Lompat ke konten utama
EP 58

Ngobrolin Festival Developer

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini kedatangan dua orang yang baru bergabung sebagai Google Developer Expert, dan sebagian besar isinya cerita bagaimana mereka sampai ke sana. Keduanya sama-sama tidak berangkat dari niat mengejar gelar itu. Yang satu awalnya sekadar bertanya-tanya ke Mas Danang, lalu tertarik karena merasa kredibilitasnya akan menambah bobot saat berbagi — meski sempat ragu karena kata expert sendiri memicu rasa tidak layak. Yang satu lagi masuk lewat Women Developer Academy, program yang memang bermisi mencetak lebih banyak GDE perempuan di Asia Tenggara, dan justru tidak memburu status itu melainkan menumpuk pengalaman jadi pembicara dulu — debutnya di Depok. Prosesnya digambarkan apa adanya: bisa memakan waktu tiga sampai empat bulan karena berkasnya bolak-balik direvisi, dan begitu berkasnya final sisanya justru cepat. Disebut pula bahwa bidang web punya beberapa spesialisasi — web capabilities, performance, UI and tooling, security dan browser extension — dan seseorang cukup memilih satu; memilih dua dimungkinkan kalau bidangnya benar-benar berjauhan. Bagian berikutnya menjelaskan DevFest, singkatan dari developer festival: rangkaian konferensi komunitas yang berlangsung serentak di seluruh dunia pada kuartal terakhir tiap tahun, diinisiasi Google Developer Group di kotanya masing-masing. Di Indonesia rangkaiannya melintasi Bogor, Bandung, Semarang, Makassar, Bali, Surabaya, Jogja, dan Jakarta, dibuka oleh Bogor yang tiketnya sudah habis untuk seribu dua ratus orang.

Poin-poin Utama

  • •Keduanya tidak berangkat dari niat mengejar status GDE — satu tertarik karena kredibilitas saat berbagi, satu lagi lebih dulu menumpuk pengalaman jadi pembicara
  • •Kata expert itu sendiri memicu rasa tidak layak, dan itu sempat jadi keraguan sebelum mendaftar
  • •Prosesnya bisa memakan tiga sampai empat bulan karena berkasnya bolak-balik direvisi, tapi begitu berkasnya final sisanya justru cepat
  • •Bidang web punya beberapa spesialisasi — web capabilities, performance, UI and tooling, security, browser extension — dan cukup pilih satu
  • •Women Developer Academy jadi salah satu jalan masuknya, karena programnya memang bermisi mencetak lebih banyak GDE perempuan di Asia Tenggara
  • •DevFest adalah developer festival: konferensi komunitas serentak di seluruh dunia pada kuartal terakhir tiap tahun, diinisiasi Google Developer Group tiap kota
  • •Di Indonesia rangkaiannya melintasi Bogor, Bandung, Semarang, Makassar, Bali, Surabaya, Jogja, dan Jakarta — dibuka Bogor dengan tiket habis untuk seribu dua ratus orang

Halo, halo, halo. Selamat malam.

Hai, hai. Apa kabar semuanya?

Baik, baik, baik. Semoga semua baik semua.

Cat daramnya ya?

Oh iya, iya. Ini ada efek bintang tamu ya.

Seperti biasa hari Selasa kalian akan ditemani oleh kita bertiga.

Karena Selasa malam waktunya apa teman-teman?

Ngobrolin web.

Q nya penulis.

Seperti biasa. Q nya itu berubah-rubah tiap ujung.

Justru kita konsistensinya itu adalah konsistensi yang berubah-rubah.

Konsisten untuk tidak konsisten.

Jadi kita pertahankan aja seperti itu. Jangan dibikin menjadi konsisten.

Baiklah.

Ketemu lagi bersama kita bertiga, walaupun nanti ada 2 narasumber lagi.

Ada Eka, ada Iphan, dan ada Riza.

Malam hari ini kita akan ngobrolin tentang festival developer atau DevFest ya.

DevFest yang akan segera hadir di kota-kota terdekat.

Tapi sebelum itu kita mau undang 2 narasumber yang kita sembunyikan.

Walaupun udah ketahuan tadi siang.

Di akhir kita perlu pilih nama. Nggak bisa lagi Trio web-web ya kan.

Empat quartet.

Penta.

Penta.

Penta Tonic.

Oke kalau gitu. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita sambut 2 narasumber kita yang adalah GDE web baru di Indonesia.

Yang pertama adalah Pasandika Gali.

Hei.

Selamat datang.

Selamat datang.

Lihat transkrip lengkap (2767 segmen lagi)

Terima kasih kakak-kakak.

Sesepuh.

Bentar, bentar.

Ada satu lagi.

Ada Jessica.

Terima kasih.

Selamat datang.

Terima kasih sepuh.

Oke.

Ya selamat datang ya buat teman-teman.

Buat Pasandika Gali.

Buat Jessica.

Ke program Google Developer Expert di web ya.

Masih-masih punya spesialisasinya nggak sih?

Ada ya?

Masih punya ya. Mereka kan milih di awal.

Milih apa?

Jessica milih apa?

UI kit dan tooling.

Tapi sampai hari ini nulisnya performance terus.

Bukannya emang tetariknya performance ya?

Memang galau.

Galau ya.

Waktu itu milihnya

emang harus disuruh pilih. Tapi kan bebas ya.

Maksudnya bisa bahas yang lain juga.

Bisa diganti.

Kalau Pak Dika apa?

UI kit dan tooling.

Oh sama ya?

UI kit dan tooling semua.

Gue juga udah pindah ke UI kit dan tooling.

Oh udah pindah ya?

Sekarang pasandika gali, kamu itu sendiri ya.

Jadi dari dulu sampai sekarang

gue performance sendiri dong.

Pindah juga lah.

Pindah ke cloud aja.

Biar dapet credit.

Web nggak dapet credit.

Web.

Pindah ke AI aja.

Ya benar.

Tapi ada banyak ya emang pilihannya?

Banyak ya sekarang ya?

Dulu cuma tiga soalnya.

Engga, emang kalau web kayaknya cuma itu deh.

Jadi web capabilities,

performance, UI and tooling.

Oh sama satu lagi dev.

Gak tau, devtools

terpisah atau udah jadi satu

sama UI and tooling.

UI dan tooling kayaknya itu.

Capabilities itu masuk PWA

dan teman-teman kan web SMB gitu.

Ya capabilities nggak ditulis, makanya

nggak ada capabilities, nggak ada itu ya udah

UI dan tooling aja udah.

Performance, iya iya iya.

Anggular beda sendiri kan?

Iya beda.

Bukan web ya.

Anggular gitu ya.

Eh web deh kayaknya. Cuma iya anggular.

Sekarang tuh nambah, jadi ada lima.

Kemarin tuh

security privacy payment.

Oh iya security, benar benar.

Atau lagi browser extension.

Oh iya browser extension.

Tadi maksudnya pas bilang devtools

mikir itu. Cuma

browser extension relatif sedikit ya.

Jarang jarang nemu.

Iya jadi kemaren, oh ini

saya yang ngerti hanya UI dan tooling aja.

Udah itu aja.

Emang harus pilih satu aja, nggak usah banyak-banyak

juga.

Iya buat apa?

Emang cuma bisa pilih satu sih?

Emang sih warat dulu,

warat bisa dua tuh.

Dia GDI web sama

voice assistant ya.

Oh iya boleh, itu kan di luar web.

Di luar teknologi.

Eh teknologi, di luar

development gitu maksudnya.

Oh bisa ya ada GDI di luar development gitu?

Ya voice assistant atau bidang

lain bisa.

Misalnya web sama machine learning

itu boleh.

Oke.

Berbeda

ini ya, berbeda topik, bener-bener

beda ya. Beda alam.

Beda alam.

Oke, sebelum kita bahas tentang

DevFest

misi dimana, topiknya apa,

kasih bocoran-bocoran sama

persiapannya yang

Ivan udah selesai belum presentasinya?

Udah ditanyain tadi?

Nggak ya? Nanti-nanti.

Barusan tanyain.

Oke.

Sebelum kesana ya.

Saya punya pertanyaan nih.

Buat dua GDI baru kita.

Di Blonjo ini? Bukan, bukan di Blonjo.

Motivasi.

Motivasi. Kenapa?

Pak Dika dulu deh. Kenapa?

Kok mau join GDI?

Apa tujuannya?

Dan harapannya?

Sebenernya awalnya ini

gara-gara saya

sortoy nanya-nanya ke

Mas Danang ya.

Mas Danang GDI itu apa?

Terus jawabannya bukan

dijelasin GDI itu apa?

Ikut ya.

Jadi nggak dijelasin dulu.

Ini generasi baru ya.

Berarti itunya

Mas Danang bukan generasinya

Mas Johan.

Oh iya bener. Ini generasinya

Mas Danang. Kalo dulu yang kayak gitu, Mas Johan.

Sekarang udah

apa? Tongkat estafatnya

udah di Mas Danang.

Iya. Terus

bentar dulu saya bilang kan

saya nanya dulu GDI itu apa ya.

Di

Mas Danang cerita. Terus

wah kayaknya

sepertinya seru gitu.

Jadinya yang tertarik.

Apa yang seru? Apa yang menurut

Pak Dika GDI itu seru?

Apa ya?

Jadi kan

sebenernya

Mas Danang tuh bilang

tujuan utamanya GDI kan sharing gitu ya.

Berbagi pengetahuan gitu.

Sebenernya apa yang sudah kita

lakukan itu kan sudah berbagi

pengetahuan gitu. Cuman saya

merasa dengan kalo ada

GDI nambah

kredensialnya gitu.

Jadi nambah kredibilitasnya gitu.

Wah ini kayaknya

kredibilitas.

Ya lebih

keren aja sih gitu.

Saat

nanti sharingnya gitu.

Aku tertarik cuman ya

saya awalnya agak jiperik

apakah harus

harus apa nih.

Ini ya istilah

tulisan expertnya

itu bikin imposter ya.

Bener bener.

Apalagi kan kita tahu

ya ini trio ini expertnya

gak kaleng-kaleng gitu.

Gak tahu aja

sebenernya kita gimana.

Kita kalengan waktu ya.

Masa kereset malah.

Kita brandingnya aja

gak kaleng-kaleng. Dalemnya sih

gak tahu.

Jadi yakinkan lah sama Mas Danang

udah gitu

waktu kita ngobrol

berempat itu kan juga

menambah ini lah jadi

menambah semangat gitu.

Jadi pas main ke

apa pas jadi

featuring sama Padika itu

masih lagi pas masih dalam

proses ya proses bikin-bikin.

Betul.

Itu jadi semangat

setelah beres itu ngobrol

sama Mas Danang lagi udah-udah

udah dipelancang.

Udah dipelancang.

Buat temen-temen yang

ketinggalan mungkin pas itu

belum nonton episode berapa ya itu

ngobrolin belajar ya.

Waktu itu kita ngebahas tentang

belajar teknologi web.

Cari sendiri deh itu

episode berapa.

Cari sendiri sama Padika.

Itu udah itu kan udah

diproses kan.

Tapi sebelum itu saya sempat juga

ngomong sama Mas

Danang waktu itu waktu

nanya apa kayaknya Mas Danang juga

nanya pendapat kan. Kalo Padika

gimana kira-kira.

Saya tanya balik Padika

nggak maksudnya tujuan mau join apa

apakah tertarik untuk

isi di daerah-daerah

oh iya dia tertariknya kesitu

biar apa

mengembangkan diri lah biar jangan

di lokal aja gitu.

Sharingnya oh bagus

berarti cocok.

Akhirnya cukup lama ya prosesnya ya

dari awal

pertama kali masuk itu

sampai

terakhir kemarin ada 3-4

4 bulan sih.

Lama sebenernya.

Itu berarti

pertama kali masuk mulai minat

ke GDE kah atau gimana.

Mulai minat ke GDE. Kan obrol sama

Mas Danang nya tuh Desember sebetulnya

nanya-nanya.

Terus kayaknya proses

berkas masuknya di

Februarian.

Lama sekali.

Lama banget.

Berarti interview nya itu

ditunda juga lama banget dong.

Nah begitu berkasnya udah

kan itu berapa kali berkasnya diubah-ubah

tuh. Jadi

bolak-balik ke Mas Danang.

Pas berkasnya fix dikirim

sebetulnya dari situ gak lama.

I see.

Kalau Jessica gimana ceritanya?

Bisa tau ada program

GDE sampai akhirnya join?

Ini itu

aku pertama kali

tau GDE itu

dari tahun lalu malahan.

Dan ini pertama kali sama Mas Riza

juga sebenernya.

Jadi gara-gara orang kantor

sebenernya. Ada yang ngirimin

namanya. Ini ada program

namanya WDA. Women Developer

Academy.

Ya itu sebenernya kayak ngelati

public speaking gitu sih ya.

Dan disitu dimentori sama Mas Riza.

Waktu itu.

Ada tiga orang waktu itu ya. Kita bertiga ya.

Satu dari

Filipin.

Dua dari Indonesia.

Nah.

Terus

pas di akhir dari Women

Developer Academy itu memang

kayak misinya dari

Women Developer Academy itu pengen

mencetak GDE cewe lagi. Bisa

dibilang. Di South East

Asia Tenggara.

Nah itu

terus ditanyain ceritanya mau daftar jadi

GDE. Ya itu

aku gak tau apa-apa. Apa itu GDE.

Coba yang aja. Terus disitu

pertama kali kenalan sama Mas Danang

juga. Oh dijelasin.

Dijelasin juga yang ngerti

lagi GDE itu apa. Cuman

ya itu dari

Mas Danang itu bisa dibilang

dikasih kesempatan aku buat

coba deh buat mulai jadi

speaker di Depok. Jadi ya

tahun lalu di Depok

extended itu aku debut itu jadi

speaker.

Ya debut.

Kayak apa aja. Nah

dari situ ya

bisa dibilang gak fokus ngejar

GDE nya sih. Aku ya lebih

ke nambah pengalaman jadi speaker dulu

kayak gitu. Sharing

sharing. Baru kemaren

gara-gara di Makassar

ketemu

Janice ditaji

akhirnya. Kapan

kamu masukin form GDE

nya. Udah ditungguin ini.

Langsung

pressure, pressure, pressure tertekan.

Wah gimana ini. Terus Mas Danang juga

nanyain terus dan akhirnya makanya aku

ya udah kita mulai mentoring

aja sama Mas Riza kemaren.

Terus

sempet ada nanya-nanya juga

ke KEK, ke Pasandika juga.

Barulah disitu mulai diproses

cepet sih sama kayak Pasandika juga.

Aku kayak

berkasnya mungkin lebih cepet ya

daripada Pasandika kalau yang aku.

Pokoknya dari berkas

sampai akhirnya

interview itu

dua minggu gitu. Atau

ya gak lama-lama banget lah kebetulan sih.

Gitu.

Gak begitu lama ya prosesnya.

Oh iya approval dari

Janice kayaknya ya cepet.

Ada approval dari Janice gitu.

Kayaknya Mas Danang

doang sih.

Janice kan bosnya Mas Danang.

Ya benar sih.

Kalau ketawa

ngomongin Mas Danang biasanya

buang muncung ini.

Nah waktu itu juga Jessica sempet

jadi

bintang tamu disini ya.

Kalau gak salah.

Core Web Vitals ya.

Itu udah pas lagi

proses daftar ya?

Belum deh.

Itu juga bahkan kayaknya.

Baru kandidat.

Oh iya baru kandidat.

Oh iya baru nyadar. Ini kayaknya pertama kalinya

akhirnya ketemu Ko Ivan ya aku ya.

Iya kan mau ketemu gak jadi-jadi

kan kemarin di Bandung tahun lalu.

Iya dari tahun lalu udah mau ketemu-ketemu

gak jadi-jadi udah ngomongin.

Oh iya pas Jessica disini

pas Ko Ivan gitu gak ada.

Iya aneh banget sih.

Awalnya tuh kayaknya

di I/O Extended apa

Dive Fest Bogor gitu.

Terus saya

sudah mau sama-sama

misi gitu di Bogor.

Habis itu saya kena Covid, batal.

Tiga hari sebelum

Dive Fest

kena Covid, batal.

Terus

selanjutnya mau ngobrolin

ngobrolin web.

Lagi keluar

pulang kampung.

Iya.

Terus gak ketemu lagi.

Akhirnya ketemu.

Terus bakal ketemu offline

in person di Bandung ya.

Bandung.

Bandung kalian berempat ya?

Kita tuh gak pernah berlima.

Jadi di Bogor

bertiga. Oh bertiga ya Jessica

gak ke Bogor ya? Ya gak.

Tadinya udah mau ke Bogor tiba-tiba

gak bekerja.

Masih lima.

Kasihan kota yang lain.

Saya kira Jessica ke Bogor.

Jadi di Bogor berempat.

Di Bandung berempat.

Bertaiga aja itu udah

kelewat itu sebenarnya.

Berarti kita ke Bandung berempat.

Kurang Mas Riza.

Saya jadi penonton aja.

Saya dateng deh jadi penonton.

Bisa juga Mas Riza ngambil slot saya.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

Gak apa-apa kok.

-Mungkin kan ya? -Iya sih.

Plus kalian mau ini kan, mau apa namanya, mau ngadain apa, any version yang mau beruling web sih.

-Ngerayain salah kalian. -Ngerayakan.

Itu di luar devs-nya harusnya mid and grid dong.

-Uman kita belum sebanyak masukannya WPU, jadi. -Ya belum bisa, belum bisa mid and grid.

-Dimboyong ke sana, dimboyong ke sana. -Iya.

-Jadi sekarang statusnya masih udah close ya, sayang sekali ya. -Iya, iya udah close.

-Uda, udah penuh. -1200 itu semua.

-Oh, 1200? -1200.

-Banyak banget ya. -Iya.

-Kita jam berapa nih web, web jam berapa? -Gak tahu.

Tidak ada, di depan gue kan ada, kan ada itunya statusnya.

Jam satu ya, yang ya.

Itu kayaknya, oh jadwal lama deh, belum di update sesuai gitu.

-Tapi namanya bener? -Namanya bener, cuma kurang detail.

Clearance datang, Clearance datang lagi.

Ya, bukan kita bertiga tuh kayak di reorder, jadi kita bertiga slotnya bisa jadi satu.

Oke, oke, mana, gak ada yang, oh ini udah dapat nih, Hassan, Hassan.

-Sampai ketemu ya di Bogor ya. -VIP.

-VIP loh, mantap. -Gila, VIP.

Ya, sayang sekali ya, udah telat ya, soalnya minggu depan.

Iya sih.

Dapat foto bareng berarti kalau VIP sama bertiga langsung.

Oh gitu ya, ada gitu ya.

-Dipanggung langsung. -Kalau gak VIP gak boleh foto bareng ya.

Gak boleh, dipanggung soalnya langsung.

Oh, gak boleh dipanggung, iya, iya, iya.

-Berutal, gue. -Iya.

Oke, ngomong kita dulu ngomongin DevFest nih.

Jadi, DevFest Indonesia itu dimulai dari hari Sabtu besok ya.

DevFest Bogor, dibuka oleh DevFest Bogor.

-Paling pertama Bogor ya? -Oh, paling pertama Bogor.

-Kalau ngeliat di... -Mungkin bisa diceritain dulu, Mas Reza.

-DevFest itu apa sih kalau buat temen-temen yang... -Oh iya, benar juga ya.

DevFest itu adalah festival developer.

Ya, aku aja bahkan baru tahu singkatannya apa.

-Developer festival. -Iya, dibalik kan.

Itu kan bahasa Inggris, bahasa Indonesia festival developer.

Ya, sebenarnya conference ya.

Conference buat temen-temen developer yang diadakan oleh Google.

-Itu serentak di dunia berarti ya? -Dunia, dunia.

Jadi Q4 ya, Q4 setiap tahun di Q4 itu ada DevFest di seluruh dunia.

Pesta tutup tahun.

Di negara lain kayaknya udah mulai ya, udah duluan.

Kita ini November, December.

Kalau nggak salah di Discord ada yang DevFest online pertama gitu juga ya.

-Yang full ya, semuanya gitu ya. -Iya, iya betul.

Nah, kita juga udah pernah bahas DevFest itu di tahun lalu ya.

-Sama Mas Danang ya. -Betul, betul.

Tentang DevFest gitu ya. Udah sih.

Cuman mungkin buat yang belum tau gitu ya.

DevFest itu talks, atau bukan talks ya, jadi acara community.

-Conference lah, conference ya. -Conference ya.

Yang diinisiatifkan oleh Google Developer Group sebenarnya.

Di chapter kotanya.

-Kota masing-masing. -Kota masing-masing.

Jadi yang setau saya sudah ada jahwalnya itu Bogor, Bandung, Semarang.

-Bali. -Megang, Makassar, Bali, Surabaya.

-Jogja. -Jogja.

-Apa lagi? -Jakarta.

-Depok. -Jakarta sudah ya.

-Makassar. -Makassar.

-Megang udah. -Jadi...

-Bilum ada yang berjalan ya, belum ya? -Bilum.

-Bilum, yang pertama itu Bogor. -Oh iya.

Abis Bogor Bali ya berarti ya.

Iya, abis Bogor Bali, betul.

Bandung, Bandung. Bandung duluan.

-Bali. -Bali, Bali.

-Bali hari Minggu. -Bali hari Minggu.

-Device Bogor hari Sabtu. -Sabtu.

Tanggal 26-nya Bali.

Tanggal 26-nya Jogja.

-Ada anak... -Tanggal 26-nya...

Jadi Esot East Asia yang bikirin spreadsheet-nya deh.

Jadi lupa dimana.

Sudah ada jahwalnya jadi tinggal pilih.

Di mana ya?

Jadi kalau temen-temen mau cari...

Coba cari kotanya kalau sudah ada GDG pasti rasanya sudah ada...

-Bakal ada device di kotanya. -Iya.

-Pertanda. -Kunci-nya itu GDG.

Kunci-nya GDG.

Kalau belum ada, coba hubungi Mas Danam.

Iya.

Nanti kita bisa datang nanti.

Kapan-kapan bisa datang ke sana.

Ini benar nih. Di Sumatera baru ada Medan.

Rakti ini dari Padang.

Jadi harus ke Medan. Jauh juga ya.

-Jauh banget. -Jauh ya.

Di Kalimantan belum ada sama sekali nih.

Iya ya. Harusnya di Ibu Kota Baru ya.

-Pas banget nih. -Oh iya iya.

Tapi kalau Sumatera tuh kayaknya Sumatera bagian tengah selatan gitu...

Selain Medan, sudah ada belum sih?

Belum. Baru Medan, Sumatera itu.

Seluruh Sumatera baru ada Medan.

-Palembang. -Jadi dari Palembang.

Belum.

Palembang belum, Padang belum.

Aceh baru ada GDSC-nya nih.

Si apa namanya yang tadi?

Razan.

Baru ada GDSC-nya.

Tapi dia join ke Medan, malah ikutan.

Google IOS Standard kemarin Medan dia.

Jadi volunteer disana.

Tuh kan.

Wih mantap.

Udah ketemu Mas Riza.

Udah. Udah beberapa kali kita waktu itu.

Ngadain acara di Jakarta juga ketemu di kantor Google juga.

Wow.

Lampung belum ada.

Kalau lampung biasanya nyebrang aja lah.

Ke Tangsel, ke Jakarta.

Bisa di Lombok.

Soalnya Jakarta, Deves Jakarta.

Kan di Tangsel.

Di BSD.

Itu airport Jakarta aja gak di Jakarta.

Oh iya bener.

Di Timur apalagi ya.

Padahal ya bener sih.

Baru Makassar ya.

Makassar.

Lombok sempat ada cerita tapi kayaknya...

Belum lah.

Enggak belum.

Sempat ada cerita doang.

Isu.

Gosip, gosip.

Gosip.

Jadi masing-masing temen-temen disini ngisi GDG mana aja.

Kalau saya kebetulan...

Tahun ini ngisi...

Kok GDG sih? Deves.

Deves.

Ogor saja.

Belum yang lain.

Eh tapi sebentar.

Biar gak salah ini ya gak salah itu.

Ada dua jenis Deves.

Deves yang biasa ada yang Deves Cloud.

Cloud.

Itu beda event ya.

Jadi ada Deves Cloud di Jakarta.

Ada yang disatuin, ada yang dibedain.

Bergantung kotanya besar...

Maksudnya komunitasnya bisa ratongan kali ya.

Komunitasnya bisa ratongan.

Itu baru tahun ini apa?

Dari tahun lalu udah dipisah?

Udah dipisah udah lama.

Ternyata tahun lalu deh kalau gak salah.

Dan emang sebagian besar banyak...

Maksudnya banyak event komunitas Google Developer...

Itu yang dipisah IO Extended deh.

Kalo gak salah kemarin Club juga dia sendiri.

Organizernya juga beda kan?

Bener bener.

Beda.

GDG dan GDG Cloud.

Iya bener.

Waktu tahun lalu itu Bandung Cloud sama...

Ya Cloud sama yang biasa itu masih nyatu.

Itu Devesnya.

Sekarang jadi dipisah akhirnya.

Udah membesar sih.

Sudah membesar.

Kalau saya ngisi GDG Bogor.

Jadi kalau temen-temen yang ada di Bogor kita ketemu...

Hari Sabtu besok.

Kalau Eka?

Eka ngisi mana aja?

Bogor, Bandung, Makassar.

Wah mantap.

Ganteng.

Kalau pertama kali ke Makassar ini.

Oh bakal pertama kali.

Literally gak ngisi acara pun...

Belum pernah ke Makassar.

Bogor, Bandung, Makassar.

Beda.

Gila selamat itu siapin materinya.

Oh materinya satu, disiapin buat empat.

Dua.

Beda ya?

Nanti kita bicarin topiknya nanti ya.

Itu masih beda berapa seminggu-seminggu ya?

Seminggu-seminggu itu.

Kalau Medan gak dihitung dong.

Pulang kampung ya.

Sama kayak Google I/O Extended kemarin.

Panitianya belum siap, saya udah jatuh, udah Whatsapp.

Kalian ngadain ini gak ya Extended?

Mau dong dibukingin satu narasumber.

Biar pulang kampung gratis.

Gila banget.

Kalau Makassar berarti bareng lagi?

Makassar bareng Eka berarti ya?

Pak Eka ikut Makassar?

Nggak.

Oh nggak.

Kayak Bali-Bandung.

Paketnya persis aku sama Padi kak.

Bali-Bandung.

Bali sama Bandung?

Ya.

Wah Bali ada fitur stand up komedinya ini.

Oh iya harusnya ada.

Ada, ada atrasinya ya nanti deh.

Lihat pas disana.

Oh ada.

Ada stand upnya.

Iya.

Nantip nanti.

Jangan lupa direkam ya.

Kita bertiga tuh senang banget ada tambahan Pak Dika dan Mbak Jessica.

Karena kita itu kerimpungan.

Kalau udah pada minta itu kita.

Jadi rebutan.

Jadi mau kemana gitu.

Kayak udah gak sempet lagi gitu.

Kali ini aja saya ngisi empat deh itu kayaknya.

Apa namanya.

Maksimal deh sudah gak mau terima lagi.

Tapi bener sih.

Ya kemaren juga memang sebenernya aku ditawarin juga di Bogor sama Jakarta.

Tawarin cuman aduh nyampein materinya.

Nah.

Jessica beda soalnya.

Oh iya.

Ceritanya.

Soalnya memang biasanya kan aku satu materi.

Buat berulang-ulang gitu kayak.

Malas ya.

Iya malas gitu kurang motivasi.

Gak seru ya udah pernah gitu ya.

Iya.

Iya bener.

Terus emangnya keliatannya.

Keliatanya komunitas developer juga makin banyak ya.

Maksudnya apa.

Mau di Surabaya lah.

Mau di Bogor, mau di mana.

Medan, Makassar.

Itu keliatannya animo pengunjung lah.

Yang dateng ke acaranya juga makin banyak.

Jadi ya udah kebetulan jadinya nambah banyak juga.

Iya.

Jadi masih belum ketutup ya.

Ya ini.

Soalnya ada beberapa kota yang ngundangnya lebih dari dua malah ya.

Ada yang tiga, ada yang empat.

Bener.

Kurang menyebar.

Kurang menyebar.

Bisa udah pernah ke mana aja.

Mas Rizal udah pernah ke mana aja.

Yang kota di JDG Indonesia.

Kota JDG ya.

Semua sudah sentuh.

Coba seputar.

JDG.

Apa, JDG mana?

JDG Indonesia.

Medan udah.

Medan udah sering.

Depok.

Depok udah kemarin.

Baru Jessica juga.

Baru Jessica.

Bogor udah lah ya.

Bandung. Belum pernah Bandung.

Seriusan.

Serius.

Iya. Padahal Bandung JS pernah.

Tapi.

Apa acaranya JDG Bandung belum?

Muda-muda ada.

Gua malah deketnya di Bandung. Pas belum JDG.

Udah langsung ke dekes Bandung.

Iya.

Ini gua bacanya.

Bali.

Bogor.

Bogor.

Bogor sudah lah ya.

Sudah. Udah pernah. Sebelum ini udah pernah.

Surabaya.

Depok. Pasti lah ya.

Depok udah kemarin. Baru kemarin.

Jogja udah.

Jogja udah. Makasar.

Udah. Medan.

Udah. Semarang.

Udah. Surabaya.

Udah. Wey.

Berarti tinggal ke Bandung. Pas berarti.

Harus ke Bandung nih sekarang.

Salah.

Kita live show sendiri aja.

Kita rekaman sendiri.

Kita meet and greet aja.

Oke.

Semua gitu.

Apa kita perlu mintain booth gitu?

Mintain booth. Mantap.

Kita meet and greet.

Semua orang nganterin foto sama padika.

Kita disuruh motrepin lagi.

Enggak apa-apa sih.

Enggak apa-apa sih.

Enggak apa-apa sih.

Terus disuruh awas-awas.

Mas Divan. Tolong minggirnya.

Minggir-minggir.

Oke.

Nah. Sekarang materi nih materi.

Mulai dari

Jessica.

Nanti rencananya mau bahas tentang apa?

Hmm. Udah.

Kalau yang di Bandung udah di announce juga ya.

Aku bakal bawain container query.

Cuman yang di judulnya itu.

Yang di container query.

Akhirnya ada yang bahas ya.

Iya.

Karena gak ada yang bahas-bahas.

Tapi sehari aku juga

belum menyiapkan materi.

Ini harus dibahas, di ngobrolin web ini.

Kita belum bahas container query loh.

Oh. Malah belum pernah ya?

Belum pernah.

Pernah minggung. Pernah singgung sedikit gitu.

Singgung sedikit.

Apa? Hal-hal yang menarik.

Kita waktu ketemu

sama Eka di Bali.

Obrolan pertama saya sama Eka di Bali

itu adalah container query.

Container queries.

Yang apa? Memancing

yang bikin kita ngobrolin web.

Bicara ini.

Itu topik bersejarah.

Topik bersejarah.

Itu container query juga topik

debut-nya aku di Depok.

Memang.

Iya. Jadi waktu

tahun lalu ya.

Ayo extended.

Kan ngenalin update.

Ayo container query.

Aku bawain juga.

Oh bukannya itu ya? Bukannya

Paski. Oh Paski yang kemarin workshop ya?

Iya betul. Paski kemarin.

Oke.

Formatnya nanti

apa? Workshop atau itu?

Talk.

Oh kalau aku rencananya workshop sih

nanti. Wah makanya.

Asyik. Sambil dibuka

juga dong link-nya. Itu. Masa-masa.

Oh boleh-boleh.

Format dev-face mungkin temen-temen ada yang

belum tahu. Kira itu

ada workshopnya.

Nah jadi dev-face itu

bisa presentasi tentang

technical content. Ada workshopnya

juga ya tergantung organizer-nya sih.

Mau bikin workshop atau enggak.

Kemaren di

Depok juga

sempat ya.

Jessica juga sempat ngisi ya.

Tapi ayo extended ya kemarin itu ya.

Iya. Dan itu pertama kali workshop aku

juga.

Tapi seru sih.

Banyak yang berhasil.

Banyak yang berhasil.

Banyak yang ikutin.

Banyak yang ikutin.

Cuma mereka sebelumnya belum bisa.

Itu keren sih. Maksudnya itu mantap banget.

Sebelumnya. Belum pernah.

Wow keren.

Belum pernah setelah ikutin workshop.

Maski kan baru. Iya. Maski kan topik baru.

Belum pernah. Iya.

Ya paski itu terus agak

istilahnya agak hoki-nya itu gara-gara ada

ada live-nya

dari google.

Ada code live-nya kan.

Ada code live-nya.

Emang disiapin. Kita kan bisa ngembangin dari situ.

Kita bisa improve sendiri

buat ngasih materi.

Atau ikutin.

Tapi kan kita harus bisa ngejelasin

dan mimpin

nyesuaikan dengan mungkin

skill level-nya peserta.

Betul. Betul sih. Makanya kayak

waktu kemarin juga aku paski nggak cuman

bawain paskinya apa. Karena aku paskinya

waktunya nggak cukup dari kependekan.

Jadi sekalian ngejelasin struktur web

juga sih kemarin.

Kalau

next time bawain paski, nanti

bisa bilang install aja di WordPress.

Terus tinggal install lagu WordPress yang saya

buat. Jadi.

Promosi plugin.

Promosi plugin.

Oke.

Kalau Eka bahas apa?

Bahas few transitions API.

Sementara Jessica itu

bahas container query

itu di Bandung ya?

Betul. Di Bandung.

Yang di Bali itu CSS in JS.

CSS in JS.

Bali kelihatan performa.

Itu bahasa apa?

JS in

CSS in JS.

Sebetulnya JS in CSS sih.

Jadi kayak

sebetulnya kan kita ada CSS yang kita udah

kenal. Back to basic kayak biasa.

Yang funnila.

Iya.

Diversus dengan framework-framework

yang ada kayak emotion.

Hostile components.

Ya kayak gitu.

Kayak gitu sih.

Mungkin lebih kedengar-dengar.

Performance ya? Performance.

Ya memang balik lagi performance ya.

Nah ya udah cocok itu

sebenarnya di web performance.

Gak apa-apa.

Iya. Ayo bareng.

Biar iseng aja temennya.

Mungkin nanti lama-lama ganti ya. Gak tahu ya.

Oke.

Berarti di Bandung itu bahas

container query.

Di mana? Di Bali.

Bahas tentang

CSS in JS.

Kalau Eka tadi bahas tentang

few transitions API dong.

Itu di Bogor.

Jadi tiga-tiganya.

Tapi kan ini sebenarnya topiknya tuh

ini topik yang kayak gue

tertarik banget dan

ternyata kalau lihat di Slido-nya

ngobrolin web, ini tuh

udah diusulin dari

beberapa bulan yang lalu ada yang pernah

komen, request itu.

Di chat juga pernah ada yang komentar

tentang itu.

Bahkan sebelum

astro

menambahkan itu udah ada yang minta ya.

Sebenarnya ya.

Nah terus

penyakit gue adalah kalau

bikin materi presentasi

banyaknya minta ampun.

Terus malah jadi buru-buru, sengsara.

Ya gitu deh.

Jadi rencananya adalah

di DevFest ini kan ada

tiga kali talk.

Jadi semua tentang

few transitions API.

Materinya ya, menyiapin satu materi kurang lebih sama.

Cuma rencananya bakal fokus

di hal-hal yang

berbeda.

Sebenarnya sih mungkin mirip ya intronya

apa, cara kerjanya gimana pasti.

Tapi misalnya kalau yang di Bogor

kan formatnya juga talk show ya.

Jadi mungkin lebih interactive.

Kalau ada yang tanya-tanya ya

apa, bisa ngikutin lah.

Mungkin lebih fleksibel ngikutin arah

orang yang tanya. Atau mungkin nanti Ivan sama

Riza juga komentar apa ya udah

flow dari sana aja sama

lebih apa ya kalau format talk show

kan lebih fluid ya, lebih bisa nunjukin

ini loh bagian ini.

Jadi kayak lebih

fluid sesuai

format ngobrol.

Nah kalau yang Bandung sama Makassar

itu ya kayak fokusnya mungkin

ada demo-demo

kan ga semua bisa ditunjukin kan

jadi kayak demo-demonya

dibedain sedikit.

Sama sekarang gue juga

lagi bikin plugin Tailwind-nya

tapi belum kelar. Jadi mungkin

bakal

kayak promote. Promote

plugin-nya tuh iber di Bandung

atau Makassar salah satu. Mungkin Makassar ya

karena terakhir jadi bukan ke plugin-nya

sendiri cuma bahwa

teknologi view

transitions ini kan web API.

Jadi kayak cukup fleksibel mau dipake langsung

langsung banget pakai semua vanilla

JS dan CSS bisa

mau sama framework JavaScript bisa

mau pakai sistem

apa, CSS library juga

bisa lebih kesitunya sih.

Jadi satu

tapi kayak agak beda contoh

dan fokusnya aja.

Tapi dari pertama harusnya reponya

udah ada supaya bisa di watch

terus gitu sama audience-nya

udah dikasih tisere

gitu.

Sebenernya udah nge-tag

npm package namenya juga sih.

Ya udah.

Jangan lupa

daftar

ke itu pameran karyanya

Pak Sandi Kagali.

Itu spesial

nanti itu spesial.

Kalau Pak Dika bahas sama Pak?

Sebenernya saya

wawasan aja gak terlalu teknikal.

Jadi judul

the future of responsive web

design.

Masih tau

apa aja yang baru-baru.

Itu dari Google I/O yang kemaren sih.

Kebenaran sih.

Materi-materinya si Mbak Yuna

tuh udah lengkap tuh.

Jadi saya minjem materinya dia.

Salah satu materinya

itu ada tentang container query.

Jadi nanti pas yang

di Bandung begitu ngomongin

container query tuh slide-nya mukanya Jessica.

Nanti hadiri di workshop sore.

Saya gak akan jelasin.

Termarketing.

Minasaran kan ini apa?

Nanti kesana gitu.

Bersinergi.

Bagus-bagus-bagus.

Kebetulan saya duluan, saya siang.

Jessica siang jam 2 ya.

Saya sebelum siang.

Saya jam 11.

Jadi saya duluan pas.

Itu di dua-duanya ya?

Oh dua-duanya.

Nanti kan tentang

view transitions API, keuntungannya

performance. Kan sebelumnya nih

kalo kita pake library external

udah memproses di main thread ya

blocking buat mengklon

element, terus di animasi sendiri.

Nah itu kan kurang bagus

buat performance.

Terus nanti kalo pengen tau misalnya

gimana itu bisa memperbaiki

INP, berarti top-nya Ivan ya

kalo gak salah tentang core web-platform.

Diarahin.

Bener-bener.

Ya

berhubung kita udah di satu group juga

kan bisa sinergi.

Soalnya

temen-temen GDE Cloud tuh kadang-kadang

suka takut nabrak kan

topiknya kan.

Untungnya kita udah

ada grupnya jadi bisa

saling tanya juga bahas ini gak bahas itu.

Bener juga.

Harusnya lain kali kalo misalkan

mau ada acara-acara

GDE gini lagi, janjian aja biar

bingungin topiknya.

Biasanya gitu, karena kadang-kadang

emang begitu, karena

bahkan bingung

mau bawain apa ya jadi nanya

ke grup, bawain apa.

Itu lah yang kejadian.

Malah bisa dapet idea sih.

Iya malah bisa dapet idea. Makanya

saya tetep bawain web assembly yang

udah dibawain kemarin.

Alasannya karena belum dapet topik yang baru

yang mau dibahas. Kemarin tuh sempat explore

web GPU.

Tapi kayaknya kurang praktik ke

view transition.

Itu kayaknya spesifik banget kan

use case nya kalau GPU.

Misalnya apa ya, game atau

trade in ring.

Nah kalo kita gak punya akses ke dunia itu

ya maksudnya kita harus

lebih mulik di dunia itu.

Mau saya di game yang

emang perlu, emang perlu banget

gak bisa cuma 60 frames per second lah.

Atau apalah interactive

ya bener atau apa.

Biasanya itu, web GPU

gitu pakenya bener sih kalau gak

game, kalau gak yang buat

3D visualizer kayak gitu.

Iya betul.

Jadi. Kapan-kapan

public XR.

ARVR kan sekarang

apa ya?

Itu makanya terlalu spesifik

akhirnya batal.

Padahal ada co-lapse nya juga kan sebenernya kan.

Tapi ya itu tadi kurang praktikal.

Mau nyobain akhirnya kepikiran.

Mau bahas

generatif AI.

Tapi dari sudut pandang web developer.

Udah nanya ke Mas Denang,

boleh gak ini di luar topik soalnya.

Kita kan dikasih topik yang seputar itu ya.

Web assembly,

web GPU,

terus apa

apa yang baru dari API web

termasuk content query dan temen-temen.

Terus apa lagi?

Performance

dan lain-lain gitu kan. Ini kan gak ada.

Boleh gak? Oh boleh katanya.

Masih ada satu lagi sih.

Ini yang belum pernah

pada kita bahas itu.

Chrome extension.

Browser extension dari depan.

Browser extension.

Iya itu bagus juga.

Coba mau ambil.

Jadi bikin browser extension,

bisa ngedetek

keyboard typing dari setiap user,

kirim ke server.

Buat apa?

Keylogger.

Kita browser extension itu,

kalau mau publish

di Chrome store,

melewati proses approval.

Tapi kita bisa tipu-tipu.

Kita bisa bikin diri sendiri.

Malah dikembangin.

Kalau mau cepet,

juga prohnya bisa lewat kita ya. Lu jadi calo.

Lu jadi calo.

Aduh, aduh, aduh, aduh.

Gak, gak, gak.

Chrome extension aman.

Akhirnya ya gitu.

Mau bahas generatif AI,

tapi apa daya kreditnya tak cukup kan.

Kan lumayan kan

kalau ingin AI kan.

Lumayan gede kan biayanya kan.

Jadi ada yang udah,

sekarang materinya generatif AI semua.

Ya, antara ini ya,

antara udah bosan,

atau beberapa juga ada yang

itu kan, ini apa sih

ngomongin AI. Ada yang belum tahu juga kan.

Belum banyak yang tahu.

Dan sebenarnya,

cukup bermanfaat kalau bisa kita manfaatkan

untuk aplikasi web kita gitu.

Pengennya sih itu. Cuman...

Nunggu itu, nunggu IDX AI-nya.

Available buat...

Jadi, kalau ada

teman-teman di sini yang mau

punya IDA,

ada bagi teman-teman yang pendengar juga ya.

Pemirsa.

Kalau

mau bikin

Chrome extension misalnya.

Buat custom

chat GPT-nya.

Pake data

untuk Core Web Title.

Terus kemudian Chrome extension-nya

ngebaca HTML-nya.

Terus minta

rekomendasi pakai

OpenAI atau

pakai OpenAI API,

pakai custom chat GPT untuk

rekomendasi apa aja yang bisa di...

Apa aja yang bisa dioptimise

dari page-nya.

Chat GPT, tapi

rekomendasi kodenya kurang...

Maksudnya itu nggak...

Bukan bisa...

Bisa ini...

Ada custom chat GPT kan?

Custom GPT.

Custom GPT.

Nah, kalau produknya

Google kan juga

chat-nya ada macem-macem kan, yang ada

conversational, ada yang buat

khusus buat coding. Nah, kalau punya

framework-nya, ya itu bisa disambungin kesitu juga.

Iya, betul.

Apa duet AI ya?

Duet.

Bukan kodi ya.

Kodi.

Vertex.

Ya, Vertex kan ada macem-macem.

Ada beberapa kerusakan gitu.

Ada yang buat coding, intinya ada yang

buat tanya-tanya biasa,

ada yang khusus buat ngasih

rekomendasi kode. Nah, itu emang

bisa tuh, bagus.

Oh, jadi kebalik ya. Kalau OpenAI

malah tadinya terpisah kan.

Yang

untuk coding ada, yang untuk

conversation biasa ada. Sekarang digabung

kan. Yang GPT 3 Turbo

sama GPT 4 itu udah digabung

sama kode juga. Kalau dulu

terpisah. Makanya jadi

jadi agak strateginya

agak berbeda ya. Antara Google

sama OpenAI.

OpenAI masih lagi

lagi kisru ya.

Nanti drama-drama lagi kisru.

Oke.

Ivan, Ivan.

Ivan bahas apa?

Saya bahas

lupa kan.

Oh, kalau di Bogor

dan Bandung, saya

bahasnya Core Web Title.

Ditambah dengan

INP.

Dan

BFCash.

Back Forward Cache.

Itu masih nyambung lah semua itu.

Soal, apa namanya? Performance.

Kalau di

Mendan dan

Makassar, saya bahasnya

Paski

Identity dan

FedCM.

Federated

Cm.

Plus

mengingatkan kalau

Q2

eh, kalau third party

kutis akan habis

this quarter.

Udah kan? Oktober?

Udah November sekarang?

Udah nggak bisa ya?

Sekarang kayaknya di Chrome udah

ada itunya juga deh.

Jadi kalau kita baru ambil Chrome, terus

ada halaman yang pakai third party kutis

muncul gitu di URL bar yang

kanan atas yang ada ikonnya, apalagi

ada kayak warningnya gitu.

Tapi masih ada, jadi kayak by default

itu dimatiin.

Third party kutisnya mati.

If something doesn't

function, kayak misalnya kalau ada yang nggak

berfungsi, coba nyalain.

Apalah coba disable ini.

Jadi kayak masih dikasih kesempatan.

Ya.

Kita sempat bahas juga ya.

Kita sempat bahas juga di

ngobrolin web. Udah kita warning.

Temen-temen harus cek webnya.

Terutama yang menggunakan

third party ya.

Apakah itu kayak Google Maps,

terus apa lagi, ya mode-model gitu ya.

Ads atau analytics.

Yang masih menggunakan cookies itu

sudah tidak bisa

menyampur-nyampur cookiesnya.

Jadi harus di cek.

Kalau masih bisa nyala, syukur.

Kalau nggak, berarti harus diperbaiki.

Oke. Wah. Ini temen-temen pada rajin-rajin

semua ya. Cuma saya yang ngeri.

Cuma topiknya satu.

Hah. Topiknya satu.

Satu cuma kebanyakan material.

Iya.

Core Web Vital

sudah terlalu umum.

Tinggal comot-comot

ininya, informasinya.

Kalau paski yang Ayo Extended

lalu kan sudah udah bawain juga.

Jadi cuma menambah

extension materialnya aja.

Iya. Gimana, Jessica?

Dual material juga.

Aku beda seminggu juga menyesal kenapa

aku dual material.

Menyesal terlalu rajin ya.

Iya.

Kebenarnya, ini

apa ya, yang kita obrolin waktu ketemu

sama Janice juga kan

di Jakarta ya, Ivan ya.

Kita, iya itu

salah satu alasan kenapa ada ngobrol

itu kan supaya buat diskusi ya, ban diskusi.

Kita tuh kehilangan sosok

Google DevRel

yang ada di Indonesia.

Bahkan di Southeast Asia pun udah nggak ada.

Oh.

Kayak Jesseline itu di Jerman dia

sekarang.

Dulu ada Mas Johan.

Kita masih sering ketemu lah.

Nggak sering lah. Mungkin

kali tiba-tiba, iya tiba-tiba ketemu

di meet up Jakarta-JS atau meet up

yang lain gitu bisa ngobrol, iya apa yang baru

di web gitu kan. Oh ada ini, ini, ini.

Ada pocoran-pocoran. Sekarang tuh nggak ada.

Kita nggak bisa dapet itu gitu.

Mungkin ada kayak

meet up, tapi meet upnya tengah malam jam

11, jam 12.

Karena pakai zona waktunya di

Amerika dan Eropa ya.

Iya.

Iya, jadinya

apa, dan satu lagi,

dulu itu

di apa,

Q berapa ya? Q1, Q2 itu

Google I/O. Q2 ya.

Q2, Q2.

Q2 itu ada Google I/O,

Q4 itu

biasanya akhir tahun itu ada

Chrome Dev Summit ya.

Oh iya dulu ada.

Kayaknya jaman ini cuma

Rissa sama Ivan ya.

Kita sekali doang.

Oh pernah ke, pernah in person ya.

Pernah in person ya.

Chrome Dev Summit kita 2 kali.

2018. Oh 2 kali, Ivan 2 kali,

saya 1 kali.

Kenapa begitu? Eh, 2 kali ya.

Sama-sama.

Kita kan roommate.

Roommate ya.

Kayaknya sejak sekitar 2019

udah nggak ada. 2019 terakhir ya.

2019 terakhir, abis itu sempat online.

Sempat online.

Chrome Dev Summit online.

Abis itu hilang.

Kalau akhir tahun itu

dulu ya, dulu ada

Android Summit, ada

Firebase, ada

Cloud juga kalau nggak salah.

Terus di tengah-tengahnya itu ada

namanya GDE Summit.

In person.

Oh ada.

Sekarang diganti Google I/O.

Sekarang diganti

Bootcamp kemarin, Eka.

Yang mewakili GDE Web.

Berangkat kesana.

Iya.

Saya diundang, tapi

memutuskan untuk tidak berangkat karena

acaranya hanya 1 hari.

Wah.

Sedih sekali, cuma 1 hari.

Berangkatnya 2 hari.

Berangkatnya 2 hari.

Berangkatnya 2 jam.

Acaranya 1 hari.

Durasinya pendek banget.

Iya, makanya nggak worth it.

Kalau GDE Summit itu berapa hari?

2 hari ya? 2 hari, 3 hari ya?

2 hari. Kita dapat penginapan 3 malem.

Lumayan.

Mantap banget.

Habis itu dilanjutkan itu kan?

Iya, habis itu dilanjutkan Chrome GDE Summit.

Jadinya seru.

Setelah Chrome GDE Summit ada

CDX-nya juga ada

after party-nya.

Jadi bisa kayak ng-enggri sama

sesepu-sesepu

devrel yang kayak

kemarin yang ketemu untuk

apa? Ajo Asmani.

Ajo Asmani.

Wah, gue belum pernah dengannya tuh.

Kali-kali aku nggak pernah

denger lagi.

Nggak, jarang-jarang ada.

Cuma dia jarang.

Tapi pas after party.

Nah, biasanya

kalau CDS

itu

di after party-nya itu

banyak banget. Bukan cuma orang-orang

Google. Kayak anak-anak

orang GitHub ada.

Orang Asana.

Asana juga ada.

Ada partner. Termasuk Tokopedia.

Termasuk Tokopedia. Tokopedia.

Jadi banyak banget.

Apa teman-teman namanya? Ada siapa?

Sama anak-anak Jira

juga ada.

Terus kita komplain.

Mulu sama anak Jira. Pokoknya gitu lah.

Kesempatan.

Kesempatan Jira.

Terus report back.

Ini kok nggak bisa di-move ya?

Iya.

Kenapa format mardernya

beda sendiri ini asli nyusahin?

Oh iya sebentar kita ripet.

Dia pake Jira juga nggak?

Dia ripetnya pake Jira juga nggak?

Jangan-jangan dia nggak pake Jira.

Jangan-jangan dia nggak pake Jira. Dia pake Trello.

Wah, slow twist.

Slow twist.

Iya.

Jadi kita kekurangan topik.

Kalau dulu kan dari Google

I/O itu biasanya detailnya

itu dibahas di Chrome Dev Summit.

Ataupun Android Summit dan lain-lain.

Itu lebih detail.

Iya, tapi bahkan dengan

ada kita berlima juga kayaknya masih

belum cover juga deh web.

Luas sih

soalnya ya. Luas banget.

Kayak nggak tahu ya kalau aku ngerasa kayak belum

maksudnya kita berlima belum ada yang gedalamin

open source banget gak sih?

Correct or wrong ya?

Iya. Ipan doang. Ipan doang yang

yang paling aktif.

Cuma kan

kalau di acara ini, maksudnya di luar

Deves ya.

Karena ini online keunggulannya

kan gampang ya ngajak orang. Kayak kemarin kita

kan ngajak Nusrio yang bikin

project apa?

VS Code di Cloud.

Open source project juga kan.

Jadi kelebihannya

format online

bisa

ngajak yang emang fokus di situ.

Benar sih.

Iya.

Oh iya kita juga pernah ngajak itu

komunitas React Indonesia.

Reak Indonesia.

Project.

Iya. Bikin project.

Ya. Project open source ya.

Belum ada yang bahas itu juga kan

yang kita bahas sama Jesseline

yang

WebDriver.

WebDriver juga menarik itu.

Di Deves, Deves landinya.

Itu mau golan, mau...

Di depan udah dapet topik ya.

Sudah pengen dalamin juga tuh

WebDriver.

Tapi biasanya Deves yang lalu

itu recorded gak sih?

Ada gak ininya?

Tergantung BDG-nya.

Waktu jaman Covid sih

rata-rata recorded ya.

Waktu jaman Covid masih mau melalui online.

Iya bener.

Kalau sekarang, belum tentu sih

memang tergantung paniknya.

Iya. Ada yang, kalo kayak Bogor

Bandung gitu kayaknya recorded ya.

Iya. Depok juga kemarin kita

Ayo Extended gak recorded itu.

Iya.

Sama itu dari apa?

Google Developers Discord

yang global, yang internasional.

Mereka bisa bantu fasilitasi

kalau pengen,

kalau mau nge-stream eventnya.

Tapi kan itu tetep

dari sisi organizer kan tetep harus

ada effort, dia tetep harus

dibantu mungkin

tapi kan sedia, apalah minima laptop

web streaming ya. Cuma kalo misalnya

gak punya

atau gak sempet untuk ngurus

publishing

mau dibantu live stream di

Discord Google Developers yang global

itu bisa. Dan mungkin

kelihatan kalau stream di Discord tuh

ada recording-nya gak sih?

Itu kurang tau sih.

Harus record sendiri?

Manualnya gimana, gimana?

Discord. Harus rekam sendiri kan?

Oh gitu.

Gak ngerti teknisnya sih.

Malah baru tau, di Discord bisa record.

Oh, Pak Dika kali ya.

Kalo yang fasilitasi kan manual.

Kalo saya manual ya.

Record manual ya.

Ya.

Yang ada

rekamannya itu kalo gak salah

Twitter ya. Twitter Space ya.

Belum pernah.

Eh sekarang namanya

namanya bukan Twitter, Xspace

berarti.

Jadi kayak ini dong, kayak

Rocket kita, Xspace.

Tapi dia punya perusahaan juga kan namanya

SpaceX kan dibalik.

Mungkin

ada SpaceX, ada

Xspace.

Ya soalnya menurut saya sayang

banget sih. Kalo misalkan

GDE ngisi dimana gitu, apalagi

topiknya beda.

Kalau recorded bisa lebih

luas gitu.

Benar-benar.

Oh, nah ini karena gak recorded

ini kontongannya jadi bisa bawa topik yang

sama ya Pak Ulan.

Tapi

kasihan yang di kotanya

belum ada

internetnya memadai.

Bener itu

ya.

Hybrid lah yang paling

ini ya. Win-win solusinya hybrid

ya kali ya.

Eh tapi ngomong-ngomong kalian gak ada

rencana-rencana ngisi di luar

Indonesia kah? Atau mau Indonesia

dulu? Kemaren udah di invite.

Oh kemana?

Finishing kan pada ditawarin

Finishing pasti ya. Kita ramai-ramai

ditawarin.

Tapi kan bentrok. Bener.

Ditanya semuanya bentrok.

Oh bentrok tanggalnya.

Iya.

Iya, iya, iya.

Kalau saran saya mumpung masih

muda berantek jauh-jauh

dan sering-sering.

Sarannya bijak banget.

Saran bijak banget.

Dulu pernah malah ngisi pas lagi

proses diplonco sebelum jadi

GDE kan emang apa

masalahnya. Jadi dulu gue

diajak. Cuma apa ngerasa

track record speaking-nya kurang.

Dan itu pas tengah-tengah covid.

Terus sama dulu Laura yang

handle, Gabriel yang handle

prosesnya. Ya udah

ditawarin apa?

Dikasih banyak speaking

opportunity sekalian

ya buat mereka mungkin sambil

mantau juga kali ya dibalik

layar. Maksudnya emang ini

worth it

buat di apa?

Diterusin atau enggak? Nah salah

satunya udah eventnya

GDG Manapone di Filipina

dan harusnya speakernya

udah di sana. Cuma kebetulan ada

yang cancelin dada karena ada

masalah apa?

Ada urusan personal.

Kayak jadta waktunya tuh cuma sekitar

5, hamin 5 atau hamin

6 gitu semi dada kan.

Ditawarin, ya udah. Iya, hajar.

Tapi kan dulu semua online ya.

Jadi dari rumah, dari Indonesia.

Jadi dari Indonesia lah itu

pas lagi lockdown.

Nah pernah tapi sejak in person

belum pernah sih.

Pengennya kemana?

Pengennya kemana? Pengennya kemana?

Dibayarin kemana aja lah.

Emang pernah pun boleh ya?

Kemana pun boleh.

Cuma kalau kalian nih, pengen tahu

kalian pede nggak sih

nyampein

tektok dalam bahasa Inggris?

Enggak.

Tergantung topiknya sih.

Tergantung topiknya.

Coba

nyoba ini nyoba

nyampein paski di

work camp Kuala Lumpur.

Pahen-pahen aja sih.

Dan happy mereka bisa

pakai paski di WordPress.

Tapi itu juga sih ya

yang apa, yang

kekurangan. Salah satu

apa ya, salah satu hal yang

perlu kita improve juga sih orang-orang

pertama. Kalo GDE ya, GDE Indonesia.

Itu

selama kita

GDE Summit, ya GDE Summit

berapa kali ya kita ya? Dua kali ya?

Itu belum ada orang Indonesia yang

berani tampil bawain

lightning talk di sana.

Yang lightning talk malah

Jess Lynn

dulu waktu GDE

dan Lynn dari Malaysia

dan dua-duanya sama Henry.

Tiga-tiganya dari Malaysia.

Coba mungkin, ini

agak excuse ya, mungkin

orang Malaysia sama Singapore kan lebih

kerap sama Indonesia.

Ada yang ini, Eunice

Eunice Ferna.

Dia tinggal di Australia.

Iya, tapi orang Indonesia kan.

Orang Indonesia.

Dan Indonesia, mau wakili Indonesia.

Cuma berarti itu

sudah tidak ada GDE lagi.

Mereka

GDE UX dulu.

Tapi sudah gak ada program itu

sudah ditarminin.

Tapi berarti itu bisa dianggap sebagai

opportunity kali ya. Maksudnya itu

berarti kita bisa

berusaha ngembangin diri ke arah situ.

Tapi kerasa sih, jadi

kalo buat ngomong

kalo cuma conversation, ya sebenernya

sih gapapa ya.

Aman-aman aja kayak kemaren pas di

experts bootcamp. Tapi itu

kalo untuk

nyampein hal teknis. Maksudnya

suatu konsep

dengan cara yang enak, denger

enak dikonsumsi. Terus

orang denger tuh jadi paham.

Jadi, oh begitu.

Itu kayaknya ya emang butuh practice.

Apalagi kalo dalam bahasa yang bukan

biasa kita sehari-hari sih. Jadi keliatannya

ya emang gak bisa expect.

Cuma tiba-tiba jago aja.

Cuma emang harus active effort

keliatannya ya.

Itu lagi kalo misalkan talk,

persentasinya kita bisa latih, mati-matian kan.

Yang susah itu Q&A-nya.

Nah, itu.

Kita kan gak bisa

predik ya, mau nanya yang ada

di talks kita atau yang nyerempet.

Yang susah itu kalo nyerempet gitu.

Ada topik lain yang bersinggungan sama

persentasinya kita. Kita latihin gak valid jawaban.

Terus kita gak mau jawab kalo orang tanya lagi.

No comment.

Gak ada di...

Coba tanya lagi.

Tapi ada satu

kalo mau...

Jadi kalo bisa cari negara yang

bahasa Inggrisnya jarang.

Jarang digunakan.

Jangan kayak Malaysia, Singapura gitu ya.

Cari misalkan kayak Thailand,

Filipin.

Malah tambah pusing.

Jadi sama-sama gak ngerti gitu.

Kalo ngomong juga dia gak ngerti.

Kok sama ya?

Dia tanya apa, dia tanya apa.

Oh itu, atau kata Rafky

tuh di chat bagus tuh.

Nanti dia jawabnya lewat email aja.

Oh pertanyaan bagus, abis itu saya jawab

lewat email.

Good question. Hard to answer.

Oh iya, jadi ingat saya pernah ngisi

di salah satu meet up

di Singapura.

Tapi bukan

DevFest, bukan Google IOS,

bukan acara Google.

Jadi acara meet up biasa, pernah ngisi

dan berantakan sih.

Berantakan. Diselamatkan

oleh live coding. Untungnya live codingnya

cukup lanjut, jadi mereka wow

keren gitu. Kan kalo live coding

gak perlu ngomong banyak kan.

Ngomongnya lewat code.

Itu juga salah satu tips.

Oh berarti itu caranya.

Salah satunya.

Udah lah gak usah banyak ngajak ngomong,

kita liat aja kodenya langsung.

Apa, talk is cheap ya?

Iya, talk is cheap.

Show me the code.

Bener.

Kalau gak langsung workshop

sekalian.

Oh kalau workshop,

workshop banyak banget.

Persiapannya lebih banyak.

4 jam soalnya.

Oh iya, 4 jam?

Kalau workshop kan biasanya lebih panjang kan.

Kali ini 30 menit, 20 menit.

Dan harus intraktif banget

kalo workshop kan kita ngecek mereka

bisa setupnya atau enggak.

Bener.

Ya kan mereka yang lagi bingung, kita juga jawabnya

bingung banget.

Oke.

Harus pake translator.

Oke. Ada lagi yang mau dibahas?

Kita bahas apa lagi?

Pateri udah selesai belum?

Udah selesai?

Aduh belum bikin?

Belum.

Gak apa-apa, -1 masih bisa lah.

Tapi sudah ada,

maksudnya 80%

udah kelar.

Bagian tacap-tacapnya belum.

Ya tacap betul.

Itu the last 10%nya

belum selesai.

Watch up mah, santai lah ya.

Kayaknya

ada yang pernah bikin

J minus.

Bukan hal minus, J minus.

Jam.

Kalau gak salah ada yang pernah kayak gitu.

Gua biasanya

misalnya bikin slide-nya super panjang.

Ya kan?

Terus tanya panik ya.

Slotnya berapa lama?

30 menit, 25 menit.

Susah.

Harus buang semua slide,

masih hide-hide-hide slide-nya

supaya masuk

30 menit.

Kenapa gak hanya dari awal?

Slide-nya udah ada

duluan?

Kan ini flow-nya

mau bawa di beberapa

tempat. Jadi kalau ada tempat yang ngasih

45 menit, ya sudah ada.

Sudah bisa panjang.

Tapi enaknya masih

kalau di hide itu begitu

biasanya itu ditanya

yang di hide-nya. Jadi tinggal dinyalain

slide-nya.

Jadi

panjang dulu dia emang lengkap,

terus nanti di umpet-umpetin.

Karena kan jadi talks kita ada yang

keskip kan, karena ada yang kita hide kan.

Itu pasti ditanya.

Sebetulnya ada yang bikin tentang itu.

Oh ya.

Di Q&A-nya.

Sebetulnya udah disiapin.

Pokoknya kalian jangan sampe

ngelamin cerita horor

kayak aku pas paling pertama banget

sebelum Jajajidi, ya itu tiba-tiba

langsung di Deves.

Bandung ya? Bandung.

Dulu beneran belum bisa

nakar, apa ya, kalau buat

misalnya talk-nya 45 menit,

kira-kira materinya harus

berapa? Dan itu emang kebetulan

topic yang emang lagi

seneng-senengnya, emang lagi

ya tau kan kalau lagi excited tentang topic,

emang lagi pake, dan emang

banyak hal yang pengen

disampaikan, kayak ini loh bisa ini,

ini loh caranya ini, kayak beneran

dulu belum ada filter-nya gitu, belum mikir

wah mana yang penting buat

di-highlight. Nah, terus

juga, apa, karena gak cukup

kebanyakan bikin slide, gak cukup

latihan, jadi gak ngebayangin

juga durasinya berapa lama.

Intinya pokoknya pas

waktu talk-nya abis,

over time-nya itu kayak

setengah, beneran literally

setengah materi, itu belum

jadi cuman next-next-next ya.

Itu gimana, solusinya

akhirnya next-next aja sampe terakhir.

Ya next bilang, ya

minta maaf, ini gak cukup,

materinya masih banyak.

Cuma ternyata

di bagian terakhir, ada link

ke dokumentasi ya,

Chrome Devlog atau apa, jadi kalau pengen

lihat ini semua

sendiri, itu

pokoknya pertama kali

in person talk, langsung

horror, jadi kayaknya abis itu

yaudah, separah-parahnya

gak bakal separah

pertama kali, debil.

Oke, saya biasanya

minta panitianya,

kan biasanya ada timekeeper-nya ya,

ngasih tau waktunya

yang keras gitu, mau dipake

mic juga gak apa-apa,

10 menit lagi, gak apa-apa.

Supaya

kita nya kedengeran, karena

kalau melambai

misalkan atau dikasih apa,

kita suka gak nyima, kita lagi

fokus apa. Oh, pas di Bandung

gue juga udah

dikasih tanda,

15,

kirain, itu ini lagi

menit ke 15,

ternyata 15 menit,

jadi beberapa saat kemudian,

beberapa slide kemudian, 5.

Ternyata countdown.

Ternyata mundur,

kirain naik.

Waduh.

Pertama-Pertama sering

gitu, jadi padahal si panitianya

udah dadah-dadah gitu, kitanya

gak...

Dadah kita dadah juga.

Ya, akhirnya minta

gak apa-apa, pakai mic

aja gitu.

Wah, tapi pakai mic juga nanti

disela-sela lagi ngomong, ya Pak Teri,

5 menit lagi.

Ya gak apa-apa, makasih ya kita

interaksi aja, ya makasih.

Cuman itu bisa

bikin ngeblank gak sih, kadang-kadang

kalo di interap gitu langsung tiba-tiba

tadi mau ngomong apa ya.

Tapi kalo udah siap, kalo udah tau

kan ya mungkin,

sesuai mental kali ya.

Bener.

Itu aja bilang,

kalo udah habis waktunya, cabut aja

gitunya.

Slatnya biar gak tampil.

Kalo Ivan punya cerita serem gak?

Selama

tolk atau selama...

Pernah.

Ya itu waktu di...

Waktu sama Mas Johan bikin

CDS Extended di Tokopedia.

Tokopedia.

Jadi...

Oh itu ya, clickernya gak jalan?

Bukan.

Ngeblank, ngeblank, beneran totally blank.

Ya.

Jadi, sudah setengah-setengah.

Lagi burn out ya waktu itu ya?

Iya, lagi burn out.

Habis secara mental.

Jadi di project, di company, lagi burn out.

Terus kemudian

slide-nya dibikin

seadanya, dan secepatnya

saat menyampaikan

udah kayak ngeblank gitu.

Udah kayak

"Gomong-gomong apa lagi?" gitu.

Udah.

Cepetan kelar.

Ya sudah.

Dan itu beneran kayak lagi capek banget.

Kayak...

Posisinya, mentalnya lagi

gak...

Gak kesana.

Dan...

Terpaksa karena sudah janji.

Dan sudah dipersiapkan.

Itu dia.

Apa boleh buat.

Itu pernah terjadi.

Ya, kayak...

Itu kayak mau...

Tujuan talk-nya gak tercapai.

Ya.

Itu pernah.

Tapi tidak seburuk itu sih.

Soalnya kan nonton juga kan. Kita kan bareng ya.

Siapa yang duluan?

Bareng-bareng.

Siapa yang duluan? Ya, salah satulah ya.

Tapi gak...

Mengenai CMS apa gitu.

Tidak seburuk itu kok.

Temen-temen yang lain juga

pada apresiasi kan.

Iya waktu...

Wah, ngeblank nih.

Kalau gak salah sempat ngomong gitu kan.

Ngeblank nih, saya bingung mau ngomong apa kan.

Sempat ngomong kan kalau gak salah ya.

Terus abis itu dikasih tepuk tangan sama yang lain.

Sama...

Mereka juga relate.

Relate, relate biasanya.

Waktu...

Dimana gitu ya?

Tapi itu sengaja.

Saya cepetin banget.

Waktu Jakarta JS.

Kenai WordPress in JS.

Tetapi topiknya Mas Riza jauh lebih menarik.

Karena waktu itu soal tensorflow in JS.

Dia bisikin ke gue.

Bisikin ke saya.

Nanti tolong cepetannya karena

topiknya panjang.

Siap!

Itu kita baru banget

jadi GDE ya.

Terus acaranya di kantor Google lagi.

Iya kantor Google.

Nah, Mas Riza bilang.

Waktunya kan sedikit.

Kalau gak salah cuma dikasih 30 menit.

Gak nyampe. Dan kita kan acaranya malam ya.

Kalau gak kemalaman banget.

Akhirnya Mas Riza bilang ke saya tuh bisik-bisik.

Gak cepetannya Mas Riza. Siap!

Dari yang 3...

Waktunya harusnya 25 menit.

Saya ngomong 5 menit tanya jawab.

Saya ngebut...

15 menit kelar.

Wah...

Sambah saldu 15 menit.

Buat Riza.

Iya karena...

Saya udah ngomong...

Dengan penonton saya udah bilang.

Saya akan cepet aja.

Dan menyampaikannya.

Karena topik selanjutnya menarik sekali.

Dan Mas Riza udah bisikin pengen...

Waktu yang lebih panjang sih.

Udah disebut?

Dan bener. Karena...

Waktu lagi demo-in...

Ngeheng komputernya.

Kebetulan sekali.

Komputernya siapa Mas Riza?

Mas Riza.

Dia akan buat training.

Training.

Training model.

Di browser.

Sambil...

Sambil pakai...

Presenting.

From case.

Udah...

Abis memoennya.

Transfer flow aja ya.

Gile ini.

Udah feeling ya dia.

Apa?

Mencari nilai value...

XOR.

Bukan.

Mencari nilai value dari...

Pi? Bukan?

Bukan.

XOR.

Ya.

Kalau OR kan...

1 OR 1 sama dengan...

1 OR 0 kan dia XOR.

Bukan.

Mencari itu 1,44.

Eh itu apa?

3,14.

3,14, Pai.

Iya, Pai.

Lupa juga.

Udah lama.

Berbekas lah.

Presentasinya Mas Riza.

Saat kita semua belum tau tensor flow...

Mas Riza sudah bawain...

Ngetrain tensor flow.

Itu tahun berapa ya? 2018 ya?

2018.

Eh ayo belum ada itu.

Ayo Pak itu sekarang.

Harus training sendiri semuanya.

Kalau sekarang tinggal nanya aja ya.

Wah itu masih kuliah.

Kalau Padhika atau Jessica...

Pernah ada kejadian-kejadian unik?

Pada saat...

Oh saya...

Belum lama ini ya.

Jadi ini kecepatan bikin slide juga...

Kayaknya agak salah sih.

Bisa bikin slide?

Saya udah jadi slide nya tuh...

Belum.

Terus saya kasihin ke Panitia...

Link slide di Google Drive nya.

Udah.

Selama seminggu itu saya kepikiran...

Buat modifikasi gitu, nambahin slide nya.

Modif, modif, modif, modif, beres.

Udah ditangkap lah ya.

Tapi kan masih di link yang sama kan?

Oh iya.

Udah begitu...

Tapi ternyata di-copy?

Di-copy.

Masih lama.

Slide nya yang lama.

Baru sedar pas di atas panggung.

Di atas panggung udah slide keberapa?

Kok?

Kok yang lama?

Udah lah, persentasinya yang lama jadinya.

Malik lagi.

Udah gitu pake device nya Panitia kan?

Oh iya, iya.

Itu agak triki juga ya...

Kalau pake device nya Panitia ya.

Itu sih.

Kalau aku sih...

Justru aku cenderung...

Kalau bikin materi itu...

Kependekan malahan, bukan kepanjangan.

Jadi waktunya sekian...

Cenderungnya tuh biasanya aku beres...

Di 5 menit sebelum waktu gitu malahan.

Bagus dong.

Iya.

Ini masalahnya enak sih.

Bagus dong.

Iya.

Malah kayaknya paling pernah rada kepanjangan...

Itu pas di BDD.

Sekarang pas Andika pertama kali itu...

Itu pas-pasan banget itu kalau gak salah.

Di situ.

Tapi itu juga masih gak nyampe over time.

Memang cenderungnya itu malah kependekan.

Biasanya kalau udah kependekan...

Mulai panik.

Ini kayaknya kependekan. Mulai ngisi-ngisi waktu.

Bisa ditambah Q&A.

Iya bener.

Kalau udahan pun sebenernya gak apa-apa kan.

Gak harus bener-bener.

Masa gak boleh turun gitu?

Gak boleh.

Belum waktu ya, belum waktu.

Bahwa turun dihalangin gitu.

Jadi sebenernya boleh ya...

Misalnya gini, saya pernah...

Bukan pernah. Beberapa kali bawain...

Talks di luar...

Maksudnya di Asia.

Dimana...

Saya sengaja ngasih kependekan.

Sehingga saya turun lebih awal.

Sehingga mereka bisa ada kesempatan coffee break.

Dan mereka tuh lebih banyak nanya.

Lebih banyak mau bertanya saat...

Jadi on the site daripada di panggung.

Begitu udah turun panggung baru pada...

Ngerubungin gitu ya?

Iya, sikap lebih santai juga.

Udah sambil nge-mail.

Jadi saya turun panggung, mereka baru deketin.

Baru nanya-nanya tuh, 3 orang, 4 orang, 5 orang.

Dari 2 orang yang nanya jadi...

Jadi kerumunan deh.

Di pinggir.

Di pinggir panggung.

Jadi waktu kalau udah sesi officialnya...

Mereka kayak...

Gak berani atau gimana gitu.

Mereka sorot spotlight juga kan.

Iya, kayaknya human nature deh itu.

Maksudnya kalau lagi...

Kayak gitu resmi banget tuh...

Harus mikir nanya-nanya juga kayak...

Harus di rangkaikan tempatnya.

Iya.

Cuman itu artinya Mas Ivan...

Abis talks-nya memang harus coffee break apa?

Bisa.

Bisa.

Kan biasanya kalau coffee...

Jadi kan jeda sebelum...

Event selanjutnya.

Next talk kan...

Biasanya panitnya kan sudah sesuai jam ya.

Kalau memang kecepatan...

Mereka kan bisa...

Bathroom break dulu, toilet break dulu.

Bisa coffee break.

Biasanya kan kalau sudah...

After lunch, atau itu...

Biasanya coffee break itu...

Antara sudah disediakan...

Atau memang masih nyisa.

Kan biasanya begitu ya.

Jadi, ya kejar aja...

Mereka suka kayak...

Mau ke toilet atau gimana.

Tapi ketemu gitu.

Format kayak gitu menarik sih.

Format kecepatan menarik.

Jadi kalau kecepatannya...

It's okay gitu.

Jangan...

Ga usah ditambah-tambah yang ngeblink dan menyiksa diri juga.

Iya.

Diomongin aja.

Diomongin aja.

Gak terlalu masalah juga.

Diomongin aja. Topiknya sudah selesai.

Saya masih ada disekitar sini.

Comunanya silahkan.

Coba samperin aja gitu.

Cuman memang pressure kan.

Jadi networking kayak coffee break gitu sih.

Masalahnya.

Itu...

Kalau boleh dibilang urusan MC.

Masalah MC.

Mau dia nyanyi kayak...

Mau dia apa di atas panggung sampai...

Selanjutnya terserah.

Bener.

Kalau mereka biasanya sudah set.

Paling banyak yang diomong kayak sponsor.

Biasanya kan ada quiz lah.

Door price lah.

Justru malah senang.

Justru malah senang.

Daripada kelewatan.

Kalau kelewat itu lebih...

Kalau kelewat mereka lebih susah hidupnya.

Kalau kecepetan mereka senang.

Karena ada...

Kayak ruang bernafas juga.

Buat yang selanjutnya.

Plus speaker selanjutnya juga lebih senang.

Karena dia bisa duluan setup-setup.

Bener.

Ayo extended.

Kemarin ada sesi kayak...

Kayak yang Ivan ceritain.

Ada. Beberapa ada.

Di Semarang ada.

Ada kayak round table gitu.

Tapi round chair.

Tergantung tempatnya.

Semarang gue itu emang biasanya ada.

Gue tahun lalu kan di Semarang.

Ayo extended.

Emang ada round chair.

Round chair.

Patut ditiru itu.

Sama yang lain.

Tapi biasanya.

Topiknya.

Ini lanjutkan.

Yang di Semarang.

Lucunya kita.

Topiknya Google.

Google initiative program.

Web. Android segala macem.

Waktu di round chair.

Saya random aja milih.

Mereka bahasnya apa coba. Web3.

Terus gue ngobleng.

Apa lho mau.

Jadi banyak mendengarkan soal web3.

Dari mereka.

Oh malah mendengarkan.

Tapi kadang-kadang.

Sesi-sesi networking ini banyak dihabiskan.

Untuk foto bareng.

Betul.

Foto bareng sih gak apa-apa.

Seneng-seneng aja kita.

Lebih seneng lagi kalau ngajak diskusi.

Ngajak ngobrol tentang topiknya.

Cape tau. Senyum terus.

Kan gak mesti senyum.

Pukul.

Pukul.

Senyum-pukul.

Senyum-pukul aja.

Senyum-pukul.

Tapi Pak Dika.

Kalau di kampus kejadian kayak gitu juga gak sih.

Kalau mahasiswa-masiswa yang malu nanya.

Tiba-tiba.

Najak foto.

Kalau udah subscribe.

Minta foto.

Nanya gitu.

Ya suka ada.

Yang itu tadi gak mau.

Ada di dalam spotlight.

Biasanya nunggu sampai kelasnya.

Ya bener katanya kan tadi itu mah.

Human nature sih.

Baru join.

Kesimpulannya sementara apa?

Kesimpulannya adalah.

Kesimpulannya adalah selamat datang.

Buat Pak Dika sama Jessica.

Terima kasih.

Terima kasih.

Sama minta tanda-tangan ya.

Sama Mas Giri ya.

Oh iya bener.

Pak Dika juga punya buku loh.

Jangan salah loh.

Nanti ada yang udah beli bukunya.

Boleh minta tanda-tangan ya.

Boleh.

Biar gue bikin buku lah.

Bukan buku.

Bukan buku buat captu ini.

Bukan buku buat captu ini.

Eh ada buku.

Kalau itu kita bahas bukunya.

Pak Dika aja untuk ngobrolin.

Kupas tuntas.

Kupas tuntas.

Proses membuat buku.

Tentang development.

Bikin buku ya buat developer gitu ya.

Itu kan musik content creation juga ya.

Kayak kita live streaming lah.

Kayak kita kan bahas festival nih.

Pengalaman, presentasi, workshop.

Itu tadi cerita horor.

Gimana kalau bikin buku? Asik deh.

Tapi jangan salah.

Kalau temen-temen ke Surabaya.

Pasti ada yang minta tanda-tangan.

Namanya Audi.

Dia udah ngumpulin 2 tanda-tangan kita.

Ivan belum.

Minta tanda-tangan di topi.

Minta tanda-tangan di topi.

Itu beneran banget sih.

Ntar kalau udah 5 dapet apa gitu ya.

Kita kirimin apa gitu.

Ya boleh.

Kirimin apanya dipikir dulu sih.

Kalau udah 5.

Kalau kita pernah ada kaya.

Content yang kaya.

Content tentang membuat content.

Gimana cara biar konsisten gitu.

Mas Riza pernah tuh pikir.

Berarti kalau gitu aku yang udah nonton.

Karena aku juga perlu belajar.

Gimana cara membuat content biar konsisten.

Ada ya dulu ya.

Ini Risky nanyanya lewat mana nih.

Kalau Jogja ada Jogja.

Gak ada ya.

Gak ada malahan ya kita.

Padahal Eka di Jogja.

Cuman jadinya telat.

Udah bentruk sama Bandung.

Harinya sama ya?

Iya.

Atau belajar sehari lah.

Ya mungkin.

Ya maaf ya kalau kita garing ya.

Kita programmer soalnya jadi garing.

Iya kalau jago bikin jog.

Kita udah jadi apa?

Stand up ya.

Jangan lupa nanti kalau Bali.

Nah itu ada.

Kecuali di Bali.

Yang jago stand up.

Tapi itu kaya kita mesti.

Mesti coaching sih.

Sama beli prabhu.

Iya.

Gimana caranya gitu supaya.

Public speakingnya.

Kita gak kaku gitu kan.

Seperti kalau ngomong ya teknikal aja enak gitu.

Kadang-kadang kita suka gak ngeh gitu.

Keasikan ngobrolin teknikal.

Padahal kan kalau diselipin.

Jogs-jogs.

Bagus gitu.

Apakah ada tekniknya kah?

Gitu.

Yang agak-agak kaya gitu Pak Budi gak sih?

Pak Budira Jog?

Budi.

Oh.

Ya Budi juga lucu.

Wah itu Pantutan.

Tim komita.

Kalau.

Pernah-pernah liat ini nya.

Tentasinya GDI.

Itu si Lim. Lim Sang Yi juga.

Dia bawa nya bagus.

Lim Sang Yi.

Dia web juga.

Dia firebase ya kalau gak salah ya.

Dia firebase.

Temen-temen bisa cek di YouTube nya.

GDG Jakarta ya kalau gak salah.

Google I/O Extended.

Pembukanya dia. Itu.

Itu terbantu banget.

Berikutnya terbantu banget.

Sama opening nya dia.

Menarik sih.

Ya berarti kita pun GDE.

Perlu belajar gimana jadi stand up.

Setidaknya biar.

Nah itu juga kan keliatannya bakat-bakatan.

Dan kudu di asah juga ya. Mesti latihan.

Kayaknya jujur.

Gak dulu lah. Mending latihan.

Maksudnya nyampein dengan jelas.

Dan enak diikutin.

Kayaknya biar minimum lah.

Terus kalau masih punya resource lagi.

Luas aja kan. Gak perlu lucu-lucu banget kan.

Iya.

Ya ini latihan kita di sini nih.

Iya bener banget.

Atau konsumsi peserta.

Dikasih jamur ketawa biar ketawa aja semua.

Wah.

Nanti disamperin sama pihak tertentu ya nih.

Ini Deves Makasar.

Dan nanti Eka sama?

Eka sama Ivan.

Ketemu di Makasar.

Ini tadi pertanyaannya Ariski yang hilang.

Demand dari industri.

Lebih banyak mobile atau web?

Wah ini pertanyaan kontroversial.

Ini agak-agaknya ya.

Kalau menurut Ariski gimana?

Biasanya sih peminat mobile itu

lebih banyak dari web ya. Sayangnya aku liat ya.

Padahal ya mungkin karena faktor

di hype-hype juga kan mobile itu.

Padahal web juga maksudnya

sampai hari ini

juga kan web selalu dibilangnya

ya aksesibilitinya itu

lebih gampang.

Lebih gampang dibandingkan

kalau mobile kan ya sebutnya

harus kayak insta aplikasi dulu.

Ada minimum

terus minimum

memori kayak gituan.

Ya lebih susah terpenuhi juga kan.

Jadi sebetulnya web itu aksesibilitinya

baik juga. Dan

nggak tahu ya kalau dilihat-lihat sekarang

web itu bisa dimanfaatin

ya kalau misalkan kita

sebutannya kayak kejar-kejaran trend kan

ya mobile ya kadang-kadang. Cuman

sebetulnya web itu aku liat-liat

belakangan ini kayak dipakai banyak

buat digitalisasi gitu.

Jadi kayak untuk

misalkan

yang tadinya manual-manual

terus data-datanya dibawa jadi kayak mulai

jadi pakai database kayak gitu banyaknya.

Interface-nya web deh.

Itu yang aku tahu loh ya.

Kalau dari

Tokopedia sendiri banyak

yang dari web pada mobile. Tahu nggak sih?

Gak bisa bilang.

Ya cuman

selalu apa?

Selalu kita berusahanya karena

ya itu sih kita bagai accessibility ya.

Karena nggak semua orang bisa install

app-nya. Terus ya

jadi banyak orang juga

yang masih pakai Tokopedia

beli di web kayak gitu juga banyak.

Sama kan muncul di search result ya.

Paling nggak kan minimal walaupun

cuma sebagai kayak semacam

gateway lah atau call to action gitu buat

suruh ngedownload app.

Misalnya ada yang apa

keputusan bisnisnya kayak gitu

ya kan nggak mungkin nggak

mau punya search

presence sama sekali itu nggak mungkin kan.

Jadi pasti kemungkinan

bikin web juga.

Iya betul. Kayak

orang tuaku malah lebih lucu lagi.

Dia nggak bisa beli di Tokopedia

tapi nyari

barangnya di Tokopedia. Terus

nanti kirim ke aku, aku yang suruh beliin.

Nah itu lebih

efisien gitu.

Nggak perlu keluar duit soalnya.

Gak perlu.

Itu cost effective namanya.

Benar.

Ini salah satu kelebihannya juga ya.

Gatekeep platform itu

maksudnya mungkin

lebih terjangkau ya.

Maksudnya terjangkau disini

kita modal browser aja

udah bisa belajar HTML, CSS,

JavaScript kan.

Nggak perlu download editor inilah.

Harus download SDK-nya dululah.

Dan lain-lain.

Belajarnya bisa. Bahkan ada

beberapa orang yang ngodingnya

langsung di HP kan.

Wah itu hard core sih.

Bisa tapi hard core. Bisa kan.

Ya maksudnya kalau emang bener-bener nggak ada

sama sekali ya niat gitu. Dan itu web

kan. Nggak mungkin itu Android kan.

Nggak mungkin.

Ngerannya juga udah.

Iya bahkan sekarang IDE

yang di cloud

juga udah banyak. Kayak kita bahas sama Mas Rio

waktu yang lalu juga

selama ada browser kita buka

apa editor-nya pun di cloud gitu kan.

Nah di mobile tuh belum ada yang kayak

gitu. Belum bisa. Belum mampu sejauh itu.

Itu.

Bagian risiko

nanya-nanya ke GDE web sih.

Iya salah ya.

Soalnya apa

acara ngobroin

Android

wacananya dari tahun lalu tapi sampai sekarang

belum mulai mulai.

Oh ada di discord.

Cuma ya itu. Kita undang

mereka kesini supaya mereka semangat

gitu kan. Nggak jalan-jalan.

Kalau ini pertanyaan seputar

performance itu tergantung ya.

Ya betul.

Kita bisa bikin web yang lebih cepat dari mobile.

Kita juga bisa bikin aplikasi mobile

yang lebih cepat dari web.

Ya sama tergantung fitur yang dipakai juga.

Ya betul.

Jadi nggak bisa

di generalisasi.

Kalau ditanya di sini

jawabannya adalah web nomor satu.

Iya.

Tanya di web semua ini.

Tanya ke GDE web.

Iya. Harusnya biasanya kan

ada session itu ya. Biasa di

Devastate suka ada session kayak waktu di Bandung itu

top kontroversial. Nah coba

web sama Android, coba

taro satu panggung.

Boleh sih itu seru tuh.

Seru ya.

Nanti roasting-roasting

di panggung akhirnya.

Gak gimmick doang.

Gimmicknya

versus. Tau nya saya nggak ngobrolnya biasa

aja. Iya.

Cuma gimmicknya dulu kan.

Ditunggu penonton biasa yang begitu.

Pada senang ya.

Versus-versus kayaknya.

Kemarin waktu di

I/O Semarang.

Gua kayak ngerosting Android.

Terus waktu

talksnya si

Andrew, dia ngerosting web balik.

Yang senang penonton gitu

biasanya.

Seru sih tuh.

Seru ya.

Ini kita bikin lagi tuh. Web versus

Android.

Udah pernah kan.

Jadinya beneran kayak gitu.

Dan lumayan ramai ya.

Banyak yang suka begitu ya.

Saya juga bingung untuk fenomena apa itu.

Yang buat seperti itu.

Oh iya juga bener.

Kalau kita kan kerja sama web janjian topiknya

biar nyambung. Kalau ini topiknya

ya janjian saling roasting.

Seperti gitu juga.

Ya begitulah.

Oke kalau gitu

kita sudah hampir 1,5 jam

sudah 1,5 jam lebih ya kita

ngobrol sama lorongidul ini.

Jadi kesimpulannya adalah sampai

bertemu di kota teman-teman

yang terdekat.

Coba dicari. Kira-kira

di kotanya ada GDGK

dan ada DVSK.

Kalau ada boleh datang.

Tergantung. Harus datang sih.

Harus datang ya.

Kecuali Bogor. Nggak tahu nih.

Bogor masih dibuka lagi atau nggak.

Dipantau aja.

Udah full ya.

Datang ke

ininya aja.

Tidak bisa on the spot ya.

Tapi nggak masuk.

Coba aja on the spot.

Mudah-mudahan bisa. Kalau nggak nanya dulu ke

panitia. Bisa nggak sih ada konten

yang bisa dihubungin gitu.

Pas hari H tanyain saya bisa datang atau gimana.

Ya jadi kan

biasanya ada 15 persen

no show ya.

Biasanya 50 persen.

Kalau nggak bayar.

Sekarang pakai commitment fee.

Pas datang kesana

uangnya dikembalikan.

Kalau misalnya

jadi sebetulnya free.

Cuma kan kalau free biasa

kan orang nggak gampangin kan

booking cuma nggak datang.

Nah ini bayar commitment fee.

Nanti datang kesana dibalikin.

Ya tapi pasti mungkin tetap aja

ada sekian persen yang ya udahlah duit ilang.

Bakal ada no show pasti.

Lebih sedikit.

Kalau yang

benar-benar free biasanya itu bisa

sampai 50 persen ke atas.

Ini sebentar.

Jogja. Jogja ada.

Jogja ada.

Ya nggak ada kita ya.

Enggak apa-apa.

26 November. Hari minggu ya.

Oh bareng Bali ya.

Bareng Bali gitu.

Bareng Bali.

Jogja ada.

Makanya Eka juga nggak bisa. Bareng Hama apa?

26.

Nggak ada Bali aja.

Office.

25

Bogor.

25 Bogor 26 Bali.

Sama Jogja.

Sama Jogja bareng.

Biasanya datang siang-siang.

Pas pengacaranya selesai gitu ya.

Sore dong itu.

Sebelum makan siang.

Iya sebelum makan siang.

Pas makan siang mah.

Pokoknya temen-temen yang datang

terutama yang sering nonton acara

ngobrolin web datang.

Jangan lupa kita disapa ya.

Kalo kita ada tangannya.

Gak usah.

Nggak usah jangan. Becanda-becanda.

Ngomong aja.

Kayak kemarin tuh beberapa ada yang dari Depok

pada ngomong kalau

mereka suka mendengarkan

ngobrolin web. Jadi itu aja kita udah

seneng banget. Infonya ada di

bentar saya cek nih. Eh saya copy paste ya.

Ada disini.

Gdgcommunity.dev.

Takkan dicek.

Di discord juga ada ya.

Iya discord juga ada.

Oke. Kalo gitu.

Sekian dulu untuk malam hari ini.

Terima kasih banyak buat semuanya.

Buat Eka, Ivan, Jessica

dan Pak Sandika Gali.

Jangan lupa mampir-mampir lagi kesini.

Siap. Terima kasih sudah diundang

kakak-kakak senior.

Terima kasih juga loh diundang.

Mantap.

Kita bisa ketemu lagi di DevFest nanti

atau ketemu di lain acara.

Dan ketemu di WhatsApp tentunya.

Terima kasih untuk malam.

Dan

sampai jumpa minggu depan

untuk topik-topik berikutnya.

Bye bye.

Deskripsi asli dari YouTube

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://ksana.in/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .