Lompat ke konten utama
EP 162

Bedah Situs

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini melanjutkan sesi bedah situs dengan dua website institusi kesehatan yang dikirimkan lewat DomaiNesia. Situs pertama adalah Institut Kesehatan Immanuel di Bandung yang dibangun dengan Wix Studio dan dipresentasikan langsung oleh pengelolanya. Temuannya berkisar pada konsistensi: ada sembilan font berbeda dalam satu situs karena beberapa orang dari tim IT dan pemasaran sama-sama mengedit, tombol yang kadang rounded kadang kotak, bahasa yang campur Indonesia dan Inggris, video YouTube yang autoplay dan langsung memakan 55MB bandwidth, serta halaman yang butuh sembilan detik untuk selesai memuat. Situs kedua adalah website rumah sakit hasil vibe coding, dan di sini kritiknya lebih tajam karena menyangkut tujuan pengguna. Semua informasi penting — nomor telepon pendaftaran, partner asuransi, alamat — dikurung di dalam slideshow berisi gambar tanpa alt text, sehingga tidak bisa di-copy, tidak bisa diklik, tidak terbaca screen reader, dan tidak masuk indeks mesin pencari. Padahal pengunjung situs rumah sakit hampir pasti sedang butuh sesuatu, bukan sedang iseng. Ditemukan juga bug nyata: warning "Undefined variable WA Link" bocor ke HTML dan ikut membeberkan path direktori server, sehingga tombol WhatsApp hanya berfungsi di beranda. Bagian penutup menelusuri tab Coverage yang menunjukkan Font Awesome 98% tidak terpakai dan Bootstrap Icons 100% tidak terpakai, plus diskusi soal sanitasi input dan OWASP Top 10.

Poin-poin Utama

  • Situs yang diedit banyak orang butuh aturan tertulis — ukuran heading, font family, batas ukuran upload gambar — karena tanpa itu satu halaman bisa memakai sembilan font berbeda; dua sampai tiga font sudah cukup
  • Informasi penting jangan dikubur di dalam slideshow: nomor telepon berupa gambar tidak bisa di-copy, hilang saat slide berganti, dan tanpa alt text ia tak terbaca screen reader maupun mesin pencari
  • Desain bukan cuma estetika — mulailah dari tujuan pengunjung: yang membuka situs rumah sakit sedang butuh alamat, jadwal, atau kontak, jadi itulah yang harus paling mudah di-copy dan diklik
  • Warning PHP yang bocor ke HTML tidak hanya merusak fungsi (tombol WhatsApp mati di semua halaman kecuali beranda) tetapi juga membeberkan path direktori server ke publik
  • Tab Coverage di Chrome memperlihatkan berapa persen CSS/JS yang tidak terpakai per halaman — di situs ini Font Awesome 98% dan Bootstrap Icons 100% tidak terpakai, keduanya render blocking
  • Library eksternal untuk lightbox dan carousel sering tidak perlu lagi: elemen <dialog> sudah tersedia di Web API, dan carousel ringan tanpa script bisa dipelajari dari demo di chrome.dev
  • Untuk PHP vanilla tanpa ORM, sanitasi setiap input pengguna dan pakai OWASP Top 10 sebagai checklist — agent skill soal security fundamentals bisa dipasang agar coding agent ikut memeriksanya

Sampai jumpa di video selanjutnya.

Nah, downgrade, downgrade.

Oh, gak ada indinya.

Biasanya bertiga kan, semangat kan, kalo bertiga kan begini kan.

Oh, gitu.

Yang satu masih kerja soalnya.

Masih, ini, macul-macul.

Masih imitin, masih macul.

Iya, apa kabar nih, apa kabar?

Selamat malam semuanya, kabar baik-baik, mudah-mudahan ya.

Iya.

Aduh.

Sudah dati minggu biasa ini ya.

Hah, minggu biasa.

Normal ya, maksudnya, kan, kalo...

Suasana itu kan ada kayak suasana baru, suasana lebar.

Eh, habis tahun baru masih ada imlek, suasana lebaran.

Kayak suasana...

Kadang suasana biasa.

Sudah habis, sudah habis.

Januari, Februari, Maretnya udah habis gitu.

Udah minggu biasa gitu.

Iya, apa, berturut-turut sih ya.

Jadi, dihabiskan di awal tahun ya.

Udah bener-bener di awal tahun.

Tahun baru imlek lebaran.

Nyepi lah, plus nyepi kan.

Udah di awal, Januari, Februari, Maret.

Habis semuanya.

Habis.

Lihat transkrip lengkap (2473 segmen lagi)

Sekarang sudah bulan-bulan kerja.

Kerja, kerja, dan kerja, katanya.

Nggak ada lagi lebar, apa, liburan.

Liburannya sudah dihabiskan.

Budgetnya terutama ya, sudah habis.

Budgetnya sudah habis.

Nanti kayaknya bulan...

Bulan Mei kayaknya ada...

Mayday doang.

Mayday ya, Mayday doang ya.

Iya.

Oke, nah malam hari ini kembali kita...

Bedah situs lagi karena cukup banyak ya.

Ternyata yang submit lumayan banyak.

Jadi kita pecah jadi dua episode.

Minggu lalu kita ada dua.

Minggu ini, insyaallah rencananya ada dua juga.

Yang satu bisa hadir secara langsung.

Jadi pakai video.

Yang satunya lewat katanya lewat chat aja nanti.

Jadi malam ini kita akan lanjut lagi.

Tapi sebelum itu seperti biasa.

Episode ini tersrenggara berkat koloborsi kita dengan Dominicia.

Jadi buat teman-teman yang mau beli layanan hosting.

Domain juga termasuk ya, bisa di Dominicia.

Kalau mau hosting itu diskonnya 10%.

Pakai promo code ngobrolinwebdn.

Diskonnya berlakon toksik 1 atau 2 tahun.

Nah kalau yang mau beli VPS.

Bisa beli cloud VPS Turbo dari Dominicia.

Diskonnya 50% lebih gede ya.

Terus promo code nya pakai yang ini.

Ngobrolin VPSdn.

Ini promo code nya sangat ampuh.

Ampuh apa ya?

Bisa dipakai berulang-ulang.

Iya karena jarang ada promo code yang bisa dipakai berulang-ulang.

Gak perlu ganti account.

Langsung bisa dipakai.

Gak kayak antropik ya.

Antropik kenapa?

Gak bisa dipakai berulang-ulang ya?

Gak bisa dipakai berulang-ulang.

Satu katu kredit dipakai 2 account langsung kena ban.

Gak bisa ya, langsung kena ban ya.

Strict banget ya.

Ya jadi kalau punya produk ya.

Seperti mungkin minggu lalu atau teman-teman yang berkenan untuk share minggu ini.

Ada bikin website, bikin aplikasi web atau apapun.

Teman-teman bisa pakai, untuk backend nya bisa pakai VPS dari Dominicia.

Terima kasih Dominicia.

Iya saya mau coba VPS nya nanti ah.

Karena saya mau deploy aplikasi yang namanya Docploy.

Pernah dengar?

Docploy? Iya, iya.

Iya kayak...

Kaya...

Kaya...

Kulifai, doku.

Kulifai kayak doku, portainer gitu.

Kayaknya menarik mau coba ah Docploy.

Ada aplikasi yang mau saya coba.

Dia itu kan platform kan, platform as a service ya.

Jadi kita bisa punya kayak Heroku sendiri gitu ya.

Kita bisa deploy ke dalam situ kan.

Iya.

Ya benar kayak platform as a service.

Tapi kan open source ya.

Ya open source.

Open source dan mereka provide manajemen nya.

Kita bisa bayar juga ke Docploy tapi provide untuk manajemen.

Jadi kalau kita punya multiple server bisa.

Oh cloud nya, mereka support cloud nya.

Tapi cloud nya bukan untuk kita hosting.

Untuk nge-manage Docploy nya.

Kalau misalnya Docploy kita ada seribu instance.

Iya untuk nge-manage itu.

Nah saya kan mau coba di VPN nya si Domination.

Karena ada aplikasi yang mau saya deploy.

Launching, launching.

Launching, jadi mau coba ini deh.

Coba Docploy di Domination.

Ampuh enggak.

Ini saya update-update.

Oke.

Nah ini untuk situs yang pertama itu ada namanya immanuel.ac.id.

Aceh cuy.

Saya share dulu.

Minta email nya dong.

Buat ini ya.

Buat AI ya.

Immanuel.ac.id langsung buat AI ya.

Itu ada masnya di itu untuk situs ini bukan?

Iya.

Oh iya.

Jadi website nya ini immanuel.ac.id yang mau kita bahas.

Nah kebetulan yang submit juga hadir malam hari ini.

Jadi kita langsung sambut aja mas.

Sardiaman, halo.

Halo mas Sardiaman.

Panggilannya apa nih?

Halo selamat malam.

Malam.

Selamat malam.

Panggilannya Sardiaman.

Sardih.

Sardih.

Sardih.

Enggak mungkin Sardih kan.

Bebas-bebas.

Oh bebas.

Gak lah Sardih itu kan berarti Marga kan.

Betul.

Tapi mas Sardih ini berarti salah satu ini apa namanya.

Yang digadang-gadangkan sama OpenAI, Anthropik.

Karena ada AGI nya tuh.

Saragi kan AGI.

Apa tuh maksudnya.

Gak ngerti.

Di jelas.

AGI itu AI General Intelligence.

Terus hubungannya sama Saragi apa?

Kan ada AGI nya.

AGI nya.

AGI.

Lo bener.

Iya sih.

Seperti ini ya.

There is no AI in team gitu ya.

Gak ada huruf I di dalam team ya.

Team bahasa Inggris tapi kalau team bahasa Inggris ada I nya ya.

Mas Sardih gimana kabarnya?

Kabar baik-baik.

Salam kenal ini dari Bandung.

Terima kasih lah ya udah ikutan bedah website ya.

Mungkin bisa kenalan singkat dulu mungkin.

Ya boleh-boleh.

Salam kenal ini Pak Reza dan Pak Ivan ya.

Iya.

Ya jadi memang kalau cerita dari awal ya.

Sebenarnya saya udah kenal domenis itu udah cukup lama.

Mungkin ada 5 tahun lebih ya.

Cuman emang saya itu membuat software-software kecil kadang macam perusahaan-perusahaan.

Nah mereka butuh domen gitu.

Makanya per sekarang itu kalau gak salah saya itu punya domen itu ada 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.

7 domen yang saya punya di Domenisya.

2 yang tidak aktif.

Jadi tujuannya 2 yang tidak aktif.

Banyak, lumayan banyak yang aktif.

Bukan, total 9.

Ada 7 yang aktif.

7 yang aktif.

Domen yang paling besar itu ya ini Institut Kesehatan Manual.

Kebetulan di situ sebagai Konsultan IT.

Jadi ini yang paling besar lah.

Nah itu si, nah kemudian kemarin ada email masuk.

Ya iseng-iseng coba aja di-submit, ya.

Ternyata dipilih menjadi malam hari ini untuk pengadil.

Jadi bedasarnya itu sih untuk perkenalan sih kita domenisili di Bandung.

Kalau website ini memang, itulah Institut Kesehatan Manual.

Memang itu kampusnya ini berlokasi di area Rumah Sakiti Manual.

Kalau Bapak kenal ini lah ya Bandung, Rumah Sakiti Manual mungkin terkenal lah ya.

Nah Rumah Sakiti Manual itu punya, apa namanya, badan pendidikan.

Jadi suster-suster itu dididik di sini.

Lulusannya akan ditampung di Manual atau di Rumah Sakit-Rumah Sakit lain.

Nah kurang lebih seperti itu sih filter belakang dari saya dan website yang ini.

Yang dibuka sekarang itu.

Nah cuma memang, lanjut ke filter belakang website.

Jujur saja ini dibangunnya pakai Wix.

Nah Wix kan modenya template ya.

Ya Wix Studio.

Jadi memang enggak begitu repot karena dia udah punya template seperti WordPress juga ya.

Seperti WordPress.

Nah cuma kita jadi ibaratnya yang ini premium ya jadi buyer lah gitu, jadi tidak murni nge-develop di internal sendiri sebenarnya.

Atau kalau software atau website yang lain itu contoh ipsopbdg.com.

Ada lagi contoh dari Jambi, Bapak Pedal seperti itu.

Nah itu saya buat pakai bahasa konvensional, pakai PHP gitu.

Nah kalau yang ini memang karena memang banyak apa gaya-gayanya itu ya.

Gambar dan sebagainya itu, ah udah cari template yang gampang aja gitu.

Siapa tau nanti dari ada masukan cara yang lebih efisien untuk membangun website ya oke nih malam ini sepatu ada masukan dari dominisianya.

Berarti service dominisian yang digunakan apa aja?

Domainnya apa atau hostingnya di Wix ya?

Ya jadi untuk case yang institus kesihatan ini hanya domain yang kita pakai, servernya itu dari Wix.

Oke.

Dan beberapa aplikasi di dalamnya ini kita buat sebagai sub domain itu, ada juga yang banyaknya itu kan aplikasi ya.

Jadi contoh ada program pabrik gitu ya, program pabrik, ada program juga penjualan.

Nah hanya gimana ya bahasanya ya, database-nya itu saya simpan di server.

Jadi saya makanya selalu kalau ke dominisianya itu tolong dibukakan port 1433 untuk SQL Server.

Jadi dari dominisianya itu cuma menampung file HTML, PHP dan sebagainya.

Servernya itu ditembak.

Oh ada hostingnya juga berarti, ada hostingnya atau ada VPS-nya.

Ah ya saya pakai servernya IP Dedicated itu.

Jadi dari dominisianya itu saya minta di whitelist kan server saya gitu dengan IP ini.

Supaya bisa dibuka dari Wix gitu ya.

Ya, nah Wix juga seperti itu.

Nah ini kan si Emanuel ACID sebenarnya sub domain-nya itu banyak aplikasi untuk kampus, ada PMB.

Kalau kita buat depannya PMB.Emanuel ACID itu, dia langsung buka ke halaman PMB.

Nah itu dia database-nya itu di lokal kita.

Jadi pada sekarang itu nggak pernah pakai database di dominisianya sih, belum pernah.

Belum pernah, ya kecuali yang template-template ya, yang ini kan ada juga yang saya bangun pakai WordPress

itu database-nya akan di situ.

Cuman emang kecepatannya sih dan oke lah dominisianya.

Makanya sebelum ini kan saya juga berlangganan di provider lain ya, betahannya masih di dominisianya sih.

Oh iya mantap, mantap, kita bahas berarti ya.

Boleh, boleh kita mulai bahas ya.

Siap dikritiknya nih Pak?

Boleh, siap banget.

Hahahaha.

Siap dikritik, oke.

Wah ini console error-nya banyak sekali.

Oh iya?

Oh dari Wix-nya ya?

Wix-nya, betul.

Oh iya iya, ini berarti no-quote ya.

Kalau dari no-quote gitu agak susah dikendalikan ya, dikontrol ya.

Kalau error-error gini ya.

Bisa di iniko, bisa di...

Iya, sama satu lagi.

Kalau saya lihat dari penggunaan font-nya banyak banget font-nya.

Betul, betul.

Gini font-nya ya.

Ini, coba Mas Liza masuk ke Inspek dan ada satu, dua, tiga, empat.

Iya font-nya luar biar ini.

Lebih dari empat.

Kayaknya ada sembilan.

Iya ini Pak.

Iya banyak banget, ada droid tuh.

Ada droid, sun, alfabet, latihan.

Font-nya dimana aja, maksudnya pemakaiannya dimana ya?

Aduh, sudah susah itu kalau dia mau cek begitu.

Tapi menurut saya ini font-nya udah kayaknya banyakan.

Terlalu berlebihan.

Iya berlebihan.

Terus kalau misalnya di reload nih halaman utamanya nih Mas Liza, reload dan...

Reload?

Scroll sampai bawah.

Ya ada reload, which is good.

Di scroll sampai bawah.

Itu, apa namanya?

Di pertama si YouTube-nya otomatis jalan tuh.

Iya, YouTube-nya otomatis play ya?

Iya otomatis play, dan itu langsung memakan bandwidth 55 MB.

Bagi saya.

Kalau bisa jangan langsung auto play ya.

Kalau bisa.

Terus ada siang memberi ini kok agak berat sih memang ada yang...

Mungkin dari situ ya.

Satu berat, dua...

Kedua makan kasihan ya Pak?

Kasihan, misalnya menurut saya ases situs ini kan bisa jadi mahasiswa ya.

Masiswa kan.

Betul.

Kota nya terbatas.

Kota nya terbatas.

Jadi kasihan juga tuh mereka.

Mau baca sesuatu dari situsnya atau mau pendaftaran.

Ya sudah kehabisan.

Dua kali sudah habis 100 MB tuh habis kota nya gitu kan.

Ya, kayak gitu tuh bisa disensitifkan penggunaan kota.

Dikurangi lah dikurangi.

Diperhatikan juga.

Ini mungkin phone ini terlalu banyak mungkin karena dari platform Wixnya kali ya.

Jadi pada saat edit desain.

Terus bisa pilih phone.

Yang ini phone ini, yang ini phone ini jadi terlalu banyak.

Ini gak terkontrol ya.

Biar apilanya agak menarik ya itu yang diberubah.

Sorry itu memang berdampak ya.

Tapi jadi gak konsisten juga Mas.

Jadi gak konsisten.

Biasanya tuh satu web itu mungkin 2-3 kali ya kayak header.

Terus mungkin sub header kayak subtitle sama body.

Udah cukup 3 gitu kan.

Kalau terlalu banyak maksimal sebenarnya 3 aja menurut saya udah kebanyakan.

2 itu pas.

2 udah normal ya normalnya 2 ya.

Iya jadi jangan banyak-banyak juga.

Kalau misalkan kayak gini nih ini beda sendiri nih.

Sebelumnya headernya kayak gini kan misalkan.

Sampai di bawah kok jadi sans serif gitu kan.

Tipe phone nya pun berbeda.

Jadi kayak kurang konsisten.

Jatuhnya begitu sih.

Takutnya.

Nah ini awalnya ini sama nih mirip nih.

Sama ini mirip ya.

Tapi yang di tengah-tengah sini udah beda nih.

Jadi mungkin kalau phone nya di sana.

Terus tadi youtube nya juga auto play itu juga langsung makan bandwidth.

Calon mungkin calon student ya calon mahasiswa.

Yang mungkin dia lulusan atau baru mau lulus SMA gitu.

Yang punya bandwidth nya tidak sebanyak kita gitu ya.

Itu juga perlu diperhatikan juga.

Ini ada masukan juga nih dari mas Tohir.

Con color di banner mungkin pakai color yang lebih kontras.

Yang mana? Yang ini ya kah?

Yang si institut kesehatan ini.

Kan putih dengan putih.

Background nya langit kan.

Background nya agak putih.

Foreground nya juga putih ya.

Terus kalau itu di hover si button itu langsung transparan dan putih.

Jadi susah juga bacanya.

Iya kalau posisi tap atau layarnya lebih kecil jadi numpuk begini nih.

Numpuk dia ya.

Iya dan ini manual nya L nya turun ke bawah.

Iya N nya turun ke bawah.

Jadi bacanya bingung kita.

Ini harus banyak permain di Wix ini.

Kalau tidak kalau ada gandanya dari set mereka di ini aja pak.

Di desain ulang pakai.

Pakai yang bisa lebih di kontrol.

Bapak biasanya yang lebih fasih nya pakai apa?

Mau pakai WordPress bisa?

Mau pakai Laravel bikin sendiri bisa?

Yang mana bisa lebih fasih?

Untuk membuat template-template nya yang lebih enak gitu.

Karena kalau pakai Wix sebenarnya banyak sih yang bagus saya lihat.

Kalau di luar sana.

Kalau kembali lagi kalau fasih pakai Wix dan bisa di customize dengan bagus.

Mungkin bisa juga.

Ada masalah juga pakai Wix.

Bisa juga gitu.

Lalu, iya.

Ada ini juga kayak apa warna.

Kalau button itu kan ada button nya yang transparan putih dan ada yang biru.

Mungkin konsisten.

Terus button nya.

Mungkin yang ini diubikan hitam kayaknya lebih masuk ya.

Iya.

Terus ada button yang round it ada button yang kota.

Kalau turun lagi ada button yang kotak.

Iya.

Oh iya ini round it semua ya awalnya round it semua.

Terus ini tiba-tiba warnanya biru.

Iya.

Terus ada yang kotak.

Ada yang kotak.

Mana?

Di SISUS.

Apa jangan-jangan gak kelihatan disini?

Iya coba naik dikit.

Di mahal mengapa ikit.

Oh ini iya.

Bisa tiba-tiba kotak sendiri.

Beda sendiri hanya satu.

Yang lainnya udah round it ya.

Iya.

Ini juga accessibility nya kurang kebacaan nih pendaftarannya nih.

Ponya mungkin warnanya harus lebih gelap.

Ya harus lebih gelap atau posisinya di sedikit kemana ya.

Kayaknya warna deh.

Kayaknya warnanya.

Karena ada foto di belakangnya jadi dan warnanya agak terang.

Background nya.

Terus text nya juga terang warna birunya terang jadinya gak kebaca ya.

Agak kurang kebaca.

Kalau dari sisi performance banyak sih yang bisa diperbaiki.

Karena dari core web vital nya.

Sebenernya ok-ok aja sih.

Coba kita lihat ya.

Core web vital nya.

Iya chalice nya sih yang banyak disini.

Karena pon tadi itu.

Search screen.

Chalice itu berarti?

Cumulatively achieved.

Karena font nya custom semua ya.

Gak.

Pake swap gak?

Gak lihat sih.

Kalau dari ini kan dua detik nih kalau ini nya percentile nya.

Lumayan sih cepat juga ini nya.

Oh ini cepat ya.

Banyak ini INP nya juga sakit nih.

Karena banyak script yang ngelod kayaknya ya.

Coba lihat JS nya.

Oh banyak banget.

JS nya banyak sekali.

Gagal.

Sakit.

Dari ini kayaknya.

Gak tau ya.

Karena mungkin si Wix itu kan kecil-kecil-kecil idinya ya.

Widget-widget gitu ya.

Iya.

Jadi kalau di kombine gitu jadi sakit.

Kita coba aja kita throttling.

Kita analisis.

Kita record.

Dantingin loh.

WAPR nya banyak nih pak.

Pertama mobil responsive.

Terus kedua konsistensi.

Saya sih minta misalnya kalau ada bantuan anak mahasiswa nya yang bisa desain.

Gak ada institut kesehatan.

Gak ada.

Gak ada ya.

Gak ada.

Kan ada yang seni.

Ini manager yang kebayang rumah sakit.

Gak pegang komputer itu susah nya.

Tidak mesti kan.

Gak ada.

Iya nih banyak banget nih scriptnya.

Terus CSS nya sih sedikit ya.

CSS nya pada di ini sih.

Kalau CSS dia saya lihat sih di inline semua nih.

Inline semua ya.

Ini kan phone.

Terus CSS nya di inline.

Ini disini di inline semua.

Makanya jadi nggak apa namanya.

CLS nya bisa serasa pekat.

Tapi sebenarnya nggak blocking.

Tidak juga.

Ya nggak ada yang blocking.

Karena dari Wix nya sudah dibikin begitu.

Tapi dia pakai React nih.

Iya.

Iya Wix memang pakai React.

Makanya banyak banget nih CSS nya.

Apa ya?

Menu, menu, menu.

Banyak kok menu yang sudah lebih modern.

Maksudnya jangan pakai warna biru begini.

Dibikin yang lebih modern aja sih.

Ya itu susah banget mencari.

Enak di mata itu.

Kayak kaku banget itu.

Tampilan seperti itu.

Sebenarnya di dunia AI sekarang sudah tinggal bisa disuruh sih Pak.

Untuk bikin.

Ini kok dia nggak ngelot-ngelot ya?

Tadi saya tadi mana ya?

Fokus ke sehatan.

Nah ini contohnya nih.

Kalau saya diamin dia nggak ngelot.

Ada apa ini?

Ini skeletor nya.

Iya.

Karena dia benar gambarnya lumayan banyak.

Dan gede juga ukurannya besar.

Iya.

Kemarin kita pakai foto studio.

Kayaknya lumayan besar sih gambar-gambarnya itu.

Dikompres dulu.

Dikompres dulu jangan semuanya langsung di upload.

Lapan detik.

Coba ya saya diamin ya.

Belum, belum.

Selesai.

Adalah malam ya.

Gimana kok siap?

Tuh, sembilan detik.

Halaman ini ya.

Iya.

Itu mana Eka-Eka?

Udah datang deh.

Oh ya Eka sudah datang.

Hai Eka.

Maaf, maaf.

Udah selesai kerjanya.

Selesai dong.

Yakin selesai.

Selesai, selesai nggak.

Selesai kumpulkan.

Apa nih?

Ini lagi bodak situs immanuel.ac.id.

Bodak situs immanuel.ac.id.

Ada satu yang saya mau.

Kritik plus complain.

Ini kan sudah bagus-bagus.ac.id ya.

Di bawah emailnya itu masih yahu.co.id pak.

Bagus-bagus.ac.id.

Masih ada ya emailnya.

Sayang banget.

Tuh.

Yahu tuh.

Bagus-bagus.

Kalau nggak mau pakai.ac.id.

Kasih saya aja.

Seneng saya kalau kasih.ac.id.

Baru tahu.

Lewat itu berarti.

Ini kayaknya email

Ea-Ea-san ya berarti ya.

Nggak ada portal Ea-Ea-san.

Ada portal kampus ada.

Jpt, GKAP.

Iya.

Kalau Jpt itu Ea-Ea-san ya.

Ya bagus-bagus.ac.id.

Iya.

Lebih apa ya.

Lebih meyakinkan daripada email gratisan.

Bagus-bagus.

Sayang kalau nggak.

Iya.

Nah sama gambar-gambar

yang bergerak-gerak ini lho pak.

Ini video bukan?

Iya video.

Ini video.

Ini slideshow kan.

Slideshow.

Iya video.

No ini kayak wow ini.

Wow Wix video.

SPG.

Kok SPG?

Kok SPG ininya ikonnya sorry.

Ini wow image tapi.

Oh kayak karusel ya model karusel gitu ya.

Tapi video juga.

Ada videonya.

Oh ada videonya.

Oh video.

Ini yang apa?

Yang ngutak-atik Wixnya

ini dari.

Ini video.

Yang ngutak-atik Wixnya itu dari Mas Hardy-nya sendiri

atau dari pihak

kampus juga ikutan?

Iya ada juga. Saya punya

rekanan juga di bagian IT yang

takut-tampur lah.

Ada dari pemasaran juga itu yang

ngepost.

Jadi ada dari

dari tim lain.

Jadi masukin image gitu ya.

Nambahin

nambahin section apa gitu ya.

Oh pantesan jadi

jadi apa namanya.

Nggak seragam.

Kayak tadi font

contohnya ya.

Padahal sebenarnya

menurut saya secara

pewarnaan tuh

yang di halaman depan

itu udah cukup bagus tuh. Ada warna biru

sesuai sama jazz

alma maternya. Nah itu yang promo glombang satu

tuh warnanya tuh udah

kecok gitu. Sama warna

alma maternya udah ada.

Terus tiba-tiba

pas liat menu

warnanya jadi warna

cyan, warna biru

apa ya.

Jadi nggak nyambung gitu.

Sian-sian.

Ini biru ini salah ini.

Kalau pakai biru ini kan

lebih cakep kayaknya ya.

Nggak tahu ya itu masalah desain sih.

Saya juga nggak bisa desain sih ya.

Sama font-size juga nih.

Kalau di sini kan daftar sekarang

kan besar nih.

Di sini kecil.

Ya.

Sebenarnya bikin konsisten

lebih gampang. Lebih gampang

nggak sih sebenarnya pendapat

Mas Liza Salamun. Harus dibikin aturannya.

Harus dibikin aturannya. Misalkan

header level 1 berapa pixel

header level 2 font-nya apa

berapa pixel.

Sistem ya.

Ya font untuk

button itu berapa pixel

atau berapa rem

atau font

font family-nya apa.

Jadi ketika ada yang mengubah

dia ngikutin.

Mungkin perlu dibikin

standar aja kalau buat rame-rame sih.

Misalkan

untuk upload image itu

maksimum

size-nya berapa.

Karena kan dari weeks-nya kan nggak dibatasi kan.

Mau upload

image 12 megapixel juga

cuek aja gitu kan.

Nah dari kitanya yang harus membatasi

takutnya terlalu besar

nggak guna.

Karena orang yang buka

juga nggak perlu terlalu besar juga kan.

Layarnya cuma seberapa gitu.

Setelah lagi targetnya calon mahasiswa.

Sama

non-technis nih satu hal.

Konsistensi bahasa.

Konsistensi bahasa.

Kan kita udah bagus-bagus nih

bahasa Indonesia masih ada home.

Ada bahasa Inggris ya.

Ada

learn more.

Dan ini kotak lagi harusnya.

Terus what's new.

Raki saya lihat ada tetap update.

Oh kalau update oke lah masih bisa

terima. Tapi yang ini

padanan-nya ada

di Indonesia yang sudah diterima misalnya.

Dapatkan kabar terbaru gitu kan.

Baca selanjutnya

atau selanjutnya sudah lebih diterima kan.

Sebenarnya nggak perlu pakai.

Kalau home bisa jadi dasbor

atau beranda.

Beranda udah diterima.

Iya sih bener-bener.

Bahasanya

campur-campur gaul.

Gini aja.

Iya.

Saran saya sih gini aja.

Pakai AI aja.

Tolong buka website ini.

Terus coba improve

atau perbaiki gitu.

Apa aja yang perlu diperbaiki.

Ada Wix MCP kan.

Wix ada ya.

Ada Wix ada MCP malah.

Ya maksudnya kan

sekarang pakai Wix ya.

Bukan.

Bukan maksudnya

di Wix kan sudah ada nih. Wix Studio sudah ada

MCP server-nya nih.

Ya kan. Mungkin bisa

dipadankan dengan Jemayah Jemayah.

Ada ya?

Harusnya ada.

Iya dikonekin ke Jemayah Jemayah.

Dikonekin ke Jemayah Jemayah.

Dan suruh bikin

konsisten.

Mungkin lebih. Oh bisa ya?

Bisa.

Sekarang udah canggih.

Nah ini

dengan AI Cloud Assistant

bahkan

misalnya kita yang atur AI yang

suruh bikin konsisten dia malah lebih

ini kali. Lebih teliti

kerjaannya daripada kita.

Lebih teliti.

Kalau kita tahu apa yang kita suruh ya.

Dia lah kan lebih teliti dari kita.

Iya.

Kenapa kita buat MCP?

Ya mungkin kalau MCP terlalu

jauh levelnya ya itu

tadi aja pake Gemini atau

CGBT. Tolong

bikin ini lebih

konsisten, improvement

dan lain-lain nanti yang ngebah kita sendiri.

Yang penting kan tahu

apa namanya. Tadi kan udah kita

sarankan juga kan, pewarnaannya

font-nya, terus

image-nya,

terus bahasanya

nah itu aja yang

coba diminta

ke AI untuk

saran.

Iya.

Terus mintalah anak mahasiswa

bikin cutting-nya

lebih oke ini.

Kalau gak salah pake Gemini juga sudah bisa

ini loh Pak, kalau misalnya kasih foto

suruh. Daripada dibikin

yang putih mungkin ya mungkin aja

satu gambar yang lebih

full.

Dan si Iwi ini gak usah gede banget.

Kok fotonya lebih

bagus foto mahasiswanya dari

pacar rektornya ya?

Ini ya. Foto mahasiswanya bagus-bagus

loh. Ini professional.

Professional ya, rektornya gak

photo professional gitu.

Ya betul. Nah jadi project

aja Pak, semua dosen harus di

foto studio.

Yang bagus kali ya.

Dosen, Tendi, semua foto studio itu

project.

Ini rektor gak?

Ya termasuk, termasuk.

Cuma ini jelas dikat.

Gambarnya kurang ya.

Karena rektornya masih baru, jadi

diluar rektor itu memang foto studio semua.

Oh belum ada.

Pak Hati, suruh dia foto studio.

Yang bagus.

Kalau gak dipotong-potong gini jadi

sayang Pak. Yang lain di atas ini udah

bagus.

Iya udah bagus kan.

Secara pewarnaan juga udah

bagus, di atas udah cocok.

Tiba-tiba ke bawah.

Plain gitu. Begitu sambutan rektornya

plain, putih gitu.

Nah ini yang di bawah malah bagus ya.

Ya ini foto studio

yang ini.

Kasihan banget rektornya

gak diajak ke studio.

Bawa ke itu

studio-nya, Darwis Triadi

kan di Bandung tuh.

Ada kan?

Iya, iya bener.

Kan saya pernah foto studio

di sana.

Lumayan lah.

Karena memang saya kan

kalau apa

nilai artistik

saya itu kecil ya. Karena kan saya lebih

di IT develop gitu.

Kalau ada masukkan, oh ini harus gini

waranya gini itu

lebih gampang buatnya

dibanding kalau, ayo bagaimana cara membuat

cantik. Nah itu paling saya biu tuh.

Karena saya di sisi ini

sama programmer ya.

Tarik seni

aja salah satu mahasiswa.

Kalau gak, enak kan itu.

Tarik aja satu mahasiswa yang

mahasiswa seni

atau mahasiswa IT yang

front end, yang punya

jiwa seni lah ya. Atau anak

ini ya desain

apa? Decafe.

Decafe.

Tim IT-nya ada gak? Tim IT-nya?

Ada.

Ini konsepnya termasuk dari

marketing sebenernya.

Tim IT-nya, ya

orang marketing juga harusnya

ini kan.

Kita lebih banyak mengerti lah.

Cari Decafe

karena Decafe design komunikasi visual

di Bandung.

Duduk sama-sama, ayo kita

perbaiki situs ini.

Saya yakin seminggu

kalau dikerjain manual

kelar.

Seminggu.

Satu-satu ya. Perpek.

Orang kan kadang asumsi

desain itu cuma perkara

apa? Estetika visual,

perkara warna apa yang bagus.

Ya kalau itu kan sekarang bisa tanya AI ya.

Tapi yang penting itu kan

selain di luar itu

desain itu kayak UI, kan ada UX

kan, user experience.

Ini mungkin perlu

apa ya? Survey

atau mungkin explore

user journey sih.

Kayak target

audience-nya situs ini. Siapa sih?

Terus apa sih yang penting untuk mereka

misalnya mereka pengen lihat slideshow

animasi foto-foto

mahasiswa di halaman

home atau enggak. Mungkin misalnya

setelah di survey

mereka target audience-nya

lebih, ngerasa lebih

penting untuk lihat jadwal

misalnya jadwal pendaftaran atau apa

mungkin itu bisa dibuat lebih prominent kan

karena slideshow apa tadi

animasi-animasi foto

mahasiswa di studio, itu kan

berat banget ya. Maksudnya makan

source, makan data yang banyak

waktu loading-nya juga banyak

nah itu mungkin, ya bukan

nggak boleh, tapi prioritasnya kan

mungkin bisa diturunkan karena

mending bang target audience-nya

mungkin lebih penting misalnya

liat tabel mendaftaran

atau lokasi mendaftaran atau apa lah

atau link WhatsApp untuk mendaftar.

Nah itu bisa di apa

prioritasnya bisa

dibuat lebih prominent dan

lebih di atas. Itu kan bagian dari

desain juga, maksudnya itu bagian dari

desain UI dan UX yang

bukan cuma karafon-nya apa

atau warnanya apa.

Kalau ini malah heading-nya

bagus yang di situ-situ. Kalau

ini heading ini dipindahin kesana, saya

malah lebih. Oh ini pendaftaran.

Lebih jelas ya.

Ini lebih

secara. Ini pendaftaran berarti

service lain ya.

Service lain. Siakcloud.com

Siakcloud.com ya.

Secara

font dan segala macem lebih

asyik. Apapun beda service sama inline atau

header-nya.

Beda hosting ini

dari setelah itu ada

klien.

Iya, maksudnya secara

desain, nggak perlu pusing-pusing

nyari, dibikin

kayak gini, atas dan

seragam, udah cakep.

Seragam.

Bisa dibikin gini,

juga cakep sebenarnya.

Contohnya misalkan ini,

di atas ini portal pendaftaran masyarakat baru

kan putih, terus background

fotonya itu ada gradasi

hitam kan. Kalau

yang di depan tadi kan

nggak ada gradasi,

warnanya agak terang, terus

Insitut Kesehatan Immanuelnya terang juga.

Text-nya putih,

font family-nya juga

nisan serif ya.

Kalau yang ini kan agak tebal ya, ada

bold gitu kan, jadi lebih

kebaca, dan background-nya agak

digelapkan. Nah, itu dibikin

seragam lah.

Intinya itu, font-nya

seragam, pewarnaannya seragam,

itu udah kayaknya

sudah cukup improve

kalau dibikin seragam.

Jadi nggak kayak kita buka

website lain, walaupun

sebenarnya memang ini service yang berbeda ya,

antara pendaftaran sama

halaman utama gitu.

Jadi kalau bisa dibuat seragam,

seolah-olah

satu halaman website yang sama,

itu akan jauh lebih baik sih.

Iya.

Oke.

Mungkin dari

Mas Hadrinya ada yang mau ditanyakan?

Terima kasih nih untuk

masukan-masukannya, cuman

di luar itu

mungkin, ini kan kita kembangkan

pakai Wix ya, mungkin dari

rekan-rekan di sini,

ada masukan

yang mungkin lebih

menunjang, stabil ya

PSNC dan tadi itu, tadi ada

dari WordPress.

WordPress misalnya ya.

Sebelumnya kita pakai WordPress, waktu kita

masih sekolah tinggi.

Cuman memang yang

gratis hari itu.

Jadi tidak bisa.

Di Dominesia, di hosting aja

pakai WordPress.

Maksudnya pakai

WordPress di Dominesia.

Di Dominesia.

Iya, otomatis kan ada installernya

udah tinggal klik next, next, next aja.

Dan WordPress itu kan

juga sudah full side editing juga.

Udah kayak Wix, kalau bisa dibilang.

Jadi bisa pelajari WordPress yang baru.

Lebih bisa kita kendalikan ya, lebih bisa kita

kontrol ya. Iya, bisa kita kontrol

dan dia sudah full side editing.

Udah bisa pakai

blogs dan segala macem.

Jadi cobalah, WordPress yang baru itu udah

keren ya.

Ada yang saya pakai itu dari Dominesia

yang baru

beberapa bulan lalu itu.

Kalau boleh di lirik dah sebentar,

ptbachtrametalindo.com

ptbachtrametalindo.com

Jadi saya punya banyak

dari Dominesia ini.

Langganan kenap.

Langganan ya.

Iya, sama satu lagi mungkin

kalau di Wix kan

kita nggak tahu ya, dia

CDN hostingnya itu

mungkin paling dekat mungkin Singapura ya.

Mungkin ya, saya nggak tahu apa ada di Indonesia

atau nggak. Tapi kalau misalkan

menggunakan WordPress atau menggunakan

servicenya Dominesia kan lebih

Indonesia kan. Jadi lebih cepat

sih, latensinya

lebih cepat dibandingkan Wix itu sendiri.

Oke, kita

cukup dulu kali ya, kita harus bahas

satu lagi soalnya.

Iya, kita ada satu lagi.

Terima kasih banyak

ya, soalnya sudah berpartisipasi

Pak Sardi.

Nanti

kabar-kabarin kita kalau sudah

selesai yang baru,

biar kita bisa lihat lagi.

Oke, oke.

Sampai ketemu lagi.

Thank you, sampai ketemu Pak Sardi.

Terima kasih, saya izinkan lip ya.

Iya, makasih.

Terima kasih semua.

Terima kasih.

Oke.

Oke.

Selamat datang

Eka.

Ini Eka yang punya website yang baru

nih, yang satu lagi ya.

Apa nih?

Oke.

Oke, sekarang kita masuk ke

website yang kedua.

Oh belum ya, nanya Eka dulu ya.

Kita interview Eka dulu ya.

Kenapa?

Jadi Eka

meeting sama siapa?

Lo, kok jadi

ada deh.

Kok jadi ini?

Jadi possessif.

Jadi possessif.

Padahal mau cari

topik basa-basi sebenarnya.

Koordinasi pembukaan

Selat Hormuz ini.

Waduh.

Kok ngeri amat.

Oke, daripada semakin

awkward ya, kita langsung aja ke website

yang kedua kayaknya.

Andeskanya udah ada nih

di chat ya hidup webcoding.

Ini bikinnya pakein webcoding.

Ini website kedua ini adalah

website rumah sakit ya.

Rumah sakit.

Waktu kita memilih

kita memilih beda website itu

memang sengaja kita ambil kayak

yang kreatif, terus ada

kesehatan dan

apa namanya?

Institut ya, kayak gitu ya.

Yang reform-form.

Institusi, pendidikan

sama ada kesehatan ya ini ya.

Oh iya. Ivan kan istrinya

dokter ya.

Saya punya pertanyaan.

Apakah website rumah sakit

itu template-nya kayak gini ya.

Warnanya hijau.

Terus on-nya

bulet-bulet gini.

Kayak stereotypical banget.

Emang iya ya? Atau enggak ya?

Mungkin hijau itu

identik dengan medis.

Kayak katanya kan ada

psikologi warna kalau merah

itu bikin lapar.

Katanya jadi banyak kan restor yang...

Orange ya, orange bikin lapar.

Karena itu bikin lapar, makanya banyak

restor atau rumah makan yang brandingnya

merah. Katanya biru.

Menambahkan rasa percaya.

Jadi banyak bang yang

brandingnya biru.

Saya lihat rumah sakit

di tempat istri

saya bekerja warnanya biru.

Oh iya kan biru, ini biru, ada

hijau, enggak ya?

Oh ada sih, ada hijaunya sih.

Oh enggak ada hijau.

Kalau ini brandingnya hijau sama biru.

R-S-I-A, R-S-I-A.

Oh iya benar-benar.

Cuma jarang rumah sakit yang merah ya.

Nanti jadi lapar.

Yang bikin.

Andesnya ini tuh.

Nggak bisa muncul di video

tapi dia ada di chat.

Kenapa tuh kira-kira? Oh template-nya

tergantung orangnya. Ada permintaan dari

mereka-nya ya? Warnanya seperti ini,

phone-nya seperti ini, atau gimana.

Atau ini hasil

vibe coding, gara-gara

vibe coding jadi warna ini?

Enggak kan ya? Kalau

vibe coding biasanya ungu dia.

Bisa jadi ungu.

Begitu buka website ini.

Begitu buka website ini

saya langsung

apa namanya? Langsung

pengen komplain. Boleh gak sih?

Nanti.

Complain?

Enggak tuh, dijawab enggak.

Enggak boleh. Oh enggak ya?

Oke-oke. Iya enggak boleh, enggak usah.

Enggak jadi komplain saya. Ini jawaban

untuk pertanyaan siapa?

Tadi kan saya nanya juga nih.

Apakah ini template

atau hasil dari

vibe coding? Terus apakah boleh

dikritik atau enggak?

Kalau enggak boleh dikritik, terus kita harus ngapain nih?

Oke.

Yang pertama, yang non-technis.

Turun dikit.

Bootstrap, oke.

Turun dikit.

Nah yang di dokter-dokternya.

Oh yang dokternya.

Pertama, OBGYN itu

enggak pakai S, enggak pakai OBS.

Bukan OBGYN.

OBGYN.

Ini OBGYN semua.

Ini OBGYN semua.

Iya.

Jadi OBGYN itu

enggak pakai S.

Ya, OBGYN itu enggak pakai S.

Terus...

Bagi

orang yang umum baca ini, itu

dokter Anissa-nya itu dalem.

Apa sih dalem? Gitu.

Kalau saya sih tahu itu penyakit dalem, karena

dari SPPD.

Tapi dalem gitu.

Dalem itu ternyata saya gitu ya.

Dalem.

Nah itu...

Iya, dalem.

Dalem.

Mungkin dokter Anissa-nya

orang Jawa dan Sopan.

Orang Jawa ya?

Iya, OBGYN itu enggak pakai S.

Orang UI.

Dokter Anissa-nya orang UI.

Bisa jadi sih.

Bagi nyajar dong.

Mana dia? Kok hilang?

Maaf, terlalu...

Lanjut, lanjut, lanjut.

Performance dong.

Performance.

Tuh, masih mau ini dulu, non-technis.

Oh, iya, iya.

Non-technis, non-technis. Silahkan, silahkan.

Ininya...

Kayak link paling atas.

Yang paling atas itu yang untuk alamat

dan segala macemnya itu.

Itu dibikin link.

Dibikin link disitu tuh.

Kalau di hover tuh ada link gitu.

Oh iya, jadi satu link penuh ya.

Ya enggak masalah.

Tapi enggak jelas gitu.

Itu link itu buat apa gitu.

Jadi...

Kita enggak bisa kopi.

Enggak kemana-mana juga.

Cari maps, enggak bisa, iya.

Dibuat intro juga enggak bisa diklik.

Dan itu kan jadi...

Koding sisaan orang

itunya cuma hash doang.

Iya.

Dan itu kan jadinya klikable.

Dan kalau misalnya untuk...

Harapan palsu ya.

Tidak semantik, tidak semantik.

Alat-alat buat

Accessibility.

Kan itu kan bakal jadi turun ke situ.

Nanti dia...

Fungsinya apa juga.

Nggak ada ini juga kan.

Alternative text-nya.

Ada fungsinya, iya.

Harapan palsu kita bisa diklik.

Tau nya diklik, enggak usah ngapain-ngapain.

Tidak terjadi apa-apa.

Justru nomor teleponnya.

Source-nya.

Di sebelah kanan itu yang di...

Di sebelah kanan...

Gak bisa diklik.

Gak bisa diklik.

Ikonnya bisa diklik, ikonnya doang.

Nomor teleponnya enggak.

Jadi, rencana mau dibuat text berjalan.

Marky, jangan.

Jangan, jangan.

Jangan, jangan.

Jangan.

Reduce, konsep sekarang itu

Reduce Motion, ini saja saya...

Saya enggak consent.

Consent itu bukan konsentrasi ya.

Iya.

Consentnya saya itu bukan konsentrasi ya.

Tapi, consent apa? Consent bahasa Indonesia apa ya?

Consent.

Consent.

Consent.

Consent sus.

Consent itu kayak...

Bersedia ke tersediaan.

Oh, consent.

Bersedia, iya.

Cookie content.

Cookie content, iya.

Ya.

Intinya saya enggak...

Saya begitu buka website ini aja enggak

consent, kalau ini harus berjalan.

Tiba-tiba dia jalan sendiri, slidernya.

Ya, terus lagi-lagi.

Nggak rela.

Tujuan ya.

Kenapa sih ada website rumah sakit?

Kan target audiensi siapa?

Siapa yang kira-kira buka

website rumah sakit?

Kemungkinan nih bukan orang yang

cuma iseng-iseng aja.

Buat hiburan,

buka website rumah sakit, kemungkinan enggak kan?

Kemungkinan ada orang yang punya

kebutuhan medis tertentu.

Bayarin dong.

Udah lagi sakit, atau maksudnya

udah lagi mau melahirkan, atau apa, butuh alamat.

Alamatnya jalan.

Pusing-pusing.

Alamatnya jalan.

Textnya jalan gitu ya.

Nggak, maksudnya jadi ini bukan

perkara visual biar indah atau apa,

tapi harus mempermudah

user mencapai tujuan

tertentu. Dimana kalau disini kan kalau alamat

berarti harus gampang misalnya

di KOPAS, misalnya ya.

KOPAS ya.

Gampang di-copy karena mungkin kan

orang komunikasi lewat WhatsApp

atau apalah, alamatnya mana nih?

Kita harus bisa dengan cepat

meng-copy. Atau mungkin ada link

dalam kurung Google Maps dikasih underline

yang jelas. Jadi orang bisa

nge-click Maps ya, atau Apple Maps

atau Maps apapun itu.

Ya, pokoknya ini semua

harus dikembaliin ke tujuannya kan.

Si user-nya itu dibuat

dengan mudah mencapai tujuan.

Nah, terus sebenarnya background-nya

hijau muda, text-nya putih,

itu kalian bisa baca gak sih?

Terlalu...

Kurang ini ya, kurang...

Kontrasnya kurangnya.

Ini seberapa kontrasnya?

Masuk sih. 2,5

Tapi masih bisa lebih baik ya?

Jelas, itu ada warning-nya

2,55

Oh, harusnya 4 ya.

Minimal 4,5.

Kira ini itu, disebelah kirinya

soalnya hijau, text-nya enggak ya?

Karena text-nya warna hijau ya?

Salah.

Ini kan ada

hitungan algoritma, kontrasnya

2,55, patokannya

4,5, tapi

bahkan di luar hitungan itupun

kasat mata pun, ya apa?

Sulit dibaca kan?

Apalagi misalnya, kalau kita bukanya

kita bukan di luar ruangan

siang-siang, maksudnya ada

gelayarumah terhari, ya itu

itu jamin sulit dibaca.

Iya, benar-benar.

Informasi pendaftaran

0,8 sekian-sekian, tapi itu

isinya image semua.

Saya tuh paling, misalnya

kalau lagi mau cepet-cepet

ya, "Wih ada nomor telfon."

Ya elah, gue harus bolak-balik

0,8,2,3, gak bisa di-copy.

Mana informasi pendaftaran?

Yang di-slider, makanya ilang kan, udah.

Oh, slide show itu

image, itu gak ada yang

elemen dulu.

Pertama aja sudah slide show.

Bayangin, Mas Liza lagi mau

catat nomor telfonnya,

mau pendaftaran, 0,8,2,3,

kembali lagi ke tab yang

tadi, lah itu tadi

slide show, ya elah, harus di geser-geser

lagi slide show-nya.

Untuk dapet kayak nomor telfon.

Betul, minimal

kalau slide show, harus

ada cara untuk pause,

berhenti. Minimal ya,

kalau tetap mau slide show,

akan ada pause.

Sebenernya itu kan

di tenas juga ada

navigasi dot-nya ya.

Tiba-tiba ilang.

Tiba-tiba ilang.

Mereka tau gak cara

ngebalikin ke slide semula?

Maksudnya itu, coba aja

user testing beberapa target audience-nya.

Si ini ya,

si bagian slider ini,

itu

selalu always full width.

Jadi kalau misalnya ini di mobile,

coba aja, itu

si tulisannya

di banner itu jadi kecil

banget.

Karena dia menyesuaikan

image-nya ini ya.

Image-nya untuk desktop.

Kalau

kalau mobile, panahnya

ilang. Coba deh, tanya user

awam manapun, ngerti gak caranya

balikin ke slide show?

Gak kelihatan.

Kalau seukuransi ini,

gak kelihatan karena image.

image-nya responsif

sebenernya bagus. Cuman

dalam hal ini, karena ada text,

jadi menyebabkan, jadi

gak kelihatan. Kalau yang bukanya

di mobile.

Jadi, perlu

dicari tau juga,

perlu dicari tau juga

berapa banyak user

yang membuka di mobile,

berapa banyak yang di desktop.

Karena ini kayaknya dioptimas untuk desktop ya.

Sama tadi

ini mungkin karena

faktor template ya, karena

faktor template itu bahasanya jadi

sama kayak yang sebelumnya.

Gak konsisten, ini bahasa Inggris,

ini bahasa Inggris, sementara ini

beranda, layanan udah bagus nih, bahasa

Indonesia. Tiba-tiba disini bahasa Inggris.

Ini bahasa Inggris.

Terus mencapaian bahasa

Indonesia lagi. Dua hari ini

bahasa Indonesia lagi. Gak konsisten

ya.

Kalau bisa dibuat konsisten kayak quick links,

nah ini kayaknya template ya.

Yang paling fatal sih

itu sih tetap, kalau menurut

gue slide show

di atas ini, karena semua informasi

penting, itu di slide show

ini. Tapi ya itu

udah pakai image, nanti mungkin

event bakal seperti biasa, performance

audit ya. Ini tadi

gue iseng buka di HP,

emang paket data

lagi mungkin kena

troto atau apa. Lambat

banget. Karena slide show itu kan emang

berat ya. Terus

itu tadi image-nya

ini kan resolusi. - Image-nya di load semua.

- Text. Text-nya jadi

kecil banget. Terus yang tadi

alamat-alamat semua nggak ada yang bisa

dikopas, nggak ada yang bisa diklik,

dibaca pun sulit, terus

loading-nya jadi lambat banget. Padahal kan

ini yang di atas ini informasi yang paling

penting ya, istilahnya above the fold.

Jadi yang paling

maksudnya di luar, kalau perkara

apa, konsistensi bahasa

atau penulisan obscene atau

apa, itu kan yang nyadar

mungkin orang diperiksa aja. Nah

kalau yang informasi

penting di slide show di atas,

di slider di atas

itu yang paling fatal sih.

Alt text-nya juga kosong. Jadi

dari segi

SEO, search engine, crawling,

semua info yang di atas ini

nggak bakal masuk, nggak bakal

terroll ke search engine.

- Yes.

- Terus ini dong

non-technis lagi, coba masuk ke

yang tadi

ke bagian dokter.

Terus liat

semua dokter kami.

- Oh, ya sebentar. Ini

hover juga warnanya

agak

susah dibaca jadinya ya.

- Iya.

Ada yang aneh disini, karena

kalau saya lihat dokternya itu cuma ada

beberapa ya.

Hanya ada 9.

Ya kan?

Terus buat apa ada search

disitu?

- Kalau dokternya nambah mungkin.

- Ya benar juga ya.

- Ya nanti aja baru ditambahin.

- Kontrol F aja,

kontrol F udah bisa kan.

Di satu hal aman kan.

- Kalau di mobile juga sebenarnya

bisa kan.

- Iya benar.

Ini kayaknya dari template ya.

Mendingan di-hide aja atau di hilangin.

Sayang banget.

- Dan kalau di klik itu

liat jadwal.

Kalau di klik liat jadwal.

Gak keliatan kan.

- Oh iya ini juga nih.

- Iya.

Satu informasinya polyklinik

sama semua. Polyklinik,

kandungan, kandungan, kandungan, kandungan.

Ya buat apa? Mendingan di hilangin aja gitu.

- Mendingan di hilangin aja ya? Yang kanan ini ya?

- Iya. Jadi satu polyklinik, kandungan

di hari sekian.

Jadinya kan lebih

rehabilitator daripada

rehabilitatif.

Sombolnya permintaan manajemen.

- Oh.

Nah itu sulit itu.

- Buat apa ya? - Itu kita, kita

saya berapa banyak klien yang bilang

saya mau begini, saya argue,

saya push back.

Karena saya yang lebih tahu.

Jadi secara...

- Dapat di satu ya benar.

Tapi gak guna buat apa gitu.

- Kalau ini ya, kalau argue

kita harus argue sih.

Maksudnya untuk

memudahkan user. - Argut secara sehat ya.

- Kalau ini malah memper sulit ya.

- Lalu itu

di atas ada

apa namanya? Di bagian tim

itu. Kelihatan gak di situ

ada breadcrumb?

- Ini ya, breadcrumb ya.

- Iya.

- Breadcrumbnya gak kelihatan karena...

- Ya karena background.

- Jadi background.

Background image.

Ini biasanya ya,

kalau pengalaman saya biasanya

dari template nya itu udah bagus karena

background nya disesuaikan.

- Background nya udah di-edit.

- Disesuaikan mungkin lebih gelap.

- Ada gradasinya, ada layer.

Ada layer warna gelap.

- Iya. Begitu kita masukin

foto kita atau foto kita ya,

foto dari kita sendiri tiba-tiba jadi

kurang harmonis gitu.

Karena kan ini

kebetulan

orang-orangnya pada pakai baju

biru tiba-tiba tulisan home nya

warna hijau dan warna putih.

Dan semuanya agak

kurang kebaca jadinya.

Mungkin bisa ditambahin gradasi ya.

Bisa gak sih?

- Bisa.

Kalau saya...

- Kalau saya malah

taruh aja di bagian yang putih

biar sekali yang rapi.

- Di bawah ya?

- Iya.

- Search bar nya diganti,

taruh yang sekarang ada

search bar.

- Saran saya,

saran saya

gak usah pakai foto. Kenapa?

Percuma mukanya ketutupan juga

gak kelihatan orangnya, kasihan.

- Permintaan manajemen juga kali

jangan-jangan.

- Oh kalau gak ini, tim dokternya di atas.

Gak menutupi muka-mukanya ini.

Sayang banget

udah foto bagus-bagus tuh

bergaya-gaya gini, terus gak kelihatan

muka. - Kasihan yang di tengah sih.

Yang di tengah mukanya ketutupan semua apalagi

pinggir-pinggir tuh enak

mungkin jabatannya udah lebih tinggi

yang di kiri sama kanan.

- Ya mungkin harus dicari

jalan tengah lah ya.

Antara dinaikin ke atas

atau tim dokternya taruh

di bawah sini sebagai pengganti ini

atau kalau ini mau tetap ada

dipindahin ke kanan misalkan

ya gitu lah ya.

- Oh kalau

memberikan argumentasi untuk

search saya bisa tambahkan

alasan yang kemungkinan

akan diterima.

Kalau pakai search, itu bikin berat server.

Nanti harganya mahal

pasti mau di take out lah.

- Emang bayar servernya

pake AWS atau GCP

yang di per-compute.

- Kan query ke data

abis kan berat juga. Jadi bikin

tambah mahal kan?

Kalau udah ngomongin duit

pasti diterima tuh.

Hosting bulanan.

- Oke, lanjut.

- Laman layanan deh.

- Layanan.

- Ya kalau ini standar ya

yang judul sama

breadcrumb juga. Tadi kan udah

dikomentarin, kalau yang

gue pernah komentarin ini slide

bawah terus, apa scroll

bawah terus.

Itu standar.

Nah ini asuransi partner

lagi-lagi ini kasusnya mirip sama

slideshow image

yang di home tadi.

Ini kan informasi yang penting ya, kemungkinan

kalau lagi-lagi kita lihat dari sudut

pandang pengunjung

mungkin kan pengen tahu

asuransi

yang dirimu.

Ini semua pake image.

Image-nya ukurannya besar.

Loading-nya lambat. Apalagi karena

seluruh halaman tadi kan banyak

animasi pake JavaScript.

Dan

di bawahnya gak ada

image-nya sendiri gak ada alt text.

Alt text itu

teknologi web yang bisa

untuk misalnya aksesibilitas,

untuk tool screen reader.

- Kita bisa cari disini misalkan apa.

- Alt textnya gak ada.

Alt textnya dibawah gak ada juga.

Jadi ponenya itu

sulit di...

sulit di akses, sulit di cerna.

- Image caption-nya kalau ditambahin

skype caption kali ya.

- Dan gak crawling, gak masuk

ke search engine juga.

Jadi misalnya sulit

untuk tahu partner asuransinya

siapa aja sih menjawab

pertanyaan itu aja sulit.

Jadi yang paling,

menurut gue yang paling fatal itu

halaman ini.

- Iya, imunisasi M-nya satu.

Oke lanjut.

- Home visite.

Wait, home visite itu

beneran ada? Turusannya gitu?

- Gak tahu.

Mungkin home visite

kali ya.

Undungan, bijat, ibu

dan bayi.

Visite. Mungkin ini silahnya

kali.

Nah, mungkin akan lebih

bermanfaat kalau

search-nya itu buat

bukan hanya buat dokter.

Misalkan kita

disini atau di halaman depan

kita cari

BTA live atau

BNI live gitu.

Kayaknya lebih bermanfaat disitu ya.

Jadi, daripada dia

bingung nyari dimana.

- Search-nya buat semua.

Apa pun.

Dapat melita, dokter.

- Betul.

Dokter, semuanya

itu bisa dicari

dari halaman depan atau

ada search disini, kita bisa langsung cari.

Jadi, kalau dia bingung

ini, kalau mau cari

Bapak tadi, restoran

di menu yang mana ya?

Dia bisa

langsung search disitu. Kayaknya itu

lebih bermanfaat ya.

- Terus ada TikTok dan

Instagram di pojok

kanan dan

kiri-bawah buat apa ya sampe

double-double?

- Kayak pengen banget gitu.

- Ya mungkin emang mau promote akunnya

sih gak apa-apa sih kalau gue ya.

- Gak apa-apa. Ini mah

biasa. Ini kan kuter,

ini kan header. - Lebih penting

itu sih kayaknya

nomor telepon atau

apa sih.

Pendaftaran.

Pendaftaran online.

Tapi ada gak sih

penaftaran online?

Ada WhatsApp sih di bawah.

Ada WhatsApp ya.

Nah ini nomor teleponnya

ini bisa diklik. Tapi

nomor yang ini gak bisa.

Yang ini bisa diklik.

Kalau di handphone

jadi kemana ya?

Langsung

nelfon gitu.

Langsung ke alaman contact gitu ya

yang buat teleponnya.

Nah

kalau ini dibuat kayak gitu juga kayaknya

lebih membantu ya.

Mengenai WhatsApp ini ada

pertanyaan nih.

Kalau saya tambahkan notif text

pendaftaran ke tombol

WA gimana?

Maksudnya?

Notif text.

- Isi diket WA-nya atau

atau tulisan di labelnya itu

daftar. - Oh ya

daftar melalui WA gitu ya

di sini, di atas sini ya.

Maksudnya ya.

Di apa?

Diperjelas pertanyaannya.

Dikoreksi kalau salah.

Di sini maksudnya ada text gitu.

Pendaftaran melalui WhatsApp

gitu ya. Atau WA.

Itu topnya ada

ada animasinya ya.

Sama ini kayak ngelek gitu.

Lama banget nunggu ya. - Kayak ngelek ya?

Iya kayak ngelek ya.

Ini sengaja?

Kayak ngantuk

gitu.

Oh iya maksudnya gitu.

Kalau

tambahkan notifikasi text

overlay gitu ya di sini ya.

Bagus ya.

Takutnya ke overlay

sama yang lain malah.

Ketutupan ini.

Atau gak kebaca.

Karena

backgroundnya beda-beda nih. Ada yang

putih, ada yang image, ada yang

background image.

Tiba-tiba pas di sini

nanti sama dokter yang ketutupan.

Kasih background.

Kasih border.

Kasih background kayak tooltip ya.

Tooltip ya.

Terus keren juga tuh misalnya

di tombol WhatsApp dikasih JavaScript misalnya

kalau mau di hover kesitu

terus tombolnya pindah.

Jadi gak bisa

diklik.

Gak bisa diklik.

Kayaknya orang lagi betul-betul

masakit ya kalian jahat banget.

Udah lagi sakit.

Udah lagi mau melahirkan.

Cuma ini penting nih.

Link WhatsAppnya salah.

Serius. Coba diklik.

Linknya kayaknya

salah deh.

Ada apa salah.

Benar.

Coba mobile.

Mobile. Coba mobile.

Ini benar.

Open ke WhatsApp.

Oh responsif.

Dari mobile.

Dari mobile. Dari handphone.

Nah tuh coba klik link WhatsAppnya.

Bisa?

Bisa.

Coba dari berita.

Apa halaman berita?

Dari halaman berita.

Oh iya halaman beritanya salah nih.

Ke website malah.

Bisa beda-beda?

Iya. Kira ini satu widget.

Nah ini Vibescodingnya

pakai mobil apa aja nih?

Undefined Variable.

Oh apa ini?

Ini ada linknya loh.

Coba ya.

Berarti ada yang salah konfigurasi ya.

Nih.

BRBR

Warning Undefined Variable

WA Link.

Iya iya iya.

Oh ini template WA Linknya.

Ada error memang.

Tadi kok gak salah.

Nge-spill Home Direkturinya lagi.

Iya iya.

Dapat Home Direkturinya.

Wah bahaya itu.

Tolong langsung diperbaiki.

Yang di Struktur Organisasi juga

error sama.

Yang di Dokter.

Juga.

Yang di Layanan juga.

Oh berarti hanya di Beranda yang bisa.

Yang bener yang di Beranda doang.

Iya iya.

Nah intinya kalau Vibel Link pasti in.

Warning Undefined

Undefined Variable

WA Link. Ini pakai PHP nih.

Berarti.

Terus di

WWW Route RS Official

Oh.

Foldernya ada RSOfficial.

Test loh.

Di servernya.

Lain 89.

Wah ketahuan kan.

Ketahuan.

Hati-hati.

Bahaya ini.

Terus pakai Cloudflare.

Hah? Tau dari mana?

Ada.

Kalau di click View Source.

Di paling bawah ada

ininya.

Ada Cloudflare Insightnya.

Font Awesome. Kenapa sih pakai Font Awesome?

Nah. Karena

Template apa? Tadi kalau gak salah

sempat di mention bahwa

menggunakan Bootstrap.

Standard Bootstrap Template.

Mungkin bawaan dari Bootstrap Template ya.

Coba liat View Source.

Kalau bisa jangan.

View Source saten L.

Gede indikit.

Penting kita load Font Awesome

untuk navbar dan Bootstrap icon untuk

konten. Tapi ada dua itu Font Awesome.

Satu yang dari fontawesome.com

satu lagi dari Cloudflare.

Oh. Ada dua.

Satu yang 554.

Satu lagi yang 654.

Emang butuh sebanyak itu ikonnya?

Saabrek-saabrek.

Buat apa aja nih ikonnya?

Ini seberapa

gede ya?

Lumayan.

Satu CSSnya berapa gede?

Tau gak? Kelihatan gak?

Dari Inspect Element.

Oh ini ya?

Font.

Ya.

Fon ya dia.

Bukan.

Sese kan?

Sala.

ol.css sama ol.min.css.

Ini kan?

Iya. Dua.

Totalnya yang kompres dia

ya tiga puluh lah.

Tiga puluh kilobyte.

Gak gitu gede sih.

Tapi kalau satu dihilangin udah lumayan ya.

Uncompressed lho.

Itu.

Benar.

Kalau ininya size-nya beneran

59 kilobyte.

Kan.

103 kilobyte.

Jadi 150 kilobyte.

Gede-gede.

Gede.

Itu ikonnya dipakai dimana aja?

Oh ini kayaknya nih.

Ini, ini, ini.

Cuman tiga?

Telepon, alamat ya.

Ya di treeshaking aja lah.

Tapi ngapain dua versi?

Gak perlu dua versi ya.

Pake yang perlu aja.

Pake phone awesome.

Pake emoji aja emoji.

SVG aja.

Ya SVG.

Banyak alternatif sekarang.

Phone awesome udah.

Phone awesome sudah.

Sudah.

Kurang relevan ya.

Pake bootstrap icon lagi nabah.

Satu lagi itu bootstrap icon.

Tiga kan.

Oh bootstrap.

Pusat ngeluarin juga ya icon saya.

Oh iya bener.

Ini pengepul icon ya.

Senang banget sama icon.

Apalagi.

Enak ya.

Beras itu sepertinya.

Tapi membuat sendiri susah.

Iya ngomongnya gampang.

Biar orang lain ngomongnya gampang.

Tapi memang saya kerjanya begitu sih.

Kalau udah.

Complain tuh gampang, ngekritik tuh gampang.

Complain gampang.

Kerjain aja deh sana.

Ini listnya.

Itu kan kayak backseat gaming itu loh.

Kalau Twitch streamer nge-game.

Iya, komentator ya.

Atau kayak nonton bola.

Komentar siapa bola.

Go block gitu ya ngomongin.

Go block.

Padahal kita yang komentar cuman di buka santai doang.

Gak bisa juga sih.

Bagian directory yang terbuka di bagian mana?

Yang ini yang di bagian layanan.

Terus WA nya.

Link WA nya yang ini.

Di klik anan aja klik kanan.

View source.

Eh mana? View source nya.

Salah satu yang mas Lisa.

Oh bentar, bentar, bentar.

Salah, salah, salah.

Ini ya klik kanan. View source.

Paling bawah.

Paling bawah.

Di bagian itu ada warning.

Be warning.

Di line 500 sekian tuh.

Itu.

Iya.

Warning.

www.rsofficial.tes

INC footer.

Langsung dipindah ya.

Langsung dipindah, langsung di hilangin.

Di ganti ininya.

Foldernya.

Berbahaya.

Oke.

Nah ini kayaknya mas...

Gimana?

Disable.

Refresh.

Oh ini cepet ya.

Kenapa pas gue buka lambat.

RCP nya 2,51 second.

Cukup lambat sih.

Cuma ini mending sih.

Cepet.

Tadi pas gue nyoba pertama slideshow nya tuh.

Lama baru munculnya.

Ini lebih baik sih.

Empty cage.

Gak sih lumayan cepet.

Udah CDN kan.

Udah CDN.

Udah CDN ya.

Terus gak ada

sitemap.xml nya.

Buat SEO ya.

Iya. Buat crawler.

Buat search engine.

Schema.org nya tak ada.

SEO nya masih kurang ya.

Iya.

Robot.txt nya tak ada.

Apalagi llm.txt ya.

Iya.

Terus...

Revise with viewport sudah ada.

Connect.

Pake Google phone.

Phone nya kebanyakan.

Animate nya kebanyakan.

Terus...

Dia pake lightbox kan.

Buat popup itu kan.

Sedangkan yang popup itu tadi perasaan

Cuma ada di...

Di sini. Dokter kan.

Tempat lainnya kan gak pake.

Buat apa di load semua.

Di semua page.

Khusus di halaman ini aja ya.

Dan sekarang sebetulnya kan

Udah ada fitur Web API,

HTML, Alman, Dialog kan.

Jadi gak harus pake

Strip external yang lebih berat.

Pake third party.

Gak perlu pake external library.

Terus...

Carousel kan cuma pake di homepage.

Iya kan.

Tapi all carouselnya, JS nya di load di semua page.

Di semua halaman.

Wasting bandwidth dan resource.

Apa lagi ya?

Apa lagi ayo?

Main.js

Apa lagi liat main.js nya?

Kenapa main.js?

Gak apa-apa.

Cuma lagi liat isinya apa.

Nggak di-minify?

Di-minify ya.

Banyak banget kayaknya bawa ini,

Bawa library di dalam sini.

Ini nggak di-minify?

GQuery?

Iya, itu nggak di-minify.

Salah gue salah liat.

Oh, wow.

Wow.js nya di-init.

Tapi kan wow nya itu

dimana aja ya pake?

Wow.js itu apa sih?

Buat animasi-animation itu

kayaknya yang halaman

dokter atau apa.

Kalaman dokter ya.

Ada animasi.

Mungkin ya.

View transition.

Gak usah.

Itu pake CSS animation

aja.

Keyframe.

Aduh, nggak usah pake.

Dari template ya?

Gak perlu pake ini deh.

Dari template sih.

Bawaan template biasanya.

Bawaan template biasanya.

Termasuk One Awesome juga bawaan template.

Di sini aja.

Di apa?

Coba di bagian

saya lupa.

Yang unused JavaScript itu

dimana ya?

Di network apa di performance?

Di performance ya?

Lighthouse ya?

Lighthouse bukan?

Lighthouse, iya.

Coverage, eh salah.

Lighthouse.

Mortals.

Speed.

Bukan, ntar ya.

Itu ada sih.

Kalau di Lighthouse ada.

Tapi di sini juga kalau nggak salah ada.

Kita bisa tahu

berapa banyak JavaScript

yang tidak digunakan.

Jadi bisa dari sana aja ngeliatnya.

Ini bukan?

Itu bener yang kanan itu.

Coverage.

Oh iya.

Unused bytes

94,7%

nggak dipakai di bootstrap.

Jadi bootstrapnya dipakai di bagian mananya.

Eh, ketutup.

Ya kalau

bootstrap agak susah ya

dipisah-pisahin ya.

Coba kita stop lagi ya.

Contohnya gampang deh.

Di kecilan.

Ini pakai

layar saya.

Yaudah.

Cilakan.

Karena biar

98%,

94%

tidak terpakai. Yang tidak terpakai bisa

dihapus, deadcode ya.

Jadi tadi

saya dari

mortals ke

coverage.

Namanya apa? Oh coverage.

Kalau tadi nggak muncul

tinggal dia reload.

Terus dia ngedetect.

Bootstrap oke lah.

Make sense ya. Karena

framework ya.

Susah

kalau mau dilihat. Tapi kan yang jelas nih

phone awesome. Lihat tuh 98%

nggak kepake.

Iya.

Kalau di klik, kelihatan nggak

yang kepakenya yang mana?

Yang nggak kepake yang mana? Gak kelihatan ya.

Ini ada nih kan.

Lihat nih.

Kalau misalnya dia hijau

kepake. Kalau dia

abu-abu.

Iya.

Itu udah bisa dihapus tuh yang abu-abu tuh.

Iya.

Nah tinggal dihapus aja.

Terus

kalau bootstrap icon

100% nggak kepake.

Oh berarti cuma di load doang.

Tapi nggak di pake ya.

Atau mungkin di halaman lain.

Iya. Berarti ya.

Kalau mau di resekin aja.

Di halaman ini nggak usah di loading.

Berarti si bootstrap icon-nya.

Betul. Padahal ini

CSS. Pasti ini

render blocking.

Terus

phone awesome.

98,5% nggak kepake.

JQuery

60% oke lah.

Carousel.

Hanya kepake

sebagian.

Style yang, nih style

style

utama yang dibikin sendiri.

70% nggak kepake.

Per page ya.

Jadi kayaknya

kalau

di gabung semua ya.

Kalau mau di resekin

per page reload

masing-masing CSS-nya juga bisa.

Kalau mau carousel yang ringan banget

nggak butuh script external

itu tuh bisa buka di

chrome.dev/carousel

demo-nya Mas Adam Bergail.

Ini

phone dari Fredoka

nggak kepake katanya.

100%

nggak tahu ya

kalau mungkin phone-nya

nggak aparatur.

Pakai alaman lain. Betul.

Oh udah deh.

Terus kita liat

performance.

Kayak yakin performance-nya

butuh

banyak yang perlu

diperbaiki.

Nih.

Lama bang.

Ini, load event-nya

lama.

Well.

Nah.

Oh liat tuh banyak gunung-gunungnya tuh.

Kayak spiking-spiking-nya.

Spiking-nya.

Bukan. Itu spike.

Jadi kalau kuning itu adalah JavaScript.

Kalau umu itu adalah CSS.

Kalau ijo itu

adalah phone.

Eh salah. Image.

Oh ini butuh

butuh apa juga namanya? Lazy load.

Image-image-nya.

Jelas.

Merahnya banyak.

Jadi kalau di sekolah

dapat merah banyak nih.

Karena tadi CSS-nya banyak

kan. Jadi render blocking nih.

Jelas nih.

Terus image-image-nya

gede-gede juga nih.

Dan tidak

di lazy load.

JavaScript-nya juga tidak di lazy load.

Jadinya render blocking.

Rata-rata.

Salah. Lazy load ya.

Semuanya tidak di...

Differ.

Differ atau asingkronos.

Ya.

Sink.

Dah.

Banyak TR-nya. Mas.

Mas apa tadi namanya?

Mas

Andesca.

Andesca.

Andesca mawardi.

RCP-nya pasti

sengsara.

Diga second.

RCP-nya apa sih?

Mas Tohir yang mau apa?

Tadi mau submit webnya bisa ke

github.com/ofgs/

ngobrolin ya.

Silahkan.

Ini kayaknya

kebanyakan masalahnya

ada di front-end ya.

Bootstrap ya kebanyakannya.

Kita ga bisa liat back-endnya kayak gimana kan?

Iya. Back-endnya ga bisa liat ya.

Oh ya. Ada pertanyaan dari

dari mas

Andesca pertanyaannya

gimana

mengatasi, bukan mengatasi

menghindari

serangan

seperti SQL injection

dari sisi BKM.

Jangan kasih search.

Itu betul sih.

Itu bahaya. Betul.

Bahaya.

Bentar pertanyaannya.

Ini full PHP kan?

Pake framework,

ga pake framework ya?

Berarti PHP vanilla ya?

Pake ORM ga?

Atau

library buat database?

Kalau ga pake,

ya harus diperhatikan bener-bener.

Karena kemungkinan belum ditangani.

Kayak di OWASP itu pasti ada kan list-nya.

Coba apa yang basic sih

yang low-hanging root ikutin itu aja ya

di OWASP cheat sheet.

Top 10 ya?

Owasp.

Kok jadi begini?

Dianggap spammer soalnya mas Disa.

Ini.

Ini bukan.

Duh, mana?

Top 10 2025.

Nah, coba aja search SQL.

Apa?

Ya, di cek aja.

Ini injection.

Kalau ya.

Ini, ini coba.

Di private chat.

Ya, yang jelas dari

DB,

harus diamanin kan, kayak apa?

Village atau

NLS, set, lain-lainnya.

Sama paling penting input di

sanitasi, di sanitize.

Di sanitasi.

Di webnya itu,

selain search, ada form input

apa lagi ya?

Selain search,

ada form apa lagi?

Pendaftaran lewat WA kan?

Nggak ada kayaknya ya.

Berarti tinggal

di cek di bagian

searching-nya aja.

Searching-nya, apapun yang dimasukkan

oleh user, itu harus

di cek. Jangan sampai dia

masukin script

alert.

Bisa nggak?

Ini database backend ya?

Nggak bisa ya.

Drop database, janganlah.

Bahaya.

Drop table.

Drop table.

Ya, kalau dia tulis drop table,

bahaya. Jadi,

pastikan ketika

ada user masukin,

pas di-click search itu,

harus di sanitize.

Di cek dulu.

Apakah benar dia memasukkan nama?

Kalau mau belajar lebih lanjut,

coba belajar dari framework-framework

seperti dari Laravel.

Yang sudah, apa namanya?

Menidiakan ya?

Maksudnya, jangan pakai

doang, tapi

coba kuliti dulu cara kerjanya gimana.

Kalau pakai ORM,

apakah masih bisa kena SQL?

Injection masih

mungkin, tapi

kemungkinannya lebih kecil.

Karena biasanya sudah ditangani secara

otomatis.

Hal-hal yang umum

biasanya sudah di handle.

Oh, server dev.

Serius.

Oh, ini belum

launching, gitu maksudnya.

Tapi sudah

official tulisannya?

Iya, ini official.

Oh, berarti yang

production tidak pakai official?

Oh, enggak ya? Nggak ada ya?

Unofficial.

Unofficial.

Ya.

Kalau rumah sakit,

ada ini ya?

Ada ACID-nya gitu ya?

Nggak ada.

Mau buat AI juga.

RS.ID itu.

Nggak ada.

Oke, mungkin cukup kali ya?

Atau dari mas...

Oh, satu lagi.

Kalau pakai

file coding, kalau pakai

sebetulnya kan bisa... Sekarang hampir semua

tools sudah support agent

skill ya. Nah, agent-nya

dikasih skill biar paham

soal security. Nah, coba

ini contoh saja sih. Maksudnya nggak

harus pakai ini, tapi ini contohnya.

Coba tolong buka yang di

private chat.

Buka skills,

folder skills.

Skills.

Nah, coba security.

Atas sedikit.

Atas.

0.3 security

fundamentals.

Nah, itu contoh saja.

Itu kan udah ada tuh. Gimana

untuk FBI fee, bla-bla-bla.

Sambil di-check juga

aja isinya.

Itu bisa di-install.

Apa yang di-check?

Ya, kalau kita udah

install skill-nya kan kita tinggal

suruh FBI aja. Suruh.

Ya, kalau salah, kode ini.

Ya kan? Yang nggak harus

dipakai mentah-mentah semua itu. Cuma

maksudnya manfaatin agent

skills aja.

Buat cover

use case yang udah umum.

Ya, bukan berarti langsung kebel

semua serangan juga. Cuma kan ini udah

berbanyak hal.

Kayaknya nggak usah pakai skill juga

kita bisa tanya kan.

Apakah website, apakah project ini

sudah

ya, lebih terus

sudah aman dari SQL injection

atau belum? Karena security kan bukan cuma satu

ya, bukan cuma SQL injection, tapi

ada ya, itu ada banyak-banyak.

Kalau kita install-nya

juga gampang kan. Ini tinggal install

aja bisa lebih terstruktur.

Minta security report, jalanin

ini semua.

Nah, ini Mas Andeska

ini, pakai

AI tools-nya apa nih?

Tapi skill AMD ini bisa

buat semua sih.

Aman sih. Kecuali kursor ya.

Kursor beda ya.

Kursor beda sedikit ya.

Tapi tetap bisa dipakai.

Iya, tinggalin copy paste

aja isinya, tolong buatkan skill

untuk ini. Nanti dibikinin

tuh. Udah gampang

sekarang. Mau pakai

tools apa aja.

Ada lagi?

Udah.

Aman?

Oke.

Kalau

nggak ada, kita

cari topik buat minggu depan, mau topik

yang Ivan purpose kemaren?

Tentang apa kemaren?

Belum bikin itu-nya.

Belum bikin banyak.

Nggak apa-apa, nggak usah.

Nggak di-spin.

Nggak usah di-spin, langsung aja.

Security ya? Apa?

Phishing. Apa? Pas pada...

Phishing, scan, social engineering.

Gila, scan.

Social engineering, ya. Itu aja udah.

Social engineering dikait-kaitin

sama website. Itu aja V2.

Ya, minggu depan.

Minggu depan ya?

Oke.

Minggu depan saya berpindah posisi.

Mudah-mudahan.

Dari...

Dari luar Indonesia.

Nanti kita lihat nanti.

Itu ya, nanti vlog ya?

Salam Buatan For Sugar.

Luka Modric lah.

Mudah-mudahan, maksudnya

yang saya mau sampaikan, mudah-mudahan internetnya

lancar itu loh.

Masa Eropa

kalah sama

Kasi.

Yang Kasi ini masih...

Tergantung di mana

juga. Omongnya dari

Starbucks ya.

Streamyard juga kan?

Lebih dekat kemana dia.

Iya, benar-benar.

Ya, oke lah.

Kita coba ya.

Mudah-mudahan lancar ya.

Mudah-mudahan aman ya.

Cobain dulu hari...

hari apa? Coba buka Streamyard

dulu.

Lancar gak?

Ya, udah-udah.

Listenin malam.

Cukup ya.

Terima kasih buat

teman-teman yang sudah hadir

yang sudah submit juga.

Mars Andeska

tadi sebelumnya ada mas

Sardi.

Yang sudah submit.

Dan teman-teman yang lain yang belum kita...

belum sempat kita bedah.

Mudah-mudahan nanti ada waktu lagi yang

bisa kita...

kita bedah.

Kalau yang mau dibedah,

yang website-nya mau dibedah.

Langsung aja ke discussion ya.

Ada di github.com/org/

ngobrolin/discussion

Di sana tuh ada...

ada apa namanya?

Ada thread khusus untuk bedah website.

Tapi kalau mau tulis topik baru juga gak apa-apa.

Langsung kesana aja.

Untuk malam ini sekian dulu.

Terima kasih banyak buat semuanya.

Selamat malam, selamat istirahat, bye bye.

<font color="#ffffff">Sampai bertemu di video selanjutnya.</font>

<font color="#ffffff">Hai, semuanya. </font>

<font color="#ffffff">Sampai bertemu di video selanjutnya.</font>

<font color="#ffffff">Sampai bertemu di video selanjutnya.</font>

Deskripsi asli dari YouTube

Berhubung banyak yang submit, malam ini kita akan kembali membedah beberapa situs. Penasaran gimana pendapat para pakar kita Ivan dan Eka? Jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikan sesi bedah situs nanti malam. Bedah situs kali ini hasil kolaborasi bareng Domainesia! 🎉 📦 Langganan Cloud VPS Turbo? Gunakan kode: NGOBROLINVPSDN → 50% OFF, bisa digunakan berkali-kali! Jadwal kembali ke jam 20:00WIB ya. Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .