Ngobrolin Privacy Sandbox - Ngobrolin WEB ep44
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
0:08[dengar telepon]
0:12Hai, hai, hai, selamat malam, selamat malam, selamat malam, selasa malam.
0:22Selasa malam adalah waktunya kita untuk ngobrolin wey.
0:27Hehehe, gue duluan, gue duluan.
0:30Oh yes, tetap nggak kumpak.
0:31Tetap nggak kumpak, ya, kita nggak boleh kumpak.
0:36Ya, setelah melalang Buana dari satu iOS standit ke iOS standit lain.
0:42Tapi minggu lalu gue istirahat.
0:44Oh, minggu lalu istirahat.
0:45Eka, minggu kemarin, Yogyakarta.
0:48Surabaya ya?
0:50Surabaya.
0:52Minggu kemarin, apa, kemarin ini Surabaya.
0:55Gue habis dari Bandung, minggu lalu istirahat dulu.
0:59Nanti minggu dep, dua minggu lagi ke Semarang.
1:04Dua minggu lagi ke Semarang, Eka, Makasar bukan?
1:08Enggak, enggak.
1:10Oh enggak, udah selesai ya?
1:12Udah selesai, saya baru pulang dari Medan kemarin.
1:15Ya asik, ada apa di Medan?
1:18Cita-cita dikit lah.
1:20Ada durian.
1:22Wuh es, mantap.
1:26Seru-seru, di Medan itu karena udah lama enggak kesana.
1:29Biasanya kan dulu ya, kalau dulu waktu bikin acara katanya kalau dari Panitia bilang.
1:35Kalau bisa acaranya hari Sabtu tapi sore, es siang atau sore.
1:39Karena hari Sabtu itu biasanya masih ada yang masuk setengah hari.
1:42Tapi kemarin 350 full.
1:45Sudah dari pagi.
1:47Mantap banget.
Lihat transkrip lengkap
1:49Nah ini yang kemarin ketemu Eka ya, minta tanda tangan ya, Audi ya.
1:53Tepinya dipakai.
1:55Udah minta tanda tangan seri saya juga.
1:57Udah tinggal Ivan nih.
1:59Samparin aja ke Semarang.
2:01Samparin ke Semarang.
2:03Samparin aja ke Semarang.
2:05Samparin aja ke Semarang.
2:07Samparin aja ke Semarang.
2:09Samparin aja ke Semarang.
2:11Samparin aja ke Semarang.
2:13Samparin aja ke Semarang.
2:15Samparin aja ke Semarang.
2:17Lawan setan.
2:19Terus souvenir speakernya sih, ini rada utopik.
2:23Cuma souvenir speakernya lucu banget.
2:25Surabaya kan kota pahlawan.
2:27Temanya pahlawan.
2:29Terus masing-masing speaker.
2:31Dikasih frame sama foto editan.
2:35AI generated photo gitu.
2:37Tapi ya mukanya dibagusin lah.
2:39Temanya pahlawan Indonesia.
2:45Itu super hero gitu ya.
2:47Keren, keren, keren.
2:49Wah ide-nya bagus sekali tuh.
2:51Bisa kemikirannya luar biasa.
2:53Kreatif, kreatif.
2:55Oke, malam hari ini kita akan ngomongin sebuah inisiatif.
3:01Yang namanya Privacy Sandbox.
3:03Privacy Sandbox, ada yang udah pernah dengar?
3:05Ada yang belum pernah dengar?
3:07Ada yang baru dengar sekarang?
3:09Nah, sama dong.
3:11Nggak sih, kita udah dengar beberapa minggu yang lalu.
3:13Tapi kita juga belum mendalami ya.
3:15Kita cuma sekadar tahu.
3:17Jadi malam hari ini kita akan cari tahu sama-sama kenapa.
3:21Karena ini akan berpengaruh besar pada development app.
3:25Pembuatan aplikasi, autentikasi mungkin ya.
3:29Autentikasi, iklan.
3:31Iklan, terus third party API dan lain-lain.
3:35Ini akan berpengaruh.
3:37Jadi kita harus mempersiapkan karena ini di depan ya.
3:41Di masa depan. Sekarang sih mungkin masih aman-aman aja.
3:43Sekarang belum terlalu kerasa ke depannya.
3:45Kita harus prepare banget nih. Ini hal-hal yang nggak bisa.
3:49Ya, agak sulit kalau dibilangkan.
3:51Hal ini juga salah satu yang sangat berpengaruh.
3:55Di development ya.
4:01Kayak saya sekalian tuh handle banyak.
4:03Nggak banyak sih, beberapa klien yang enterprise.
4:07Dan minggu lalu saya sudah mulai sounding.
4:10Kalau private sandbox ini is upcoming thing gitu.
4:14Dan kita sudah harus ready gitu.
4:16Harus ngetes dan ready untuk mulai effort untuk ngetes aplikasi kita
4:22kalau third party cookies yang nanti ini sudah di face out, apa yang akan terjadi?
4:28Jadi kita sama-sama.
4:30Jangan sampai aplikasinya tiba-tiba tidak bisa jalan error dan lain-lain ya.
4:35Tiba-tiba nggak bisa login atau appnya nggak muncul semua.
4:37Kalau app nggak muncul, nggak ada duit masuk.
4:39Duitnya nggak masuk.
4:41Bayangkan sebuah shopping cart, tapi kita nggak bisa login, terus nggak bisa check out.
4:47Nah, gimana tuh, ya kan?
4:50Nah, kita mulai dari sebenarnya apa sih ini prekesi sandbox ini?
4:56Ada yang bisa menjelaskan?
4:59Jadi mulai dari kita lihat sejarahnya dulu ya.
5:06Kita kan tahu ya, kalau teknologi web.
5:10Kita pertama bahas teknologi web, kenapa cuma web?
5:14Karena kita fokusnya di web sekarang ya.
5:16Karena private sandbox itu nggak cuma di web, tapi juga di Android.
5:20Android juga ada.
5:21Tapi ini mengenai web, bukan mengenai Android.
5:24Jadi kita bahas mengenai webnya.
5:26Kita tahu ya, cookies itu berhubungan dengan sebuah tracking ya.
5:32Jadi web itu dengan menggunakannya teknologi cookies,
5:39baca nanti kita bisa kalau kalian pengen tahu mengenai cookies,
5:42lebih dalam bisa menonton episode-episode sebelumnya tuh.
5:46Ya, kita kan pernah NBC khusus cookies.
5:50Nah, dari cookies, teknologi cookies, dan teknologi lainnya juga ada fingerprint dan segala macam,
5:56user itu bisa di tracking dari satu website ke website lain.
6:00Dan itu ternyata akhir-akhir ini menjadi sebuah masalah ya.
6:04Makanya ada muncul, itu apa namanya, GDPR, muncul.
6:12Apa ya?
6:15Ya, punya aturan-aturan perkaya privacy.
6:19Cookie, cookie, cookie consent, cookie consent.
6:22Cookie consent itu kan muncul ya.
6:25Jadi jangan cuma di accept-accept aja, karena cookie consent itu bisa kayak functional cookies,
6:32ada marketing cookies, ada cookies-cookies yang lain.
6:35Itu kalau kita nggak setuju, bisa nggak setuju.
6:38Itu kalau implementasinya benar, ya mereka harusnya kalau kita nggak setuju dengan marketing cookies,
6:43berarti marketing cookies dan trackingnya harusnya nggak boleh jalan.
6:47Nah, kalau privacy sandbox ini sendiri adalah effort ya, effort yang baru diinisiat oleh,
6:59saya nggak tahu siapa, tapi kayaknya Google sih, tim Google.
7:03Google sama perusahaan-perusahaan advertising lah, makanya yang terkait sama industry.
7:08Karena sudah mulai maraknya untuk, karena tracking cookies itu nggak cuma untuk nge-tracking aja,
7:15tetapi sudah mulai mengarah ke profiling user.
7:20Jadi sudah mulai ke, bisa dengan adanya cookies ini kita bisa,
7:25baiklah si company yang menggunakan teknologi ini bisa nge-profile kita.
7:32Apa website yang kita kunjungi, apa search keyword yang kita lakukan,
7:38terus kemudian apa interest kita, umur kita, segala macam itu bisa diprofile
7:46dan akhirnya kita bisa ditargetkan oleh, target oleh iklan atau marketing-marketing lainnya,
7:54atau bisa untuk propaganda yang lain.
7:58Nah, muncul lah term privacy sandbox, itu adalah sebenarnya effort untuk mengamankan,
8:10untuk mengamankan kita dalam menggunakan aplikasi web secara online.
8:18Ini ya, privacy sandbox reduce cross-site and cross-app tracking,
8:25while helping to keep online content and service free for all.
8:30Free disini maksudnya bebas ya?
8:33Bukan gratis.
8:35Ya, free, bebas, betul-betul.
8:38Jadi sebetulnya ini sih, kalau mau nambahin dikit soal third party cookies,
8:43bisa buka yang third party cookies tadi.
8:46Nah, yes, scroll ke bawah dikit.
8:49Nah, ini kan ada third party cookies itu kan bisa powerful banget tuh tadi yang disebut event profiling.
8:59Apa ya, cakupan kekuatanya tuh luas banget.
9:03Jadi pertama bisa nge-track di berbagai website yang berbeda,
9:09terus bisa retargeting dan lain-lain, terus ke bawah lagi coba scroll.
9:17Nah, terus ini sekali kita, sekali user gunjungin,
9:22itu kan cookies-nya bisa di-set expire-nya, lama banget ya, nggak expire-expire.
9:27Itu bisa nempel terus.
9:29Nah, itu tuh kekuatannya kan agak over ya.
9:33Maksudnya cakupannya luas dan kekuatannya powerful banget.
9:37Dan itu oke lah kalau memang dipakai di pihak yang bertanggung jawab dan baik,
9:42tapi kan nggak semua orang dan nggak semua perusahaan itu bisa baik.
9:46Dan dari situ muncul hukum-hukum yang tadi apa?
9:49Hukum privasi kayak GDPR, hukum konsen yang nggak pernah dibaca.
9:53Nah, intinya privasi sandbox itu.
9:56Terus third party cookies jadi akhirnya di face out sama berbagai browser.
10:01Firefox sama Safari udah nge-block third party cookies.
10:07Chrome tahun depan ya, awal tahun depan di Chrome akan nge-block.
10:13Ya, itu September tahun depan.
10:16Quarter 3 tahun depan third party cookies dan?
10:23Nah, jadi breakdown-nya seperti itu.
10:26Kenapa? Karena implikasinya seberat gitu.
10:31Jadi kayaknya third party cookies itu udah lah nggak ada masa depannya.
10:35Nah, tapi kan sebetulnya ada keperluan-keperluan tadi yang apalah.
10:39Maksudnya kan nggak salah juga kalau industri atau bisnis mau iklanin produk.
10:46Ada sistem ekosistem industri iklan digital, website butuh duit.
10:52Untuk operasional misalnya mau cari uang dari iklan, sah-sah aja.
10:56Jadi terus misalnya kalau buat authentication service yang berasal dari origin berbeda misalnya,
11:03kan itu penggunaan yang sah juga.
11:05Jadi Privacy System Works itu sekelompok provosal bukan satu API atau satu teknologi doang,
11:12tapi sebenarnya banyak API yang berusaha menggantikan tujuan-tujuan yang valid itu
11:18yang tadinya dipakai, yang tadinya merupakan fungsinya third party cookies,
11:24tapi sekarang digantiin sama teknologi baru yang jadi bagian dari Privacy System Works itu.
11:30Backgroundnya seperti itu.
11:35Bisa buka link dari saya, Mas Dizah.
11:38Jadi ada third party cookies face out.
11:43Nah, jadi apa yang akan terjadi ke depannya?
11:48Kalau kita tahu ya seperti yang sudah saya jelasin tadi,
11:51kalau first party cookies itu adalah cookies yang diset oleh website kita sendiri.
11:57Itu aman kan?
11:59Itu karena kita butuh buat login, buat...
12:02Karena kan di situ doang, di tempat kita sendiri.
12:05Bisa scroll ke bawah sedikit, terus terus terus, ada gambarnya kok.
12:09Jadi kita bahas gambarnya aja biar gampang.
12:11Nah, kita situsnya travel.site.
12:16Kita set cookie, ya sudah, itu cookie itu namanya first party, kan?
12:21Nah, kalau third party gimana? Coba turun ya sedikit.
12:26Kalau misalkan kita pakai login service seperti OZiru, Cognito, atau yang lain itu gimana?
12:32Itu third party.
12:33Itu termasuk third party, ya?
12:34Nah, kalau misalnya kita punya travel.site ini,
12:38terus di travel.site itu kita punya, kita menunjukkan map.
12:42Kita punya service lain.
12:43Map.
12:44Dan map ini muncul di situs kita, dan dia ternyata menyimpan cookiesnya sendiri.
12:49Tetapi origin domain kita kan travel.site,
12:53dan dia itu hanya muncul di iframe sebenarnya, atau embed, ya kan?
12:58Dia muncul di iframe, dan tapi dia bisa set cookies di situs kita.
13:03Itu namanya third party cookies.
13:06Apa yang terjadi adalah, bisa turun lagi.
13:11Yang terjadi adalah, kalau semisal, oh nggak bisa.
13:15Up dikit, semisalnya dia map.site yang sama ini, itu muncul di situs yang lain.
13:25Ya, situs abcd.site, ya kan?
13:29Akhirnya adalah, si map.site ini bisa mengetahui perjalanan hidup kita.
13:34Jadi kalau misalnya kita kunjungi travel.site, terus kita kunjungi abc.site, dia tahu, oh ini orang yang sama.
13:40Ya tinggal dikumpulin aja. / Karena cookiesnya masih sama, masih tersimpan di browser.
13:46Dan dia tahu kalau kita ke abc.site, akhirnya si map.site ini menyimpan semua data itu, dan memprofile kita.
13:56Itu contohnya map, tetapi dulu kan sempat ada yang namanya,
14:00ingat nggak, itu yang twitter live, facebook button, apalah itu semua button-button social media button itu, itu kan muncul di semua website kan.
14:11Ya. / Nah itulah dikumpulkan.
14:14Jadi kita kunjungi dari situs ke situs, semua data kita tahu, kita itu udah pernah ke mana aja.
14:19Jadi kalau analogi fisiknya ini kali ya, jadi di seluruh jalan di kota kita ada CCTV, beneran di ujung jalan ini CCTV,
14:31di ujung sana ada CCTV lagi.
14:33Nah orang yang punya akses ke panel CCTV kan beneran bisa ngikutin perjalanan seseorang pagi keluar dari rumahnya dimana.
14:42Tahu di rumahnya, tahu di mana kerjanya, di mana hangoutnya. / Kalau makan dimana tinggal dikumpulin aja data dari semua CCTV.
14:51Nah betul. Jadi, quarter 3 2024, third party cookie ini sudah nggak bisa lagi nge-set cookie-nya di situs manapun.
15:06Jadi kalau misalnya map.site muncul di travel.site, dia nggak bisa lagi nge-set cookie-nya di travel.site. That's it.
15:14Itu artinya facing out third party cookie akan ke block secara otomatis oleh browser.
15:21Efeknya apa? / Efeknya ada 2 yang paling besar.
15:28Pertama dunia marketing, digital marketing terutama ads ya.
15:33Makin sulit. / Makin sulit. Jadi kayak kalau bahasanya kan ada kita itu retargeting ya.
15:41Ada satu fitur kan misalnya gini, kita belanja di toko hijau ya, toko hijau gitu ya.
15:49Kita beli kukas. / Bukan, kita belum beli kukas.
15:53Kita lihat produk tertentu yang kita suka dan mungkin masukin ke wishlist atau masukin ke kranjang tapi belum check out.
16:04Kita mengunjungi blognya Mas Riza dan Mas Riza kebetulan menggunakan ads di sidebar.
16:14Ads yang muncul di sidebar adalah kulkas tadi.
16:18Itu namanya retargeting, mungkin correct me if I'm wrong ya.
16:32Jadi retargeting ads itu.
16:36Dan kita akan dihantui ads yang sama sampai beberapa waktu ke depan.
16:41Sampai kita udah beli kulkas pun ditawarin kulkas terus.
16:45Kalau buat orang yang gak tau kenapa itu pasti kan sedih marah-marah.
16:49Emang berapa sering sih orang mau beli kulkas.
16:51Cuma ya itu kan di luar.
16:54Jadi retargeting itu otomatis sudah susah karena gak bisa lagi ngasih kuk kita sebut kan.
17:03Itu pertama. Yang kedua, yang paling kena itu adalah autentication.
17:14Jadi untuk, apa istilahnya, oauth bahasanya sih oauth.
17:26Third party service yang untuk login misalnya login with facebook, login with github, social login.
17:34Ingat pernah notice gak kalau kita misalnya login di stack overflow pakai login by google.
17:44Terus kita ke stack exchange itu otomatis kita udah login tanpa perlu lakukan apa-apa lagi.
17:53Dan juga demikian dengan grup-grup stack-stack yang lainnya, stack exchange, stack apa, stack apa.
17:58Kalau kalian kunjungi ke yang domainnya berbeda ya, stack overflow dan stack exchange itu domainnya berbeda.
18:05Tetapi kita bisa otomatis login di tempat yang sama.
18:09Itu karena social login tadi login by party services itu sudah ada kukinya.
18:15Dan kita tinggal login. Sudah authenticated bahasanya.
18:20Dan kita gak perlu lakukan apa-apa lagi.
18:22Fitur tersebut, single sign on bahasanya. Single sign on dengan teknik seperti itu sudah gak akan bisa lagi.
18:34Karena third party cookies yang tadi misalnya kita login with google, google account.
18:42Maka si authentication yang si google tadi gak bisa lagi nempel di situs stack overflow karena sudah di block.
18:53Jadi kalau kita login ke stack exchange harus login ulang.
18:58Nah itu memang sepeleh, ya bagi kita ya udah login aja lagi, tetapi bagi yang situs. Ya kalau service-nya bergantung sama jadi satu login-nya ya gak sepeleh.
19:13Yes betul. Kalau kasusnya yang saya hadapi itu adalah dia enterprise company yang mengatur semua dengan SSO dengan menggunakan IDP service apalah namanya, gue lupa.
19:25Yang dari Microsoft. Jadi active directory.
19:30Jadi pakai itu untuk login. Jadi company-nya login pakai account tersebut, SSO, terus kemudian balik dan kita set kukinya.
19:43Nah ternyata kan dia juga punya situs yang berbeda. Enterprise company itu kan gak punya satu domain, tapi domain-domain lagi juga ada kan.
19:51Nah dulunya working sekarang jadi gak working lagi kalau sudah terparti kukus sudah di block.
19:57Jadi kita harus buat minimal... / Like login page buat masing-masing.
20:02Nggak sih, harus ada nanti namanya FedCM, nanti federated CM itu akan kita bahas di lain waktu.
20:08Tetapi bisa dengan menggunakan federated CM, jadi hanya bisa login dengan menggunakan API baru sebenarnya.
20:16Jadi privacy sandbox ini biasanya ya bahasa KAG kita murah waktu kita di Bangalore itu mengatakannya gini.
20:30Selama ini web, pekembangan web development itu terus nambah, nambah, nambah, nambah, nambah.
20:38Ada web API baru, teknologi baru, hardware baru, user experience baru itu nambah terus.
20:45Tetapi privacy sandbox ini kayak memangkas kayak kita kembali lagi... / Menahan, menestrain ya.
20:54Iya kembali lagi, mundur lah, membatasi banyak hal.
21:03Jadi tadinya bisa single sign on dengan mudah, sekarang lebih susah.
21:09Karena kebocoran data atau profiling data user secara online itu sudah mulai di fase yang mengkhawatirkan.
21:21Makanya ada inisiatif ini.
21:25That's privacy sandbox. / Mantap.
21:30Berarti kita sebagai developer apa yang harus kita siapkan? Audit lagi ya?
21:36Itu tadi ada ini, ada bisa share tadi yang linknya tadi third party cookie face out.
21:44Itu kan kita preparing untuk third party cookie face out tuh, bisa turun lagi.
21:51Jadi pertama kita bisa debugging cookie kita.
21:54Nanti bisa debugging dan tes itu bisa pakai flag.
22:01Pake flag, tes third party cookies face out, nanti akan otomatis nge-block semua third party cookie di Chrome.
22:11Jadi sudah bisa. / Cek aja apa yang nggak jalan ya.
22:14Terus tes situs kita ada yang rusak.
22:19Pertama ini, nanti kalau misalnya rusak nih, apa yang harus dilakukan?
22:27Itu tergantung dari apa yang mau, fitur apa. Bisa turun sedikit.
22:33Itu nanti ada namanya partition cookie chips ya, partition cookie.
22:38Jadi kita tetap masih bisa share third party cookie tapi hanya si developer yang mengijinkan.
22:47Kita yang mengijinkan, contohnya dia digambar.
22:52Kita punya situs A dan situs B dan kita pakai third party service namanya C.
23:01Si developer kita, kita lah yang menentukan si A.
23:06Si cookiesnya si C boleh di-share ke B.
23:11Jadi si developer yang menentukan itu.
23:16Kita yang menentukan itu boleh.
23:19Nanti pakai header-header same side blablabla itu nanti bisa baca lebih lanjut di lilin ini nantinya.
23:27Dan juga selanjutnya, itu kan kalau kita share semua nanti kasih asterisk jadinya bisa semua.
23:38Bukan, nanti bisa juga kita partition.
23:41Kita partitionnya begini, situs A dan situs B kita partition.
23:47Jadi si C itu tetap bisa set dia punya cookies sebagai third party cookies.
23:56Tetapi tidak bisa di-share ke B, kita partition dia.
24:01Itu namanya, bahasanya chips ya tadi.
24:07Cookies having independent partition state, chips.
24:14Jadi C tetap bisa set cookiesnya hanya di situs A.
24:17B tetap bisa share cookiesnya hanya di situs B.
24:20Jadi dia dipartisin.
24:21Jadi ini bisa contohnya nanti turun sedikit bisa untuk mencegah evil side untuk mengakses.
24:30Cross cookies.
24:41Jadi tadi kembali ke pertanyaan Mas Riza, pertama kali coba matiin third party cookies pakai flag yang tadi.
24:50Audit dulu ya?
24:51Audit, apa yang merusak dan nanti solusinya depends on kebutuhan kita apa.
24:58Kalau masih tetap butuh share cookie yang sama misalnya karena single sign on atau segala macam.
25:03Bisa pakai chips dan share hanya ke situs yang kita targetkan saja, hanya boleh saja.
25:10Jadi si third party service itu hanya bisa mendapatkan cookies hanya dari situs yang kita izinkan.
25:21Jadi kalau misalkan katakanlah web kita menggunakan third party authentication
25:29misalkan kayak firebase, atau supabase, atau outzero, apapun gak bisa jalan jadinya.
25:43Atau ada kemungkinan bisa jalan kalau mereka melakukan update gitu.
25:47Kalau supabase, gue lagi bingung supabase emang itu kan.
25:54Ada outnya dia punya.
25:56Ada outnya sama kayak firebase.
25:58Jadi ekonominya firebase selain database, selain hosted database, ada out service nya.
26:05Ada out service nya, termasuk juga login with facebook dan lain-lain kan ada disediakan kan.
26:10Ya, cuma kayaknya sih mereka ngebalikin token doang.
26:14Jadi ekspektasinya adalah kalau yang basic ya, misalnya kalau gak pakai itu custom, gak pakai custom solution.
26:20Kalau defaultnya firebase out sama supabase out, itu mereka pakai workflow OAuth 2.
26:27Kalau mereka balikin akses token, ekspektasinya kita konsumer, maksudnya website yang mengkonsum menyimpan itu di cookies kita sendiri.
26:36Jadi itu masuknya first party, jadi gak disturb di supabase atau firebase nya.
26:41Oke, oke.
26:43Kalau tadi contohnya maps, apakah google maps akan tidak bisa bekerja?
26:51Atau karena ini inisiatifnya google, seharusnya google maps nya juga berbenah dong?
26:57Google maps tetap bekerja, cuma cookies yang di set hanya bisa ada di situs itu.
27:04Jadi misalnya gini, contohnya ya, google maps nya itu...
27:13Kita menyimpan informasi lokasi terakhir ada di cookies, itu gak bisa.
27:19Jadi kita misalnya sudah mungkin waktu kita lagi browsing di travel site, kita menyimpan lokasi kita yang di travel site dibekasi.
27:30Jadi waktu kita mengunjungi airtravel.site, kalau dia gak share, maka state nya si google map nya di airtravel terreset.
27:38Terreset lagi, default lagi.
27:40Karena dia gak bisa share.
27:41Kembali ke lokasi utama.
27:43Ini tuh sesuatu bahasan kita di cookies episode dulu ya.
27:47Web request response itu basically stateless.
27:50Cookies adalah teknologi yang digunakan buat nyakalin kondisi stateless web itu jadi stateful.
27:59Tapi disini untuk third party di remove.
28:02Dan bahkan kalau ngomong-ngomong produk google nih, google analytics baru kan ya, yang versi lama kan udah di face out bulan lalu pasti yang...
28:10kalau web dev in house pasti sibuk menggantiin migrate GA4.
28:17Dan satu lagi, pokoknya semua face out kecuali GA4 yang kan baru dan itu udah gak pakai third party sama sekali.
28:27Jadi emang pas pertama itu kayak semacam mengirim request lah.
28:31Tapi semua cookies nya udah di first party, di tempat kita sendiri.
28:35Jadi ngirim datanya ya kayak cuma klien side request aja.
28:41Ngirim analytics, events dan lain-lain.
28:44Jadi intinya produk google pun ya gak bisa dapet perkecualian atau perlakuan khusus dari ini.
28:51Jadi tetap di update untuk menyesuaikan face outnya third party cookies ini.
28:58Bisa buka ini Mas Riza yang chips khusus, nah ini dia.
29:06Jadi dengan API, ini salah satu yang akan di roll out untuk chips itu akan di roll out.
29:23Masih dalam development sih ini chips.
29:26Ntar baca dulu sebelum salah.
29:29Chips API origin trial, sedang origin trial di 2022 sekarang sudah selesai.
29:39Berarti tinggal roll out, tinggal roll out aja chips ini.
29:44Bisa turun sedikit biar ada gambarnya yang cukup keren.
29:50Sebelumnya seperti tadi, kalau unpartition, C bisa set di A, ada cookies nya dan bisa di access di B.
29:58Jadi bisa di tracking.
30:00Kalau di partition, bisa turun.
30:06Ini use case nya pakai kayak chat support ya, chat support yang live chat misalnya.
30:14Kalau di partition nanti jadi begini.
30:17C hanya bisa di set di A saja dan punya jar nya sendiri.
30:22Dan B pakai live chat yang sama hanya bisa set di situsnya sendiri.
30:29Exactly like this partition.
30:31Intinya berarti cookies nya tetap bisa kita set di host site kita.
30:42Orang sebagai visitor tapi tidak bisa digunakan di site yang lain.
30:48Tidak bisa cross ya, tidak bisa digunakan kembali.
30:51Hanya bisa digunakan di web yang sama.
30:54Misalnya A set di C dan C mau access.
30:58Kalau kita buka situs C nya pun, tidak ada cookies yang dari A tadi.
31:03Jadi kalau kita buka situs C nya sendiri pun, yang cookies yang C set di A, itu tidak akan ada lagi.
31:13Tetap undefined bahasanya.
31:17Itu cookie partitioning, jadi itu chips.
31:21Dan ini akan roll out soon sebagai model ini akan di roll out.
31:26Saat nanti terpaktik cookie face out tahun depan.
31:31Jadi bisa saja sebenarnya website kita baik-baik saja.
31:35Tapi ada kemungkinan juga kita bisa berentakan juga.
31:40Mungkin ada yang hilang, seperti tadi travel site.
31:43Kalau teman-teman pakai Google Maps atau service maps yang lain, itu harus di chat juga.
31:50Bahkan sebenarnya ada pengalaman pribadi sih soal ini.
31:54Jadi kebetulan di tempat kerja, awal tahun ini ada task harus integrate login.
32:04Sebenarnya mirip yang kasusnya Ivan tadi, tapi bukan enterprise level.
32:08Jadi intinya ada misalnya A.com.
32:12Main product kita di tempat kerja adalah A.com.
32:16Ada loginnya sudah jalan, sudah ada system out nya sendiri.
32:20Terus kita dapet kayak hidbah.
32:26Apalagi kita maintain service layanan lain namanya di origin B.com.
32:33B.com ini ada loginnya juga.
32:37Cuma pas itu dalam keadaan tau terpaktik ke quiz masa depannya surum sih.
32:43Jadi kalau solusi simpelnya adalah waktu login, bikin request ke B.com,
32:54pasang first party cookies di B.com,
33:01terus redirect lagi ke A.com, pasang first party cookies di A.com.
33:06Tapi itu cuma bisa kalau service nya ada 10, tidak mungkin redirect 10 kali.
33:13Ini solusi simpel karena jumlah layanannya, jumlah redirectnya sedikit.
33:19Dan kedua-duanya emang punya kita.
33:22Jadi itu salah satu solusi simpelnya juga.
33:25Perlu khawatir tidak kita dengan first party cookies ini?
33:34Gak usah lah.
33:36Itulah pentingnya testing. Benar gak sih?
33:39Menurut gue sih kalau teman-teman itu, saya melihat ini sebuah peluang.
33:46Kalau teman-teman itu sebagai developer atau sebagai agensi,
33:52ini peluang yang bagus untuk pertama dapat kerjaan baru.
34:00Maksudnya dapat task baru atau dapat project baru?
34:06Karena ini perlu di testing dan di audit.
34:09Kalau istilahnya testingnya udah mungkin yang integration atau end-to-end testing,
34:16jadi kita tinggal jalanin, bukan tinggal jalanin, kita jalanin aja misalkan NPM test.
34:22Dia jalanin, dia cek semua autentikasinya, dia cek visualnya.
34:28Make sure kalau maps-nya tetap jalan, ads-nya tetap ada, muncul dan lain-lainnya,
34:34harusnya kita gak perlu terlalu worry.
34:37Jadi ketika sudah di roll, kita jalanin aja tesnya.
34:42Tapi kalau yang gak ada tes, bingung.
34:45Orang-orang dari dunia digital marketing sih, karena gak bisa lagi re-targeting.
34:51Ya sama, bukan cuma dari digital marketingnya doang, tapi website yang cari makan dari ads,
34:58kan mungkin kalau ads yang sesuai gak ditampilin,
35:02yang ditampilin gak sesuai, gak lebih sedikit yang nge-click,
35:05masukannya juga kurang.
35:07CTR-nya rendah.
35:09Ya, mungkin gue atur kalau yang gitu, cuma kebetulan kerjaan aku bukan di situ.
35:16Sebagai pemilik perusahaan, mungkin harus worry ya?
35:24Iya.
35:26Karena marketingnya jadi sulit ya.
35:28Kemarin itu waktu ada discussion di IOX Bangalore itu.
35:35IO Connect.
35:37IO Connect di Bangalore itu kemarin, yang didatangkan itu kan,
35:43narasumbernya pemilik business dan dari Google, si Eiji.
35:51Jadi memang worry-nya si pemilik business ini adalah untuk marketing, ads dan segala macam,
35:58targeting itu jadi akan jauh lebih susah.
36:02Karena gak bisa lagi nge-profile user-nya gitu, gak bisa lagi nge-profile dan nge-targeting.
36:08Gak bisa re-targeting lagi, gak bisa nge-profile lagi.
36:11Jadi dinilai sebuah kemunduran di dunia wab.
36:16Jadi kembali seperti inkog itu aja semuanya ya?
36:20Ya, sebagian.
36:23Dalam hal cookies, karena itu kekuatannya lebih bisa nempel terus, itu gak hilang-hilang.
36:29Tapi mungkin dari sisi industri, ini juga kayak ngedorong buat promosi yang lebih bentuk promosi
36:38atau perspektif sudut pandang yang beda.
36:42Misalnya ini, tadinya bisa sembarang targeting punya dana sekian,
36:47pasang ads, targetkan ke kelompok umur sekian, yang intresnya, blablabla.
36:53Tapi sekarang mungkin udah gak bisa segampang itu.
36:56Mungkin kalau punya produk atau layanan yang dipromosiin ke kelompok intres tertentu,
37:02harus mulik cari misalnya influencer apa yang terkenal, yang relevan di bidang itu,
37:08atau komunitas-komunitas apa yang relevan di bidang itu.
37:12Ya udah, jadi bentuk kerjasamanya, duit yang tadinya buat ads
37:16dipakai buat kerjasama atau featuring sama komunitas itu.
37:21Misalnya, activate lah, mau promosiin ke anak SMA,
37:25atau anak gak tau kelompok umur apa gitu ya, kelompok pelajar atau mahasiswa.
37:31Yang mau lulus kali ya, mau lulus.
37:33Tertarik coding, nah, berarti harus mulik misalnya ex-school robotika,
37:39atau apa lah, GDSC, atau apa, komunitas yang relevan.
37:45Jadi kayak perusahaan, kalau mau promo, harus mikir lebih organik.
37:50Ya udah, itu salah satu alternatifnya kan, kalau dari sudut pandang industri.
37:55Jadi, kalau mau ngiklan itu, jangan ngiklan di Baliho,
38:00semua orang bisa lihat, semua segmen bisa lihat, tapi sekarang...
38:03Baliho mahal, semua orang bisa lihat, tapi mahal.
38:06Nah, ini kalau misalnya dengan dana yang sekian terbatas,
38:10kan berarti harus mulik mana yang paling sesuai.
38:13Ya udah, berarti harus siap-siap.
38:16Sebenarnya agak ini juga ya, inisiatif ini lucu juga.
38:26Dari sisi bisnis, Google itu kan dari...
38:31Menggunakan ini ya.
38:34Menggunakan ads ya.
38:37Yang terbesar kalau nggak salah, salah satu yang terbesar,
38:40pemasukan Google adalah dari ads.
38:43Dan dengan adanya ini akan mempersulit.
38:49Ya soalnya di Eropa, di Amerika, kayak hukum udah ketat sih,
38:54jadi realistis mengikuti kebutuhan jaman.
39:00Ya, tapi pasti nanti akan ada cara-cara baru lah orang temukan
39:05dengan ada aja konstrain ini.
39:07Setiap ada batasan pasti ada ide-ide kreatif lain yang muncul kan.
39:13Ya itu, ya trakis di sandbox itu.
39:16Itu kan sebenarnya ada beberapa API banyak,
39:19jadi yang tadi udah dibahas tips,
39:21itu kan untuk to this dan mungkin...
39:25Masih ada namanya storage.
39:27Ada storage position ini, ada shared storage, itu masih ada,
39:32tapi jadi begini, dengan adanya professor namanya bukan berarti membatasi.
39:37Sorry, bukan artinya benar-benar menutup semua,
39:44tetapi tidak membebaskan.
39:46Memurangi.
39:47Bukan, tidak membebaskan.
39:49Tetap masih bisa kebuka, tapi tidak membebaskan.
39:52Kalau sekarang kan cookies itu bebas.
39:54Mereka bisa set kemana-mana asalkan dia di-board, dia let.
39:58Bahkan hanya munculin image-image yang satu pixel aja bisa nge-tracking
40:02kemana-mana kan.
40:03Oh iya, keren itu transparent pixel.
40:06Nah, itu kan bebas.
40:09Kalau sekarang dengan adanya privacy sandbox initiative,
40:14tetap masih bisa, makanya API-API baru ini tetap dibuat dengan constrain.
40:23Jadi si developer lah atau si business owner lah yang membuka kemana dia boleh.
40:30Jadi atas konsen dari si owner, atas konsen dari si owner of the site
40:39kemana si user-nya boleh di-share.
40:44Nah, ini sebetulnya ada banyak.
40:50Jadi misalnya kita pasang social button.
40:55Jadi social button ini kita hanya boleh share ke situs saya yang lain.
41:02Yang hanya...
41:04Yang satu domain.
41:06Mungkin domain kita sendiri, tetapi domain kita sendiri gitu.
41:11Oh, domain berbeda tapi punya pilihan kita.
41:14Kalau itu kayaknya ada API-nya sendiri, trusted talker, dan semacamnya.
41:18Lupa-lupa ingat.
41:20Nah, kita coba scroll ke bawah deh.
41:26Scroll lagi.
41:29Nah, jadi sebetulnya itu dibagi jadi banyak banget.
41:34Yang quote dari Spider-Man atau apa ya?
41:37"With great power comes great responsibility."
41:40Ya, Spider-Man.
41:42Nah, terparti cookies itu kan kekuatannya besar banget.
41:46Terus ya pasti banyak disalahgunakan.
41:49Makanya itu tadi di-phase out.
41:51Nah, privacy sandbox sebagai penggantinya.
41:53Ini kayaknya jadi secara filosofi, secara pendekatan, pendekatan teknis dipecah jadi banyak API.
42:02Jadi satu hal itu men tackle concern tertentu aja.
42:09Jadi kayaknya dibagi-bagi.
42:11Jadi misalnya ini yang udah aku lihat baru topics API sih.
42:16Cuma itu juga masih... apa ya? Masih proposal.
42:20Origin trial.
42:22Cuma Chromium.
42:24Chromium doang.
42:26Chromium doang.
42:28Sudah propose di W3 standard proposal.
42:32Tapi respon dari browser engine lain belum bagus.
42:38Cuma maksudnya topics API ini men tackle kebutuhan menampilkan konten berdasarkan interest tertentu.
42:46Misalnya website yang temanya olahraga gitu.
42:50Ads-nya itu berarti kan pengunjung yang tertarik dengan olahraga ad content pun bisa disesuaikan dan seterusnya.
42:59Jadi tadi ada chips, ada topics.
43:02Nah, terus state tokens itu kayaknya tadi yang kita bisa define token antar origin.
43:10Ya pokoknya jadi dipecah kekuatan yang tadinya semua ini kan tadinya ngumpul jadi satu di third party cookies bisa melakukan segalanya.
43:19Sekarang dipecah-pecah berdasarkan tujuannya.
43:24Yang untuk authentication tadi itu bisa pakai namanya FedCM atau Federated Credential Management API yang paling bawah.
43:34Masih baru Chromium, jadi makanya belum saya bahas terlalu mendalam.
43:42Ini ada screenshot-nya dari Mas Eji itu di bawah.
43:49Jadi kayak gitu tuh, otomatis sign in to bla bla bla dengan yang kita sudah pernah login sebelumnya.
43:57Dia bisa ngedetek otomatis tapi itu hanya yang si developer yang nge-set.
44:01Kita masukin, kita define ya?
44:03Ya kita yang define, kita pakai Google account dan Google account-nya bisa muncul.
44:11Namanya relying party.
44:14Yang tadi gue mention tadi, kita pakai Stack Overflow, kita tiba-tiba ada, kita udah bisa login.
44:23Sudah otomatis di sana udah login, authenticated.
44:27Tanpa perlu melakukan apapun.
44:29Nah, terus itu tadi yang contoh gue tadi misalnya kalau yang akal-akalan gue tadi kan karena cuma dua service, pas login yaudah redirect aja.
44:41Redirect pasang cookie, redirect balikin A sama B.
44:43Tapi kan kalau 10, kita punya 10 service, origin-nya lain-lain, domain-nya lain-lain, bakal glusing juga redirect 10 kali.
44:52Nah, ini Federated CM tadi bisa jadi solusi, yaudah kan kita tinggal masukin aja, tinggal define ke 10 domain service kita.
45:02Sekali login, udah bisa ke login di semuanya ya.
45:06Federated CM masih federated ya, masih origin-trial.
45:10Masih origin-trial, premium only.
45:14Jadi, next time kita bahas lah kalau sudah dia stable atau gimana.
45:19Kita lihat perkembangannya.
45:21Pertanyaan berikutnya, ini kan inisiatifnya untuk web dan Android, gimana kabarnya dengan iOS?
45:28iOS sudah nggak bisa shared kan?
45:31Udah nggak bisa, udah lama ya?
45:32Udah lama.
45:33Malah dia duluan ya?
45:34Iya.
45:35Bahkan dia profile anonimos lagi.
45:37Kayak kita kalau misalnya hide my email, hide my ip, dia sudah duluan.
45:41Kalau nggak salah, kalau kita buka aplikasi pertama kali itu dia ada pilihan as app not to track biasanya.
45:54Minta aplikasi untuk tidak nge-track kita.
45:57Mungkin itu ya maksudnya ya?
45:59Betul.
46:01Itu kenapa nggak di-automatiskan aja?
46:03Itu jawabannya nggak usah dikasih.
46:05Mungkin ada orang yang, ya nggak apa-apalah, di-track biar personalisasi ya.
46:10Ya, misalnya dia complain kenapa pas udah login Stack Overflow, kenapa Stack Exchange belum ke login?
46:18Kenapa harus login manual lagi?
46:20Mungkin ada yang ngejawab, oh kalau bisa tadi, emang kayak gitu.
46:22Makanya harus sentang, apa?
46:24Enable particle case.
46:27Kalau Safari kan web, aplikasi, aplikasi yang iOS.
46:33Oh, aplikasi.
46:35Hanya yang aplikasi, kan yang berjalan di iOS selain web gitu.
46:42Ya kalau Safari kan berarti web kan.
46:44Itu kan berarti sama inisiatifnya masih masuk di sini kan.
46:47Makanya Facebook nggak suka sama iOS.
46:52Memang Facebook sukanya sama siapa?
46:55Ya, sarang nggak suka.
46:58Facebook, Instagram, aplikasi Facebook kan nggak suka sama iOS.
47:06Karena nggak bisa di-tracking semua kan.
47:08Cuma masalahnya API Privacy Sandbox ini yang harusnya jadi solusi alternatif,
47:15si iOS-nya juga nggak nge-adopsi sih.
47:18Jadi ya, agak nge-repotin developer juga.
47:22Si iOS-nya tidak mengadopsi?
47:25Enggak mengadopsi, kan privacy sandbox ini digagas oleh Google,
47:32yaitu dan industry ad.
47:34Dijalanin di web, dijalanin di Android.
47:37Jadi maksudnya minimal kedepannya developer web dan Android kan
47:41bakal punya alternatif buat ngakalin itu tadi.
47:45Misalnya chipsa, federated login,
47:49misalnya pelan-pelan bisa mengadoptasi, walaupun nggak ada third party cookies,
47:55ya udah nggak apa-apa karena bisa dicari alternatifnya.
47:59Nah, iOS itu nggak ada alternatifnya kan,
48:03baik di Safari maupun di iOS app.
48:06Jadi intinya segala macam harus diakalin biar first party cookies,
48:11nggak ada solusi lain kan buat Safari dan iOS native app.
48:17Iya, mungkin karena inisiatifnya pertama kali diinisiasi sama Google,
48:22ya Google otomatis yang bisa dikontrol oleh dia adalah browser,
48:27Chromium Family, sama Android kan.
48:32Mungkin pasti akan ngajak lah, ngajakin iOS pastinya.
48:38Karena ini adalah inisiatif sama-sama, contohnya juga bagus gitu.
48:42Dan sebenarnya secara visi kan sama sama iOS kan.
48:46Terus mereka nggak mau di track juga kan.
48:49Jadi sebenarnya berhubung diawali oleh Google mungkin ya tahap awal ya itu.
48:56Apalagi yang menguasai OS mobile ya cuman dua itu yang paling populer kan.
49:04Betul.
49:06Nah, tapi sampai si Apple mau compact,
49:09berarti kita sebagai developer harus punya fallback
49:12yang harus jadi first party cookies lah berarti kan.
49:17Iya, semuanya harus jadi first party cookies.
49:19Apalagi user yang pakai Safari.
49:23Jadi buat teman-teman yang biasanya pakai service-service kan
49:28kalau sekarang itu kan ngetrend ya.
49:30Maksudnya kalau kita bikin produk itu kan kayaknya gampang kan.
49:33Oh, mau login, bisa pakai firebase, out zero, atau apapun gitu.
49:40Terus misalkan mau, wah saya nggak bisa nih jadi anak backend.
49:44Bisa pakai firebase atau supabase atau backend as a service gitu kan.
49:48Ada third party lain misalkan pakai maps atau apalagi itu.
49:52Komentar pun pakai third party juga semuanya.
49:55Live chat.
49:57Live chat gitu kan.
49:58Banyak banget semuanya kita pakai third party.
50:01Sampai sosialogin pun kita pakai third party.
50:03Nah itu harus hati-hati.
50:04Harus dicek ya, memastikan bahwa third party nya konsen atau ngikutin si privacy sandbox ini
50:12kalau mereka ngikutin ya artinya kita aman.
50:15Tapi kalau ada yang tidak ngikutin, ya berarti website.
50:18Atau versenya belum di update.
50:21Iya versenya belum di update, telat gitu kan.
50:24Udah keburu di roll out, web kita sempat mungkin nggak bisa login.
50:28Mungkin nggak muncul sosial sharingnya.
50:32Atau mungkin nggak muncul komentarnya atau nggak muncul mapsnya.
50:35Ya itu harus dicek.
50:37Oh itu, biasa dulu untuk komentar tuh kan pakai discuss.
50:40Betul.
50:41Discuss.
50:42Itu gagal tuh.
50:43Itu gagal.
50:44Iya.
50:45Karena lo tau kan.
50:46Discuss itu kan, kalau kita login di satu tempat, nanti kita bisa lihat di tempat lain.
50:51Discuss nya udah login.
50:52Iya, iya, iya.
50:53Itu auto login di apa sih yang servicing dulu dipakai WordPress.
50:58Lupa apa namanya kayak intinya.
51:00Open login atau apa semacamnya.
51:02Gravatar.
51:03Open ID.
51:04Open ID.
51:05Iya.
51:06Open ID atau Gravatar.
51:07Gravatar kan avatarnya tuh.
51:10Itu nengkel sama Open ID.
51:11Loginnya kan pakai Open ID.
51:13Itu otomatis ke login dimanapun.
51:15Ya udah, discussnya tetap jalan, tapi loginnya yang nggak jalan.
51:20Plus kalau nggak salah, ya discussnya jadi nggak bisa nge-set cookie-nya sendiri lagi.
51:25Ya itu gagal.
51:26Itu pasti rusak.
51:27Pasti rusak ya.
51:28Berarti dia harus mikirin cara tertentu atau dirombak ya berarti ya servicenya.
51:32Ya update version sih.
51:34Jadi misalnya login, ya itu tadi misalnya loginnya kan di servicenya Open ID.
51:39Belikin, berarti si pemilik site-nya juga harus consent in some way buat terima token dari Open ID.
51:49Ya harus di-source sendiri.
51:51Maksudnya harus ada update dari sisi pemilik site-nya juga kan.
51:56Sebenarnya poin dari semua ini kan consent kan.
51:58Maksudnya saling tahu dan sadar bahwa komunikasinya adalah dari A ke B dan sama-sama oke.
52:06Tapi C, D, E segala macam nggak ada urusan dan nggak bisa nge-access.
52:10Tujuannya untuk saling itu ya, transparan.
52:13Yang penting transparan ya.
52:15Kalau pun kita mau share ya.
52:17Kalau pun kita mau share ya, share aja.
52:19Tapi kita ngeh gitu bahwa ini data kita di-share.
52:24Dan emang cuma dari dua pihat yang sepakat itu.
52:28Jadi misalnya ya itu tadi contoh comment service.
52:31Ya emang kita kan sebagai pemilik website kita butuh comment service.
52:34Ya udah ada loginnya, login di sana, kita terima ya udah itu sepakatan dua pihat.
52:39Tapi pihak lainnya nggak boleh ikut tahu dan nge-tracking data itu.
52:44Nah, teman-teman di chat biasanya pakai service apa yang paling favorit?
52:48Siapa tahu kita bisa mereka-reka, kira-kira bakal breaking atau nggak.
52:54Apa, kalau yang gue pakai sih, pernah pakai SuperBaseOut, FireBaseOut itu aman semua sih.
53:01Karena cuma membolehkan akses tetap saja.
53:03Itu kayak Twitter count atau Facebook like count itu bakal rusak nggak ya?
53:11Kalau like countnya doang sih enggak.
53:14Cuma kalau yang kita bisa langsung like di situ dan data like-nya misalnya kita nge-like nih.
53:20Kan UI-nya berubah jadi dia tahu kita udah nge-like.
53:24Kalau di-repress kan nge-like lagi.
53:26Kalau kita nge-like, itu kan terkonek sama Facebook-nya kita kan.
53:32Iya nggak?
53:33Kalau misalnya kita udah login di Facebook, like button, kita pencet like button itu kan terhubung sama account kita Facebook kan.
53:41Sekarang Facebook-nya nggak bisa lagi login.
53:43Notice nggak?
53:45Jadi karena kita Twitter juga, Twitter like ya kan, Twitter tweet, Twitter like, Twitter tweet.
53:56Hard, ya itulah.
53:57Ya pokoknya ada counternya, ingat nggak ada counternya.
54:02Terus kita Facebook like, karena kita Facebook kita sudah login, kita nge-like, itu kan sudah tercount ke account kita.
54:11Nah, kalau next-nya kalau sudah third party-nya sudah ke blog, maka kita nggak akan terasa login di website itu.
54:18Jadi website itu nggak tahu, button itu nggak tahu kita sudah login di Facebook.
54:23Karena nggak bisa akses.
54:25Nah itu rusak tuh.
54:27Nah ini bahayu nih.
54:29Laravel UI OS.
54:32Kalau first party?
54:34Back-end first party, aman kan?
54:36Aman.
54:37Aman ya?
54:38Itu kan first party.
54:40Iya, iya, iya.
54:42Sayang banget katanya, konten daging yang nonton cuma 2 orang.
54:45Makanya di-share ke teman-teman ya, diajak.
54:47Kan bisa.
54:48Ramai kan, ramai kan.
54:49Kan bisa nonton video on demand.
54:51Kalau nggak bisa, sambil nipis-nipis atau nyapu atau ngapain lah.
54:55Nanti kita ganti, kita bukan konten daging, kita konten durian.
54:58Konten durian.
55:00Padahal kalau, ya itu kalau misalkan ada yang komen gitu kan, ini kontennya daging semua.
55:08Kolesetrol.
55:10Saya pengennya ada tulangnya, ada cabenya.
55:16Ada ganjik.
55:17Jangan daging semua, kolesetrol nanti.
55:19Ada sayur tuh.
55:21Iya ada sayur, ada bawang gitu ya.
55:23Jangan daging semua, bahaya-bahaya.
55:26Kecuali ini ya, apa daging yang ini ya, apa yang itu Korea.
55:35Yang kita makan di... Yang kita makan di Kalifornia.
55:40Yang diajakin makan Andrew.
55:42Itu gila sih itu.
55:44Barbecue Korea ya, Korean Barbecue ya.
55:49Korean Barbecue tapi kita makan di Kalifornia.
55:51Next time Eka ini deh, next time Eka ke Kalifornia lah.
55:57Sayangnya saya belum pernah.
55:59Masuknya first party, iya kalau yang bawaan dari framework kemungkinan besar itu first party.
56:06Ini package nih, package cuma kelihatannya first party emang.
56:10Ya maksudnya, next kan ada itunya kan, ada apa? API route-nya kan.
56:15Ada server side route-nya.
56:17Ada server side-nya.
56:19Belum pernah pakai, ini walaupun ini udah masuk bookmark dari lama sih pengen pakai.
56:24Ada lagi satu lagi contoh.
56:26Misalnya sekarang itu ada, pokoknya dia sesuatu yang konekt ke third party ya.
56:32Pernah gak, inget tau gak itu yang kayak button, ya bisa jadi text to speech.
56:38Text to speech.
56:42Iya, iya, iya.
56:44Kita, ya contohnya ya banyak sih kayak speechify segala macem.
56:50Jadi dia, kalau kita artikel kita panjang.
56:53Dibacain.
56:54Dibacain, tapi ngebacainnya kayak pakai AI yang bukan, ya yang baik ada intonasinya.
57:01Ada full stop-nya dan ada penekanannya itu.
57:04Gak terlalu robot.
57:06Ya, dan dia mungkin bisa konekt dengan, ya kayak discussed tadi.
57:14Jadi kalau misalnya butuh bayar dan itu konekt dan dia hanya bisa first party sekarang.
57:22Jadi kalau kita login hanya di satu website, ya udah bisa pakainya di situ-situ.
57:27Kita pakai di situs lain, kita harus login ulang, contohnya.
57:31Oh, berarti untuk podcast juga ya.
57:36Misalkan ada widget podcast gitu ya.
57:38Kalau butuh login nanti ada...
57:40Itu nanti ada iframe kan, ada iframe.
57:43Nanti ada namanya, nanti lagi akan di roll out itu namanya fans iframe.
57:48Apa tuh?
57:49Ada tuh, fans frames API.
57:52Ada tadi di privacy sandbox.
57:59Fans frames API.
58:02Nah itu ada juga itu nanti tuh.
58:04Tapi masih origin trial.
58:08Ini mana?
58:09Oh ini udah.
58:11Fans frame, ini ya.
58:13Fans frames API.
58:15Fans chat.
58:16Fans chat.
58:19Ini juga dipagerin.
58:22Frame-nya dikasih, keren banget dikasih pager.
58:26Iframe juga salah satu tag HTML yang cukup berbahaya ya.
58:32Bisa digunakan untuk hal-hal yang diinginkan dan juga tidak diinginkan.
58:38Kayaknya kita kalau nanti DevFest di Bogor, kita bahas privacy sandbox bergantian.
58:45Ini dalam banget ini privacy sandbox ini.
58:49Ya banyak banget ya.
58:51Susah ya.
58:53Kalau satu orang yang jelasin nih, tim Google-nya ada banyak yang jelasin masing-masing beda bidang.
59:00Karena luas banget cokokannya.
59:04Oke.
59:10Oke sebagai kesimpulan jadi privacy sandbox ini adalah inisiatif di awali dari Google.
59:20Sekarang mungkin akan jadi inisiatif global.
59:23Untuk menjaga apa, membuat pengalaman berselancar dengan lebih transparan ya.
59:33Menjaga privacy data kita.
59:35Lebih aman.
59:37Dimulai dari web dan juga Android karena memang di inisiasi oleh Google.
59:43Tapi tidak menutup kemungkinan iOS akan juga ikutan.
59:47Karena iOS sendiri memang sudah melakukannya sendiri sebenarnya.
59:51Jadi ini kayaknya Google ngajakin, ayo tim web kita bareng-bareng sama Android untuk membuat menjaga privacy kita secara online.
1:00:02Kayak nggak cuma ngelarang third party cookies doang, tapi nggak sih ini alternatifnya untuk memudahkan hal-hal yang sebelumnya.
1:00:08Banyak dilakukan pakai third party cookies.
1:00:11Ya, third party cookies ini bisa dimanfaatkan untuk retargeting remarketing.
1:00:15Jadi kalau misalkan teman-teman browsing mau beli sepatu cats gitu kan tiba-tiba di Facebook.
1:00:22Begitu buka Facebook, Instagram atau Twitter, kok muncul iklannya yang sama gitu ya.
1:00:27Sepatu cats juga, seolah-olah dia membaca pikiran kita merayu kita untuk segera etuk card dan check out.
1:00:41Padahal itu adalah cookies yang kita tanam di sebuah website mungkin pada saat kita mau belanja.
1:00:51Itu juga dimanfaatkan oleh website-website lain.
1:00:55Nah, dengan ada privacy sandbox ini, jadi hilang itu.
1:01:00Bisa, tapi harus dengan persetujuan masing-masing pihak.
1:01:04Kalau sekarang kan bebas ya, nggak perlu minta ijin, kita ambil gitu.
1:01:09Dan user juga tidak sadar.
1:01:10Jadi itu yang dicegah, yang berusaha dicegah oleh si privacy sandbox ini.
1:01:17Oke, jadi ini akan di roll out di Q3 2024.
1:01:25Jadi masih ada waktu kurang lebih setahun, tahun depan.
1:01:28Masih ada setahun teman-teman bisa cek website atau aplikasi atau proyeknya masing-masing.
1:01:33Jangan sampai kok tiba-tiba nggak bisa login, kok tiba-tiba mapsnya nggak bisa muncul atau komentarnya hilang.
1:01:39Widgetnya nggak jalan dan lain-lain, banyak error gitu ya.
1:01:44Jadi pastiin, karena masih ada waktu cukup lama, kita bisa siap-siap juga.
1:01:50Oke, mungkin untuk malam ini sudah cukup, itu aja.
1:01:54Terima kasih buat teman-teman yang sudah hadir.
1:01:56Kita ketemu lagi minggu depan dengan topik yang berbeda.
1:01:59Jangan lupa kalau ada saran-saran topik, bisa ke bit.ly/ngobrolinweb.
1:02:04Kita tunggu saran-sarannya.
1:02:07Sampai ketemu lagi minggu depan.
1:02:09Bye-bye.
1:02:11Bye.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
12 Mei 2026
Bedah Web - Ngobrolin WEB
Berhubung banyak yang submit, malam ini kita akan kembali membedah beberapa situs. Penasaran gimana pendapat para pakar ...
5 Mei 2026
Zona Waktu - Ngobrolin WEB
Salah satu topik yang sebagian besar dari kita banyak tergocek nih. Pernah tergocek dengan urusan timezone, dan daylight...
27 Apr 2026
Vite+ - Ngobrolin WEB
🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb! Malam ini mari kita bedah vite+ sebuah produk baru dari void0, perusahaan yang...