EP 93

Ngobrolin Astro - Ngobrolin WEB

Bagikan:

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb ----------------------------------------------------------------------------------- Bergabung menjadi anggota elit di kanal ini: https://www.youtube.com/channel/UCHhAlFGFCGgIusQkQIqJLYw/join Donasi dapat meningkatkan kualitas kanal ini: 💰 https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip 💸 https://sawer Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membahas tentang Astro, sebuah meta framework JavaScript yang semakin populer di kalangan developer. Pembahasan dimulai dengan pengenalan Astro sebagai framework yang awalnya fokus pada content-driven websites dan static site generation (SSG), namun kini telah berkembang mendukung SSG, SSR, dan hybrid rendering. Host menjelaskan filosofi Astro yang mengedepankan HTML-first, zero JavaScript by default, dan pendekatan island architecture untuk interaktivitas yang terkontrol. Episode ini juga membahas fitur unggulan Astro seperti zero-lock (mendukung berbagai UI framework seperti React, Vue, Svelte, Preact, dan Solid), performa yang optimal dengan hydration minimal, serta adopsi web API modern seperti requestIdleCallback. Dibahas juga evolusi Astro dari penggabungan Snowpack ke Vite, integrasi Astro DB, fitur experimental Server Islands, serta proyek terkait seperti Starlight untuk dokumentasi. Perbandingan dengan framework lain seperti Next.js dan Gatsby juga menjadi topik menarik, menyoroti keunggulan Astro dalam performa dan pendekatan yang lebih web standard.

Poin-poin Utama

  • Astro adalah meta framework JavaScript yang awalnya fokus pada content-driven websites dan SSG, namun kini mendukung SSG, SSR, dan hybrid rendering secara penuh.
  • Filosofi utama Astro adalah HTML-first, zero JavaScript by default, dan hanya mengirim JavaScript ke browser ketika benar-benar diperlukan (opt-in interactivity).
  • Fitur zero-lock Astro memungkinkan penggunaan berbagai UI framework (React, Vue, Svelte, Preact, Solid) dalam satu proyek, bahkan dapat menggabungkan beberapa framework sekaligus.
  • Island Architecture Astro memisahkan komponen statis dan interaktif, di mana komponen interaktif dihydrate on-demand untuk performa yang lebih optimal.
  • Astro mengadopsi web API modern seperti requestIdleCallback untuk mengoptimalkan timing rendering komponen interaktif saat main thread idle.
  • Astro DB adalah database service built-in berbasis SQLite yang terintegrasi langsung dengan framework, mendukung kolaborasi dan maintenance yang lebih mudah.
  • Proyek Starlight adalah dokumentasi framework berbasis Astro yang bersaing dengan Docusaurus, dengan performa lebih baik dan ukuran bundle lebih kecil.
  • Astro memiliki komunitas yang aktif dengan dokumentasi berkualitas tinggi, guide untuk kontributor, dan pendekatan yang developer-friendly.
  • Fitur experimental Server Islands memungkinkan lazy server-side rendering terpisah dari halaman utama, memberikan fleksibilitas rendering hibrida.
  • Perbandingan performa Astro menunjukkan keunggulan signifikan dibanding Next.js, terutama pada metrik seperti First Contentful Paint (FCP) dan Total Blocking Time (TBT).
  • Astro menargetkan posisi di tengah antara vanilla HTML/CSS/JavaScript dan framework interaktif seperti Next.js/Nuxt/SvelteKit, memberikan solusi yang balance untuk berbagai use case.
  • Meskipun relatif muda dan user base masih didominasi front-end developer, Astro memiliki potensi migrasi yang mudah dari framework lain karena dukungan komponen UI yang ada.
Transkrip Bantu Koreksi

0:19Hai, hai, hai. Halo.

0:21Hai, insyaAllah. Apa kabar?

0:24Selamat tidak berjumpa.

0:27Kita terlalu lama libur ya, kayaknya.

0:29Iya, libur-libur saya.

0:33Lagi libur anak sekolah ya.

0:35Ya, mudah-mudahan masih inget ya,

0:37sama acara kita ini,

0:39yang diadakan setiap

0:41Selasa Malam.

0:43Selasa Malam.

0:45Biasanya kita Selasa Malam ngapain ya?

0:47Ngapain apa ya?

0:53Ya, cerita dulu dong kenapa kita,

0:55kita terpaksa libur.

0:57Terpaksa libur, karena

0:59nanti ada videonya.

1:03Nanti ada buku.

1:05Minggu lalu kita mengikuti

1:07sebuah event yang

1:09sangat menarik.

1:11Laporan dari eventnya itu ada videonya,

1:13tapi nanti sabar.

1:15Terus minggu depannya ya, masih, apa

1:17minggu lalu, itu masih capek karena

1:19habis dari event yang seru-seru.

1:21Iya. Jadi kita balik,

1:23saya dan

1:25mas Riza kena

1:27sakit tenggorokan.

Lihat transkrip lengkap

1:29Waktu masih

1:31balik aja kemarin itu suara saya,

1:33mungkin sekarang masih, suaranya belum

1:35balik 100%

1:37Event dari sana udah

1:39udah nge-drop.

1:41Pas lagi kesana aja udah nge-drop.

1:43Nyampe,

1:45ya itu gara-gara ah, nggak tau lah.

1:47Terus nyampe.

1:49Gue nggak tahu, kebanyakan makan leis,

1:51rasa timun, sama makan

1:53susu goreng, nggak tahu lah.

1:55Gue juga sakit tenggorokan

1:57gara-gara jajan aneh-aneh.

1:59Untung langsung.

2:01Susu goreng.

2:03Itu yang kami bawain itu ya?

2:05Waktu dimakan lambian itu ya?

2:07Iya.

2:09Iya.

2:11Oke.

2:13Suaranya belum balik, akhirnya

2:15minggu lalu saya

2:17meminta izin.

2:19Israhatkan badan, israhatkan suara.

2:21Saya dan istri saya nggak ngomong.

2:23Nggak ngomong hanya.

2:25Terpaksa nggak ngomong

2:27pakai bahasa isyarat.

2:29Oke, akhirnya kita bisa

2:37live lagi, ya nggak live ya.

2:39Kita bisa rekaman lagi karena

2:41ya karena saya ada kelas juga,

2:43kelas malam, jadinya nggak bisa.

2:45Selasa malam itu ada kelas.

2:47Jadi terpaksa rekaman

2:49mungkin dalam 1-2 minggu ke depan.

2:51Mudah-mudahan kita bisa latih lagi nanti

2:53di minggu 3 ya.

2:55Habis itu selasa depannya lagi,

2:57murid-muridnya suruh nonton ini aja.

2:59Extra credit nanti.

3:01Siap, siap, siap.

3:05Oke.

3:07Kita mau ngomongin random atau ngomongin topic?

3:09Tadi di random,

3:11sekarang topic lah.

3:13Topic sapalas.

3:17Malam hari ini kita akan bahas

3:19tentang salah satu framework yang bisa dibilang

3:21yang cukup

3:23menjadi kemenang ya

3:25waktu di normal.

3:27Oh iya, oh iya ya.

3:29Seperti kemarin kan lumayan

3:31selain usage-nya

3:33lumayan banyak.

3:35Cuma, sebenarnya usage-nya masih kalah banyak

3:37dari beberapa framework lain ya.

3:39Cuma sentimennya positif.

3:41Jadi orang-orang yang pakai itu

3:43senang, termasuk saya.

3:45Kau punya 2 framework

3:47favorit saya?

3:49Satu, udah pernah dibahas ya RedBoot kayaknya waktu itu.

3:51Yang kedua ini,

3:53baru sekarang ngebahas.

3:55Dan selama ini, kira-kira udah pernah.

3:57Ternyata belum ya.

3:59Dekup sering disinggung, tapi belum pernah dibahas

4:01secara mendalam.

4:03Ya.

4:05Yaitu,

4:07Astro.

4:09Astro Boy.

4:11Survey dulu. Disini, temen-temen

4:13yang tau Astro Boy,

4:15selain saya dan Irfan.

4:17Oh itu indikasi,

4:19itu jubahkan umur juga ya.

4:21Jubahkan umur.

4:23Astro Boy.

4:25Dulu nonton

4:27movie-nya atau

4:29baca bukunya?

4:31Ada comic-nya.

4:33Kartun, kartun.

4:35Ada comic-nya, ada kartun ya.

4:37Saya baca comic-nya malah duluan.

4:39Iya, emang ada comic-nya.

4:41Sebelumnya ada comic-nya, abis itu ada kartunnya.

4:43Terus kayaknya ada live-action-nya.

4:45Ada,

4:47ada yang animasinya 3D ya.

4:493D-nya ada.

4:51Yang paling ingat saya, dia punya

4:53senjata.

4:55Profesor-nya gitu.

4:57Ya itu reset kan.

4:59Iya, kayak loncat atau apalah gitu.

5:01Buat take over.

5:03Ini jam sini

5:05nonton, minum doang.

5:07Apaan ini om-om?

5:09Beras kartun aneh.

5:11Namanya juga random.

5:15Jadi Astro ini adalah salah satu

5:17front-end, ya front-end,

5:19meta framework.

5:21JavaScript framework.

5:23Ada apa, dia jalan di back-end

5:25dan di front-end.

5:27Tapi punya apa ya?

5:31Punya keunikan.

5:33Berbeda dengan, apa,

5:35dengan beberapa framework.

5:37Buka perkenalan homepics-nya.

5:39Zoom in seperti biasa.

5:47Oh, zoom in.

5:49Baiklah.

5:51Oke.

5:53Ini

5:55apa sih?

5:57Sebenarnya Astro itu, ada yang bisa menjelaskan nggak

5:59tentang Astro itu apa?

6:01Astro itu meta framework.

6:03Ya sebetulnya

6:05framework, meta framework itu kan semi-buzzword ya.

6:07Maksudnya bukan istilah teknikal

6:09yang strik banget, tapi yang

6:11sering disebut dengan meta framework

6:13ya seperti ini.

6:15Web meta framework

6:17berbasis JavaScript.

6:19Ya, gitu.

6:21Intinya adalah meta framework.

6:23Maksudnya, dia take care

6:25routing, kayak routing

6:27terus, apa, misalnya

6:29handle, rendering mode,

6:31data fetching, ya apa ya?

6:33Templating,

6:35hal-hal yang kita expect,

6:37misalnya, setaranya

6:39secara fungsi, itu

6:41kinect.js,

6:43shellkit, jadi, apa, nanti kita

6:45bakal bahas soal UI framework-nya

6:47sendiri, tapi kalau Astro sendiri

6:49positioning-nya itu. Web

6:51sekarang full stack meta

6:53framework.

6:55Ya, latar

6:57belakangnya mungkin ya, sedikit latar

6:59belakang, Astro ini dimulai dari

7:01yang ini ya, content-based,

7:03jadi kayak CMS.

7:05Dia biasanya digunakan

7:07untuk bikin block, ada

7:09markdown-nya, terus

7:11nanti dia akan otomatis, bisa

7:13apa, static site generation

7:15juga kan, SSG juga kan ya? Sekarang

7:17udah bisa hybrid, nah, dulunya emang

7:19pertama kali banget, baru static

7:21doang.

7:23Kayak Jackill dulu, pro jaman

7:25dulu, Jackill. Kayak Jackill, kayak

7:27Gatsby, betul.

7:29Mas awal-awal banget.

7:31Iya, terus abis itu berkembang,

7:33sampai sekarang

7:35kayaknya Astro sudah

7:37sekarang udah SSG, SSR, hybrid

7:39juga bisa, udah bisa semua.

7:41Apapun yang di Next.js

7:43bisa, Astro bisa.

7:45Dia tetep mempertahankan

7:47content-driven websites ya.

7:49Kira ini bakal diganti gitu.

7:51Enggak, entah

7:53sebenernya kalau kenapanya, nggak tahu ya,

7:55karena misalnya, ya

7:57kok bukan bagian dari itunya mereka,

7:59cuma lihat dari di Discord,

8:01kadang kan suka ada apa,

8:03pertanyaan,

8:05content-driven, itu kan

8:07lawan katanya yang ad

8:09banget ya, jadi ada webpage, webpage itu

8:11biasanya misalnya yang lebih ke content,

8:13ada juga web app yang

8:15lebih ke misalnya

8:17interactive, dan banyak

8:19line site interaction, ada yang

8:21nanya, misalnya sering ada yang nanya apakah

8:23Astro bisa dipakai buat

8:25keperluan seperti itu.

8:27Entah kenapa, marketing message-nya

8:29adalah

8:31Astro itu fokusnya untuk content-driven

8:33yang butuh SEO, yang lebih banyak,

8:35maksudnya walaupun ada interactivity-nya

8:37kayak like, comment, atau semacamnya,

8:39cuma lebih ke content-oriented,

8:41tapi sebetulnya secara teknis

8:43ya nggak ada hal yang

8:45membatasi.

8:47Jadi, misalnya

8:49cuma load 3 component

8:51yang isinya full

8:53interactivity ya boleh-boleh aja sih,

8:55cuma mungkin positioning ya

8:57kalau dilihat sekilas.

8:59- Oh.

9:01Websitenya Netlify ya dibuat

9:03pakai Astro ya?

9:05- IDX.dev juga pakai Astro?

9:07- Iya.

9:09- Kayaknya sih Google tuh banyak yang

9:11demen Astro deh, itu Firebase juga

9:13marketing sama blocknya,

9:15marketing site sama blocknya Firebase

9:17juga di Astro tuh?

9:19- Padahal kan

9:21kontributor Google banyak

9:23yang ngerjain Elevante, kenapa

9:25dia nggak pakai Elevante?

9:27- Bahkan beda orang kali.

9:29Cuma itu nggak kenapa,

9:31Astro itu kayaknya sekali coba,

9:33terus jadi pengen pakai terus.

9:35Ya nggak tahu, ini

9:37observasi subjektif ya, cuma maksudnya

9:39buktinya orang-orang itu yang punya

9:41banyak off-sea line,

9:43itu juga pada pakai Astro jadinya.

9:45- Plus, kalau company segede

9:47Google belum tentu loh, itu yang

9:49ngerjain internal Google-nya

9:51bisa jadi agensi.

9:53- Bisa. - Karena

9:55yang tim Google sendiri

9:57kan misalnya urus

9:59IDX ya, core timnya ya

10:01taunya cuma urus IDX-nya.

10:03Nggak bisa nyiasin.

10:05Dan kalau misalnya mau bikin

10:07tampilan depannya, mungkin ditanya

10:09timnya, ada nggak yang bisa bikin

10:11marketing site pada geleng

10:13semua ya udah pasti, dia nggak bisa

10:15ambil dari tim lain

10:17untuk membuat, misalnya kayak tim

10:19Elevante yang untuk membuat

10:21site-nya nggak bisa, itu udah cross-team.

10:23Kemungkinan besar mereka

10:25pakai, mereka

10:27pakai budget-nya untuk cari external

10:29agensi.

10:31- Misalnya differential-nya firebase, pasti

10:33kan bikarnya kan buat bikin demo-demo

10:35content firebase kan, maksudnya

10:37kalau bloknya

10:39sendiri dibikin pakai apa, ya udah

10:41kayak prioritas

10:43selanjutnya lah.

10:45- Saya, saya tahu begitu

10:47karena pernah jadi

10:49pernah kerja untuk

10:51agensi yang

10:53mengerjakan projeknya Google, jadi ya

10:55memang ada lebih itu

10:57caranya.

10:59- Jadi ASTRO kayaknya

11:01- Kelihatannya salah satu itu deh

11:03agensi itu, maksudnya salah satu target

11:05audience-nya ASTRO

11:07ini, kan mereka harus bikin

11:09banyak apa

11:11website yang content-orientated

11:13serata kan, kalau agensi

11:15langsung buat demo-demo

11:17marketing kan

11:19mudah

11:21di-customize tuh, termasuk yang

11:23di kanan tuh.

11:25- Server-first, content-driven dan

11:27customizable. Server-first

11:29berarti server render ya

11:31maksudnya ya.

11:33- By default, ya by default

11:35semuanya server render, kita bisa

11:37opt-in untuk client render.

11:39- Okay.

11:41- Wow. - Nah, yang mungkin

11:43sedikit berbeda adalah

11:45arsitekturnya, mereka

11:49kabarnya menggunakan

11:51island-architektur ya.

11:53- Salah satu dari, ya

11:55mungkin udah, sekarang udah mulai

11:57ada beberapa ya web framework

11:59yang pakai island-architektur. - Apa itu island-architektur?

12:01- Nah, boleh jelaskan. - Nah, kita dulu pernah bahas ya.

12:03- Episod 1.

12:05- Ya. - Episod 1.

12:07- Episod 1.

12:09- Ya, jadi

12:11apa sih? Tempet.

12:13Ada penjelasannya di block-nya harusnya.

12:15Cuma, nanti aja.

12:17- Di block?

12:19- Iya, episode 1 kita

12:21ngomong island-architektur.

12:23- Cuma di astro,

12:25di dokumentasi astronya juga ada

12:27di somewhere.

12:29- Ada di halaman depan.

12:31Salah, salah.

12:33Core concept di

12:35documentation.

12:37Di dokumentasinya.

12:39Kita ga ada dokumentasi ya.

12:41- Terus, itu core concept.

12:43Astro island.

12:45- Biar ada ilustrasinya deh.

12:47- Ada gambarnya

12:49dibawah. - With history.

12:51- Pioneer and popularize

12:53ya, mengklaim bahwa

12:55mereka yang mempionir

12:57dan mempopularkan

12:59architektur front-end

13:01yang disebut island.

13:03Yang kita bahas dulu di episode

13:05berapa? 0? 1?

13:07- From Fondant Island was first coined

13:09by Etsy front-end architect

13:11at the Tyler Miller

13:13in 2019.

13:15General idea from island

13:19architektur is deceptively simple.

13:21Render HTML pages on server

13:23and inject as holder

13:25or slot around highly dynamic

13:27regions.

13:29It can then be hydrated on the client

13:31into small self-contained widget

13:33for reusing their server

13:35and their initial HTML.

13:37- Jadi dari server, kiri markup

13:39HTML, kan sebetulnya

13:41yang kita bahas sekilas tadi

13:43sebagian besar halaman web

13:45kan ga semua bagiannya

13:47interaktif dan butuh

13:49banyak JavaScript ya, terutama

13:51kalau jenis-jenis kayak marketing, landing page,

13:53blog, yang kayak

13:55text-textnya, text, gambar

13:57ya udah, itu kan bisa dirender

13:59di server, dikirim semua sebagai

14:01HTML markup.

14:03Cuma ada bagian-bagian tertentu

14:05yang butuh interaktivity, client-side

14:07interaktivity, misalnya yang paling sering

14:09kayak like button, load comment

14:11buat nge-fetch comment,

14:13atau buat kirim form yang kayak gitu-gitu

14:15tuh, kayak ditandain

14:17secara khusus. Nah, dikirim

14:19masih berupa

14:21placeholder sementara yang masih

14:23disabled, baru di-hydrate

14:25istilahnya di-hydrate atau

14:27digontor dengan JavaScript client-side

14:29pas udah di-browser.

14:31Jadi apa, itu

14:33bisa meng-improve performance kan

14:35karena ga semua

14:37diproses di-browser

14:39dan lebih

14:41apa, lebih ideal buat

14:43SEO, user experience. Masalah utama

14:45masalah utama SPA

14:47kan hydration.

14:49Iya, betul.

14:51Nah, itu

14:53kan satu ya, salah

14:55satu apa namanya

14:57keunikan dari

14:59framework Nostro

15:01keunikan berikutnya adalah

15:03zero-login, artinya

15:05temen-temen bisa menggunakan

15:07front-end framework yang temen-temen

15:09favoritkan. Misalnya

15:11mau pake React, bisa pake

15:13Vue, bisa React

15:15sama-sama React, JSX juga

15:17self-spelt, ada solid juga.

15:19Dia menaungi, menaungi semua agama ya.

15:21Iya.

15:23Agama. Gak semua,

15:25baru ini, baru ini.

15:27Kan 5 besar, 5 besar.

15:29Anggular ga ada, anggular.

15:31Anggular ga ada.

15:33Anggular digucilkan.

15:35Nggak, apa, lagi-lagi ini marketing

15:37ya, pokoknya sebetulnya ga zero

15:39juga sih, kan soal routing,

15:41soal apalah kayak

15:43asyitektur yang globalnya ya,

15:45kalau kita udah terenggur pake Astro

15:47misalnya, kalau mau pindah

15:49ke meta framework lain ya,

15:51ga zero juga kan, tetep harus

15:53ada effortnya, tapi dari segi

15:55UI component, emang yang

15:57fully agnostik.

15:59Dia ga peduli, dia ga peduli componentnya apa

16:01aja kan, template-nya kayak apa

16:03terserah sih, dia bakal hanya

16:05ngerender aja.

16:07Tapi ini kan hanya sebatas

16:09UI component kan,

16:11fitur-fitur lain, enggak kan,

16:13misalkan kayak use state gitu,

16:15ada enggak? Bisa enggak?

16:17Use state kan dari React, asal

16:19dipanggilnya dari dalam React

16:21component, itu jalan.

16:23Jadi ya itu bisa.

16:25Tapi fiturnya juga berarti ya?

16:27Iya. Nah, cuma kalau yang udah

16:29advanced kayak React server

16:31component, itu keliatannya

16:33di support-nya sebagian, enggak

16:35full. Nah, exactly gimana, belum nyoba sih.

16:37Cuma kalau ngomongin

16:39secara umum, kayak React

16:41ya dengan segala macem hooks-nya,

16:43bisa asal didalam React

16:45component. Begitu juga dengan swell.

16:47Swell misalnya ada store ya,

16:49store yang

16:51pakai dollar sign itu,

16:53bisa dipersiskan dollar misalkan.

16:55Atau semacamnya apapun,

16:57fitur swell, apapun,

16:59jalan, asal dipanggil dari

17:01component swell, dan misalnya

17:03di satu astrosite,

17:05entah gimana, kita pakai

17:07lebih dari satu UI framework

17:09nih, dicampur, itu bisa

17:11cuma kalau yang pentingnya,

17:13misalnya, tadi misalnya

17:15React, ada context

17:17atau swell, ada store,

17:19itu ya cuma bisa disaling

17:21baca ya di component

17:23yang seagama,

17:25yang satu jenis,

17:27tapi bisa di kombinasi semua.

17:29Itu contoh, island architecture-nya

17:31tuh yang by button tuh, dikasih client

17:33load tuh, jadi cuma

17:35yang di hydrate itu cuma yang

17:37button,

17:39button itu aja, sisanya

17:41servo side rendering.

17:45Ini contoh syntax-nya ya,

17:47jadi dia menggunakan, apa istilahnya

17:49ini, front matter ya, pakai

17:51tiga dash ya,

17:53tiga tanda minus gitu,

17:55itu artinya apa tuh?

17:57Front matter.

17:59Kalau istilah

18:01itu syntax-nya

18:03Astro.

18:05Kalau dispel kan, biasanya

18:07pakai script kan,

18:09buka script, tutup,

18:11terus disini kan template-nya.

18:13Nah, kalau di Astro itu

18:15ini bagian JavaScript-nya,

18:17ini bagian

18:19JSX-nya, template-nya.

18:21Iya.

18:23Jadi, kalau misalkan ini kan

18:25ada product nih, product-nya disini

18:27kita define, dia bisa dapat disini.

18:29Nah, related

18:33sama component, buka deh

18:35link yang dicat soalnya, apa?

18:37Masih setema

18:39sama ini.

18:43Nah,

18:45jadi ini introduction

18:47soal, mereka

18:49pakai termanya framework

18:51components, UI framework

18:53integration.

18:55Nah, jadi yang disupport secara resmi

18:57itu tuh, yang di screen.

18:59React, swell,

19:01view, solid, alpin,

19:03lid. Nah, cuma mereka

19:05membuka semacam API,

19:07plugin, kalau mau bikin

19:09unofficial integration boleh,

19:11jadi kalau ada yang mau

19:13bikin integrasi angular, mungkin ya

19:15nggak tahu bisa atau nggak.

19:17Ya, itu dibuka untuk

19:19community plugins.

19:21Sama

19:23balik ke framework component tadi deh.

19:25Nah, apa?

19:31Scroll down ke bawah.

19:33Oh, bisa.

19:35Nah, ini, using framework

19:37component. Nah, ini cara import-nya.

19:39Sama,

19:41kalau misalnya kita cuma

19:43masukin, apa,

19:45render component-nya as is,

19:47kayak si My React component tuh yang

19:49di highlight, itu akan

19:51SSG.

19:53Jadi, dirender di server.

19:55SSG?

19:57Static Site United?

19:59SSR.

20:01Jadi, tadi makanya di

20:03marketing, di landing page-nya,

20:05tulisannya server

20:07site by default, ya.

20:09Jadi, ini

20:11by default akan dirender

20:13dari server si My React

20:15component-nya.

20:17Karena emang, apa,

20:19filosofinya gitu. Kadang kan,

20:21kalau orang belum tahu kan, bingung

20:23jadinya.

20:25Jadi, selain UI

20:27framework yang apa,

20:29UI framework yang bisa dipakai itu

20:31bermacam-macam, mulai dari

20:33React file dan lain-lain, Astro juga

20:35sendiri kan, ya.

20:37Kalau temen-temen masih belum punya preferensi,

20:39pakai .Astro.

20:41Itu kita pakai syntax HTML

20:43polosan, bisa vanilla HTML.

20:45Jadi, kita kopas dari HTML

20:47mana pun, atau kita nge-tick HTML

20:49manual, bebas.

20:51Nah, itu stage pertama. Tapi gimana

20:53kalau kita butuh client-side interactivity?

20:55Itu opt-in. Nah, itu di section

20:57dibawahnya tuh.

20:59Oh, client-side.

21:01Nah, itu

21:03misalnya kita butuh. Jadi, apa,

21:05itu kayak filosofinya

21:07Astro sih. Kayak

21:09yang, tau kan, yang HTML purist

21:11gitu loh, yang apa,

21:13yang mindset

21:15web yang

21:17pure, yang HTML, CSS, vanilla

21:19by default. Ya, kalau bisa pakai

21:21HTML, nggak usah HTML dan CSS,

21:23nggak usah JavaScript client-side,

21:25ya udah, pakai aja

21:27HTML, CSS. Makanya dia bisa zero

21:29JavaScript by default, ya. Jadi, bisa aja

21:31kalau web.

21:33Ya, kalau web kita nggak membutuhkan JavaScript

21:35sama sekali, nggak ada interaksi,

21:37nggak ada di, cuman

21:39landing page aja, nggak ada

21:41font bahkan. Ya, dia

21:43hanya HTML, CSS aja berarti.

21:45Nah, jadi opt-in

21:47kalau kita butuh, misalnya button yang

21:49client-side interactivity, like button

21:51atau whatever lah. Nah, itu

21:53itu contohnya kan bisa

21:55import mouse weld lah,

21:57JSX.

21:59Ya.

22:27Pernah-pernah.

22:29Oke,

22:41seperti contohnya, smelt ya.

22:43Media co-edit.

22:57Pertama, dia pakai web API lain lagi

22:59yang namanya request idle

23:01callback. Mungkin kalau yang

23:03kalau kita ngulik

23:05performance tuh mungkin pernah ketemu

23:07API itu deh.

23:09Jadi, itu tuh event yang

23:11ngefire waktu main thread-nya

23:13udah bebas. Main thread kan

23:15memproses macem-macem lah di awal.

23:17Begitu dia bebas,

23:19ngefire

23:21ada punya request idle callback gitu.

23:23Jadi, itu pure web

23:25API. Jadi, Astro ini web

23:27API-minded banget sih sebetulnya.

23:29Web standar ya web standar.

23:31Contoh, contoh

23:33barang yang pernah

23:35saya pakai request idle callback ini untuk

23:37ngerender burger menu.

23:39Burger menu yang

23:41diatas itu kan

23:43ada transition,

23:45ada apa,

23:47di dalam burger menu itu kan ada

23:49komponen yang harus dirender secara

23:51client-side.

23:53Maka, dan itu gak butuh-butuh

23:55amat di page load. Dan gak butuh-butuh

23:57amat saat

23:59kalau pakai intersection on server gak bisa juga

24:01karena dia muncul di atas.

24:03Awal. Jadi, gak bisa.

24:05Jadi, paling cocok adalah

24:07request idle callback. Jadi,

24:09nunggu aja sampe semuanya kelar.

24:11Begitu ada tenaga dan waktu

24:13luang ya sempatnya.

24:15Sesempatnya.

24:17Kan jarang juga ya user

24:19begitu page load

24:21langsung berubur-ubur pencet burger menu.

24:23Ya, saatnya dia

24:25pencet ya dia

24:27yaudahlah, nunggu aja sabar kenapa sih.

24:29Kali ini cuma

24:311-2 user yang langsung pencet.

24:33Nah, benar.

24:35Maksudnya, ini kan

24:37ini keliatannya sih selama ini

24:39orang awam bahkan developer

24:41awam yang gak terlalu ngulik

24:43web API atau performance kan

24:45relatif jarang yang keliatannya.

24:47Nah, senang sih

24:49liat Astro mempopulerkan

24:51web API yang begini-gini maksudnya

24:53jadi kepake. Cuma

24:55di sisi lain jadi malah mungkin

24:57belum tentu semuanya mempelajarin

24:59juga sih apa yang ada dibalik

25:01fiturnya Astro. Cuma maksudnya

25:03senang aja. Jadi, salah satu faktor

25:05yang bikin tambah senang sama

25:07Astro karena mereka emang

25:09mendalami fitur-fitur web API banget

25:11dan diadopsi untuk

25:13memperkayasi meta framework

25:15mereka. Jadi, fitur itu tetap

25:17kepake.

25:19Ya, web API yang

25:21juga dipopulerkan baru-baru

25:23ini ya itu ya apa?

25:25Transition.

25:27View Transition mereka yang pertama

25:29mereka yang pertama

25:31integrate fitur

25:33View Transition.

25:35Bukan Next ya?

25:39Bukan Next malah

25:41kayaknya sampai sekarang belum ada

25:43official support deh. Cuma ya

25:45sudah. Eh, SpellKit ya.

25:47SpellKit sudah.

25:49Tapi yang paling pertama itu Astro.

25:51Astro. Ya, ini kan

25:53View Transition. Katanya Next itu kan

25:55Bleeding Age.

25:57The Next Thing. Kok nggak?

25:59Nggak duluan sih.

26:01Next Thing of React.

26:03Oh, Next Thing of React.

26:05Kalau Astro,

26:07Next Thing-nya Web API.

26:09Dan, ya

26:13selebihnya sih hampir-hampir sama ya.

26:15Kayaknya, beberapa framework

26:17juga sudah menyediakan. Udah ada DevTool

26:19baru juga yang cukup membantu.

26:21Jadi, bisa diklik untuk

26:25ini ya.

26:27Apa? Untuk

26:29audit, untuk setting, untuk

26:31apa lagi?

26:33Isinya apa aja sih?

26:37Ada opsinya

26:39Accessibility lah. Cuma

26:41Next.JS itu

26:43ada plugin-nya juga.

26:45Atau nggak, nggak tahu. Intinya sih buat

26:47kayak Inspek, routing-nya,

26:49path-nya, parameter-parameternya.

26:51Next.JS itu malah nggak ada ya.

26:53DevToolbar yang sedetail itu.

26:55Next.JS nggak ada.

26:57Tapi Nux kayaknya ada.

26:59Nux lebih lengkap kayaknya.

27:01Kalau lihat

27:03toolbar-nya Astro, malah jadi

27:05ingat punya-nya Laravel.

27:07Yang debug mode-nya

27:09itu kan di bawahnya ada

27:11semacam kayak gitu sih.

27:13Nah, terus ngomong-ngomong early adopter, ini

27:17menariknya Astro sejarahnya tuh

27:19salah satu creator-nya

27:21itu dia yang bikin

27:23snowpack atau gimana?

27:25Itu snowpack bukan dia?

27:27Itu yang?

27:29Yang awal.

27:31Paling kiri,

27:33paling kiri.

27:35Yang kecamata dekat

27:37Astro docks, terus kemudian

27:39ada kacamata.

27:41Itu bukan surma ya?

27:43Kira surma.

28:07Dia membekukan project snowpack.

28:09Terus dia ngadopsi.

28:11Dia salah satu early adopter hit juga

28:13untuk meta framework.

28:15Salah kasih nama sih kayaknya.

28:17Gara-gara kasih nama snow

28:19jadi beku.

28:21Beku, dibekukan.

28:23Tapi maksudnya dia dengan sukarela

28:25membekukan projectnya sendiri gitu loh.

28:27Karena dia lihat, oh, bit ini

28:29release width baru ini pokoknya

28:31udah memenuhi dan kelihatan ya

28:33udah to the future, ke depannya

28:35ngikutin ini aja.

28:37Dia merasa inferior

28:39kali ngeliat,

28:41wah udah capek-capek bikin gini doang.

28:43Ternyata fit lebih hebat, lebih bagus gitu.

28:45Jauh. Ya udah deh,

28:47pake aja deh.

28:49Nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nuh, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih, nih

28:51Buka blog postnya yang mengingat bahwa

28:53mereka apa?

29:05Mereka ngerjain, misalnya ngerjain bikin snowpack,

29:07bagi kita itu bagus.

29:09Terus kita bikin metaframe work yang

29:11pake snowpack.

29:13Terus ya kan mungkin orang lain bakal

29:15punya ego atau apalah,

29:17berat buat pindah.

29:19Kalau ini idealisme ya, idealisme.

29:21Ini praktikal banget

29:23bahwa setelah dilihat-lihat,

29:25we ran some early experiments,

29:27blah-blah-blah,

29:29apa, pokoknya, wah ini bagus ya,

29:31udah, pindah aja.

29:35Enggak.

29:37Enggak.

29:39Memang ingin

29:41merging ini aja.

29:43Dari pada dia setengah mati bikin snowpack juga,

29:45orang fit juga,

29:47setengah mati bikin fit juga,

29:49toh, itunya sama.

29:51Kenapa

29:53orang ladybird bisa bikin

29:55terus ya? Meskipun ada

29:573 browser lain, dia bikin sendiri.

29:59Anyway, udah, out of topic.

30:01Browser baru ya?

30:03Oh iya, itu pasakan browser

30:05feature topic aja.

30:07Nah, cuma, masing-masing guys,

30:09si mas snowpack ini, yang lulus blog post

30:11ini, itu jadi fokus di Astro.

30:13Jadi, maksudnya,

30:15in the end,

30:17bagi developer biasa, kayak kita,

30:19yang ngerti pakai aja, ya,

30:21ini outcome yang bagus banget sih.

30:23Fitnya tetap jalan, dan bagus,

30:25teaming dengan baik, terus kita dapet

30:27meta framework yang bagus.

30:29Astro.

30:33Jadi, dia bisa lebih fokus

30:35ngerjain produk, bukan ngerjain

30:37tools ya?

30:39Ini juga menarik ya,

30:41ternyata dia pakai web assembly

30:43untuk melakukan kompilasi.

30:45Compilernya ditulis di Go.

30:49Dan bisa jalan di browser.

30:53Semua teknologi baru,

30:55terutama yang berurusan sama web,

30:57dia adopsi,

30:59mereka adopsi.

31:01Wow.

31:03Oke.

31:07Itu 2021 ya?

31:09Kalau nggak salah, si

31:11masperate ini, ada di Twitter nggak ya?

31:13Kalau nggak salah, dia

31:15CEO of

31:17HTML, kalau nggak salah, dia

31:19nyebut dirinya itu.

31:21Nah, itu, apa, kayaknya, Astro

31:23emang positioning-nya yang HTML

31:25banget, walaupun tetap bisa bawa

31:27UI framework lain.

31:29Oh,

31:31Astro tuh ada tweet yang lucu,

31:33kok, bentar.

31:35Jadi, mereka sering ditanya

31:37kenapa nggak

31:39bikin blink element.

31:41Terus, ponenya, jawabannya adalah

31:43kan udah ada element

31:45A, A element,

31:47anchor element, nggak butuh.

31:49Nggak perlu blink element lagi.

31:51Tapi kalau emang pengen, kalau emang butuh,

31:53ya bikin aja di UI

31:55framework favorit masing-masing.

31:57Nah ini,

31:59CEO of HTML.

32:01Beneran, emang nggak ada?

32:05Nggak lah.

32:07Terus dia nge-fans banget sama HTML

32:09gitu.

32:11CEO of

32:13HTML.

32:15Oh, ini.

32:19To the haters asking where our blink

32:23component is.

32:25Let no import, lighthouse will approve.

32:27Link. Ini menyerang

32:29Next.js nggak sih?

32:31Nggak sih, cuma

32:33pada minta, kenapa nggak

32:35bikin blink

32:37element. Karena mungkin ekspektasi

32:39developer lain kan kayak Next.js

32:41atau apa, ngasih blink element, link

32:43component, dan disangka itu

32:45keharusan ya. Padahal kan nggak

32:47udah ada anchor element.

32:49Iya.

32:51Tapi ini,

32:53ini juga

32:55jebakan umur juga nggak sih?

32:57Kalau developer yang

32:59Gen Z atau Gen Alpha, tau nggak sih

33:01referensi world art yang modelnya

33:03kayak gini?

33:05Microsoft World

33:091998.

33:11Microsoft World,

33:13world art ya.

33:15Bagi generasi tersebut, lo lihat ini

33:17kan langsung ketahuan, langsung inget

33:19world art aslinya.

33:21Jadi penasaran

33:23yang framework-framework

33:25yang menggunakan konsep seperti

33:27link ini selain Next.js, apalagi?

33:29Apa ya? Kayaknya...

33:31React?

33:33React? Nggak.

33:35Oh,

33:37React Router.

33:39Ada.

33:41Iya, React Router, iya.

33:43Berarti,

33:45berarti kalau React Router,

33:47iya, berarti

33:49remix juga dong?

33:51Iya, mungkin lihat.

33:53Coba aja, remix,

33:55link, component.

33:57Iya, remix ada tuh.

34:03Tapi lebih ke dunia React sebetulnya ya.

34:05Ecosistem React, maksudnya

34:07yang ada ekspektasi,

34:09ada link, component.

34:11Iya.

34:17Justru sebenarnya,

34:19iya.

34:21Gimana lanjut-lanjut?

34:23Astro sebetulnya provide

34:25client-side routing juga sih.

34:27Cuma yang nggak usah pakai link, component, ya dia

34:29hijack aja anchor

34:31element semua A yang

34:33ke Integ Router,

34:35ya dihijack buat client-side routing, udah gitu

34:37doang, selar kan.

34:39Jadi tetap nggak perlu link, component.

34:41Tapi kayaknya yang pertama kali

34:43yang mempopulerkan, ya walaupun

34:45nggak dibikin memes, yang pertama kali

34:47mempopulerkan, nggak usah pakai link

34:49kayak gini, kayaknya Svelte awalnya.

34:51Awalnya ya.

34:53Mungkin sebelum Astro ada.

34:55Karena dia nggak perlu ini juga, kan.

34:57Sempat disebut-sebut juga,

35:01tapi nggak sempat jadi memes.

35:03Iya, karena nggak

35:05jadi memes, jadi nggak.

35:07Kurang keci.

35:13Oke, terus

35:15apa lagi yang menarik?

35:17Dari Astro. Nah, ini ada

35:19update terbaru ya dari Astro

35:21di 17 Agustus

35:232 hari yang lalu.

35:25Iya, udah versi 4 aja.

35:27Terakhir pakai

35:29fasi berapa, Mas?

35:31Terakhir,

35:334.0 kayaknya, 4.0 sekian.

35:35Belum 4.14.

35:37Dia kalau upgrade, upgrade

35:41dependensi, upgrade ini gampang nggak sih?

35:43Atau susah?

35:45Kalau minor gampang.

35:47Kalau major nggak tahu ya.

35:53Cuma major

35:55belum ada code mode-nya.

35:57Belum ada ya.

35:59Oke, yang 4.14

36:03khusus yang update 4.14 itu

36:05dia ada content layer API.

36:07Ada IntelliSense

36:09content files.

36:11Ini apa IntelliSense?

36:13Baru lihat

36:15sekilas di blog post ini tadi

36:17barusan banget. Jadi di markdown

36:19markdown

36:21parameter-nya bisa di

36:23IntelliSense.

36:25Jadi ada

36:27apa? Jadi ada

36:29sintaksan lighting.

36:31Keliatannya cuma

36:33harus bentuk

36:35bentuk datanya kayak gimana.

36:37Ada

36:39oke, ada linternya

36:41gitu ya kira-kira ya.

36:43Nah ini juga menarik nih

36:47secara performance. Maksudnya

36:49dia membandingkan dengan dirinya sendiri

36:51yang sebelumnya, versi sebelumnya, bukan

36:53membandingkan dengan framework lain. Ya, di depan

36:55ada sih, bandingin sama framework lain sih.

36:57Ya ini ya.

36:59Cuma ini menarik ya.

37:01Baru pernah lihat sih yang bandingin sama

37:03diri sendiri.

37:05Jadi dia bandingin sama versi

37:07sebelumnya. Jauh lebih cepat

37:09dengan versi sendiri. Jadi

37:11dia tidak apa ya, nggak

37:13cari musuh lah gitu ya.

37:15Oh, karena

37:17dia ngecompar

37:19untuk satu fitur. Maksudnya cuma

37:21fitur. Fitur khusus

37:23EDIA doang ya.

37:25Iya, iya, iya.

37:27Ini

37:29versi 4.14, update-nya segini.

37:31Oke, ini yang terbaru ya.

37:35Kalau versi

37:37sebelumnya, versi 4.13

37:39ada apa?

37:41Request rewriting, content collection,

37:43JSON schema, logging improvement.

37:45Terus,

37:49apa nih, what new in Astro

37:51in July, server island.

37:53Oh dia, island

37:55accelerator itu berarti di client ya?

37:57Yang selama ini udah aja kan

37:59di client. Terus mereka nyoba

38:01di server.

38:03Belum, nggak tahu, belum nyoba sih.

38:05Ya, kita baca sama-sama, yuk.

38:07Ini?

38:09Emang bisa ya? Gimana caranya?

38:11Configure

38:13on-demand server rendering

38:15output mode

38:17with an adapter.

38:19Belum coba sih,

38:21cuma, nggak bayang

38:23juga. Hybrid or server

38:25adapter node.js

38:27experimental server island.

38:29Adaptor-nya tuh,

38:31maksudnya hosting target sih,

38:33kita bisa pilih node.js,

38:35Excel, Netify,

38:37dan lain-lain. Ya, nggak mungkin kita pilih

38:39Rust atau Go, gitu ya.

38:41Nggak ada ya.

38:43Ini runtime-nya, runtime-nya.

38:45Avatar server

38:49devr.

38:51Outer page tetap berhendar.

38:53Island content omitted.

38:59Terus, cuma script

39:01avatar-nya digatakan script tag.

39:03Setelah

39:05halaman-nya di loading,

39:07script tag-nya bakal bikin

39:09server-side request.

39:11Wow.

39:13Jadi, kayak

39:15ini ya,

39:17model kayak lazy loading,

39:19gitu ya, berarti ya?

39:21Kayak SSR, tapi lazy.

39:23Susulan gitu. SSR-nya,

39:25SSR terpisah, gitu ya.

39:27Ya, kayaknya.

39:29Masih belum ngerti, loh, konsepnya, loh.

39:55Ini jadi minta tanya,

39:57gimana ya?

39:59Server island

40:03fullback content.

40:05Nanti coba aja

40:07cek ada demo-nya atau nggak.

40:09SVG slot fullback.

40:11Oh, pakai slot ya, slot fullback.

40:13Class generic

40:15avatar.

40:17Ada RFC-nya.

40:19Ini masih eksperimental,

40:21berarti ya?

40:25Oke.

40:27Nggak ngerti sih, belum ngerti cara kerjanya

40:43gimana, belum kebayang.

40:45Harus dicobain sih ya.

40:47Ada demo-nya nggak tuh?

40:49Discussion-nya.

40:51Oh, discussion.

40:53Ya, sample.

40:55Coba.

40:57Ah, harus jarang nih.

41:03Ya, belum ada

41:05itunya ya.

41:07Live demo-nya di StackBlitz

41:09atau semacamnya.

41:11Belum.

41:21Oke, menarik-menarik.

41:23Tapi

41:25apa tujuannya?

41:27Mempercepat server side

41:29render gitu?

41:31Udah buka blog post-nya,

41:33belum kelihatannya lebih dijelasin dengan

41:35lebih apa?

41:37Lebih dengan

41:39kata-kata yang lebih keci deh.

41:41Ini kan tadinya

41:43emang di sini kan? Eh, emang

41:45di blog post nih.

41:47Bukan, ada yang blog post

41:49ini, ya.

42:19Personal content, personalized.

42:21Masing-masing user isinya beda.

42:23Currently you must

42:25choose one caching strategy

42:27untuk semua jenis content itu.

42:29Kalau user login

42:33personalized berarti nggak bisa ada caching.

42:35Tapi kalau pakai server island

42:37bisa.

42:39Oh, karena ada cookies

42:41atau semacamnya apa ya?

42:43Server island digunakan untuk

42:47content yang paling dinamis.

42:49Misalnya personalized user,

42:51aka card, shopping card,

42:53product review.

42:55Oh, terus jadi

42:57page shell-nya bisa

42:59pakai caching strategy yang berbeda dengan

43:01si server island itu.

43:03Oh, gitu.

43:05Users, entah login atau

43:09tidak, bisa melihat

43:11bagian-bagian page yang paling

43:13penting bisa langsung karena di

43:15caching.

43:17Pullback content akan muncul

43:19sasaat, tapi dynamic

43:21server side island-nya

43:23di fetching

43:25tersendiri,

43:27independent from the rest.

43:29Menarik.

43:35Jadi bisa,

43:37ini bisa solve masalah

43:39ini banget ini untuk e-commerce.

43:41Iya, kan masih shell-nya

43:43terus menu

43:45navigation,

43:47fitur-fitur standarnya

43:49di caching.

43:51Iya, kan sama buat semua orang.

43:53Ini namanya partial

43:55cache dulu.

43:57Kalau saya ngakalinnya

43:59dulu, dia pakai partial cache.

44:01Jadi yang di cache itu cuma

44:05per template,

44:07template-template.

44:09Shell.

44:11Jadi, ya, shell-nya

44:13waktu dikirim itu,

44:15gimana dulu itu ya?

44:19Susah sih waktu itu.

44:23Jadi,

44:25contohnya,

44:27situsnya membership.

44:31Ya, kan? Situsnya membership untuk

44:33bisa baca content

44:35itu harus login.

44:37Ya, kan? Nah.

44:39Tentunya, kalau

44:41misalnya login itu kan mengakibatkan

44:43itu kan menjadi

44:45kontennya nggak bisa di-cache

44:47by default.

44:49Karena lain-lain, masing-masing user.

44:51Masing-masing user beda.

44:53Shipping card-nya lain.

44:55Jadi, sebenarnya Astro ini

44:57solve masalah itu.

44:59Menarik.

45:01Nanti gue mau baca, ah, tuh, blognya

45:03gimana cara mereka solusi.

45:05Bawahnya dong. Itu kayaknya

45:07menarik deh benchmarking-nya.

45:09Yang bagian

45:11performance.

45:13Mereka bikin server

45:21dash-islands.com buat

45:23ngedemo-in. Terinspirasi

45:25demo partial pre-rendering-nya

45:27Next.js.

45:29Nah, dia bikin benchmark

45:35dan

45:37ini ya Astro ini.

45:47Next.js.

45:49Ini ya.

45:51Yang ini Astro.

45:55Oke.

46:05Mungkin bakal kelihatan

46:07Seatless.

46:09Seperti Safari, nggak bisa.

46:11Ya udah, kapan-kapan coba

46:13nanti abis ini coba

46:15sendiri, masing-masing.

46:17Soalnya tadi

46:19buka pakai Chrome

46:21restart terus, jadi

46:23maksa harus pakai Safari.

46:25Oke. Menarik ya.

46:29Perform Consistently.

46:33FCP-nya lebih cepet ya.

46:35FCP-nya juga lebih cepet. Semua lebih cepet.

46:39Wow.

46:41Yang paling signifikan ini yang bawah ini.

46:47Jauh sekali.

46:49Bukan.

46:55Dia hanya melod.

46:57Iya. Minimal

46:59minimal hydration.

47:03Bukan.

47:05Pre-rendering.

47:33Mungkin, nggak tahu itu

47:35meminimalisir,

47:37mengimprove total blocking time juga

47:39atau nggak ya?

47:41Jadi cocok buat e-commerce

47:49tapi kurang cocok untuk social media.

47:51Iya, karena social media banyak.

47:53Karena social media semua dinamik ya.

47:55Lebih banyak dinamiknya.

47:57Tapi kalau e-commerce

47:59cocok banget.

48:03Memang khusus untuk ini dia kan.

48:05Dia udah bilang untuk konten.

48:07Konten, generate.

48:09Berarti sekarang udah full support ya?

48:15Udah nggak eksperimen lagi ya?

48:17Eh, nggak tahu masih eksperimental

48:19atau nggak tadi tulisannya.

48:21Kayaknya masih eksperimental deh.

48:23Maksudnya biar user kalau mau

48:27ya harus opt-in. Tadi ada flag-nya

48:29kan kayaknya tadi yang didox itu.

48:31Eksperimental kan di 4/12.

48:334/14 belum ya?

48:35Nggak tahu.

48:39Oh iya, masih itu sih.

48:43Tadi didokumentasinya masih iya.

48:45Gimana caranya dia bikin begini

48:47apa teknisnya?

48:49Bisa nggak kita

48:51kita...

48:53Ulit?

48:55Kita porting ke

48:57PHP plus JS.

49:01Tapi harus ada

49:03connector

49:05yang nyambungin

49:07ke server-side?

49:09Anggap aja JS

49:11yang di server-side-nya diganti PHP.

49:13JS yang di lokalnya tetap JS.

49:15Gitu kan.

49:17Gue jadi pengen ngulik.

49:19Karena kalau bisa gue pengen...

49:21Kan open source semua. Cari aja pomodnya.

49:23Pengen nge-solusiin.

49:25Nge-solusiin ini.

49:27Iya.

49:29Nge-solusiin ini ke PHP-base.

49:31Whatever.

49:33Nggak penting mau WordPress atau whatever.

49:35Jadi akustik ya?

49:37Iya.

49:39Nah ngomong-ngomong akustik.

49:41Ini si server island-nya

49:43Astro juga itu kok. Apa?

49:45Nggak

49:47login ke service apapun.

49:49Jadi bisa mau pakai Fersel.

49:51Mau pakai Node.js ya terserah.

49:53Coba ah.

49:55Belanja dah.

49:57Menarik.

49:59Menarik, menarik.

50:01Partial pre-rendering.

50:27Diskusi di RFC-nya.

50:29Mereka punya satu repo khusus.

50:31Isinya diskusi doang.

50:33Dokumentasi dengan baik ya.

50:39Mereka tuh niat banget

50:41ngulis detail-detailnya.

50:43Biasa... Bukan biasanya sih.

50:45Stereotipticly kan.

50:47Kalau programmer, developer, males kan

50:49ngulis bahasa manusia panjang-panjang.

50:51Algo langsung moding aja. Cuma

50:53kalau mereka ini kayak effort banget buat

50:55communicate dengan detail.

50:57Apa lagi yang bisa di-highlight dari

51:11Astro?

51:13Ecosistemnya.

51:15Ecosistemnya ya.

51:17Salah satunya adalah

51:19database ya.

51:21Yang baru juga di launching ya.

51:23Sepertinya mereka itu

51:25mindset.

51:27Bukan mindset sih.

51:29Kestrateginya tuh mendekati

51:31Laravel sih.

51:33Laravel ya.

51:35Banyak produk turunannya

51:37yang optional.

51:39Sebagian besar open source.

51:41Optional juga.

51:43Kalau cuma mau pakai core-nya

51:45juga nggak apa-apa.

51:47Cuma banyak produk-produk tambahan.

51:49Nah, kelihatannya

51:51serahnya agak kesana deh.

51:53Salah satunya yang indikatif

51:55banget ya itu si layanan database-nya.

51:57Tapi kita bisa

51:59lihat, apa namanya, kayak

52:01produk-produknya dia itu dimana.

52:03Soalnya tadi saya kesulitan mencari

52:05AstroDB itu harus googling dulu.

52:07Nggak ada di website sininya

52:09dimana gitu. Bukan nggak ada.

52:11Integration, AstroDB.

52:13Integration kali ya?

52:15Enggak?

52:17Oh bukan kan?

52:19Apakah dia tidak

52:21mencantumkan database-nya?

52:23Apa karena early preview jadi nggak ada?

52:25Atau gimana tuh?

52:27Nggak ketemu? Harus googling

52:29dulu baru dapat nih AstroDB.

52:31Padahal

52:33astro.builds.sdb

52:35Belum, karena

52:37belum ini ya, masih early preview ya.

52:39Mungkin ya.

52:41AstroDB ini

52:43pakai apa dia?

52:45SQLite.

52:47Karena

52:49SQLite sudah itu ya?

52:51Eh, bukan itu redis sih.

52:53Kenapa

52:55diganti dari

52:57SQLite?

52:59Di ganti?

53:01Maksudnya lib SQL ini

53:03sama dengan SQLite nggak sih?

53:05Beda?

53:07Nggak tahu, belum pakai.

53:09Kayaknya iya, sama. Maksudnya

53:11ini

53:13driver-nya.

53:15Driver-nya si SQLite.

53:17Karena ini dipakai juga di Tursow.

53:19Oh.

53:21Oh, atau mungkin berhubungan

53:23sama apasih SQLite itu kan

53:25project open source.

53:27Tapi nggak terima kontribusi kan, kalau nggak salah.

53:29Ya, betul.

53:31Berarti kan nggak bisa difork sesuai kebutuhan

53:33produk-produk

53:35atau library yang pakai kan.

53:37Nah, terus kayaknya ada yang bikin

53:39fork-nya.

53:41Kalau nggak salah, Tursow yang bikin namanya lib SQL.

53:43Mungkin digunakan juga

53:45oleh si Astro.

53:47Oh ya, itu betul lib SQL.

53:49Ada penjelasannya. Benar kan?

53:51Mana dia

53:53ada tulisannya tadi?

53:55Udah lewat ya?

53:57Ini, lib SQL.

53:59Open contribution

54:01fork of SQLite.

54:03Memang itu fork-nya

54:05SQLite yang open untuk

54:07contribution dipakai oleh

54:09Tursow, cuma karena open source ya

54:11boleh-boleh aja dipakai sama

54:13library lain. Malah senang kan

54:15si Tursow-nya karena ada yang

54:17bantu mungkin

54:19bentenance juga.

54:21Oh, ini bayar tapi ya.

54:25Ini service-nya.

54:27Ada free tier-nya.

54:29Ada free tier-nya. Ya, ada berbayarnya.

54:31Jadi emang

54:33service-nya yang

54:35bayar.

54:37Storage-nya 1GB.

54:39Included per month.

54:41Included per month.

54:43Featurnya apa?

54:45Everything you need.

54:47Featurnya.

54:49Ya, semua yang SQLite

54:51bisa.

54:53ORM.

54:55Zero login.

54:57Visual data viewer.

54:59Global distribution.

55:01Pricing-nya.

55:03PSUGO.

55:09Oh, sekarang sih Astro udah punya

55:11comment sendiri untuk

55:13nambahinnya.

55:15Udah lama ini.

55:17Dari Astro 2.

55:19Jadi, kita

55:21nambah kayak integrasi

55:23swell, triac, maksudnya UI framework,

55:25itu juga pakai itu.

55:27Kita mau tahu

55:29plugin-pluginnya dia itu dari mana ya?

55:31Dari NPM aja cari gitu.

55:33Astro something gitu.

55:35Atau apa gitu.

55:37Dari integrasi tadi kan?

55:39Integrasi kan banyak.

55:41Ini ya.

55:43Tadi ada filter-nya tuh di atas tuh.

55:49Coba kategoris.

55:51DB.

55:53Gak ada DB ya.

55:55Webfighters.

55:57Itu kategoris tuh.

55:59Itu button-nya kenapa sih?

56:05Karena

56:07di zoom.

56:09Zoom in.

56:11Harus liat.

56:13Nah, kalau official

56:15integration, ada centangnya ya.

56:17Kalau community.

56:19Oh, gitu.

56:21Starlight ini

56:23buat dokumentasi.

56:25View.

56:27Astro SST.

56:29Auto import.

56:31Seru kayaknya ya.

56:35Fun fact. Kayaknya

56:37pernah cerita sih. Cuma pamar lagi aja

56:39dulu banget. Astro bikin

56:41hepaton. Buat bikin

56:43integrasi. Karena dulu banget itu

56:45pas awal banget masih lagi promote.

56:47Terus gue ikut bikin integrasi

56:49buat

56:51ngerender data dari Notion.

56:53Cuma bisa dikustom

56:55drag and drop gitu.

56:57Astro Notion. Terus

56:59menang setengah hadiah.

57:01Jadi ada

57:03yang bikin plugin juga.

57:05Buat integrasi data dari Notion

57:07juga. Cuma pakai

57:09perspektif yang beda kalau yang satunya

57:11itu. Kayak buat

57:13masukin data dari seluruh

57:15isi Notion site.

57:17Dibuat jadi CMS.

57:19Kalau yang gue bikin kayak

57:21lebih fleksibel sih. Cuma jadi

57:23kepingan aja. Page page-nya dimasukin.

57:25Jadi use case-nya buat kalau misalnya

57:27landing page-nya. Nggak perlu

57:29dari Notion. Cuma misalnya blog post

57:31atau apa. Perlu ngambil data dari

57:33Notion. Karena si juri

57:35para jurinya mutusin

57:37itu dua hal yang

57:39mirip sama, tapi dengan perspektif

57:41yang beda.

57:43Kami berdua menang setengah-

57:45setengah.

57:47Setengah-setengah gimana.

57:49Aduh ya.

57:51Astro zaman

57:53jadi dulu Astro itu

57:55ada aneh.

57:57Kalau misalnya

57:59tadi script import

58:01segala macam di pisahinnya pakai

58:03front matter dash 3 kali.

58:05Kalau misalnya

58:07di dalam bagian script,

58:09walaupun misalnya di komen nih

58:11double slash,

58:13terus ada text

58:15apapun string lainnya, ada

58:17dash 3 dimanapun itu,

58:19itu langsung nge-throw error.

58:21Dulu pokoknya masih ada bok-bok

58:23aneh lah. Kalo sekarang

58:25udah nggak kan? Sekarang udah

58:27bener. As longnya

58:29susah dipakai, konya dulu masih.

58:31Dulu itu pas transisi dari 1

58:33ke 2.

58:35Apa dari 0 ke 1 ya.

58:37Konya pas baru transisi ke

58:39satu major version

58:41terbaru. Masih banyak bok-bok aneh.

58:43Itu seru sih.

58:45Terus, apalagi ya,

58:47mereka tuh di komunitasnya

58:49sekarang gue udah nggak aktif sih.

58:51Nggak banyak liat.

58:53Cuma discordnya

58:55itu banget sih, hidup banget.

58:57Terus kalau misalnya

58:59kan mereka punya

59:01dana dari open, apa itu

59:03yang, open collective.

59:05Nah, open collective

59:07yang apa, project

59:09open source, menerima funding

59:11atau donasi atau sponsorship

59:13dari mana pun. Terus kayak dikelola

59:15on public yang bisa di audit. Nah,

59:17mereka itu punya dana yang

59:19kayak gitu. Itu setiap

59:21bulan random

59:23anggota komunitas yang

59:25dianggap aktif, misalnya sering ngebantuin

59:27atau ngejawab pertanyaan

59:29di discord dengan apa, dengan

59:31konstruktif, membantu,

59:33itu bisa tiba-tiba dapet duit,

59:35dapet uang. Cuma ya random

59:37gue pernah dapet sekali.

59:39Ya, mereka maintain

59:41banget sama komunitasnya.

59:43Iya, dulu Gatsby

59:47juga begitu.

59:49Cuma Gatsby

59:51nasibnya

59:53begitu juga.

59:55Gatsby kayaknya teknologinya

59:59ditinggalkan ya

1:00:01karena inisiatif

1:00:03teknologi lain mengalahkan

1:00:05yang dulu

1:00:09yang si Gatsby

1:00:11gemborkan itu udah ditinggalkan

1:00:13gitu ya.

1:00:15Karena

1:00:21Gatsby itu bergantung ke SSG

1:00:23banget, tapi sebetulnya kan

1:00:25ada kebutuhan yang valid akan SSR.

1:00:27Akhirnya Gatsby super SSR,

1:00:29tapi telat, udah pada pindah

1:00:31sebagian pindah ke Next.js.

1:00:33Terus dulu kan kaku banget data

1:00:35engine-nya tuh kayak harus dari

1:00:37grab Qtl-nya, bawaannya dia.

1:00:39Padahal cuma pengen fetch

1:00:41API aja, udah itu kan

1:00:43use case yang simple banget ya.

1:00:45Akhirnya support juga, tapi telat.

1:00:47Liat ya, gitu sih.

1:00:49Ya monetize-nya di Gatsby Cloud juga

1:00:51sebetulnya, cuma kalau gak ada yang

1:00:53pake Gatsby-nya, Gatsby Cloud-nya

1:00:55gak lari.

1:00:57Nggak lari, sulit ya.

1:00:59Semoga Astro,

1:01:01Astro mungkin ya, internally

1:01:03mereka pasti ngerti kan, maksudnya

1:01:05Gatsby nasibnya gimana, mungkin ya mereka

1:01:07berusaha

1:01:09punya produk database

1:01:11gini.

1:01:13- Mereka jualan Cloud juga gak sih? - Nggak.

1:01:15- Posting? - Nggak.

1:01:17Astro.

1:01:19Itu tadi Db?

1:01:21Posting-nya enggak ya.

1:01:23Dia terbuka untuk

1:01:25Cloudflare, tadi kelihatan untuk Cloudflare

1:01:27ada, Vercel ada.

1:01:29Siapapun, Cloudflare, Vercel,

1:01:31Netlify, Node.js, Polosan, maksudnya

1:01:33kita punya on-prem server gitu

1:01:35atau digital ocean.

1:01:37Ya, pakai VM gitu ya.

1:01:39Deploy.

1:01:41Standard.

1:01:43Ya.

1:01:45Oke, ada lagi?

1:01:47Yang mau dibahas?

1:01:49Apa ya, dokumentasinya bagus sih.

1:01:53Maksudnya setara lah sama

1:01:55Next.js kalau

1:01:57bisa disandingkan ya

1:01:59dengan

1:02:01Next.js.

1:02:03Dan ini juga penulisan

1:02:05dokumentasinya.

1:02:07Jadi bukan cuma kodingnya,

1:02:09sisi teknisnya, tapi

1:02:11dokumentasinya tuh kayak diperhatiin

1:02:13banget di discord-nya. Jadi kayak

1:02:15ada

1:02:17guide-nya, kayak how-to.

1:02:19Jadi maksudnya kalau yang pengen jadi

1:02:21kontributor, nah ada yang kayak gitu-gitunya tuh

1:02:23itu dibiskaskan.

1:02:25Jadi misalnya kita belum terlalu jago

1:02:27banget buat kontribusi, atau

1:02:29nggak terlalu tertarik buat kontribusi

1:02:31ke Astro dalam bentuk plugin, atau

1:02:33dalam bentuk pull request kode,

1:02:35itu emang di-encourage banget.

1:02:37Coba kamu pakai Astro,

1:02:39terus sesuai use casemu, terus

1:02:41apa mungkin ada nggak di docs yang

1:02:43bisa di-improve? Kayak orang yang

1:02:45belum biasa nulis docs pun

1:02:47kayak di guide buat

1:02:49kontribusi ke docs, termasuk

1:02:51kayak ada guideline cara nulisnya gimana,

1:02:53terus kalimatnya gimana.

1:02:55Sama ini

1:02:57bikin komponen-komponen

1:02:59yang kayak gini, ini dibiskaskan semua

1:03:01di discord-nya. Seru sih.

1:03:03Kayaknya dulu yang mempopulerkan

1:03:05tracker-tracker model kayak gini tuh dari

1:03:07Next.js awalnya ya. Iya, tutorialnya Next.js ya.

1:03:11Menarik, menarik. Ada nggak sih

1:03:13open source-nya kayak gini bikin itu?

1:03:15Tutorial tracker itu?

1:03:17Kalau trackernya nggak tahu,

1:03:19tapi si Astro itu

1:03:21sangking docsite-nya

1:03:23bagus, enak

1:03:25dipakai, kan dia bikin starlight itu

1:03:27akhirnya di open source-in.

1:03:29Cuma nggak tahu ada trackernya built-in

1:03:31atau nggak.

1:03:33Seru ya.

1:03:37Jadi ada checklist-nya.

1:03:41Ini kalau kita

1:03:43mengikuti tutorial-nya,

1:03:45kita akan bikin block

1:03:47kumpulan artikel gitu ya

1:03:51dengan menggunakan Astro

1:03:53di guide step-by-step-nya.

1:03:55Jadi,

1:03:59kalau mau tutorial-nya, silahkan ke

1:04:01dokumentasinya, di situ ada block-nya.

1:04:03Ini bukan ya, starlight.astro.build.

1:04:09Saya bisa bikin saingannya

1:04:11Hartifit dong yang dipakai.

1:04:13Tutorial-tutorial sudah ada.

1:04:15Bisa bikin

1:04:19saingannya Hartifit nih.

1:04:21Dengan tutorial-tutorial sudah ada.

1:04:23Kalau Hartifit, selling point-nya kan

1:04:25bukan tutorial-nya

1:04:27aja.

1:04:29Nah, itu starlight ini

1:04:31head-to-head-nya, docusaurus

1:04:33dan teman-teman. Docusaurus, ya.

1:04:35Kalau docusaurus kan react ya.

1:04:37Kalau ini

1:04:39part-way-astro.

1:04:41Itu kan text format-nya

1:04:49MDX, kalau ini

1:04:51Komponen, dia pakai apa?

1:04:53Komponen, dia pakai apa?

1:04:55MDX.

1:04:57Komponen, dia pakai apa?

1:04:59MDX.

1:05:01Ini.

1:05:03Ini.

1:05:05"Bring your own UI components.

1:05:07Starlight, framework,

1:05:09agnostic, complete dots.

1:05:11Extend with react, view,

1:05:13swell, solid, and more."

1:05:15Iya, sama dia yang ikutin juga.

1:05:17Ini kan cuma kayak template-nya

1:05:19aja kan.

1:05:21Astrocyte ya, intinya.

1:05:23Sebenarnya astro kan, template-nya starlight.

1:05:33Nice.

1:05:35Jadi kalau mau bikin dokumentasi, bisa

1:05:37pakai starlight.

1:05:39Oke.

1:05:41Wah, kayaknya patut

1:05:43dicoba ini ya.

1:05:45Di-explore ya.

1:05:47Buat alternatif.

1:05:49Apa kita bikin?

1:05:51Kita punya ini ya.

1:05:53Kita punya dokumentasi yang

1:05:55tak jadi-jadi.

1:05:57Iya, kita mau bikin website-nya

1:06:01ngobrol-ngobrol, nggak jadi-jadi.

1:06:03Jangan-jangan kita bikin pakai astro aja.

1:06:05Kebanyakan opsi framework

1:06:07setiap kita mulai.

1:06:09Menarik, menarik.

1:06:11Kita mau framework lain,

1:06:13kayaknya lucu pakai ini.

1:06:15Benar.

1:06:17Oke, kalau gitu.

1:06:19Untuk diskusi

1:06:21malam ini tentang astro, mungkin sekian

1:06:23kalau temen-temen punya

1:06:25pengalaman.

1:06:27Iya, punya pengalaman menggunakan astro,

1:06:29pengalaman menarik atau pengalaman

1:06:31buruk mungkin, boleh

1:06:33komen-komen aja.

1:06:35Kita pengen coba, tapi

1:06:37pengen tahu juga pendapat temen-temen

1:06:39gimana dalam menggunakan

1:06:41astro. Sejauh ini sih

1:06:43saya coba-coba lumayan sih.

1:06:45Developer experience-nya berasa beda ya.

1:06:47Load-nya cepat,

1:06:49kemudian straightforward,

1:06:51terus dokumentasinya juga

1:06:53bagus.

1:06:55Integrasinya banyak, kayak UI framework-nya

1:06:57bebas, sesuai selera,

1:06:59KSS mau vanilla, mau tailwind,

1:07:01mau apa, bebas,

1:07:03performance bagus, yay, hidup astro.

1:07:05Cuman untuk

1:07:07dibandingkan dengan metaframe

1:07:09of client yang lebih matang, mungkin

1:07:11ekosistemnya belum terlalu terbentuk ya.

1:07:13Dia baru punya beberapa

1:07:15beberapa, apa namanya,

1:07:17beberapa fitur tambahan seperti

1:07:19baru database itu juga baru early

1:07:21preview, kemudian

1:07:23apa,

1:07:25alternative hosting, kayaknya

1:07:27udah banyak sih ya kalau alternative hosting.

1:07:29Terus integrasinya juga mungkin

1:07:31kalau misalkan contohnya, kemarin kan

1:07:33kita ketemu sama Mas Adam

1:07:35kan, pengen pakai open props.

1:07:37Nah, ini belum ada integrasinya ya.

1:07:39Ecosistemnya belum,

1:07:41karena memang tergolong baru,

1:07:43ekosistemnya belum ada, tapi itu adalah peluang.

1:07:45Kalau temen-temen pakai open props, terus pakai astro,

1:07:47bikin aja integrasinya.

1:07:49Cuma kalau misalnya, jadi

1:07:51behavior astro, salah satu yang utama

1:07:53dia bisa pakai

1:07:55nge-load script tag di head,

1:07:57script atau style tag di head.

1:07:59Jadi kalau ada dari CDN, misalnya kan

1:08:01kalau open props kan saking kecilnya,

1:08:03apa, saking kecil base CSS-nya,

1:08:05loading dari

1:08:07CDN pun, apa,

1:08:09cepet ya, karena dia pakai

1:08:11primitive yang, apa,

1:08:13variable-nya, CSS variable-nya, nggak

1:08:15sampai, font-nya nggak sampai berkera 3 MB.

1:08:17Jadi ya, kalau

1:08:19apa, kukurannya kecil bisa drag,

1:08:21bisa langsung di-drop.

1:08:23Plug-in-nya udah banyak, jadi ya itu betul sih,

1:08:25kalau belum di-support, tinggal bikin aja.

1:08:27Cuma kalau, mungkin kalau

1:08:29untuk di tempat kerja yang

1:08:31ya, profesional gitu, yang corporate

1:08:33atau organisasi besar,

1:08:35masih ragu-ragu untuk adopsi

1:08:37astro sih, karena, apa ya, namanya

1:08:39belum se

1:08:41trustworthy JS nggak sih,

1:08:43kayak, ini kan,

1:08:45ini kan niche banget ya,

1:08:47maksudnya yang, yang

1:08:49pakai dan senang

1:08:51menggunakan astro tuh masih

1:08:53kayak front-end dev,

1:08:55front-end web dev banget.

1:08:57Kalau umurnya juga relatif muda,

1:08:59kalau buat production site

1:09:01di organisasi

1:09:03atau corporate yang bukan

1:09:05agency ya, bukan apa,

1:09:07bukan creative agency,

1:09:09mungkin perlu effort dikit

1:09:11buat convince bahwa ini produk

1:09:13yang bakal tetap ada sekian

1:09:15tahun ke depan, nggak tiba-tiba

1:09:17itu sih.

1:09:19Tapi ada kelebihannya dia

1:09:21dibandingkan framework yang lain,

1:09:23maksudnya, dia bisa

1:09:25mengakomodir

1:09:27kode, misalkan kita udah punya nih

1:09:29komponen React, ya kan

1:09:31kita bisa pakai React komponen di sini.

1:09:33Migrate puan-puan, jadi kayak

1:09:35lebih straightforward, kan,

1:09:37dibandingkan dari React ke

1:09:39Spell gitu.

1:09:41Mungkin itu kali ini

1:09:43targetnya dia, dibangun middleware

1:09:45nya, untuk

1:09:47bisa orang

1:09:49pelan-pelan migrate-nya ke Astro

1:09:51semua nanti.

1:09:53Ujung-ujungnya nanti pakai komponen Astro

1:09:55sih, gitu ya. Tapi awalnya

1:09:57buat kemudahan

1:09:59adaptasi supaya orang mau mengadopsi

1:10:01dulu, ya mereka buka

1:10:03buat semua UI framework

1:10:05ya.

1:10:07Cuma nggak sih kayak Astro itu buat

1:10:09yang emang pures banget, jadi

1:10:11buat Astro itu

1:10:13agak ribet buat

1:10:15client-side interactivity, ya bisa

1:10:17pakai JavaScript mentahan

1:10:19Vanilla, ya buat orang yang gitu.

1:10:21Tapi, maksudnya, kita ke depannya tetap pakai

1:10:23React pun, ya emang itu open banget.

1:10:25Itu dimaintain secara aktif, integrasi

1:10:27React, Sweat, dan lain-lainnya.

1:10:29Jadi, ke depan kita tetap

1:10:31untuk interaktif komponennya, terutama

1:10:33tetap pakai

1:10:35React atau Sweat atau apapun itu encourage.

1:10:37Nah, cuma shell luarnya kan

1:10:39pakai dotastore.

1:10:41Oh, iya, iya, ngerti, ngerti. Jadi, ini

1:10:43positioning, dia memposisikan

1:10:47dirinya di antara, jadi

1:10:49ada yang tipikal orang yang

1:10:51semuanya Vanilla, JavaScript, HTML

1:10:53sesuai Vanilla. Nah, di atasnya

1:10:55sedikit itu Astro. Di atasnya

1:10:57sedikit lagi baru

1:10:59SpellKit atau Next atau Nux

1:11:01dan lain-lain kali ya. Ya, dia di tengah-tengah.

1:11:03Jadi, aman buat semua.

1:11:05Oke, oke.

1:11:07Ya. Jadi, mungkin

1:11:09untuk malam ini sekian dulu

1:11:11ngobrol-ngobrol tentang

1:11:13Astro-nya.

1:11:15Dari tadi dia pahit, kagak kelar-kelar.

1:11:17Terlalu suka ngobrolin Astro.

1:11:19Jangan lupa ditunggu juga

1:11:21apa,

1:11:23komen-komennya.

1:11:25Ya, kalau teman-teman punya

1:11:27pengalaman, silahkan.

1:11:29Kalau ada yang mau sumbang topik, boleh juga

1:11:31kesana.in/ngobrolinweb.

1:11:33Kita pamit dulu.

1:11:35Ketemu lagi

1:11:37di hari dan jam yang sama.

1:11:39Selamat malam.

1:11:43Selamat istirahat. Sampai jumpa. Bye-bye.

Suka episode ini?

Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!

Langganan Sekarang

Episode Terkait

Ngobrolin TanStack - Ngobrolin WEB
EP 127

6 Mei 2025

Ngobrolin TanStack - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Ngobrolin Astro - Ngobrolin WEB
EP 131

4 Jun 2025

Ngobrolin Astro - Ngobrolin WEB

🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #NgobrolinWEB! Malam ini kita kembali akan membahas Astro, fokusnya di sisi server. Masih b...

Ngobrolin State of JS Bagian 2 - Ngobrolin WEB
EP 91

17 Jul 2024

Ngobrolin State of JS Bagian 2 - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Komentar