Ngobrolin CMS
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiContent management system dibahas sebagai kelanjutan alami dari episode-episode sebelumnya soal cara halaman dirender. Ceritanya sama: mula-mula berkas HTML ditulis manual lalu diunggah lewat FTP, kemudian muncul PHP dan basis data, dan dari sanalah lahir perangkat yang membuat isi situs bisa diubah tanpa menyentuh kode. Definisi yang mereka pakai sederhana — apa pun bentuk penyimpanannya, yang penting ada antarmuka tempat orang menyunting isi. Pertanyaan yang menarik: kalau membuat CRUD itu mudah bagi developer, kenapa repot memakai CMS jadi seperti WordPress atau Drupal? Jawabannya soal siapa yang memakainya — yang memperbarui isi sering kali bukan kita, melainkan tim pemasaran, klien, atau redaksi yang tidak menulis kode. Alasan kedua kesiapan menghadapi perubahan: ketika kebutuhan bertambah setelah beberapa bulan, sistem buatan sendiri berarti mengubah basis data dan menulis ulang, sementara CMS memang dirancang untuk diperluas lewat plugin. Situs berita disebut mempopulerkannya karena butuh penerbitan rutin dan masif oleh banyak orang, lengkap dengan peran penulis dan editor. Arah perkembangannya kini terbelah dua. Di satu sisi site builder tanpa kode seperti Wix, Squarespace, dan Webflow yang menggabungkan penyusunan tampilan dengan pengisian data. Di sisi lain headless CMS seperti Strapi, Contentful, Sanity, Directus, dan Ghost yang sengaja memisahkan pengelolaan isi dari lapisan tampilan: ia hanya menyediakan tempat mengelola konten beserta API-nya, sementara tampilannya bebas kita bangun — dan tidak harus web, bisa aplikasi ponsel bahkan papan iklan digital. Disinggung pula backend as a service seperti Firebase, Supabase, dan PocketBase.
Poin-poin Utama
- •CMS didefinisikan sederhana: apa pun bentuk penyimpanannya, yang penting ada antarmuka tempat orang menyunting isi tanpa menyentuh kode
- •Alasan memakai WordPress atau Drupal ketimbang membuat CRUD sendiri bukan kemalasan, melainkan siapa penggunanya — tim pemasaran, klien, atau redaksi yang tidak menulis kode
- •Alasan kedua kesiapan menghadapi perubahan: kebutuhan baru berarti ubah basis data dan tulis ulang kalau dibangun sendiri, sementara CMS dirancang diperluas lewat plugin
- •Situs berita mempopulerkan CMS karena butuh penerbitan rutin dan masif oleh banyak orang, lengkap dengan pembagian peran penulis dan editor
- •Kata kunci headless adalah pemisahan pengelolaan isi dari lapisan tampilannya — bukan berarti tidak ada tampilan, melainkan keduanya tidak lagi menyatu
- •Karena isinya dipanggil lewat API, satu sumber konten bisa melayani banyak wujud: situs, aplikasi ponsel, bahkan papan iklan digital di toko
- •Arahnya terbelah dua — site builder tanpa kode seperti Wix, Squarespace, dan Webflow, versus headless seperti Strapi, Contentful, Sanity, Directus, dan Ghost
[Menelefon]
Halo, selamat malam, selamat hari selasa.
Halo.
Iya, selamat hari selasa dan hari selasa malam adalah waktunya ngobrolin web.
Iya, setelah minggu lalu kita geser sehari ya karena 1 dan 9 hari kita geser sehari karena abu.
Ini balik lagi kita ke jadwal semula di hari selasa, hari ini tanggal 18 April 2023.
Ini kayaknya edisi mudik ya, mungkin teman-teman ada yang mudik sambil mudik sambil apa?
Perjalanan, perjalanan, pulang ke kampung halaman, hati-hati di jalan.
Semoga sampai ke kampung halamannya, itulah selamat lah ya, selamat dan...
Selamat sampai tujuan.
Iya, selamat sampai tujuan, terus bisa ketemu keluarga, ngumpul sama keluarga.
Sebelum nanti balik lagi.
Awas kurus terol.
Oh iya benar, bahaya itu ya.
Mas Lisa gak balik, gak mudik nih?
Nanti aja setelah lebaran mudik.
Nanti mainstream ya?
Nunggu tiket murah.
Bahannya kalau sekarang kan mudiknya tuh udah berempat kan.
Jadi kalau dihitung tiket pesawat ya lumayan dikali empat gitu.
Kalau dikali satu mungkin masih oke lah, begitu dikalikan empat.
Memang harus berempat mudiknya, kan bisa satu aja gitu atau dua aja.
Gak sih, pengennya rame-rame lah sama keluarga juga.
Itu baru keluarga inti kan, belum yang lain-lain.
Jadi ya berhubung flexible juga, jadi nanti aja habis lebaran gitu.
Orang-orang udah balik, kita baru berangkat.
Enak itu, anti mainstream.
Enak, anti mainstream.
Harus balik, jadi harusnya kebalikan.
Iya.
Lihat transkrip lengkap (1963 segmen lagi)
Kalau Ivan, kampung halamannya di mana Ivan?
Di Sibolga, Sungai Terantara.
Eka asli Jogja, lahir dan besar Jogja.
Cuma orang tua dibantu sekarang, jadi deket baliknya, enak.
Tapi gak asli Jogja, maksudnya kamu gak lahir.
Lahir di Jogja kan, tak?
Lahir di Jakarta.
Terus sekarang menetapnya di Jogja?
Iya.
Okay, sejak kapan pindah ke Jogja?
Wah, kepo sekali.
Udah lama dari kuliah.
Oh, dari kuliah.
Itu Ivan kulianya di Jogja, tapi dia kerjanya sekarang di Bekasi.
Di Bekasi.
Wah, pindah banget itu, malah lebih ekstrim lagi.
Dari Jogja lulus kuliah, kerjanya 2 tahun di Bali.
2 tahun lebih di Bali.
Oh, berarti udah kemana-mana ya?
Dari Sibolga, Sibolga sampai SMA?
Iya, sampai SMA.
SMA terus merantau ke Jogja kuliah?
Iya.
Abis itu kerja di Bali.
Terakhir ke Bekasi.
Terus kerja di Jakarta.
Terus terakhir menetap di Bekasi.
Iya, tapi kerjanya di perusahaan Amerika sama sekarang perusahaan UK ya, Eropa ya?
Kan di rumah kerjanya.
Iya.
Yang bayar, yang di US sama UK ya.
Itu yang penting.
Mas Liza aslinya dari mana sih, saya belum pernah nanya.
Belum pernah ya?
Lahir dan besar?
Lahirnya di Medan.
Oh, di Medan.
Sekampungnya.
Sekampung, seprovinsi.
Beda sih, Sibolga Medan tuh 8 jam.
Medan itu kota.
Sibolga itu, wah, jalannya masih jauh lagi.
Begitu turun pesawat tuh masih perjalanan.
Perjalanan lagi tuh.
Masih effortnya lumayan itu.
Besar di Lok Sumawai?
Besar di Lok Sumawai Cotara.
Lulus SMA, baru ke Jakarta kuliah.
Terus menetap di Jakarta.
Menetap di Jakarta.
Langsung.
Jakarta coret, oh, Jakarta masih terus.
Nah, aku...
Jakarta juga cuma numpang lahir doang.
Dari kecil sampai lulus SMA, ditangsel juga.
Jadi ada koneksinya nih.
Mas Liza tuh flexibel banget.
Ada koneksi sama Ipon.
Lokasi, geographicaly.
Dan sama aku.
Kita tuh jarang ketemu.
Kita bikin acara gini.
Walaupun kita udah sekaligus ngobrol.
Tapi kita ga ada ngobrol.
Soalnya di kamar...
Makanya ada...
Makanya ada ngobrolin web.
Iya.
Karena kita ketemu setahun sekali doang.
Saya sama Mas Liza tuh kan...
Roomate, bahasanya roomate.
Kalau jalan-jalan GDI itu.
Ada acara GDI.
Tapi kalau sudah di kamar tuh kita udah...
Udah lelah.
Udah tepar.
Udah tepar.
Iya. Jadi ga banyak ngobrol.
Ngobrolnya malah di ngobrolin web kan.
Kita sama-sama dulu ya. Ada Hikuga.
Ada Aldi.
Ada Rafki.
Sering keliatan juga.
Ada Pazar tadi.
Setahun kan kita...
Kenapa kita mengadakan acara ini.
Sama ada Razan.
Malik Aceh.
Gua cana sih.
Tapi kalo misalkan...
Liburan gitu ya.
Apalagi kalo ada panggilan GDG.
Ya mungkin.
I/O. Google I/O.
Google I/O Extended.
Let's go.
Eh ngomong-ngomong ada 2 GDI banget.
Ini kode buat yang...
Oh iya.
Jangan salah.
Kenapa?
Gak ada yang web.
Ada 2 GDI.
Ada 2 GDI baru kita harus undang nanti ya.
Oh iya.
1 Android. 1 lagi.
Cloud ya.
Ayo.
I/O Extended ya Aceh.
Kemarin saya udah japri GDG Medan.
Pengen pulang ke Medan.
GDG Medan ngadain I/O Extended ga?
Kayaknya ngadain tapi belum tau.
Reservasi satu ya?
Membicara.
Sudah minta jatah.
Pada speaker nya ya. Reservasi.
Ya lumayan kan.
Dikit pesawat satu.
Jadi tinggal bayar 3.
Ntar gue ping juga deh Medan.
Titip gue.
Enggak boleh.
Gue cuma satu aja cukup.
Ya kalo Ipan sama Rizal ke Medan.
Gue ikut deh.
Pengen jalan-jalan.
Kita bikin aja ke Medan.
Kita bikin acara ngobrolin gue di Medan.
Entar Eka nya yang cover Jawa.
Semua tuh.
Udah sering pengen ke Medan.
Menurut gue udah pernah ke Medan sekali.
Cuma ga bikin di Aceh.
Tapi dual nya jalan sama sama Medan.
Selang 2 hari 3 hari.
GDG ada di Bandah Aceh ya?
Ada. Di Syakuala kan.
GDSC ya?
GDG nya belum kayaknya ya.
Nazan yang harusnya lebih tau ke kita.
Kita sama GDG.
Lebih tau daerahnya.
GDSC ya kalo GDSC?
Kita ada sapa-sapa group GDG di Discord ntar.
GDG nya gaada adanya GDC.
Bener kan?
Tapi kan itu cikal bakalnya.
Mudah-mudahan nanti lulusan aluminya GDSC
Bisa bikin GDG lah ya.
Bisa jadi GDG.
Paging Mas Danang.
Nampaknya nama Mas Danang ntar muncul.
Ntar muncul dia.
Kalo kita ngomongin GDI.
Sebelum melantor kemana-mana.
Malam hari ini kita akan bahas tentang
Content Management System.
KMS.
Setelah 8 menit 36 detik.
Kemudian kita ngomongin materi utamanya ya.
Bahas layar gimana.
Iya.
Oke. Malam ini.
Lumayan apa ya.
Ini adalah.
KMS ini kayaknya erat kaitannya sama web ya.
Karena web itu kan ya.
Walaupun bukan teknologi web sendiri.
Tapi ya nyambung lah.
Kita bikin web pasti ada kontennya.
Pasti ada konten. Kontennya bisa macem-macem.
Bisa bentuknya text kayak Twitter.
Bisa bentuknya docs kayak Google Docs.
Bisa bentuknya video kayak Youtube.
Semua itu pasti ada.
Kalo dulu istilahnya apa ya?
Bad Office gitu ya.
Kita bikin admin page nya.
Itu ya biasanya disebut CMS.
Entah itu CMS nya
Kita pake yang sudah ada.
Atau bikin sendiri gitu kan.
Ataupun kita pake service itu ya masing-masing.
Tapi ini
Kalo kita bahas CMS itu sedikit
Terkait sama apa yang pernah kita bahas
Di beberapa waktu lalu.
Yang mulai dari
Contohnya dari storage.
Metode rendering.
Jadi dari yang
Awalnya
Metode rendering gitu kan
Yang dulu itu banget cuma static file.
HTML ditulis. Kalo misalnya ada konten baru
Ditulis lagi.
Di upload ke HTML.
Biasanya upload nya ya pake
Langsung di server
Atau pake FTP.
Atau pake FTP
Di upload download gitu ya.
Terus baru berkembang kan
Yang dynamic
Programing language yang kayak
PHP, Java
ASP
Atau Phoebe.
Phoebe kali ya.
Apple.
Jadi dynamic
Programing language
Bekembang.
Terus kemudian ada database.
Dikonekin sama database.
Akhirnya bikinlah
Ada yang buat
Content atau
Software kecil.
Yang bisa menampilkan data.
Tapi data nya dari
Either file
File
Atau dari database.
Actually database is actually
File juga sebenernya.
Sebenarnya.
File dan abis. Atau terpati API mungkin.
Iya.
Jaman itu kan mungkin belum ada terpati API.
Belum ada ya.
Nah itulah cikl bakalnya CMS.
Tapi uniknya
Sebenernya sekarang pun
Masih bisa kan kayak gitu.
Kalau misalnya kita nggak mau pakai CMS.
Kita belum butuh.
Ya udah kan bisa connect.
Apalah tools stack framework.
Gak harus PHP.
Atau ROR.
Tapi sekarang yang Node.js base juga
Banyak yang bisa connect.
Jekil.
Jekil kan.
Atau apapun.
Oh itu bukan CMS ya.
Ini juga
Ini yang bagus sih. Maksudnya
Static Site Generator itu apakah
CMS juga. Iya kan.
Dia manage content juga kan.
Walaupun caranya berbeda.
Mungkin kalau CMS itu
Fokusnya ke
User bisa
Nambahin atau menghapus
Content dengan interface yang muda kali ya.
Dengan interface nya ada di
Office nya ya.
Itu tadi back office. Jadi sekarang
Sekarang pun tanpa CMS
Itu tadi kayak connect langsung ke database.
Atau manggil dari static file pun
Bisa kan.
Misalnya kita punya Next.js site.
Manggil datanya. Baca aja file system.
File markdown. Atau file json.
Kalau memang kebutuhannya
Se-simple itu.
Kita buat
Kriteria aja. CMS itu yang bisa
Memodifikasi
Content secara mudah. Langsung dari
Interface yang sama. Meskipun
Contentnya markdown atau disimpan.
Tidak mesti punya.
Terserah bentuknya apa. Tapi ada UI.
Ada UI. Jadi kita bisa
User bisa edit.
Disave ke markdown.
Disave ke json atau yaml.
Terserah deh. Yang penting
Nanti bisa diambil lagi. Terus ditampilkan.
Nah itu tanpa perlu
Ketak-ketik
Comment di deploy.
Tanpa perlu comment di deploy.
Atau command line yang rumit ya.
Jadi mungkin itu juga
Menggulanya kan user
Disini kan yang update content
Gak selalu cuma kita developernya ya.
Berarti misalnya ada
Buat kerjaan
Freelance bisa buat klien.
Atau kalau misalnya kita
In-house developer diorganisasi
Apapun itu
Team marketing atau team
Group bisa update. Jadi
User-nya belum tentu
Kita sendiri sebagai developer ya.
Oke. Nah
Kalau ngomongin CMS. Yang paling terkenal
Pasti WordPress kan. Sekarang.
Sekarang.
Sebelum-sebelumnya ada yang tau gak sih
Sejarahnya CMS.
Mungkin dulu ada yang hype.
Coba comment
CMS paling pertama
Yang kalian pakai apa?
Mambu.
Mas Riza mambu.
Pakai mambu ya.
Terus abis itu ganti nama.
Bukan.
Salah.
Mambu.
Timnya. Timnya mambu.
Pengan mambu.
Pecah. Pecah.
Pecah kongsi ceritanya.
Terus ada yang bikin
Ada 4 atau
Ada 4 atau 5. Kalau gak salah ya.
4 atau 5
Core devnya si mambu.
Bikin jumlah.
Bikin.
Jadi jumlah satu itu forking dari mambu.
Terus kemudian
Setelah
Dilanjutin.
Jumlah dua itu
Kayak completely
Realized.
Modul-modulnya berbeda.
Jadi.
Berbeda.
Mambu pernah sih.
Berupal.
Berupal.
Berupal sama WordPress.
Pernah dengar itu gak?
Moodle contohnya.
Moodle pernah. Tapi kan itu lebih ke
Learning Managing System.
It's still content.
Dengan learning kan content ya.
Itu subset berarti kan ya.
Itu Moodle udah lama banget.
Dan sekarang sampai sekarang masih
Exist.
Karena dia monopoli juga gak sih.
Karena kompetitornya dikit.
Resource-nya.
Jadi mungkin kalau yang pengen
Bikin usaha itu
Kayaknya itu niche yang bagus deh.
Cari aja niche yang gak ada kompetitornya.
Udah jadi standar industri.
Bukan standar akademisi ya.
Forum?
To masa CMS ya?
PHP.
PHP.
Apa forum yang pertama kali.
Yang pernah di install ya. Bukan pertama kali register.
B-B-B-B.
Gak pernah. Gak pernah rujain forum.
Itu juga content managing system.
Kalau dilihat-lihat.
Kalau dikatagorikan ya.
Semua yang namanya
Web itu ya
Kaitan sih sama CMS sebenarnya.
Cuman content aja berbeda. Ada yang learning.
Ada yang e-commerce tadi.
Itu kan sebenarnya content managing system.
Tapi buat barang gitu kan.
Ya.
Kalau yang sekarang banget nih.
Apa flowcode, nocode tool kan.
Juga mengarah ke situ.
Site builder itu. Kan tadi kita udah bahas tuh.
Site builder bisa dibilang CMS lah.
Nah. Square space.
Itu kan sebenarnya mereka
Site builder.
Tapi uniknya mereka juga nawarin
Ya. Crude lah.
Semacam crude. Jadi misalnya.
Itu tadi misalnya e-commerce.
Kita ngebuild website-nya.
Ada header-nya, footer-nya, landing.
Yang apa?
Site builder konvensional.
Tapi kita juga bisa nginput
Produk-produknya. Jadi kayak
Database. Ya pasti
Semua di store di database kan. Cuma ini yang
Database crude banget.
Juga ada. Jadi kalau sekarang
Mendekatannya mungkin ada nge-combine antara
Site builder dengan
Entry. Apa bikin entry content.
Ya. Biasanya itu nyambungnya
Ke system-system
Seperti
Notion, airtable.
Itu yang bisa jadi API.
Terus masuk ke situ kan.
Ke site builder itu kan.
Dari sebenarnya
Kalau site builder.
Jadi kalau kita lihat dari CMS itu
Ada skin-nya.
Ada template-nya.
Ada content-nya. Ya kan.
Yang CMS. Kalau kita lirik
Ke jamannya web. Yang saya sebut tadi
Html semua. Terus kemudian
Dipublish. Itu kan web
1.0 ceritanya.
1.0
Kalau lanjut web
2.0 itu mulai lah
Eranya CMS kan. Jadi
Kita ada yang buat template-nya. Ada
Yang buat content-nya. Nah
Pekembangan selanjutnya dari CMS ini kan
Ada lagi yang bikin bagaimana
Supaya si
Template-nya bisa di
Build oleh
Si user
Kita customize minimal
Bukan build dari awal
Tapi ada customization-nya kan.
Tapi masih web 2.0 ya
Ceritanya ya. Jadi karena
Cuma customize
Skin
Kan banyak tuh
Kita tuh kan
Suka kan. Oh kalau bikin web itu pengennya
Begini. Pengen begitu. Tambah ini. Tambah itu.
Dan dinamis.
Dan setiap hari. Setiap kalau mau
Masa harus ke developer. Gitu ceritanya.
Jadi makanya ada
Nah CMS itu kan awal-awal
Minimal customize UI kan misalnya apa
Logo. Branding. Terus
Menu-nya, navigation-nya, item-nya
Apa aja. Ada drop-down-nya atau enggak
Minimal warna ya kan. Warna
Atau fonts
Nah yang
Pekembangan selanjutnya CMS itu kan juga
Ada lagi yang dari
Self-hosted. Dulu aja kan awal-awal CMS
Itu rata-rata dihosting sendiri
Sekarang CMS
Service kan
Jadi kayak Eka-Eka bilang
Squarespace atau
WordPress.com
Wix
Jadi
User itu nggak perlu lagi
Sewa hosting
Sendiri. Sewa
Setup sendiri. Install.
Tetapi justru langsung kayak
Register. Contohnya
Ke Squarespace. Register. Udah langsung
Dapat situsnya. Default template-nya
Sudah ada. Tinggal
Nulis. Itu CMS
As a service
Nah cuman mungkin kalau kasusnya kayak
Squarespace, Wix itu
Kayak fan diagram lah
Site builder. Sama CMS
Yang
Lebih fokus ke kontennya
Kalau yang
Di versi modern kan. Kalau yang
Fokus ke kontennya. Malah cenderung
Lebih headless kan. Lebih banyak
Trend-nya. Lebih banyak headless CMS
Kayak apalah
Contentful. Sanity. Dan lain-lain
Nah justru kalau yang headless
Ini menyediakan service-nya
Doang. Terus nanti ya
Dipanggil aja sebagai API. Justru
Bikin site-nya. Building
Site-nya. Kayak in-house. Ya udah
Kita sendiri. Atau punya
Diluar layanan itu. Kita bikin
Website sesuka kita. Nah
Datanya. Kontennya. Manggil dari
API yang udah
Diracik sedemikian rupa
Jadi user-friendly. Sama sih
Headless itu. Seru sih jadi
Kayaknya kalau makin sekarang. Ngarah ke
Dua hal itu. Entah full site builder
Apa? Low-code, no-code
Site builder. Di satu sisi
Di satu sisi lainnya. Headless
CMS yang fokus ke
Konten dan data. Jadi
Experience. Nge-upload dan customize
Kontennya tuh seenak mungkin
Tapi justru nggak ngurus
Website-nya. Web. Aplikasi
Web-nya sama sekali
Bahkan sekarang
Database as a Service yang kayak
No-code. No-code juga ada sih ya. Database
Langsung. Jadi kayak. Nah itu
Superbase. Superbase
Superbase. Cuma
Aduanya enak. Ya udah kita langsung edit
Di situ bisa sih. Ya
Beberapa hari yang lalu saya lagi ngulik ini
Pocketbase itu juga keren. Oh iya ya
Pocketbase
Mirip-mirip juga itu. Cuma
Itu kita bisa jalanin sendiri.
Kalau Superbase kan ada cloud-nya kan. Kalau ini
Cuma self-hosted doang.
Oh ya
Superbase kalau misalnya dia
Provide Docker-nya kan.
Ada Docker-nya. Tapi ribet
Harus pake Docker gitu.
Kalau ini cuma execute table 1 aja
Gitu. Simple.
Lebih enak
Kalau buat saya ya.
Jadi sebenarnya
Kenapa kita butuh CMS?
Apa kapan
Perlunya. Kapan?
Bahkan gini kan. Dari sisi developer lah
Kita developer ini. Kan gampang
Bikin crude kan. Pake
Laravel, pake Ruby on Rails
Pake framework-framework disana gitu kan
Jangan generate ini, generate itu
Jadi CMS kan. Kenapa kita butuh
Backoffice. Kenapa kita butuh
Content management system.
Requirement utama sih kalau dipake
Orang lain. Kalau perlu di update
Orang lain. Yang paling
Maksudnya yang top of mind sih itu ya.
Orang lain itu ya tadi entah
Bisa apa
Teman team kita dikerjaan. Atau
Misalnya buat freelance client
Atau dijual. Atau apapun itu
Perlu di update oleh orang lain
Yang bukan coder
Salah satu
Salah satu ini
Contohnya
Kayak CMS ini
Dipopulerkan
Ini ya. Situs-situs yang
Berita. Karena
Butuh publishing
Publishing
Content secara masif ya
Secara regular, masif
Dan orangnya
Banyak gitu
Kolaborasi ya, kolaborasi
Ya bisa jadi kolaborasi
Karena ada write-nya
Ada editor-nya ya kan
Ada privilege-nya, tapi
Harus user-friendly UI-nya ya
Ya, jadi
Zaman, saya gak tahu
Situs berita mana yang duluan online
Zaman itu. Tapi anggap aja
Zaman dulu kita kalau baca berita apa sih
Yahoo news lah contohnya ya
Contoh yang saya paling
Pertama kali tau news-news
Berita itu yahoo news zaman dulu gitu
Kebayang gak sih
Yahoo news itu publish
Berita mereka pakai apa gitu
Mungkin mereka pakai CMS yang proprietary
Yang mereka bikin sendiri. Mungkin ya
Kan
Teamnya ada banyak ya
Dan bisa jadi
Lebih dari 100 orang penulisnya
Ya kalau
Semuanya nulisnya
Gak akan efisien
Kalau misalnya harus upload HTML
Belum tentu jurnalisnya bisa
Nulis HTML
Jadi lebih mudah
Dikasih
Karena zaman itu juga sudah ada database
Sudah bisa dynamic language
PHP segala macam sudah ada
Terus tinggal buat form-nya
Mereka tulis di form
Submit dan kirim
Mungkin jadi
Yah gimana
Maksudnya, maksud pertanyaannya adalah
Kenapa kita harus menggunakan CMS yang sudah jadi
Seperti WordPress, Dupa, atau yang lain
Dibandingkan kita bikin sendiri pakai
Crude misalkan
Oh gitu maksudnya
Efektivitas lah
FCNC
Itu sebenarnya
Kalau bikin sendiri semua dari awal
Kayak apa?
Preferensi
Kecuali kita ada kebutuhan yang
Rumit banget ya
Ke-2
Rapid development
Kalau bagi saya
Jadi lebih baik fokus ke
Ke fitur yang kita inginkan
Daripada membuat
Sesuatu dari awal lagi
Tapi kan kadang
Misalkan kita pilih salah satu CMS
Kita kan harus mempelajari CMS-nya
Ini caranya gimana
Itu caranya gimana
Kalau
Dari sudut pandang developer sih
Tapi tadi sebenarnya sudah terjawab
Dari
Penjelasan EKA sebelumnya
Jadi CMS ini
Dia lebih
Mengutamakan ke kontennya
Dinamisasi kontennya, jadi misalkan gini
Katakan lah, kalau misalkan kita bikin
Situs berita kan kayaknya udah
Fix gitu ya
Ada subjudul, subjudul, ada
Metadata, ada isinya
Tapi
Kalau bayangkan temen-temen bikin
Sebuah website
Terus
Datanya, ya kayak
Situs berita lah, bikin situs berita
Yang dinamis ya, seperti layaknya
Website berita diluar sana
Dan menggunakan CMS
Atau bikin sendiri lah
Terus tiba-tiba setelah
Mungkin berjalan setahun atau dua tahun
Ada perubahan bisnis
Oh, saya mau dong ditambahkan
Field atau ditambahkan
Video
Counter, atau video
Atau iklan, nambahin iklan
Buat advertising, biar dapet duit
Nah kan itu
Tentu akan
Kita sebagai developer harus itu kan
Jadi requirement baru, diubah
Databasenya, terus coding lagi
Direvisi dan lain-lain kan
Kalau menggunakan CMS
Mungkin tidak semua CMS
Tapi sebagian besar CMS
Dia bisa melakukan itu tanpa harus coding
Benar gak sih?
Ya, tergantung
Tambahannya apa
Generalnya
Yes, secara general
Yes, bisa
Salah satu keunggulannya kan itu
Extendable ya
Itu kan namanya CMS, itu produk
Aplikasi software yang
Udah dirancang sedemikian rupa
Biar extendable, misalnya WordPress
Ada plugin system
Atau mungkin modern, ya sekarang
Udah, misalnya kita
Bisa kasih custom react
Komponen, atau komponen lainnya
Jadi kayak udah, emang dari awal
Dirancang sedemikian rupa, kita harus extend
Nah, apakah harus coding
Laginya banyak, atau enggak kan tergantung
Kita kebutuhannya apa
Kayaknya kalau ekosistem sebesar WordPress
Apa pun udah ada pluginnya ya
Ya, anggaplah
Kita enggak mau install
Plugin gitu, anggaplah
Yang sederhan aja, misalkan tadinya
Situs berita kita hanya ada kategori
Kategori olahraga, mungkin
Newsflash, atau kategori
Teknologi, dan lain-lain, terus tiba-tiba
Setelah 3 bulan
6 bulan, tiba-tiba butuh nih
Kayaknya, pakai text lebih
Menarik nih, daripada kategori doang
Itu kan, harus coding
Lagi kan, kalau kita yang pakai crude kan
Tadi kan, tapi kalau misalkan pakai CMS
Kayaknya bisa ditambahkan
Di tengah jalan kan
Ya, tetap modi
Makannya udah ada API-nya sih
Maksudnya udah disediain, tinggal nambahin
Apalagi tinggal manggil
Waktu yang...
Bahkan mungkin
Di beberapa CMS udah disediakan
Tinggal kita aktifkan aja, bener nggak sih
Mungkin ya, kalau hal-hal yang
Yang umum, seperti
Tagging, dan lain-lain kan, harusnya ya
Tapi kita harus masukin ke template-nya
Tetap
Kita ngedit template-nya, maksudnya
Sesuai kebutuhan kita, text-nya itu
Muncul dimana, tapi feature-nya udah ada
Jadi itu mau bukaan dari situ lah
Kalaupun kita harus nge-customize
Misalnya bikin list
List of text-nya mau dibikin ada
Count-nya atau nggak, misalnya
Ya, itu kan kita customize, tapi udah ada syntax-nya
Udah ada API-nya yang
Developer-friendly lah
GoodTex, nggak usah bikin
Nggak usah coding dari awal
Nggak, forcing-coding-nya lebih sedikit
Gitu ya
Nah, kalau ngomongin landscape nih
Kalau sekarang kan kayaknya yang
Di dominasi oleh WordPress kan
Saat ini
Kalau dari data
Yes, dia
Kalau check
Stat itu dimana ya, gue bisa liat ya
Almanak ya, kayaknya kita bahas itu deh
Pas bahas web Almanak
Atau
Buka, eh nggak ada ya
Di artikel CMS
Buka, cari
Y3 tag biasanya
Ini mas
Riza bisa buka ini Y3 tag
Oke
Kayaknya pernah ya pas liat
Di Almanak kemarin kayak
Lebih dari setengah website
Di internet saat ini
Itu masih pakai WordPress ya
Itu ini
Market share
Content management system
Yeah
Wix, jumlah
Jumlah, Drupal
Shopify tuh beli remix kan ya
Iya, betul
Webflow
Wix, Squarespace
OpenCard
Google System
Drupal
Drupal
Mungkin itu kali ya, itu yang block-nya
Block-nya dari
Google tuh apa dulu? Block ya?
Block Spot
Mungkin
Kayaknya nggak deh
Tapi CMS- CMS
Ya jelas WordPress ya
Menominasikan, tapi kan
Ada
CMS- CMS baru yang
Bermunculan kan, salah satunya Ghost
Yang sempat heboh juga kan
Sempat hype lah
Sempat hype
Meskipun belum bisa menandingi
WordPress ya
Sampai saat ini
Ada apa lagi ya?
Ada banyak
Muncul
Teknologi Headless
Mungkin bisa
Kita cari tahu dulu
Headless ini maksudnya apa sih?
Nggak, nggak ada kepalanya
Nggak ada kepalanya
Itu nurjum main doang
Gak ngerti juga kenapa pake kata-kata Headless ya
Cuma biasanya itu kan
Bagian, pasti
Kalau nyebut Headless CMS, itu bagian dari
Ecosystem James Tech biasanya nyambungnya
Jadi tersedia
Sebagai service, gampangnya itu
Kayak dianggap service aja
CMS sebagai service
Nah caranya, kan sekarang
Semua udah ada API-nya kan
Terutamanya
Ya itu tadi
Headless CMS itu layanan yang
Memudahkan untuk
Membuat, untuk ngatur konten
Sedemikian rupa
Semudah mungkin buat user
Sekustomizable mungkin
Terus abis itu tinggal dipanggil
Pake API
Dan dengan bumbu-bumbu
Kayak semua udah type safe
Jadi kita sebagai developer
Dari front-end itu manggil
Field-field-nya itu udah dengan gampang
Intellisem semua karena
Udah type safe misalnya, kalau yang sekarang
Bumbunya itu
Kalau dari pengertian
Saya, Headless itu yang menambahkan
Eka
Jadi CMS-nya
Sudah ada di back-office
Atau di back-end, CMS-nya tetap ada
Entah itu WordPress
Entah itu
Shopify ya kalo gak salah, Headless Commerce ya
Ya Shopify
Apa-apa adalah, misalnya apapun
Yang misalnya dibuat
Pakai SuperBase, terus dibuat tampilannya
Sedarhana webnya
Untuk bisa isi konten
Itu saya sebut bagiannya back-office
Admin side untuk isi konten
Terus outputnya
Itu adalah
API, entah itu
REST API, atau itu GraphQL
Atau
Tinggal dipanggil pokoknya
Entinya formatnya
Yang penting standard ya
Standard yang seringkan itu sekarang
Antara GraphQL atau REST API yang cukup terkenal
Jangan swap
Kalo mau pake swap terserah gitu ya
Nah, selanjutnya
Client side-nya
Bisa apa aja
Bisa
Web developer-nya
Web developer-nya misalnya
Pake JavaScript apapun
Reakt, reakt
Yang penting
Consume data dari API
Tetapi nggak mesti web
Bahkan bisa buat
Multiple platform
Yang penting bisa manggil
API tadi
Bisa juga Android
Bisa juga IoT
Anggap aja client-nya itu
Kayak iklan-iklan di banner-banner besar
Atau di iklan-iklan di
Toko online
Toko supermarket
Yang berwarna-warni itu
Misalnya, karena ada TV-nya
Ada TV-nya, ada iklan-nya
Yang berulang, itu kan konten
Sebenernya
List konten video, itu dari mana?
Di input dari server kan
Sorry, di input dari
Si user-nya menggunakan CMS
Masuk ke server
Di upload datanya, terus nanti di
Consume oleh
Alat IoT device untuk menampilkan
Iklan
DTW, ada penjelasan bagus itu
Di private chat, kita buka aja
Betul kok, sesuai yang kita bahas tadi
Nah
Bawah sedikit
Nah, what is
Nah, zoom in biar
Nah, kayaknya poin pentingnya adalah
Dicouple content
From presentation layer
Nah, presentation layer-nya
Itu yang barusan dibahas
Event tadi, entah itu website, mobile app
IoT device, dan lain-lain
Jadi, mungkin
Kita kuncinya di-couple ya
Makanya gak ada kepala-nya, kayak kepala sama
Beden, kepisah gitu
Gak, gak
Kayaknya harus di-revisi ya
Seperti hal-nya serverless, bukan gak ada server
Tapi, mau main server lebih
Sedikit, jadi headless itu
Kepala lebih sedikit
Kepala sama baden
Dipisah, kalau bener, itu kan di-couple
Kepalanya ada
Lebih sedikit kan
Kalau
Gak ada kepala, no head
Tanpa kepala kan, ini
Cuma, bukan tanpa kepala
Kepala sama baden, kepisah
Wah, ini jadi ngomongin bahasa Inggris ya
Nah, kata kuncinya di-couple itu
Di-couple, artinya
Terpisah antara
Management content dengan presentation layer
Gak apa-apa, Mas
Zunun, baru dengar ya
Kita juga sambil belajar ini sebenarnya
Kita juga mencari-cari tahu
Headless ini
Definisi sebenarnya apa sih
Terus juga
Setelah headless, nah headless yang
Lagi ngetren apa nih
Headless yang lagi banyak dipakai
Ada sanity ya
Workless juga sebenarnya bisa dipakai
Sebagai headless kan, sekarang
Ada API-nya ya, kalau gak salah
Jadi maksudnya
Workless bisa dipakai sebagai
CMS konvensional ya
Yang ada, apa sih
PHP-nya kan dia bisa ngerender
Html juga kan
Bisa ngerender halaman web biasa
Terus bisa juga dipanggil
Sebagai API
Kalau yang baru-baru, tuh ada Strapi tuh bener
Kayaknya sering, sering baru
Strapi ini
Headless CMS
Kita lihat nih
Strapi
Manage any content anywhere
Jadi sebenarnya
Untuk bikin
Backoffice-nya agak
Kalau kita sebagai developer ya
Pasti ini ya, banyak
Perhentilannya lah ya
Dibilang susah sebenarnya
Ujung-ujungnya kurut-kurut juga kan
Perhentilannya, harus bisa
Dinamis, harus bisa
Flexibel, kalau misalkan kita butuh
Satu field kita bisa tambah
Mau kurangin field bisa kita kurangin
Itu kan bikinnya
Lumayan capek juga kan, kalau bikin sendiri
Nah, Backoffice ini
Kalau kita pakai Headless, sudah disediakan
Tinggal kita tampilkan di sisi
Frontend artinya, kerjaan kita
Setengah udah dikerjakan oleh
Tools-tools seperti ini
Jadi lebih memudahkan kita juga
Kita memudahkan buat user kita sebetulnya
Jadi kayak misalnya
Field-fieldnya, metadata-nya, apa
Expectasinya tuh misalnya di halaman product
Kita harus masukin SKU
Kan ada field-nya, jadi itu ditampilkan
Dalam format yang user-friendly
User-friendly dalam arti
Misalnya udah ada text input-nya
Masukin image di mana
Di bagian mana bisa masukin image
Di bagian mana perlu
With wiki ya
With wiki
With wiki
With wiki
Itu ada dari Mas Razan tuh
Trapi, Contentful, Directis, sama Ghost
Contentful, ya Contentful juga
Lumayan keren
Saya pernah pakai Directis, pernah main-main
Tulisannya Direktus, tapi bacanya
Direktus, oh bacanya Direktus
Direktus
Susah kok
Itu bahasa apa?
Yang bikin arti mainstream
Ya
Jadi ini juga dapet info dari Twitter nih
Direktus ini
Jadi katanya Direktus ini
Dia headless CMS, tapi bisa juga
Menjadi back-end access service ya
Istilah yang muncul juga
Akhir-akhir ini kan, back-end access service
Back-end supabase itu ya berarti
Betul, ditandai dengan firebase
Ya awalnya kan firebase, kemudian
Muncul supabase, pocketbase
Dan basebase yang lain
Basebase lainnya
Ya, jadi ada apa
Kan ada kecenderungan misalkan
Temen-temen lagi belajar mobile, lagi belajar
Web front-end
Atau yang lain gitu kan
Maksudnya harus belajar back-end dulu
Untuk bikin kontennya kan
Jadi bisa menggunakan
Tools-tools seperti ini
Jadi datanya
Dimenis di data yang
Flexible, seperti
Data JSON ataupun data
No SQL lah ya
Jadi formatnya agak bebas gitu
Terus abis itu nanti kita bisa
Fokus ke front-endnya untuk
Nampilin datanya, contohnya seperti ini juga
Terus nanti
Ketika
Ditulis seperti ini, nanti hasilnya seperti ini
Ini semuanya
Digunakan
Back-office-nya sudah disediakan
Gitu
Itu bisa self-hosted nggak ya
Atau itu cuma bisa
Bisa-bisa
Bisa-bisa
Oh sorry bukan
Directus durectis
Oh beda lagi
Oh beda
Gue yang salah, ini
Coba buka ini
Bacanya, gue sampe pernah dulu
Direktus durectis
Kok namanya, kok balik-balik
Direktus
Direktus yang itu betul
Bener, ini dog-nya
Dog-nya
Itu tuh, what is the
Bacanya tuh, durectis
Oh itu bacanya
Jadi
Durectis
Nah, gue pernah
Karena pernah debat ini sama temen-temen
Lu salah
Bener, durectis
Ya kalau one day
Bikin produk, mau gitu
Yang kayak bacanya dibikin susah
Biar orang pusing
Kalau kita baca directus-direktus itu ya
Apa?
Fue?
Fue?
Kalau orang Indonesia kan
Baca harfiah kan, fue
Fue
Fue
Ya betul
Ini Razan, Headless CMS memudahkan kita
Buat yang pengen punya tampilan
Sesuai customisasi sendiri, jadi tinggal
Moding buat pronten-nya aja
Betul, terus
Bahkan kalau prismic tuh, udah ada
Integrasi ke
Framework, misalnya kalau yang
Betul sih, react
Prismic ya
Prismic ini apa?
Ya sama, CMS juga
Headless juga?
Nah, cuma
Apparently kita bisa supply
Komponennya, jadi komponen react
Yang ditampilin di back office-nya
Itu bisa
Kayak bisa korespon ke
Komponennya
Di front-end, bisa kita pake juga
Jadi kayak beneran
Yang dipake oleh user
Kita
Misalnya kita punya tampilan widget custom
User pas ngedit itu
Bisa langsung ngebayangin ditampilnya
Kayak gimana, bisa langsung ke preview lah
Bisa langsung preview dengan
Komponen react kita sendiri
Oke, sebentar-sebentar
Ini "Use by inspiring
Companies to build inspiring websites"
Google website dibikin pakai prismic?
Google kan banyak
Banyak produknya
Google.com, enggak mungkin
Enggak mungkin
Google.com
Prismic
Terus Buldger I/O juga ternyata
Yang bikin Quick, ternyata
Dia jualan ini ya, bisnisnya ini kan
Ya, itu pinter sih
Jadi
Quick itu framework
UI framework, front-end framework
Nah, kalau misalnya kita
Pengen pakai Quick, ya udah, langsung pakai aja kan
Kita bikin website kita sendiri
Tapi kalau kita perlu back-office
Kita bisa pakai Buldger.io
Buldger.io, ini juga headless CMS ya
Oke
Dan
Kalau si Buldger ini kayaknya bukan cuma
Walaupun yang bikin
Yang bikin Quick
Dia akomodate macem-macem UI
Komponen
Jadi, kalau dia
Sama-sama keunggulannya ini ya, berarti ya
Drag and drop juga ya
Untuk komponen-komponennya ya
Jadi, emang
Ini dibuat CMS itu
Kayaknya keunggulannya adalah
Kayak manjain, enggak manjain sih
Memudahkan memfasilitasi
Orang-orang yang
Perlu nge-update konten
Entah kuantitasnya apa
Entah kuantitasnya banyak, kayak tadi itu
Kasusnya apa, situs berita yang
Kan orangnya banyak banget
Atau sering, atau
Macem-macem kayak
Variasi jenis-jenis kontennya itu
Banyak, kelihatannya
CMS itu kan
Pentingnya di situ ya
Hmm, betul-betul
Nah
Terus
Direktis ya?
Direktis
Nih, tadi Razan
Baru deploy dia kemarin
Pake direktis
Terus, Adrian
Ada FRAPE, apa ini? Saya baru tahu nih
FRAPE dan ERP
FRAPE
FRAPE yang muncul
Cms
FRAPE CMS
FRAPE Framework, benar ini?
Oh, ada Cloud-nya juga
Kayaknya benar
FRAPE CINO
ERPNET
ERP NEXT, bukan net
FRAPE itu Framework
Framework + Apps
Nah, namanya kenapa kayak gitu
ERP itu CMS gak sih?
ERP, iya
Semuanya
CMS
Kalau ditandai gitu pasti jawabannya iya
ERP itu Enterprise Resource Planning
Planning apa planner lah
Gitu
Apa ya, ada yang open source kan
Kalau SAP kan gak open source tuh
Gua lupa tuh, yang hijau-hijau dia
Apa ya namanya ya
ERP open source
Gua lupa
ODO
ODO
ODO
ODO itu dipakai warung pintar
Itu Titan Base
ODO itu sangat terkenal
Untuk ERP ya
Untuk ERP itu sangat terkenal
Tapi ini buat sistem internal doang
Atau ada itu apa
Content public-nya
Public facing content
Ada
Ya itu headless
Bisa headless juga
FRAPE
Kayak nama kopi ya
FRAPE
Emang nama kopi, tadi kan munculnya kopi
Tadi munculnya kopi kalau gak pakai
Kalau nge-search-nya gak pakai FRAPE CMS
Oh, Framework + Apps
Hikuga, dulu pakai JCMS
Dan DCMS, wah ini saya gak tahu nih
Ada yang mengalami
Belum, belum
JCMS, DCMS
Tapi jaman dulu ya, mungkin sekarang udah jarang ya
Apa namanya
Journal of Cinema and Media Studies
Journal of
Cifix and Moral Studies
Apa, website builder
Salah satunya TypeDream ya, ini startup asal
Indonesia juga yang ada di luar
Di US ya
Masih ada kah?
Masih
Masih
Masih baru mereka
Masih baru mereka
Oh, kiranya udah lama
Oh, TypeDream
Orang Surabaya itu
Cuma sekarang
Menetapnya di sana
Di US
Kaskus pakai apa? Kaskus dulu
Kalau gak salah pakai Fibulletin
Fibulletin nih
Fibulletin adalah HPBB yang versi perbayar
Dan tanpa TPM
Maksudnya HPBB kan gratis
Terus tiba-tiba muncul satu produk yang namanya Fibulletin
Dan itu umersial
Sama kayak ini dong ya
Bati ya
Kayak CentOS sama
Red Hat
Ya, ternyata kalau kita pikir-pikir ya
Semua adalah CMS ya
Iya
Semua yang berbahas
Yang mengubah dan
Apa namanya
Berhubungan
Dengan konten adalah CMS
Ya, ada satu lagi
Ada satu lagi
Netlify juga ada CMS kan
Sekarang ya
Netlify CMS
Jadi kalau Netlify CMS itu
Dia self hosted
Gak punya layanan cloud
Dia self hosted
Dia nge-save sebagai
File markdown
Kalau gak salah punya, itu disave jadi file
Jadi itu lucu sih, seru
Kebetulan ada pengalaman pernah pakai
Di apa?
Projeknya anak-anak track ID
Apa? Pas itu yang
Maintainernya
Mas Zain
Presi dan lain-lain
Apa itu?
Pas jaman Covid dulu, warga bantu warga
Itu pakainya Netlify CMS
Kan itu ada kebutuhan
Harus bisa di update oleh banyak orang ya
Banyak orang dan sebagian
Bukan althoder
Pakainya Netlify CMS
Ini seru sih, maksudnya menarik pendekatannya
Kita install, itu ya dia
Kayak nambah satu directory aja
Jadi ya standar, kayak
Aplikasi react biasa, kita bisa jalanin
Di localhost, bisa di deploy
Loginnya ya, pakai
Netlify kan ada layanan
Authenticate ya, terus bisa
Dicustom, maksudnya bisa pakai oAuth
Bisa pakai email, jadi itu
User friendly dan
Practical banget sih, jadi
Kalau kita butuh cepat, udah bisa
Langsung jalan cepat
Nah tapi, setiap update
Nggak tapi sih, maksudnya ini emang
Simplicity itu
Bisa ada karena cara kerjanya
Manfaatin, ya manfaatin
Teknologi situs kita itu
Jadi kalau ada konten
Itu dia bikin commit
Dan pull request baru
Physically ngedit
File-nya
Ada flow pull request ya, harus
Di-approve, harus di-merge
Oh dia sistemnya dari situ ya
Minus
Kontennya dari berdasarkan git ya
Git based, seru sih
Itu kan semua file-nya
Jadi satu di tempat kita
Jelas gratis, karena maksudnya
Open source dan di-install
Sebagai bagian dari aplikasi kita
Back-office-nya itu
Satu repo sama
Client kita
Ya nggak usah mikir layanan cloud
Nggak usah mikir biaya
Semua punya di tempat kita
Dia cuma kayak ngebantu, nge-generate file-nya
Dan itu customizability-nya
Lumayan sih
Berarti kita bisa
Kategorikan github-nya
Untuk update file itu
Bisa jadi cms juga dong
Bisa jadi back-office ya
Bisa langsung edit
Bisa langsung edit di
Screen-nya si github
Tapi kita coding kan
Kalau markdown
Kalau nulisnya pakai markdown bisa lho
Misalnya kontennya markdown
Kita kan edit-nya langsung
Di github
Dan begitu sudah
Udah selesai, nge-trigger
GitHub action, deploy
Betul
Ya bisa, cuma pada umumnya sih
Kalau orang bilang cms yang dimaksud
Bukan itu ya
Ya saya punya
Pernah bikin
Aplikasi yang seperti itu
Beberapa tahun lalu
Yang semenjak pandemi dan banyak kena layoff
Kan saya pernah bikin cari kerja
Cari kerja di tech.id
Cuman malas bikin database kan
Akhirnya caranya adalah menggunakan
File json ditaro di github
Jadi kalau misalkan ada temen-temen
Yang mungkin bukan
Belum punya akun github
Gak tau cara pull request
Tinggal edit aja di github-nya
File json-nya
Ya mungkin secara user
Terentu ya
Apalagi kan ini kan cari kerja-nya
Buat tim
Yang ngerti tech lah, dia bisa lah kali
Buka github
Terus edit
Jadi gak pakai database ya
Bukan satu file json aja
Datanya, dan itu di github semua
Seperti itu kira-kira
Vasi sederhana dari CMS
Mungkin belum bisa dibilang sebagai CMS ya
Karena satu dan lain lain
Tapi itu udah jadi interface
Alternatif CMS lah kali ya
Jadi kita gak pakai
Kita gak pakai produk CMS
Software atau library atau layanan CMS
Beneran, tapi
Sebagai gantinya kan kita pakai itu
Berarti itu kayak CMS ala-ala
Ala-ala
Gue kayak mind blowing
Itu kalau misalnya tiba-tiba
Cloudflare bikin cloudflare CMS
Jadi CMS-nya on the edge
On the city
Bisa aja
Kalau bisa bikin website kan
Apapun yang bisa jadi website
Dia bisa dijadiin CMS
Konsepnya sama kayak Netlify gitu
Mungkin dia punya
Pakai database atau pakai file static
Dan
Ininya resource power-nya
Pakai compute yang ada
Di CDN-nya kayak on edge
Computing aja untuk update data
Terus langsung sebar di CDN jadi gak ada server
Jadi CDN aja semua
Distribute CDN untuk
Aksesnya
Maybe kita liat nanti
Si cloudflare kan kalau gak salah
Kan mereka ada layanan
Apa si edge-nya ini
Dan sudah jalan
Runtime javascript kan
Namanya apa gitu
Cloudflare worker ya namanya
Itu lah modnya
Dan itu juga bisa di attach
Database ya mungkin database-nya
Menggunakan web assembly
Pakai skilight
Jadi sudah terdistribusi itu tinggal
Kayak peer-to-peer aja
Saling sync, saling sinkronisasi
Yang menyebabkan database kita
Tersedia di berbagai
Belahan dunia
Nah kalau gitu
Backend asus service-nya
Di deploy aja ke situ, bisa kan
Bisa, jadi
CMS on the edge
Habis ini cloudflare bikin
Beneran, habis dengerin kita
Wah jangan salah
Kita akan menginspirasi
Ide-ide
Mulai bermunculan
Oke apalagi yang kita bahas tentang CMS
Yang belum terbahas
Apa ya
Oh sanity tadi
Maksudnya
Salah satu contoh
CMS modern
Yang buat gue menarik sih nih
Apa
Sanity itu dia
Perspektifnya
Dia kayak
Framework agnostic ya ada API-nya
Itu tadi kita panggil API
Udah type safe semua
Mau dibikin pake swell atau
Next atau apapun
Bebas, tapi
Mereka tuh kayak ketat banget di content
Modelingnya, kayak relasi datanya
Macem-macem banget
Dan resource-nya
Yang menarik dari sanity sih ini contoh-contoh
Resource-nya, jadi mereka tuh devrel-nya
Developer relation ya
Devrel-nya kuat banget
Contohnya banyak, artikelnya banyak
Coba buka resources deh
Resources
Apa ya, resource library kali ya
Lupa sih
Link-nya apa
Contoh studi kasusnya banyak
Contoh-contoh
Template-template-nya banyak banget
Ini salah satu contoh head
Block bisa
Coba block
Case study
Ini ada case study
Ather morning burn, invasion, fuel
Ini ada banyak case study ya
Ather
Morning brew
Morning brew ini transformation
From newsletter
Oke
Oh, juga dulu ada sempet
Gua tau ada yang nulis
Content tuh via email, dikirim email
Langsung jadi content, pernah juga seperti itu
Oh, seru
Itu berarti kayak nge-trigger
Apa sih? Kayak kita ngirim
Email ke
Eye map, pakai eye map
Jadi kirim ke server, pakai eye map
Nanti si software-nya baca
Mailbox
Kan title-nya jadi title
Email body-nya jadi content
Menulis
Kalau kontennya rumit
Kalau kontennya maksudnya macam-macam
Reach media, susah ya
Susah, ini buat yang sederhana aja
Block post, gitu-gitu kan
Kita mau bikin block post
Kadang kita suka
Overkill kan, developer kan
Bikin sendiri engine-nya
Biasanya
Jaman dulu tuh
Kalau misalnya kita mau ngebugmak
Biasanya kirim ke post
Kadang email bisa juga kayak gitu
Pernah ngetrend seperti itu
Jadi kalau mau ngebugmak
Kirim ke email
Nanti email-nya di-convert jadi
Block post
Itu praktis sih
Sederhana ya
Tapi ya memang balik lagi ke fiturnya
Jadi memang sederhana aja
Cuma block post, cuman article, nggak bisa yang lain
Padahal untuk CMS kan
Kontennya bisa berbagai macam
Bisa bervariasi
Sudah hanya text
Oh ini kalau contohnya
Yang sanity disini nih
Sanity.io/tablets
Oh ini dia
Disediakan template-templatenya ya
Sanity ini
Berarti ini ya, ada bisa
Self-hosted nggak sih, nggak bisa ya
Sayangnya nggak, jadi ini
Caveat-nya adalah
Ada free tier-nya
Free tier-nya lumayan
Standard, free tier-nya cukup generous
Ya sebenarnya pendekatan ala
Jamstack lah ya, kita pakai fairsale
Atau apapun kan, free tier-nya rata-rata
Bagus ya, tapi kalau misalnya
Kita udah scale up yang
Besar banget, misalnya kita buat
Business dan udah meledak
Skalanya besar ya, udah
Lumayan
Template-nya, ada commerce
Ada clean side-nya
Banyak all deh, lihat yang tab-nya
All
Nah itu kan ada banyak pun itu
Clean side-nya, mobile app
Collaborative editing
Publishing
API
Multi-channel
Frameworks
Oh ada semua, hidrogen
Fragnative
.net, astro
Jungle.js, apa ini Jungle.js
Oh ada itu
Frameworks well
Yang
Yang dulu pun-nya sempat muncul
Experimental, menarik, tapi
Di situ kayaknya nggak dimaintain lagi deh
Itu Jungle.js
Iklan ini
Wah, seru ya
Terus, coba lihat
sanity.io/schemas
Schema
Bisa jadi
Headless ya
Schemas
Nah
Jadi ini tuh
Customizable-nya yang
Kuat banget, jadi kayak misalnya kita mau bikin
Relasi kayak apa ya
Misalnya e-commerce, product
Itu kan kategorisasinya
Nesting-nya bisa rumit kan
Misalnya clothing, clothing mungkin
Ada kategorinya, sub-kategorinya
Ada mungkin, ada cross-sell-nya
Misalnya
Yang
Relasi-relasi kayak gitu
Itu sanity tuh kayak
Enak banget, kondusif banget
Buat hal-hal kayak gitu
Oh, bahkan
Untuk upload juga
Udah disediakan ya, umum sih ya
Content biasanya ada
Itu fungsinya, salah satu fungsi
Utama CMS
Salah satu fungsi utama dan
Yang paling memudahkan gitu, kalo kita harus bikin
Service upload sendiri kan
Belum lagi kita harus
Ngurusin image format-nya, ukurannya
Optimize-nya
Makin banyak
Plugin, makin extendable
Makin ribet
Ngurusinnya
Ini apa namanya
Curhat
Developer dari WordPress
Itu plug-in semua harus di-update ya
Iya, harus di-maintain
Dan jadi ini gak sih
Kalo ini, ini kekurangannya ya
Tadi kan kita udah ngomongin pro-nya kan
Banyak keuntungannya, mungkin kekurangannya ya
Salah satunya vendor log-in gak sih
Oh iya, jelas
Sangat jelas ya
Kalo misalkan kita udah
Di ekosistemnya
WordPress itu udah susah keluar
Mau migrasi misalkan ke yang
Lebih modern, misalkan kayak Ghost atau ke mana gitu
Itu migrasinya gimana gitu kan
Gak kebayang sih ya
Lebih parah lagi
Kalo misalnya bikin CMS
Buatannya sendiri
Itu lebih vendor log-in lagi kan
Ya asal bahasanya masih sama
Mungkin
Justru sangat vendor log-in
Ini anggap CMS-nya
Sudah cukup komplikated
Mau pindah kemana susah kan
Dan hanya dia
Yang urus
Sedangkan kalo pake WordPress
Sudah ada standar
Dan plug-in-plug-innya mungkin
Kalo yang dipakainya plug-in-plug-in yang cukup
Terkenal
Dan dimaintain
Sudah ada yang service-nya untuk
Support
Jadi justru kalo pakenya
CMS yang cukup
Trend, banyak yang pakai
Komunitasnya besar
Bagi saya justru gak vendor log-in
Karena misalnya ada masalah
Bisa pindah vendor kan
Dan vendor yang banyak bisa mengerti
Bisa mengerti
WordPress juga misalnya
Jadi definisi vendor apa?
Ini misalkan kayak tadi ya
Produk CMS-nya kan
Oh maksudnya
Produk CMS-nya bukan vendor yang
Developer-nya
Contohnya kayak yang lebih ekstrem
Misalkan Netlify CMS
Habis itu tiba-tiba Netlify CMS itu
Berbayar
1.000 dolar gitu per bulan
Wah gimana nih kita harus pindah
Kalo Netlify CMS sih
Bukan kalo kayak
Kalo open source
Abil aja kode nya pakai yang versi lama
Cuma contoh yang bagus tadi
Yang cloud-based apapun yang cloud-based tadi
Direktis lah
Misalnya tadi kan harganya
99 dolar per bulan
Dinaikin jadi 500 dolar per bulan
Kita gak wampu
Cuma kan sebetulnya
Ya kalo sistemnya
Apapun yang makin spesifik
Dan makin kayak kita makin
Kanjain makin banyak
Syntax dan API yang kita tinggal terima
Jadi ya apapun
Ya pasti gak cuma CMS apapun
Itu yang high-level ya
Misalnya yang kita udah terima jadi
Tinggal pakai itu kan ya pasti ketergantungan
Nah tapi kalo misalnya
Yang tadi itu
Contoh-contoh kayak sanity
Prismic komponennya
Terus apa kayak snippet javascriptnya
Kalo kita pake fear function misalnya kita
Punya utility
Library sendiri itu kan masih bisa
Diambil kita pake di tempat lain
Tapi ya kalo sistem CMS
Ya lock-in lah tetap
Yang gak ada opsi
Mungkin jalan tengahnya bisa kita ambil
Cari CMS
Yang mungkin ada cloud-nya
Dan ada versi open source-nya
Kalo seandainya nanti dia naik harga
Mudah-mudahan yang versi open source-nya tetap ada
Kita bisa deploy sendiri
Mungkin kita nanti
Mungkin user-nya udah banyak
Dan butuh
Prism tier-nya
Harus yang lebih tinggi lagi
Kita gak sanggup bayar ya udah
Kita ambil yang open source-nya kita deploy sendiri
Di cloud-posting yang kita mau
Mungkin gitu kali ya
Jalan tengahnya
Atau misalnya kita cari
Produk yang setara, yang mirip
Kayak misalnya kalo CMS
Yang full-feature
Kayak tadi Directive Prismic
Or Senity gak mungkin
Tapi kalo backend as a service
Kayak misalnya
Supabase tutup gitu ya
Supabase tutup atau jadi mahal
Itu kan pake standar progress ya misalnya
Terus mungkin kita pindah ke
Pocketbase
Walaupun tetap harus
Ada persyuaian
Tapi kan mungkin
Database-nya juga
Justru relatif lebih aman
Karena formatnya udah standar ya
My SQL atau Postgres
Ya udah pindahin database-nya
Mungkin kalo dia
Tadi bisa di-customize
Pake JavaScript itu misalnya
Kan tetep bisa, tetep bisa dipake
Bisa cari produk yang sejenis
Hmm, betul-betul
Oke
Jadi konserasinya
Lebih kesana ya
Cuma kalo yang baru-baru tadi tuh
Builder.io ya
Itu gak mungkin
Itu kayaknya hal yang
Itu jadi faktor pertimbangan kali ya
Diawal, jadi itu maksudnya
Sebelum milih
Perlu atau engga, ada user lain
Yang butuh
Nge-update konten
Dengan kuantitas atau frekuensi tinggi
Atau engga, siap kena
Apa, siap kena vendor login atau engga
Kayaknya ya di awal harus
Dipertimbangin
Dari awal
Selama si
Software itu bisa export
Sebagai standard format
Kayaknya
Bisa-bisa aja sih
Standard format itu ya
Kita bikin ulang lagi kan
Iya, JSON
Yang penting datanya, database-nya
Gak ke
Tenggelam
Yang kan
Yang mahal itu kan sebenernya datanya
Hmm
Yang mahal sebenernya datanya
Kalau misalkan datanya
Formatnya berbeda, misalkan
Sekarang kan banyak no-sql, mungkin ada
Salah satu CMS yang menggunakan no-sql
Tapi pasti dia ada export-importnya kan
Pasti ya
Ya cari yang bisa convert, itu asal
Pake format standard dari satu format standard
Atau format standard lain pasti
Dari yang bikin somewhere
Someone-somewhere
Terus mungkin pertimbangan
Lain ya, seberapa reputable
Software-nya kali ya
Kayak misalnya WordPress kan
Dengan nama yang
Nama dan penggunaan yang sebesar itu
Kayaknya kecil banget kemungkinan tiba-tiba
Organisasi WordPressnya
Tiba-tiba jadi jahat
Terus apa?
Terus jadi semua harus bayar
Terus kode open source-nya diapus
Semua backup-nya dihilangin
Kayaknya gak mungkin
Se-extreme itu kan ya
Gak bisa
Kayaknya gak mungkin
Udah jadi yesan gitu kan ya
Foundation kan
Kan license-nya udah jelas kan GPL
Jadi ya udah
Kalo ada
Terus yang decision maker-nya kan
Sudah harus udah kayak konsorsium gitu kan
Dari berbagai macam company juga kan
Hmm
Oke
Nah ini
Sebelum kita menutup
Sesi malam hari ini
Mau dong minta feedback-nya dari
Temen-temen
Bisa ke bit.ly/tigakatangobrolinweb
Ada di kolom chat
Di kolom komentar
Silahkan kita tunggu
Beberapa menit
Jangan lupa juga kalo temen-temen
Ada punya
Topik-topik yang mau dibahas
Bisa juga ke
Disini
Ke bit.ly/ngobrolinweb
Kita tetep kalah cantik
Sama Eka
Gw, ini kan yang waktu dulu lho
Kalo kalian gak tahu
Itu sebenernya
Orang belayaran, lu tau ya
Dan saya-saya sendiri
Saya jujur-jujur
Yang nge-vote
Eka Cantik itu ada
Daripada nanti ada yang bilang
Ivan ganteng
Terus yang nge-vote itu cowok
*ketawa*
Jadi ya, biarkan lah
Karena satu-satunya cewek disini ya
Mending mundur
Tapi live
Mending mundur tapi live
Gatau itu
Kali atas
Mending mundur tapi live, maksudnya
Kayaknya karena kemari
Mendingan tetep live
Walaupun jamnya mundur
Walaupun harinya mundur
Minggu depan kita balik jam 8 lagi
Ya tayangnya ya temen-temen
Minggu depan kembali ke
Jadwal semula
Dan bagi yang merayakan lebaran
Selamat lebaran
Kita ketemu Minggu depan
Setelah lebaran kan itu ya
Sepertinya nggak live dulu kali ya
Karena masih
Cuti bersama
Cuti bersama
Boleh lah, off sekali-sekali ya
Masa live terus
Boleh, boleh
Jadi Minggu depan kita akan
Rekaman, terus nanti
Kita akan schedule
Di hari Selasa malam jam 8
Nggak apa-apa, komen-komen aja
Nanti kita monitor kok
Dari chat ya
Untuk malam ini
Terima kasih semuanya yang sudah
Meramaikan, tadi seru sekali
Banyak CMS-MS baru juga yang
Baru kita tahu
Direktus bacanya direktus
Direktus
Today I learn ya
Dan mudah-mudahan juga
Temen-temen yang mengalami kesulitan mungkin
Membutuhkan solusi untuk CMS
Atau hadil CMS
Ada inspirasi
Yang bisa di kulik
Banyak sekali CMS-MS
Di luar sana yang sudah bermunculan
Jadi bisa jadi salah satu
Alternatif solusi juga
Kita ketemu lagi Minggu depan
Jalan kesihatan, selamat hari
Raya Dulfitri, mohon maaf
Dan harimatin, bye-bye
Bye-bye
Closing, closing
Closingnya
Sampai jumpa di video selanjutnya.
Deskripsi asli dari YouTube
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Episode Terkait
19 Agu 2026
Model Context Protocol
Episode ini membahas Model Context Protocol sekaligus laporan dari Google I/O Connect Shanghai. Pertanyaan pembukanya pa...
1 Feb 2023
Ngobrolin Storage
Melanjutkan episode cookie minggu sebelumnya, pembahasan bergeser ke tempat penyimpanan lain di browser — bukan basis da...
17 Mei 2023
Ngobrolin Google IO
Episode ini merangkum apa yang menarik dari Google I/O tahun itu, khususnya sisi web. Pembukanya sebuah pengamatan iseng...
Suka episode ini?
Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.
Memuat komentar dari GitHub Discussions...
Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .