Ngobrolin Gemini 3
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode 158 ini membahas tentang Gemini 3, model AI terbaru dari Google yang dirilis beberapa minggu sebelumnya. Pembawa acara mendiskusikan bagaimana Gemini 3 mengalahkan semua model AI lain di berbagai benchmark, termasuk benchmark unik seperti 'Vending Bench' yang mensimulasikan bisnis vending machine selama setahun. Diskusi juga mencakup berbagai produk AI Google lainnya seperti AI Studio, Notebook LM, CodeWiki yang bisa generate dokumentasi dari repository, serta Google AI Mode untuk pencarian. Episode ini juga menyinggung tentang kolaborasi dengan DomaiNesia dan rencana kunjungan ke kantor mereka di Jogja, serta penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatera melalui GDG Medan.
Poin-poin Utama
- β’Gemini 3 mengalahkan semua model AI lain termasuk Gemini 2.5, Claude, dan OpenAI di berbagai benchmark
- β’Benchmark 'Vending Bench' menunjukkan kemampuan reasoning Gemini 3 dalam simulasi bisnis selama setahun
- β’Image generation Gemini 3 sudah bisa membuat infografis dengan teks yang akurat
- β’CodeWiki adalah tool dari Google yang bisa generate Wiki/dokumentasi lengkap dari repository kode
- β’Persaingan AI semakin ketat antara Google, Anthropic, dan OpenAI yang terus merilis model baru
- β’Kolaborasi dengan DomaiNesia menawarkan promo hosting dengan kode 'ngobrolinweb'
- β’GDG Medan menggalang dana untuk korban bencana di Sumatera melalui donasi.gdgmedan.com
[MUSIC]
Dapatkan hanya di Domestika
[MUSIC]
Hello, selamat malam semuanya.
Apa kabar? Kita portrait lagi, ada vertical, horizontal, teman-teman di YouTube, dan juga di LinkedIn.
Kasih feedback dong, mending vertical apa mending horizontal nih, kalau yang di YouTube nih. Kita masih bingung, karena kemarin terakhir kita nyalain yang vertical bagus ya.
Rame maksudnya, rame. Iya rame, jadi diskusinya lancar gitu. Begitu dimatiin, eh sepi lagi. Sekarang sepi.
Ternyata kemarin Anomaly sedang menonton bola. Mudah-mudahan ini ya. Cepat surut lah ya penjirnya ya.
Semoga cepat dienam sebagai pencana nasional juga, biar gantuan dan lain-lain.
Dua dari pembicara podcast kita ini dari tanah Sumatra ini. Masih punya keluarga yang tersangkut di sana.
Aman sih kalau keluarga saya, aman. Kemarin ketemu sama Pawas. Pawas itu dia GDSC Band Aceh kan.
Tapi keluarganya di Langsa itu masih belum bisa dihubungi sampe sekarang. Eh sampe beberapa hari yang lalu.
Kan listrik mati kan. Jadi komunikasi kan nggak bisa ya.
Wajib dimatiin sih mas, meskipun bisa. Wajib dimatiin.
Terus temen kantor. Dari midweek kemarin sampe sekarang lagi nggak ada aktivitas QA karena anak QA-nya di mana ya?
Internetnya juga intermittent. Cuma bisa kalau kemana baru dapet internet. Cuma untungnya dia keluarganya selamat, aman.
Kemarin juga di GDG Jakarta beberapa ada yang dari Medan dan sejauh ini aman sih.
Cuman akses aja nggak bisa karena masih nggak bisa lewat.
Dan kalau nggak salah, temen-temen GDG, terutama GDG Medan tuh mereka lagi itu ya, lagi menggalang dana ya kalau nggak salah ya.
Ada di post IG-nya. Sebentar saya cari dulu ya.
Sambil menunggu, seperti biasa episode malam hari ini, episode 158 kita masih kolaborasi sama Dominicia.
Jadi buat temen-temen yang mau beli layanan hosting, mau VPS, ada semua ya.
Mau pakai promo code ngobrolinweb.dn kalau buat hosting, diskonnya 10%.
Kalau mau diskon yang lebih gede 50% itu ada cloud CPS Turbo dari Dominicia.
Itu serunya kita bisa pakai lebih dari satu kali dan bisa pakai akun yang sama.
Jadi nggak perlu pakai akun berbeda ya.
Jadi langsung cek aja Dominicia.com. Selama masih ini tayang, masih bisa dipakai.
Ngobrolinweb tayang.
Yang satu teksi di atas, yang satu teksi di bawah.
Oke, jadi oh iya sekalian ini ya, sekalian promo kita ya.
Lihat transkrip lengkap (2548 segmen lagi)
Jadi nanti tanggal berapa ya? 13 ya? 13 Desember ya.
Kita bakal main-main ke...
Kita berangkat 12, 13, 14 ya.
Oh 12, 13 ya.
14 kan GDG, DEVESS kan.
Ya 13 berarti...
13 berarti kan di sana.
Jadi kita bakal diundang ke kantornya Dominicia, kita main-main ke kantornya Dominicia.
Jadi kalau temen-temen yang berada di area Jogja dan sekitarnya boleh datang ya.
Ramai kan.
Seru-seruan aja kita.
Makan-makan.
Makan-makan?
Iya.
Tapi bukan yang bergizi gratis ya.
Ya bayar lah.
Eh gratis tapi bukan bergizi maksudnya.
Nggak bergizi.
Gimana itu?
Maksudnya nggak empat sehat di Masa Empurna.
Snake aja ya berarti ya.
Snake.
Bukan makan makanan pokok ya.
Snake aja ya.
Oke.
Iya.
Kita lagi coba-coba yang versi vertical terakhir kemarin kita coba itu rame.
Rame komentarnya seru, diskusinya seru.
Jadi kita nyalain lagi.
Makanya nih mau nanya nih temen-temen lebih prefer yang mana.
Lebih prefer yang mana.
Kemarin ke DevFest Jakarta ketemu beberapa temen-temen yang dengerin juga.
Dengerin podcast kita.
Jadi seru ya.
Gimana DevFest Jakarta?
Wah rame banget.
Saya lagi sakit.
Iya.
Apa?
Pak Dika sakit.
Tengkorokannya nggak bisa suaranya itu.
Serak.
Jadi nggak maksimal penampilannya.
Karena IDSW itu berarti.
Bukan. Sehari sebelumnya kan dia di Bogor.
Terus sakit.
Ya tetap aja.
Sakitnya di IDSW.
Terus dia di Bogor di Pak Sai.
Up to you.
Iya.
Jadi ngomong-ngomong soal bencana.
Ini ada temen-temen dari GDG Medan ya.
Sama GDG seluruh Indonesia lah ya.
Itu mau menggalang dana.
Jadi temen-temen bisa ke donasi.gdgmedan.com
Donasi.gdgmedan.com
Buat membantu ya.
Ini ada landing page-nya.
Total terkumpul sudah 15 jutaan ya.
Yang sudah disalurkan ada 6 juta.
Dan jumlah donatornya hampir 60 orang.
Jadi terima kasih yang udah donasi.
Dan yang belum, kalau masih apa,
kalau ada rejeki, boleh lah ya.
Itu temen-temen kita yang ada di Sumatera.
Sumatera ya, secara umum ya.
Dari Sumatera Barat ya.
Sampai ke ujung ya.
Yang paling parah dampaknya.
Dari Aceh, Sumatera Utara.
Sumatera Utara sama Aceh.
Tapi sebagian Sumatera Barat.
Sumatera Barat kena juga ya.
Nah temen kantor gue juga ada yang.
Sebagian keluarganya di Padang soalnya.
Cuma nggak semua sih. Maksudnya nggak separah di Sumatera Utara sama Aceh.
Selamat malam buat Yohanes.
Halo-halo buat Wahid.
Wahid Hashim.
Wah pas banget ya.
Sabtu ke Jogja, minggunya di Face Jogja.
Udah.
Hari Sabtu-nya ke kantor dominisya.
Ke kantor dominisya.
Jalan malam atau jalan kali orang?
Salah. Jalan malam.
Jalan malam?
Jalan magelang.
Jalan magelang.
Jalan magelang.
Jalan magelang adalah jamal.
Jalan kali orang adalah jakal.
Jakal.
Jalan magelang, jamal.
Jalan magelang, jamal.
Kalau kemudian?
Hah?
Hah?
Dekat hotel kita? Nggak.
Oh, kalian hotelnya di mana?
Karena hotelnya di Ukadewe kan, di bawah kan.
Di tengah.
Ini jalan magelangnya agak ke utara sedikit.
Tapi...
Tenang lah.
Nggak akan sejauh antara Bintaro ke Bekasi kok.
Nggak.
Standard jauh orang Jogja mah.
Beda sama standard jauh orang Jabodetabek.
Jadi nanti kalau di Jogja,
Hanya saya yang tidak mengerti Jogja ya.
Kalau Ivan kan lama di Jogja ya.
Eka memang orang Jogja.
Ada sedikit...
Fun fact ini, cerita lucu ini.
Saya dan Mas Riza...
Tinggalnya di Jabodetabek.
Tetapi ketemunya itu hanya...
Di luar kota.
Oh di luar kota, kalau di event.
Iya.
Benar juga ya.
Kita nggak pernah ketemu di Jakarta.
Pernah kemaren, di Starbucks.
Sama makan padang.
Nggak, itu kan Bintaro.
Itu bukan Jakarta.
Itu masih masuk Jakarta kalau itu.
Oh iya, iya, iya.
Secara ini.
Jakarta Selatan ya.
Jakarta Selatan.
Begitu pagi sore,
Baru itu Bintaro.
Iya juga ya.
Sedekat itu.
Kalau...
Starbuck-nya?
Starbuck-nya Jakarta.
Jalan Vetaran itu Jakarta.
Jalan Vetaran itu Jakarta.
Jaksal, Jaksal.
Jaksal itu mungkin sudah Bintaro.
Sebaru di Jakarta, sebaru di Banten kan emang?
Iya, betul.
Jadi Mas Riza ini...
Nggak pernah ke Bekasi.
Maksudnya saya nggak pernah ketemu Mas Riza di Bekasi.
Gapain ke Bekasi.
Tapi lucu ya.
Ketemunya di San Jose.
Ketemunya di Beijing.
Ketemunya...
Di Jogja.
Ketemunya di...
Thailand.
Thailand, kiri Bangkok.
Bangkok.
Eh tapi lucu ya.
Kemarin kan kita menjamu...
Ngajak jalan-jalan warat kan.
Yang dari Bangkok ya.
Dan ternyata...
Kultur orang Bangkok itu.
Kalau berteman seperti saya dan Ivan.
Itu biasanya ngajak ke rumah.
Ya kan dia cerita gitu ya.
Kalau kita teman kantor. Bahkan teman kantor.
Bukan teman deket lah ya.
Ada uber juga ya.
Ngajak makan ke rumah gitu. Mampir.
Dimasakin orang tuanya.
Kayak gitu. Ivan juga ngalamin kan.
Sama temannya kan.
Iya.
Jadi sama teman sesama organizer...
WorldCamp Asia waktu di Bangkok.
Dua hari sebelum event.
Saya ini aja kayak...
Lagi bengong kan.
Jadi kan teman-teman yang lain masih pada kerja gitu.
Kerja remote kan. Kerja dari...
Dari Airbnb.
Terus saya ngapain lah. Gua siang ngapain.
Bengong. Mau jalan panas gitu.
Terus kontek...
Teman organizer yang di Bangkok.
"Enaknya kemana ya?"
Terus mereka bilang. "Lu datang aja ke rumah gua."
Begitu gua datang ke rumahnya dia.
Itu udah kayak nyantai.
Terus kemudian dipanggil makan...
Sama orang tuanya.
Terus teman-teman organizer lain datang.
Datang juga rame-rame.
Orang Bangkok. Rame-rame.
Dan mereka kayak datang ke rumah itu...
Kayak ngambil piring sendiri.
Kayak rumah sendiri gitu ya?
Udah kayak rumah sendiri.
Kok begini?
Udah sering datang?
Udah sering datang.
Ternyata begitu perjalanan mereka.
Itu tuh kayak pas masih kecil ya.
Gua pas masih kecil...
Kayak itu punya teman kan main ke rumah.
Sama tetangga apalagi ya?
Atau tetangga dimasakin.
Terus ditanya-tanya sama orang kuahnya.
Atau sebaliknya.
Tapi pas udah besar.
Maksudnya udah dewasa kayaknya.
Kalau ngajak kenalan yang gak deket banget.
Orang dewasa ke tempat tinggal tuh.
Agak gimana ya?
Kurang...
Kurang lasim di sini.
Bukan kultur kita kali ya?
Atau gimana ya?
Kan gak nongkrong di luar kan?
Ya sini datang aja ke rumah.
Kalau disana kan.
Satu hal yang berbeda adalah.
Kalau kita ketemu.
Misalkan teman lama atau orang lah gitu.
Ketemu di jalan gitu.
Tanyaannya bukan salam, halo, wassalamualaikum.
Bukan. Tanya, udah makan belum?
Tanyaannya itu.
Jadi mereka itu kultur makannya luar biasa.
Ya kalau belum makan tuh.
Yuk kita cari makan dulu gitu.
Luar biasa ya.
Tidak tetap aja.
Kita kan nongkrong makan di luar kan.
Maksudnya gak masuk ke ruang privat.
Maksudnya orang sebanyak itu.
Misalnya DJ, apa? Organizer.
Kayak di ceritanya Ivan.
Orang sebanyak itu pada kerumah semua.
Itu kan ya ada sih.
Cuma kayak gue dulu.
Pas kerjanya belum remote pun.
Yang sampe makan-makan bareng.
Jarang sih ya.
Itu cuma yang udah deket banget.
Udah deket banget.
Dan emang cocok karakternya lah.
Saya gak ketemu random bikin acara.
Terus semua sini kerumah.
Iya.
Kalau jaman SMA dulu.
Biasanya ada rumah
yang dijadikan markas.
Kalau ketemu pasti
disitu. Nah itu biasa.
Tapi begitu udah kuliah.
Mungkin karena kita
merantau kali ya.
Bukan rumah sendiri.
Jadi gak mungkin.
Ke rumah gitu kan.
Itu udah besar.
Akhirnya punya rumah sendiri.
Atau mungkin udah berkeluarga gitu.
Kan tetep aja gak bakal
ngundang kenalan
random kerumah kan.
Even udah punya private space pun.
Kayak ada apa ya.
Ya gak tau lah ya.
Beda-beda lah ya. Kulturnya.
Tapi menarik.
Menarik.
Jadi diundang rumah orang
kita langsung ambil piring gitu.
Kalau tau
dimana piringnya.
Tapi kita belum pernah diundang
ke rumahnya warat kok ya.
Walaupun memang hotel kita kemarin deket rumahnya.
Lewat.
Dilewatin.
Iya sedih banget.
Cuman
dijemput di bandara aja.
Sementara dia kesini
kita gak jemput loh.
Tapi gue ngantar.
Oh ngantar ya, oh iya ngantar.
Waktu itu kita mau jemput gak jadi. Kenapa ya?
Sekarang malam.
Malam banget.
Malam banget ya malam banget.
Oke.
Ini sudah ada yang tidak sabar.
Malam ini kita akan bahas Zodiak.
Zodiak.
Jumini.
Apakah ada promo? Gak ada.
Gak ada.
Gak berat.
Gak bisa ngasih promo.
Kalau mau promo, bisa datang ke
Defeche terdekat.
Oh iya dibagiin.
Dibagiin.
Promo code.
Iya kalau mau ke Defeche.
Enggak.
Begitu opening itu udah
ditawarin kemarin.
Dikasih tau cara redeem.
By the way
Mas Riza kan ini
Jogja
workshop kan ya?
Yes workshop.
Dapat kredit?
Enggak. Belum minta.
Orang pakai AI Studio?
Perserahannya dikasih.
Perserahannya dikasih.
Nanti mau
Nanti mau apa namanya?
Mau ngobrol lagi
sama organizernya kira-kira.
Apakah
workshopnya menggunakan AI Studio yang
free tier, yang
rate limiting yang gratis.
Atau menggunakan Vertex.
Kalau pesatanya
dapat
voucher ya, langsung Vertex
aja.
Jadi kalau ada yang mau promo
bisa ke GDG Jogja
Defeche ya.
Ya bisa ke Defeche malah pun.
Lebih mahal omkos kayaknya.
Eh di Bogor ada ya, tanggal
13 juga. Barengan, hampir barengan
ya sama kita ya.
Sama Jogja ya.
Kalau dapat double
berarti di Bogor tanggal 13-nya
terus terbang ke Jogja.
Lebih mahal tiketnya apa?
Atau naik kereta.
Naik kereta ya.
Yaudah naik mobil sendiri.
Naik mobil sendiri.
Disupirin.
Naik travel.
Oke anyway.
Malam ini kita bahas tentang
Gemini versi
yang terbaru, yang tiga ya.
Beberapa, yang dirilis
beberapa minggu yang lalu.
Dan cukup menghebohkan ya.
Karena
apa, ternyata
perkembangannya luar biasa pesat dari yang
dua setengah ke versi tiga itu jauh
banget kayaknya ya.
Dan kita bisa merasakan, masing-masing
bisa merasakan
perbedaannya. Mulai dari
image generation-nya
terus juga
code generation-nya, terus juga
check-nya. Itu
mantap ya.
Ini
artikel
introduction-nya, perkenalannya.
Jadi
apa yang perlu kita highlight di sini?
Ini adalah uppercut
AI.
AI AI AI AI.
Iya.
Nge-uppercut semua AI yang ada di pasaran.
Model ya.
Iya. Abis
Gemini 3 muncul,
terus Anthropic ngeluarin
model yang baru. Ini kayak
perang dingin ya.
Aduh siapa cepat inovasi ya.
Nanti abis itu
Open AI, abis itu
Google lagi, abis itu Anthropic lagi.
Muter-muter aja terus.
Kita sebagai
konsumen bisa menikmati ya.
Apalagi kalo gini.
Gua justru sampe sekarang bingung.
Gua mau pake apa lagi.
Karena model
yang sekarang
yang gua pake aja cukup.
Cukup ya.
Bahkan yang free-free aja cukup.
Kalau perkara mau pake apa
nanti ada beberapa artikel
yang menarik. Kalo sekarang
baca gitu. Jadi ini kan
salah satu keunggulannya tuh
reasoning sama multimodelnya ya.
Pokoknya TLDR-nya
mah langsung
jauh banget ngalahin
semua model lain. Baik
Gemini sendiri 2,5
maupun model provider lainnya
di semua benchmark pokoknya.
Tapi seperti biasa ya
benchmarknya jangan ditelan mentah-mentah
karena belum tentu sesuai dengan
kebutuhan teman-teman.
Sama benchmarknya kan banyak tuh ada yang
akademis.
Ada yang
matematika, ada yang coding.
Sama lu kan namanya apa
tapi denger di salah satu podcast AI
jadi kayak ada
benchmark bego-begoan gitu. Benchmark
for fun. Jadi konsepnya
adalah vending machine.
Ya bukan vending
machine beneran sih. Cuma
masing-masing model itu ditest.
Kayak dikasih konstrain yang sama.
Dikasih model sekian
ceritanya kamu adalah vending machine.
Itu konsepnya itu.
Terus ya vending machine bisa
jual produk. Kan berarti harus beli.
Beli tuh harus. Ya belinya
juga bohongan sih. Cuma dikasih
link, ya link produknya
real. Cuma apa? Jual belinya
bohongan. Nah intinya bisa
dengan model sekian
misalnya semua dikasih model 100
dolar atau berapa bisa dapat
profit berapa, keuntungan berapa
apa? Yang reasoning tuh
harus mereka sendiri. Dan ya
pokoknya open AI untung
berapa. Semua untung sih. Nah cuma
pokoknya Gemini 3 ini untungnya paling besar.
Jauh. Ya sama kayak
benchmark. Jauh ngelebihin yang
lain. Cuma contoh ini
nempel karena ini benchmark yang kocak
aja sih. Oh ada
benchmark satu lagi yang
yang apa? Yang lucu.
Yang dari Pak
Raymond Wilson.
Itu dia setiap ada
model yang baru dia benchmark dengan
menginstruksikan
LLM untuk
membuat burung
apa? Ini dia pelikan on
bicycle. SPG ya.
Jadi
setiap ada model baru nih kan model yang baru nih
apa nih? Di sini. Cloud
45 yang baru setelah Gemini
kan. Ini hasilnya nih
SPG nya nih.
Agak kurang ya.
Sepedanya. Oh ini sepeda
balap ya. Yang sentangnya
itu harus SPG.
Kalau CD gimana?
Jamananya gimana? Kalo Gemini.
10 menit lagi kira lama banget.
Generate itu 10 menit. Oh dia
mikirnya 10 menit ya.
Gemini kalo gak salah kita bisa
cari. Gemini, Gemini.
Tadi ada ngeliat. Wah
cross layer nya udah nyala ya.
Gak kerak banjirnya.
Untuk Gemini malah. Nah nih
Gemini nih. Kakinya
masih itu ya off ya.
Kakinya
lepas.
Ini lucu sih.
Bisa animasi lagi.
Tapi ini masih 2 menit lagi lucu.
Ini
Gemini berapa?
Oh iya. Salah ya.
Tapi
tanggal berapa nya?
6 Desember 2024.
Ini ya.
Atas-atas paling atas.
Kan ada ke atas lagi.
Kita sort by relevance. Coba sort by date.
Jadi gak relevant.
Gak apa-apa
scroll ke bawah aja. Paling yang paling atas
kan attack chain. Nah itu
ini nih nih nih nih.
LLMSPG generation
BASEMAR tapi bukan Pelikan ya.
Oh nih
Opus 45.
Kompleks sekali.
Nah ini juga
image generation nya keren ya. Bisa bikin
infografi sekarang ya.
Seperti ini ya. Oh ini
keren.
Itu salah satu keunggulan
salah satu
yang paling. Oh itu.
Bukan ini GPT 51.
Oh.
Dia mau sebetulnya bikin kan nih.
Masa sih?
Gak mungkin. Dia selalu begitu ada yang baru
langsung bikin.
Kok gak ada ya?
Antigravity aja ada dia cobain.
Nih. Nah ini nih.
Oh itu bagus.
Yang mirip Purung Pelikan lah.
Jadi antara 2 setengah
sampai 3.
Kewi.
Kewi gak. Betul. Kayak gitu.
Oh Pelikan itu yang
bawa bayi jaban dulu ya.
Yang antar bayi.
Yang di mulutnya kan.
Yang antar bayi. Delivery.
Delivery.
Umur berapa Mas?
Senior engineer.
Senior engineer.
Senior engineer.
Nah itu tuh apa yang fending machine
udah mullingnya.
Mana? Oh yang di privat ya?
Ya.
Fending bench namanya.
Marmi Pandya.
Zoom in. Zoom in.
Gemini 3 Pro just stop
eh atas sedikit.
Gemini 3 Pro just stop
fending bench. A year long
simulation. Simulasi ceritanya
setahun.
Gak ceritanya.
Simulasi setahun.
Where AI agents manage
business fending machine.
Final score-nya. Nah
pokoknya itu Gemini 3 itu paling
jago lah. Profitnya
5ribu. Ini 3ribu ya.
Tapi harus dikurangi
biayanya dong.
Biasa tokennya.
Emang iya? Oh nggak tahu.
Kalau biaya tokennya nggak tahu. Kayaknya
nggak sih. Gak tahu.
Oh karena simulasi setahun ya.
Hanya simulasi aja ya.
Simulasi lah Gemini 3
yang kelihatan kayaknya
keluarnya barusan. Belum setahun.
Keren, keren, keren.
Jadi sebenarnya
yang paling
menonjol ya salah satunya ya.
Diptingnya ya.
Ini temen-temen bisa baca aja
untuk informasi
apa ya? Umum ya.
Nah nanti kita akan share.
Temen-temen juga
boleh share ya.
Pernah sudah pakai, udah coba belum.
Kan ada tuh produknya
macem-macem. Ada image generation, ada
badana. Terus ada
chatnya, ada studio-nya
yang fiturnya makin banyak.
Terus ada
notebook LM juga.
Ada anti-gravity.
Ada yang udah coba belum ya?
Udah pada terbiasa
Googling dengan AI mode.
Gue nemu ini tadi
siang. Ada, betul.
Apa namanya?
CodeWiki tau gak sih? CodeWiki?
CodeWiki? Enggak.
Deep.
DeepLink. Yang ada
DeepLink bukan?
Yang dia bisa baca repo gak?
Iya dia bisa coba-coba CodeWiki.
Dia bisa repo.
Lucu deh, eh
keren deh.
Dari Google ya? Iya.
Keren, keren.
Kok gak bisa buka? Mas Lisa?
Kok gak bisa buka?
Kok ya kameram?
Udah.
Kok gak bisa buka?
Diblock.
Kok gak bisa? Diblock?
Kok gak bisa?
The fuse to connect.
Ya udah, gue aja yang share.
Incognito.
Incognito. Gak bisa juga.
Udah, Ivan. Ivan yang share.
Window.
Itu tadi apa?
Secilen window-nya.
Googling AI mode.
Mas Zain. Halo-halo.
Kenapa?
Kenapa gue tetep gak biasa, loh.
Gak suka googling pakai AI mode.
Karena UX-nya agak opot.
Geket.
AI mode.
Googling dengan AI mode.
Iya, tadi ini pertanyaannya, Dito.
Oh, CodeWiki.
Jadi si
bisa nge-generate
Wiki untuk kodenya kita.
Contohnya
kita jembatan SLA ya.
Reakt deh.
Reakt deh, biar keren.
Nah, dia akan
generate sampai ada
videonya.
Dia bikin
videonya,
dia bikin
diagram-nya,
terus penjelasan-nya,
sampai
Wiki untuk. Iya, satu repo-nya kita.
Tapi gak semua, ternyata gak semua bisa, toh.
Kayak apa?
Selected, curated.
Gue berusaha masukin GitHub-nya, Astro, misalnya.
Itu kan open source ya, public.
Cuma dia bilang gak bisa.
Coba apa, contohnya?
Astro, Astro.
Nah, ini.
Astro.dev, ya.
With Astro, ya.
With Astro.
github.com/withastro, kan.
With.
With.
With Astro/Astro.
Gak bisa, kita bisa request.
Request.
Jadi apa curated, kan.
Yang ngerjain orang ini.
Atau
view,
view, view.
Ada view.
Tapi, so far so good lah.
Bisa
ngebaca,
dia
ngambil konten dari
repo, terus disadar,
dibikinin Wikinya untuk
mempermudah hidup kita sih sebenarnya dengan
Skeletor-nya sudah jadi.
Tinggal kita fact check ini
semua. Jadi kayak
clean up, pipe coding clean up,
then fact check, fact check, terus kemudian
atur-atur, jadi deh sebenarnya.
Jadi lebih cepat.
Panjang juga, ya.
Sering react, ya.
Ini view.
Oh itu view.
Gitu.
Hmm.
Sebelumnya juga ada
keluarannya Devin nih contohnya nih.
Deep wiki namanya.
Oh.
Jadi kalau kita,
iya.
Kalau ini bisa apa aja.
Repo kita pun bisa.
Ya, yang penting publik kan.
Gita.com. Riza.Fahmi.
Misalkan.
Oh nggak ada ya.
Oh belum ada. Tapi kita bisa
request nanti di email
kalau udah selesai. Waktu itu apa ya?
Astro bisa
ask Devin anything.
Nah ini contohnya nih.
Saya udah pernah
request, jadi udah ada.
Ada, diagramnya juga ada.
Terus kita bisa tanya-tanya.
Kita bisa tanya-tanya.
Coba tanya,
siapa yang buat kode ini?
Ini udah ada di sini.
Kenapa ini ditanya?
Jangan buang-buang
token lah ya. Hemat token.
Sejak dini.
Kan yang bayar mereka.
Iya.
Nah balik ke Gemini 3.
Untuk usia juga
makin lama makin banyak ya.
Kayak sampai lost count lah.
Ya walaupun nggak tahu
sekian tahun ke depan, mana yang
bakal masuk
graveyard Google.
Google.
Google itu kan dia
ngeluarin
banyak. Terus abis itu, kalau yang
kurang berhasil, menurut
mereka kurang berhasil, dimati-matiin.
Atau mungkin udah dapat
learning-nya dari project ini.
Insight-nya apa.
Dipakai buat
product lain yang jalan, yang ini dimatiin.
Ya nggak tau ya.
Semuanya ada strateginya.
Cuma yang jelas, product-nya tuh jadi
bumbu banyak banget kan. Sekarang ada
code wiki,
ada stage,
ada
yang coding aja nih.
Kalau yang apa?
Multi-model
sama buat creativity, kan
banyak tuh ada VO dan lain-lain.
Ini yang coding aja. Tadi ada
code wiki, ada opal.
Opal tuh buat vibe coding yang
beneran pake prom kata-kata ya.
Kalau stitch itu,
head-to-headnya
v0.
Oh v0 stitch.
Ya apanya kita
sebenernya mirip sih.
Stitch sama opal juga mirip. Cuma kalau opal
tuh orientasinya vibe coding
banget yang smart.
Maksudnya logicnya ada kalau
stitch itu lebih fokus di
website front-endnya doang.
Opal itu kayak n8n
sebenernya.
Poplo.
Bisa chaining gitu ya.
Iya.
Tapi dikasih prompting.
Jadi kita nggak perlu mikirin.
Ya kita bikin.
Kayak text box aja.
Jadi kita nyuruh, kita ngetik aja
kalau n8n
itu kan visual ya.
Drag and drop.
Kalau si opal ini
text box banget.
Opal ini adalah otomasi
untuk membuat otomasi.
Kira-kira ya. Meta sekali.
Artifak, ini apa? Oh ini anti-gravity.
Temen-temen ada yang pakai anti-gravity nggak?
Saya punya pengalaman yang kurang
menyenangkan. Kemarin habis install.
Begitu coba, lelek ya.
Jadi, ngetik gitu kan.
Pas ngetik,
apa nggak mungkin
saya ngetiknya kecepatan ya.
Jadi kayak kursornya di kanan, terus tiba-tiba
dia ke belakang gitu.
Jadi ketikannya, misalkan
ketik AB gitu, ABnya di belakang sini.
Di ujung, di ujung kata-katanya.
Padahal saya udah
ngarahin ke kursor
yang paling ujung, jadi kayak
ada delay gitu.
Ngalamin nggak sih? Apes ya?
Oke.
Nggak, dan apa?
Seneng banget sih.
Maksudnya apa? Wow banget.
Kayak tadinya. Tadinya itu pas nyoba
mikir paling
kayak gitu-gitu lagi, udah nyoba
kursor, windsurf. Apa sih bedanya?
Apa sih bedanya?
Nanti, nanti.
Nanti buka link-nya aja.
Jadi, apa?
Sebenarnya kalau IDE-nya, itu
emang literally VS Code 4
biasa aja. Tapi UX-nya
yang bikin beda.
Nah, itu salah satu apa?
Oh, kalau yang tadi, yang soal
ngelak, kalau performance sih
kalau di gua nggak kerasa
yang nggak beda signifikan. Maksudnya
rasanya di kursor, di windsurf,
di VS Code, semua
apa? VS Code 4
tingkat performanya sama sih.
Terus, cuma kan ini
masih baru banget. Dan emang
apa? Belum
stable release kan ternyata.
Jadi ada satu, kalau di gua, ada satu
fitur yang nggak jalan.
Jadi ada knowledge base. Ya, ada fitur
namanya knowledge base.
Dan bedanya sama kayak kursor
windsurf dan lain-lain.
Kalau kursor kan
pakai plain text, cuma di store
ya, ada directory-nya dia.
Nah, kalau si anti-gravity
ini, di store-nya kayak
format nggak tahu apalah
proprietary dan harusnya
itu kayak, ya
tahu kan, yang kayak project
memory atau semacamnya, store this
in memory, terus harusnya dia nyimpan
ini udah mau gimana
selalu setiap, padahal
udah pake prompting, kata-kata
macem-macem, store this in
memory, please remember this.
Tetap aja knowledge base-nya kosong
terus, team nggak bisa diisi manual.
Jadi kayak, mungkin masih bagi ya.
Nggak bisa diisi manual.
Kalau plain text,
markdown biasa kan, ya udah tinggal bikin
markdown-nya. Kalau ini nggak bisa.
Jadi masalah.
Terus yang isu
apa, yang isu
vulnerability ini, udah
solving belum ya?
Belum, dan ini rumit sih.
Ya, itu poinnya anti-gravity ada
plus-minusnya, plus apa,
langsung bahas security
issue-nya ini.
Ya, nggak apa-apa sekalian aja.
Nah, ini
ternyata kan pas, nah
ini
pas lagi seneng-senengnya
anti-gravity. Bayangin dong, kaget kan
langsung.
Nah, cuma ternyata setelah dibaca
kontennya, itu bukan
dilaporinnya dari anti-gravity.
Tapi itu ternyata poisoning
website source-nya.
Iya, ya.
Betul-betul.
Itu kayak
text-prom aja.
Jadi, menarik juga sih sekarang.
Kalau dulu kan kita mikir hacker tuh
orang yang, itu banget kan
ngetik di komen lain, masuk
ke sistem. Sekarang hacking-nya pakai natural
language juga. Itu prom-nya.
Itu banget. Nah, cuma
masalahnya ternyata...
Successful this will steal user's AWS
credential. Hanya AWS doang?
Ya, prom-nya
AWS. Kan kontennya minta baca INV.
Oh, iya, iya, iya, iya. INV.
Ya, pas aja ya sebenernya.
Ya, orang lain bisa bikin
credential lainnya, kan.
Nah, cuma ini kalau yang menarik,
Gemini 3, saking
pintarnya, justru kayak
backfire. Jadi, ya itu quote apa?
Sidemen ya? With great
power comes great
responsibility.
Gemini 3 Pro ini, kan
jauh, kan tadi udah dibahas tuh, jauh
lebih cerdas dari
model-model lain. Tapi ini
backfire, karena by default
harusnya kan doten itu nggak bisa dibaca, kan?
Karena di get-ignore.
Dan di tools-nya dia tuh,
nah, tuh liat tuh yang di quote.
I'm now focusing on accessing
.env file. Harusnya nggak bisa.
Dia pake tools, read resource,
sama view file, nggak bisa.
Tapi dia cukup pintar untuk cari
cara lain, run comment.
Buat nge-parsing,
apa? Ngebaca
file-nya. Jadi, ya ini...
Ini cuma
satu contoh, cuma misalnya
pas baca ini, jadi kayak
realisasi, bahwa
model-nya makin
pintar,
jadi vulnerability yang bisa
di exploit orang-orang jahat.
Ya, maksudnya orang-orang yang
niatnya malicious, ya makin
makin besar
faktor serangannya, kan?
Bayangin kalau model dulu yang bego, kan?
Kalau kayak nggak bisa, nyoba.
Nggak bisa nyoba, gitu. Paling ngelup
terus gitu, atau langsung berhenti,
kan? Nah, ini apa?
Si model-nya yang mikir, yang
cukup pintar buat get around
restriction, nggak bisa
bacain, .env file.
Hmm, ya ya ya.
Kalau sisi bagusnya apa
anti-gravity? Kayak dia
kalau menggunakan
cuman entry, kan? Terus kemudian
secara def-x-nya
lebih enakkah daripada
windsurf? - Def-x-nya enak
banget lah. - Bedanya apa?
Jadi
sebetulnya
kalau di bedah
fitur-by-fitur, kayak
nggak ada yang
wah banget sih, Jemenai 3,
model Jemenai 3, itu kan bisa
dipakai di IDE lainnya apapun, ya?
Ya, betul.
Jadi yang menarik dari situ sih
bukan modelnya. Ya, walaupun
free sih, apa? Si
anti-gravity ini free. Cuma
sayangnya apa? - Premium, kan?
- Nggak, belum.
Nggak bisa bayar. - Ada limit, kan?
- Iya, ada limit.
Dan kalau abis, kan?
Ya, kalau premium, kan?
Kalau abis, kita suruh bayar.
Kita suruh masukin
API key atau apapun.
Nah, kalau ini nggak free, tapi ya kalau
udah final limit, udah kita nggak bisa pakai
lagi, sekian jam duit, kan? Jadi
ya, misalnya, apa? Jangan
diseriusin. Nggak bisa buat, belum bisa jadi
daily driver. Kalau kita pakai
Vertex pun nggak bisa.
Pake Vertex nggak bisa
masukin API key gitu-gitu.
Oh, nggak tahu ya?
Oh, nggak ada. - Gak ada setting
buat masukin API key apapun.
Jadi perbandingannya, kalau AI
Studio kan, kalau kita mau pakai nano
banana, generate image, kan
kalau cuma buat, apa?
Text chat dan lain-lain, kan kita
bisa pakai API key yang gratisan,
kan? Yang dari AI Studio.
Tapi kalau kita mau generate image, kan
satu pop-up kan, apa?
Harus masukin API key
yang berbayar, kan? Nah, kalau ini
nggak, anti-gravity nggak
habis ya, habis, sudah. Jadi
di setting, di profile, dimanapun
nggak ada opsi buat
masukin API key.
Ya, kan
ada, dia ada banyak model, kan?
Jadi, misalkan, kalau
misalkan untuk pekerjaan-pekerjaan
yang lain-lain, pakai aja Gemini 3 Pro yang low.
Nanti kalau yang kerja bright, baru
buat yang high.
Iya.
Sonet-sonet.
Sonet-sonet.
Nah, masing-masing model itu
ada varian high thinking sama
low thinking. Ya, sesuai
namanya. Kalau high thinking,
pikirnya lebih lama, itu bagus buat
training. Tapi ya lebih mengkonsumsi
token. Kalau low
thinking, ya lebih
cepat dan lebih simple. Tapi
di pengalaman, ya, yang gue coba
sih, mungkin karena proyek itu yang nggak
serumit itu, pakai low juga
bagus-bagus aja sih. Cuma lagi-lagi
masalahnya, lama-lama
kan, ya mau gimana pun, lama-lama
low habis. High habis.
Gemini 3 low,
Gemini 3 high,
cloud, sonet,
high, cloud, sonet, low,
kalau 4/4-nya habis, udah. Tapi
ada satu lagi tuh model yang apa
itu?
OSS.
GPT-OSS, ya.
GPT-OSS itu kalau
buat mikir apapun, mikirnya
jelek banget, dan banyak fail-nya.
Itu bisa
paling buat kayak rename, formatting,
yang simple-simple lah. Kalau kita lupa
regex atau kita males
ngetik sendiri di command line, tapi
practically useless sih yang terakhir ini.
Udah pilihannya itu doang,
pilihan modelnya. Nah,
DX-nya, DX-nya itu
coba deh buka yang
mana ya?
Oh, ada satu yang katanya
menurut saya menarik ya,
ada satu yang menurut saya menarik.
Ada browser tool, jadi
browser-nya benar-benar di dalam si
anti-gravity-nya. Bisa kita bisa
remote. Cuma browser-nya itu yang
jadi attack
factor-nya juga kan?
Iya.
Tapi kan nggak semua website.
Oh ya betul.
Cuma maksudnya integrated, salah satu
bagian yang DX-nya paling
terintegrasi,
menarik tuh. Dan dia
buka, dia buka Chrome beneran.
Jadi bukan
Atlas atau apa, buka
Chrome beneran, tapi profil-nya separate
sama, jadi nggak ngaruh
sama, misalnya kita udah
pakai Chrome, kan ada profiles-nya.
Nah, ini beneran
kayak spawning profile baru
yang kepisah dari semua profile gitu.
Ini nggak bisa
baca email, nggak bisa baca kalender kita.
Nggak bisa.
Tapi itu beneran, browser beneran.
Dan, apa,
salah satu bagian dari workflow-nya dia
itu, ya dari,
jadi dari awal pas kita ngasih,
sekalian masuk ke itu deh,
bahas.
Mana ya buka?
Oh, terus, buka
ini yang
antigravity.google
docs.
Buka.
Docs.
Docs.
Eh, Artifact?
Bukan.
Wait, wait.
Duh, nggak ada.
Artifact adanya.
Nah, boleh.
Itu aja?
Buka sidebar-nya
yang di kiri.
Di kiri.
Nah,
apa ya, browser
softagent.
Ya itu, dia bisa buka browser
dan bagian dari
kalau kita kasih task,
terakhir dia beneran nge-record
walkthrough-nya.
Jadi misalnya,
buatlah button agar
user, apa ya,
login,
login validation user,
kalau masukin email-nya nggak lengkap,
hasilnya gimana,
kalau email-nya betul gimana.
Nah, itu masing-masing
si, si,
apa?
LLM-nya itu
buka browser, beneran
kita bisa nonton.
Jadi pas itu dibuka, ada
outline biru-birunya, tapi
control kita dimatiin, jadi kita nggak bisa
kita nggak bisa nge-click. Tapi browser-nya
beneran ngebuka, dan si
agent-nya, LLM-nya
itu nge-click-nge-click beneran.
Jadi kita kayak nonton
nonton website kita
itu berinteraksi
dengan website kita.
Ini katanya, kata
Mas Agung, browser-nya malah bukannya Chrome,
beda sama Tray.
Yang browser-nya ada di dalam IDE.
Ini buka
Chrome, iya. Cuma Chrome-nya ya.
Oh, buka Chrome.
Bisa di-control dari, bisa
di-access dari IDE ya.
Nanti dia ada install extension
juga kan?
Iya, iya, ada ya.
Dan kita, tag-nya
gua salah paham. Kirain kita install
extension anti-gravity
di Chrome kita,
di, maksudnya di profil yang kita pakai,
ternyata nggak, ya itu
ada kayak satu profil
khusus
buat si, apa,
agent-nya. Nah itu tuh
yang clicking, scrolling, typing,
itu lucu deh. Jadi apa, indikatornya
lagi dikendaliin,
di-control oleh anti-gravity,
itu kayak ada, kayak ada
outline glowing biru gitu.
Ya nggak, ditonton juga nggak apa-apa sih.
Kita tinggalkan, itu sore, itu pisah.
Jadi kita buka browser video kita sendiri,
kita tinggal ngapa-ngapain,
juga nggak apa-apa, cuma
ya, pas gua lagi nyoba itu,
kampungan gitu, kayak
liat, apa, liat itu, wow.
Beneran jalan sendiri,
dan dia ngerekam
sesuai case-case yang kita kasih,
terakhir pas udah selesai,
ya muncul, ini udah, apa,
ada keterangannya berikut ini, wow.
Nah, terus hal menarik lainnya,
buka tadi yang
karti first.
Jadi perbedaan utamanya
sebetulnya, anti-gravity sama
IDE lainnya,
dia itu ada, jadi
kalau yang IDE normal, kebayangkan ya,
ada code editor-nya,
terus ada, apa, tab
atau panel untuk LLM,
biasanya di kanan,
terus di kiri mungkin, apa, file explorer,
itu yang standar.
Ya.
Itu yang standar, dan kalau mau pakai itu
juga bisa, tapi kalau di
anti-gravity, view utamanya bukan itu,
jadi switch-nya pakai, bisa
switch back and forth, dan muncul
jadi kayak dua window gitu,
switch-nya pakai command A,
ini nggak penting. Nah, cuma
kalau yang agent mode,
itu tampilannya adalah
lebih ke textbox,
jadi mirip,
ya mirip aplikasi Gemini
atau chat GPT front-end-nya sih,
di kiri itu isinya daftar chat
kita, sama itu tadi
knowledge base yang masih bagi,
belum ada isinya, terus di tengah,
apa, textbox kita
mau nge-chat,
kita mau ngasih perintah apa,
nah, begitu kita nge-click
textbox itu, terus
dia masuk ke kayak mode
langsung jalan
tugas, nah,
langsung muncul sidebar di kanan,
sidebar di kanan itu isinya
si artifacts itu, nanti kita bakal liat
artifacts-nya apa aja, jadi intinya
pertama kali dia bikin implementation
plan, dan task
itu untuk masing-masing
fitur lah,
masing-masing tugas,
itu
planning mode,
nah, itu coba
scroll them,
nah, jadi artifacts itu
kayak,
sebenarnya bukan satu artifacts, jadi kayak ada
implementation plan, ada
task, terus nanti
begitu pas,
buka aja,
salah satu task list,
nanti begitu selesai, ya
walkthrough yang tadi gue bilang, yang dia ngerekod
apa, interaksi sama dom, itu juga
bakal bisa diakses di kanan itu,
di menu artifacts,
hmm
nah, terus ini,
apa, dia generate task list ini,
oke,
oh, mirip lah ya,
sama agent yang lain juga,
ada planning mode, ada
implementation, gitu kan,
ada plan,
ini untuk masing-masing
perintah, masing-masing fitur,
masing-masing task, nah, yang paling pertama
dibikin si implementation plan-nya,
ini,
iya, yang
di kursor juga begitu,
masing-masing fitur, sama,
maksudnya mengarah ke hal yang sama,
sama betul, pakai spekkit
juga sama, apalah open spek,
cuma gak tau kenapa, ini
itu DX-nya enak banget, dan jelas,
kayak lebih gampang,
kalau kursor kan begitu, kursor
atau filocode, begitu kita udah nyampe bawah,
ngecek lagi,
tadi implementation plan-nya
apa, itu kayak,
gak segampang,
dan gak sesimless di sini sih,
ini jadi seamless, karena, ya,
ini opini ya, ini opini subjektif,
apa, karena masuk
sidebar yang kanan itu, si
artifacts list-nya.
Nah, terus, oh, iya, sepanjang
kan, gak, misalnya gak,
oh,
terus dia bikin
change lock-nya itu ya, semuanya, jadi kayak
orientasi, apa yang dia kerjakan, ya.
Betul, dan kan ini gak one-shot,
misalnya fiturnya rumit kan,
itu bisa di-update, dan
implementation plan-nya, otomatis
di-update, jadi implementation
plan itu, ya, ini deskripsi sama
kayak ada section-section-nya,
terus kalau ada yang modified, juga dia
bakal nge-mark,
kenapa dan gimana digantinya,
kalau task list beneran, to do masing-masing
exact task-nya.
Oke.
Terus.
Udah coba five-coding pakai ini?
Maksudnya,
yang dikerjakan, hasilnya,
hasilnya, gak five-coding kalau misalnya
bikin apa, kayak type register, atau kayak
Mas Riza buat kayak code
register itu,
code-nya jalan gak?
Aplikasi yang jalan gak?
Gua five-coding belum, kalau AI
assisted coding, jalan.
Oh iya, terus yang enak lagi,
ini kayak bisa parallel
banyak task,
tapi ya, kalau pakai GitHub, tetap
harus dari satu branch lah.
Itu kan tadi di awal ada inbox,
mana, ada gak ya?
Ya, pokoknya,
jadi kayak ada kalau di Gemini,
atau chat GPT, itu kan
chat-nya banyak,
kita bisa bolak, kita bisa buka
satu chat, interaksi,
terus, ya dia kerja, kita tinggal,
kita buka yang lain, nah ini juga gitu.
Kita bisa ngejalanin banyak task
sekaligus, dan masing-masing
apa, masing-masing conversation,
itu ada artefaksinya sendiri,
itu ngebantu banget.
Jadi bisa ngerjain beberapa bagian dong,
kita ketik-ketik.
Lagi-lagi, itu tadi KaFed-nya,
GitHub branch-nya gak bisa pindah-pindah ya.
Cuma bisa, ya maksud saya,
harus di GitHub branch yang sama.
Oke itu dong, GitHub World, apa,
World Tree ya, World Tree,
World Tree bisa gak?
Enggak tahu.
Tetap aja, kodanya kan gak bisa pindah-pindah begitu.
Kodanya masih satu source of truth kan.
Dan nge-edit file yang sama kan,
Clash.
Ya setiap engine-nya diinstruksikan
untuk bikin branch baru.
Gak bisa branch baru,
kalo mau repo yang terpisah,
repo lokal yang terpisah.
Karena kalo,
emang bisa,
secara file system,
secara file system kan,
si Git itu kan, kalo kita
rubah branch,
file yang di file system kan,
iya.
Oh, bisa ya? Simultaneously ya?
Iya, makanya kan,
si World Tree ini terkenal gara-gara
vibe-coding.
Oke.
To day alert, I never know this.
Gitu repostedur kan, support multiple working trees
allowing you to check out more
than one branch at a time.
See?
Tuh, kan?
Bener kan?
Oke.
Nanti coba anti-gravity.
Kalo misalnya, anggap kita gak pake AI,
berarti kita bisa juga pake ini ya?
Bisa.
Kalo mau nge-check branch yang lain,
sementara kita masih ngerjain branch yang ini.
Ya maksudnya,
karena saya suka
pindah-pindah
tiket, trus pindah-pindah
branch, trus kayak kadang harus kayak
stess. Kayak stess dulu, stess,
atau obik dulu.
Kadang manual,
kalo cuma satu file, manual aja
kopi isinya, pindahin to new file.
Oke.
Tuh, majain tuh, yang udah pake tuh.
Oke.
Thank you, thank you so much.
Ke mana, saya gak tau soalnya.
Take to the other.
Oh, selama ini kalo misalnya
dimintain tolong
apa?
Pair, apa?
Pairing atau semacamnya kan
harus pindah-pindah branch.
Aduh, nanti aja pairingnya
gak murni, gak branch.
Sekarang gak ada excuse kayak gitu.
Gak ada excuse ya, kita harus
belajar ya. Baru juga tuh.
Baru tau maksudnya.
Kemarin dia tengah heketon, kok gak
ngajak-ngajak, eh gak ngajak, ya
gak ngobrol gitu, gak nyapa.
Saya malah gak tau nih.
Siapa kamu sebenernya?
Mukanya yang mana?
Siapa yang dimenangkan sama mas Jirai?
Muka nya beneran kayak di foto gitu.
Siapa yang menang jadinya?
Yang menang.
Yang menang, ah lupa
nama timnya.
Lah gimana sih, menang.
Mas Riza dibayar berapa?
Untuk memenangkan tim itu.
Langsung lupa gitu.
Tidak dibayar,
saya dibayar dengan makan siang dan
makan malam, hokben.
Bergizi kan?
Bergizi.
Makan materisi gratis.
Sibuk jadi
judges sampai malam.
Ya enggak juga, kan terakhir foto-foto
sama alumninya Hektiflet.
Itu ada 2 kelompok
alumninya Hektiflet isinya
berapa orang tuh? 3 orang, 4 orang.
Berarti itu yang menang ya?
Enggak, gak menang.
Nanti malah conflict of interest.
Kalau menang malah
dituduhnya gak.
Gak tau sebelumnya. Yang gue tau tuh
ada satu kelompok yang dia
nunjukin itu, nunjukin apa namanya
goodie bagnya Hektiflet.
Oh alumni, iya.
Gua kira dia satu orang doang.
Taunya satu kelompok itu alumni semua.
Makan bareng GDG.
Makan bento gratis.
Iya, saya juga
udah tau walkthrough.
Tapi belum
diimplementasikan, belum dicoba.
Jadi mungkin abis,
mungkin besok kita bisa
langsung coba.
Berarti enak banget tuh
kalau pakai anti-gravity.
Sebenarnya sekarang karena prompting
yang lama itu
perintahnya biar detail
terus ngasih contoh file-nya
use this as reference,
do not do this, do this instead.
Kan ngetik-ngetik itu lama
abis itu enter.
Ya udah kan dia generate artifacts
dari kerja.
Sampai ada shortcut-nya
comment E, balik ke inbox,
terus langsung comment N,
new conversation,
bikin baru lagi, now use
work tree to create new branch.
Ya kita bisa
ngerjain banyak fitur sekali, Gus.
Berarti.
Iya, mantap ya.
Dan sebetulnya, cuma kan kalau dipikir-pikir
hal-hal itu ya
bukan khusus
anti-gravity doang yang punya kan.
Ya itu tadi sebenarnya mau pakai kursor atau
pakai copilot atau apapun.
Ya kurang lebih bisa.
Tapi nggak tahu kenapa kayak
DX-nya tuh enak banget aja.
Dan terutama masing-masing
fitur atau masing-masing perintah
yang pakai mode planning
itu punya
thread sendiri yang ada
artifact dan ya ada detail
artifact-nya sendiri masing-masing
itu membantu banget sih secara
apa ya, kayak
workload tuh enak aja.
Jadi kita
kasih perintah, dia kerja dengan
semua buktinya, buktinya itu
yang di kanan itu, termasuk
kalau dia udah selesai, ya
dia ngerekod, apa,
bikin recording-nya
sama walkthrough cara reproduce
must-in, fiturnya udah
di-develop dengan baik.
Itu kita konteks switching,
kita ke fitur lain, kita buka thread lain,
ada detail-nya kayak gitu lagi,
nggak tahu kayak well-organized
aja.
Oke-oke. - Bentar.
Waktu Hecton kemarin jangan-jangan
pakai pada vibecoding semua?
Iya lah pasti.
Coba tanya Amang Li.
Amang Li ikut kan?
Coba vibecoding nggak? Pasti lah.
Tidak dilarang berarti ya?
Ya nggak, kalau Hecton mah.
Karena diadakannya oleh
ini kan?
Oleh provider hack.
Kemarin tuh juga sempat ini kan,
provider hack, ya.
Waktu
salah satu acara gitu jadi
isi materi kan?
Bantuin
sidik
di acara, salah satu acaranya dia.
Jadi, Hecton juga
pas itu banyak yang nanya ini
kita cuma dikasih waktu
kurang lebih tiga hari.
Gimana ya developnya yang cepat?
Saya bilang aja vibecoding aja. Pada kaget.
Emang boleh ya?
Kan nggak ada larangan, berarti boleh.
Sekarang kan enak ya. Maksudnya
kalau dulu kan
kalau ngide, terus mau diwujudkan
itu sulit kan? Harus nyari orang,
konsultasi sana-sini,
gitu kan. Sekarang udah bisa
di... langsung bisa diwujudkan,
gitu. Ya, kemarin
beberapa kelihatan
UI-nya.
Kalau
ada unggu-unggu tuh udah curiga tuh.
Ini nih jangan-jangan sih.
Apakah karena pakai vibecoding
mengurangi
mengurangi
nilai kan? Nggak kan.
Bukan sesuatu yang di nilai.
Ya kalau emang boleh,
kan berarti fair kan. Itu maksudnya
ya sama-sama tools yang
tools yang boleh dipakai semua
peserta kan.
Iya kan hekatan itu kan
tujuannya adalah
you have a problem. Solving. You build solution.
Ya, solusinya kan. Solusi.
Iya. Jadi kreativitasnya.
Kreativitasnya.
Terus kemudian delivery
itu yang di nilai kan.
Iya betul.
Jadi mau bangun prototipenya
coding manual
atau coding otomatis ya terserah.
Yang penting dia bisa
menyampaikan bahwa oh ini solusi
yang kita bikin dan valid gitu aja.
Soalnya
tidak jarang kan
kayak hekatan-hekatan itu ya
sama lah. Saya
pribadi juga mengalaminya
solusi yang mencari masalah
bukan masalah yang mencari solusi.
Sampai jam berapa Mas Liza?
Kemarin.
Jadi hari Sabtu itu sampai
jam selesai itu
maghrib jam setengah, jam
tujuan lah jam tujuh.
Molar. Karena yang presentasi
kepanjangan. Demonya semangat kan
pada ngedemoin kan. Udah gitu banyak
apa namanya, banyak
kendala
teknis juga. Karena kan laptopnya ganti-ganti
ada yang nggak kedetek lah, apalah
gitu. Jadi agak panjang.
Nah itu AI belum bisa solve
teknis
multimedia audio visual
broadcast.
Soon.
Oke.
Iya malah
bahas heketon. Oh iya kita bisa
bikin
topik heketon sendiri ya.
Enggak lah jangan.
Kalau tadi udah anti-gravity
kita bahas apa lagi?
Nano banana mau dibahas nggak?
Sekilas?
Atau jemone CLI kali ya?
CLI aja ya?
Iya CLI aja jemone CLI.
Ini saya juga belum tahu.
Saya sempat pakai Gemini CLI
tapi pas
yang Gemini versi 3
yang terbaru itu saya belum coba lagi.
Jadi ada apa yang baru yang bisa kita
coba di Gemini Pro
versi 3.
Kira-kira
segini ya ya.
Kurang gede.
Ada 5 katanya yang bisa
kita coba.
Yang pertama adalah
nyalain dulu settingnya.
Review.
Kenapa?
Kalau ada 5
yang meletus yang mana?
Boleh boleh.
Ini kan bukan balon.
Lama-lama lucu sih.
Jadi kalau temen-temen
mau nyalakan
Gemini versi 3
nyalakan itu
harus setting dulu ya.
Terus pilih yang
Preview.
Karena ternyata ini belum
ini ya.
Yang CLI nya
yang belum.
"With anything in the
terminal with improved agentic
code.
Generate a ready to deploy
app with 3D graphics."
Wah ini udah ada
ininya ya.
Contoh.
3DS ya.
Eh planningnya.
Udah ada promnya ya.
Panjang juga ya promnya ya.
Ini contohnya.
Hasilnya gimana?
Kita lihat aja ya. Nggak usah coba ya.
Iya.
Nanti habis token.
Gua aja bikin kayak gini
tanpa file coding nggak bisa.
Soal idea into working app.
Use sketch UI
need to translate visual concept.
Oh bisa upload ya.
Bisa upload ya.
Memang udah bisa sih.
Cloud code udah lama bisa.
Upload kemana maksudnya? Upload ke
public. Upload ke CLI.
CLI di drag and drop image-nya.
Image-nya kan kita
gambar kan. Sketch-nya.
Terus habis itu di drag and drop ke CLI-nya.
Jadi sekarang semua fungsinya mirip-mirip ya.
Di antigravity atau di
kursor atau di mana juga bisa kayak gitu kan.
Jadi cuma
sisa tokennya yang masih
sisa di mana
kita masukin di situ.
Ini sangat membantu
terutama buat saya yang
anggahin div aja masih sulit ya.
Dan anggahin div mah dari
IDE juga bisa.
Cuma lama-lama kayak
beririsan banget ya.
Jadi kayak satu hal yang sama
bisa dikerjain dari
macam-macam jenis aplikasi yang
berbeda.
Sebenernya bukan
beririsan ya.
Cuman saya melihatnya lebih ke
visinya sama.
Tujuannya itu mengerucut
ke arah yang sama.
Cuma approach-nya mungkin berbeda-beda.
Cara di belakang layar berbeda-beda.
Tapi tujuannya sama. Ujung-ujungnya mau kesana.
Sama ngetreat mungkin ada developer yang
emang anak
command line banget.
Jadi yaudah semua dibawa ke command line.
Tapi ada yang senang pakai IDE
kayak antigravity. Semua dibawa
ke IDE.
Dengan fitur-fitur baru
apapun itu tadi.
Ini apa nih?
Ini nggak bisa di close screen-nya.
Dia pakai
dokusaurus.
Dokusaurus? Bukan ah.
Debug performance issue
in a live clotron
service live?
Yakin?
Kok bisa?
Investigate. Hanya investigate ya.
Berarti ya. Gimana caranya?
Coba mulai dari awal.
Di server?
Clotron.
Clotron itu kan server-nya.
Ada CLI-nya.
Dari CLI semua.
Oh dia lihat log-nya.
Ada SNYK juga.
Waduh.
Bengkak ini.
Token.
Terus Clotron itu kan bayar.
Per function.
Clotron bayar. Log-nya bayar nggak?
Kalau di save ke
file
Bayar?
Bayar ya.
Lanjut.
Berikutnya
aastudio.google.com
banyak fitur-fitur baru ya.
Banyak fitur-fitur baru.
Dulu hanya playground aja. Sekarang masih sih.
Cuma ada
banyak tambahan yang lainnya.
Misalkan kita bisa langsung deploy.
Ada samplenya.
Bisa deploy. Bisa dipublish.
Danobonana power app.
Mana?
Danobonana power app. Kiri-kiri.
Ini?
Terus?
Describe your idea. I'm feeling lucky.
Desain logo for my company.
For our podcast.
Kenapa dia bikin?
Desain logo
for our podcast.
Podcast.
Based on the description
and then show me an animated version.
Description ini mana?
Gak tahu.
Ya harus kita yang ngasih. Kurang lengkap.
Interactive map chatbot
that uses real-time
Google Maps. Serius bisa
bikin Google Map?
Coba aja.
Ya bisanya.
Bisa jadi
fightcode juga sekarang ya.
Ini bertambah-tambahan
lagi dengan ini ya.
Dengan Firebase Studio
sebelumnya kan. Firebase Studio kan.
Firebase Studio itu sebelumnya kan
apa tuh namanya?
IDX.
Iya.
Ada deploy app-nya nih.
Yang ini.
Bisa di deploy.
Ke GKE.
Gatau nih kemana nih.
GKE.
GKE langsung dibikin
Incovernet gitu.
Ya udah ke itu.
Ke inilah ke
App Engine.
App Engine ya.
Atau Clotron lah ya.
Langsung GKE.
Nangis saya.
Nanti Streamyard kedua lagi.
Oror itu cerita Oror.
Lama ya thinking-nya ya?
Lama ya. Sambil menunggu.
Programnya sulit.
Sambil menunggu ya.
Yang saya coba juga
Notebook LM. Teman-teman pada nyobain gak sih
Notebook LM?
Kemarin itu
skrip
atau materi buat
workshop
di Jogja. Di Devise Jogja besok.
Saya masukin kesini.
Terus saya minta bikinin slide.
Itu hasilnya keren banget.
Mana dia?
Kok gak ada disini? Ini ya?
Ah ini dia. Saya minta bikinin slide.
Hasilnya ini.
Wow.
Bisa full screen gak? Nggak bisa ya?
Hasilnya ini.
Keren kan?
Wow. Bagus ya.
Dan ini beneran
apa ya? Demonstrate kepinterannya
Jemun I3 Pro ya.
Jadi kayak selain
selain dia
bisa ngeringkas kontennya.
Ini kan secara visual nih.
Bagus banget kan. Kita semua aja
gak bakal bisa ngedesain kayak gini kan.
Butuh dulu maksudnya
butuh designer UI.
Oke lah. Anak Run N bisa CSS.
Bisa maksudnya kontras warnanya.
Ukuran hurufnya. Masuk akal.
Tapi kan gak bisa estetik kayak gini kan.
Maksudnya gak bisa bikin grafis-grafis yang
bagus kan.
Gak bisa pilih
kombinasi font yang
indah lah.
Kalau concernnya
anak Run N atau CSS kan fungsional aja.
Nah kalau ini bisa bikin jadi
estetik gini.
Bakal pake ini Mas Riza?
Enggak.
Kenapa?
Gapain orang workshop?
Gapain pake slide?
Cuma disengaja ini.
Buat devise kemarin sebenarnya
Jakarta. Cuman gak dipake juga.
Karena
buat inspirasi
aja.
Karena gini loh.
Semakin banyak
teman-teman terutama yang
GDE yang mencoba dan bikin slide
pake AI
saya mau jadi yang beda sendiri.
Masih pake tangan.
Jadi generic
gitu loh.
Iya tetep aja.
Gak usah pake slide lah.
Gak usah pake slide
memang.
Kemarin emang langsung
slide nya cuma pengantar aja.
Aslinya mah live code kemaren.
Asik.
Aslinya live code.
Beda sendiri. Soalnya malas bikin slide.
Yang jalan
agent.
Malas bikin slide.
Saya mau nunjukin apa ya? Ini ini.
Saya mau nunjukin ini nih.
Jadi
di script yang saya buat
di artikel
pokoknya itu lah tulisan yang saya buat
itu gak ada ini.
Gak ada form ini.
Cuma penjelasan aja.
Kita mau bikin smart pace.
Jadi kalau ada form yang panjang
kita bisa klik button
smart pace.
Smart pace dia akan ngisi in
form buat kita gitu.
Tapi gak ada ilustrasi ini
gak ada. Ini dia bikin sendiri dia
generic sendiri. Makanya ini
ajaib banget sih.
Mana ya? Text nya ya.
Saya tunjukin text nya ya.
Mengirim data udah. Nah ini.
Berarti harus ganti dong ya
window nya ya.
Gak enaknya ini gini ini.
Harus ganti window. Gak pake stream
jadwalk 3 sih.
Ganti branch.
Ganti layout.
Text nya ini.
Penjelasan doang.
Sama kemudian ada
contoh quote nya.
Udah.
Jadi gak ada.
Apa namanya? Gak ada yang tadi itu.
Yang penjelasan apa?
Ada form nya, gambarnya gak ada.
Itu kreatifitasnya dia aja.
Itu dari konteks.
Konteksnya berarti ya.
Kreatifitasnya dia aja.
Makanya keren sekali.
Nah gue juga ngalamin
kayak gitu.
Cuma bukan dari Notebook LM, dari
aplikasi Gemini.
Ya tetep aja kan otaknya sama.
Jadi kayak minta buatin
infografik untuk fitur
CSS View Transition.
Dia beneran bisa ngasih
ilustrasinya yang
detail. Kayak misalnya kalau
klik link, kan kalau
tanpa, kalau
server-side routing,
halamannya putih dulu.
Habis itu baru muncul isinya.
Nah terus dengan pakai View Transition,
bisa ada fade.
Jadi user experience nya lebih bagus.
Nah itu ilustrasinya dia ngarang
sendiri loh.
Tanpa disuruh.
Jadi emang si Gemini
3 Pro sepinter itu.
Cobain bikin video juga.
Ya.
Ya, ya.
Sekarang beneran
ya nggak Taipu.
Ini bikinin video, tapi videonya
kayak slide ya. Kayak slide-slide juga.
Tinggal diisi
ini ya.
Diisi voice over ya.
Udah ini udah ada suaranya.
Voice over?
Ada suaranya. Bisa nggak ya?
Kalau share pakai suara ya.
Oh ini. Bisa, bisa, bisa.
Caranya gimana?
Ya udah degenerate sama dia.
Generate video?
Engga, cara Mas Liza nge-share suaranya.
Keren kan? Itu
prom nya ini.
Langsung dari sini.
Dari studio.
Terus kita bisa video overview.
Kok ada lagu
ini? Menjamela.
Oh iya, iya. Ada ya?
Nanti, nanti di band.
Oh iya bener.
Oh berarti itu desktop ya?
Sound desktop ya? Iya, iya.
Oh iya.
Jadi tinggal generate gitu aja.
Generate video itu udah termasuk sama
audionya.
Alright. Itu tadi AI Studio
udah kelar loh tuh.
Oh iya ya studinya ya.
Aplikasi Maps.
Cuma sekarang berarti semua orang bikin
konten tuh kayak gampang banget ya?
Nanti Youtube bakal, Youtube dan
penelitanya oversaturated
banget.
Tuh.
Udah jadi ya?
Halo.
Geographic location.
Iya kan Maps.
Iya.
Autofix. Oh ada error, ada error.
Kecilin apanya?
Nggak, nggak, nggak.
Fullscreen.
Ini error, error. Masih ada error tuh dia.
Autofix.
Oh masih lagi kerja.
Fail to load app. Try reloading it.
Masih
Masih generate
something. Lama ya.
Tuh errornya tuh kelihatan.
Ini nggak bisa di close ya.
Oh udah?
Udah nggak merah?
Preview.
Masih merah, eh masih error nih.
Belum.
Itu masih running.
Iya masih running.
Oh ini, react client.
Oh nggak, bukan.
Mana yang error?
Nggak ada.
Semakin tumpul?
Mungkin.
Semakin tumpul.
Tapi semakin cepat.
Semakin cepat, ya.
Kalau kita punya ide,
apa namanya, mewujudkannya
semakin cepat.
Gemini gratis, wah enak ya.
Setahun ya.
Ya, dimanfaatkan lah ya.
Kita nyamar jadi
pelajar semua, Pak.
Activate.ac.id.
Kalau dikasih sama
kalau dikasih sama Mas Riza.
Boleh, boleh, boleh.
100 ribu, 100 ribu.
Adminnya siapa adminnya?
Adminnya bukan saya.
Ini deh, sambil nunggu itu difix.
Oh iya, kita cari
topik lain. Apa dong?
Ini, apa?
Ini satu hal yang menarik sih.
Jadi si Key Low Code
di bloknya itu
suka bikin comparison
apa, perbandingan penggunaan
model-model. Nah, ini
mereka ngebandingin Gemini 3 Pro
sama beberapa model lain
nge-generate real app
dashboard.
Yang menarik, ya nanti
temen-temen baca sendiri aja.
Cuma intinya, ini
perintahnya adalah Beautiful
and Functional UI Dashboard.
Terus, ya mereka
bikin analisannya.
Yang menang, Gemini 3 Pro lah punya.
Ini, apa?
Cuma ini benchmark-nya subjektif ya
subjektif mereka. Cuma kelihatannya mereka
ya emang, apa?
Developer juga sih. Jadi, maksudnya
apa, saya jelasin, saya jabarin
kenapa ini menang,
kenapa model ini menang.
Engga, Gemini 3 itu
begitu dari dua setengah
ketiga itu kemampuan desainnya
memang drastis ya, cukup drastis ya.
Kalau sebelumnya kan kayak...
Desain, funcionalitas ini.
Iya, sebelumnya
kalau desain itu
yang menang kayaknya Cloud Day ya.
Cloud Day kayaknya yang paling ini ya.
Tonead ya. Sekarang
sudah mulai bisa menandingi
gitu, atau bahkan melebihi.
Ini ya, dia suruh bikin ini ya?
Dashboard ya.
Jadi, ini kan ada
beberapa faktor. Jadi, selain
UI-nya indah, terus fungsi,
terus perhatiin tadi ada
requirement text tag. Jadi, kayak tailwind-nya
harus yang versi empat. Yang mana itu
bedanya lumayan jauh dari
versi tiga, react-nya, next-nya
versi berapa, react-nya
versi 19 juga kan ada opinionated
yang beda sama 18.
Tuh, ternyata ada berapa
model yang skip,
maksudnya nggak ngikutin instruksi
versi-versi ini dengan baik.
Dua dari tujuh model itu
gagal karena
tailwind versi empatnya dia
belum masuk ke
data training ya.
Nah, terus empatnya pakai sinteks
yang salah.
Jadi nggak, mungkin sebagian
udah pakai yang baru, sebagian
yang pakai yang lama, ya malah jadi unstyled.
Terus itu
hasilnya, mereka
beneran nge-breakdown detail banget
hasilnya.
Bagus ya.
Ini lain indah, apa?
Fitur-fitur, jadi kayak apa ya
si game ini tiga?
Oh, mirip ya?
Yang gemini tiga sama
dengan sonet itu mirip ya?
Ini berarti, ya...
Prom-nya
kan sama-sama tailwind.
Prom-nya sama.
Oh, diitung prom-nya ya.
Prom-nya detail sekali ya.
Sama ya.
Kalau dashboard yang standar,
training data-nya kan mirip-mirip.
Cuma cara dia, kan sebenarnya
kayak, apa?
Prone N atau tampilan, apa?
Kayak suatu web-screen kan bukan cuma perkara
visual UI-nya aja, kan?
Bukan cuma perkara bentuk, cuma
cara mempresentasiin
data-datanya, ya, termasuk itu
fitur yang dibikin.
Nah, yang
agak basic ya, memang grok
bedanya. Yang tiga di atas ini
mirip semuanya.
Training data-nya kayaknya mirip deh.
Cuma yang bikin... Nah, mereka
ngejelasin, yang bikin menang tuh kayak
fitur-fitur dan cara mempresentasiinnya.
Coba liat deh,
yang dibawahnya Jimin 93 Pro.
What we like about
this dashboard.
Di luar perkara UI-nya,
visual-nya doang.
Nah, dia bisa mikir
untuk bikin recent system event
stable. Nah, terus
data-data. Jadi, emang datanya
emang dikasih di prom-nya. Cuma, maksudnya
metric apa yang perlu disampaikan
di dashboard ini? Jadi, kayak
Jimin 93 Pro tuh bisa
milih hal yang cukup
penting.
Ada product branding.
Terus, apa?
Ada batch-batch gitu.
Terus, mereka ngukur code efficiency
juga. Jadi,
jadi ini cuma 285
baris.
Memang bukan yang paling pendek, tapi maksudnya
serve a purpose, jadi kayak
fungsional semua, nggak sembarang
generate kode banyak banget.
Yang mendekati sonet.
Yang mendekati sonet, ya.
Kalau sonet, dia apa?
Live indicator, oke.
Yang kedua,
ada peak hour.
Ada insight, ya.
Terus yang ketiga, footer stats bar.
Ini footer, ya.
Nggak ada bandingin sama GLM?
Nggak, kayaknya, ya.
Model yang ditandingin
apa tadi? Ada
tujuh, ya. Ini, ya. Gmini,
sonet, grok,
grok code face. Kenapa grok?
Ada dua, ya. GPT-51.
Cuma
seperti itu, ya.
GLM lumayan, ya.
Katanya tujuh, tapi yang dua gagal, kan.
Jadi lima, kan.
Oh, ya. Nggak jalan. Ya, maksudnya udah dieliminasi.
Nah, cuman
ini makin kebawah, makin aneh-aneh.
GPT-5 itu generate
kodenya kebanyakan, over engineer.
Invented matrix not in
the prompt. Itu halu.
Halu, halu.
Mulai halu, ya.
Secara visual, padahal sama, ya. Mirip, ya.
Iya.
Tiga teratas itu mirip.
Cuman begitu...
5.1 juga sama,
juga mirip.
Cuma failure karena over engineer.
Penasaran sama ininya,
apa? Prom-nya.
Dan kemarin... Ini modelnya, itu
modelnya tuh. Cumannya 3 Pro,
Preview, Crosonet.
Minimax, ya.
Sama Gmini
2.5 Pro.
Ini 2.5 Pro ada nggak di sini?
Gagal. Fail. Gagal, ya.
Partially failed.
Karena ini jadi ngaco, ya.
Ini lebih parah.
SS-nya nggak ada yang jalan.
Iya, karena
dipaksain pakai Tailwind 4,
tapi dia masih pakai Tailwind 3, ya.
Sentak Tailwind 3.
Padahal baru 8
bulan yang lalu, ya.
Yang benar-benar gagal
cuma Gmini 2.5, ya.
Iya.
Ya, berarti dia nggak bisa build
fitur itu dengan baik.
Cuma Night 3.
Oh, ini masih pakai Sonnet, ya.
Belum nyobain pakai Opus, ya.
Yang baru, ya.
Ada benchmark lain,
tapi cuma Python sih,
maksudnya server
site code.
UI web terbaru ini.
Blocknya kilokode itu
menarik banget sih.
Apa ya?
Oh, error lagi.
Gagal ini, gagal.
Error lagi.
Ya, nggak berhasil.
Oke, kita lihat yang udah jadi aja kali ya.
Kita lihat yang udah jadi ya, contohnya.
Yang featured aja.
Featured example gallery.
InfoGenius.
Gmini 2.5 Pro itu
apa?
AI back-end suruh handle front-end.
Oh, iya, mungkin.
Ya, benar-benar.
Dia jagoknya back-end, ya.
Disuruh pegang front-end.
Mati gaya dia.
Mana?
Oh, error.
Loh, contoh aplikasinya error.
Nggak support kali ininya.
Brosernya.
Brosernya nggak support.
Sedih.
Kemarin yang udah pernah dibuka apa ya?
Ini kayaknya ya.
Error semua.
Oh, iya benar.
Itu kayaknya brosernya.
Nggak mungkin error semua.
Udah lah, teman-teman coba sendiri ya.
Ini seru.
Dan yang menariknya
kalau misalkan
pengen coba-coba
coding, maksudnya
memanfaatkan Gmini API,
teman-teman bisa
API key disini bisa gratis.
Walaupun... Coba pencet.
Coba pencet. Nggak boleh.
Nggak boleh.
AI-nya nggak pinter ah.
Nggak bisa nge-bypass.
Ada lagi yang menarik?
Dari Gmini?
Udah cukup?
Banyak banget yang menarik, cuman ya
belum harus dipelajari satu-satu, akhirnya
fatigue sendiri, cuman harus balik lagi.
Iya.
Perlu diikutin ya.
Malas ngikutin ya.
Cuman kalau tim lead,
kalau para tim lead udah sadar tentang ini semua
dan emang tempat kerjanya boleh pakai AI,
ya siap-siap aja.
Pergeseran
kayak apa ya,
fitur yang tadinya
misalnya kita bilang minta 2 hari masih
diterima, sekarang
2 jam harusnya di... kan pakai AI.
Apa sih pergeseran apa?
Estimasi proyek kan?
Pergeseran.
Oke.
Kalau gitu selanjutnya kita akan
bahas topik.
Teman-teman punya topik.
Oh ini ada dari Mas Zain nih, baru 2 minggu yang lalu ya.
Oh buku.
Oh buku ya.
Steve Yegge. Steve Yegge ini kan dia bikin
agentik code juga ya.
AMP code itu.
Apa?
Kita mau bahas apa besok, eh besok
minggu depan?
Apa ya?
Kemarin
yang kalah apa ya kemarin?
Ingat gak?
Enggak ingat.
Enggak ingat ya?
Masa harus nonton lagi sih?
Fundamental, fundamental.
Fundamental aja.
Fundamental aja.
Udah lama enggak.
Pure function, terlalu sederhana ya.
Ini gabung aja hoisting.
Hoisting, pure function.
Hoisting belum ya?
Hoisting? Belum.
Atau nggak
function aja udah, mau pure nggak?
Pure asynchronus.
Asynchronus.
Asynchronus, asynchronus.
Zero function.
Function.
All about function.
All about function?
Bukannya kita udah bahas functional
programming di JavaScript ya?
Sudah.
Oh iya.
Kenapa editor
pure function lagi?
Oh iya bener juga ya.
CSS unit, eh kemarin apa?
Query, container query.
Container query.
Kalau mau ya.
Kalau nggak, ini aja.
What's new in CSS aja.
Emang ada yang baru ini?
Banyak.
Terlalu banyak.
Terlalu selangkah di depan.
Atau CSS function?
Kalau JavaScript,
yang baru di JavaScript,
is berapa sekarang? Is
dua ribu, dua lima.
Dua lima. Dua ribu dua empat.
Dua lima ya?
Is dua ribu dua belas.
Is dua ribu dua lima.
Apa yang baru
di is dua ribu dua lima?
Pattern matching.
Pattern matching.
Emang nggak ada ya?
Record and tuple.
Banyak yang baru ya?
Ada yang kita pernah pakai.
Async context.
Keep data in async word before.
Ada local storage.
Apa lagi async local storage?
Di module ini udah tau ya. Waktu itu kita udah sempet bahas.
Pipeline sudah ada.
Di PHP.
Di PHP juga ada.
Barusan.
Terlalu sedikit. Atau gimana?
What's new in JS? What's new in CSS?
What's new in web?
Apa ini?
Kilas balik?
Belum ya?
Masih berapa minggu lagi ya?
Kilas balik code yang
pre-recorded aja.
Lempar ke ini aja audience.
Audience?
Kalian mau bahasa apa minggu depan?
Ayo.
Tolong dibantu.
Mau undang Rin?
Boleh.
10 stack start.
Iya kayaknya menarik tuh 10 stack start.
Oh 10 stack start.
Boleh 10 stack start.
Yang waktu itu kita bahas 10 stack universe ya?
Yang mesti generasi.
Ya 10 stack universe buat semua.
All about 10 stack.
Boleh 10 stack start aja.
Bahas secara juara heketon.
Nah itu juga pengen.
Sampai sekarang belum pernah menang heketon.
Eh pernah deh yang menang setengah.
Bayar.
Jurinya bayar.
Bagi 2 hadiahnya.
Pasti menang.
Cari tim yang bagus lah.
Kalau heketan mah juara heketan.
Remix?
Remix 3 belum di liris.
Tapi udah bisa dipake.
Udah bisa dicoba belum?
Remix ini agak mingungin.
Itu sama React Router deh.
Jadi Remix itu bakal
dibikin baru lagi.
Kayak versi yang baru banget.
Iya dia bikin dari awal.
Nah ini kan jadi baru lagi.
Ini docksnya udah
udah ada yang ini ya belum?
Masih V2 ya?
Coba dia itunya ganti
V3.
Di browser, di URL.
URLnya.
Gampang itu.
Belum.
Kalau yang baru
biasanya nggak ada subdomainnya.
Ya nanti bakal di...
Remix 3.
Udah ada yang itu?
Welcome to Remix 3.
Ada yang punya pikiran.
Watch on Remix 3.
Michael Jackson tuh yang
nulis.
Bukannya dia udah ini ya?
Kalau googling Michael Jackson Remix
pasti yang muncul nggak sesuai
harapan.
Ya udah 10 stack aja dulu yang sudah pasti.
10 stack dulu ya.
Nanti kalau udah rilis kita undang
Mazain ya buat ini ya.
Buat menceritakan.
Oke?
Cukup?
Kalau ngomongin
Nix, apalagi?
Cukup ya. Thank you semuanya.
Kita ketemu lagi minggu depan.
Selamat malam, selamat istirahat.
Bye bye.
Yang kalian melihat untuk membandingkan
kembali dengan lainnya?
Jika Anda mencari tahu mengenai layanan web hosting
terbaik, kami pastikan Anda
berada di tempat yang tepat.
Dengan Domainesia dapatkan pengalaman
menggunakan layanan hosting yang lebih baik.
Dengan SSD berperforma tinggi
dalam infrastruktur cloud yang telah
dioptimalkan untuk kebutuhan personal
maupun bisnis.
Teknologi ini memungkinkan Anda memperoleh
layanan yang lebih stabil serta proteksi
dari korupsi data.
Hosting Domainesia juga telah mendukung
Node.js, Python, Ruby, Go, PHP, Java,
serta binary Linux.
Lebih dari 200.000 pelanggan
telah mempercayakan layanan hosting
di Domainesia.
Kepercayaan yang kami jaga dengan
garansi uptime 99,9%
serta garansi uang kembali 100%.
Buat website Anda lebih mendingin
segera berali ke web hosting Domainesia.
Deskripsi asli dari YouTube
π£οΈπΈοΈ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Malam ini membahas model bahasa besar Gemini terbaru yang dirilis beberapa minggu yang lalu oleh Google dan cukup menghebohkan dunia persilatan LLM. Tentu masih setia ditemani Ivan dan Eka di sesi malam nanti. π Dimulai pukul 20:00WIB ya. Yuk mari ramaikan! Episode kali ini merupakan hasil kolaborasi dengan @domainesia_ Gunakan kode promo: NGOBROLINWEBDN buat diskon 10% langganan hosting atau kode promo NGOBROLINVPSDN buat diskon 50% langganan Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Episode Terkait
6 Mar 2024
Ngobrolin Gemini AI bareng @EstherIrawati
Episode Ngobrolin Web kali ini membahas Artificial Intelligence (AI) dalam konteks web development bersama tamu spesial ...
9 Apr 2025
Bedah Situs
Episode ini merupakan edisi perdana segmen "Bedah Situs" di mana tim Ngobrolin WEB mengulas website mereka sendiri, yait...
20 Mei 2026
Alat Desain AI
Episode ini menelusuri gelombang alat desain berbasis AI: getdesign.md, Stitch dari Google, Claude Design, Open Design, ...
Suka episode ini?
Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.
Memuat komentar dari GitHub Discussions...
Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .