EP 102

Ngobrolin JavaScript Bangkok - Ngobrolin WEB

Bagikan:

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membahas pengalaman tim Ngobrolin WEB menghadiri JavaScript Bangkok Conference 2.0.1 di Bangkok, Thailand. Rizal menceritakan pengalamannya ditolak saat mengajukan topik presentasi tentang Local First AI, namun tetap mendapat kesempatan untuk hadir setelah nebeng hotel dan mendapat subsidi dari pihak penyelenggara. Selama konferensi, mereka menghadiri berbagai sesi menarik termasuk keynote oleh Lihao (maintainer Stealth) tentang cara kerja spell compiler, presentasi oleh Pak Thor (ex-Googler) tentang real-time translation dan semantic search menggunakan WebAssembly dan WebGPU secara offline, serta sesi tentang creative coding dengan P5.js oleh Patt Vira. Ivan memberikan presentasi lightning talk tentang WebDriver BiDi. Episode juga menyinggung perbandingan budaya dan kuliner antara Indonesia, Thailand, dan Malaysia, serta diskusi teknis mengapa framework JavaScript yang populer cenderung bersifat minimalis dibandingkan full-battery seperti framework di bahasa pemrograman lain.

Poin-poin Utama

  • Rizal dan Ivan berangkat ke Bangkok untuk menghadiri JavaScript Bangkok Conference 2.0.1, setelah Rizal mengajukan topik presentasi yang ditolak namun tetap diterima kehadirannya
  • Eka apply ke conference dengan topik eksperimental tentang Local First AI yang ditolak, namun hal ini membiasakan dirinya untuk tidak takut ditolak dan tetap mencoba dengan segala risiko
  • Keynote speaker Lihao (maintainer Stealth) menjelaskan cara kerja spell compiler dengan live-coding, membreakdown bagaimana kode biasa dikompilasi menjadi JavaScript yang dieksekusi
  • Pak Thor (ex-Googler yang sekarang di Supabase) mendemonstrasikan real-time translation dan semantic search yang berjalan sepenuhnya offline menggunakan WebAssembly dan WebGPU di browser
  • Patt Vira, content creator Thailand yang ahli creative coding dengan P5.js, berbagi cerita bagaimana dia merasa kesulitan belajar coding secara tradisional namun menemukan passion melalui creative coding
  • Alicia JS, framework backend minimalis karya developer Thailand dengan tema anime, diperkenalkan sebagai alternatif dari Express dengan performa yang lebih cepat
  • Diskusi teknis tentang mengapa framework JavaScript populer cenderung minimalis (Express, Hono, Alicia JS) dibandingkan full-battery framework di bahasa lain seperti Rails, Django, atau Laravel
Transkrip Bantu Koreksi

0:11[telepon ringtone]

0:14Halo-halo.

0:16Wee.

0:18Kenapa udah gitu-gitu buat sih?

0:20Halo semuanya.

0:24Biar kaget.

0:28Apa kabarnya?

0:30Apa kabar?

0:32Lagi sakit.

0:34Wah, Ivan lagi sakit.

0:36Kalau abis dari luar negeri pasti sakit ya?

0:38Apa karena pencaroba?

0:40Kemaren pas ke Beijing, pas nyampe sakit. Sekarang pas pulang ya.

0:48Iya.

0:50Aduh.

0:54Ada yang kaget.

0:56Kaget apa?

0:58Kaget tadi, sorry.

1:02Ini kaget sih.

1:04Audionya beda banget, jauh banget sama suara kita.

1:06Jomblang banget.

1:08Kegedian ya, sorry, sorry, sorry.

1:10Apa kabar semua?

1:16Selain saya yang sakit.

1:18Saya baik, semoga chat sehat semua.

1:20Amin.

1:26Gak bisa pindah katanya deh, para penonton.

1:28Kenapa?

1:32Pindah nular?

1:34Nularin penyakit lewat layar.

Lihat transkrip lengkap

1:36Teknologinya belum ke situ.

1:38Masa sih?

1:42Siapa tahu?

1:44Dulu tuh cahanya Google

1:46atau apa?

1:48April Mop, prank gitu.

1:50Suruh kentut?

1:52Bukan.

1:54Jadi apapun Google itu

1:56lewat layar.

1:58Untung gak virus lewat layar.

2:02Oke, oke.

2:06Jadi

2:08berhubung

2:10saya sama Ivan baru nyampe dari

2:12Bangkok, misi

2:14JavaScript Bangkok Conference.

2:16Oh, makanya kaosnya gitu ya?

2:18Ya, dapat kaosnya.

2:20Ini logo-nya keren loh.

2:22Semunyak dari Bangkok kita

2:24udah bisa baca nih. JavaScript Bangkok

2:262.0.1

2:280.1 harusnya.

2:30Oh iya, harusnya 0.1.

2:32Itu ada sedikit incident kita.

2:34Mencetain gak sih incident-nya?

2:36Cetain aja.

2:38Cetain aja ya, gak apa-apa ya.

2:40Cetain dari awal lah kan, belum untuk semua nontonnya.

2:42Oh, saya pengen tau

2:44dari mana.

2:46Kenapa kalian ke Bangkok?

2:48Ngapain?

2:50Makan.

2:54Ceritain kenapa,

2:56apa ini makanan.

2:58Jadi, Mas,

3:00ya pas kita ke Beijing kan kita ketemu

3:02salah satu, apa namanya?

3:04Salah satu dedengkotnya

3:06komunitas di

3:08Bangkok kan.

3:10Yang udah pernah kita undang juga kesini.

3:12Karena kesini juga, Mas Swarat.

3:14Mas Swarat kan.

3:16Dia ngomong

3:18kita mau bikin conference nih

3:20JavaScript Bangkok 2.0.0

3:22katanya. Karena dulu terakhir, sebelum

3:24pandemi, ada JavaScript Bangkok

3:261.0.0.

3:28Teman-teman bisa lihat di GitHub,

3:30eh, di Youtube. Cari aja di Youtube

3:32JavaScript Bangkok.

3:34Jadi pakai semver ya?

3:361.0.0.

3:38Iya.

3:40Terus dia bilang,

3:42berhubung budgetnya

3:44terbatas, coba GDE

3:46apply aja. Karena kan

3:48nanti kemungkinan bisa

3:50bukan kemungkinan, dia bilang nanti bisa

3:52di support sama Google gitu untuk akomodasinya.

3:54Wah, semangat lah kita

3:56apply.

3:58Eka juga apply.

4:00Eka juga apply.

4:02Gue ulang lagi ceritanya, karena Mas saya ini

4:04sambil berusaha conditioning juga sih,

4:06jadi gue pengen, kayak kecewanya

4:08karena gak keterima, pasti ada lah.

4:10Jujur, realistis, pasti ada kecewanya.

4:12Tapi, gue pengen

4:14biasain, mikir, itu bukan

4:16hal yang malukan, aib yang

4:18traumatis banget, yang patut dihindarin.

4:20Jadi ceritanya adalah, gue pakai

4:22topik yang agak eksperimental.

4:24Tuh, trauma kan, Eka kan, jadi

4:26ilang kan.

4:28Oh, putus. Ya, lanjut.

4:30Apa? Gitu tadi.

4:32Halo, Tess.

4:34Eka nya trauma tuh.

4:36Enggak, enggak. Kedengeran kok, kedengeran.

4:38Berarti koneksi lo yang

4:40jelek. Oh, maksud gue ya?

4:44Eh, tadi nyampe mana?

4:46Gue juga apply,

4:48ditolak dengan sukses.

4:50Karena emang iseng,

4:52topik yang agak eksperimental,

4:54local first AI,

4:56pakai function,

4:58blablabla.

5:00Tapi,

5:02dengan use case yang buat personal,

5:04kayak buat ngatur personal life gitu,

5:06otomatis aturin kalender.

5:08Kalau misalnya ada perubahan jadwal,

5:10dia bisa mikir sendiri, memprioritaskan

5:12misalnya, apa, tenaga,

5:14atau ada aktivitas, kayak misalnya,

5:16kalau nge-gym kan, enggak bisa tiba-tiba

5:18reskejur ke jam 11 malam. Sedangkan,

5:20kalau apply work trips,

5:22atau apa, bales email, mungkin masih bisa

5:24jadi kayak bikin smart system,

5:26bermodel

5:28local first AI. Karena itu

5:30banyak hal privacy juga kan.

5:32Tapi use case nya personal.

5:34Karena jujur, itu kalau misalnya

5:36buat production, buat yang

5:38profesional, dipakai user lain kan,

5:40ya, maksudnya belum kebayang lah. Cuma,

5:42ada ide iseng aja.

5:44Ditolak dengan sukses, tapi pas

5:46gue sadar bahwa itu adalah topik

5:48yang, maksudnya, enggak

5:50kurang catchy, lucu, menarik, tapi

5:52kan, enggak necessarily catchy

5:54dan pas apply, udah tahu

5:56risikonya juga sih, maksudnya,

5:58ya, kalau kebetulan yang

6:00menseleksi, ngerasau,

6:02lucu juga, bisa keterima,

6:04tapi cukup besar kemungkinan untuk

6:06ditolak. Yaudah, apply dengan itu.

6:08Ditolak dengan sukses. Tapi setelah

6:10ngeliat daftar speakernya,

6:12sebenarnya ada yang topiknya mirip. Lang chain

6:14juga cuma lebih ke production, maksudnya,

6:16lebih ke profesional. Jadi ya

6:18makes sense lah, bahwa dengan topik

6:20yang mirip-mirip, local first AI

6:22yang diterima, yang

6:24apa?

6:26Lebih applicable.

6:28Ya, gitu sih ceritanya.

6:30Ceritanya kenapa gue ditolak dan

6:32Rizal dan Ivan diterima.

6:34Tapi emang pengen kubiasain, bahwa

6:36yaudah, kalau udah punya ide,

6:38punya rencana, ya

6:40dihajar aja dengan segala

6:42risikonya. Kalau misalnya terlalu takut,

6:44maksudnya, kalau

6:46nggak terima adalah AI

6:48memalukan, hasilnya adalah

6:50nggak mau apply.

6:52Nggak pernah apply.

6:54Tapi

6:56nanti Deves

6:58pakai topik itu?

7:00Oh, nggak, nggak.

7:02Deves ada deh.

7:04Bahas UI

7:06berkedok AI, ada lagi.

7:08Bahas UI berkedok AI,

7:10wah menarik ya.

7:12Tak terlalu jauh.

7:16Nah, itu ceritanya, backgroundnya

7:18kenapa cuma Rizal sama Ivan

7:20yang berangkat.

7:22Iya, dan

7:24akhirnya saya apply

7:26topiknya itu,

7:28ya topik yang dari

7:30ngobrolin web sebenarnya, kan.

7:32Saya sudah bahas, pernah bahas tentang

7:34beberapa cara rendering,

7:40mulai dari request response,

7:42server render, client render,

7:44terus island component,

7:46terus sekarang

7:48larinya ke, apa,

7:50balik lagi ke server render, tapi

7:52pakai web socket, gitu.

7:54Akhirnya, ah, coba ah,

7:56topik itu

7:58untuk, apa,

8:02study case-nya menggunakan

8:04HTML dan Elixir.

8:06Jadi membahas

8:08bahasa pemogaman lain di

8:10conference JavaScript.

8:12Eh, keterima.

8:16Begitu keterima,

8:18coba apply di

8:20Google platform

8:22untuk supaya bisa dapat

8:24pesawat sama, ya,

8:26bukan perangkat Google ya,

8:28maksudnya platformnya Google.

8:30Ya, sebelum winter boleh, sekarang

8:32lebih.

8:34Kan katanya bisa dapat support

8:36akomodasi sama pesawat.

8:38Begitu dah dapat surat

8:40bahwa topiknya diterima,

8:42coba apply, ternyata

8:44direject, gara-gara

8:46gak pakai produknya

8:48Google.

8:50Gak ada mention

8:52produknya Google, mungkin

8:54kalau bilang pakai Gemini,

8:56atau Google Chrome,

8:58DevTools, gitu, mungkin masih

9:00diterima, ya, kayak Ivan, ya. Ivan bahas apa?

9:02Iya, saya bahas

9:04WebDriver by Die, ya.

9:06WebDriver by Die, dan

9:08saya yang paling terakhir yang

9:10apply di last minute.

9:12Last minute,

9:14terus diterima,

9:16dan tambah

9:18Google juga diterima.

9:20Iya, padahal Ivan

9:22itu ya, apa, lightning talk ya,

9:24cuman 10 menit ya.

9:26Malah diterima

9:28akhirnya.

9:30Tapi kan emang ada slotnya,

9:32kan? Emang ada slot buat

9:34lightning talk? Ya, lightning talk. Kan pilih.

9:36Mau pilih apa, kan? Yang 40 menit.

9:38Waktu buat pilih, yang 20 menit sudah gak bisa.

9:40Sudah habis.

9:42Jadi ya, tersislah cuman

9:44lightning talk, ya, pilih aja.

9:46Tapi itu good idea sih, ya. Maksudnya kan

9:48jadi lebih banyak variasinya,

9:50ya, kayak misalnya termasuk itu,

9:52biasanya orang ngomongin JavaScript, kan, mau framework,

9:54apa, atau mungkin dari

9:56standarisasi ES6,

9:58ES7, dan lain-lain, atau TypeScript.

10:00Tapi kan testing bi-direktional,

10:02yang gitu-gitu kan,

10:04sering kelewat. Nah, dengan adanya lightning talk,

10:06kan lightning talk

10:08jadi bisa lebih berubah-ubah.

10:10Terus Webdiver by Day itu gak bisa lama juga,

10:12paling maksimal 20 menit doang sih,

10:14sebenarnya. Karena,

10:16terlalu...

10:18terlalu, iya, karena

10:20Webdiver by Day itu gak bisa lama juga, paling maksimal 20 menit doang sih,

10:22karena Webdiver by Day

10:24terlalu straightforward.

10:26Ini protokol baru,

10:28bisa begini, udah.

10:30Paling nanti di...

10:32Di DevFest, gue mau campurin

10:36sama demo-demo sih, sebenarnya, ya.

10:38Untuk kemarin demo-demonya gue gak siap.

10:40Cuma 10 menit, ya.

10:4410 menit baru buka laptop,

10:46udah, ya, waktu habis.

10:48Terus kan ganti-ganti

10:50laptop, ya.

10:52Jadi kan harus ada kayak pasang-pasang

10:54lagi, gitu.

10:56Tapi diperpanjang kan akhirnya, kan?

10:58Sessinya jadi panjang, agak panjang.

11:00Jadi gak, waktunya gak dikejar-kejar

11:02dikejar deadline, gitu.

11:04Nah, lanjut ya.

11:06Setelah Ivan diterima,

11:08dapat hotel, ya udah, nebeng aja

11:10hotelnya, tinggal PR-nya pesawat.

11:12Ternyata dari pihak

11:14JavaScript Bangkoknya menyediakan

11:16200 USD

11:18di-subsidi.

11:20Jadi akhirnya

11:22pesan, meskipun masih

11:24nombok, tapi ya lumayan lah, ya.

11:26Dan nginapnya nebeng Ivan

11:28dua malem. Satu malemnya kita bayar sendiri,

11:30eh, dibayarin sama Bangkok, ya.

11:32Karena Ivan kan pesawatnya gak perlu, tuh.

11:34Jadi masih ada subsidi 200 USD

11:36itu kita pakai buat hamis malamnya.

11:38Iya.

11:40Karena kan Jumatnya tadinya kita mau workshop,

11:42tapi akhirnya kita jalan-jalan.

11:46Hanya modus.

11:48Orang, si warat bilang,

11:52"Yakin mau ikut workshop?"

11:54"Gak usah, jalan-jalan aja kalian", katanya gitu.

11:56"Oh, ya udah."

11:58Oh, karena tamunya.

12:00Gak ini juga, gak dapet slot, kan.

12:02Iya, udah full juga.

12:04Terus ada beberapa yang bahasa lokal.

12:06Wah, kalau bahasa susah.

12:08Ini mah kayak, apa,

12:10nostalgia Beijing kemarin.

12:12Kita udah...

12:14Ada apa nih, Bi? Udah cari ruangannya.

12:16Cucing-cucang-cucong, oh.

12:18Kagak deh interpreter-nya.

12:20Ya udah, bayar lah.

12:22Mending dulu konsumsi.

12:24Kita berangkat hari Kamis, ya.

12:26Kita berangkatnya...

12:28Iya, Kamis. Kamis-Dini hari.

12:30Sampai sana Kamis malam,

12:32dijemput naik Tesla.

12:34Tujukin dong Teslanya, C.

12:36Oh, Tesla.

12:38Ada fotonya.

12:40Fotonya ada di Google Photo.

12:44Tunggu.

12:46Mana Tesla? Tesla malah kita foto

12:48terakhir, ya.

12:50Iya.

12:52Tesla, Tesla, Tesla Coil.

12:54Hah, Tesla Coil.

12:56Oh.

12:58Ya kan ada Tesla Coil. Tau gak sih Tesla Coil?

13:00Pernah lihat gak sih Tesla Coil?

13:02Hah?

13:04Tesla Coil? Iya, jadi ada

13:062 kotob, bisa listriknya.

13:08Oh, ya itu namanya Tesla Coil.

13:10Iya.

13:12Ini hotel kita nih, hotel kita.

13:14Namanya Hotel Marsi.

13:16Ah.

13:18Tesla tuh di sana udah kayak mobil

13:20Gokar ya?

13:22Enggak.

13:24Masih termasuk

13:26Beijing. Masih termasuk

13:28Luxury lah.

13:30Pas di San Francisco tahun lalu,

13:32naik Uber dari airport.

13:34Dapatnya Tesla.

13:36Tesla. Anjir, pas liat tuh kayak ada

13:38rasa kampungan banget.

13:40Beijing lebih parah.

13:42Udah biasa.

13:44Beijing lebih parah. Tesla kayak

13:46mobil biasa.

13:48Kalau ini masih ini lah, masih

13:50Lux lah. Masih. Oh, di sana?

13:52Kalau di Indonesia, di Indonesia kan Tesla

13:542 miliaran tuh.

13:56Iya.

13:58Kita kaget loh denger harganya.

14:00Tesla di Thailand berapa?

14:02Di Bangkok.

14:04Seharga CRV.

14:06Kata seharga CRV.

14:10Atau seharga

14:12sedikit di atas Innova.

14:14Gitu lah.

14:16Kalo dia bilang itu

14:1845.000

14:20US Dollar lah.

14:22Jadi itu sekitar

14:24800 juta, 700 juta lah.

14:26Namun saya nggak miliaran.

14:28Nggak emang-emang.

14:30Gak seharga miliaran banget.

14:32Berarti kayak kebijakan

14:34importnya beda ya?

14:36Iya.

14:38Yang nggak import, kalo import kan

14:40dia kan nggak lewat dealer.

14:42Jadi import manual

14:44atau si importernya yang import

14:46ya kena pajak.

14:48Pajak sana-sini.

14:50Nah, ini yang punya nih.

14:52Yang punya. Bukan saya yang punya ya.

14:54Konfirmasi dulu. Yang punya adalah

14:56warat.

14:58Saya emang nebeng foto doang.

15:00Iya.

15:02Kita belum se level

15:04Tyler O'Twale ya.

15:06Tyler O'Twale.

15:08Ivan mana?

15:10Kok nggak ada? Nah ini.

15:12Jadi kalian

15:14gantian foto-fotoan

15:16sambil lunjut teksa gitu ya?

15:18Iya dong. Kata-katanya

15:20sama temen sendiri lah.

15:22Iya. Kita mau recreate itu.

15:30Momen apa? Momen Tyler O'Twale

15:32pamerin lambu kan kita

15:34pamerin Tesla gitu.

15:36Lumayan lah.

15:38Lumayan.

15:40Jadi hari pertama

15:42kan ada workshop kita nggak bisa input ya.

15:44Itu workshopnya.

15:46Akhirnya kita memutuskan

15:48untuk jalan-jalan.

15:50Jalan-jalan.

15:52Jalan-jalan. Cari oleh-oleh.

15:54Karena hari minggunya kita jam 10 udah

15:56harus jalan dari hotel kan. Jadi takut nggak sempat.

15:58Iya.

16:00Dan sabtu nya di itu

16:02seharian.

16:04Akhirnya kita paginya

16:06cari sarapan.

16:08Sarapannya kayak ada tempat ini ya.

16:10Apa namanya?

16:12Soto Ayam.

16:14Soto Ayam.

16:16Kayak pasar gitu. Tapi bukan

16:18pasar ini ya. Pasar pagi

16:20doang adanya.

16:22Jadi kayak gini. Ini kan kayak Indonesia banget ya.

16:24Kayak enak ya.

16:26Nggak tahu itu apa.

16:28Cuma kayak enak aja.

16:30Iya makanya. Terus kayak gini.

16:32Ada jajan pasar gitu ya.

16:34Iya.

16:36Tapi susah

16:38cari makanan buat Mas Riza juga.

16:40Karena harus di center-center pakai

16:42Google Translate.

16:44Ih enak. Tulisannya POG.

16:46Liat lagi. POG.

16:48Tapi orang sana bisa

16:50bahasa Inggris nggak? Bisa ditanyain nggak?

16:52Maksudnya

16:54Google Translate bisa.

16:56Tapi pakai Translate bisa ya?

16:58Bukan Google Translate ada di dari center-center-nya?

17:00Yang menjadi

17:02tantangannya adalah

17:04menjadi tantangannya adalah

17:06ketika misalkan kita makan di satu tempat

17:08yang ada menu-nya gitu ya.

17:10Menu-nya itu nggak ada pork misalkan.

17:12Dagingnya daging sapi. Tapi stock-nya

17:14apa namanya? Kuahnya

17:16biasanya mengandung gitu.

17:18Makanya harus ada orang lokal yang nanyain.

17:20Ini kuahnya itu ada

17:22kandungan ini-nya nggak gitu.

17:24Porknya nggak.

17:26Kalau ada ya udah kita cari

17:28lokasi yang lain gitu. Makanya

17:30agak triki juga di sana.

17:32Ini di pasar kita jalan sendiri.

17:34Akhirnya ketemu...

17:36Ini kalau di Translate itu POG.

17:38Ini daging POG ini.

17:40Daging babi.

17:42Ini juga ya?

17:44Iya.

17:46Itu apaan?

17:48Kalian ini bukan itu. Itu apaan?

17:50Kayak bakso gitu kan ya?

17:52Apa lo bakso-baksoan sih ya?

17:54Mi bakso gitu.

17:56Coba ini gue.

17:58Translate.

18:00Nah ini kan aslinya kan.

18:04Ini tempatnya kan ya.

18:06Yang kecil aja di mana-mana.

18:08Coba back tadi sebelumnya.

18:10Red pork rice.

18:14Crispy pork rice.

18:16Itu yang di tengah itu.

18:18Crispy pork rice sama red pork rice.

18:20Jadi kita center-center dulu sebelum makan.

18:26Nah yang menarik lagi adalah

18:30yang menarik lagi adalah

18:32kalau kita pesen

18:34teh. Disana itu udah

18:36default.

18:38Tau tai ti kan. Defaultnya tai ti.

18:40Jadi teh sama gula.

18:42Gula sama susu.

18:44Udah lengkap semuanya.

18:48Jadi kayak common kan di Tegal

18:50gak ada warung Tegal ya.

18:52Itu warung nasi biasa, warung nasi ramas.

18:54Actually warung Tegal itu bukan

18:56dari Tegal.

18:58Warung Padang.

19:00Tegal itu tegalan.

19:02Tegal itu pinggiran.

19:04Klusipnya adalah

19:06di Tegal gak ada warung Tegal.

19:08Yang gak tau kenapa Tegal.

19:10Di Padang gak ada warung Padang.

19:12Kalau di Jogja kesan

19:14ST.

19:16Manis kan ya.

19:18Kalau Jakarta kan harus bilang

19:20ST manis.

19:22Yes.

19:24Nah disana di Thailand

19:26apa?

19:28Kalau kita sebut teh.

19:30Mau yang panas

19:32mau yang dingin ya tetep.

19:34Gak tau.

19:36Kalau mau kesan teh tanpa

19:38Gak tau ti. Gak bisa.

19:40Mereka gak tau.

19:42Gak ada konsepnya

19:44tanpa susu.

19:46Gak ada.

19:48Dan kalau bilang kita mau

19:50pesan Thai tea, mereka juga gak ngerti.

19:52Mereka ngerti

19:54ca.

19:56Harus bilang bahasanya mereka.

20:00Thai tea itu apa hal?

20:02Bingung.

20:04Ada orang Tegal nih.

20:06Warung Tegal itu asli Tegal.

20:08Yang jual pasti orang Tegal.

20:10Orang Tegal.

20:12Jangan klaim-klaim.

20:14Baiklah.

20:16Berarti saya salah.

20:18Sekarang yang pernah bilang

20:20Warung Tegal itu adalah

20:22Warung Tegalan.

20:24Tegalan itu pinggir jalan gitu?

20:26Iya.

20:28Ajarin saya berarti yang ngajarin saya

20:30salah.

20:32Kaji Vietnam juga gak ada

20:34kopi Vietnam tau.

20:36Kita udah sebut kopi biasa.

20:38Serius.

20:40Aku Vietnam.

20:42Jadi kalian sarapan apa akhirnya?

20:44Ini?

20:46Bentar.

20:48Thai tea doang.

20:50Nasi telur dadar.

20:54Ini aman.

20:56Ini aman.

20:58Tapi yang Ivan beli gak aman.

21:00Ternyata ada dagingnya.

21:02Ada dagingnya dan gak tau itu daging apa.

21:04Udah dicincang tapi saya makan

21:06enak-enak aja ya sudahlah.

21:08Emang gak apa-apa juga kan

21:10kalau ke makan yang main-main.

21:12Ini kayak apa ya?

21:14Kayak nasi

21:16Hainan ya?

21:18Nasi biasa ya?

21:20Omelette rest aja.

21:22Omelette ya.

21:24Akhirnya makannya ini.

21:26Karena di hotel

21:28kita gak dapat breakfast.

21:30Jadi kita cari

21:32makan sendiri sekaligus

21:34liat-liat.

21:36Iya.

21:38Terus liat oleh-oleh.

21:40Wow.

21:42Ini yang penting.

21:44Ini banyak apa ya?

21:46Banyak buah-buahan yang dikeringkan.

21:48Kayak durian yang dikeringkan

21:50terus mangga.

21:52Ada apalagi ada strawberry ya.

21:54Pisang, jambu.

21:56Eh jambu ada gak ya?

21:58Gak liat.

22:00Ini ada tempat khusus sih.

22:04Duran Montong ya?

22:06Kata istri gue enak.

22:08Duran Montong? Iya.

22:10Enak banget.

22:12Indomie. Gak ada Indomie.

22:14Hah? Gak ada?

22:16Biasa di mana-mana ada?

22:18Kita gak ke supermarket yang ada

22:20Indomie-nya.

22:22Oh ini khusus oleh pusat

22:24oleh-oleh ya?

22:26Kita kecat-kecat kayak pusat.

22:32Oleh-oleh buat turis sih.

22:34Jadi harganya lumayan harga turis.

22:36Gak, kalo buat orang lokal

22:38dia gak bakal beli di sini.

22:40Tapi enaknya itu ada pasar

22:44tradisional.

22:46Terus sebelahnya ada mall.

22:48Jadi kalo misalkan mau gak

22:50nyaman belanja di pasar tradisional bisa belanjanya

22:52di mall.

22:54Dan yang menarik juga katanya waktu pertama

23:00kali dijemput itu di warning

23:02sama warat kan

23:04katanya. Kalo di Thailand itu

23:06kalian akan sangat banyak menemukan

23:107-eleven.

23:12Tiap berapa meter ada 7-eleven.

23:14Tapi mereka gak ada saingannya.

23:187 semua.

23:20Dan kita menyaksikan itu

23:22wah banyak. Ya beneran banyak.

23:24Terus orang sana itu

23:26memang doyan makan.

23:28Dan doyan manis.

23:30Ya.

23:34Jadi kalo ada minuman

23:36atau makanan yang tidak manis itu mereka, eh makanan

23:38masih ada sih. Minuman lah. Minuman

23:40kalo gak manis tuh gak laku.

23:42Berarti orang Jawa Tengah sama

23:44orang Thailand begini ya?

23:46Jadi kalo misalkan kita pesen

23:48Thai tea, less sugar, itu

23:50udah manis banget buat kita. Itu udah manis kalo

23:52buat standar. Kita.

23:54Kalo buat mereka masih kurang.

23:56Oh cocok tuh kalo orang Thailand

23:58kejawabnya berarti coba pesen

24:00S-teh gitu. Selain S-tehnya

24:02manis, manisnya gulanya kalo

24:04standar nih. Kalo gak ngomong less sugar ya.

24:06Beneran kayak diserok gitu loh.

24:08Kayak segayung udah.

24:10Nah kalo bilang gulanya

24:12sedikit aja, ya kayak 1 sendok

24:14teh. Itu gulanya sedikit.

24:161 sendok teh udah.

24:18Kalo gak bilang gulanya kurangin beneran

24:20apa? Sampai munjung gitu gulanya.

24:22Ya.

24:24Berarti kayak orang Thailand lah.

24:26Ya. Nah lanjut ya.

24:28Setelah jalan-jalan, beli oleh-oleh

24:30sedikit ya. Ya beli oleh-oleh semuanya.

24:32Kita gak keluar lagi.

24:34Terus kita ke venue. Ini venue-nya.

24:36Oh.

24:38Itu venue-nya apa? Kayak

24:40gedung conference atau apa gitu?

24:42Kantoran. Kayak 1 gedung

24:44buat startup.

24:46Buat startup.

24:48Jadi ada

24:50aula nya. Working space.

24:52Ada 3.

24:54Dulu sebelum Covid kayak sempet nge-trend ya.

24:56Gedung kayak gini di Indonesia juga banyak.

24:58Di Jogja dimana.

25:00Ada 3 layar

25:02disini. Di tengah sama di ujung.

25:04Ada 3. Nah. Pada saat

25:06rencananya, pada saat keynote, ini

25:08dibuka kayak gini. Jadi semua pada nonton keynote.

25:10Terus abis itu,

25:12pas udah siang, baru

25:14di partisi. Per track.

25:16Itu rencananya.

25:18Setelah kita

25:20pulang, nyobain slide

25:22sedikit, oke.

25:24Pulang besok paginya.

25:26Kita datang.

25:28Tiba-tiba ada masalah.

25:30Tenggal rencana.

25:32Karena ternyata

25:34layar yang kedua yang di tengah ini mati.

25:36Gak bisa dipakai.

25:40Untung bukan panitia lemes ya.

25:44Panitianya sih stres sih

25:46sebenarnya.

25:48Makanya, cuma kalau jadi speaker

25:50yang ikut aja.

25:52Yang gimana?

25:54Yang kombusif aja. Cuma kalau jadi panitian

25:56yang in charge itu bayang si lemesnya.

25:58Iya. Betul.

26:00Stres banget sih pasti.

26:02Karena pada saat

26:04malam itu, pada saat

26:06ditinggal, itu dalam keadaan

26:08oke. Tiba-tiba pagi-pagi jam

26:106 jadi gak bisa.

26:12Padahal lampu, lighting-nya

26:14keren banget loh.

26:16Waking monster-nya.

26:18Bagus banget deh.

26:20Screen itu kan gak segampang itu

26:22nyewa lainnya kan. Maksudnya belum tentu

26:24cocok. Kalau misalnya yang rusak

26:26proyektor, proyektor kan tinggal

26:28sewa yang lain.

26:30Screen LCD-nya gak abal-abal deh.

26:32Bagus banget. Detail.

26:344K.

26:36Dan apa ya?

26:38Ini ya

26:40pikselnya rapat banget.

26:42Gak kayak yang apa?

26:44Proyektor.

26:46Jadi dark mode

26:48aja bagus ya.

26:50Itamnya

26:52bagus.

26:54Nah,

26:56ditungguin sampai jam berapa ya?

26:58Kita kan, kita datang jam

27:008.

27:02Mulai acara itu rencananya jam 9.

27:04Tapi karena ada incident itu akhirnya

27:06dimundurin ya? Sejam ya?

27:08Sejam. Sejam 10.

27:10Makanya kalau temen-temen buka

27:12javascript bangkok.com

27:14itu bukan 2.0.0

27:16tapi 2.0.1.

27:18Mereka langsung update.

27:20Oh, karena ada patch.

27:22Ada commit-nya

27:24fix event, schedule

27:26and location.

27:28Oh, lucu banget.

27:30Fix update.

27:32Kita begitu jadwal. Eh, jadwal kita dimana?

27:34Udah 2.0.1 loh.

27:36Cepet loh update-nya.

27:38Ini pakai

27:40astro loh.

27:42Gue astro!

27:44Iya.

27:46Terus,

27:48gak lama kita jam

27:509.15

27:52apa?

27:54Udah dikasih tahu bakal telat

27:56sejam. Terus yang

27:58isi keynote dateng.

28:00Yang isi keynote adalah

28:02Lihao.

28:04Yang apa?

28:06Kontributornya Stealth.

28:08Salah satu maintainer Stealth.

28:10Iya.

28:12Ngobrol-ngobrol kita so

28:14kenal-so dekat gitu kan. Kirain dia masih

28:16ingat taunya dia lupa. Kamu siapa ya?

28:18Kayak kenal tadi.

28:20Dia kan ketemu orang banyak banget.

28:22Ketemunya kan online juga kan. Kita ketemu sama dia

28:24online kan. Jadi gak terlalu gini kan.

28:26Akhirnya,

28:28"Oh iya, kita pernah ketemu

28:30di gini-gini." Iya, baru ingat kan.

28:32Terus,

28:34yang paling setres salah satunya

28:36dia. Karena kan dia pembuka kan

28:38keynote.

28:40Dan pembahasannya sih

28:42menarik sih menurut

28:44Everybody sih bagus banget.

28:46Jadi tentang

28:48bagaimana cara spell

28:50compiler bekerja. Jadi dia

28:52jelasin, pakai kode

28:54hands-on,

28:56gimana bikin spell

28:58compiler yang basic.

29:00Yang sederhana.

29:02Itu

29:04keren sih.

29:06Jadi dia jelasin bagaimana cara itu

29:08dari kodenya

29:10kode spell

29:12yang biasa.

29:14Dikompal jadi JavaScript ya salah.

29:16Dikompal jadi-jadi

29:18JavaScript yang bisa

29:20dieksekusi.

29:22Dia jelasin yang paling sederhananya,

29:24kasus yang paling sederhananya,

29:26dia breakdown, dan dia

29:28life-coding. Keren.

29:32Cuma itu jenis

29:34beresiko banget

29:36sih. Maksudnya life-coding.

29:38Terus apa? Harus bekerja.

29:40Kerennya pakai life-codingnya. Nanti

29:42coba diceritakan sama Sriza.

29:44Apa namanya? Udah di-program

29:46lah ya.

29:48Iya.

29:50Ada lagin namanya

29:52Hacker Typer. Jadi dia tinggal

29:54ketik nasal, udah diketik

29:56otomatis. Tapi tetap aja beresiko.

29:58Cuman

30:00topiknya itu

30:02mendalam, artinya

30:04biasanya kan tutorial kita

30:06cuma cara pakai framework.

30:08Ini cara bikin framework.

30:12Sebenarnya tujuannya

30:14bukan untuk bikin framework sebenarnya.

30:16Tahu cara kerjanya gimana.

30:18Gak hanya cuman pakai

30:22doang, tapi tahu cara kerjanya.

30:24Actually bukan framework sih.

30:26Compiler.

30:28Cuma kalau swell

30:30dibilang framework pun dia gak nolak.

30:32Kalau react kan agak

30:34nolak.

30:36UI library.

30:38Bisa dibilang compiler.

30:42Swellnya sendiri kan gak di input

30:44di hasil build akhirnya.

30:46Udah tinggal JavaScript biasa.

30:48Kita sampe gak ada sempet nge-videoin.

30:50Padahal bagus banget tuh. Tapi ada kok videonya

30:52nanti.

30:54Di Youtube kok.

30:56Saya sempet koto tapi

30:58kurang bagus hasilnya.

31:00Agak goyang gitu.

31:02Dari belakang jauh kan.

31:04Kan penuh.

31:06Ini bahkan setelah

31:08ketunda 1 jam tetep

31:10tetep entusias ya.

31:12Tetep. Kan dari yang

31:14banyak yang rame, berapa?

31:1660-an, 70, lebih ya?

31:18100-an lah ya.

31:20600 venue ya.

31:22Yang di venue yang besar.

31:24Terus dipindah ke ruangan-ruangan

31:26kecil.

31:28Jadi yang kayak gini. Ini pakai

31:30proyektor.

31:32Akhirnya.

31:34Ya cuman semuanya

31:36berjalan lancar sih. Sampai akhir berjalan

31:38lancar.

31:40Kita gak tahu ada yang komplain depan gak.

31:42Tapi sejauh ini lancar.

31:44Dan ketika acaranya udah dimulai

31:46layarnya bisa

31:48nyala.

31:50Itu sebel banget sih.

31:52Jadi ruangan itu hanya

31:54dipakai untuk makan siang.

31:56Karena panitia udah gak mau

31:58pindah lagi. Soalnya udah ribet banget kan.

32:00Ya lagi berisiko kan kalau ternyata

32:02layarnya LCD-nya besar.

32:04Bukan.

32:06Lebih berisiko mindahin alat-alat

32:08ekonomi logistik buat

32:10live streaming.

32:12Lebih ribet lagi.

32:14Karena kan ruangannya kan lebih kecil.

32:16Ruangannya kan lebih kecil.

32:18Jadi

32:20dari yang keynote-nya

32:22kayak contohnya Lihao ini,

32:24di live streaming ke ruangan-ruangan yang lain.

32:26Berarti ada penonton yang

32:30nonton live streaming doang.

32:32Ya penonton layar.

32:34Karena ya

32:36keterbatasan tempat kan.

32:38Kita sampai

32:40berdiri-bediri di belakang.

32:42Kita sampai gak mau duduk, disuruh

32:44duduk, kita gak mau kasihan penonton

32:46kan yang lain.

32:48Iya. Nah.

32:50Begitu, setelah

32:52si keynote ini

32:54selesai, kita foto-foto dulu ya

32:56sebelum itu ya.

32:58Lihao-nya dewas banget

33:00katanya.

33:02Akhirnya kita ajak ngobrol, kita ajak foto-foto

33:04habis foto-foto,

33:06gak lama,

33:08sempat lima.

33:10Tapi...

33:14Tapi kayaknya dia tau deh. Dia kan detainer.

33:16Dia udah gak involve

33:18terlalu banyak karena

33:20satu pekerjaan, kedua...

33:22Iya sibuk-sibuk.

33:24Dulu bisa banyak

33:26waktu gara-gara pandemik juga

33:28katanya. Jadi kan lebih lama di rumah.

33:30Kalau sekarang udah WFO

33:32dan lumayan sibuk, jadi

33:34dia udah gak involve ke

33:36spet lagi

33:38untuk saat ini.

33:40Cuma menarik, kita

33:42udah minta dia untuk

33:44main-main ke, ngobrolin web

33:46untuk bahas tel, telkit.

33:48Sama

33:50kalau dikerjaannya, dia kan pakai React.

33:52Dan dia pakai

33:54Micro Frontend.

33:56Jadi bisa ditanyain juga.

33:58Dan dia kerja

34:00di Shopee, jadi...

34:02Shopee Indonesia lho,

34:04Shopee.id ya.

34:06Semua web, iya kan, semua web

34:08iya kok, bukan cuma id doang.

34:10Mungkin codebase-nya satu,

34:12dipakai di Indonesia, dipakai di Malaysia,

34:14di Malaysia.

34:16Tapi dia biasanya di Malaysia kan

34:18stay-nya, maksudnya?

34:20Singapura. Aslinya orang Malaysia,

34:22orang Penang.

34:24Tapi stay-nya di Singapura.

34:26Udah,

34:28abis itu kita sempat ketemu

34:30si

34:32Louis ya,

34:34GDG Georgetown

34:36Penang, dia ngisi juga

34:38tentang

34:40Cypress.

34:42Tentang Cypress.

34:44Mirip-mirip

34:46topiknya Ivan ya.

34:48Iya, tapi dia kan

34:50Cypress, artinya

34:52end-to-end testing kan.

34:54Kalau saya kan buat testing banget.

34:56Dan dia kan Cypress ini,

34:58Cypress Ambassador.

35:00Iya, Cypress Ambassador.

35:02Kita sempat ngobrol

35:04banyak.

35:06Terus abis itu nonton beberapa, kita gak sempat

35:08nonton dia sih ya.

35:10Itu berapa track sih yang parallel?

35:12Tiga.

35:14Tiga.

35:16Terus

35:18kita siap-siap mas Riza

35:20tampil.

35:22Mana mukanya?

35:24Layarnya kosong.

35:26Layarnya kosong?

35:28Harusnya kelihatan sih.

35:30Jadi, setelah ini

35:36tampil, abis itu

35:38pindah lagi ya.

35:40Pindah ruangan.

35:42Pindah ruangan, nungguin Ivan ya.

35:44Nungguin Ivan.

35:46Nah, pas nungguin Ivan itu ada

35:48beberapa

35:50komater yang lumayan

35:52menarik. Salah satunya adalah

35:54Pak Thor ya.

35:56Pak Thor.

35:58Ini bagus ya Pak Thor.

36:00Ini.

36:02Jadi,

36:04ya.

36:06Ya, jadi dia pakai

36:08apa?

36:10Pakai LLF apa?

36:12AI model yang

36:14di download web browser.

36:16Web assembly.

36:18Oh.

36:20Ya, gak tau ya.

36:22Pasti Wasm sih sebenarnya.

36:24Wasm dan Web GPU.

36:26Ya.

36:28Ya, kayak yang di demo-in

36:30Pak Thomas Steiner yang di Beijing

36:32kan. Jadi, Pak Thor ini

36:34juga ex-Googler.

36:36Dan dia sekarang di

36:38developer experience

36:40di SuperBase.

36:42Dia sempat ngedemo-in

36:44di browser

36:46untuk itu ya.

36:48Real-time translate.

36:50Real-time translation.

36:52Jadi, dia ngomong

36:54langsung bisa di

36:56di translate dari Inggris ke bahasa

37:00apa dan kalau kita scan

37:02QR code, kita bisa langsung

37:06lewat mobile device kita.

37:08Langsung lihat. Jadi, kayak

37:10di bypass pakai

37:12SuperBase real-time database

37:14pakai web socket. Jadi, tempat

37:16kita bisa langsung lihat

37:18translationnya juga.

37:20Ngerti gak? Jadi, kalau misalnya dia

37:22lagi ngomong, terus

37:24dia pakai

37:26di browser.

37:28Terus itu di streamingkan ke

37:30SuperBase. Terus dari SuperBase

37:32terus ada aplikasi

37:34client

37:36masih di browser juga.

37:38Jadi, di aplikasi client

37:40yang dia, ini satu lagi,

37:42yang nge-fetching data dari SuperBase

37:44real-time itu. Dan langsung

37:46di translate ke

37:48pilihan bahasa apa yang kita mau

37:50di lokal handphone kita.

37:52Oh, jadi

37:54nge-translate-nya di browser

37:56masing-masing ya? Di browser-nya dia

37:58pas dia ngomong, di browser kita.

38:00Tapi, maksudnya, yang si

38:02real-time SuperBase-nya itu

38:04cuma buat transmit

38:06isi speech-nya, audionya.

38:08Jadi, dari dia

38:10the speech to text,

38:12text-nya masuk ke SuperBase real-time

38:14terus di client yang selanjutnya dari

38:16text yang sudah

38:18di streaming itu,

38:20bisa di translate ke bahasa yang kita

38:22tujung. Cuma, maksudnya,

38:24kreativitas nge-translate-nya di

38:26kalau kita ngebuka nih, terus mau pilih

38:28translate ke bahasa Indonesia, kan

38:30berarti itu kerjanya di browser, kan?

38:32Iya.

38:34Dan dia demo-in-nya

38:36pakai Wi-Fi-nya

38:38dimatiin.

38:40Benar-benar offline.

38:42Dan dia juga, yang menarik juga dia demo-in ini

38:44apa?

38:46Semantic Search, ya?

38:48Semantic Search

38:50offline, pakai

38:52Light, yang itu, apa? Yang

38:54bukan

38:56Vector, ya? Vector, ya?

38:58Vector, Context. Jadi, misalkan

39:00kita ada

39:02list nama makanan

39:04buah-buahan sama barang

39:06terus kita minta fruit

39:08dia kasih tahu ini, ini, ini.

39:10Jadi, kayak, apa? Semantic

39:12kan, ya? Istilahnya, ya? Semantic Search.

39:14Jadi, bisa tahu konteksnya.

39:16Buat embed.

39:18Embedding. Jadi, kita

39:20convert sendiri data, misalkan kita punya data

39:22tuh, apa, Jason?

39:24Ada yang buah,

39:26ada yang... Iya, contohnya

39:28kalau, kayak, dia

39:30dia sebut

39:32fruit, nanti Apple keluar.

39:34Kalau dia kita sebut equip, apa?

39:36Computer. Apple, Apple

39:38juga keluar. Bisa lebih.

39:40Iya. Itu

39:42dia pakai

39:44embeding-nya, Vector

39:46database-nya menggunakan SQLite.

39:48Dan jalan di

39:50browser dengan

39:52menggunakan WebAssembly.

39:54Wah, nice. Seru. Cuma

40:00pas liat, apa?

40:02Topik-topik menarik gini,

40:04gue jadi lebih terhibur sih. Maksudnya,

40:06ya udahlah, emang

40:08topic gue sendiri kurang mateng dan

40:10lebih menarik yang kolos-kolos ini.

40:12Jadi, nggak apa-apa, ya.

40:14Kalau yang lain topiknya garing-garing juga kan

40:16kecewa. Apakah

40:18apa gue sebego ini, nggak bisa

40:20apa, nggak bisa pilih topik yang narik

40:22dan dipilih. Cuma kalau topik yang kalah sama

40:24yang begini-gini, ya nggak apa-apa juga sih.

40:26Iya. Jadi... By the way,

40:28topiknya ada banyak loh sebenarnya

40:30sebagus. Cuma

40:32yang kita ikutin, yang bahasa Inggris aja.

40:34Iya. Karena bahasa Thai, nggak ngerti.

40:36Iya. Dan beberapa

40:38yang, terutama yang awal-awal

40:40yang pagi itu kita jarang ikut, karena

40:42kita masih fokus sama persiapan

40:44kita. Iya, persiapan kita. Setelah

40:46selesai, baru kita nonton beberapa

40:48terus abis, Pak Tor,

40:50kita nonton siapa? Nonton ini ya?

40:52Itu F5.

40:54F5JS. Oh, P5.

40:56P5. P5JS.

40:58Pira. Pira.

41:00Ini dia konten kreator.

41:02Konten kreator juga.

41:04Kreatif coding, ya.

41:06Kreatif coding, ya.

41:08Bikin-bikin. P5 itu kan yang sering dipakai

41:10sama, siapa? Coding train itu kan, Pak.

41:12Iya, betul. Daniel Schiffman.

41:14Dia abis

41:16dia abis meng-interview Daniel Schiffman juga,

41:18katanya.

41:20Cari aja, namanya

41:22Pat Vira. P-A-T-T.

41:24P-A-T-T.

41:26Dia orang Thailand?

41:28Dia orang Thailand.

41:30Thailand, tapi bisa lancar

41:32bahasa Inggris.

41:34Dan dia suka bikin

41:36kreatif coding. Jadi, di

41:38konten-kontennya dia itu kreatif coding.

41:40Iya. Yang lucu,

41:42apa namanya, background story-nya.

41:44Jadi, awalnya dia belajar coding

41:46dan dia tidak dapat

41:48esensinya. Nggak suka. Jadi,

41:50apa ya, kuliah kan. Dia kuliah.

41:52Dan itu

41:54apa ya, menyiksa gitu. Karena

41:56dia nggak bisa. Tapi begitu

41:58dia belajar kreatif coding justru

42:00jadi lebih lancar.

42:02Menarik sih.

42:04Kita belum pernah bahas

42:06kreatif coding, ya. Bisa di...

42:08Mudah-mudahan bisa, mau dia

42:10diundang kali ya. Kita udah nanya-nanya

42:12sih. Mau nggak?

42:14Biar, apa, kita bisa

42:16dapat ini juga, apa namanya,

42:18inspirasi juga.

42:20Sudah.

42:22Habis itu,

42:24event siap-siap.

42:26Habis

42:28Pira, event siap-siap.

42:30Aman sih.

42:34Malah, malah

42:36lebih lancar Ivan

42:38daripada saya. Saya bahasa Inggrisnya, wah parah sih.

42:40Dan kayak keburu-buru ya.

42:46Kayak keburu-buru.

42:48Udah sih, bagus juga.

42:50Maksudnya penyampaian Mas Dinta

42:52secara materi

42:54komplit, bagus.

42:56Banyak.

42:58Ya. Tapi begitu udah saya...

43:00Waktunya tinggal

43:02berapa? Masih 15 menit?

43:04Kenapa ini? Jadi bingung.

43:06Tapi ya.

43:08Oke lah, gitu. Kalo Ivan

43:10kayaknya waktunya sempat dipanjangin ya?

43:12Iya, dipanjangin.

43:14Tadinya 10 menit, jadi 15 menit.

43:16Tapi akhirnya nggak ada

43:18demo code ya? Loh.

43:20Gak ada demo code

43:22jadinya.

43:24Sayangnya, udah di-take out ya

43:26demo code-nya ya.

43:28Ya betul. Ya sudahlah.

43:30Ya, Lightning Talk

43:32bukan buat demo code juga sih.

43:34Bukan demo code ya, ngeliatin

43:36snippet code kan ya.

43:38Ya, sebenernya sudah saya capture

43:40jadi video sebenernya sudah ada.

43:42Nah, ini contoh-contohnya.

43:46Terus apa lagi?

43:48Abis

43:50Ivan selesai?

43:52Kita masih disitu ya?

43:54Iya. Alicia J.S.

43:56Nonton yang bikin Alicia J.S.

43:58Santi Om.

44:00Iya, Santi Om.

44:02Santi Om.

44:04Kayak gimana kalo

44:06device besok gua present

44:08pake coupon.

44:10Boleh, boleh, boleh.

44:12Kalo disini, ya mungkin disana

44:14udah kebiasa kali disini, disangka

44:16"Wah, setres ini banget."

44:18Disini kan ada niku-niku itu kan ada juga.

44:20Ya, bukan

44:22di tech conference juga.

44:24Iya.

44:26Tadinya...

44:28Awalnya saya kira kan

44:30dia ini adalah salah satu kontributernya

44:32Alicia J.S. Ternyata dia kreatornya

44:34yang bikin pertama kali, kaget juga.

44:36Orang lokal. Soalnya kan

44:38sehari sebelumnya saya sempet nanyakan ke warna

44:40"Ada gak sih influencer disini

44:42yang istilahnya

44:44influencer coding?"

44:46Dia bilang "Gak ada."

44:48Makanya kaget. Ternyata ada orang lokal yang

44:50jago kayak ini.

44:52Ya, mungkin karena mindset-nya

44:54gak diketliatkan.

44:56Liatan gak ya?

44:58Apa nih? Foundernya Alicia

45:00laki-laki apa perempuan?

45:02Kita gak nanya sih.

45:04Gak berani nanya sih lebih tepatnya.

45:06Iya.

45:08Cuma toloknya dia

45:10tentang apa? Tentang Alicia-nya.

45:12Tentang Alicia J.S.

45:14Lebih ke TypeScript.

45:16TypeScript.

45:18You might not need TypeScript.

45:20Bukan, bukan. Apa ya?

45:22Pahaya gimana caranya

45:26bikin library yang

45:28mengakomodir fitur-fitur TypeScript

45:30gitu lah kira-kira.

45:32Coba tanya nih penyonton nih.

45:34Ini quiz-nya.

45:36Apa tuh quiz-nya?

45:38Quiz-quiz itu itu.

45:40Oh ini. Dikirain, dikirain.

45:42Interface.

45:44Dijobanya apa?

45:46Dijobanya apa?

45:48Ada function add a.2 integer

45:50b.2 integer

45:52terus.2 integer diakhirnya.

45:54Dikirin a.2 b.

45:56TypeScript. Salah ya.

45:58Dibakan.

46:00Dibakan.

46:02Dibakan. Bukan.

46:04Bukan. Apa ternyata?

46:06Ternyata adalah

46:08ternyata

46:10es4 itu

46:12JavaScript itu hampir punya

46:14system sebelum TypeScript.

46:16Jauh sebelum TypeScript.

46:18Es4 itu pas kapan aja bahkan itu

46:20gue gak kebayang sih.

46:22Gak diloncing kan?

46:24Yang sempat ada yang dulu kita bahas

46:26yang mereka konflik lama banget gak

46:28ke aktivitas itu kan?

46:30Iya. Jadi dari es3 langsung loncat kan?

46:32Ke es5 apa es6?

46:34Es5 langsung.

46:36Sama kayak php

46:38php 56

46:40php 6-nya.

46:42Php 6

46:44gak loncing-loncing kan?

46:46Berantem. Jadinya php 7.

46:48Oh Valery tahu loh.

46:50Valery tahu loh. Mantap.

46:52Terbiasa. Kita aja gak

46:54tau sama sekali ternyata

46:56pernah ada history seperti itu.

46:58Damar punya ide apa?

47:02Mau

47:04talk pakai ini ya? Cosplay ya?

47:06Cuma isi talk-nya ada hubungannya

47:10sama kostumnya dia gak? Atau cuma ciri

47:12khas dia aja? Cuma style dia?

47:14Alicia itu kan nama

47:16anim kan?

47:18Terus semua

47:20release-release-nya itu berhubungan

47:22sama OST

47:24soundtrack-nya, soundtrack-nya anim

47:28atau manga.

47:30Bagi yang gak tau

47:36Alicia JS itu apa?

47:38Alicia JS?

47:40Apa ini? Ini menarik.

47:42Itu tidak mungkin untuk membuat typescript,

47:44typescape, light from type.

47:46Slide-nya dia coba gambar-gambarnya ada kayak

47:48kartun-kartunnya gitu.

47:50Wibu ya.

47:52Alicia JS itu adalah framework

47:54untuk boon.

47:56Sudah mau

48:02release-nya katanya bisa

48:04menerima rantem lain.

48:06Iya buat rantem lain.

48:08Plus Alicia. Gila hipster banget itu

48:10track-nya.

48:12Mirip-mirip lah seperti

48:18Express dan teman-temannya yang lain ya

48:20yang request-response ya.

48:22Didefinisikan,

48:24redacted, ada

48:26pos bisa websocket,

48:28listen.

48:30Sinternya kayak

48:32Express. Cuma by default

48:34typescape ya?

48:36Ya, dibikin dengan

48:38script juga.

48:40Terus juga

48:42kalau apa?

48:44Lebih cepat daripada Express katanya.

48:46Lebih cepat daripada Go tuh.

48:48Spring, Java.

48:52Fastify.

48:54Di atas.

48:56Ya.

48:58Nanti bakal

49:00release berikutnya bakal dibikin adapter

49:02untuk berbagai runtime

49:04termasuk Node dan juga

49:06Adeno. Katanya gitu.

49:08Ya, pesaingnya Hono.

49:10Yang alternatif dari Hono juga.

49:12Kebantu rantemnya

49:14Boon. Ya, bisa jadi.

49:16Kucuriga kayak gitu.

49:18Tapi dia ada

49:20ini juga. Pernama salah performance

49:22dan dia berhasil resolve performance

49:24issue itu.

49:26Di salah satu beberapa slide-nya

49:28menceritakan

49:30kalau typescript itu

49:32parsingnya itu membuat

49:34lambat.

49:36Jadi dia solve itu

49:38banyak

49:40dan berbagi pengalaman.

49:42Yes.

49:44Cool.

49:46Udah.

49:48Dari situ

49:50habis ya? Terakhir ya?

49:52Penutup ini ya?

49:54Di akhir kali ya?

49:56Di akhir ya?

50:04Betul.

50:06Setelah itu kita sempat foto

50:08rame-rame.

50:10Habis itu pulang

50:12kita diajak ke restoran

50:14yang fancy banget ya.

50:16Seafood.

50:18Itu yang punya

50:20celebrity chef di sana.

50:22Nih dari

50:26bentar.

50:28Ini tampang-tampang

50:32sebelum makan.

50:34Ini

50:36orang lokal Thailand.

50:38Ini Thailand juga.

50:40Kita dari Indonesia. Ini Lihau dari

50:42Penang. Ini Louis dari

50:44Penang juga.

50:46Jadi biasanya

50:48kalau

50:50ketiga rumpun ini berkumpul

50:52yang jadi perdebatan adalah

50:54durian mana yang paling enak?

50:56The battle of the durians.

51:00Mereka ribut tuh. Yang satu

51:02montong, yang satu

51:04musangking. Kita yang medan durian

51:06murah, gimak aja ya.

51:08Mereka kan duriannya

51:12mahal-mahal semua.

51:14Persatukan nasi dan durian.

51:16Nasi dan durian.

51:18Iya. Habis itu kita ngecek-ngecek

51:20di sini

51:22ada rujak nggak? Oh ternyata di

51:24Malaysia itu ada rujak. Tapi R.O.

51:26Rojak.

51:30Terus ada apa lagi gitu.

51:32Jadi seru sih.

51:34Membandingkan buah mana

51:36yang nggak ada di negara kalian.

51:38Disana ada nangka nggak ya?

51:40Ada.

51:42Ada beberapa.

51:46Rojak.

51:48Cendol juga ada. Sehari

51:50sebelumnya kita diajak makan ada cendol.

51:52Betul.

51:58Sama lagi.

52:00Walaupun lebih enak karena di resto ya.

52:02Karena di resto.

52:04Baru inget di Thailand itu

52:06ada satu buah yang nggak ada.

52:08Yang cuma ada di Indonesia.

52:10Buah batu.

52:12Oh ini jok.

52:16Ya.

52:18Nah ini pasti efeksonnya.

52:20Ya kadang-kadang ada

52:26nama buah atau nama makanan yang

52:28berbeda.

52:30Tapi sama.

52:32Kalau

52:34Indonesia-Malaysia kan

52:36Kepon versus Oneon-nya kan

52:38kebelik.

52:40Terus kemarin itu kita sempat dikasih

52:42ada kue apa gitu namanya yang kecil gitu

52:44taunya kayak naga sari.

52:46Itu kapan ya?

52:48Sehari sebelumnya.

52:50Ada jumat-jumat. Jumat malam.

52:52Yang habis liat venue.

52:56Saya pengen kasih.

52:58Gue lupa.

53:00Waran.

53:02Yang kita makan itu. Makan mie.

53:04Oh iya.

53:06Ada cendol, ada itu.

53:08Ya emang.

53:10Maksudnya fruitnya mirip ya.

53:12Fruitnya sama.

53:14Implementasinya yang

53:16lain-lain sama namanya lain.

53:18Kayak framework Javascript.

53:20Yang lucu itu.

53:24Kenapa di Malaysia ada yang namanya

53:26es bandung? Di Indonesia nggak ada.

53:28Itu es campur kan ya?

53:30Iya. Jadi di sana itu artinya

53:32bandung. Katanya bukan bandung

53:34nama tempat. Bandung itu

53:36di sana kayak campur.

53:38Es pink. Pinky-pinky gitu.

53:40Manis-manis.

53:42Sirup.

53:46Kue bandung.

53:48Ada kue bandung ya?

53:50Oh martabak itu kue bandung emang?

53:52Gak tahu kita malah.

53:54Yang pernah dikasih tahu cuma es bandung doang.

53:56Gatanya itu nggak ada hubungannya sama

53:58bandung nama tempat di Jawa Barat.

54:00Anak-anaknya aja.

54:02Ya gitu lah ceritanya.

54:04Jadi malamnya.

54:06Itu tuh katanya buah kepayang. Kluok nggak ada

54:08di Malaysia. Kluok.

54:10Berutahu. Kluok itu buah kepayang.

54:12Mungkin ada.

54:14Cuma kita nggak tahu namanya.

54:16Cuma lebih

54:18distracted sama itu sih.

54:20Namanya buah kepayang kan ada mabok kepayang.

54:22Berarti kalau makan kluok banyak

54:24mabok gitu.

54:26Kluok itu yang buat rawon sama

54:28brongkos.

54:30Denis ya kan.

54:32Setau gua cuma buat rawon deh.

54:34Brongkos.

54:36Brongkos itu apa?

54:38Brongkos itu apa?

54:40Nama pemain bola.

54:42Nama pemain bola.

54:44Ya nggak apa itu.

54:46Kalian

54:48suka banget deh.

54:50Kau nya bukan brongkos.

54:52Ini namanya.

54:54Bantuk Kaidong.

54:56Bantuk Kaidong.

54:58Mereka tetap pakai latin.

55:00Kuruf latin juga ya.

55:02Maksudnya nggak cuma alfabetnya mereka.

55:04Ya supaya bisa

55:06dibaca sama turis kayak kita-kita ini.

55:08Iya.

55:10Cuma berarti itu common practice ya.

55:12Ini sambal.

55:14Ini cumi.

55:16Sayur.

55:18Kawi.

55:20Nah baru tau kalau Tomyam itu ada kuah bening.

55:22Ada kuah bening.

55:24Ada kuah merah.

55:26Merah.

55:28Nah ini pernah diceritain katanya.

55:30Kalau di sana Tomyam itu sebenarnya kayak Soto

55:32di Indonesia. Soto itu kan kita punya konsep

55:34Soto tapi kayak bahkan

55:36di Jakarta, di Bandung, di

55:38masing-masing daerah ada variasi.

55:40Sedikit-sedikit tapi kurang lebih mirip.

55:42Kita punya bayangan Soto itu kayak gimana.

55:44Kalau di Thailand, nggak tau nih bener

55:46atau nggak, pas mau

55:48mempopulerkan Tomyam ke luar negeri

55:50men-streamline kan cuma satu

55:52macam Tomyam yang selama ini kita

55:54kenal. Jadi maksudnya biar brandingnya

55:56gampang, Tomyam yang

55:58di eksport lah yang

56:00dipopulerin ke luar negeri itu

56:02cuma satu macam itu walaupun internally

56:04di Thailand varian Tomyamnya

56:06macem-macem.

56:08Iya.

56:10Tapi pedes.

56:12Iya, pedes. Pedes asem ya.

56:14Pedes asem ya.

56:16Ah tahun depan harus solos

56:18biar bisa makan Tomyam kopi.

56:20Iya, ini Tomyam, nasi goreng

56:22seafood.

56:24Ini Tomyamnya

56:26lebih detail. Nah ini

56:28kepiting ini.

56:30Mbak Srisen nggak kan dimakan

56:32banyak-banyak.

56:34Kolesterol gila ya.

56:36Takut.

56:40Ketauan umur.

56:42Dan umir.

56:44Bukan mabok.

56:46Tapi gara-gara kepiting

56:48kolesterol.

56:50Banyak ya buah kecapi kita nggak nanya.

56:52Buah Gandaria, buah Bintaro

56:54ada buah Bintaro.

56:56Bintaro tuh ada pohon namanya Bintaro

56:58dan itu buahnya bikin

57:00gatel kalau nggak salah.

57:02Rumbia nih.

57:04Di Aceh sudah. Rumbia

57:06tahu nggak? Tidak tahu ya.

57:08Buat

57:10rujak Aceh itu pakai rumbia.

57:12Kalau Gandaria

57:14tuh dulu cuma tahu kalau main

57:16MBC 5 Dasar dapet G,

57:18kudinyebut nama buah mah itu Gandaria.

57:20Cuma nggak tahu. Gak ada yang lain gitu.

57:22Gendaria sama GoHop

57:24dan dua-duanya nggak tahu itu apa sih.

57:26Cuma buat jawab.

57:28Sama di sana ada itu

57:30Polismuk.

57:32Safe nggak ya kalau ditunjukin di sini.

57:34Jangan, jangan, jangan.

57:36Itu ada sensornya loh.

57:38Tapi di sana.

57:40Tapi kan

57:42saya nanya kan waktu itu ngobrol sama

57:44Ivan aja berdua gitu kan. Ini kok

57:46biasanya kan

57:48kalau ada sesuatu yang unik

57:50seperti itu, biasanya kan

57:52dipromosiin sama orang lokal kan.

57:54Tapi ini waran nggak pernah ngomong sama sekali.

57:56Akhirnya kita tanya,

57:58"Pernah nyoba nggak?" Gitu.

58:00Nggak. Terus pendapatnya

58:02tentang itu apa? Ternyata mereka nggak

58:04setuju sebenarnya.

58:06Ya, tidak setuju dengan

58:08legalisasi itu.

58:10Legalisasi itu.

58:12Tapi maksudnya ada

58:14dempaknya jadi rusuh atau jadi gimana?

58:16Nggak sih. Sepi-sepi aja ya masnya.

58:18Sepi-sepi aja.

58:20Iya.

58:22Kalau yang nggak tahu apa Polismuk itu

58:24yang daunnya 5 deh.

58:26Yang daunnya 5.

58:28Yang bikin melayang gitu ya.

58:30Masa

58:32logo iklannya itu apa?

58:34Red Eye Smiles A Lot.

58:36Kan aneh.

58:38Senyum-senyum terus gitu.

58:40Ya kan itu literally

58:42dempaknya

58:44if you know, you know gitu lah intinya.

58:46Kita audience-nya langsung tahu kan itu apa

58:48tanpa nyebut barangnya,

58:50tanpa ngasih gambarnya.

58:52Itu betul sih kalau dari...

58:54Jadi ada 3 hal

58:56di jalan yang kita dari hotel menuju

58:58venue. Cuma ada 3 hal

59:00yang banyak.

59:02Makanan.

59:04Makanan, bukan makanan.

59:06Terus kemudian

59:08massage, pijat.

59:10Satu lagi tempat Holy Smoke.

59:12Udah.

59:14Ya kan simbiosis.

59:16Abis dari situ

59:18lapar kan makan.

59:20Jadi ya sebetulnya simbiosis.

59:22Abis sudah kerjanya, pijat.

59:24Cuma berarti warga lokal kurang...

59:28Mereka kurang setuju ya

59:30beberapa... Tapi nggak sampai konflik.

59:32Maksudnya nggak sampai gimana-gimana ya.

59:34Cuma internally mereka nggak excited aja.

59:36Iya.

59:38Mungkin itu ditujukan untuk

59:40orang luar kayaknya.

59:42Sama kayak Malaysia lah.

59:44Malaysia kan kalau judi

59:46itu kan haram. Tapi mereka ada

59:48Genting Island. Nah kayak gitulah kira-kira.

59:50Bukan Genting Island, Mas.

59:52Genting Highland.

59:54Oh Highland.

59:56Ya, di Pembukitan.

59:58Oke.

1:00:00Baiklah.

1:00:02Udah. Malam

1:00:04kita pulang, terus besoknya

1:00:06berangkat jam 9.30.

1:00:08Kita pulang dari restoran udah kayak penyengbego.

1:00:10Penyengbego bener.

1:00:12Udah lah, makanannya sepenyek-penyek itu.

1:00:14Sampai hotel tidur.

1:00:20Besoknya balik ke

1:00:24Jakarta.

1:00:26Sampai sini minggu malam.

1:00:28Nah, ini ada pertanyaan

1:00:30menarik nih. Teknis tapi.

1:00:32Kenapa ya,

1:00:34di JavaScript framework yang sering muncul itu

1:00:36minimalis framework ketimbang full batteries.

1:00:38Iya, semua itu ya.

1:00:40Hampir semua gitu.

1:00:42Itu kemarin yang red what full battery?

1:00:44Iya, kan seringnya.

1:00:46Keyword-nya adalah sering.

1:00:48Yang muncul,

1:00:50yang terkenal kan express.

1:00:52Ada Hono.

1:00:54Yang tadi Alicia JS.

1:00:56Itu semuanya minimalis framework semua.

1:00:58Next nggak minimalis?

1:01:00Sering muncul?

1:01:02Kan itu meta framework.

1:01:04Back-end kali ya?

1:01:06Back-end kali ya?

1:01:08Full stack.

1:01:10Cuma gimana ya, mungkin JavaScript itu kan

1:01:12kayak fragmented.

1:01:14Fragmented banget nggak sih?

1:01:16Kayak kalau misalnya dikasih satu

1:01:18paket itu semua, nanti nggak cocok

1:01:20buat ini. Anggular?

1:01:22Gak cocok buat itu, itu protes.

1:01:24Anggular kan full-fledged kan?

1:01:26Iya.

1:01:28Dino juga

1:01:30lumayan full.

1:01:32Dino lumayan lengkap.

1:01:34Jadi

1:01:36sebenarnya tergantung

1:01:38mainnya kemana sih?

1:01:40Sebenarnya follow siapa?

1:01:42Kalau follow-nya yang suka minimalis,

1:01:44nggak terlata minimalis. Tapi sebenarnya

1:01:46kalau kita ikut grup yang

1:01:48yang anggular,

1:01:50ya full-fledged.

1:01:52Saya nangkep nih

1:01:54pertanyaannya.

1:01:56Misalkan contohnya ya, di Ruby,

1:01:58itu yang terkenal yang paling populer apa?

1:02:00Rails kan? Full battery kan?

1:02:02Di Python ada Django.

1:02:04Itu menominasi ya?

1:02:06Kalau kita pakai Python,

1:02:08otomatis hampir pasti kita akan

1:02:10belajar Django orang-orang di sekitar kita.

1:02:12Komunitasnya banyakan pakai Django.

1:02:14Kalau PHP?

1:02:16PHP, banyakan apa?

1:02:18Laravel atau OCI. Itu full battery

1:02:20juga kan?

1:02:22Kalau JavaScript kayak cabang-cabang

1:02:24pilih.

1:02:26Kalau JavaScript yang paling populer apa? Express.

1:02:28Kalau misalkan Ruby,

1:02:30yang paling populer,

1:02:32Sorry, bukan Django, Rails.

1:02:34Tapi populer kedua,

1:02:36baru yang minimalis.

1:02:38Sinatra.

1:02:40Emang kalau JavaScript, tekanannya

1:02:42Express gitu?

1:02:44Yang backend ya?

1:02:46Kita ngomongin Node.js ya?

1:02:48Bukan ngomongin frontend framework.

1:02:50Nah, cuma salah satu

1:02:52pembedanya itu juga sih, JavaScript

1:02:54kan rancu. Bisa full stack,

1:02:56bisa backend, bisa frontend,

1:02:58bisa any combination thereof.

1:03:00Kayak misalnya pakai Express

1:03:02buat routing, di depannya,

1:03:04misalnya client-side, di browser, pakai apa?

1:03:06Pake React kan? Bisa aja kan?

1:03:08Jadi mungkin itu memprescribe

1:03:10nih, pakai sepaket.

1:03:12Ya, itu kita ngomongin

1:03:14web framework yang

1:03:16request-response, yang

1:03:18tradisional request-response kan?

1:03:20Itu kebanyakan. Dan di

1:03:22JavaScript, kalau dulu saya kebayangnya gitu,

1:03:24benar juga ya, kenapa yang populer

1:03:26justru yang minimalis-minimalis.

1:03:28Baru kemudian muncul kayak

1:03:30Adonis,

1:03:32muncul Redwood, gitu kan?

1:03:34Yang ada generate-generate-nya.

1:03:36Meteor, lupa ya sama meteor ya?

1:03:38Meteor, iya.

1:03:40Ya, tapi

1:03:42dia jalan, ya itu full stack sih.

1:03:44Cuman kan nggak populer juga.

1:03:46Ya kan? Tapi mungkin

1:03:50bahkan kayak, apa ya,

1:03:52di ekosistem JavaScript,

1:03:54sunken fragmented dan banyak

1:03:56banget kombinasi yang bisa dibuat,

1:03:58jadi kayak nggak ada dominasi sama sekali.

1:04:00Jadi maksudnya mungkin persepsi

1:04:04orang lihat, oh iya ya,

1:04:06kayak seringnya minimalis. Kayak tadi kan

1:04:08persepsi seringnya minimalis.

1:04:10Atau nggak kan sebenarnya,

1:04:12itu kan berarti presentase ya.

1:04:14Kayak kita harus, kalau misalnya

1:04:16iseng banget pengumpulin data, framework

1:04:18ada berapa, apa saja yang dianggap framework,

1:04:20mana yang punya

1:04:22full feature, kayak routing lah,

1:04:24apa, run-end,

1:04:26atau database,

1:04:28ORM, dan lain-lain.

1:04:30Cuma kan,

1:04:32biasanya nggak se detail itu,

1:04:34cuma persepsi aja.

1:04:36Lihat ada express,

1:04:38lihat ada tadi Alicia,

1:04:40lihat ada semacamnya, kayak apa,

1:04:42fresh, apa, deno fresh kemaren,

1:04:44kerasanya, oh iya kayak

1:04:46minimalis aja kerasanya.

1:04:48Itu sangking banyaknya,

1:04:50macam-macam kombinasi dan pilihan, jadi kayak,

1:04:52oh, kita lihat beberapa yang

1:04:54minimalis, terus persepsi kita,

1:04:56oh iya kayaknya banyak yang minimalis.

1:04:58Ada faktor itu deh.

1:05:00Mungkin juga karena

1:05:02si Node ini biasa

1:05:04digunakan di ekosistem

1:05:06microservice.

1:05:10Jadi nggak monolitik.

1:05:14Iya kan?

1:05:16Kalau misalkan PHP,

1:05:18Ruby,

1:05:20Python, biasanya kan

1:05:22digunakan di lingkungan yang

1:05:24awalnya mulainya dari

1:05:26monolitik kan, baru kemudian

1:05:28dikecil-kecil jadi

1:05:30microservice.

1:05:32Kalau Node kan biasanya

1:05:34memang dia,

1:05:36memang dia

1:05:38kuatnya,

1:05:42strong pointnya adalah

1:05:44di service-service

1:05:46kecil tapi banyak.

1:05:48Dia nge-serve kecil-kecil tapi banyak,

1:05:50sering gitu, dibandingkan kalau service

1:05:52yang gede, processing

1:05:54lama, nah itu dia nggak kuat, makanya

1:05:56orang lebih memilih Go, atau

1:05:58Rush, atau makin yang lain.

1:06:00Node kan single-credit.

1:06:02Iya, justru itu dia

1:06:04yang kecil-kecil tapi sering

1:06:06kayak chat, real-time,

1:06:08dashboard, apa buat

1:06:10lempar-lempar kecil-kecil aja gitu.

1:06:12Mungkin itu juga yang membuat kenapa

1:06:14populitas frameworknya justru

1:06:16yang minimalis. Mungkin ya.

1:06:18Nggak tahu juga gitu.

1:06:20Tapi semakin kesini kayaknya semakin mulai banyak

1:06:22yang membandeling-bandeling gitu

1:06:24sekarang udah ada Prisma, banyak

1:06:26framework yang udah

1:06:28pake Prisma sebagai ORM-nya,

1:06:30terus kayak

1:06:32apa, dibandeling juga

1:06:34sama React, kayak Redwood,

1:06:36ada apa lagi ya yang pake-pake

1:06:38generator gitu.

1:06:40Mulai banyak lah, termasuk juga

1:06:42Deno, yang walaupun dia

1:06:44mulai dari

1:06:46sesuatu yang minimalis,

1:06:48tapi dia menyediakan database-nya,

1:06:50menyediakan templating language-nya,

1:06:52menyediakan apa-apa.

1:06:54Linter, Deno ada linter-nya.

1:06:56Ada linter-formater ya.

1:06:58Jadi mungkin

1:07:00termasuk juga Un.js itu kan banyak ya.

1:07:02Jadi kayak tools terpisah

1:07:04kecil-kecil, nanti mungkin

1:07:06siapa tahu bisa digabung jadi

1:07:08satu tools

1:07:10yang kesatuan gitu.

1:07:12Jadi satu kesatuan.

1:07:14Makanya boilerplate laku

1:07:16banget ya.

1:07:18Iya, iya, iya, iya.

1:07:20Benar-benar. Yang opinion

1:07:24negative jarang ya

1:07:26kalau di

1:07:28JavaScript ya.

1:07:30Ya itu Redwood kan opinionated banget.

1:07:32Iya, tapi

1:07:34nggak begitu populer.

1:07:36Kalah populer kan dibandingin yang

1:07:38non-opinionated.

1:07:40Kayaknya suku bangsa

1:07:42pengguna JavaScript itu

1:07:44dia lebih anti-opinionated

1:07:46kebanyakan.

1:07:48Mau yang agnostik dia ya.

1:07:50Pengennya sesuatu yang gampang aja

1:07:52kayak Next.js paket-paket sudah

1:07:54selesai.

1:07:56Padahal itu nyusahin depannya

1:07:58sih mau milih apa.

1:08:00Jadi harus mikir lagi.

1:08:02Tapi mungkin ada faktor ini juga

1:08:04karena di NPM

1:08:06itu kan library-nya kecil

1:08:08dan banyak kan dibandingkan sama

1:08:10library

1:08:12bahasa yang lain kan.

1:08:14Apa aja ada gitu

1:08:16di sana. Jadi orang

1:08:18contoh ngeliat, oh ini ada. Ya udah, ambil aja.

1:08:20Akhirnya nggak butuh yang

1:08:22battery-included. Udah ada semua

1:08:24gitu.

1:08:26Sama mungkin penggunaan kayak

1:08:28corporate, established

1:08:30corporate versus startup

1:08:32atau agensi

1:08:34yang relatif kecil, yang bisa lebih

1:08:36experimental.

1:08:38Coba liat yang battery-included

1:08:40semuanya kan, kayak

1:08:42Laravel, Rails, atau Django, itu semua

1:08:44mereka bikin sendiri kan. ORM-nya mereka

1:08:46bikin sendiri.

1:08:48Apalagi, pokoknya semua item-nya

1:08:50itu mereka bikin sendiri kan. Sedangkan

1:08:52kalau di JavaScript, kayaknya

1:08:54oh udah ada di NPM nih, ngapain bikin

1:08:56sendiri, ambil aja tinggal connect-in. Udah.

1:08:58Hirebase.

1:09:02Hirebase. Kan JS juga.

1:09:04JS juga belakangnya.

1:09:06Untuk connect.

1:09:08Iya.

1:09:10Apa lagi?

1:09:16Ada lagi yang mau dibahas.

1:09:18JS bisa fault tolerance nggak ya?

1:09:22Bisa aja sih.

1:09:24Tapi sulit.

1:09:26Wait, fault tolerance itu

1:09:28apa sih?

1:09:30Kalau error

1:09:32bentar. Tidak membuat

1:09:34server-nya mati.

1:09:36Ya. Tetap jalan

1:09:38bisa. Nggak ngeblock. Oh, berarti

1:09:40buat apa? Server-side

1:09:42JS ya? Yes.

1:09:46Betray chance.

1:09:48Yang banyak.

1:09:50Yang banyak.

1:09:52Ya.

1:09:54Mungkin next-nya kita bisa

1:09:56bahas tentang Elysia.

1:09:58Bisa bahas tentang creative coding

1:10:00dan bisa bahas tentang spells

1:10:02dan spell kit ya.

1:10:04Kalau creative coding, sudah nemu

1:10:06orangnya, mau

1:10:08spell, itu kan

1:10:10legal juga, mau. Ya, dia

1:10:12mau. Si Pat-Cham mau juga?

1:10:14Pat mau.

1:10:16Jadi kita bisa

1:10:18diskusiin.

1:10:20Iya.

1:10:22Terus,

1:10:24kalau sama

1:10:26Tion, kita nggak nanya ya.

1:10:28Iya.

1:10:30Dia sibuk. Banyak yang minta foto.

1:10:32Banyak yang minta foto.

1:10:34Iya. Begitu habis

1:10:36ketemu sama Lihao, tiba-tiba

1:10:38spell 5.

1:10:40Tapi minggu depan

1:10:42kita bahas apa?

1:10:44Bahas ulang tahun dulu.

1:10:46Iya, minggu depan kita sebenarnya ini

1:10:48edisi 103,

1:10:50yang adalah episode ke 104.

1:10:52Sebenarnya ini adalah

1:10:54ulang tahun yang ke?

1:10:562.

1:10:58Yang kedua ya.

1:11:00Gampangnya.

1:11:02Gampangnya kalau udah ketemu Vidcon,

1:11:06itu berarti

1:11:08iya bener.

1:11:10Bener, bener, bener.

1:11:12Iya. Terus edisi ulang tahun

1:11:14mau kita bahas apa nih, temen-temen?

1:11:16Mungkin ada ide nggak sih?

1:11:18Kita mau bahas rencana,

1:11:20kemarin kita mau ngobrol juga.

1:11:22Apa ya?

1:11:24Kira-kira mau, ada

1:11:26beberapa hal yang mau di...

1:11:28Bahas Laravel.

1:11:30Bahas Laravel.

1:11:32Kok jadi Laravel?

1:11:34Kita pernah bahas Laravel

1:11:36nggak sih? Pernah kan?

1:11:38PHP, bahas PHP.

1:11:40Oh nggak, yang khusus ngobrolin

1:11:42Laravel?

1:11:44Belum.

1:11:46Nah, bisa.

1:11:48Mau lanjut

1:11:50bahas drama WordPress?

1:11:52Bosen.

1:11:54Bosen.

1:11:56Ini, pembahasan

1:11:58kok bisa konsisten?

1:12:00Karena ada temennya?

1:12:02Kalau kayak gini, nggak konsisten.

1:12:04Terus cari temen.

1:12:06Itu sosial efek sih.

1:12:08Sosial efek, iya.

1:12:10Kok banyak banget yang mau bahas Laravel ya?

1:12:12Nah, berarti ya emang harus

1:12:14bahas Laravel.

1:12:16Ada nggak sih Laravel Indonesia?

1:12:18Komunitasnya?

1:12:20Kita ajak-ajak.

1:12:22Boleh, boleh. Nanti tanya

1:12:24Pak Dika kali ya. Laravel siapa yang bisa

1:12:26diundang ya?

1:12:28Terus Pak Dika bilang, "Saya aja."

1:12:30Ya boleh, nggak apa-apa.

1:12:32Langsung viewer-nya jadi unatusan gitu.

1:12:34Maksud kita juga gitu,

1:12:36cuman kita nggak enak kan omongnya?

1:12:38Kalau nodong hansung.

1:12:40Enggak lah.

1:12:42Kayaknya pasti Pak Dika

1:12:44merekomendasikan orang lain, nggak mungkin

1:12:46merekomendasikan diri sendiri.

1:12:48Kalau dia bingung

1:12:50merekomendasikan siapa,

1:12:52baru kita tahu dong. Ya udah.

1:12:54Masih ini aja yang pernah di

1:12:56webconf, eh webconf apa?

1:12:58webconf itu siapa?

1:13:00Yang dari

1:13:02Surabaya apa dari?

1:13:04Mana tuh? Lupa namanya.

1:13:06Siapa?

1:13:08Yang punya

1:13:10online course juga.

1:13:12Sama satu hal yang

1:13:16belum pernah kita bahas nih sedikit nih.

1:13:18Apa tuh?

1:13:20Kekompakannya Bangkok Jazz itu

1:13:22luar biasa loh, sampai mereka bisa bikin

1:13:24events gitu bagusnya.

1:13:26Dan orang-orangnya juga kompak.

1:13:28Kita

1:13:30bagaimana membangkitkan lagi

1:13:32ekosistem web

1:13:34dan JS di Indonesia.

1:13:36Itu kemarin kita sempat

1:13:38bahas di taksi ya, pas mau pulang ya.

1:13:40Rencana-rencana

1:13:42kita, ide-ide kita.

1:13:44Kalau

1:13:46nggak digiatkan,

1:13:48kalah kita sama

1:13:50negara lain.

1:13:52Oh iya, Bangkok JS ini

1:13:54kan yang ada dengkotnya

1:13:56kan, salah satunya kan itu ya

1:13:58warat ya, yang udah

1:14:00lumayan senior juga.

1:14:02Sebenernya mereka itu

1:14:04berhenti di pandemi kan, yang

1:14:06Bangkok Jazz 1.0.0

1:14:08terus nggak ada rencana mau bikin

1:14:10yang 2.0 ini.

1:14:12Mereka cuman bikin

1:14:14meet up bulanan.

1:14:16Regular meet up, iya.

1:14:18Regular meet up aja, terus tiba-tiba.

1:14:20Tapi bikin meet up bulanan rutin juga

1:14:22udah hebat loh itu.

1:14:24Udah hebat, luar biasa.

1:14:26Ada konsistensi, ada regenerasi,

1:14:28ada orangnya kan.

1:14:30Nah, tiba-tiba yang muda-muda ini

1:14:32ngide, yuk kita bikin conference yuk

1:14:34tapi nggak usah sebesar yang

1:14:36versi 1, karena versi 1

1:14:38sampai ribuan yang datang.

1:14:40Kalau ini kita batasin aja nggak sampai 1000 lah,

1:14:42600 atau 500 gitu.

1:14:44400 awalnya.

1:14:46Oh 400 ya awalnya ya, 400.

1:14:48Tapi tiket di jual 600.

1:14:50Tujuannya adalah

1:14:52ngumpulin duit buat

1:14:54conference tahun depan sama untuk

1:14:56bulanan meet up ini, gitu.

1:14:58Jadi mereka ngumpulin duit buat meet up

1:15:00dan conference tahun depan.

1:15:02Jadi luar biasa sih

1:15:04apa namanya, inisiatifnya

1:15:06mereka yang muda-muda ini.

1:15:08Berarti mereka udah mikirin sustainability

1:15:10juga kan ya, maksudnya apa

1:15:12tiketing, bisa buat

1:15:14support aktivitas selanjutnya.

1:15:16Keren sih berarti.

1:15:18Iya, dan ya itu mereka

1:15:20berusaha untuk lebih pragmatis karena ya

1:15:22waktu duit kan.

1:15:24Dan makin konsisten, makin

1:15:26maksudnya makin mereka bikin bulanan kan

1:15:28makin lebih gampang kalau bikin

1:15:30proposal cari sponsor kan, karena bilang

1:15:32ini event bulanan loh, ini dokumentasinya.

1:15:34Hebat.

1:15:36Iya betul.

1:15:38Di Jogja nanti bakal ada Python

1:15:40yang internasional.

1:15:42Pycon ya.

1:15:44Ya Pycon.

1:15:46Terus ada IDSW juga.

1:15:48Mudah-mudahan lah semakin banyak

1:15:50senang sih ngeliat apa

1:15:52bisa dateng ke conference ketemu

1:15:54temen-temen lagi offline gitu ya, setelah

1:15:56bertahun-tahun pandemi kita di rumah

1:15:58cuma liat webinar kayak gini gitu.

1:16:00Siapa tahu ya

1:16:02kita bisa ini ya

1:16:04offline meet up

1:16:06ngobrolin web gitu ya, di satu kota gitu ya.

1:16:08Surabaya, Surabaya.

1:16:10Surabaya JS.

1:16:12Bali.

1:16:14Kenapa gak Indonesia?

1:16:16Indonesia JS.

1:16:18Surabaya JS.

1:16:20Asik.

1:16:22Iya.

1:16:24Nah ini

1:16:26kalau ada, kalau temen-temen punya

1:16:28kira-kira siapa

1:16:30yang cocok untuk

1:16:32diundang, untuk bahas tentang

1:16:34Laravel, terutama komunitasnya yang kita

1:16:36belum terlalu mendalami ya.

1:16:38Boleh di

1:16:40agendakan ya.

1:16:42Indonesia JS.

1:16:44Itu Indonesia JS

1:16:46yang kota lah.

1:16:48JSD, kita kan sebutnya JSD.

1:16:50Jadi

1:16:52bisa di kota-kota lain.

1:16:54Oke, kalau gitu

1:16:56terima kasih buat malam ini.

1:16:58Terima kasih semua.

1:17:00Semoga dapat pencerahan dan semoga dapat

1:17:02semangat untuk bisa ini lagi ya

1:17:04kita berkomunitas lagi ya.

1:17:06Dan semoga minggu depan kita dapat ide

1:17:08ngebahas apa, ulang tahun tuh exactly

1:17:10ngebahas apa, sampe sekarang gue gak kebayang sih.

1:17:12Ya semoga dalam seminggu.

1:17:14Bawa kue ya kayak kemarin.

1:17:16Bawa kue masin-masi.

1:17:18Sudah, abis itu

1:17:20topiknya apa, nanti kita

1:17:22tunggu aja minggu depan ya.

1:17:24Oke, kalau gitu terima kasih.

1:17:26Selamat malam, selamat istirahat, bye bye.

1:17:28Good night.

Suka episode ini?

Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!

Langganan Sekarang

Episode Terkait

Ngobrolin Google I⧸O Connect China 2024! #WPUCAST x #NgobrolinWEB
EP 94

26 Agu 2024

Ngobrolin Google I⧸O Connect China 2024! #WPUCAST x #NgobrolinWEB

Ngobrol-ngobrol bareng t GDE Web Indonesia mengenai acara Google I/O Connect 2024, yang diselenggarakan di Beijing, Chin...

WebAI - Ngobrolin WEB
EP 151

25 Nov 2025

WebAI - Ngobrolin WEB

🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Malam ini membahas AI yang dapat dijalankan di web browser atau istilah kere...

Ngobrolin OOP di JS - Ngobrolin WEB
EP 78

17 Apr 2024

Ngobrolin OOP di JS - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Komentar