Ngobrolin Buku Halo Koding - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode ini membahas buku "Halo Coding" karya Hilman, sebuah buku yang membahas dunia pemrograman dari sisi manusianya, bukan dari sisi teknis. Hilman berbagi perjalanannya menulis buku selama masa pandemi, mulai dari motivasi awal yaitu menggabungkan passionnya terhadap menulis dan pemrograman, hingga proses self-publishing yang ia lakukan. Buku ini lahir dari keprihatinan Hilman melihat minimnya literatur tentang pemrograman yang membahas aspek non-teknis seperti mental model, tantangan psikologis, dan masalah keseharian yang dihadapi programmer. Episode ini juga menyinggung tentang imposter syndrome, strategi menentukan harga produk digital, dan pentingnya memulai hal-hal kecil (start small) dalam meraih tujuan besar.
Poin-poin Utama
- •Buku "Halo Coding" mengisi celah di pasar literatur pemrograman dengan membahas aspek non-teknis seperti mental model, tantangan psikologis, dan masalah keseharian programmer
- •Proses penulisan buku memakan waktu sekitar 3 bulan dengan menulis per artikel untuk kemudian dikompilasi, bukan menulis satu file besar dari awal
- •Hilman memilih jalur self-publishing karena ingin kebebasan konten tanpa harus melalui proses seleksi penerbit besar yang mungkin tidak sesuai dengan visinya
- •Buku ini awalnya ditulis tanpa permintaan pasar (bukan dari demand), namun ternyata membantu sebagai marketing tool untuk Sekolah Coding milik Hilman
- •Strategi penentuan harga premium didasarkan pada perhitungan bahwa investasi belajar coding jauh lebih kecil dibanding gaji pertama sebagai programmer, membuat produk sangat worth it
- •Tips untuk pemula yang ingin menulis buku: mulailah dari hal kecil seperti menulis artikel secara konsisten, gunakan sistem reward untuk diri sendiri, dan jangan takut dengan ketakutan atau imposter syndrome
- •Hilman berencana menerbitkan buku kedua berjudul "Halo Error" yang akan membahas tentang cara mengatasi masalah dan error dalam pemrograman
0:00(musik)
0:10Halo, halo, halo, selamat malam.
0:19Akhirnya bisa live lagi.
0:21Berapa minggu kita nggak live ya?
0:25Gara-gara itu.
0:271 dan lain hal.
0:29Sebelum eh yang sesudahnya.
0:33Terus ada cara lain.
0:37Gimana kabarnya?
0:39Mudah-mudahan semua dalam keadaan sehat ya.
0:41Kita malam ini masih berdua.
0:43Kayaknya Ivan bakal nyusul,
0:45tapi kita lihat aja nanti.
0:47Tapi yang jelas kita nggak berdua atau nggak bertiga,
0:51tapi kita berempat mungkin ya.
0:53Karena malam ini kita kedatangan tamu spesial.
0:57Istimewa.
0:59Kita udah lama nggak bedah buku.
1:01Jadi kita mau bedah buku.
1:03Bukunya namanya Halo Coding.
1:05Nah kita dapat kesempatan spesial bisa mendatangkan.
1:09Yang nulis bukunya langsung.
1:11Jadi kita langsung sambut aja Hilman.
1:13Halo Hilman.
1:15Halo Mas Riza, halo Mba Eka.
1:17Halo Bu.
1:19Gimana-gimana?
1:21Boleh mungkin buat teman-teman yang belum kenal,
1:25terus teman-teman yang belum kenal mungkin bisa perkenalan singkat dong.
1:27Kalau belum kenal.
Lihat transkrip lengkap
1:29Siap-siap.
1:31Terima kasih banyak sebelumnya.
1:33Saya yang terima kasih
1:35diundang ke podcastnya Mas Riza.
1:39Sama Mba Eka, sama Mas Ivan, makasih banget.
1:41Ya buat teman-teman yang belum kenal,
1:45saya mengajar di sekolah coding,
1:49sekolahcoding.com
1:51di sekitar tahun 2015.
1:53Mulai dari Youtube, lalu ada website-nya.
1:55Dan seperti yang disinggung tadi,
1:59nulis buku di masa Covid.
2:01Nama bukunya Halo Coding.
2:03Saat ini bekerja sebagai seorang
2:07nama rolnya customer success engineer.
2:09Jadi gabungan atau hybrid-hybrid
2:12antara customer success
2:14di mana audiensenya itu atau user-nya itu developer.
2:17Jadi bantuin developer-nya.
2:19Dan sebagian waktunya lagi
2:21dipakai untuk bantu marketing si produk
2:25dari yang kita kerjain ini.
2:27Sampingan lainnya lagi ada project namanya Warung Kopi.
2:33Warung Kopi itu bantuin teman-teman UKM
2:37yang mau bikin-bikin konten pakai AI
2:40biar lebih ramah interface-nya.
2:42Mungkin itu sih perkenalan singkatnya.
2:46Jadi berarti sekarang itu kerja full-time-nya remote.
2:56Tapi ada passive income,
3:00sekolah coding, jualan buku,
3:03sama tadi ya, Warung Kopi.
3:06Nah ini tamu kedua kita, ada Ivan.
3:10- Halo Mas Ivan. - Halo, salam kenal.
3:16- Salam kenal. - Kenapa salam kenal sih?
3:20Emang belum kenal.
3:22Udah pernah ketemu ya?
3:28Patah-patah ya, bentar. Kayak itu isi saya.
3:33Patah-patah?
3:35Oke, nah ini kan kita malam ini kan bedah buku ya.
3:39Jadi beberapa episode yang lalu udah agak lama
3:42kita kan sempat bedah buku yang direkomendasikan Ivan kan.
3:46Terus abis itu kita sempat nanya-nanya juga
3:49ke teman-teman yang nonton,
3:51ternyata mereka masih menggemari format buku.
3:55Saya kira tuh mereka udah nggak baca buku lagi gitu kan.
3:59Ternyata masih banyak.
4:01Banyak juga yang merekomendasikan buku Halo Coding.
4:05Jadi langsung kontak Hillman malah dapat sambutan
4:10yang ya boleh lah diundang dengan senang hati.
4:13Nah, kita mau nanya dulu latar belakangnya.
4:17Kira-kira waktu rencana mau bikin itu,
4:21kepikirannya itu kenapa sih mau bikin buku?
4:24Kalau diingat-ingat mungkin ada faktor ini juga ya.
4:29Ada faktor, apa ya, bilangnya bahasa,
4:34saya bingung bahasa halusnya mungkin egois
4:36atau ngikutin passion yang selama ini dipengen yaitu
4:40saya suka banget buku.
4:42Jadi masih inget pas zaman SMP tuh bisa lama di library,
4:46bisa lama di perpustakaan,
4:48buat baca-baca buku, walaupun itu baca novel kah,
4:51atau baca apa lah, majalah lah, atau sekedar koran gitu.
4:55Jadi emang suka banget baca dari dulu.
4:57Dari situ emang pelan-pelan mulai suka nulis juga.
5:01Baru untuk khusus spesifik si Halo Coding ini
5:07karena memang ngegabungin beberapa passion yang lain
5:10yaitu salah satunya pemrograman,
5:13kenapa enggak digabungin hobi saya yang suka pemrograman
5:17dan hobi saya yang suka nulis.
5:19Kebetulan pada saat proses menulis ini,
5:22pada saat proses menulis Halo Coding-nya,
5:27kalau kita coba jalan ke toko buku, ke bagian kategori pemrograman,
5:35kita mungkin ketemu kayak tutorial membuat website dengan PHP dan MySQL misalnya
5:41atau belajar Python versi sekian dan seterusnya.
5:45Cuman yang saya tidak melihat di sana adanya membahas dunia pemrograming ini
5:52dari sisi manusianya, bukan dari sisi teknologinya itu sendiri.
5:56Ini ada gap yang saya lihat, padahal kalau kita mikir-mikir atau enggak,
6:04paling tidak pada saat mendapatkan pertanyaan dari teman-teman
6:08sebenarnya banyak kekhawatiran atau pertanyaan-pertanyaannya itu berputar
6:14yang kita bisa tarik beberapa tema yang sama.
6:18Dari situlah kepikiran, oh kenapa enggak ini aja ya.
6:21Ngegabungin passion yang tadi, passion saya yang suka membaca, yang suka menulis
6:25dan membahas seputar pemrograman tapi dari sisi yang beda, dari sisi manusianya,
6:34bukan dari sisi teknologinya.
6:36Berarti dari sebelum jadi programmer, udah senang baca dan udah pengen nulis,
6:43udah senang nulis ya berarti?
6:45Iya betul, jadi kalau saya ingat-ingat malah pernah jadi gitu novel,
6:50mungkin saya enggak tahu umur 17 tahun atau apa tapi untungnya pada waktu itu
6:55enggak diterima oleh penerbitnya jadi karena kalau ingat-ingat juga aduh
7:00nulis apa ya waktu itu jujur enggak ingat nulis konkretnya apa tapi kayaknya
7:05pasti belum banyak ilmunya lah waktu itu belum belajar teknik nulis,
7:08belum belajar pengetahuan nya juga belum banyak jadi untungnya waktu itu
7:12ditolak kalau enggak mungkin ya lumayan malu lah sekarang.
7:15Kalau diterima terus entar jadi novelis.
7:20Benar-benar banget itu pet yang lain yang kita enggak lihat gitu pada waktu itu
7:31ya mungkin pada saat ditolak waktu itu kecewa tapi baru melihat ke belakang
7:35oh ternyata ini bagian dari prosesnya itu terus ya sempat kayak nulis-nulis
7:39pen juga pernah dulu yang rajin nulis itu pas zaman masih di Facebook
7:46jadi suka dapetin feedback gitu dari teman-teman.
7:50Ya hobi sih hobi nulis tapi enggak bisa diperkir juga faktor besarnya juga hobi
7:55membaca karena saya itu enggak pada saat nulis ini bukan dari demand jadi bukan
8:01orang kayak minta "Masilman tulis buku dong" enggak ada yang kayak gitu enggak ada yang
8:05minta nulis buku tapi karena itu tadi ada sisi egoisnya saya atau sisi mau
8:10ngikutin passion saya, saya tahu oh saya kalau baca buku nih UX nya beda gitu
8:15kalau baca buku tuh senang kayak bisa tersesat gitu di dalam buku nah karena
8:21faktor itu tadi yaudah saya mencoba ngikutin atau nge-push bikin buku ini tadi.
8:25Tapi menarik sih kelihatan loh diisi bukunya kan tadi tuh baca pilih apa ya kayak
8:33banyak referensi yang di luar dunia pemprograman kayak ada tentang Richard Feynman
8:38itu yang productivity dia kan terkenal learning teknik gitu teknik belajar
8:43ada nyebut apa kayak Maria Popova itu kayaknya seumur hidup baru sekali liat
8:48programmer yang ngerti penulis itu karena dia fokusnya di apa lah kayak literatur
8:53poesi kelihatan banget sih dalam bukunya masih aval semua isinya karena
8:59beneran barusan banget nih baca gilat. Terima kasih, terima kasih udah dibaca.
9:04- Nah ini yang ngomongin novel tadi masih kebawa ya kayaknya ya ke buku ini ya
9:10kata Mas Dadan ini bukunya itu kayak campuran novel sama buku motivasi ya.
9:16- Ya halo-halo Mas Dadan, salam kenal.
9:20- Nah kan tadi Hilman sempat mention kalau bukunya ini bukan berdasarkan kebutuhan
9:29atau demand dari market. Tapi ada tujuan target marketnya sendiri atau
9:36yaudahlah idealisme aja lah tulis apa yang ada di kepala atau gimana?
9:41- Jadi bener banget itu salah satu mungkin bukan tantangan tapi ketakutannya ya
9:48pada saat nulis itu ini ada gak sih yang mau soalnya bukan dari demand tapi
9:52memang kalau dari kalau kita ngomongnya mungkin bisa dilihat dari dua sisi
9:57kalau kita ngomongnya dari sisi bisnisnya karena saya waktu itu sudah ada
10:03sekolah coding jadi marketnya sudah ada at least saya bisa promosiin ke market
10:09sekolah coding ini tapi tetap aja kalau jujur waktu itu kalau ngebayangin gitu
10:13kayaknya pas udah produksi doanya tuh kayak aduh satu lucin aja ada yang beli nih
10:19bersyukur banget gitu paling gak malu lah udah nulis buku lama-lama terus gak ada
10:23yang beli kan sedih banget kayaknya jadi tetap sisi itunya tuh ada terus kalau bukan
10:29jadi dari sisi bisnisnya itu mikirnya kayak oh adalah yang beli at least itu tadi
10:34satu lucin adalah dari sekolah coding yang beli terus kalau dari sisi lain
10:38nge pushnya juga karena apa ya saya ingat juga waktu itu pernah podcastan
10:44juga saya ngomong sama Mas Riza, Mas Riza nanya kalau kita bikin tutorial tuh
10:48bukannya tutorial tuh bisa usang ya bisa teknologi itu kan berubah terus ya bisa
10:54yang kita ajarin sekarang bisa hilang nah itu mungkin jadi salah satu faktor juga
10:59kalau saya cuma ganti-ganti bahasa program ganti-ganti ngajar framework versi-versi
11:06teknologi mungkin itu semua bakal usang bakal hilang tapi kalau saya nulis buku
11:12apalagi bukunya gak membahas versi teknologi tertentu tapi membahas apa mental model
11:20bahas masalah keseharian pengprograman, masalah tantangan, masalah kesempatan
11:26cari kerja dan lain-lain mungkin itu bisa lebih bertahan lama dibanding
11:30ngebahas teknologi tertentu jadi itu campuran beberapa faktor yang nge push
11:36sampai nulis si haloko dingin.
11:38- Oh enggak jadi enggak pakai sistem kayak apa kayak kalau di luar itu kan biasanya
11:44kalau mau bikin produk mau bikin buku bikin landing page-nya dulu terus orang pre-order
11:48bayar duluan udah sampai satu lucin baru dibikin enggak gitu ya sistemnya ya?
11:53- Iya enggak jadi alhamdulillah belum belajar waktu itu kalau sekarang mungkin
11:58harusnya bikin keingin tujuan waktu itu ilmunya belum nyampe sana
12:02jadi itu tadi sih faktor egoisme pengen nulis buku sama mungkin faktor kurang ilmu
12:12ya jadi enggak mempraktekan itu tadi.
12:14- Oke bukan egoisme mungkin lebih tepatnya idealisme kali ya.
12:18- Idealisme. - Iya boleh.
12:20- Ini menarik nih jadi target market-nya Hilman katanya minimal adalah orang-orang
12:31yang sudah ikutin sekolah coding tapi kalau dari sudut pandang saya justru buku ini
12:39jadi leads untuk orang mau join ke sekolah coding gitu.
12:46- Jadi istilahnya kaya buku ini sebagai apa ya menjual si sekolah coding juga
12:52jadi saling ini saling berputar aja tuh di situ gitu.
12:56- Blessing in disguise. - Benar-benar sangat-sangat
12:58- Blessing in disguise.
13:00- Jadi tifat dari ini ya mungkin konten ketika kita bikin konten dalam bentuk apapun gitu
13:06dalam misalnya memposting Instagram bisa jadi itu mempromotikan hal lain bagitupun sebaliknya.
13:12- Oke ya ini salah satunya adalah Anur Holit nih buku yang sangat memotivasi pas awal coding
13:20orang baru mulai belajar coding kayaknya baca buku ini kayaknya cocok gitu ya.
13:26- Ya sih ini motivasi banget kayak tadi pas baca sebetulnya karena udah teranjur ya
13:31sebetulnya jujur kalau tadi pas aku baca sih ya bisa dibilang nggak terlalu dapet hal yang baru
13:40karena udah ngalamin ya tapi dapet maksudnya oh iya bener juga oh iya lebih gitu.
13:46Cuma maksudnya ini impact maksimalnya sih bagusnya pas belum mulai coding sih ini
13:51maksudnya kalau menurut ngepadku pribadi jadi kalau baru mau dokter sekolah coding
13:56atau masih tanya-tanya ini bagus nih cekokin buku ini.
14:01Jadi apa, tercerahkan sama lebih tahu arah gitu loh jadi nggak misalnya
14:06baru ikut satu dua pelajaran terus oh kok saya belum bisa bikin facebook
14:11atau apalah sama saya jadi kayak buat vaksinasi untuk masalah-masalah deser
14:17yang dialamin mungkin pas mulai ngikutin pelajaran di sekolah coding
14:22atau ya atau program belajar lainnya.
14:26- Iya setuju sih setuju banget jadi emang banyak hal-hal di sini tuh ketakutan
14:32atau ketakutan atau masalah yang pasti semua programmer hadapin gitu
14:39yang sebelumnya nggak banyak dibahas karena kalau kita lihat di forum-forum
14:44atau komunitas biasanya tuh ya nanya specific error nanya but
14:50padahal ada di luar itu yang sebenarnya kalau kita sharing
14:55kalau kita ajar kan bisa jadi itu sama seperti apa ya ibaratnya ngasih pancingan
15:00dibanding ngasih ikannya langsung.
15:03- Ini juga kalau saya perhatikan dari konten bukunya ada manifestasi dari
15:12tuh podcast teh atau kopi ya kalau misalnya ya beberapa ya.
15:16Jadi mungkin brainstormingnya di situ ya atau gimana?
15:20- Iya jadi kalau dibaca sih buku Halo Coding ini bukan kayak buku-buku umum
15:25dimana yang ada ceritanya dari A sampai Z gitu kalau kita baca dari awal sampai akhir
15:30tapi dia modelnya lebih kayak snippet-snippet atau artikel-artikel
15:35yang digabung di grup jadi beberapa kategori karena emang inspirasinya pun
15:41banyak dari situ salah satunya mas Reza sebut tadi untuk konteks
15:45buat temen-temen yang belum tahu teh atau kopi itu podcast yang satu season
15:51satu episode berjalan belum ada lanjutannya lagi.
15:55Jadi itu podcast teh atau kopi banyak bahas hal-hal ya random banget sih
16:00sebenarnya salah satunya misalnya bahas tema imposter syndrome yang dibahas
16:05di podcast itu yang dibawa ke buku ini juga tapi dari sisi bukunya ini sendiri
16:11emang dia formatnya seperti itu jadi banyak yang sebenarnya udah pernah
16:17diposting di Instagram bentuknya atau sekedar status Facebook atau dalam bentuk YouTube
16:25misalnya video jadi dari ini semua kita gabung-gabung di kelompokin semua kategorinya
16:31mungkin sekalian aja dibahas ini apa ya mungkin salah satu tekniknya juga untuk
16:37memudahkan dalam saya menulis yaitu dibanding ketika saya nulis blank dari 0
16:44lebih enak ngambil referensi yang memang sudah relevan yang sesuai dengan tema buku ini
16:49jadi nyomot-nyomot dari konten-konten yang sebelumnya ada termasuk salah satunya podcast tadi.
16:56- Nah sekalian aja dilanjutin gimana sih proses bikin bukunya kan tadi udah ada itu
17:02ide-ide nya tapi kan masih silo ya masih masing-masing gitu kan ada di podcast
17:06video ada mungkin ya di posting Facebook atau di forum atau di mana catatan gitu
17:14terus gimana cara menggabungkan sehingga jadi buku?
17:16- Kalau teknisnya mungkin harus ada gambaran besarnya dulu atau mulai mungkin lebih enak dari targetnya tadi
17:26yang ditargetin siapa sih si buku ini tadi yang disinggung Baeka yaitu
17:31programmer pemula yang banyak bertanya satu dan lain hal entah karena baru nyemplung
17:37atau belum nyemplung sama sekali masih ngintip-ngintip gitu.
17:40Nah ini targetnya mereka atau temen-temen programmer pemula ini atau yang belum mulai sama sekali
17:47jadi mulai dari situ targetnya terus kita bikin.
17:50Saya bikinlah waktu itu apa aja nih tema-tema kira-kira yang sering ditanyain.
17:55Ini yang menjadi chapter besarnya atau bab mensarnya masing-masing dari si buku ini
18:01salah satunya ada mencari kerja atau masalah tantangan di awal
18:06atau masalah gimana belajar pemrograman dengan baik.
18:10Nah ini jadi tema-temanya barulah dari tema-tema ini dikecilin lagi jadi artikel apa aja
18:16atau tema apa aja yang mau dimasukkan ke masing-masing chapternya ini tadi.
18:21Nah prosesnya sendiri di situ baru digabung-gabungin bisa jadi dari konten yang sudah ada
18:27yang tadi kita sebutin atau murni dari merenung seharian kira-kira apa sih dari pengalaman
18:34yang pernah saya alamin yang bisa dibungkus jadi story.
18:38Jadi dari story itu kita ceritain baru sampaikan poinnya di akhir bisa jadi-jadi seperti itu
18:43atau dari emang niatin ingat juga waktu itu ngumpulin beberapa buku gitu di tema tertentu
18:52terus udah dibaca bukunya gitu terus nyari referensi oh ini bisa nih masuk ceritanya si ini
18:57si X ini kita masukin ke si tema ini.
19:00Jadi pada saat prosesnya itu sendiri udah campur aduk tapi sebelum itu kita sudah punya target
19:07marketnya target pembacanya siapa sama tema-tema besarnya apa yang mau dibahas.
19:12Jadi nanti tinggal menglompokan si artikel-artikel ini ke tema-tema tersebut.
19:18Nah mungkin dari situ ya baru nanti dipindahin ke satu buku satu word gede itu.
19:27Oke total berapa lama proses pembuatannya?
19:32Seingat saya yang betul-betul waktu itu disiapin waktunya mungkin sekitar 3 bulan ya
19:41kalau gak salah tapi pasti lebih sih lebih dari itu.
19:443 bulan tuh kayak fokus ngerjain si bukunya ini 3 bulan.
19:483 bulan itu ngerjainnya setiap harika atau seminggu sekali atau abis kerja atau gimana?
19:56Waktu itu statusnya...
19:59Belum full time ya?
20:01Iya belum full time jadi masih fleksibel ngatur jadwalnya jadi ini emang yang salah satu jadi
20:08prioritasnya waktu itu seingat saya sih waktu itu hampir setiap hari jadi bikin manual
20:15di buku fisik, buku yang bisa saya lihat.
20:18Tunis manual?
20:20Enggak ininya kayak tuduhnya gitu.
20:23Outline-nya.
20:25Di check box yang banyak jadi kayak aplikasi habit itu sekarang dicetak setiap hari
20:31itu yang jadiin visualnya yang bisa saya lihat tapi di dalam bukunya ini juga
20:35coret-coretan ininya caka rayamnya gitu coret-coretannya ada tema apa yang mau dimasukin
20:41apa yang mau dimasukin soalnya sampe sekarang juga masih suka-masi suka beli buku kosong
20:46sama full time buat nyoret-nyoret atau mikir masih pakai cara yang sama sampe sekarang.
20:51Oke.
20:533 bulan ya?
20:55Aplikasi?
20:57Kalau aplikasinya dulu saya ingat saya tuh bare namanya ya bare beruang.
21:05Oh iya punya tuh.
21:07Nah itu sebelum tapi kalau sekarang mungkin bakal nulisnya di Obsidian soalnya udah
21:13pindah juga dari.
21:15Obsidian.
21:17Oh ada pin Obsidian ternyata.
21:19Dua tahun lalu cuma karena bukunya ditulis tiga tahun lalu mungkin waktu itu
21:25tahunnya bare jadi format nulisnya itu dibikin per article tadi jadi gak satu file
21:31semua bukunya disitu karena disitu bakal ada halangan saya harus nyari terus
21:36nge scroll segala macem tapi kalau saya bikin per article saya bisa lebih mudah
21:41nyarinya karena sebelum dia jadi satu buku pun kan dalam proses nulis itu pasti
21:47ada proses ngedit itu jauh lebih enak ngeditnya ketika kita fokus ngeliatnya
21:53secara visual ya kita ngeliatnya satu article itu aja gitu kita fokus kayak
21:57nulis blog itu yang cukup ngebantu.
22:00Oh ini Kaisah juga Obsidian.
22:03Ada generasi yang pakai Apple Note gak sih?
22:06Apple Note ada.
22:08Tapi sekarang karena handphone nya udah ganti bukan Apple product jadi susah.
22:15Kalau pakai ecosystem sih ngebantu kan di iPad nulis terus langsung muncul di netbook.
22:23Nah ini mungkin di buku juga udah dibahas ya.
22:28Tools itu kan gak penting kan. Kita nanya pensil apa yang dipake siapa?
22:32JK Rowling kan gak penting. Tapi masih penasaran nih.
22:36Kan kalau buku itu kan biasanya ada kayaknya dibahas juga di buku kalau gak salah ya.
22:43Ada dua mode kan kita kalau misalkan mau content creation lah bikin content gitu ya.
22:47Yang pertama adalah nulis dulu baru edit kan.
22:50Jadi ada mode nulis sama mode edit kan.
22:53- Editing sama editing. - Iya.
22:55Jadi apakah pada saat edit itu ada apa ya ada editor atau apa yang ada orang lain
23:04yang ngeliatin apa oh ini typo oh ini salah ketik atau gimana gitu atau sendiri aja semuanya?
23:10Waktu itu editnya saya ngirimin bukunya setelah dicetak tapi cetaknya satu ya baru satu
23:18biar ngerasa langsung gitu tadi baca.
23:21Nah itu dikirimin ke temen atau yang nanti si temen saya ini jadi tim yang bantu jualin bukunya.
23:31Jadi dikirimin ke situ prosesnya itu termasuk tadi bahas typo-tiponya dan minta feedback dari temennya.
23:39Terus ini kan self-published ya publikasi sendiri gitu kan.
23:44ISBN dan lain-lainnya itu gimana itu prosesnya? Sulit gak sih?
23:49Ya jadi waktu itu juga belum ada pengetahuan seputar bikin buku jadi masih nyari-nyari juga.
23:56Jadi setelah di programming kita pelajarnya di konstruk mungkin di pretalin satu-satu
24:03apa sih yang dibutuhin sebenarnya yang nulis buku.
24:05Jadi setelah kita gali-gali sampai dasarnya oh ternyata ya kalau mau bikin buku
24:10satu bikin tulisannya dua kepercetakan dicetak bukunya gitu ternyata se-simple itu sebenarnya.
24:17Nah terus yang ngebedain apa sih sama kalau gak self-published kalau kita ke toko-toko,
24:23sorry kalau penerbit-penerbit gede jadi ya itu mereka udah punya channel ke toko-toko buku
24:29jadi kita bisa bukunya itu bisa jadi didistribusiin langsung cuma dengan terms and condition mereka.
24:36Balik lagi tadi kalau ke self-published jadi itu ternyata yang dibutuhin ya tulisannya sama
24:41kepercetakan buku gitu tinggal kita kepercetakan eh mas ini saya ada PDF tolong di printin dong kayak gitu.
24:49Nah terus baca-baca lagi oh ternyata ada juga yang disebut sebagai ISBN atau nomor-nomor identifikasi
24:57bukunya ini, ini manfaatnya buat memudahkan orang mencari atau juga bisa dibilang kasarnya
25:04dalam tanda kutip lebih official gitu jadi dia bisa ada di perpustakaan nasional misalnya
25:09terus orang search by nomornya ini pun ada jadi si ISBN ini kita bisa secara mandiri
25:18kalau saya gak salah ya kalau saya gak salah ke perpustakaan nasional kayak ngurus semuanya sendiri itu bisa
25:24atau alternatif lain yang saya lakuin waktu itu saya ke penerbit Indi jadi bukan penerbit besar
25:31tapi ke penerbit Indi minta saya mau dong ISBN doang jadi waktu itu berpisah tempat bikin ISBNnya
25:41jadi setelah ada ISBNnya saya bisa pakai ISBN ini saya datang lah ke percetakan ngasih full tulisan
25:47dan PDF yang saya punya sudah lengkap dengan covernya tinggal bahas material bukunya,
25:52bahas size-nya dan lain-lain lebih ke fisiknya waktu itu kalau ke bagian percetakannya
25:58udah setelah ke percetakan bukunya sudah ada nih kita udah bikin buku mau 10, mau 100
26:04YPR berikutnya ya kita jualan, kita jualan bukunya itu entah kita mau bikin entah kita mau distribusiin sendiri
26:13atau yang saya lakuin waktu itu saya nyari teman, saya nyari teman yang waktu itu masih jomblo
26:19lagi kosong kalau malem begitu kalau udah pulang kerja kosong boleh deh bantuin
26:24ini katanya sambil ini juga kan kita profit sharing juga jadi saling menguntungkan
26:30Ada minimal order waktu cetak itu sendiri?
26:35Kalau saya ingat saya sih di percetakan yang saya datangin ini nggak ada minimal order
26:43tapi yang pasti kalau kita mesinnya satuan pasti jauh lebih mahal
26:48mungkin mirip ini ya kayak mesin custom kawas
26:53Jadi makin sedikit volume-nya makin mahal pasti
26:59Tapi buat ISBN ya berarti itu tuh nggak ada syarat minimal ya berarti asal ada judul sama pengarang gitu
27:09Iya sepertinya seingat saya itu sih tulisannya ada terus judul dan biodata si penulisnya bisa ngelitin ISBN itu tadi
27:21Nah proses apa yang tadi bikin ISBN percetakan dan lain-lain itu
27:30dipikirin atau ditanya-tanya sebelum bikin buku atau bukunya udah siap baru nanya-nanya
27:37mau bikin ISBN gimana mau saya publish gimana atau sambil jalan?
27:41Waktu itu statusnya mungkin jadi versi pertama tapi waktu itu udah tahu pasti bakal harus ngedit lagi
27:49jadi sambil si versi pertamanya ini udah jadi udah mulai explore-explore nanya-nanya
27:55atau lebih ke googling sih googling gimana sih caranya orang ngerbitin sendiri
28:00jadi opsinya itu luas banget mulai dari yang tadi ya kalau nunggu oh sorry tadi saya lupa nyebutin perbedaannya
28:07kalau kita penerbit besar itu ya dia harus accept tulisan kita kita nggak bisa minta tolong eh tolong terbitin
28:14terus langsung diterima nggak tapi itu ada proses mereka harus nerima dulu beda sama yang saya lakukan
28:20self-publishing ini ya terserah kita, kita tinggal nyetak sendiri apapun isinya mungkin isinya nggak ada
28:26sensualship-nya atau nggak ada standar indinya ya standar yang kalau kita ke penerbit tuh
28:32mereka mungkin punya standar masing-masing entah melihat dari segi market-nya melihat dari segi demand-nya
28:39jadi itu mungkin salah satu ininya salah satu faktor kenapa ke self-publishing
28:46hmm oke kita belum ada sih ya apa publisher yang indi yang apa ya yang nisnya ke programming ya kayak pragmatik programmer gitu ya
29:00karena nggak sebanyak itu juga kayaknya orang yang bikin buku programan
29:08ya cuma kalau kelebihan dari publisher besar adalah buku kita bisa ada di toko-toko buku kan ya
29:15jadi ini kan kita benar-benar marketing sendiri ya, marketing sendiri ya
29:19- Betul - Oke, nah selama proses bikin buku itu ada momen-momen yang menyenangkan nggak sih?
29:28- Banyak sih ya karena mungkin karena hobinya itu tadi hobi dari dulunya tuh nulis
29:37mungkin setiap nulisnya itu sebenarnya spend waktu untuk nulis yang sebelumnya apa mikirin pomrograman aja gitu
29:46tapi ini ada spend waktu untuk nulis untuk belajar psikologi orang, belajar behavior orang, belajar masalah-masalah sama tantangannya
29:54jadi itu kesenangan tersendiri meskipun mungkin bukan kesenangan yang terlihat dari luar gitu
30:00kelihatannya mah kayaknya alisnya ngerut atau bete gitu padahal ya itu senang sebenarnya cuman
30:07berbeda mungkin kalau ketika bukunya udah jadi, udah terjual itu senangnya kan mungkin ekspresif kelihatan gitu
30:15ada angka kuantitatifnya terus ya itu senang juga cuman beda, senangnya beda
30:20- Oke, kalau tantangan yang dihadapi selama pengerjaan buku itu apa yang paling berat?
30:28- Tantangan mungkin ini yang gak bisa dihindari masalah ketakutan itu tadi
30:35karena bikin bukunya ini bukan dari demand atau bukan dari permintaan orang-orang
30:40jadi perasaan kayak aduh ngapain sih lu capek-capek nulis buku entar gak ada yang beliin, entar gak ada yang ini
30:47ngapain sih kayak gitu jadi itu gak bisa dipungkiri ada terus pasti entah selama nulis, selama proses nyetak
30:53atau sampai mulai ngejualnya pun pasti ada rasa itu mungkin itu tantangan beratnya
30:58kalau selebihnya sih saya mungkin apa ya mungkin masuknya tantangan yang positif ya
31:06itu hal yang menyenangkan sebenarnya yaitu nyari-nyari banyak referensi, mulai baca-baca buku lain
31:12entah itu e-book atau buku-buku fisik, jadi memperbanyak referensi lebih ke ini ya
31:20lebih ke apa yang saya lakukan waktu itu bukan tantangan yang negatif gitu yang hal saya gak mau
31:28- Oke, cara menghilangkan ketakutan itu gimana sih?
31:34- Ada kan itu di bukunya? - Ada ya
31:38- Nah kalau versi panjangnya gimana coba dijelasin
31:42- Iya jadi mungkin yang dialamin ini tadi jadi salah satu artikel yang ada di buku ini
31:51yaitu masuknya dibilangnya imposter syndrome, imposter syndrome itu ketika kita ngerasa takut
31:58untuk ngelakuin sesuatu meskipun kita sudah berjuang ngelakuin hal tersebut
32:05meskipun sudah ada bukti-bukti nyata, meskipun kita udah ngelewatin prosesnya
32:09ternyata pada saat sampai di posisi itu pun kita masih ada perasaan takut
32:13entah itu kayak takut nipu orang, takut kayak wah ketahuan nih gue gak bisa apa-apa
32:19padahal kita udah berusaha gitu untuk mendapatkan skill, mendapatkan pengalaman
32:24dan bekerja di hal yang kita kejar itu tadi, jadi ternyata setelah saya pelajari
32:30oh ternyata perasaan ini perasaan yang lazim, yang banyak dirasain oleh profesional lain
32:35mulai dari penulis, mulai dari programmer dan lain-lain, jadi hal ini hal yang dirasain semua orang
32:41dan ternyata bagusnya ketakutan ini gak perlu kita hilangin, gak harus nunggu hilang dulu baru kita action
32:49tapi ya action aja kita lakuin tapi bukan dalam arti udah saya pakai knowledge yang saya punya sekarang
32:56saya udah pintar bukan tapi kita tetap belajar terus tiap hari, kita tetap cari tahu apa sih yang dibutuhin
33:02untuk apa yang mau kita lakukan ini, kita belajar benar-benar, kita praktekin benar-benar
33:08habis itu baru kita lanjutin langkah-langkah atau step by step yang harus kita lakuin
33:14mungkin bagian dari tipsnya juga nge-break task-tasknya apa yang mau kita lakukan
33:20harus kita lakukan satu persatu, seperti tadi diceritain prosesnya mulai dari
33:26nulis per artikel dulu atau nulis idil besarnya dulu baru nanti pikirin masalah percatakannya
33:32masalah marketing, masalah jualan, dan lain-lain
33:35- itu perlu di-highlight juga, jadi kalau misalkan temen-temen ada kepikiran gitu ya
33:43kayaknya suatu hari pengen bikin buku, mulai jangan langsung ini ya, jangan langsung pokoknya ya boleh sih
33:49tujuan mau bikin buku gitu tapi kayaknya lebih bisa digapai
33:53bisa digapai kalau bikin artikel aja seminggu sekali atau sebulan sekali
33:57dikumpulin nanti baru jadi, bisa dijadikan materi untuk buku gitu ya
34:02- ya benar-benar dan sisi, sorry ya saya tambahin tadi sisi lainnya itu
34:09kadang kita pengen sesuatu padahal belum tentu kita pengen itu gitu
34:14contohnya tadi bisa jadi kita ngebayangin oh kayaknya keren nih punya bukunya
34:19padahal pas ngejalanin prosesnya itu tadi baru nulis 2 artikel tiga artikel
34:23ternyata udah aduh pengennya gak cocok deh, gue kayaknya gak suka deh
34:27jadi dengan ngelakuin yang mas Riza bilang tadi, ngelakuin hal-hal kecilnya dulu
34:32itu kayak kita ngetes-ngetes dulu, oh beneran gak sih saya suka, beneran gak sih
34:37saya mau ngelakuin ini dalam jangka panjang, karena kalau enggak ya sekedar itu aja
34:43sekedar lewat, ya benar, sekedar jadi kayak apa ya hal, enggak enak banget kayaknya ini
34:50padahal ternyata pas udah dapetin itu bukan itu sebenarnya yang dia mau
34:54- gimana Ivan tadi mau nanya atau mau komentar?
35:01- enggak, cuma bilang ini aja beriklan doktas itu start small aja
35:06semuanya berawal kecil juga kan kita juga di titik ini juga berawal dari langkah
35:12kecil-kecil - betul, betul
35:16Nah, Hilman waktu udah berniat mau bikin buku sempat belajar gak sih
35:21gimana cara nulis buku, gimana cara nulis yang bagus, atau beli e-booknya dulu
35:26belajar kursnya atau apa gitu? - Iya, belajar, cuman mungkin bukan
35:32karena mau nulis Halo Coding ini jadi belajar nulis, tapi emang udah dari
35:37mungkin udah bertahun-tahun sebelumnya, iya benar, udah punya ketertarikan
35:42di dunia menulis, jadi banyak, salah satu ininya ya banyak-banyak membaca
35:49banyak baca-baca, banyak, apa ya, banyakin referensi, tapi bukan dihususkan
35:55untuk nulis si Halo Coding ini memang sesuatu yang udah terjadi selama ini
35:59tapi sebelum nulis Halo Coding mulai lagi, mulai nyari-nyari lagi, reset-reset lagi
36:04apa sih sebenarnya yang perlu disiapin gitu ketika mau benar-benar nulis buku.
36:10- Oke. Nah ini berikutnya kita ada apa ya, ada beberapa hal yang menurut kita
36:19menarik dari buku, dari yang ada di buku ya, salah satunya kalau dari saya tuh
36:25yang sangat menarik di buku itu adalah gimana cara menentukan harga premium
36:34sekolah coding ceritanya gitu ya, itu seru sih, maksudnya kan banyak ya cara-cara
36:42menentukan harga dari sebuah produk kan, dan di sini diceritakan jadi dapat
36:49ini juga, dapat insight juga menarik ya. - Iya, saya mencoba ingat-ingat jujur
36:58saya nggak ingat apa yang saya tulis di bagian itu, tapi mengingat-ingat kejadian
37:03dalam menentukan pricing itu memang agak challenging, untuk konteks,
37:07si sekolah coding ini saya bikin website untuk ngajarin, bikin video tutorial
37:14untuk pemeriksaan, konsepnya waktu itu agak berbeda kalau orang biasanya jual
37:20pada zaman itu ya tahun 2015 biasanya orang beli DVD atau beli dalam bentuknya
37:26fisik gitu, dalam bentuk buku, kalau ini dia modelnya video, video on demand
37:32jadi orang model pricingnya pun berbeda yaitu subscription, dimana di Indonesia
37:39sangat tidak di support sebelumnya, sebenarnya sistem payment ini karena orang biasanya
37:44sampai sekarang juga masih susah ya. - Jadi dimana orang modelnya itu
37:51bayar per bulan, tapi waktu itu kepikirannya karena saya pribadi mengajarnya
37:59ada banyak hal kayaknya, sebenarnya lebih ke random ya mau bilang lebih ke random
38:05ada front end, ada back end dan lain-lain, jadi kayaknya lebih make sense waktu itu
38:12mikirnya untuk lebih affordable mungkin buat orang-orang udah sekali subscription aja
38:19terus terserah dia gitu mau pilih pet yang mana, mau pilih belajar yang mana
38:24terus untuk menentuin pricingnya sendiri di awal-awal mungkin agak nembak-nembak ya
38:28agak nembak-nembak dulu, tapi saya ingat saya selama perjalanan sekolah coding itu sendiri
38:34saya itu selalu naikin harganya, jadi mungkin setelah 3 bulan atau 6 bulan in
38:41naik mungkin anggaplah awalnya 50 ribu dari 75 terus sekolah 50 yang ternyata
38:49tractionnya itu gak menurun ternyata malah bagus-bagus aja, jadi mungkin
38:54ya jadi kalau dari pricing ya mau gak mau kita harus tes dulu kalau pada saat itu
38:59kasusnya saya karena belum ada komparasi di market tapi mungkin sekarang
39:03karena situasinya beda kalau temen-temen yang mau bikin mungkin udah harus
39:08ngeliat lagi di market harganya berapa sih apakah ini mahal, apakah ini murah
39:11karena itu harus disesuaikan juga dengan target marketnya dan bisa jadi juga
39:16si orang lain atau perusahaan lain ini udah ngelakuin riset ini buat kita ya
39:20kita tinggal nyontek aja pricingnya mereka, gimana waktu itu tes-tes terus
39:26kalau diingat-ingat ke belakang memang agak apa ya, agak kalau kita nanya orang
39:34mungkin agak aneh gitu kok malah naikin harganya gitu, biasanya kan orang
39:38suka dispon, orang suka tambah murah tapi ternyata ya memang kalau kita
39:46pengen bikin sesuatu memang sisi idealismenya kita pengen mengajar gitu
39:52pengen nyampein sesuatu tapi kalau kita mau survive, kalau kita mau bener-bener
39:58bikin sesuatu dalam jangka waktu yang lama ya kita gak bisa bohong
40:01apalagi waktu itu saya gak bekerja, saya full ngurusin sekolah boarding ya harus
40:05ada incomenya, harus ada penghasilan yang bikin saya, bikin saya bisa gak
40:12perlu banyak mikirin hal-hal lain selain bikin konten atau mengajar
40:17programming itu sendiri. - Mungkin yang saya masih ingat nih apa gimana
40:25caranya waktu, ceritanya di buku ya menentukan harga premium waktu itu
40:29kalau gak salah Hillman itu matok harga kira-kira apa gaji pertama dari
40:37audiensenya, jadi audiensenya yang tadinya gak belajar coding terus abis itu dia
40:41mungkin belajar abis itu dia di-hire dan uang sebagian gajinya itu cukup untuk
40:48membayar harga premium si sekolah coding gitu ya.
40:53- Oh iya terima kasih, terima kasih Mas Riza udah ngingetin poin itu
40:57jadi disampai Mas Riza tadi ini perhitungannya dari anggaplah gaji gitu
41:10gaji UMR sekarang mungkin beda-beda tiap daerah tapi kalau dibandingin dengan apa
41:16yang dia bayar entah itu per bulan bahkan sampai satu tahun pun angka ini
41:21sebenarnya masih jauh di bawah gaji pertamanya dia itu sendiri jadi kalau
41:26kita mau lihat dari sisi worth it tentu worth it karena apa yang dia akan
41:30hasilkan jauh lebih banyak dari apa yang dia investasiin sekarang ini.
41:34Cuma mungkin challenge nya itu ya ngebungkus, sorry ngebungkus ketika kita
41:40ngejual sesuatu apalagi mungkin statusnya yang sebelumnya misalnya entah itu dia
41:46gratis di hubung atau orang bisa akses lewat artikel mungkin tantangannya itu ya
41:52apa sih value yang jadi tambahan biar kita bisa ngejual di harga yang layak.
41:58Iya. Nah ngomongin harga, gimana cara menentukan harga buku ini akhirnya jadi
42:04berapa? 150 ya kalau yang bukunya aja gitu ya buku yang paket eh yang paket
42:09yang di print ya di print. Angkanya waktu itu kalau saya memang mau setnya dia
42:19istilahnya di harga yang premium karena kalau kita buku atau sekitar 3 tahun
42:25lalu itu emang harganya mungkin kalau ketukuh buku itu angkanya 50 atau 75 tapi
42:30saya coba menghitung entah itu di excel atau di notes biasa saya menghitung oh
42:36kalau saya harus bayar orang untuk sisi tadi untuk bantu menjualin terus kalau
42:40saya mulai breakdown ini dulu cost, cost dasarnya dulu berapa sih biar balik
42:45modal dulu nih harga satuan bukunya tuh berapa sih nah jadi itu yang jadi harga
42:51awal anggaplah misalnya 50 ribu atau 75 ribu itu harga awalnya buat balik modal
42:57nah setelah itu udah nambahin margin yang kira-kira bikin bikin apa ya bikin
43:04saya pribadi buat worth it gitu buat ngejual si bukunya ini karena dengan itu
43:10tadi dengan adanya dengan adanya profit tadi atau dengan adanya uang lebih dari
43:17yang kita dapetin dari produk ini sebenarnya uang ini yang mau kita putar gitu untuk
43:21biar kita lebih relax biar kita lebih santai untuk bikin-bikin hal-hal yang
43:26kita mau bikin selanjutnya. - Terus juga buku ini ada versi e-booknya juga ya?
43:35- e-book PDF. - Ya betul ada versi e-booknya saya nggak monitor ininya sih nggak
43:42monitor angkanya berapa yang terjual sampai sekarang tapi dia selalu available
43:48kalau si versi e-booknya ini berbeda sama buku fisiknya kalau buku fisik saya
43:53biasanya beli cetak dulu per batch entah itu 100 atau 150 baru dijual.
43:58- Oh jadi sistemnya pre-order ya? - Iya betul.
44:03- Jadi order masuk dulu abis itu baru dicetak atau cetaknya ada berkala?
44:09- Oh nggak kita itu tetap mesen otomatis mesen 100 atau 150 tapi di toko onlinenya
44:20kita bilangnya itu pre-order tapi sebenarnya pre-order itu cuma sekedar untuk
44:25menjaga-jaga soalnya kan saya mendelegasikan ini ke orang si orangnya ini full time
44:33saya nggak mau ini kayak jadi perjalanan utamanya dia ya jadi saya nggak mau dia kayak
44:38oh ada order masuk dia harus langsung packing jadi saya setnya di sana pre-order
44:44mungkin 2 minggu tapi aslinya orang itu akan dapat bukunya mungkin sekitar 3 hari
44:50atau tentupun ada tergantung availability dari masnya dari yang bantu saya ini.
44:56- Yang bantuin itu ya oke menarik ya. Tadi kita iseng-iseng sama Eka tadi sebelum acara
45:05sempat nyari-nyari ternyata banyak juga yang menjual bukunya entah bajakan atau dia
45:13beli abis itu dia jual lagi gitu ya.
45:15- Tapi kita sampai konspirasi penimbun apa soalnya banyak yang menjual lagi kalau biasanya
45:23asumsi kita kan bajakan kayak beli aja pdf nya terus dicetak lagi dengan kualitas
45:29yang terlalu bagus jual lebih murah buat orang-orang yang nggak mampu atau nggak mau keluar
45:35uang untuk buku aslinya. Nah tadi tuh kita agak amaze karena ini lebih ajaib lagi
45:40kayak dijual dengan harga lebih mahal itu emang begitu.
45:47- Cukup kaget sih sempat juga waktu itu udah lama sih ngeliat di toko lain loh
45:52kok banyak banget yang menjual tapi sejauh ini cuma ada satu yang dalam tanda
46:01kutip ofisial yang memang dia belinya baj terus dijual ke audiensnya mereka.
46:06Nah itu kita set harganya, harganya tentu lebih murah ketika dia beli baj tapi dari
46:16dianya nggak boleh ngelewatin harganya kita.
46:19- Oh iya tadi itu juga nemu tuh buku anak IT nama keponnya sampai file gitu.
46:25- Iya iya iya oke oke menarik juga ya.
46:31- Cuma berarti itu tantangan ya kayak misalnya itu ada nggak sih cara buat autor pemilik hak resmi
46:39kan di salah satu e-commerce misalnya tinggal dicari nama bukunya muncul banyak banget tuh
46:44- Bisa di report atau apa? - Bisa di report nggak sih ada hak buat nge-report?
46:52- Mungkin bisa tapi saya jadi keingat kasus ini ya kasus YouTube jadi YouTube tuh banyak
46:58yang ngelakuin hal yang sama jadi nge-re-upload terus dari akun yang jadi masalah itu
47:04sebenarnya dari sisi kitanya kita jadi malah nanti malah capek gitu ngurusin soalnya
47:10banyak banget. Prediksi saya sih atau guess-nya saya tuh mungkin si orang tersebut mungkin
47:16ngeliat item apa yang lagi laku di kategori tersebut dia belum tentu programmer atau apa
47:21tapi dia sekedar seller aja gitu dia coba yaudah gue beli yang sama tapi mungkin dia
47:27maunya sistemnya dropshipping atau apa gitu saya ngebayanginnya dia ya pure-pure
47:31orang bisnis aja dia kayak mau ngejual sesuatu yang dia nggak punya karena ngeliat
47:35itemnya ini laku itemnya ini banyak yang cari jadi dia coba ngejual hal yang sama
47:40dengan harga yang lebih tinggi. Mungkin ya itu tebakan aja sih tapi menjawab pertanyaannya
47:45tadi saya menghindari melakukan itu karena kasusnya mirip kayak YouTube jadi kita capek
47:52atau kebanyakan ngelakuin itu karena entry point untuk orang ngelakuin itu tuh
47:58gampang banget jadi walaupun saya lapor sekarang ya besok kejadian lagi.
48:04Gimana perasaannya pas ngeliat mungkin pertama kali muncul gitu eh ini dibajak nih apakah
48:11senang ada chipen tertentu atau gimana apalagi ini cukup unik ya maksudnya biasanya kan
48:18dijual dengan harga yang lebih murah supaya lebih banyak yang beli ini ternyata lebih
48:22mahal gitu lucu juga ya. - Secara langsung ambil target marketnya kan?
48:29- Ya mungkin ya sangat-sangat mungkin ke situ sih faktor dia bikin lebih mahal mungkin
48:37karena dia mau sekedar pure business gitu dia mau beli di saya murah terus jual di orang.
48:44- Mungkin karena pre-order mungkin pre-order jadi dari Hilman kan pre-order mungkin dari
48:50dia bisa langsung mungkin gitu ya. - Betul bisa jadi itu ini ya tapi itu tadi sih
48:55saya gak mau terlalu banyak mikirin karena iya kayaknya manfaatnya kesitu sedikit.
49:02- Tapi terus ujung-ujungnya tetap beli di Hilman tetap beli di Hilman juga kan ujung-ujungnya.
49:10- Ya mungkin sangat kecil sih kemungkinan mungkin ketika orang nyari keyword tertentu
49:18di history tertentu di tokoan lainnya itu ya kalau dia ketemu dengan itemnya halokoding yang
49:25original yang harganya lebih murah ya secara alami harusnya beli yang lebih murah ya dibanding
49:31beli yang lebih mahal itu tadi. - Iya juga sih. Terus perasaannya gimana tuh waktu pertama
49:37kali ngeliat ada yang bajak nih gitu? - Kaget sih tapi kayaknya ada perasaan itu juga deh
49:45perasaan kayak oh keren juga nih orang udah mulai ini ya udah mulai. - Wow dia nge-ported
49:51buat dibajak. Eh cuma gue juga pernah gitu sih dulu banget kan gue nge-band punya album
49:57terus suatu hari liat ya maksudnya gak terlalu mainstream juga gak sekeci itu masuk radio
50:03tapi yang gak se wow itu suatu hari di warnape dulu masih musim warnape. Tujuknya di warnape
50:09ada bajakannya seneng sih jujur malah bangga. - Ada perasaan bangga juga ya ternyata ya.
50:17- Tapi itu emang bukan nganggep sebagai sumber income yang gimana banget ya sebenarnya kalau dari
50:25segi bisnis ya itu hal yang kurang menyenangkan buat kreator cuma pas itu emang feelingnya
50:32"Oh dia nge-ported buat dibajak" - Ya bener-bener. - Itu juga ya.
50:40Padahal kan ya tadi ya kita udah sempet bahas juga ini kan bahasannya nis banget kan programmer
50:46abis itu seberapa banyak sih target audiensenya gitu dan mostly kemungkinan besar orang yang
50:54beli ini kan setidaknya tahu antara tahu ilman atau tahu sekolah coding kan.
50:59Kalau masih ada juga yang beli dengan harga yang lebih mahal kayaknya aneh gitu.
51:04Masih gak habis pikir aja gitu. Tapi ternyata ada gitu ya. Jadi ya sudah lah ya gak usah dibahas lagi kali ya.
51:13- Jangan-jangan itu kalau itu skema apa sih kayak pengadaan atau apa jadi orang mau bikin
51:19perpustakaan sekolah mana. Kayak itu kayak cuci uang gitu loh. Kayak apa sih kalau yang tanaman hias
51:29atau barang koleksi itu kan kayak harganya gak bisa dipatuk ya bisa diperibah mahal banget.
51:34Ya itu kan gak bisa disalahin. Nah itu jangan-jangan skema yang aneh-aneh, skema kriminal.
51:40- Bisa jadi semua-semua hal bisa terjadi di Indonesia. Semuanya mungkin.
51:48- Nah sampe banyak komentar dulu tuh udah banyak komentar. - Oh iya komentar ya.
51:53Nih ada dari Dita, For Dita nih. Salam dari Goa katanya. Saya tuh ngefan sama ilman soalnya.
52:02Jadi ya gitu lah. Iri sebenarnya, lebih ke iri gitu. Kok ilman bisa saya gak bisa gitu ya.
52:08- Harus jadi, semoga jadi motivasi Mas. - Amin, amin, amin.
52:13- Halo Mas Dito di Goa, halo. - Ada masukan juga nih.
52:22Mungkin akan menarik kalau cerita di Buku Halo Coding dibuat cerita animasi pendek.
52:28- Menarik tuh. - Iya, dijadiin itu ya.
52:33- Coding horror ya? - Hah? Coding horror?
52:37- Ada itu. - Ada komiknya, ada komiknya coding horror.
52:43- Coding horror atau coding humor deh? Lupa. Coding horror. - Coding humor kali.
52:47- Oh coding horror. - Coding horror.
52:50- Block kayaknya ya. Block. - Block kan coding horror?
52:53- Ya, blocknya sih ini Jeff. - Oh kayak XTKD.
52:56- Ya bener. - Iya, XTKD.
53:01- Apa lagi ya yang menarik? - Iya, makasih ide-nya Mas Dadan. Terima kasih banyak.
53:05- Jadi kalau ngeliat ini kalian ngeliat demand-nya juga atau ngeliat apakah orang tertarik membahas.
53:13Ini kan lebih ke niche lagi nih, ngebahas al non-technis pemerograhan dalam bentuk animasi gitu.
53:20Tapi terima kasih banyak ide-nya. - Setelah bukunya terbit,
53:26apakah ada proposal dari penerbit-penerbit buku nggak untuk menerbitin bukunya?
53:33Atau kerjasama atau gimana? - Sejauh ini sih belum ada ya dari...
53:39- Belum ya? - Iya, dari penerbit besar.
53:42Tapi emang waktu itu saya ada niat ketika udah reach, udah entahlah, entah mungkin dari satu tahun
53:50atau mungkin dari angka penjualannya udah segini, mau propose ini ke penerbit besar itu tadi.
53:57Tapi itu bukan apa ya, bukan prioritas atau bukan yang kayak harus diusahain banget gitu.
54:03Tapi sejauh ini belum ada yang reach mau nyetak atau taruh di tokoh-tokoh buku gitu.
54:13- Oke, jadi sekarang ini jalur penjualannya hanya dari online ya berarti ya?
54:21Belum ada di tokoh-tokoh buku ya? - Iya betul, belum ada di tokoh buku.
54:25- Hmm, oke. Nah ini tadi kita sempat nanya kan di penerbit yang programming ada nggak sih?
54:33- Pemprograman ternyata ada. - Ada sebenarnya ya, ada.
54:36Ada ya ternyata ya. Cuman mungkin proses masuk kesananya itu kayaknya agak beda ya.
54:41Kita di luar sirkel kita kali ya, jadi kita nggak tahu caranya.
54:45- Dan jenis bukunya kelihatannya ya kayak yang disebut Mas Hilman di awal tadi,
54:50kayak tutorial PHP, MySQL, Ravelle 11, yang gitu-gitulah.
54:56- Itu sih masih mending. Saya suka sedih ngeliat tutorial cara penggunaan Instagram, Facebook.
55:03Itu lebih sedih lagi ngeliat buku IT. Di tokoh buku kok bukunya kayak gini banget gitu.
55:09Kalau promembangan masih mending lah. - Di kategori IT ya itu.
55:13Iya sih, informasi teknologi. - Terus ada yang pernah jadi memes juga kan.
55:18Judul bukunya apa? Java, javascript, tapi logonya logo Java, gitu kan.
55:23- Iya, tapi kurang tahu lah ya caranya, prosesnya di belakang,
55:35tapi pasti kalau dari sisi penerbit besar pasti mikirin marketnya,
55:40yang mungkin research-nya mungkin terbatas atau berbeda.
55:46Mungkin bilangnya berbeda dengan market yang ini.
55:50Jadi sangat-sangat berharap sih nanti makin lama hal-hal non-teknis seperti ini
55:56juga bisa ada, nggak harus dari saya tentunya, dari Mas Riza atau siapa,
56:01sudah ada buku-bukunya gitu di tokoh buku.
56:05Jadi kita bukan cuma kelihatan di YouTube aja atau online-online,
56:09tapi orang bisa berinteraksi langsung meskipun hanya bukunya.
56:13- Kalau begitu Mas Riza, saya ada ide Mas Riza, podcast kita dari awal sampai sekarang
56:20dimasukin ke AI untuk di note-taking, terus kemudian disummarize,
56:26terus di cukur-cukur, jadiin buku, jadi artikel, jadi buku.
56:30- Bisa, bisa. Boleh, boleh, boleh.
56:37Dan apa ya, yang menariknya tuh waktu saya pertama kali dikirimin buku sama Hilman,
56:43dikirimin ini, buku ini, kan ada pesen personalnya tuh.
56:48Nah ini sebenarnya tujuannya, salah satu tujuannya adalah untuk itu ya,
56:54untuk nyulek teman-teman content creator lainnya untuk bikin buku ya.
56:58Benar nggak sih? - Iya benar.
57:00Jadi ngasih konteks ke teman-teman, jadi pada saat setelah,
57:05saya lupa cetak pertama mungkin itu mulai dikirimin buku.
57:10- Jangan dilihatin ya. - Nggak kelihatan ya Mas itunya ya?
57:13- Nggak kelihatan. - Jadi mulai ngirimin bukunya juga
57:17ke teman-teman creator yang lain yang saya tahu aktif di channelnya masing-masing
57:22atau orang-orang yang aktif di komunitasnya masing-masing,
57:25meskipun itu komunitasnya offline, ya tujuannya itu tadi memang mau
57:31memperbanyak hal-hal non-teknis ini dibahas di dunia nyata ya,
57:36karena emang masalah kita tuh bukan cuma masalah teknis,
57:41tapi seringkali ketika kita udah apa ya, nge-crack mental modelnya
57:45atau nge-crack cara berpikir atau cara belajar pomrograman,
57:49orang-orang tuh jadi bisa lebih mandiri.
57:51Karena banyak orang pun yang meskipun setelah terjun di pomrograman,
57:57udah dapet duit dari situ, tapi bisa jadi dengan hal-hal non-teknis
58:03yang sebenarnya terjadi tapi mungkin tabu atau kita males bahas menganggap itu biasa
58:10atau ah ntar juga orang lain ngalamin, padahal bisa jadi kalau kita sharing itu,
58:14walaupun sekedar pengalaman apa gitu, apapun channelnya ya mau buku,
58:18mau podcast seperti ini, mau artikel bisa jadi itu bisa ngebantu
58:22dan ngebuka benar-benar mengubah hidupnya orang lain gitu, mau satu, mau dua,
58:28tapi itu impactnya bisa sangat besar kalau kita mau sharing atau mau berbagai sesuatu.
58:34Tapi di sisi lain ngelakuin yang tadi, ngebahas yang tadi ketika ngasih kreator-kreator ini
58:41ternyata seperti Mas Riza dan teman-teman lain bantu posting, bantu sharing
58:46yang saya gak mungkin pungkirin pasti membantu penjualan atau membantu promosi
58:55atau marketingnya si buku ini tadi karena masing-masing teman-teman ini pun
58:59sudah punya audiens yang berbeda, jadi kalau sebelumnya audiens saya terbatas
59:03di Sekolah Kuening tadi, tapi nanti dengan mengirim teman-teman kreator si ASDB
59:09kalau mereka posting atau nge-share informasi buku ini, jadi teman-teman tadi,
59:14terutama teman-teman pemula yang ada di audiens mereka masing-masing
59:17jadi jembatan juga untuk mengenal si bukunya ini.
59:20- Oke, kalau gak tahu ya ini ada kaitannya atau enggak, tapi setelah buku Halo Coding ini terbit,
59:29beberapa rekan-rekan kita yang ada di satu sirkel itu kayaknya nerbitin buku juga.
59:34Pak Sandika Gali bikin buku kan, terus Mas Giri juga bikin sama Pak Ono.
59:42Jadi senang lah gitu, mulai banyak buku, mulai banyak yang bikin dan masih apa ya,
59:49istilahnya masih laku, masih banyak yang bikin buku dan seperti yang udah dimensin sebelumnya
59:55di edisi beda buku sebelumnya itu ternyata kita kaget, masih banyak teman-teman yang terutama
1:00:01audiens yang di sini tuh, teman-teman yang di sini tuh masih baca buku, saya kirain udah
1:00:05udah gak jaman baca buku sekarang gitu, dan ternyata masih diminati, jadi ya menarik-menarik ya.
1:00:13- Iya benar sih, cukup kaget juga sih, tapi kaget yang senang gitu, oh ternyata orang
1:00:19masih mau kok baca buku, soalnya kan beda banget ya, sekarang tuh sama dulu behavior-nya orang belajar,
1:00:28attention-nya orang kan pendek banget sekarang, kalau orang kebiasaan ngeliat fields, ngeliat TikTok.
1:00:36- Kebiasaan aplikasi sosmed, apalagi kalau tau gak sih, setiap survei gitu soal literasi,
1:00:41kayaknya kan Indonesia tuh selalu kayak dianggap... - Di paling bawah gitu.
1:00:45- Iya, pokoknya di peringkat-peringkat bawah lah soal literasi, padahal jangan-jangan itu,
1:00:50survei itu kan tergantung yang di survei siapa, apa respondennya, nah itu yang...
1:00:57- Yang bikin survei nya juga. - Yang baca buku-buku itu ya gak ditanya kali,
1:01:04yang ditanya yang sekalian aplikasi doang.
1:01:07- Iya benar-benar, ya tapi itu fakta ini ya, fakta menarik sih, dan menyenangkan karena orang-orang
1:01:16masih pada suka baca buku, dan ya gak perlu karena Halo Coding atau gak perlu karena buku saya,
1:01:24tetap mengajak terus buat temen-temen creator, dan kalau belum creator pun,
1:01:30saya yakin temen-temen pasti punya sesuatu yang bisa di-share ceritanya unik, tadi ceritanya
1:01:36Mba Eka dari nge-band sebelumnya, terus entah kejemplung didorong atau mendorong diri sendiri,
1:01:41terus jadi itu kan bisa sangat terrelated ke niche nya, ke orang-orang yang benar-benar
1:01:47berbeda passion nya sebelumnya, berbeda aktivitas nya sebelumnya, jadi banyak hal-hal yang dari
1:01:53setiap kita perjalanannya beda, pengalaman nya beda, itu yang bisa di-share ke orang-orang berikutnya.
1:02:00- Oke, mungkin agak sedikit melenceng, sedikit tadi kan sempat dibahas perubahan behavior kan dari yang tadinya
1:02:09mungkin dari sekolah coding kan mungkin durasinya agak panjang ya, 20-30 menit gitu kan,
1:02:16terus sekarang kan attention penonton kan semakin kecil, apakah ikut beradaptasi mengikuti audience
1:02:25atau masih tetap dengan format yang sama kalau untuk sekolah coding?
1:02:29- Ini kelas-kelas nya ya maksudnya ya? - Kelas-kelas nya atau youtube channel nya Hilman sendiri?
1:02:38- Kalau mengajar pemrogramannya sendiri sebenarnya memang dari dulu itu formatnya pendek-pendek
1:02:48atau perpelajaran, misalnya bahas if statement sendiri atau bahas if else statement sendiri,
1:02:55jadi memang di breakdown dari dulu, kalau pemrogramannya kalau dari youtube agak menarik
1:03:00karena memang saya juga baru-baru mulai lagi belajar youtube, jadi dulu itu ya heboh
1:03:07banyak orang yang nonton karena emang belum banyak kompetitor aja sebenarnya
1:03:13kalau jaman-jaman dulu itu jadi mungkin views nya banyak atau orang banyak yang tahu
1:03:18karena memang pada waktu itu belum banyak kompetitor di tahun 2015 atau 2016
1:03:23tapi sekarang sudah banyak kompetitor saya harus belajar lagi, belajar masalah youtube
1:03:28jadi itu lebih ke termasuk durasinya, termasuk gaya pembawaannya, itu semua saya belajar lagi dari nol,
1:03:36saya belajar lagi dari youtuber-youtuber meskipun bukan dari industri pemrograman
1:03:41tapi sama seperti mulis atau sama seperti belajar pemrograman dunia youtube itu menurut saya
1:03:48dunia sendiri lagi yang harus dipelajari lagi buat saya, saya harus pelajari lagi dari nol
1:03:52jadi yang sebelumnya saya sekedar record terus upload, record terus upload,
1:03:58sekarang oh ternyata ada yang namanya hook misalnya, oh ada yang kita ternyata banyak youtuber-youtuber
1:04:05yang script dulu misalnya, yang scriptnya diseriusin, ada orang yang mikirin thumbnail nya dulu
1:04:11mikirin title nya dulu baru video nya, oh thumbnail nya harus mukanya yang "hah"
1:04:15yang kayak gitu terus ada tulisan-tulisan klik B, klik B gitu
1:04:21ya itu semua ternyata ilmunya sendiri gitu dan ilmunya pun berbeda-beda tergantung target audience kita
1:04:30tergantung market kita sendiri, jadi kalau emang termasuk tadi ya masalah pemilihan thumbnail atau apa
1:04:38kadang mungkin aduh kayaknya gak cocok-cok ini sama karakter gue masang muka, masang muka heboh-heboh
1:04:44tapi oh ternyata target audience nya mau ngeklik, kalau mukanya digitu ini, oh yaudah kita harus ini
1:04:52untuk sampai, ya karena sebelum orang nonton videonya, ya orang gak tau kita, gak mau nonton videonya itu
1:05:01kalau gak tertarik entah dari title atau dari thumbnail itu, thumbnail sorry, jadi itu salah satu ini aja
1:05:08salah satu hal yang saya pelajari dari setelah belajar-belajar youtube, jadi termasuk masalah durasi
1:05:15lebih ke eksperimen sih sekarang nyoba-nyoba, oh gimana nih kalau orang panjang nonton gak, kalau pendek nonton gak
1:05:21nanti baru, ya kayaknya kan ya panjang ideal yang kayak biar sering direkomendasikan dari algoritma lah
1:05:28kayaknya banyak kisi-kisinya kayak gitu, ya bener, jadi ya orang-orang yang di ini pun ya mereka pun melakukan
1:05:36eksperimen gitu, tapi yang penting kita jangan nelan bulat-bulat juga karena pasti setiap industri
1:05:43mungkin bahkan setiap negara pun mungkin beda prakteknya terutama Indonesia yang sangat beragam orang-orangnya
1:05:51jadi ya belajar dan lebih kayak eksperimen sih masalah durasi itu.
1:05:56- Oke, oke. Nah mungkin ada tips gak buat temen-temen yang rencananya mau bikin buku?
1:06:05- Mau bikin buku, tadi kan udah kalau bisa dicicil, dicicil kan sedikit-sedikit.
1:06:14- Spoiler, spoiler, spoiler.
1:06:19- Mungkin kalau dari tipsnya paling enak itu sih nyoba-nyoba testing kecil, kalau memang mau
1:06:26nulis buku coba deh nulis satu artikel dulu, coba aja nulis, sekarang kamu gak perlu, orang kan biasanya
1:06:33kalau programmer tuh, masalahnya tuh programmer kalau mau nulis blog sekarang itu harus bikin website-nya
1:06:39sendiri, dia mau bikin website sendiri dulu, bikin blog engine sendiri.
1:06:43- Installing burn, LH3A, Tursow, cobain semua teknologi baru-baru.
1:06:49- Baru semuanya, baru postingan pertama, setelah itu udah gak ada lagi setelah postingan pertamanya.
1:06:57- Nah itu challenge-nya diglover, padahal kalau mau nulis ya sebenernya pakai aja, kalau kita nanya
1:07:04mas Irfan WordPress misalnya, atau ya ada Medium sekarang, ada bahkan nulis di sosial media pun,
1:07:12Dev2, ada Hnode bener yang khusus programmer, padahal kalau di sosial media pun bisa nulis
1:07:25di Instagram. - Blogspot masih ada gak sih?
1:07:29Masih ada ya? - Masih kan di biar Google.
1:07:33- Oh gak dimatiin sama Google ya? - Gak, itu kan kebus buat SEO.
1:07:39- Btw saya ada tips nih, tips buat temen-temen yang mau belajar memulai nulis yang saya pernah
1:07:49lakukan dulu, meskipun saya udah gak lakukan, udah jarang banget nulis, udah gak justifikasi.
1:07:54Justifikasinya gak sempet, meskipun ujungnya sebenernya males.
1:07:59Tapi zaman dulu waktu saya punya blog saya sendiri itu, saya sering banget nulis,
1:08:04karena nulis itu pertama, karena waktu itu main SEO, jadi nulis itu bisa dapat duit dari AdSense,
1:08:14dan dapat duit dari review. Jadi kalau nge-review produk orang biasanya, eh taruh dong,
1:08:20semuanya backlink tuh dulu, kalau nge-review dapat backlink dibayar 100 dolar, 75 dolar,
1:08:25lumayan buat jajan jaman dulu itu banget. Tapi mungkin sekarang sudah susah kayak gitu,
1:08:30dari AdSense juga gak banyak-banyak amat, kalau main AdSense rugi kalau mau nulis.
1:08:34Tapi bisa dari motivasi yang sama ya, misalnya kalian punya impian, misalnya mau ngeriward
1:08:46diri sendiri, mau apa pun lah impian masing-masing, setiap orang berbeda,
1:08:52saya gak bisa patokin jadi contoh, karena bisa jadi berbeda.
1:08:56Ngeriward misalnya kalau saya nulis satu, saya ngasih duit ke diri saya sendiri sekian,
1:09:02atau ngasih poin ke diri saya sendiri sekian, kalau misalnya poin itu tercapai,
1:09:07boleh deh ngeriward diri sendiri, mendapatkan apa yang diimpikan itu.
1:09:12- 10 artikel long form sebulan, beli sneakers baru atau beli salah.
1:09:17- Apa pun lah ya. - Teknik ya sneakers ya.
1:09:20- Yang sesuatu yang positif aja ya, sesuatu yang positif mungkin.
1:09:25- Yang disukai. - Nintendo Switch atau apa ya.
1:09:30- Beli MacBook baru gitu ya. - Macbook baru atau aksesoris, moto.
1:09:35- Dua bulan bangkut, dua bulan bangkut.
1:09:42- Saya pernah lakukan itu dan meskipun waktu itu nulisnya gak dibayar,
1:09:48tetapi saya kayak ngeriward diri saya sendiri kalau waktu jaman itu,
1:09:52saya nabung buat beli handphone jaman itu, tapi kalau melulu aja beli handphone
1:10:00kayaknya keren asik saya. - Setiap bulan beli handphone.
1:10:05- Setiap 10 artikel beli handphone baru. - Setiap nulis saya nabung 100 ribu.
1:10:12Jadi waktu itu terkumpul 25 artikel baru saya beli handphone.
1:10:18Jadi 25 artikel itu butuh waktu 2-3 bulan lah baru tercapai.
1:10:24Itu cara saya jaman waktu masih muda.
1:10:29- Menarik tipnya ngasih reward untuk hal-hal yang harus kita lakuin.
1:10:35- PS5 juga bisa. - Kalau PS5 ini harus itu,
1:10:43yang sudah berkeluar itu harus izinkan sama istri.
1:10:46Kalau udah punya anak mungkin bisa buat anak gitu ya.
1:10:54- Alusannya pemenaranya buat anak. - Tapi menulis, terutama menulis ya,
1:11:02konten apapun terutama menulis itu kuncinya cuma satu ya, konsistensi ya.
1:11:06- Iya benar. Dan emang ini ya, mungkin faktor di belakangnya emang ada sesuatu
1:11:14yang mau di-share gitu. Saya ingat salah satu saran penulis yang saya suka namanya
1:11:20Seth Godin, dia itu bilang, "Mungkin kalau emang ide yang kamu mau sampaikan
1:11:26itu bisa jadi blog, ya udah nulis blog aja, ngapain bikin buku?"
1:11:30Terus ada lagi yang baru-baru, sarannya Tim Ferriss yang nulis 4 hours workweek,
1:11:35dia bilang, "Kalau kamu gak bisa spend waktu setahun khusus untuk dedikasi waktu
1:11:42untuk bikin buku ini, yang mending gak usah deh, mungkin gak worth it bukunya
1:11:46ditulis." Karena dari sisi gelapnya pun emang kita bisa ngeliat, oh jangan-jangan
1:11:52ini ide saya doang atau kayak kita tetap ngelakuin step-step yang harus kita lakuin
1:12:00karena ini ujung-ujungnya kita mau ngejual sesuatu atau mau orang lain yang menikmati
1:12:04bukan untuk diri sendiri, ya kita harus tetap ngeliat, oh emang orang tertarik gak sih
1:12:10dengan topik ini? Nah karena kita mau spesifik bikin buku, jadi kita bisa mulai
1:12:16ngelakuin tes-tes kecil seperti tadi, nulis di sosial media, oh gimana nih
1:12:20engagementnya orang dengan topik ini, emang orang tertarik gak sih dengan topiknya ini?
1:12:26Jadi si sosial media yang gratis ini bisa kita manfaatin secara effort juga
1:12:31lebih kecil dibanding nulis buku langsung, jadi kita bisa manfaatin ini dulu
1:12:35untuk ngeliat arahnya audiensnya atau arah orang-orangnya atau kalau bukan dari
1:12:41audiens kita sendiri kita terjun ke komunitas tertentu, ke grup-grup tertentu,
1:12:46dari situ kita udah bisa ngeliat tuh apa sih yang sebenarnya orang cari, apa masalahnya
1:12:50orang, dari situ kita bisa mulai ngebangun ide untuk si bukunya ini sendiri dibanding
1:12:56ujung-ujung kita langsung, oh gue mau bertapa gitu 6 bulan untuk bikin buku.
1:13:02- Tapi jangan juga jangan suka cari masalah-masalah orang juga ya.
1:13:07- Cukup cari masalah dengan orang. - Berserta solusinya.
1:13:12- Jangan cari masalah dengan orang lain juga. Cukup cari masalahnya orang.
1:13:18Cukup cari masalah, tapi jangan cari masalah.
1:13:21- Nah ini ada pertanyaan menarik nih dari Miracle.
1:13:26Kalau pemula terus nulis tentang apa yang kita ketahui apakah gak masalah
1:13:31soalnya terkadang kepikiran takut yang kita share malah sesat.
1:13:35- Iya menarik pertanyaannya, jadi ketika kita nulis itu sebenarnya kita bukan
1:13:43langsung nulis apa yang ada di kepala kita, tapi proses bagian dari nulis itu sendiri
1:13:48kita ngelakuin riset, kita harus ngeliat oh bener gak nih apa yang pendapat kita
1:13:53bener gak nih seperti ini, toh kalau pun ternyata yang kita tulis itu sesuatu
1:13:58yang subjektif, kita boleh nambil referensi dari orang lain, nambil referensi dari
1:14:05orang yang lebih ahli, kita coba kumpulin, kita jadiin satu, itu bisa dijadiin
1:14:10satu ini. Jadi gak ujuk-ujuk yang dari kepala kita langsung dituang.
1:14:15- Sorry, sebentar. - Kayak skripsi ya berarti ada hipotesa,
1:14:20ada masalah, kayak rumusan masalah, hipotesa, terus ada teori, terus harus dibuktiin
1:14:27pakai data atau apa lah, pakai penjabarannya, analisisnya, baru terakhir
1:14:33kesimpulannya, hipotesa di awal betul atau enggak?
1:14:36Iya bener, ingat itu biologi ya dulu, ada belajar kayak gitu jadi kita biologi atau
1:14:43apa gitu, jadi ada ide atau hipotesa yang mau kita buktikan, jadi bukan langsung
1:14:48ngambil kesimpulan dari apa yang kita tahu sekarang, tapi belajar lagi, kita belajar,
1:14:52nyari referensi lain dan secara gak langsung manfaatnya buat kita pemulai ini
1:14:57ya kita jadi tambah kuat akarnya, jadi tambah oh ternyata ini tuh yang saya
1:15:02gak tahu sebelumnya saya jadi tahu, jadi sebelum ilmunya ini nyampe ke pembaca
1:15:06kita sendiri sebenarnya yang dapat manfaatnya sebagai penulisnya.
1:15:10Jadi saya recommended bukan cuma buat merekomendasikan bukan cuma pemulai
1:15:17tapi siapapun untuk mulai nulis-nulis meskipun.
1:15:20Jadi di kepala orang ini biasanya nulis tuh, nulis harus untuk orang padahal nulis itu
1:15:26bisa untuk diri kita sendiri juga.
1:15:28- Ikutan orang. - Betul.
1:15:31Jadi kita bisa nulis buat diri kita sendiri juga tuh bisa loh sebenarnya kita jadi
1:15:39belajar hal baru, kita nulis apa sih yang saya gak tahu sebenarnya dari topik ini
1:15:43itu kita jadi cari tahu, nah masalah kamu mau publis tulisannya atau enggak itu ya
1:15:48terserah kamu tapi kalau kamu mau share ke orang itu tadi ada step-stepnya kita
1:15:55kita ngelakuin riset, kita nanya-nanya atau ngeliat pendapat ahli seperti apa
1:16:01baru kita jadikan si tulisan itu.
1:16:03Tapi sebelum itu semua kita boleh kok nulis untuk diri kita sendiri untuk
1:16:08memperkuat apa topik yang sedang kita pelajari sekarang.
1:16:12Setuju, jadi di company saya, tempat saya bekerja maksudnya kita tuh ada internal
1:16:20blog plus yang tempat kita sharing apapun yang kalau misalnya banyak hal yang
1:16:28sensitif kita sharingnya di private tapi kalau hal yang boleh dipublik biasanya
1:16:33tim marketing akan nge-publish.
1:16:35Jadi banyak kan artikel-artikel saya yang saya tulis itu teknis banget dan
1:16:41misalnya apa masalah dan saya solve dan saya tulis dan sering terjadi kalau misalnya
1:16:48saya hal-hal simple aja deh.
1:16:51Saya mau nge-query table apa sih yang paling besar di database yang sekarang ini.
1:17:00Saya lupa tuh query-nya tapi saya pernah tulis tulisannya, terus saya cuma cari
1:17:04post-nya saya, oh saya copy paste aja query yang saya pakai dulu saya pakai lagi.
1:17:11Itu sering terjadi seperti itu.
1:17:13Jadi sebagai catatan pengingat aja karena saya pernah baca.
1:17:18Kedua, karena blog post-nya itu disinkronize ke email, ke Gmail lebih tepatnya.
1:17:25Gmail itu kan kalau search engine-nya bagus banget ya.
1:17:28Di dalam searching-nya itu fungsi search-nya bagus banget.
1:17:31Jadi kalau misalnya mau nyari sesuatu tuh nyari aja di email karena itu sudah
1:17:35pasti keyword itu rata-rata dapet.
1:17:38Ketiga, pernah beberapa kali juga saya mendapat masalah,
1:17:48saya cari di Google search, yang saya dapatkan adalah ke-stakeoverflow
1:17:55yang pernah saya jawab 5-6 tahun yang lalu.
1:17:59Masalah saya itu.
1:18:01- Itu juga ada di buku tuh tadi. Barusan baca masih inget.
1:18:05- Itu ini loh kisah nyata dan itu sering terjadi.
1:18:13- Betul. Jadi kayak apa ya, jadi kayak catatan pribadi aja.
1:18:20Entah mau dipabris atau enggak itu terserah teman-teman ya.
1:18:24Oke penutup.
1:18:26- Terakhir, rencana selanjutnya. Halo Error tuh.
1:18:30- Bikin-bikin apa lagi? Apakah mau bikin edisi kedua
1:18:35atau ada update gimana gitu kan kalau masalah?
1:18:39- Cuma itu tuh habis halo koding, terbu, halo error.
1:18:42Kalau buku kedua, judulnya halo error.
1:18:45- Tentang error gitu ya.
1:18:46- Cara ngatasin masalah.
1:18:48- Mungkin kan sebelumnya mungkin kayaknya waktu bikin buku ini kan
1:18:53AI kan belum terlalu ini kan ya.
1:18:55Jadi ada beberapa hal yang jadi kurang relevan kan
1:18:58atau masalah tech winter juga.
1:19:01Apakah bakal ada edisi kedua dan seterusnya?
1:19:05- Iya kalau saya pribadi karena senang nulis ya.
1:19:11Jadi pengen banget ada buku selanjutnya.
1:19:13Tapi cukup, sorry, sorry.
1:19:18- Nular batuknya.
1:19:25- Biasanya nguap, nguap, ngular ya.
1:19:29Biasanya ngeliat lalu nguap.
1:19:32Jadi kalau ngeliat apalagi ini ya setelah, sorry masih ini.
1:19:40- Oke. Iya, mohon maaf ya teman-teman.
1:19:44Kemarin kalau nggak salah ngabarin saya kalau tiba-tiba batuk gitu.
1:19:48Jadi agak terganggu sedikit ya.
1:19:50- Saya masih batuk semenjak pulang dari China.
1:19:54- Hah? Belum sembuh? Serius?
1:19:57Wah flu Cina itu, flu Cina.
1:20:02- Bukan flu Hongkong ya?
1:20:04Kayaknya flu Hongkong karena kalian berdua dari Hongkong.
1:20:08Terus kita sekamar lagi.
1:20:10Mas Riza ya bukan sama Mbak Eka ya. Saya sekamar lagi sama Mas Riza.
1:20:16- Tapi yang sakit duluan sih apa?
1:20:18Begitu saya datang dan ilham langsung sakit.
1:20:20- Tapi habis itu kena ya.
1:20:22- Di Singapura.
1:20:26- Wah ya, terima kasih.
1:20:29Mohon maaf semua teman.
1:20:31Jadi ada banyak banget emang yang pengen di update dari buku.
1:20:38Tapi belum tahu bentuknya apakah itu volume dua atau cetakan kedua istilahnya
1:20:44dari Halo Coding yang isinya direvisi atau benar-benar buku baru lagi.
1:20:47Tapi dari saya pribadi tentunya pengen banget mulai nulis buku lagi.
1:20:53Tapi mengingat kata-kata Tim Ferriss tadi yang dia bilang,
1:20:58kalau kamu emang nggak ngasih, dia akan nyebut spesifik gitu satu tahun.
1:21:02Tapi saya ngeliatnya bukan masalah angkanya satu tahunnya.
1:21:05Tapi kalau emang kita nggak serius mendidikasikan waktu untuk itu.
1:21:09Ya itu ngeliat terus kenapa orang lain harus baca buku kita gitu.
1:21:15Kalau kita nggak serius itu untuk nulis bukunya.
1:21:17Jadi emang masih nunggu.
1:21:19Emang benar-benar ada satu tema yang pengen disampaikan lewat buku.
1:21:22Tapi sambil nunggu buku ini saya udah ngelakuin hal-hal yang tadi
1:21:26ya itu entah posting YouTube atau nulis-nulis artikel itu terus dilakuin.
1:21:33Dan terutama ya salah satu faktor terbesar juga setelah kan hidup masih berjalan ya.
1:21:39Setelah nulis buku saya juga kerja remot.
1:21:42Saya juga nyobain kerja, pindahan kerja yang sebelumnya saya nggak punya experience-experience itu.
1:21:47Jadi selalu ada hal-hal baru lagi yang bisa diceritain, yang bisa di-sharing.
1:21:52Dan sangat-sangat berharap bisa ada buku kedua nantinya.
1:21:55- Amin semoga. - Ditunggu ya ditunggu.
1:21:58- Amin ditunggu. - Oke, oke, oke, mantap.
1:22:03Oke kalau gitu, terima kasih banyak buat Hilman atas waktunya.
1:22:08- Terima kasih banyak loh. - Terima kasih.
1:22:11Saya yang terima kasih banyak sudah diundang dan dikasih tempat untuk ngobrolin bukunya ini.
1:22:17Oke, terima kasih banyak juga buat teman-teman yang udah hadir malam ini
1:22:22atau yang nonton nanti replay-nya. Kenapa?
1:22:25Kalau ada yang mau pesen mungkin nanti Hilman bisa kasih kabar
1:22:29di mana cara pesen bukunya, share-screen.
1:22:33Yang mau pesen buku bisa langsung aja ke halokoding.com ya?
1:22:38Iya, benar. Di website-nya di halokoding.com.
1:22:42Atau di Tokopedia ada, tapi cari aja yang tokonya Halokoding.
1:22:48- Halokoding. - Jangan di-search lagi ya.
1:22:51Jangan di-search ya. Banyak yang menjual buku-buku yang mirip
1:22:57atau yang sama tapi bahkan dengan harga yang lebih mahal.
1:23:00Jadi kalau dari Halokoding di-klik dia larinya ke Tokopedia dan ini yang ofisial.
1:23:05Benar.
1:23:07Siap, langsung saya pesan satu buat nabah koleksi.
1:23:12Siap, terima kasih banyak.
1:23:15Oke, buat teman-teman yang mau kontak-kontak Hilman
1:23:19kira-kira ke mana yang aktif sosial medianya?
1:23:24Twitter-nya aktif di HilmanSKI.
1:23:28- HilmanSKI. - Iya, bisa nanya-nanya di sana.
1:23:31Siap, oke kalau gitu. Terima kasih banyak buat semuanya.
1:23:36Kita ketemu lagi minggu depan di hari yang sama.
1:23:40- Bye-bye. - Terima kasih semuanya.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
10 Sep 2025
Ngobrolin Dokumentasi - Ngobrolin WEB
🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Mari membahas tentang berbagai alat untuk membuat dan menampilkan dokumentas...
13 Feb 2024
Ngobrolin Open Source bareng @AriyaHidayat - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
12 Mar 2024
Ngobrolin PHP - Ngobrolin WEB & @sandhikagalihWPU
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...