet ada tapi mahal

53:41Dan belum bisa diakses lah sama orang banyak

53:43Kita belajar dari buku

53:44Ada temen yang belajar dari

53:47Dia datang ke Gramedia

53:48Ke toko buku

53:50Terus abis itu

53:52Mungkin dia belum mampu beli

53:54Akhirnya dia baca di hapal

53:56Sampai di rumah dicobain

53:58Ada yang kayak gitu

53:59Kalau sekarang tinggal

54:02Ngetik-ngetik-ngetik

54:04Gimana cara ini? Udah bisa

54:05Bahkan sekarang udah ada interface chat

54:08Yang kayak conversation bisa nanya

54:10Jadi itu

54:11Paradigma kita berubah lagi

54:14Keyblade kita berubah lagi

54:16Sekarang, kalau dulu kita belajar

54:18How to googling, kalau sekarang

54:19How to prompting

54:21Kita bisa nanya ke AI

54:24Untuk

54:25mengajarkan kita sesuatu yang kita gak tahu

54:28tapi cukup bahaya juga

54:30kenapa? karena sesuatu yang kita gak tahu

54:32kita gak tahu benar atau salah

54:33kalau dia kasih solusinya salah ya kita terjurumus

54:36lah ikut salah gitu

54:37jadi harus tetap di

54:39validasi lagi

54:41tetap butuh mentor, tetap butuh orang

54:44untuk ditanyakan

54:44kalau mas Diza dulu katanya ke Gramedia

54:47saya mah ke Toga mas

54:49oh Toga mas, Toga mas itu apa?

54:51toko buku second ya?

54:54toko buku

54:55Lebih murah daripada

54:57Gramedia

54:58Oh di Jogja

55:01Oh yang tempat jual buku-buku itu ya

55:04Pernah sih

55:04Jadi kalau kayak kata Mas Torik

55:09Majalah chip

55:10Kalau saya biasanya

55:11Beli majalah chip itu

55:15Yang sudah sebulan terakhir

55:17Terlambat karena lebih murah

55:18Ya lebih murah

55:20Majalah chip, majalah info linux

55:23Apalagi itu

55:24Ya, Infolinox tuh salah satunya yang saya beli.

55:28Itulah, saya sempat kerja di Warnet hanya demi supaya bisa download-download materi-materi untuk programming.

55:39Jadi HTML nanti disimpan di flash disk, saya itu sudah ada flash disk ya.

55:43Atau ya flash disk, waktu jaman Warnet menjamur itu sudah flash disk.

55:52Jadi floppy disk masih sempat, tapi flash disk jadi download HTML-HTML untuk dibaca di rumah.

56:00Dikumpulin, di-save ke disk atau ke flash disk gitu kan sampai rumah baru baca.

56:05Karena di rumah nggak ada koneksi internet.

56:08Di kosan lah lebih tepat ya.

56:11Tapi kembali lagi, problem solving itu adalah basis dasar fundamental dari seorang developer.

56:18jadi bukan cuma bisa bikin kode bukan cuma bisa copy paste kode tapi bisa menyelesaikan masalah

56:26dengan kode yang kita buat itu kalau kita lihat tadi eh progress and framework yang kita bikin

56:32jelas banget ya kalau masih ada link ke logis and framework nya tadi masih masih itu ya

56:39yang tadi sebentar ya

56:42share dulu

56:43coba lihat di level 3

56:46kalau level 2 itu kan

56:50kita baru

56:52baru bisa

56:53apa namanya problem solving

56:56hal-hal yang

56:57basic dan sedikit kompleks

57:00tetapi level 3 itu

57:02problem solving lagi karena

57:04bisa kalkulasi resiko ya ya ya ya ya kalkulasi ropstrike itu maksudnya kalkulasi resiko ya ya ya kalkulasi road strike itu maksudnya kalkulasi resiko ya ya ya dulu saya sering banget ditanyain kalau pada saat interview

57:17dulu waktu

57:18udah punya pengalaman 2 tahun 3 tahun tuh

57:20sering banget ditanya

57:21kalau misalkan nih saya punya arsitektur ini

57:24ada apache sebagai

57:26web servernya

57:28kemudian pake PSP misalkan

57:30ada tabisnya MySQL

57:31di satu mesin yang

57:33sama gitu ya di install

57:35itu saya bisa dapat berapa concurrent user

57:37itu saya gak bisa jawab

57:38karena saya gak bisa estimasi, gak bisa kalkulasi

57:41saya bisa ngerjain

57:43bisa ngerjain aplikasinya

57:45saya bisa mungkin bisa deploy, bisa install

57:47Apache, MySQL dan lain-lain

57:49tapi saya gak bisa estimasi

57:50berapa

57:51berapa banyak

57:55orang yang bisa mengakses itu

57:57jadi ya mungkin saya berarti pada saat itu

57:59masih di level 2

58:00belum bisa kalkulasi

58:02Menarik

58:05Jadi

58:09Apa namanya

58:11Ya betul problem solving itu adalah

58:15Salah satu

58:15Skill yang perlu dimiliki

58:18Ini level paling atas ya

58:21Jawabannya it depends

58:22Semua jawaban it depends

58:26Maunya apa

58:28Terlalu banyak variable

58:31yang bisa berubah,

58:36mengubah jawaban,

58:38mengubah solusi.

58:42Pada saat itu,

58:43waktu pada saat itu,

58:45kemudian infrastrukturnya,

58:48kemudian tim developernya.

58:50Misalkan ada solusi yang bagus banget,

58:52tapi harus pakai Haskell.

58:54Tim kita tidak ada yang bisa Haskell.

58:56Mau ngapain?

58:57Apakah harus hire Haskell developer dulu?

59:00Tungguin sampai berbulan-bulan baru bikin solusi

59:02Kan gak mungkin kan

59:03Jadi it depends gitu balik lagi

59:05Ujung-ujungnya kesana

59:08Jadi teman-teman bisa loncat

59:10Dari level 1 ke level 6 aja

59:11Dengan menjawab kalau ada pertanyaan

59:14Di interview it depends

59:16Dijamin

59:18Tidak lulus interview

59:19terus apa lagi ya

59:29ada pertanyaan yang lain gak?

59:31oh ada, masih banyak pertanyaan

59:33pertanyaan background story react

59:35kenapa dicetuskan

59:37sebenarnya solving masalah apa sampai dibikin react

59:40apa ya

59:44itu

59:47apa namanya

59:48untuk membuat sebuah

59:52apa yang bahasanya ya

59:59kayak reactivity ya

1:00:00jadi kalau misalnya value satu dirubah

1:00:03itu beberapa tempat yang lain

1:00:05reaktif sesuai dengan value itu

1:00:10tapi itu tidak reaktif loh

1:00:12by default sebenarnya

1:00:14tapi kan dia ada ini kan

1:00:17secara ada global state ya iya iya dari state misalnya state atas dirubah ya kalau berubah

1:00:25di bawah dibawahnya kan akan ngarender kan bahasanya sedangkan kalau zamannya jquery

1:00:32sebelum zaman itu kita harus membuat reaktif seperti itu kan harus kita mendownload satu-satu

1:00:39menargetkan satu-satu

1:00:41I think itu

1:00:42kenapa

1:00:43di ciptakan

1:00:47mungkin kalau ditarik lebih

1:00:51generik lagi

1:00:52kenapa banyak framework react

1:00:55ada view, ada angular, dan lain-lain itu muncul

1:00:57salah satunya adalah

1:00:59shifting tadi, jadi awalnya

1:01:01itu kan

1:01:02awalnya itu halaman web

1:01:04website

1:01:06yang adalah

1:01:08statis yang informasinya ya kayak ginilah teks gambar apa lagi Form sedikit mungkin Udah gitu

1:01:20Formnya juga form apa?

1:01:21Paling kontek form, guestbook gitu kan zaman dulu ya.

1:01:26Atau ada counter untuk tahu berapa banyak visitor dan lain-lain.

1:01:30Nah begitu muncul aplikasi web, butuh sebuah...

1:01:36Web 2.0 lebih tepatnya.

1:01:38JavaScript udah mulai ke apa tuh nggak bisa catch up dan akhirnya muncullah awalnya backbone knockout

1:01:49JS ada Batman ada apa lagi ada banyak ada banyak ada raktif itu backbone kan ini juga dari jQuery

1:01:58Dibangun

1:02:01Untuk bisa

1:02:03Menolong itu tadi yang MVC

1:02:05MVC

1:02:07Premo

1:02:07Kebutuhan itu

1:02:11Salah satunya kalau

1:02:12Specific React adalah

1:02:14Kebutuhan si Facebook

1:02:16Kan aplikasinya social media

1:02:18Dinamis banget kan

1:02:19Ketika ada orang yang baru post

1:02:21Wah harus muncul tuh paling atas

1:02:23Ketika ada yang komen langsung muncul tuh

1:02:25Ketika ada yang like, like nya nambah counter nya

1:02:27Itu sulit sekali pada saat

1:02:29Kalau kita pakai jQuery

1:02:32JQuery itu kan library ya

1:02:33Belum sampai framework kan

1:02:34Pakai backbone mungkin mereka nggak solving juga

1:02:37Akhirnya mereka bikin framework sendiri

1:02:39Termasuk ini ya

1:02:41HFM

1:02:43Mereka PHP yang masih terlalu lambat

1:02:46Bikin sendiri

1:02:47Bikin engine sendiri

1:02:49Dan React itu memang

1:02:50Kalau dari sejarah

1:02:52Dari beberapa presentasi

1:02:55Yang saya lihat juga

1:02:56Mereka memang terinspirasi dari PHP

1:02:58Karena kesederhanaan PHP itu bisa

1:03:01Dari HTML

1:03:02Tinggal tambahin tag

1:03:03Kurung tanda tanya PHP

1:03:06Atau kurung tanda tanya sama dengan

1:03:07Udah ngeprint

1:03:09Udah bisa dinamis

1:03:10Kemudahan itu

1:03:12Yang belum mereka dapatkan di framework-framework sebelumnya

1:03:15Seperti mungkin Angular

1:03:17Atau Backbone

1:03:19Angular 1 awalnya

1:03:20Akhirnya mereka coba bikin

1:03:23Dan kalau berhubungan

1:03:25dengan virtual DOM itu lebih apa ya menurut mereka itu untuk solving masalah developer experience

1:03:36karena kalau misalkan setiap kali ada perubahan kita harus refresh itu kan berat ya maksudnya ya

1:03:43harus ke server lagi harus kalkulit lagi dan lain makanya mereka bikin teknologi itu ya begitulah

1:03:51ini menurut kita ya

1:03:53kita gak tau kebenarannya sejauh apa

1:03:55tapi yang kita lihat, kita observasi

1:03:57kita reka-reka lah

1:03:59ada lagi pertanyaan

1:04:04perbedaan Haproxy sama EngineX

1:04:07sama-sama bisa dipakai proxy

1:04:10sama-sama bisa dipakai proxy

1:04:13tapi EngineX lebih komplit

1:04:15lebih banyak fiturnya

1:04:17bukan hanya untuk proxy

1:04:18tapi bisa untuk static site

1:04:20justru dia terkenal dulu ya dikenal cukup cepat untuk menyajikan file-file statis

1:04:27engine X is not just proxy

1:04:30yes

1:04:32engine X itu cuma proxy itu cuma salah satu

1:04:35salah satunya salah satu fiturnya

1:04:37fiturnya dia

1:04:38web server

1:04:41web server

1:04:43kalau ha proxy spesifik untuk proxy

1:04:46itu aja bedanya

1:04:50Dulu ada sebelum itu ada apa C?

1:04:52Varnish?

1:04:54Caching.

1:04:56Caching di depan.

1:05:02Kalau satu yang saya

1:05:04apa

1:05:06proxy yang mirip kalau mau dibandingin

1:05:08kalau HA proxy sama nginx gak bisa dibandingin

1:05:10karena beda produk.

1:05:12Kalau mau bandingkan apple to apple, HA proxy

1:05:14sama traffic.

1:05:16Traffic.

1:05:18Cara baca nginx

1:05:20X yang benar adalah NGINX

1:05:22hahaha

1:05:24hahaha

1:05:26NGINX

1:05:28saya fun fact dulu pernah baca NGINX itu dengan NGINX

1:05:32sampai saya diralat oleh bos saya waktu di Bali

1:05:38hahaha

1:05:40jadi yang benar NGINX ya

1:05:42ini harus diomongin kalau misalkan ditulis

1:05:47Cara penyebutannya Nginx atau Nginx ya? Bacanya sama. Dua-duanya Nginx.

1:05:52Nginx ya. Banyak yang Nginx ya. Lucu juga.

1:05:59Cara yang bener. Njirok. Ngerok. Ngerok.

1:06:04Ngerok. Udah lama saya gak pake Njirok loh. Padahal itu bagus loh.

1:06:09Wah, jaman dulu mah terkenal sekali Njirok.

1:06:14Ini kenapa ini ya? Kenapa namanya ada NG-NG nya ya? NG-ENX, NG-ROK. Boleh dijadikan soal interview? Jangan, jangan.

1:06:27Dulu sempat ada apa, ada yang cerita dia masuk ke satu perusahaan terus dia lihat apa, ini ceritanya si orang ini masuk ke perusahaan sebagai tim lead lah gitu ya.

1:06:42posisi cukup tinggi

1:06:44terus dia

1:06:46coba cek

1:06:48kok ini proses interview kita agak susah

1:06:51maksudnya yang masuk sedikit

1:06:53yang lulus sedikit

1:06:54terus dia cek soal-soal interview

1:06:57front endnya

1:06:58ada satu pertanyaan yang sangat menggelitik

1:07:01pertanyaannya adalah

1:07:04state management untuk react

1:07:07adalah

1:07:08A. Redux, B. Apa, C. Apa, D. Apa

1:07:12itu asinsinya buat apa?

1:07:14kalau dia tahu jawabannya Redux

1:07:17terus apa gitu, maksudnya

1:07:18nggak ada gunanya kan, cuma nama gitu kan

1:07:21orang cuma sekedar tahu

1:07:22oh Redux itu state management, kayaknya

1:07:24kurang gitu

1:07:26kenapa nggak pertanyaannya

1:07:28yang berhubungan dengan ininya

1:07:30kalau saya jawab di

1:07:32di opsi terakhir, you might not need Redux

1:07:35iya, kalau sekarang

1:07:38mungkin udah jarang orang yang pakai Redux

1:07:41malah udah pake itu kan jadi gak relevan juga

1:07:44jadi kadang-kadang pertanyaan-pertanyaan yang kayak apa ya

1:07:48oh kayaknya kalau ditanyain kita bisa tahu bahwa dia ini ngulik atau enggak gitu

1:07:54padahal sebenarnya itu pertanyaan yang sangat tidak penting

1:08:01kayak bagaimana cara pronounce engine X

1:08:06Terus kalau dia tahu

1:08:09Kalaupun dia nyebutnya salah

1:08:11Tapi dia jago banget

1:08:13Berarti gak lulus dong

1:08:14Kan sayang ya

1:08:16Pertanyaannya gak cuma satu

1:08:18Kan ada 100

1:08:20Cuma salah satu boleh dong

1:08:21Enggak pertanyaannya cuma 2

1:08:24Dia salah satu udah 50 dia dapetnya

1:08:25Ternyata ada satu kandidat

1:08:29Yang wah dia benar jawabnya

1:08:31Engine X

1:08:32Tapi dia bego gitu

1:08:34Yang dipilih malah yang bego

1:08:36Gimana dong rugi perusahaan kan ya

1:08:38Kadang-kadang

1:08:40Kadang-kadang ya

1:08:42Harus balance lah ya

1:08:44Antara pertanyaan interview

1:08:46Sama

1:08:47Apa yang

1:08:50Nanti akan kita kerjakan

1:08:52Kadang-kadang kan kalau misalkan kita

1:08:56Kasih pertanyaan interview yang terlalu

1:08:58Teoritis gitu

1:08:59Nanti emang saya ngerjain ini

1:09:02bubble sort, emang saya ngerjain

1:09:04apa

1:09:06searching

1:09:08metode apa gitu

1:09:10terus kalau

1:09:12abis itu, oke

1:09:14oh mungkin saya salah nih, saya bikin lagi interview

1:09:17tugas interview

1:09:18bikin aplikasi dengan fitur ini diomelin juga kenapa Ini mah kita disuruh ngerjain tapi gak dibayar Nanti kode kita diambil terus

1:09:31Kitanya gak di hire

1:09:32Jadi serba salah kan ya

1:09:33Jadi kita yang interview harus gimana gitu

1:09:37Ada teman-teman disini ada pernah

1:09:46Mengalami hal-hal kayak gitu gak?

1:09:49Kelucuan-kelucuan dalam interview

1:09:51Pertanyaan-pertanyaan yang

1:09:53Menggelitik seperti tadi

1:09:55Atau soal-soal yang aneh-aneh

1:09:56Yang di luar ekspektasi

1:09:59Saya

1:10:00Enggak sih

1:10:03Kalau

1:10:04Diceritain

1:10:07Interview yang

1:10:09Menyebalkan ada banyak

1:10:10Menyebalkan?

1:10:13Menyebalkan itu kayak gimana tuh?

1:10:16Biasanya gini ya

1:10:17Jadi

1:10:17Biasa ya

1:10:22Kalau misalnya pendapat

1:10:23Atau aliran programming itu kan

1:10:26Ada ya punya kubu-kubu sendiri

1:10:28Mau sukanya

1:10:29Functional programming atau

1:10:31Non-functional atau mau

1:10:33OOP

1:10:34Itu kan kubunya jelas ya

1:10:38Bahkan tab sama spaces aja

1:10:40Beda kubu gitu ya

1:10:42Kadang kan

1:10:44Kalau kita apply ke sebuah perusahaan

1:10:45setelah itu mungkin technical interview

1:10:48dengan senior engineer

1:10:50atau technical interview dengan

1:10:52principalnya mereka

1:10:54tetapi

1:10:55dari sisi sana

1:10:57menanyakan hal-hal yang

1:11:02nyeleneh atau

1:11:08sesuatu yang menjebak

1:11:11tetapi

1:11:11untuk sengaja

1:11:14disinisin

1:11:15Kayak disinis

1:11:17Buat menyindir

1:11:19Menurut saya

1:11:24Yang mau dicari apa

1:11:25Esensinya yang mau dicari itu apa

1:11:28Dari interview itu

1:11:29Apakah logiknya atau pengetahuan

1:11:32Mengenai spesifik function

1:11:34Tertentu yang spesifik

1:11:36Itu kan juga

1:11:38Kenapa

1:11:40Menurut saya yang gak tepat

1:11:42Itu adalah

1:11:43Kalau fungsi di PHP itu kan ada ribuan ya, siapa yang bisa hafal satu-satu?

1:11:48Nah benar.

1:11:50Ada fungsi di ESX itu aja, atau vanilla JS kan bisa jadi beda ya.

1:11:55Atau ada fungsi tertentu yang hanya nempelnya di Node.js, ada fungsi tertentu yang hanya nempelnya di web.

1:12:04Perbedaan Splice sama Slice, apa?

1:12:07Menjebak ya

1:12:09Buat apa

1:12:10Gak ada esensinya

1:12:13Jadi yang ditanyakan justru

1:12:16Hal-hal seperti itu

1:12:17Kembali lagi

1:12:20Saat teknikan itu

1:12:22Yang mau dicari apa

1:12:23Dan justru ditanyakan dengan hal seperti itu

1:12:28Itu menurut saya disayangkan

1:12:30Apalagi ini

1:12:34Gak apa

1:12:36Udah tau pun cara pakenya juga gak ngerti

1:12:40Buat apa

1:12:41Kalau misalkan tiba-tiba ada

1:12:43Beneran ada yang bisa hafal

1:12:44Tapi begitu disuruh

1:12:47Ngodeng CSS dia gak ngerti cara pakenya

1:12:49Buat apa kan gak ada gunanya kan

1:12:51Iya

1:12:52Kadang-kadang

1:12:54Orang baik

1:12:57Kedua belah pihak ya

1:12:58Baik yang menginterview atau yang diinterview itu

1:13:01Melupakan esensi sebenarnya

1:13:03Dari interview

1:13:04Itu kan sebenarnya mencari kecocokan

1:13:06jadi

1:13:08bukan kita sebagai orang

1:13:12yang di interview itu kita di judge

1:13:14wah ini reactnya jelas

1:13:17enggak

1:13:17justru mencari kecocokan

1:13:20saya kan pernah melihat

1:13:22interview-interview yang dilakukan oleh

1:13:24mas Imre mas Gugu saya melihat just yang dicadikan logik dan bahkan dibantu diarahkan sebenarnya ya

1:13:38Dengan pertanyaan yang men-trigger sesuatu untuk, oh logik mereka sampai nggak untuk mengetahui.

1:13:43Kalau udah di-trigger sesuatu, logik menuju sinambungannya nyampe nggak gitu ya.

1:13:49Jadi kayak membangun step by step.

1:13:51Kalau stuck dibantu dengan trigger sesuatu, oh ternyata bisa lanjut terus. Justru yang kita perlu cari adalah bagaimana saat lawan yang kita interview itu stuck, kita bantu, ternyata dia bisa lanjut.

1:14:06dan bisa lanjut sampai akhirnya sukses mencapai solusi yang bisa dipahami bersama.

1:14:17Mungkin dia seorang yang jago tapi dia tidak bisa menjelaskan solusi itu.

1:14:22Sehingga yang diajak berbicara nggak mengerti juga bisa.

1:14:27Pertanyaan apakah cocok orang seperti itu di perusahaan.

1:14:31Mungkin ya, mungkin tidak. Itu bergantung.

1:14:34Jadi kembali lagi, itu bergantung.

1:14:36Tapi yang perlu dicat

1:14:39Kalau misalnya saya menginterview

1:14:41Kandidat

1:14:44Biasanya saya mencari kesinambungan

1:14:47Kalau saya trigger sesuatu

1:14:49Dia mampu gak melanjutkan

1:14:51Bisa diajak diskusi atau gak

1:14:53Iya

1:14:54Jadi kita saya kasih masalah

1:14:57Saya kasih dia waktu berpikir

1:15:005 menit diem

1:15:01Gak usah ngomong

1:15:02Terus baru kita lanjut

1:15:03Dan saat dia sudah mulai kira-kira ngambang, saya kembalikan, dia mampu gak membalikkan suasana dan teruskan.

1:15:15Dan ya itu. Jadi teknik yang saya pakai untuk mengerjakan.

1:15:24Ya, dan biasanya kalau pertanyaan yang teknis gini memang ada pertanyaan jebakan dalam artian bukan pertanyaan jebakan yang kayak tadi ya, bedanya splash sama slice atau gimana pronunciation.

1:15:35Tapi lebih ke sengaja dikasih soal yang ambigu, yang mungkin bermakna ganda atau nggak jelas, nggak ada constraints-nya gitu ya.

1:15:49Jadi itu kayak meng-emulasi mungkin cara kerja di perusahaan

1:15:55Kadang-kadang kalau ada request kan bisa jadi nggak jelas

1:15:57Nah kalau nggak jelas kita harus ngapain?

1:16:00Itu di tes juga sebenarnya kan bagian dari tes

1:16:02Oh nanya dong

1:16:04Kalau diem-diem aja iya-iya aja ternyata nggak jelas

1:16:07Nggak ngerti pertanyaannya

1:16:09Terus dikerjain pasti nggak bakal selesai gitu kan

1:16:12Tapi juga dari sisi peng-interview

1:16:17Kalau memang dia mungkin kelihatannya orangnya ini agak introvert, malu-malu gitu

1:16:23Bisa di trigger juga ada yang kurang jelas atau pertanyaannya sudah cukup jelas

1:16:29Sudah bisa mulai ngerjain atau belum

1:16:32Ada yang mau ditanyain dulu atau apa gitu buat mancing-mancing gitu ya

1:16:35Akhirnya apakah dia terbuka untuk hal itu atau dia malah makin defensif atau gimana ya

1:16:42Itu kita bisa dilihat dari situ kan ya

1:16:45Karena kembali lagi, interview itu menurut saya adalah salah satu proses yang sangat tidak fair.

1:16:55Karena seluruh pencapaian kita dalam beberapa tahun hanya didelai dalam waktu 1 atau 2 jam.

1:17:01Itu kayaknya gak mungkin gitu kan.

1:17:03Kecuali tadi.

1:17:04Seperti speed dating.

1:17:07Speed dating.

1:17:10Nyambung atau gak nyambung gitu ya.

1:17:11Ngobrolnya nyambung atau tidak, kalau misalkan beda frekuensi, kita ngomongin dia,

1:17:18dia tahunya interpasi nya berbeda atau sebaliknya.

1:17:21Nah kecuali kalau tadi yang Ivan sempat ceritakan di awal,

1:17:25ada project open source yang sudah ada buktinya bahwa kita punya pekerjaan Kalau tidak kan cuma berdasarkan CV Saya pernah implementasi ini ini ini bener gak implementasinya dia yang implementasi bukan timnya atau bukan orang lain

1:17:41dia hanya mendompleng, kan kita enggak tahu

1:17:43kita harus, mungkin kita harus ngecek ke perusahaan sebelumnya

1:17:48nanyain keatasannya, bener gak nih CV-nya ditulis seperti ini

1:17:51jadi semakin kemana-mana tuh masalahnya

1:17:55belum tentu juga mau dibeberkan karena itu mungkin rahasia perusahaan dan lain-lain gitu kan

1:18:03jadi ya itu satu-satunya cara adalah yang pertama open source

1:18:09project open source yang bisa dilihat kodenya

1:18:11baik atau buruknya dari sana

1:18:14yang kedua biasanya kalau memungkinkan kerjasama dulu sebelumnya

1:18:20makanya salah satu cara yang paling efektif untuk hiring adalah

1:18:25referensi

1:18:27kalau misalkan saya hire Ivan

1:18:31nanti Ivan pasti ada hire temennya lagi

1:18:34karena udah pernah kerja sama

1:18:35itu yang paling efektif

1:18:38karena udah tau sama tau

1:18:40technical interview

1:18:46test binary search tree

1:18:48pas kerja cuman crude doang

1:18:50Apakah lead code

1:18:55Untuk interview masih relevan?

1:18:57Masih

1:18:57Itu syarat ya

1:18:59Itu syarat yang ditetapkan beberapa perusahaan

1:19:01Mungkin tidak semua

1:19:02Tapi ada syarat seperti IPK lah

1:19:05Seperti IPK yang kita ceritakan tadi

1:19:07Syaratnya IPKnya sekian

1:19:09Kalau nggak mencapai yaudah jangan marah

1:19:10Berarti nggak cocok sama perusahaan itu

1:19:12Sama kulturnya

1:19:13Begitu juga dengan lead code

1:19:15Kalau kita mau lamar pekerjaan

1:19:18dan ada tes interviewnya

1:19:20seperti lead code

1:19:21berarti

1:19:23kalau kita memang masih tetap mau ke perusahaan itu

1:19:26ya kita kerjain lead codenya, kita latihan

1:19:28tapi kalau enggak, cari aja yang lain

1:19:30sampai dapet perusahaan mana yang tidak menggunakan

1:19:32testing interview dengan lead code

1:19:34gitu

1:19:34salah

1:19:38pekerja di perusahaan itu

1:19:39seperti salah jurusan juga loh

1:19:41jadi hati-hati

1:19:42salah jurusan

1:19:44ya enjoy

1:19:47Kalau nggak enjoy nggak bisa berkembang

1:19:50Iya

1:19:51Apakah masih relevan

1:19:54Psikolog tes

1:19:56Ini TPA tes

1:19:57Potensi akademik atau psikologi

1:20:00Biasanya itu ada

1:20:02Psikolog tes

1:20:04Yang kayak ngisi ABCD

1:20:05Iya banyak biasanya soalnya

1:20:08Saya pernah

1:20:10Waktu dulu lagi

1:20:11Ngelamar masuk shell

1:20:13Terus disuruh datang

1:20:15itu sel-sel perusahaan minyak sel Iya Oh oli-oli boboi tes di Surabaya disuruh datang dan mengisi

1:20:28sehari-hari itu ya Iya kalau itu apa ini ada ratusan pertanyaan siap tes-tes selesai juga

1:20:41cuman ya gak enjoy aja

1:20:42saya juga pernah tuh

1:20:45I don't know

1:20:47kalau misalnya saya gak ahli

1:20:49saya gak pernah komen

1:20:50karena saya tau ada beberapa

1:20:52ada temen saya yang

1:20:54memprovide service itu

1:20:57dan mereka yang ahli

1:20:59bisa melihat

1:21:01karakteristik dari seseorang itu

1:21:04dari hasil

1:21:05pertanyaan itu

1:21:07karena pertanyaan itu ada desainnya

1:21:09ada standar

1:21:10Ada metodenya.

1:21:11Jadi nggak sembarangan dan itu berdasarkan riset.

1:21:14Jadi, I cannot say anything about it.

1:21:18Iya. Kita juga mau terima student diactivate juga ada tes yang seperti itu.

1:21:26Walaupun yang nggak se-cooperative itu tapi kita pengen tahu kan.

1:21:30Apa namanya, ya ini kayak yang dibilang rantaru nih.

1:21:35Agak labil kalau tiba-tiba ngedrope database.

1:21:38Tiba-tiba hilang.

1:21:40dihubungi, ya.

1:21:42Atau motivasi dia sebenarnya apa.

1:21:45Iya.

1:21:46Karena kan,

1:21:47balik lagi,

1:21:48interview itu kan kita bisa asal jawab kan.

1:21:50Sebutkan kelebihan dan kekurangan kamu.

1:21:53Gampang dong.

1:21:54Kita jawab, orang dia nggak kenal kita.

1:21:56Kita bilang aja, saya jujur,

1:21:57bertanggung jawab,

1:21:59dan dapat dipercaya.

1:22:02Tau tiba-tiba hilang.

1:22:04Kan nggak tau kan.

1:22:05Jadi, buktinya mana? Nggak ada.

1:22:07Nggak bisa dibuktikan.

1:22:08Jujur itu gimana cara membuktikannya? Dalam waktu 1-2 jam interview itu gimana cara membuktikan jujur?

1:22:14Gak bisa. Jadi mau gak mau harus cari cara lain untuk itu.

1:22:19Jadi misalkan kenapa psikotest itu soalnya banyak?

1:22:24Untuk mengetes konsistensi kita, mungkin di pertanyaan ke 1 kita jawabnya saya jujur.

1:22:29Pertanyaan ke 5 saya jawabnya jujur. Pertanyaan ke 10 karena udah capek jadi lebih jujur jawabannya.

1:22:34Saya kadang-kadang bohong

1:22:35Jadi kelihatan tuh

1:22:37Ternyata dia yang awalnya

1:22:39Jaim gitu kan

1:22:41Begitu udah capek

1:22:43Nah baru keluar tuh aslinya

1:22:45Itu salah satu

1:22:47Mungkin salah satu metodenya seperti itu

1:22:50Jawaban template

1:22:53Iya kan banyak tuh ya buku

1:22:55Buku untuk lulus

1:22:57Psikotest kan banyak ya

1:22:59Itu bisa dihapal kan

1:23:01Tapi kalau udah capek kan udah

1:23:03hilang semua itu kan makanya sengaja dibanyak-banyakin kok soalnya kok mirip ya tapi kita jawabnya sama atau beda tuh

1:23:12kadang soalnya di reverse juga di reverse reverse ya

1:23:17di awalnya pakai ini sisi sebaliknya

1:23:22sisi sebaliknya konsisten

1:23:25iya disuruh mahabbok ini tidak semua tidak semua orang bisa melakukan ya

1:23:31tapi susah loh saya pernah ikut suatu sekali dan terkena mental sampai saya stress sendiri kok

1:23:38jawabannya ya elah sampai dan itu masih pakai pensil bulet-bulet tentu dulu bukan Oh ya yang

1:23:46lebih masih pakai iya lebih 2B itu diarsui ya capek banget itu alasannya biar dites itu ya

1:23:54biar bisa pakai komputer ya jauh putri sasi Iya padahal langsung ke komputer aja langsung masukin

1:24:01pilihannya tinggal klik-klik gitu ya

1:24:03zaman dulu kan

1:24:052011

1:24:072010 ya

1:24:09mungkin kan yang dites juga

1:24:12ratusan tuh ada 500 orang

1:24:14satu auditorium tuh

1:24:17siapin

1:24:18siapin komputer 500

1:24:20dan siapin infrastruktur internet

1:24:22500 tuh susah loh

1:24:23wah zaman dulu

1:24:26sekarang aja susah

1:24:28wah kalau zaman dulu

1:24:30interview di Senayan lu rame-rame sekarang masih ada nggak sih kayak

1:24:35interview kayak gitu on apa eh apa 6 istilahnya tuh work in interview Wah dikumpulin rame di satu tempat Suruh ngerjain psikotest Yang selesai lulus dipanggil Ya lanjut ke tahapan berikutnya

1:24:52Gila ya, zaman dulu ya.

1:24:53Cari kerjaan.

1:24:54Kalau sekarang malah susah ya.

1:24:55Bajunya putih-itam lagi semua kan?

1:24:57Oh iya, putih-itam.

1:24:59Baju putih, celana hitam.

1:25:04Awalnya datang rapi-rapi.

1:25:06Sudah sore, sudah kumal.

1:25:08Dulu sempat loh.

1:25:10Pas udah mau lulus kuliah kan

1:25:13Tiba-tiba ada

1:25:14Ada informasi

1:25:17Kalau ada buka

1:25:19Kayak walk-in interview di salah satu

1:25:21Daerah

1:25:22Datang lah waktu itu sama almarhum bokap

1:25:25Ayo ikut aja yuk

1:25:27Siapa tau beruntung gitu kan

1:25:28Begitu datang

1:25:29Wah udah

1:25:30Antriannya sudah mengular

1:25:33Gak jadi deh kita pulang aja yuk

1:25:35Gak jadi

1:25:37Interview sekarang pakai Google Form

1:25:41Iya

1:25:42Ada

1:25:43Ada banyak

1:25:45Iyalah

1:25:47Oke gimana

1:25:52Ada lagi yang mau ditanyakan

1:25:54Udah satu setengah jam kita ngelor nidul ya

1:25:56Ini kayaknya ngomongin soft skill

1:25:58Banyak kan ya yang teknis

1:26:00Mungkin gak terlalu banyak

1:26:01Untungnya jadi kita bisa jawab

1:26:04Dan bisa banyak cerita

1:26:05Bisa banyak cerita

1:26:06Ini dari tadi ya

1:26:09Ini berkaitan dengan zero downtime

1:26:11Apakah kalau kita udah menerapkan

1:26:14Zero downtime

1:26:15Tetap ngasih jadwal deployment

1:26:17Soalnya kan gak ngaruh

1:26:19Itu kan kalau

1:26:21Sukses story

1:26:22Kalau sukses

1:26:24Gimana kalau ternyata zero downtime

1:26:27Diploy-nya gagal

1:26:29Tetap dong harus jaga-jaga

1:26:32Iya kan

1:26:33Zero downtime itu

1:26:37Kayak ini

1:26:41Kayak dulu Heroku

1:26:42Tetap ada risk loh

1:26:45Ada risknya tetap

1:26:47Jadi harus

1:26:48Nggak ada yang namanya zero downtime

1:26:49Iya

1:26:50Karena

1:26:52Meskipun kode kita nggak bermasalah

1:26:55Tapi infrastruktur bisa bermasalah

1:26:57Outage itu pasti ada

1:26:58Yes

1:27:00Outage itu pasti ada

1:27:03Kalau nggak otes di ini ya di provider.

1:27:08Di infrastruktur gimana?

1:27:10Iya.

1:27:11Di provider kayak di AWS.

1:27:12Kemarin cyber 2 kebakaran.

1:27:15Ayo.

1:27:17Oh iya.

1:27:18Yang banyak nggak bisa akses ya.

1:27:20Iya.

1:27:21Yang tiba-tiba kok nggak bisa akses ini, nggak bisa akses itu.

1:27:25Dan itu lumayan sering terjadi ya.

1:27:29Jadi tetap harus ada jadwal.

1:27:31Dan kita kan masih ada kabel bawah laut ya

1:27:35Bawah laut

1:27:36Kan masih ada kabel bawah laut nih seluruh dunia

1:27:39Pasti akan ada downtime kok Jadi outage pasti ada Sebagus saya terapkan CICD terus kemudian testing ada aja ada aja yang yang keanehan meskipun sudah pakai redis cash bisa jadi loh redisnya itu down bisa

1:28:04benar aja benar dan apa iya apa namanya kalau sudah ke walaupun udah scale sampai kayak 1

1:28:14million 2 million traffic like misal perhari atau persatuan waktu ya misalnya sudah skillnya udah

1:28:22besar satu kesalahan misalnya misalnya anggap aja 0,001 chance itu bisa jadi berapa kali gitu

1:28:31terjadi misalnya Anggap aja oke cashnya itu fail untuk untuk ngeride ke memori ya kan

1:28:43dan fault tolerance nya 0,0001 kalau trafficnya sejuta sehari berarti ada minimal 10 kali terjadi

1:28:53hari ya kan jadi pasti akan ada apesnya pasti ada masjid GitLab itu kemarin salah delete database

1:29:06kan Iya tapi apa namanya menariknya si GitLab itu dan beberapa perusahaan-perusahaan luar itu mereka

1:29:15dengan transparan mengakui

1:29:17dan bahkan

1:29:19proses recovery-nya itu

1:29:21di live stream, jadi

1:29:22customer-nya bisa lihat

1:29:24oh mereka melakukan kesalahan dan mereka

1:29:27berusaha untuk

1:29:29bertanggung jawab mengembalikan setidaknya

1:29:31sebagian dari data-data yang hilang

1:29:33effort-nya ada

1:29:35kelihatan gitu

1:29:36gak didiemin

1:29:38atau gak dicuekin

1:29:41atau

1:29:42gak malu-malu, maksudnya gak malu-malu

1:29:45mengakui gitu, gak menutup

1:29:47nutupi, nah itu yang

1:29:49salutnya sama perusahaan-perusahaan

1:29:51seperti GitLab itu

1:29:526 jam lebih loh mereka nge-restore itu

1:29:55saya masih ingat, saya tonton

1:29:57live streamingnya ya

1:29:59uploadnya pelan

1:30:01setelah di-upload juga restoringnya itu pelan

1:30:05karena masih nge-syncing master slave kan

1:30:08nge-synchronize itu

1:30:10lama banget

1:30:11iya itu gak kebayang

1:30:14orang-orang di situ gimana deg-degannya ya gimana stresnya ya apalagi yang melakukan kesalahan

1:30:22pasti dia merasa ini banget ya oke lah sudah satu setengah jam kita cukup ya cukup ya nanti

1:30:32kita bikin lagi lah kayak gini kayaknya cukup rame ya ternyata ya dibandingkan ada topik malah

1:30:38Satu topik tertentu ya mungkin ini ya tapi kalau sekarang udah banyak sekali ya Jadi seru juga nih mungkin kita bisa melakukan secara berkala mungkin berapa bulan sekali kita buka bebas diskusi bebas gini ya Untuk biar tau juga nanti tariknya ke topik apa update teknologi terbaru kadang kita juga kurang update ya tiba banyak hal

1:31:03apalagi web ya sangat cepat sekali itu terakhir masih itu yang prediction API mungkin kapan-kapan

1:31:12bahas itu. Oh iya, prediction API

1:31:14menarik.

1:31:16Terus,

1:31:17sama satu lagi yang

1:31:19salah satu

1:31:21ciri-ciri developer

1:31:24yang apa ya,

1:31:26yang developer harus punya adalah

1:31:28tidak lelah

1:31:30untuk belajar hal baru. Karena

1:31:32perkembangan teknologi itu

1:31:34luar biasa sekali. Kita aja yang

1:31:36setiap minggu ngobrol itu masih

1:31:38berasa, kok ada yang baru?

1:31:40Kita belum bahas. Kadang-kadang

1:31:42Pengen bahas tapi

1:31:44Terlalu banyak

1:31:47Terlalu banyak topik sampai kita bingung

1:31:49Mau bahas apa

1:31:50Jadi

1:31:52Begitulah

1:31:55Sebagai developer kita harus tetap

1:31:57Bisa ada dua jalur juga sih

1:32:01Kalau teman-teman masih

1:32:02Istilahnya sudah di zona nyaman

1:32:04Menggunakan teknologi tertentu

1:32:06Jadi spesialis

1:32:08Itu juga tidak salah

1:32:10Banyak kok teman-teman

1:32:12Orang-orang yang masih berkutat dengan

1:32:15AS400

1:32:17Sama Kobo

1:32:19Sama

1:32:20Yang lain yang dulu-dulu

1:32:22Dan gajinya juga tidak kalah tinggi

1:32:24Sama yang sekarang-sekarang

1:32:25Bahkan mungkin jauh lebih tinggi karena

1:32:28Saking langkanya gitu ya

1:32:29Tapi ya kembali lagi

1:32:32Kita pengennya menjadi developer seperti apa

1:32:34Karena semuanya menarik

1:32:37Yes karena semuanya menarik

1:32:39Oke kalau gitu terima kasih banyak

1:32:41Buat semuanya yang sudah ikutan diskusi

1:32:43Malam hari ini ngalor ngidul

1:32:44Ceritanya panjang

1:32:46Curhat-curhatan ada yang curcol juga

1:32:49Kita ketemu lagi minggu depan

1:32:53Mudah-mudahan minggu depan kita sudah

1:32:54Dengan satu topik

1:32:56Dan sudah ada Eka juga nanti ya

1:32:59Kita ketemu lagi

1:33:01Minggu depan jangan lupa

1:33:03Kalau teman-teman punya topik yang mau dibahas

1:33:05Atau narasumber

1:33:06Saran narasumber silahkan

1:33:09ke GitHub

1:33:10discussion kita

1:33:12langsung aja, atau kalau punya pertanyaan

1:33:15mungkin kesulitan

1:33:17di pekerjaan, misalkan mau milih

1:33:18saya mau bikin aplikasi ini, tapi pakai

1:33:21framework apa, buat diskusi aja

1:33:23tujuannya kita bikin

1:33:27discussion di GitHub itu adalah

1:33:28kalau misalkan teman-teman mau

1:33:31diskusi di luar sesi

1:33:32live streaming, karena live streaming cuma sehari

1:33:34ngobrol-ngobrol kan cuma selasa malam

1:33:36kalau Rabu malam, Kamis malam

1:33:38sampai Senin malam pengen diskusi

1:33:40bisa di

1:33:41sini juga di GitHub

1:33:44discussion kita ya

1:33:46sekian dulu, terima kasih banyak

1:33:48sampai jumpa minggu depan

1:33:50bye-bye

Suka episode ini?

Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!

Langganan Sekarang

Episode Terkait

Ngobrolin Dokumentasi - Ngobrolin WEB
EP 143

10 Sep 2025

Ngobrolin Dokumentasi - Ngobrolin WEB

πŸ—£οΈπŸ•ΈοΈ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Mari membahas tentang berbagai alat untuk membuat dan menampilkan dokumentas...

Ngobrolin SEO - Ngobrolin WEB
EP 126

30 Apr 2025

Ngobrolin SEO - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Ngobrolin Keamanan bareng @mazipan - Ngobrolin WEB
EP 120

18 Mar 2025

Ngobrolin Keamanan bareng @mazipan - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Komentar