Ngobrolin Belajar - Ngobrolin WEB Ep21
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Episode kali ini menghadirkan @sandhikagalihWPU dari kanal Web Programming Unpas. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
0:14Hai, hai, hai, selamat malam, selamat malam, teman-teman.
0:22Selamat hari Selasa, seperti biasa ketemu lagi,
0:25kalau hari Selasa malam ketemu lagi sama saya Riza, ada Eka dan juga ada Ivan.
0:29Jadi setiap Selasa malam, waktunya ngobrolin web.
0:35Malam hari ini spesial ya, karena kita nggak bertiga,
0:40tapi ada tambahan satu lagi nih, bintang tamu spesial.
0:44-Tamu istimewa. -Istimewa.
0:46Ini pertama kali ya, pertama kali dalam sejarah kita.
0:48Eh, nggak.
0:50Sebelumnya kan sudah dua kali sebelumnya.
0:52Iya, pernah ada dari tim Android, ada Mas Danang juga dari Google.
0:57Jadi ini berarti episode ketiga yang ada bintang tamunya.
1:03-Iya. -Iya.
1:05Jadi, ya langsung aja ya kita undang, karena semua udah kenal, udah ada di poster juga.
1:09Gila, komentar udah penuh gitu.
1:11-Halo, Panika. -Halo, Panika.
1:14-Halo, Panika. -Selamat datang.
1:16Halo, semuanya. Terima kasih sudah diundang kesini.
1:20Terima kasih banyak nih, udah mampir-mampir nih di sini nih, di todong mampir.
1:24-Komentarnya langsung banyak tuh. -Iya, ramai ya.
1:28Biasanya cuma satu dua, ini sepuluh.
1:30Ya kita nggak usah minta Pak Adika kenalin ya, karena pasti udah kenal semua kan.
1:36Saya pengen tahu ini aja deh, apa kegiatan akhir-akhir ini yang baru apa?
1:41Masih ngajar, kak? Masih bikin konten, kak? Atau ada kegiatan-kegiatan baru?
1:46Ya, kalau kegiatan sih masih sama ya, Mas Riza, teman-teman yang ngajar sehari-hari ngajar.
1:55Kebetulan semester ini ngajarnya cukup banyak karena kita di kampus ada dosen yang...
2:04Ya, perang dosennya gitu ya, jadi istilahnya nasibnya nambah gitu sih ngajar ya.
2:12Jadinya lumayan padat, udah gitu sekarang udah full ke kampus.
2:17Oh, full udah offline lagi ya?
2:20Ya, offline lagi baru keingat. Baru ingat lagi rasanya commute itu lumayan ya ternyata.
Lihat transkrip lengkap
2:26-WFU, WFU. -Ya, WFU.
2:28-Duruh juga nih, topik yang lagi sangat ya. -Bukan, ini WFK.
2:32-WFK. -WFK dari kampus.
2:34-WFK dari kampus. -WFC.
2:36Ternyata ilang 2 jam setengah sampai 3 jam ya, ngajar 2 jam setengah sampai 3 jam.
2:45Kebetulan kan dapet ngajarnya pergi pas padat, pulang pas padat juga gitu.
2:51Aduh, lumayan.
2:55Ah, 2 jam, 3 jam itu di Bandung, Macet ya?
2:59Macet, Macet. Sekarang Bandung mah udah mirip Jakarta lah kayak Macet.
3:03-Jalannya searah semua lagi ya? Kayaknya banyak. -Ya, bener. Banyak yang searahnya.
3:09Tapi kebetulan ngajarnya 5 kelas semuanya sama mata kuliah. Jadi satu angkatan saya ngajar satu mata kuliah gitu.
3:16-Mata kuliah apa? Web programming bukan? -Web programming.
3:19-Web programming, oke. -Mengulang hal yang sama 3 kali dalam sehari.
3:24Oh iya. Itu gimana tuh mengenasi kebosanan. Kan cape ya, maksudnya bosan lah ya.
3:32Ngajarnya sama gitu. Hal yang sama.
3:35-Dan bertahun-tahun gitu ya? -Bertahun-tahun, betul.
3:39Diulang-ulang terus gitu setiap semester gitu kan.
3:42Iya, ya didikmati aja sih, Mas Riza. Saya nganggapnya kayak orang stand up comedy kali ya.
3:48Jadi ada overmix sama stand up special gitu.
3:51Jadi biasanya kelas-kelas pertama tuh jadi kayak eksperimen gitu.
3:55Mau approach kelasnya gimana, mau ngasih jokes apa. Matangnya nanti di kelas kelima.
4:02Iya, berarti yang paling enak yang dapet 4-5 gitu ya.
4:055 mulai cape kali. 3-4 sih kayaknya pick-nya ya.
4:09-3-4 enak, iya betul. -3-4.
4:11Nah berarti temen-temen yang kebetulan mahasiswanya Dika tuh
4:14-kalau pilih kelas, pilih kelas yang C atau D lah. -Belakangan.
4:19Tapi jangan salah, yang awal-awal itu justru anggilnya besar. Karena jokes-jokes yang bagus-bagus itu
4:26-dicoba dulu. -hasil eksperimen dari situ pertama.
4:29Itu selain dinikmati, ada sesuatu yang mungkin di satu kelas dibawain secara berbeda atau sama aja semua?
4:45Apa nanti kebentuk di pertemuan-pertemuan keberapa gitu ya, bahwa perilaku kelas itu ternyata
4:50beda-beda gitu cara nanganinnya. Ada yang aktif, jadi kitanya lebih rendah effortnya gitu ya.
4:57Mereka gak usah dimintapun nanya sendiri, ada yang pasif gitu, itu harus extra gitu.
5:06Jadi ya sebenarnya meskipun materinya sama, kadang-kadang approach kita beda gitu.
5:11Karena energi yang mereka, kan kita semangat ngajar itu dapat energi dari mereka gitu kan.
5:17Kayak perform ya, stand up beneran itu.
5:22-Jadi menyesuaikan dengan kondisi di kelas gitu ya? -Iya betul.
5:27-Jadi kayak progressif lah, kalau bahasa yang progressif. -Progressif bener-bener.
5:33-Progressive enhancement. -Progressive enhancement.
5:41Oke, oke. Nah kita malam ini mau ngobrolin, ngobrol santai aja, ngobrolin tentang itu ya,
5:47jalur, alur belajar. Karena ada pertanyaan dari salah satu pendengar atau penonton kita tuh.
5:53-Ini kayaknya udah tanya dari beberapa bulan lalu ya? -Iya.
5:56Ada yang bingung, dia udah belajar HTML, CSS katanya. Terus mau belajar apa lagi nih?
6:01Kayak gak ada guide yang pasti, jadi muter-muter, balik-balik, gak jelas gitu pelajarannya.
6:09Mungkin kita akan belajar bagaimana cara belajar web di malam hari ini ya, salah satu topiknya.
6:15Dan pas banget karena Pak Dika juga selain ngajar di kelas yang tidak bisa diakses oleh semua orang,
6:23juga dengan Sukarela membuat sebuah channel YouTube yang isinya adalah materi-materi belajar,
6:31terutama tentang web pastinya ya. Programming web. Jadi ya itulah sumber belajar.
6:39Kalau jawaban singkatnya ya, silahkan ke YouTube-nya Pak Dika.
6:42-Web Programming web. -Uda lengkap semua gitu kan.
6:46Itu kalau boleh tahu, singkat aja itu aspirasi mau bikin channel YouTube WPU itu gimana sih ceritanya apa?
6:57Nggak mungkin kan bangun tidur, ah bikin channel YouTube, ah nggak gitu kan.
7:01-Awalnya sih ya sebetulnya nggak kepingin jadi YouTuber gitu ya.
7:09Jadi bikinnya itu memang buat anak-anak di kelas aja.
7:13Karena saya kalau ngajar itu biasanya materi kelas itu nggak pernah cukup waktunya gitu, selalu bablas.
7:21Kalau lagi kita ngajar 3 SKS kan 150 menit, misalkan hari ini ngajarin 1 topik, pasti topiknya nggak selesai.
7:30Dan biasanya dilanjut ke minggu depannya.
7:33Kalau udah dilanjut ke minggu depan ya seperti yang kita tahu mungkin udah ilang aja gitu kan dari ingatannya.
7:40Jadi tetap aja ngulangnya nggak sisanya, ngulangnya balik lagi gitu.
7:45Jadi ya solusi saya cobalah, siapa tahu kalau misalnya saya punya materi yang bisa diakses di luar kelas, saya bikinin.
7:56Saya bisa aja sebetulnya, ayo kalian nonton videonya siapa gitu ya yang di luar.
8:02Cuman kan jadinya itu nonton orang lain ya.
8:05Saya pengen di kelas nonton saya gitu, di luar nonton saya juga gitu.
8:09- Mau kabur kemana gitu kan. - Sampai muak gitu ya nonton.
8:17Tidak lah, justru malah seneng gitu. Dan topiknya jadi berkesinambungan kan, nggak loncat-loncat kan jadinya.
8:28- Itu ada komen yang cocok tuh, coba dulu dapet tulisan yang selalu update ilmu, ada yang curhat malah tuh.
8:36- Kalau Pak Dika dulu waktu belajar web lah, belajar pemograman web itu gimana sih dulu waktu kuliah?
8:44Atau waktu setelah kuliah justru belajarnya?
8:47- Pertama kali belajar web itu pas kuliah ya. Pas kuliah kebetulan dulu semester 4 ketemu web.
8:53Ya seneng aja gitu, karena awalnya dari desainer grafis.
8:58- Oke. - Dulu saya dari sejak SMA tuh seneng desain-desain grafis gitu.
9:04Pas ketemu web yang UI-nya bisa lebih interaktif daripada sekedar bikin poster, bikin banner gitu, bikin ilustrasi gitu.
9:15Ada yang bisa diklik, ada yang bisa put, ada yang bisa tapit-tep, nyimpen unsur-unsur apa, desainnya gitu.
9:25- Kelihatan sih ya. - Jadi pas ketemu web tuh ya seneng aja.
9:31Cuman memang sampai lulus itu ya nggak jadi yang programmer gitu, jadi web desainer aja.
9:40- Oke. Dulu belajarnya apa? HTML, CSS pastinya ya?
9:43- Ya HTML, CSS, PHP, satu mata kuliah tuh. - Oke.
9:49Javascriptnya justru nggak belajar di kampus atau gimana?
9:52- Javascriptnya itu kayak apa ya, tambahan aja sih. - Oke. - Nggak yang programmingnya gitu.
10:02Cuman tambahan kalau misalnya mau interaksi sederhana gitu, pakai Javascript, pakai jQuery kan dulu.
10:09- Oh iya, dulu Javascript hanya pelengkap ya. - Iya.
10:13- Nggak kayak sekarang. Belum-belum udah Javascript semua ya. Sampai CSS pun di dalam Javascript ya.
10:20- Mulainya dari Javascript kalau kebanyakan yang saya tahu.
10:25- Iya, iya, iya. Kalau Ivan gimana Ivan, dulu belajar web?
10:30- Belajar web ya? - Inget sih. Kapan ya mulainya?
10:39Kalau dulu mulai belajar web. - Langsung WordPress atau gimana?
10:42- Nggak, jaman itu belum ada. - Kuliah juga? - Iya, belum ada web kan. Eh, belum ada WordPress jaman itu. - Ada kali.
10:50- 2003, belum. - 2004 kan WordPress.
10:54- Oh masih itu ya jamannya jumlah, jumlah. - Belum, belum. - Oh belum tuh kan? Oh berupa, berupa.
10:59- Jumlah itu paling... - Jumlah itu sudah ada. - Jumlah sudah ada.
11:03- Yang paling awal itu kan, apa itu ya, sebelum Mambo, sebelum jumlah. - Oh, Mambo jadi jumlah.
11:10- Saya pernah pakai. - Tapi saya awalnya belum belajar, saya bukan PHP kuliah itu.
11:18- Bukan ya? - Bukan. - Jadi awalnya... - ISP? - VB6, VB6. - Oh iya, iya.
11:24- Jadi ISP lah ya, ISP dengan VB6. - ISP. - Terus, sorry bukan VB6, VB6 untuk application di Windows-nya.
11:31- VBnet. - Saya tuh, sebelum VBnet, VB6, VB6. - Bisa di web sih.
11:38- Gerti ini apa? - Enggak, enggak, enggak. - Enggak? - VBscript, kalau di webnya VBscript.
11:43- Oh VBscript. - Temennya JavaScript, ya VBscript beda lagi ya.
11:47Ya self-assign rendering-nya pakai VB gitu. Itu jaman itu.
11:52Tapi setelah menuju lulus, saya mulai beralih ke open source.
11:59- Karena mulai kayak belajar open source, mulai... - Kok bisa? Dari mana tahu open source gitu?
12:05- Jadi di kampus itu ada kelompok studi kan, kayak kelompok studi. - Wah seru juga ya.
12:11Jadi jamannya saya itu mulai bermunculan pentolan-pentolan teman-teman itu yang membangun kelompok studi.
12:19Saya waktu itu membangun kelompok studi programming, ada yang membangun kelompok studi Linux, kelompok studi something. Apa ya?
12:29Saya lupa satu lagi. Jadi saya coba aja lihat kelompok studi Linux ngapain, terus belajar Linux.
12:35Akhirnya dari belajar Linux, baru ditetari open source, larinya ya ke PHP.
12:39- Linux emang komunitasnya aktif banget ya open source-nya? - Jaman itu ya mulai. Mulai aktif ya mulai.
12:45Jadi ingat nggak jaman-jamannya Firefox mulai masuk, open source, terus kemudian Linux.
12:51Terus kemudian dari belajar Linux, kemudian saya belajar PHP, MySQL, segala macam.
12:56Sebelumnya kan Microsoft main itu. IES, ASP, PHP, MS Skill Server, Oracle, itu yang diajarin di kuliahnya begitu.
13:11Di kuliahnya nggak diajarin open source. Tapi menuju lulus, merali ke open source.
13:18Oh, jadi lebih ke... banyak kan lebih ke auto didak juga berarti ya? Belajar sendiri. - Terus balik ke web-nya gimana tuh?
13:26Dari sebelumnya Linux, open source? Masuk ke web lagi. - Ya, membangun web kan.
13:31Jadi ya tetap belajar web kan. Karena tetap aja ya. HTML, CSS, segala macam.
13:36Terus kemudian kan sudah... 2007 itu udah mulai ada ISPnet kan. ISPnet.
13:42Dan membangun web juga pakai ISPnet kan. Jadi tetap aja perbedaannya ya jaman itu kan.
13:50Satunya pakai Visual Studio. Kalo sekarang temen-temen taunya kan VS Code ya.
13:58Jaman dulu itu kan VisualStudio.net. - Masih ada sampai sekarang kan.
14:02Ada, cuma kan nggak dipake kan. Nah, jaman itu pakai VisualStudio.net.
14:07Bikin web-nya drag and drop, kasih action-nya segala macam. Jadi itu web-nya.
14:12Sedangkan waktu sudah berali, pakainya Notepad++. - Oke.
14:20Itu untuk... atau Dreamweaver lah. Dreamweaver yang gratisan.
14:28Ya sih tapi kayaknya kenapa ya di kampus tuh kayaknya Dreamweaver semua ya.
14:37Drag and drop soalnya dulu. - Iya, drag and drop.
14:40Jadi waktu bangun web itu image dimasukin. Terus static image kan. Terus klik 2 kali.
14:47Bikin property-nya, image-nya langsung dimasukin. Langsung jadi HTML tag kan.
14:51Kan semua dulu serba table kan. Itu lah web yang pertama kali saya belajar.
14:59Setelah itu barulah mulai kejebak tuh pakai CMS ya.
15:05Ya MAMBO, ya OS Commerce untuk shopping cart. Terus kemudian Moodle.
15:12Saya juga ikut apa namanya dengan kelompok studi Linux ini.
15:18Membangun apa namanya kayak forum-forum berbasis yang Moodle gitu.
15:23Kayak maintain gitu. - Oh Moodle.
15:25Ya itu lah belajar server. - Moodle itu LMS ya.
15:29Learning Management System ya. - Betul.
15:32Terus ini bulletin board kali ya? - Iya.
15:36V-Bulletin. - Oh V-Bulletin.
15:40V-Bulletin ya benar. - V-Bulletin. Saya pakai V-Bulletin untuk bangun forum di kampus.
15:50Jadi dengan maintain-maintain seperti itu, ya dari yang nggak tahu pakai PHP, ngulik PHP, nggak tahu apa itu HTML, CSS.
15:59Karena belajarnya kan udah dimanjakan dengan Visual Studio kan.
16:05Jadi nggak tahu tuh HTML, CSS aja, belajar CSS dan HTML dari maintain-maintain open source platform ini.
16:15Kalau WordPress masih lama, masih jauh. Belum matang gitu tuh.
16:21Kalau Eka gimana? - Wah.
16:25Next.js. - Dulu pas SMA.
16:30Pernah sih kayak di sekolah, kayak ada pelajaran komputer, tapi masih HTML3 gitu lupa deh pakai front page atau apa.
16:39Nah terus kan ya udah cuma belajar sekilas doang. Terus pernah nyoba-nyoba sendiri.
16:44Nah dulu tuh nggak ngerti gitu, nggak ngerti sama sekali. Di rumah juga dulu nggak punya komputer.
16:49Kan belum jaman laptop gitu, jaman furba. Terus simpen file HTML di floppy disk.
16:55Kan kirain ya udah dibuka di Warnet atau numpang komputer orang bakal muncul kayak gitu juga kan.
17:02Lupa deh front page atau Dreamweaver apanya yang ada, apa, ada GUI-nya.
17:07Ya belajar tag-nya juga, tapi sebenarnya disuruhnya ngetik di apa, GUI yang what you see is what you get editor.
17:18Dibuka di Warnet, ternyata nggak ada. Munculnya HTML doang. Bingung dengan sukses.
17:25Terus cuma akhirnya apa, buka di notepad, ya udah coba-coba sendiri. Bisa lah dikit.
17:30Nah, cuma abis itu kan, abis itu aku ngerasa nggak cocok buat komputer-komputeren.
17:36Takut nggak bisa karena SMA juga judulusannya IPS. Terus kuliah Sastra.
17:41Nah, terus ketemu lagi sama website-websitan itu pas udah kuliah udah beberapa lama, itu Myspace.
17:51Nah, kalian ada yang tahu. Coba nih, pasti pada social networking Myspace, nggak ada yang inget kan.
17:57Inget dong.
17:58Kalau anak band pasti tahu ya, Myspace ya.
18:01Myspace itu profil kita bisa kita edit dengan ada bagian yang bisa HTML tag tertentu dan bisa pakai CSS.
18:12Dan kayak menu-menunya tuh bisa dikustom pakai sprite, jadi kayak misalnya kontak, message.
18:18Itu kita bikin sprite, tapi kita positioning-nya harus pakai CSS.
18:22Nah, dulu aku edit profil band ku jadi keren banget. Profilnya keren.
18:28Kalau saya anak banser.
18:33Oh, banser juga bisa kan sama...
18:35Bisa, bisa, bisa.
18:37Terus mati jaman dulu tuh bisa dikustomize sesukanya.
18:40Yaudah, dulu kan juga warnet murah tuh sambil nunggu download MP3 illegal, sambil browsing CSS.
18:50Nah, dulu tuh website yang ikonik buat aku tuh HTML5 Doctor.
18:56HTML5 Doctor.com.
18:59Nah, itu tuh pas mungkin 2011an gitu deh, itu awal-awalnya semantik HTML5 dan teknologi web yang mulai powerful itu kayak mulai lahir itu baru awal-awalnya banget itu.
19:13Dan dulu tuh yang keinget banget website itu karena artikelnya tuh kayak penjabarannya enak aja, enak dibaca, enak diikuti, menarik.
19:21Nah, dulu fun fact Flashdust itu masih mahal ya kan. Jadi Flashdust aku tuh dulu yang 128 mega gitu.
19:30128 mega isinya apa itu ya?
19:34Ya, dulu itu juga udah mahal loh. Jadi diwarnet, nge-save, nge-save artikel.
19:40Nah, terus biar ngirit ya kan. Udah, udah kelar dibawa, dibawa ke kosan, di kosan baca-baca.
19:46Ya udah, sebenarnya cuma CSS. Lama-lama ya awalnya CSS yaitu liat artikel jadi tertarik sama HTML juga.
19:55Terus ya diingat bahwa dulu banget pernah belajar, cuma kayaknya ya sedikit beda kan dari HTML3 sampai 5 dan yang baru itu kayak udah mulai ada elemen buat artikel, heading.
20:06Kayak ya tertarik aja sih. Terus coba-coba bikin website band sendiri. Nah, terus pokoknya pas dulu sih aku menganggapnya kayak sebagai hobi aja.
20:17Karena beneran sama sekali enggak kepikiran. Kayak takut, kayak takut bego aja sih kalau masuk ke programming.
20:23Karena dulu aku mikirnya image-nya kalau orang yang berurusan dengan coding atau pemerugaman tuh kayak yang harus ahli apa?
20:31Matematika dan lain-lain yang kayak harus wah gimana banget kayaknya bakal susah. Jadi akhirnya ya iseng-iseng aja.
20:38Tapi makin lama sih kayak ya sambil lebih kayak hobi. Jadi kadang kan ada orang misalnya kuliah art dan kerjanya tuh bidang A.
20:48Cuma maksudnya di luar itu mungkin ngulik fotografi atau masak atau apalah. Nah, dulu tuh aku ngetreat pemerugaman web sebagai ya kayak site hobi aja.
20:59Nah, terus lama-lama lupa dari mana kayaknya lihat temen pada itu loh yang kayak apa sih? Upwork.
21:07Ya, pokoknya yang freelance-freelance sama luar gitu. Dan ternyata bisa diduitin. Ya udah iseng.
21:13Nah, dulu kan masih anak kos kere. Ya, lihat kesempatan cari duit. Boleh deh.
21:19Nah, terus pertama cuma ngambil kerjaan slicing. Jadi emang karena enggak pengen, karena enggak ngulik sisi pemerugamanya,
21:28pengen yang murni HTML, CSS doang slicing. Cuma slicing kan bidding-nya juga sulit tuh.
21:34Jadi ya udah kadang dapet, kadang enggak. Cuma udah mulai, udah mulai kejebak level 2 tuh.
21:40Terus lama-lama itu kan, itu udah mulai 2000, ya 2013-an, 12, 13, 14 gitu deh mulai.
21:51Itu WordPress masih banyak juga. Dan lama-lama lihat kok banyak, apa sih, task yang kecil-kecil itu dulu tuh lagi musim kan jQuery udah naik tuh.
22:03Jadi ternyata banyak dengan banyaknya WordPress, plugin, theme, custom-custom gitu,
22:09suka banyak yang pada bug bermasalah kayak contohnya jQuery-nya keload 2 kali.
22:14Jadi apa, karena semua plugin bawa jQuery. Nah, terus ya ada bug-bug kayak gitu deh. Jadi coba iseng ngambil yang kecil-kecil gitu,
22:22sambil ngulik juga cari Wi-Fi kreatisan, sambil cari di Stack Overflow cara bener-benernya gimana.
22:28Ya udah lumayan dapet duit walaupun cuma berapa dolar lah, 5 dolar atau berapa dolar.
22:34Ya udah, akhirnya pacar-pacar tentang jQuery, terus misalnya gara-gara lihat komentar kan,
22:40oh ini karena race condition, apa itu race condition? Nah, ya udah, akhirnya lama-lama makin lama makin kecebur.
22:48Terus karena lingkungan apa, itu kan dulu kayaknya di kawasan belum punya internet juga, internet belum se murah sekarang ya.
22:57Jadi sering kalau lagi nongkrong sama teman atau apa, numpang Wi-Fi sambil belajar ngulik kayak gitu.
23:05Nah, lingkungan di sekitar ngira aku tuh kayak aku beneran freelancer web.
23:13Jadi setiap ada orang tanya, lingkunganku tuh semua nggak ada yang programmer.
23:17Jadi lebih kayak banyak yang apalah ada yang art, ada yang ya apanya creative, apa creative culture lah, sub culture.
23:26Terus kalau ada yang butuh, ada yang nanya misalnya, ada yang bisa bikin website nggak?
23:31Pada nunjuk aku, karena mereka ngira aku freelancer web beneran.
23:35Ya udah, karena udah ternyur tunjuk, iya-iya aja.
23:39Iyain dulu.
23:41Bisa.
23:42Iya, karena ternyur iya, terus ya udah baca bikin work race team, bisa sih dulu custom, apa, kosongan.
23:50Terus kan di custom ya tinggal, ya mulai, oh mulai belajar PSP juga, akhirnya mau nggak mau kan gimana lagi.
23:57Ya udah, terus lama-lama, itu sih sebetulnya sambil di kehidupan pribadi dan karir dan lalala,
24:07agak nggak stak sih, cuma ya kayak nggak maju-maju amat juga, terus random.
24:14Aku kebetulan emang kayak apa ya, jack of all trades, master of none lah dulu.
24:19Bisa A, B, C, P, L, G, D, Cuma nggak ada yang mendalam.
24:22Terus gampang, gampang penasaran, misalnya diajak bikin project apa, ayo.
24:30Cuma kan lama-lama, ya lama-lama nggak ada karir progress atau apapun, bosan juga.
24:37Terus lama-lama mulai kepikiran gimana kalau si website ini diseriusin aja, ya udah gitu.
24:43Abis itu makin lama, makin diseriusin, ternyata nggak tahu kayaknya cocok aja sih.
24:48Ya terus akhirnya random one thing leads to another, akhirnya kerja full-time jadi webtape.
24:55- Kejebak deh di webtape. - Kejebak ya.
24:58Nggak bisa keluar lagi.
25:00- Nah tinggal yang terakhir nih yang belum ceritain nih. - Apa tuh?
25:08- Maksudnya gimana pula ya? - Kalau saya dari kuliah sih ya,
25:13jadi di kuliah itu ada mata kuliah pomegranan web, itu belajarnya PSP.
25:20PSP apa Java ya? Eh PSP, kalau Java itu objek ya, OP.
25:25Jadi belajarnya PHP, pada saat itu, pada jamannya itu JavaScript itu hanya sebagai tools untuk support aja.
25:36Jadi misalkan kita bikin form kan, formnya form standar HTML, diproses di PHP.
25:41Abis itu nanti balik lagi ke alaman HTML-nya kan, alaman terima kasih, sudah mengisi form blablabla.
25:46Nah JavaScriptnya dipakai di sisi validasi email, validasi input.
25:53Kalau dulu kan input cuma ada satu kan, text aja nggak ada number, nggak ada date, nggak ada kayak sekarang gitu kan.
26:00Date, number, email dll itu kita bikin widgetnya kita validasi itu pakai JavaScript.
26:06Itu yang dipelajari di kampus, sampai akhirnya lebih mendalami lagi pada saat skripsi.
26:13Karena skripsinya ya bikin ini, bikin ujian online.
26:19Jangan sekarang mah udah banyak, gampang ya bikin ujian online ya.
26:23Saya bikinnya di 2003 pakai PHP sama Postgre.
26:30Itu studi kasusnya di Universitas Terbuka.
26:39Dan kamarnya benar-benar dipakai, jadi senang juga.
26:42Jadi abis kita si danskripsi dinyatakan lulus, kita harus presentasi lagi ke Universitas Terbuka
26:47di depan guru-guru pengajar di sana, bahwa ini ada sistem yang kita buat.
26:55Karena di sana problemnya itu banyak yang nyontek.
26:58Jadi mereka itu misalkan diadakan di satu warnet misalkan.
27:04Itu bisa saling melihat layar temennya.
27:07Akhirnya kita bikin kayak ada bank soal, terus apa, diacak urutannya,
27:13atau soalnya itu diganti dengan bobot yang sama gitu-gitulah untuk mengantisipasi.
27:19- Abitesting ya, soalnya abitesting. - Soalnya abitesting.
27:23Jadi bisa layar yang satu sama yang lain bisa beda.
27:26Nah, dari situ jadi portfolio justru.
27:30Gara-gara bikin skripsi yang bukan hanya karya tulisnya saja,
27:35tapi benar-benar implementasi prototipe.
27:38Akhirnya dari situ pas ngelamar kerjaan, ya bawa itu sebagai portfolio.
27:44Dan akhirnya diterima dengan pekerjaan sebagai, ya itu juga sama, PHP dan Postgre.
27:51Jadi masih berhubungan dengan sekolah juga, dengan akademisi maksudnya.
27:55Jadi kita bikin sistem informasi sekolah dulu.
27:58Pekerjaan pertama saya bikin itu.
28:01- Begitulah. - Mantap.
28:05- Jadi rata-rata... - Ada yang mulai dari react.
28:09Ada yang mulai dari react ya.
28:11Nah, mungkin kita bisa minta pendapat teman-teman masing-masing ya.
28:17Kira-kira kalau ada teman-teman yang nonton nih,
28:21yang ingin belajar pomograman, terutama khususnya web.
28:25Gimana cara belajarnya? Apa yang harus mereka lakukan?
28:29Coba dulu, Ivan dulu, Ivan.
28:32- Oke, pertama belajar pomograman web ya khususnya ya.
28:37Kalau menurut saya itu minimal punya pendak, punya ini dulu.
28:44Punya minimal basic dan logika cara berpikir bagaimana cara web itu bekerja.
28:53Minimal punya tahu caranya ya.
28:56Misalnya gimana caranya, apa maksudnya request-response, HTTP itu apa.
29:04Gimana sih caranya? Kenapa begitu diklik?
29:07Apa itu domain? Apa itu web server? Apa itu hosting?
29:11Bagaimana caranya nempelin domain ke hosting segala macam.
29:15Minimal punya basic gambaran sederhananya dulu,
29:20supaya tahu bagaimana kenapa web itu kalau dibuka dengan namanya,
29:28terus tampilannya muncul.
29:31Dan setelah itu baru kita memikirkan belajar apa itu yang, maksudnya HTML itu gimana.
29:41Terus komponen-komponen dari web itu HTML, CSS, image dan...
29:46Saya nggak bilang JavaScript itu komponen dari web karena itu cuma scripting.
29:51Komponen utama dari web itu ya itu, HTML, CSS, image dan text atau font.
30:00Meskipun font-nya nggak harus Google font. Font yang biasa aja juga bisa.
30:06Terus kemudian ya install aja dulu, coba aja pakai dulu bikin...
30:16Mungkin awalnya bisa pakai yang CMS yang sudah ada untuk belajar.
30:22Supaya kita tahu best practice HTML yang semantik itu gimana.
30:29Best practicenya gimana.
30:31Karena tech-tech itu kan ada...
30:33Tech-tech HTML kan ada strukturnya kan, HTML, head, body.
30:38Yang penting tahu strukturnya.
30:40Dan pakai dulu open source tools yang sudah ada dulu, install dulu, coba lihat apa yang ada.
30:47Kayak Eka tadi, perbaiki aja dulu, tambahin aja dulu, coba rubah apa yang bisa ingin dirubah.
30:55Setelah punya gambaran itu, barulah mulai beralih ke lebih dalam lagi.
31:02Misalnya bagaimana buat widget sendiri.
31:09Bagaimana bisa menggunakan JavaScript untuk merubah atau melakukan dom manipulation.
31:15Bagaimana mengganti font, bagaimana mengganti image, bagaimana mengganti CSS.
31:22Atau mungkin belajar CSS framework yang best practice supaya mengerti cara bekerja CSS itu gimana.
31:31Atau best practice dari CSS, CSS yang opionated dulu deh belajar-belajar supaya tahu.
31:38Dari situ baru mulai building dari scratch.
31:44Jadi coba bikin sesuatu dari scratch.
31:46Mungkin lihat tutorial-tutorial Pak Dika. Oh lihat ada sesuatu yang menarik untuk CSS apa atau membuat web apa gitu.
31:57Ikutin aja dulu buat dari scratch.
32:00Jadi sudah mulai dapet, karena sudah punya gambaran, punya dasar.
32:05Gambaran dasar punya best practice yang orang lain punya sudah ada.
32:10Ayo coba bikin dari dasar menuju ke sana, dilakukan step by stepnya, dicoba.
32:16Jadi saya menurut saya sih begitu.
32:21Dan jangan lupa kenapa saya mengatakan perlu basic, karena perlu begini.
32:26Saya cukup beruntung bisa kuliah dan kuliahnya di bidang informatika.
32:39Saya beruntung.
32:41Dan di kuliah itu saya belajar, sebenarnya bukan belajar cara web atau belajar cara programming.
32:49Saya tidak ada belajar banyak soal itu.
32:51Belajar cara belajar ya?
32:53Betul, saya belajar cara belajar.
32:55Tapi nggak mesti harus kuliah.
32:58Tapi yang penting tahu basicnya, tahu ujungnya dan belajarlah cara belajarnya.
33:06Bagaimana Pak Dika bisa jadi kreatif begitu untuk membuat sesuatu pembelajaran tertentu?
33:16Karena beliau bisa belajar ala baru.
33:20Bagaimana cara bisa belajar ala baru?
33:23Tentu harus punya basic.
33:25Jadi belajar dulu basic.
33:27Basic ya.
33:29Jadi fundamental, terus tadi harus menentukan tujuan belajarnya apa.
33:34Awalnya kita dimana, kita evolusi dulu.
33:37Oh kita baru bisa ini, kita belum bisa ini.
33:40Mau menuju kesana, mau bikin targetnya apa?
33:43Bikin landing page misalkan.
33:45Targetnya yang harus kita pelajari, HTML, CSS.
33:48Ya udah, ke dalam sana ya.
33:50Sudah fundamental, sudah tahu tujuannya.
33:53Jangan langsung pakai yang sudah jadi.
33:57Coba buat step by step.
33:59Step by step.
34:01Karena ada proses yang harus dilalui supaya menambah pengetahuan.
34:07Kalau Pak Dika gimana cara belajar?
34:11Nggak mungkin kan belajar lihat video Youtube WPU kan.
34:15Kalau ada hal yang baru gitu.
34:18Belajar sesuatu yang baru gitu.
34:20Kalau ya kalau saya kayak Mas Sivan tadi ya memang fundamental ya.
34:26Kalau belajar versi saya ya dari fundamental gitu.
34:30Jadi memang benar-benar dari dasar dulu.
34:32Jangan buru-buru pengen bisa sesuatu yang baru ya.
34:38Dan yang paling penting sih senangi dulu sih, senang dulu kan.
34:41Kita kayaknya kita berabat ini berakad dari senang dulu kan.
34:45Kan agak aneh ya sebuah program itu kan udah jelas-jelas susah gitu.
34:51Akan mudah bagi kita buat nggak senang terus ya udahlah gitu.
34:55Tapi kayaknya kita bisa bertahan disini tuh ya karena senang dulu gitu dengan kesusahannya.
35:03Banyak anak-anak mahasiswa atau yang baru belajar tuh pengennya cepet nyampe nya dulu gitu.
35:09Itu yang nggak sabar gitu ini kenapa kok nggak bisa-bisa.
35:14Atau kalau lagi belajar sesuatu yang fundamental tuh ya simpel lah.
35:18Kalau misalkan saya ngasih orang yang baru belajar playlist belajar saya gitu ya.
35:24Dari mulai HTML, CSS, JavaScript dasar.
35:27Ini kapan react nya Pak?
35:29Baru juga mulai gitu, tenang.
35:33Masih jauh perjalanan Anda gitu.
35:38Jadi nikmati dulu bikin sesuatu dari apa yang kita lagi pelajari dulu gitu.
35:43Kan bisa baru belajar HTML, CSS bikin website yang tampilannya oke bisa gitu.
35:49Gak perlu jauh dulu.
35:51Ada pertanyaan sih terkait ini nih.
35:54Kan mungkin sekarang orang yang lagi belajar, orang-orang yang baru belajar web.
36:00Apa lihat, mungkin lihat di sosmed atau youtube.
36:05Abstraksi lah istilahnya kayak meta framework misalnya.
36:09Next.js, Tailwind, Framer Motion itu kan flashy dan apa ya.
36:15Tangible bisa dilihat dan menarik dan wow.
36:19Itu kan, ya maksudnya itu kan menantang dan bikin,
36:24mungkin bisa bikin orang semangat ya.
36:26Karena pengen bikin sesuatu yang seperti itu.
36:30Tapi di sisi lain ya kayak dibilang Ivan tadi fundamental kan tetap penting.
36:34Ya gimana pun pakai Tailwind,
36:36kalau gak tahu misalnya cara kerja CSS, box model lah, atau flexbox,
36:43atau grid kenapa behaviornya begitu, ya bakal muntah di tengah jalan.
36:48Kalau gak tahu misalnya tentang JavaScript event,
36:52mungkin bakal kepentingan kalau kirim forum atau sejenisnya.
36:58Nah itu tipsnya gimana tuh,
37:01mengimbangin antara kebosanan belajar fundamental yang kelihatan gak tangible dan gak wow.
37:08Mengimbangin antara belajar fundamental dan langsung praktek di abstraksi-abstraksi yang menarik.
37:15- Tipsnya gimana? Biar gak... - Dari saya, saya pernah lakukan yang seperti ini.
37:22Dulu tau gak sih, pernah ada jamanya semua waktu itu pada pakai slider, semua dibikin slider, cakap-cakap, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus, trus. Bisa putar-putar kayak gimana gitu.
37:32- Iya kan? - Iya.
37:34Jadi saya dulu tuh waktu sudah punya fundamental, tetapi untuk membuat slider saya gak bisa. Tetapi pakai slider yang sudah dipakai, yang ada di tenfon.
37:47- JQuery atau apa gitu ya?
37:49- Tinggal ambil, comot, pasang, ganti image-nya, done gitu. Happy gitu. Tetapi saya tidak gitu, saya udah tau, eh, cakep. Saya coba pakai, pasang, trus habis itu saya bongkar kodenya saya buat sendiri.
38:03Jadi sudah punya fundamental JavaScript, sedikit. Punya tujuannya karena ada sesuatu yang keren yang saya mau buat, terus saya buat sendiri versinya saya.
38:15Karena itu permainan matematika semua tuh untuk domonikulisinya.
38:19Permainan apa namanya? Ya itu, apa namanya, forlook untuk posisi, pol-pol, geser-geser, geser-geser.
38:27Ya lucu-lucuan aja. Jadi, oh gitu tuh cara kerjanya, gitu. Cuma posisinya doang di ganti-ganti X, Y.
38:35Tapi timing, ya kan, butuhnya timing di situ. Nah itu cara saya untuk mengubati kebosanan jika pengen belajar sesuatu yang baru.
38:47- Iya, butuh keseimbangan juga sih. Intinya sebenarnya lebih ke belajar fundamental terus, ya bukan gak bagus, ya bagus sebenarnya kalau bisa bertahan gitu.
38:55Tapi kan, capek kan, gitu. Jadi diimbangi aja, misalkan oh udah cukup nih fundamentalnya, oke kita fancy lah kita buat sesuatu, gitu kan.
39:05Tapi misalkan tadi contohnya Tailwind, saya kurang bisa CSS, fundamental CSS saya gak terlalu bagus.
39:13Tapi justru ada beberapa framework, ya contohnya Tailwind, gara-gara saya pakai Tailwind, saya jadi ngerti CSS.
39:21Untungnya karena memang punya basic CSS juga sedikit, walaupun tidak terlalu bisa-bisa banget, gitu kan.
39:31Tapi ketika ditunjang dengan adanya framework itu, justru kita belajar lebih dalam bukan hanya menggunakan, tapi oh ini kalau kita pakai misalkan Flex 1 itu apa sih yang dilakukan oleh C Tailwind itu?
39:43Sama ya, model kayak Ivan juga ya berarti ya. Jadi kita cari tahu, kita cari tahu kira-kira di belakang layar itu dia ngapain, gitu.
39:51Oh ternyata kalau... - Dan CSS itu kebantu banget, they have tools ya. - Betul. - Untung repelinnya.
39:57Iya, kalau kita mau ketengahin div itu di Tailwind begini, oh ternyata hasil akhirnya CSS-nya seperti ini, gitu.
40:04Jadi next time mungkin di project yang lain yang tidak menggunakan Tailwind, saya udah ngerti, oh CSS-nya vanilanya seperti ini, gitu.
40:13Jadi sebenarnya framework itu nggak sepenuhnya jelek. Justru kalau kita pakai dan biasanya bisa menunjang, kita membantu kita untuk belajar fundamental.
40:26Contohnya React lah ya. Mungkin kalau kita nggak menggunakan React, mungkin saya nih, cerita pribadi saya, kalau saya tidak menggunakan React,
40:35mungkin saya tidak akan belajar tentang... - ES6. - Tidak belajar tentang fungsional programming kayak immutability,
40:44fitur-fitur ES6 seperti spread, dan lain-lain semuanya ya.
40:50Gara-gara React akhirnya saya penasaran nih cara kerja Redux ternyata harus pakai reducer. Reducer itu apa sih?
40:58Jadi itu. Jadi harus ngulik sih ya. Hintinya sebenarnya itu ya. Belajar framework nggak salah.
41:03Tapi yang salah adalah hanya pakai buta nggak ngerti apa-apa, pakai aja udah gitu. - Asik ya.
41:08- Iya, agak keliru mungkin cara belajarnya. - Saya jadi implementator.
41:13- Implementator, gitu. - Sama satu lagi untuk nyari kasus,
41:21mungkin bosan, belajar fundamental terus bosan. Untuk nyari kasusnya paling gampang nyari kasus itu adalah kontribusi.
41:30Kontribusi ke mana kek? Kalau di kampus, kontribusilah, maintain situs kampusnya, maintain situs forumnya, maintain situs apapun.
41:40Tanya aja ke komunitas atau ke dosennya, "Pak, ada yang bisa saya bantu untuk di-maintain nggak?"
41:45"Saya mau nih, luangkan waktu, saya maintain." - Masih suatu latin banget itu.
41:48- Terus kemudian, atau cari dulu sana yang open source, project-project open source apapun itu.
41:54- Atau ke EKA, ke EKA. - Cari samping.
41:58- Cari duit. - Terima kasih.
42:01- Terpaksa belajar. - Terpaksa itu ya. Jadi harus.
42:06- Cari duit, iya. - Bisa juga ke EKA.
42:11- Ini senada sama Pak Dika tadi ya, Mas Zain ya, salah satunya dulu ketemuin kliknya dulu, senangnya dulu.
42:20- Senang, iya benar-benar. - Kalau udah senang tuh sesusah apapun bisa kita lewati gitu kan.
42:25- Karena gemes kan, challenge kan, maksudnya penasaran sebelum bisa pahamin hal ini, kayak nggak mau berhenti.
42:35- Oh iya. Ini gimana Pak Dika? - Aku punya cerita yang menarik sih.
42:40- Boleh, boleh, boleh. - Saya kan awalnya tuh belajar,
42:45ngajar tuh cuman mata kuliah webdesain ya, di sampai tahun 2013 tuh hanya webdesain aja, jadi HTML, CSS gitu.
42:52Terus kalau dulu mata kuliah saya, malah HTML, CSS, WordPress, habis itu belajarnya langsung ke WordPress.
42:58Nah satu saat di 2013 itu ada dosenka, salah satu dosen kami, dia keterima kerja di tempat lain.
43:06Dia ngajar webprogramming, itu isinya PHP, MSGL. Nah karena beliau pergi, saya disuruh ngajar tuh.
43:16Nah saya tuh nggak ngerti webprogramming saat itu, iya hanya bisa PHP dan MSGL yang biasa lah gitu.
43:23Nah satu tahun pengajar di 2014, ada mahasiswa yang udah agak tingkat atas,
43:32ngasih challenge gitu, "Pak jangan PHP native dong, pakai framework."
43:37- Raffoli. - Minta nya Codingnator dulu.
43:42- Codingnator dulu iya. - Codingnator Pak.
43:44Jadi dari 2014 itu, saya mau kebetulan lagi semester ganjil,
43:56jadi persiapan saya tersisa 3 bulan lah untuk masuk ke semester genap ngajar si CI itu.
44:03Oke 3 bulan kayaknya cukup lah, saya belum pernah pakai CI belajar dulu, jadi udah PD aja gitu.
44:08Dari ilmu PHP prosedural saya, langsung mau masuk ke framework gitu ya.
44:14Itu nggak ngerti sama sekali ini apa, kok tiba-tiba ada panah, kan biasanya nggak pernah ketemu panah gitu.
44:223 bulan saya paksain belajar itu, pokoknya mentok, nggak ngerti.
44:27"Ah udah lah kayaknya semester genap ini nggak akan saya ajarin tuh, si CI."
44:32Tapi saya memutuskan ini kira-kira CI ini butuh apa sih komponen apa buat dia pelajari.
44:39Ternyata dia tuh dibentuk dari Object Oriented, ternyata dia dibentuk dari konsep MVC.
44:47Nah jadi saya korbanin tuh satu semester supaya saya belajar sendiri dulu gitu.
44:54Jadi belajar sendiri apa itu Object Oriented Programming di PHP, terus coba pahamin konsep MVC di PHP.
45:00Selama hampir 8 bulan tuh saya ngulik itu gitu.
45:06CI-nya nggak dibuka sama sekali, saya udah CI-nya saya lupakan gitu.
45:10Udah, begitu bulan ke-8 saya udah bisa bikin aplikasi MVC sederhana gitu pakai PHP native.
45:18Saya buka lagi CI-nya, itu terang doang dokumentasinya.
45:22Jadi begitu buka tuh "Oh!" gitu, jadi padahal saya nggak pernah nyentuh itu 8 bulan.
45:30Jadi ya saya pikir ada yang salah gitu, waktu pas saya paksain kayak gimana juga kebentur gitu.
45:37Saya nyangkanya itu fitur CI, padahal itu fitur PHP gitu, umum gitu.
45:44- Umum semua ya. Wah menarik ya. Jadi intinya sebenarnya salah satu ciri khas yang harus developer punya itu
45:59adalah penasaran, curiousity.
46:03Jadi misalkan kayak DCI itu, "Oh dia kenapa folder-nya harus ada model, ada view, ada controller, ini apa sih?"
46:10Gitu kan, kalau kita nggak tahu sama sekali gitu kan. Akhirnya kita cari, "Oh ternyata MVC."
46:14MVC dipakai hampir di semua framework web kan. Mau di PHP ada, di Python ada, di Angular ada, di Frontend juga kan.
46:25Di mana lagi, di Ruby juga pakai semuanya, hampir semua gitu ya, rata-rata pakai MVC.
46:31Jadi kalau misalkan teman-teman belajar fundamental MVC-nya, artinya skill itu bisa dipakai di bahasa pengeluman lain.
46:39Nggak hanya spesifik di satu framework aja.
46:43- Java skill pun ada MVC loh. - Ada, backbone, ember.
46:49- Sampai AngularJS juga masih MVC kan ya? - Iya Angular MVC, betul.
46:54Jadi ya itu lah. Intinya harus penasaran itu, jadi nggak terima hanya terima.
47:02"Oh, CI adalah framework MVC berbasis object-oriented." Oh ya udah, baca aja. Lanjut lagi, abis itu bingung kan.
47:10Tapi kalau ditelusuri satu persatu, yang kayak ini ya, kayak ada memes gitu kan.
47:15Kalau kita mau naik tangga itu jangan langsung tangga ke-4 gitu kan. - Diskip.
47:18- Iya, jangan diskip. Jadi pelajari dulu. "Oh, dia terdiri dari MVC." Kita pelajari MVC.
47:23"Oh dia pakai OOP." Oh, pelajari OOP dulu. Setelah itu baru.
47:27Jadi bedang merah yang saya dapat dari Pak DK itu, kalau misalnya kita mau belajar sesuatu yang baru,
47:32mentok, nggak ngerti sama sekali, sudah coba baca dokumentasi tapi masih nggak ngerti juga.
47:38Berarti ada fundamental yang kita belum mengerti. Jadi lanjut dulu, mengerti dulu konsep framework apapun itu.
47:48Mengerti dulu dasarnya dia apa, belajar dulu teorinya sedikit. Belajar dulu deh, mungkin sedikit atau apa.
47:57Belajar dulu teorinya, mengerti dulu, paham dulu. Jadi begitu udah paham, saat kembali itu jadi terang.
48:03Udah tahu gitu. Konek langsung. - Kan ada orang yang kalau belajar berenang katanya cemplungin aja ya.
48:10Terus kalau saya tenggelam kayaknya. Ada orang yang bisa kan? - Ada.
48:18- Saya tenggelam itu pasti. - Berarti harus pakai band dulu, tapi lama-lama bandnya dulu pas.
48:24- Iya pelan-pelan. Saya belajar dulu teori berenang gimana. Lama, lama gitu.
48:29- Tapi belajar teori nggak akan kemana-mana kan? Tetap harus praktek kan? - Iya betul.
48:35- Karena kan Pak Dika ada praktek bikin PHP natif sendiri, buat MVC pakai PHP natif itu prakteknya di situ.
48:45- Nah itu lepas band kan berarti, analogi berenang tadi. Tiba-tiba bisa, ternyata nggak tenggelam.
48:53- Sama, kayak naik sepeda juga gitu kan. Pokoknya semua belajar ya begitu ya. Teori disertai dengan praktek.
49:01- Jangan cuma teori aja atau praktek aja. Apa itu? - Ada masalah belajar. Sekarang kan sering itu ada istilah tutorial hell.
49:10- Benar. - Terutama yang belajar sendiri kali ya.
49:13Kalau di formal, kalau kuliah atau bootcamp kan udah ada ekspektasi waktu dan modulnya.
49:22Tapi kalau orang yang belajar sendiri, misalnya mungkin ngebugmark seluruh playlist dari channel web programming Unpass lah,
49:29Cursila, Free Code Camp, dia kayak ngikutin tutorial doang. Cuma pasif, kayak cuma sembarang ngikut aja.
49:37Nggak, kalau Ivan bilang tadi kan, belajar dikit, habis itu praktek sendiri.
49:42Nah mungkin kalau orang yang ngikutin tutorial kan cuma ikut-ikut-ikut, ngikutin.
49:46Tapi peng, buru-buru karena bookmarknya masih banyak, jadi kayak di speedrun, cuma nggak mendalam.
49:52Nah tutorial hell itu ada saran tips and tricknya nggak tuh? Biar nggak kejebak tutorial hell.
49:59- Nah gimana tuh Pak Dika? - Kalau menurut saya sih banyak orang yang apa ya, bukan delusi ya.
50:08Jadi pada saat ngikutin sebuah tutorial terus jadi, mereka menganggap dirinya tuh bisa gitu.
50:13- Udah bisa. - Udah bisa.
50:15- Baru nonton, udah bisa gitu ya. - Iya kan sampai beres videonya, berapa jam gitu.
50:20Jadi websitenya, terus udah bisa.
50:22Ya kalau misalnya masih nggak nganggap gitu, ya pasti akan terjebak di tutorial hell terus.
50:28Karena begitu dapet kasus yang baru, nggak bisa ternyata, nggak ngerti gitu.
50:33Harus paksain bikin sesuatu yang benar-benar berbeda, tapi pakai ilmu itu gitu.
50:40- Iya, betul. - Iya.
50:42Jadi kalau kita belajar dari tutorial entah itu nonton video atau free code cam kayak interaktif gitu-gitu,
50:50diselesaikan itu belum selesai belajarnya, itu baru permulaan.
50:55- Belajarnya adalah ketika kita bisa membuat sesuatu. - Udah selesai kalau bikin sendiri.
50:59Tanpa melihat sama sekali tutorial itu.
51:02Ya kalau misalkan bikin sesuatu yang berbeda, kita masih ngeblank, bikin sesuatu yang sama,
51:07tapi nggak nyontek sama sekali, nggak ngeliat video sama sekali. Bisa nggak?
51:11Kalau sudah bisa baru coba modifikasi. Mungkin tadi contoh kasusnya misalkan bikin to do list misalkan.
51:17Yaudah to do list-nya ditambahin. Oh pakai kategori, oh pakai teks, oh pakai sub to do misalkan.
51:22Bisa nggak? Kalau belum bisa artinya masih ada tadi fundamental yang tertinggal,
51:29yang kelewat, yang belum kita pahami, gitu.
51:32Kalau saya mau tarik apa yang kita lakukan dulu jaman saya kuliah praktikum,
51:38dibagi dua tuh CC-nya, guided dan unguided.
51:42Jadi guided itu cuma udah tinggal nyontek dari modul,
51:49diikutin aja step by step apa yang diajarin sama ASNOS.
51:54Dah selesai itu, jadi itu programnya.
51:57Tapi setelah itu ada CC unguided, jadi dikasih kasus,
52:01yang mirip kasusnya terima sudah harus mikirin secara logicnya sendiri
52:08dan di CC unguided ini kita disuruh ngondingnya sendiri, ngonding untuk selesaikan masalah itu.
52:16Wah bagus nih kampusnya. Kampus mana nih dulu?
52:19Atma Jaya Jogja.
52:22Jadi guided dan unguided, jadi memang gitu CC-nya.
52:27Kasih sesuatu yang sudah step by step, tinggal mahasiswa mengikuti gitu.
52:32Atau dalam tutorial kita tinggal ikuti tutorial beres.
52:35Terus yang di unguidednya, studi kasus yang mirip.
52:38Cuma berbeda logicnya. Jadi mereka harus bikin sendiri.
52:42Kalau di kampus Pak Dika ada gitu, ada yang teori sama ada praktikum juga?
52:48Ada, ada, ada.
52:50Pak Dika berarti masuk yang praktikum atau gimana?
52:52Iya, praktikum. Pasti ada prakteknya.
52:54Di lab gitu ya?
52:57Iya.
52:59Gua ada kata Mas Zain tuh pas banget, just in time learning.
53:03Bukan cuma runtime programming ya yang just in time.
53:07Belajar juga ada.
53:10Iya. Cuman kadang-kadang Mas Zain kalau just in time ini,
53:14kadang-kadang kita nggak tahu kata kuncinya tadi.
53:17Jadi misalkan, gimana caranya supaya bisa performnya cepat.
53:25Kita nggak tahu istilah kecing gitu kan, belum tahu kan.
53:28Nah itu cari kata kuncinya itu yang mungkin agak tricky di sana.
53:31Karena kita nggak tahu apa yang kita nggak tahu kan.
53:34Ini kita mau carinya apa, kata kuncinya apa gitu.
53:37Paling itu sih.
53:39Oke, sering-sering ikut komunitas.
53:41Sering nonton channel WPU lah. Mungkin ada materinya.
53:46Eh sering nonton kita juga nih.
53:48Sering nonton ngobrolin web juga. Siapa tahu kita nggak bahas kasi.
53:52Bisa aja.
53:54Sering ikut komunitas.
53:56Jadi setelah nonton sudah tahu basicnya,
53:59ikut juga di komunitas dan ikut di belajar di kontribusi open source.
54:04Kenapa saya bilang seperti itu?
54:06Saya waktu belajar PHP itu, saya memang belajar teori,
54:10sudah belajar teori programming, baca dokumentasi PHP,
54:15terus kemudian install CMS, zaman itu OS Commerce,
54:20dan set up shopping cart-nya untuk project.
54:26Saya itu dibayar untuk bikin project.
54:29Namun ada sesuatu yang menarik nih.
54:32Ada permintaan dari klien,
54:35"Saya mau nambahin fitur ini, tapi di OS Commerce nggak ada."
54:38Terus gimana dong?
54:40Saya harus kode sendiri.
54:42Cara nambahin itu gimana? Nambahin extension.
54:45Nggak ada juga. Jadi saya harus cari extension yang ada.
54:48Saya belajar cara nambahinnya.
54:50Terus dibongkar ulang, dibikin berdasarkan extension itu.
54:55Iya, terus bongkar ulang supaya nambahin fitur saya.
54:58Akhirnya jadi.
55:00Dan ternyata setelah saya jadi,
55:03saya balikin lagi ke forum-nya di OS Commerce dan Zencar,
55:07dan ternyata banyak yang suka extension itu.
55:10Jaman itu saya banyak dapat donasi PayPal dari extension itu.
55:16Menghasilkan juga jadinya sekaligus.
55:20Money-based development learning.
55:23Jadi sudah dibayar buat projectnya,
55:29dirilis open source,
55:31dan banyak dapat donation dari situ.
55:36Karena banyak banget yang minta fitur yang sama.
55:39Tapi nggak ada yang buat.
55:41Itu juga salah satu gunanya komunitas.
55:43Misalkan teman-teman join komunitas,
55:45atau nonton kita hari ini atau minggu depan,
55:50atau channelnya Pak Dika.
55:52Dikonsumsi aja, walaupun nggak ngerti.
55:55"Ini ngomongin apa sih?"
55:57Sama kayak tadi Pak Dika pertama belajar CI, nggak ngerti.
56:00Dikonsumsi aja.
56:02Tapi sempai kita belajar, "Oh, ini ngomongin tentang caching."
56:05"Oh, ini ngomongin tentang MVC dan lain-lain."
56:08Begitu kita belajar, misalkan selang beberapa bulan kita nonton lagi,
56:14atau ketemu masalah yang sama,
56:16atau ketemu kata kunci yang sama,
56:18"Oh, maksud yang tadi kita omongin itu ternyata ini."
56:21Jadi ada relasinya, pasti begitu.
56:23Jadi kalau belajar itu ya nggak ada sesuatu yang sia-sia.
56:26Jadi ya kalau belum ngerti,
56:28ya memang belum saatnya aja mengerti.
56:31Ketika kita udah belajar lebih lanjut,
56:34"Oh, ternyata maksud yang dia omongin teman-teman itu ini."
56:37Ternyata, gitu.
56:40- Next, kita bahas itu tuh. - Apa tuh?
56:44Petanyaannya, Bas. Pak Dika tuh yang di dokumen.
56:48- Oh iya, boleh apa? - Apa banyak, Pak?
56:51- Yang dari Pak Dika. - Kemampuan teknis apa
56:53yang harus dimiliki oleh siswa atau masiswa
56:55untuk masuk ke dunia industri ya?
56:58- Ya. - Web ya, khususnya?
57:01- Khususnya web. Eka. - Misalnya gini, maksudnya tuh gini.
57:05Teman-teman kan ada di industri ini, melihat gitu ya,
57:09bahwa kebutuhan untuk seorang web developer tuh seperti apa gitu.
57:15Dan kita tahu, ini mah problem yang udah sistemik dari dulu gitu,
57:22bahwa lulusan IT itu pasti ada gap-nya sama industri kan.
57:27Ngejarnya agak susah, tapi kira-kira menurut teman-teman gitu,
57:32apa sih yang perusahaan tuh butuhin skill yang udah bisanya apa gitu.
57:38Ya saya gak bisa bilang harus bisa react gitu misalnya,
57:41ya pasti gak lah gitu ya, ini out of the box, out of the box-nya apa gitu.
57:48Justru non-teknis gak sih, kalau menurut aku?
57:52Justru kalau kemampuan teknis kan ya udah, coding,
57:56ya asal proper ya, maksudnya asal bisa bikin website yang layak,
58:01performance, blablabla, itu kan bisa dipelanjariin.
58:04Tapi kalau menurut aku sih malah justru soft skill karena perusahaan atau industri,
58:08itu kan mereka pasti punya target, punya capaian ya metric entah KPI apa,
58:14entah kalau yang paling standar mah misalnya e-commerce atau toko harus jualan,
58:19atau harus meng-convert.
58:21Nah kita kan sebagai developer harus bisa mengkomunikasikan
58:25tanpa penyampaian yang ribet atau terlalu kompleks,
58:30kita harus bisa buktiin bikin MVP yang bisa mencapai objektif industri.
58:37Ya kita harus bisa mendemonstrasikan kemampuan kita membantu perusahaan
58:44mencapai target mereka.
58:46Atau kan perusahaan itu kan kalau dipecah lagi jadi tim,
58:49gimana kita bisa membantu tim kita, tim tempat kita berada,
58:54mencapai objektif tim kita.
58:58Mungkin soft skill sih malah kalau opini aku.
59:01Kalau dari saya, apa yang saya lihat itu memang benar soft skill,
59:06kalau hard skill itu bisa dibina di perusahaan itu,
59:10bisa dipelajari seiring dengan waktu.
59:12Tapi soft skill pertama yang dibutuhkan itu problem solver.
59:17Bagaimana mereka problem solver, berpikir kritis untuk menciptakan solusi,
59:24dan accountable.
59:28Ini yang kalau di perusahaan saya, kerja di perusahaan yang remote dan distributed.
59:36Jadi accountable itu seperti number one.
59:40Kalau kita memang mau meeting jam sekian, meeting jam sekian.
59:44Jangan sampai datang gitu.
59:47Dan juga butuh kemampuan berkomunikasi dengan baik.
59:52Oh iya itu penting banget sih. Aku juga soalnya kerja remote.
59:55Gimana caranya tim lead kita dan teman kerja kita percaya bahwa kita sebagai developer
1:00:03ngerjain yang terbaik untuk tujuan tim tadi.
1:00:08Jadi kalau misalnya kalau contoh konkretnya apa ya,
1:00:13ada suatu masalah entah issue atau tujuan tiket tertentu
1:00:18yang mungkin menurut kita agak sulit.
1:00:22Mungkin kita bisa nawarin, kita bisa nyelidikin sebenarnya kebutuhannya apa sih.
1:00:27Mungkin gimana kalau diakalin dengan A atau B.
1:00:30Jadi kita nggak ngerendahin, misalnya kita nggak nyepelin atau ngerendahin rekan kerja kita,
1:00:37tim kita yang non-technical kayak, ah itu kan nggak bisa masa minta begini-gini sih kan nggak mungkin.
1:00:42Nah kita nggak boleh ngomong itu nggak mungkin.
1:00:44Cuma kita nyelidikin sebenarnya kebutuhannya apa.
1:00:47Bisa nggak diakalin dengan begini-gini?
1:00:50Baru setelah problem software,
1:00:55co-accountability, communication, barulah hard skill.
1:00:59Hard skill itu sebenarnya lebih ke arah seluruh fundamental yang dibutuhkan untuk web saja sebenarnya.
1:01:06Mengerti fundamental dari web itu seperti apa,
1:01:09mengerti itu seperti saya bilang tadi, HTML, CSS, image, JavaScript.
1:01:16Nggak perlu super mewah banget ngetahui segeluruh JavaScript framework nggak perlu menurut saya.
1:01:25Jadi karena itu bisa dipelajari just in time.
1:01:30Jadi kalau memang butuh projeknya, pasti akan ada yang membimbing untuk onboarding.
1:01:35Kalau dia butuh, bisa ada projeknya pakai Next.js, ya udah.
1:01:39Berarti perusahaannya kalau memang mau hire orang,
1:01:42harus onboarding, belajar Next.js, dikasih waktu satu minggu, ya belajar aja Next.js.
1:01:47Tapi karena sudah punya kemampuan seluruh soft skill yang saya katakan tadi,
1:01:52dan punya fundamental untuk belajar itu menurut saya nggak akan lama.
1:01:57Pasti diulik kalau kata Mas Zain itu pasti diulik.
1:02:01Cuma tergantung perusahaan dan tergantung job requirement-nya juga.
1:02:09Misalkan kalau misalkan ada perusahaan yang mengharuskan kita ambil kodiliti dulu, ambil read code, dan lain-lain,
1:02:18ya itu hard skill-nya harus diaasah kan.
1:02:21Dan itu juga bukan sesuatu, ya memang susah, apalagi kita jarang ya.
1:02:26Nah itu harus dilatih. Jadi kuncinya ya latihan aja.
1:02:30Lama-lama juga terbiasa. Tadi problem solving tadi sebenarnya.
1:02:34Kenapa perusahaan mau menggunakan teka-teki, matematika, puzzle, dan lain-lain ya
1:02:40untuk ngecek problem solving kita, skill problem solving kita seperti apa gitu.
1:02:46Dan bahkan kalau sekarang ya nggak tergantung kepada framework tertentu.
1:02:51Misalkan ya loongannya front-end misalkan, meskipun di perusahaan yang menggunakan salah satu framework,
1:03:00apakah React atau Vue atau yang lain, mungkin, ya nggak tahu ya, boleh di, apa ya,
1:03:06boleh di, kalau saya salah, mungkin boleh dikoreksi, dia nggak akan mencari yang bisa React.
1:03:12Ya itu nilai tambah. Tapi kalau dia bisa JavaScript dan JavaScript puna metal-nya cukup bagus,
1:03:17saya rasa kemungkinan diterimanya juga cukup besar.
1:03:21Karena belajar, kalau kita udah tahu puna metal JavaScript, kalau React itu ya bisa sambil belajar juga.
1:03:28Jadinya sama kayak tadi Ivan bilang tentang Next.js gitu.
1:03:32Jadi, ya yang lebih ditekankan ya lebih fundamental-nya.
1:03:39Selama fundamental kita bagus, ya harusnya lebih, apa ya, bisa diterima.
1:03:46Saya punya cerita cukup menarik sebenarnya, ini mungkin tidak bisa relate ke semua orang ya.
1:03:51Jadi waktu cari, awal-awal dulu ya, cari pengajar untuk bootcamp gitu kan.
1:03:57Saya ketemu satu kandidat yang karena background pekerjaannya adalah konsultan di agensi,
1:04:07itu dia nggak bisa Git. Bahkan dia nggak ngerti antara Git sama GitHub itu bedanya apa.
1:04:17Cuman karena attitude-nya bagus, soft skill-nya juga bagus,
1:04:22akhirnya waktu itu sempat perdebatan sih waktu mau hiring.
1:04:27Ini masa Git nggak bisa sedangkan di bootcamp hari pertama aja ngumpulin tugasnya udah pakai full request gitu kan.
1:04:34Perdebatan akhirnya saya bilang kita coba aja dulu. Tok juga ada probation kan.
1:04:41Akhirnya dicoba dan bisa dia belajar dengan cepat.
1:04:45- Tinggal suruh belajar, suruh nonton tutorial di WPU. Tutorial cara pakai Git.
1:04:52- Karena dia attitude-nya bagus, dia punya kemampuan untuk ngulik, untuk belajar gitu kan.
1:04:58Jadi ketika diwajibkan, oh kamu harus bisa Git, ya udah dia belajar.
1:05:04Akhirnya berhasil gitu, bisa.
1:05:07- Iya, tadi kalau pertanyaan follow up saya tentang itu Mas Riza, kalau Git gimana?
1:05:13Oke kalau programming misalnya belum bisa satu framework tertentu,
1:05:17oke lah bisa diajarin gitu kalau kata Mas Sivan tadi di onboarding aja.
1:05:21Tapi kalau menurut temen-temen Git gimana?
1:05:23Berharap udah bisa apa, ah itu mah gampang lah suruh belajar aja gitu.
1:05:28Tadi kalau dari Mas Riza saya udah dapet jawaban ya sih.
1:05:31- Git itu kan sebenarnya juga sudah ada UI-nya ya, sudah ada UI.
1:05:36Jadi nggak perlu sialah, jadi kalau dia mau belajar juga sudah tinggal pakai Git.
1:05:40Yang penting ngerti konsepnya.
1:05:42Versi kontrolnya sebenarnya.
1:05:45- Selama nggak pakai subversion atau CVS ya.
1:05:50- CVS.
1:05:52- Karena saya mulai dari CVS loh.
1:05:56- Berarti yang diselidikin adalah si orangnya punya mindset untuk bisa belajar dengan cepet
1:06:02dan nangkep prinsipnya atau nggak kan.
1:06:06Yang kemungkinan yang bakal dicari adalah itu bukan exactly tahu cara pakai Git atau nggak.
1:06:13- Tapi menurut saya kalau memang nggak bisa Git nggak masalah.
1:06:16Karena tinggal dikasih nontonnya si penjelasannya Mr. Linus Torvald yang 10 tahun yang lalu
1:06:24pasti mau ngerti itu cara konsepnya.
1:06:27Saat dia presentasi Git di Google kok nggak salah.
1:06:32Awal-awal.
1:06:37- Kalau di kampus diajarin Git nggak Pak Dika?
1:06:41- Saya mengalah ya.
1:06:44- Mengalah nggak diajarin.
1:06:46- Mengorbankan dua pertemuan saya untuk ngajarin.
1:06:51- Oh iya soalnya.
1:06:53- Karena kan harusnya itu bukan di web kan.
1:06:56Harusnya itu memang semua coding kan pakai Git kan.
1:07:01Ya udah deh nggak apa-apa saya ajarin aja gitu.
1:07:04- Iya karena ini juga ya Pak, karena udah tuntutan zaman sih ya.
1:07:09Jadi kalau misalkan kita mau belajar sesuatu kayak Ivan tadi kan kontribusi ke open source
1:07:14atau melihat source code-source yang menarik itu kan larinya kan ke GitHub, GitLab dan lain-lain kan.
1:07:20Jadi kalau misalkan kita punya kemampuan itu, belajar kita mungkin bisa lebih terbantu gitu.
1:07:26- Itu kegantungan bangga kontribusi open source juga ya.
1:07:29Bisa minimal, bisa bikin pull request lah ya.
1:07:34Bisa nge-for, git commit, git push, git pull, dah.
1:07:39Ini just in time tadi, sisanya just in time learning aja lah.
1:07:42- Iya ini salah satu yang saya penasaran kan.
1:07:45Saya pernah ketemu JD India kan, saya penasaran, saya tanya tuh,
1:07:49"Apa sih yang membuat kalian tuh bagus banget gitu lulusan kampusnya gitu fresh graduate-nya?"
1:07:56Apa yang beda? Saya tanyain kan detail.
1:07:59Dia bilang sebenarnya nggak ada beda-beda banget sama negara-negara lain.
1:08:05Yang membedakan adalah di semester akhir itu mereka diharuskan kayak pengganti kerja praktek,
1:08:14pengganti magang dan lain-lain itu mereka diperbolehkan untuk ikutan Google Summer of Code
1:08:21atau kontribusi open source.
1:08:24Jadi dari kampus pun mereka sudah di-encourage untuk kesana gitu.
1:08:29Itu bisa jadi pengganti, kita nggak perlu kerja praktek, nggak perlu cari magang,
1:08:36kontribusi aja ke project-project open source.
1:08:39- Berarti mulai next-nya Pak Dika bakal bikin program setiap Oktober harus bikin Oktoberfest.
1:08:45- Oktoberfest. - Bagi-bagi kawas.
1:08:48- Tapi itu kan melatih soft skill juga kali ya? - Betul.
1:08:51- Itu secara nggak langsung. - Komunikasi, iya.
1:08:54- Makanya kemarin saya agak menyesal sih waktu orang Gitnya nanya saya kan,
1:08:58"Pak Dika siswanya berapa?" Saya bilang ya saya ngitung satu angkatan aja.
1:09:03Saya 120, oh oke.
1:09:05Terus tiba-tiba saya dikirimin tuh lembaran cheat sheet sama sticker banyak banget.
1:09:11Dari Git gitu, langsung dikirim dari Git. - Git apa GitHub?
1:09:15- Eh GitHub, sorry, sorry. - GitHub, dari GitHub.
1:09:18Tau gitu saya bilang mahasiswanya 500 gitu ya, jadi banyak.
1:09:22- Oke, wah mereka ini juga ya. - Disken aja Mas Dika,
1:09:29habis itu bikin di print aja.
1:09:32- Dikin sendiri. - Dikin sendiri.
1:09:34- Dikin sendiri jual di Tokpep.
1:09:36- Ada jadi cheat sheetnya buat dipajang gitu.
1:09:41- Wah menarik ya. Itu GitHubnya tahu dari mana ke Pak Dika?
1:09:47- Kan saya daftar yang student teacher itu kan, jadi fakulti member gitu.
1:09:58Ada beberapa siswa, ada beberapa kelas ngajarin apa gitu, reponya mana gitu.
1:10:03- Jadi sekarang mahasiswa harus tetap, maksudnya mereka harus punya account GitHub atau GitLab
1:10:11dan kemudian semua tugas dikumpulkan ke repo gitu.
1:10:15- Private repo atau maksudnya self-hosted atau ke public aja Pak Dika?
1:10:21- Public aja. - Public aja.
1:10:23- Public aja nggak apa-apa.
1:10:25- Sekalian buat jadi portfolio juga ya.
1:10:29- Menarik, menarik.
1:10:34- Semester satu di Pak Dika, ini apa Pak?
1:10:37Pokoknya add, push, udah add, commit, push, udah dipaksa.
1:10:42- Itu yang penting, add, commit, push, bisa bikin brand, udah.
1:10:46- Betul, betul, betul. Oh ya ada satu isu lagi, Nith.
1:10:51Tadi ada yang bertanya, salah satu kesulitan, tantangan dalam belajar programming
1:10:59adalah bahasa Inggris. Gimana menurut teman-teman?
1:11:03- Ya itu, solusinya udah mulai banyak konten yang berubah se-Indonesia kan.
1:11:11Terus ya apa, tapi tetap sebaiknya ya minimal bisa bahasa Inggris pasif lah.
1:11:16Sekarang kan udah terbantu ya misalnya ada Google Translate
1:11:20atau di YouTube juga udah ada auto-translate.
1:11:23Jadi, sisanya ya dikira-kira. Apa lagi, nggak tahu.
1:11:28- Udah banyak, udah banyak. Kayak, saya rasa kayak,
1:11:33kalau framework-framework atau CMS-CMS yang sudah cukup matang, sudah mature,
1:11:41itu rata-rata sudah punya banyak yang volunteer untuk melakukan translation.
1:11:46Dan juga konten-konten kita di Indonesia sudah banyak yang berubah se-Indonesia.
1:11:51Masa kayak Pak Dika, Mas Rizal, sudah banyak konten-konten.
1:11:54- Kata Pak Dika harus bisa. - Iya, harus bisa.
1:11:58- Iya, iya, iya. - Tapi bahasa Inggris tetap harus ini juga.
1:12:03Ini harus bisa juga karena banyak kan dokumentasi in-code
1:12:08di dalam kodanya itu sendiri bahasa Inggris, rata-rata.
1:12:13- Dan kalau menurut aku, ini berguna banget buat networking dan berkomunitas sih.
1:12:20Aku ngerasain banget kayak dulu bahkan mungkin pas awal-awal
1:12:25skill coding dibanding skill bahasa Inggris justru skill coding kalah.
1:12:29Cuma karena rajin bikin, apa sering bikin artikel misalnya di Dev2 atau apa,
1:12:34malah jadi bisa kenalan sama banyak orang.
1:12:37Nah, sementara skill coding kan bisa diasah ya, cuman ibaratnya udah menang,
1:12:42udah menang dalam berkomunitas dan networking, bisa dapat kenalan baru.
1:12:48Dengan jumlah yang, ya, pakai bahasa Indonesia pun bisa berkomunitas.
1:12:52Tapi kalau kita bisa bahasa Inggris juga, kan cakupannya lebih luas ya.
1:12:56- Ngebuka pintunya banyak banget lah gitu. - Betul.
1:13:01- Daripada kita memaksakan belajar satu teknologi yang mungkin buka pintunya 5-10,
1:13:07belajar bahasa Inggris, itu bisa hampir ratusan gitu pintunya kebuka tiba-tiba gitu.
1:13:12- Iya, jadi kita juga ada konsiderasinya juga.
1:13:17Saat kita mau translate WordPress ke bahasa Indonesia, beberapa error code kita nggak translate.
1:13:24Ada tujuannya supaya mereka bisa Google.
1:13:29Kalau mereka Google-nya hasil translate-nya kita, mungkin hasil solusinya jadi sedikit.
1:13:34Karena nggak ada yang pakai itu kan.
1:13:36Jadi error code itu rata-rata nggak kita translate supaya mereka bisa...
1:13:42- Oh, make sense. Take over flow banyak, 10. - Iya.
1:13:47Ini mungkin kalau buat teman-teman yang kesulitan banget gitu ya,
1:13:52kesulitan banget belajar bahasa Inggris, saya punya rahasia.
1:13:56Tapi harus ada modal nih, harus ada modal.
1:13:59- Udah nggak rahasia lagi dong. - Jangan bilang siapa-siapa ya.
1:14:03Rahasianya adalah kumpulin duit.
1:14:07Liburan, liburan ya ke luar negeri, ke Singapura gitu, kita mau mazain gitu ya.
1:14:12Itu nanti lama-lama bisa sendiri. Terpaksa.
1:14:15Kayak tadi ya belajar programming, kayak Eka ya terpaksa gitu kan.
1:14:19Karena harus bisa, apalagi udah terima project gitu kan.
1:14:22Ya mau nggak mau harus bisa. Bahasa Inggris juga harus dipaksa gitu.
1:14:26- Lama-lama juga. - Atau ke webcam.
1:14:29Bisa bareng Ivan tuh.
1:14:33Nanti kalau misalkan di imigrasi gitu kan ditanyain, "Mau ke mana?"
1:14:37Kalau nggak bisa bahasa Inggris nggak jawab, nanti nggak bisa lewat.
1:14:40Gimana tuh? Terpaksa kan harus bisa kan.
1:14:43- Bisa tersang lah nunjuk-nunjuk print out webcam.
1:14:47- Teman saya ini teman saya biasanya.
1:14:50Teman saya, saya sama dia gitu.
1:14:53Iya. Jadi apa namanya, harus dipaksakan untuk bisa.
1:15:01Ya latihan lah. Intinya latihan sebenarnya.
1:15:04Mau di Indonesia pun ya mungkin bisa join ini ya.
1:15:07Inggris Club gitu ya mungkin ya.
1:15:10- Terus sekarang kan hampir semua library atau framework
1:15:14udah ada komunitas discord-nya ya.
1:15:16Misalnya Next.js lah, Svelte lah, Astro.
1:15:19Itu rata-rata semua udah ada komunitasnya yang cukup aktif.
1:15:22Ya udah nyemplung aja ke situ.
1:15:24Kayaknya banyak juga kok sering lihat programmer dari Indonesia
1:15:29yang aktif di komunitas-komunitas kayak gitu.
1:15:33- Itu Mas Zain udah ditunggu, udah menunggu
1:15:37teman-teman yang mau ke Singapura untuk belajar bahasa Inggris.
1:15:41Habis udah bisa bahasa Inggris langsung diinterview sama Mas Zain.
1:15:45- Tapi bisa-bisa inggris doang.
1:15:48- Gitu, ya selain untuk belajar,
1:15:53bahasa Inggris juga penting untuk cari kerja.
1:15:55Masa nggak mau sih belajar kerja sebagai freelancer
1:16:00di Amerika, di Inggris, atau Eropa,
1:16:03atau bahkan di Singapura dengan gaji dolar gitu kan.
1:16:08Tapi kita tinggalnya di Indonesia, wah enak banget.
1:16:11Apalagi jaman sekarang yang remote udah jadi sesuatu yang umum juga ya.
1:16:16Jadi pintunya tadi bisa terbuka lebar
1:16:21untuk opportunity untuk sumber belajar dan lain-lain.
1:16:25- Karena paling banyak, paling enak belajar bahasa itu
1:16:31bukan belajar bahasanya, tetapi belajar kulturnya.
1:16:36- Kulturnya. - Wah, enak, berat.
1:16:39- Jadi harus belajar filosofinya dulu ya?
1:16:47- Enggak sih. Tetap aja cemplung,
1:16:51tetapi saat belajar bahasanya jangan mikir, jangan kita berpikir.
1:16:57Praktisnya ya, cara mempraktikannya adalah jangan memikirkan bahasa Indonesia-nya apa,
1:17:03terus ditranslate ke bahasa Inggris, karena itu akan jadi delay.
1:17:07- Iya, jadi aneh bahasanya juga jadi aneh.
1:17:10- Iya, tetapi mulai praktis kalau kita ngomong sama berbahasa Inggris,
1:17:16pakailah cara, pola, berba, bagaimana mereka menggunakan bahasanya.
1:17:24- Nah itu sulit tuh, dipelajari itu.
1:17:27- Ya, harus dijalani tuh, itu sih harus diperpikir.
1:17:30- Just in time bahasa berbahasa Inggris dah, kata Mas Ja.
1:17:34- Tapi nggak usah khawatir loh, kalau misalkan ketemu orang asing gitu ya,
1:17:39ngomong aja mau semedok apa, mau grammar kita ngaco dan lain-lain,
1:17:45pasti appreciate dan mereka bisa lah, bisa mengerti lah.
1:17:49- Tenang, bukan EELS, tenang aja.
1:17:51- Bukan, kita nggak dinilai, nggak dapet nilai gitu, ngomong-ngomong aja gitu.
1:17:56Mau pakai, misalkan kayak bahasa tubuh dibantu juga bisa.
1:18:02Kayak kemarin tuh saya waktu yang acara kemarin di Singapura tuh kan kita,
1:18:07hari terakhir tuh ada game kan, itu startup-startup sama mentor juga digabungin
1:18:12jadi satu kelompok, ada satu dari Filipina, ada satu dari Hong Kong,
1:18:16ada satu dari Palestina, ya pokoknya daerah sana kan.
1:18:22Terus pas ngomongin, pas ada tekat-tekin, terus saya bingung tuh tiba-tiba ngeblank,
1:18:28mau ngomong kursi bahasa Inggris apa gitu kan, nggak keluar tuh chair.
1:18:32Apa ya? - Kursi.
1:18:34- Kursi, saya bilang kursi, ternyata si orang Filipina itu kayaknya mirip-mirip ya bahasanya,
1:18:39kursi tau, oh chair, oh ya, jadi mereka ngerti gitu setidaknya.
1:18:44Jadi yang penting ya pede dulu aja sebenarnya.
1:18:49- Betul. - Nah ini ada pertanyaan nih dari Rozak.
1:18:54Ngomongin soal GitHub, di Indonesia ada ekosistem yang fokus ke
1:18:59how to contribute to open source nggak ya?
1:19:02- Join ke WordPress community, Mas. Kita sudah menggalakkan bagaimana
1:19:10mau kontribusi ke WordPress dari berbagai macam sudut, dari translation, forum,
1:19:15code, justru kemudian support, meetup, segala macam.
1:19:21Bagaimana caranya untuk kontribusi itu sudah ada semua bahasa Indonesia lagi.
1:19:25- Wow. - Terus walaupun bukan fokus utama,
1:19:29kalau nggak salah komunitas React.js ID yang Mas Zain jalanin juga ada itu kan
1:19:36aktivitas. - Yup, ada.
1:19:39- Jadi, walaupun itu salah satu aktivitasnya itu.
1:19:45Contribute ke repo officialnya React dalam hal dokumentasi.
1:19:51- Iya, tapi ada benarnya sih. Maksudnya ini kayak masih sporadis ya,
1:19:55masing-masing ada, WordPress ada, tapi kan opinionated ya, React juga ada.
1:19:59Mas Zain juga lumayan menggalakkan open source juga kan.
1:20:04Kalau misalkan live streaming atau lagi ngerjain apa gitu kan.
1:20:07- Oh iya, kayak bikin projek buat kontribusi open source semua.
1:20:13- Betul, kawal Covid dan lain-lain projek-projek banyak kan.
1:20:16Tapi yang benar-benar kayak belajar cara kontribusi ke open source.
1:20:21- Ada lah ya. - Kayaknya belum ada deh.
1:20:25Dan ini bisa jadi oportuniti buat kita.
1:20:27- Jadi saya punya ini, punya satu repository itu bikinan anak-anak Discord.
1:20:32Nama repo-nya tuh Belsaid. Jadi itu tentang repository untuk belajar
1:20:37pemrograman dari memang dari 0 banget gitu, mulai dari HTML dan sebagainya.
1:20:41Nah itu kita membuka seluas-luasnya kalau mau belajar pull request.
1:20:47- Oh yang kemarin di Twitter itu ya yang ada pull request itu ya banyak ya.
1:20:52- Jadi apapun itu mau nyok, ya kalau masih belum pede buat ke open source yang beneran.
1:20:57- Takut ya kalau punya beneran. - Ya kita punya tuh.
1:21:00- Web-nya apa? Web-nya apa? - Repo-nya Belsaid.
1:21:06- Github.com/? - Belsaid. Github.com/Belsaid.
1:21:18- Di promosiin tuh. - Mantap.
1:21:22- Terima kasih Pamela. Pamela tuh salah moderator saya tuh di Discord.
1:21:31Mantap. Discord-nya ramai sekali ya. - Berarti bisa juga kalau mau kontribusi
1:21:37ke WPU ya kontik aja Pamela atau Pak Dika. - Masuklah.
1:21:43- Saya mau jadi aktifis gitu. - Banyak aktifis.
1:21:47- Untuk belajar. - Iya. Apa nih? Ini ya apa?
1:21:54Kontribusi ke open source tapi bahasa Inggris ya.
1:21:57- Gak apa-apa biar belajar. - Ya sekali belajar. Gak apa-apa. Salah.
1:22:02Gak usah takut. Oh ini ya github.com/belsaid. Kita share di komen.
1:22:09Nah ini juga ada benarnya nih belajar bahasa Inggris itu karena kebanyakan
1:22:21dokumentasi resmi terutama kalau framework-framework yang baru rilis gitu kan
1:22:27belum ada tuh translasinya kan. Jadi salah satu keuntungan untuk belajar
1:22:31bahasa Inggris ya, dokumentasi. Jarang juga orang sekarang.
1:22:36- Sekaligus. Sekaligus compong aja untuk jadi translator.
1:22:40- Bisa juga. Saya kan kontribusi ke React juga itu lewat dokumentasi.
1:22:47Jadi kontribusi komen source tuh gak musti kontribusi kode sebenarnya.
1:22:51Jadi sederhananya. Iya. Lihat ritminya kan developer kan malas ya nulis ritmi ya.
1:22:58Terus kita lihat aja, "Wah ini kayaknya menarik nih." "Ya udah, ritminya sini saya yang bikinin deh."
1:23:03Sederhananya itu sebenarnya. Oh cara installnya gini ya, udah kita cobain.
1:23:07Clone dulu, npm install, atau apa-apa, ya tulis aja step-by-stepnya.
1:23:13Jadi, jadi ritmi. Terus pull request deh.
1:23:17- Lumayan. - Lumayan buat nambah-nambah.
1:23:23Oke, kita udah, udah hampir 30 menit lewat ya. Targetnya satu jam.
1:23:30Ya udah kalau gitu. Mungkin untuk malam ini, udahan dulu.
1:23:34Terima kasih banyak nih Pak Dika udah menimpat. - Terima kasih banyak.
1:23:37- Sama-sama, seram banget. - Aduh, seru banget kalau sama Pak Dika tuh ya.
1:23:41- Ngobrol ya. - Terima kasih.
1:23:45- Ini tuh sebelumnya kita bikin pertanyaan, kayak yang ditanyain cuma 1-2 gitu.
1:23:49Kalau diturunkan ini kayaknya 5 jam ada deh.
1:23:53- Ini nih, "Apakah Pak Dika jadi web?" Saya nggak berani jawab.
1:23:59Mari kita doakan saja, semoga. - Amin, amin, aduh amin.
1:24:04- Semoga-moga ini dibaca sama Mas Danang.
1:24:10- Mas Danang, monitor nggak Mas Danang?
1:24:16Oke, oke, oke. Ya, jadi itu aja Pak untuk malam hari ini.
1:24:22Terima kasih banyak buat Pak Dika. - Ada penutup nggak dari Pak Dika?
1:24:28- Pekilmunya juga. - Wajangan, wajangan.
1:24:31- Wajangan dari Pak Dika. - Enggak lah, sebenernya ini buat temen-temen yang nonton sih
1:24:36sebenernya harus mengikuti setiap hari selasa ya temen-temen disini.
1:24:41- Setiap hari selasa. - Itu kalau kata youtuber-youtuber sekarang,
1:24:46apa, kolesterol gitu. - Kolesterol apa tuh?
1:24:52- Karena isinya daging semua. - Aduh, apa ya? Bener juga.
1:25:00- Tolong ditonton gitu, jadi saya juga selalu nonton.
1:25:08Karena topiknya menurut saya seru gitu. Bukan cuman yang praktis-praktis gitu,
1:25:18tapi kadang-kadang mendalam. Jadi saran saya sih diramein ya.
1:25:23- Terima kasih. - Terima kasih.
1:25:26- Wih, ini ada influencer juga nih, ada influencer.
1:25:30- Sebuah biasa. Iya, kita sebenernya sama-sama belajar loh.
1:25:39Kita banyak belajar, saling ngobrol aja tuh banyak belajar.
1:25:42Jadi bukan hanya kita mau berbagi ilmu, tapi kita juga saling belajar gitu.
1:25:48Ketika kita memberikan ilmu ke orang lain, ke temen-temen,
1:25:53secara otomatis kita juga memperkuat ilmu yang kita punya gitu, mengikat.
1:25:58Jadi semakin ingat dengan apa yang mau kita sampaikan atau materi-materi
1:26:04yang kita kasih ke orang itu. - Itu mungkin retrospective learning ya.
1:26:10Tadi ada just in time learning kan, pas lagi butuh kita belajar.
1:26:14Nah, habis selesai nih, terus kita ngulang lagi, kita ngejelasin dengan kata-kata kita sendiri
1:26:19tentang cara kerja, apalah casing atau apapun itu.
1:26:23Kita ngulang, nah kan jadi tambah nempel tuh, mungkin.
1:26:27- Iya, jadi diulang terus ya. Karena kalau tidak diulang, tidak dibahas ya,
1:26:35bakal kami lupa. Dan untuk ngerti juga bahwa kita udah ngerti.
1:26:42Kadang-kadang tuh kita merasa ngerti, memang kita benar-benar ngerti gitu,
1:26:45dengan gaya kita sendiri. Tapi begitu kita jelasin ke orang, terus tiba-tiba ada yang nanya,
1:26:50"Kalau kayak gini gimana?" "Oh iya juga ya."
1:26:53"Oh, ternyata belum bisa nih, belum full seluruhnya."
1:26:57- Saya sudah beberapa kali lho dapet kasus kayak dikerjaan setiap hari,
1:27:02kayak kepentok, "Oh iya kan saya pernah bahas ini sama di ngobrolin."
1:27:07Buka lagi, dikatakan. Catatannya saya buka lagi, dapet.
1:27:12Barusannya saya solve masalah tentang incremental hydration dengan stream.
1:27:20Barusan saya hari ini.
1:27:22- Sebenarnya karena kita ngumpulin ring, kita ngumpulin materi, jadi gampang carinya.
1:27:27- Ingat gak kita pernah bahas incremental hydration dengan stream?
1:27:31Barusan saya ngasih solusi itu ke teman kerja saya hari ini.
1:27:36Saya taunya dari Eka, di IDC Nandu. - Adil, dibayar sama perusahaannya Ivan.
1:27:45- Ada yang kirim salam lho, kirim salam buat Eka. - Sama nih.
1:27:50- Udah kayak ini aja ya, kayak radio. - Influencer, siap-siap jadi influencer 2023.
1:27:58- Kita justru banyak belajar dari kita ngajar. Itu juga salah satu trik belajar ya.
1:28:04Teman-teman mau belajar dengan cepat, ya. Udah belajar, ngajarin ke teman-teman yang lain.
1:28:09Selain bermanfaat ilmunya, juga belajar buat kita juga.
1:28:12Oke, itu aja buat malam hari ini. Terima kasih banyak buat semuanya.
1:28:16Buat padika, buat Ivan, buat Eka. - Makasih.
1:28:19- Kita ketemu lagi minggu depan. Masih di ngobrolin web.
1:28:24Minggu depan kita mungkin balik ke tiga lagi ya. Kecuali padika masih mau...
1:28:28- Nggak tahu, siapa tahu. - Siapa tahu jadi GDI.
1:28:35- Amin. - Siapa tahu jadi GDI.
1:28:40- Oke, nggak nutup-nutup nih. - Iya, macam benar ini.
1:28:45Sekian dulu aja buat malam hari ini. Selamat malam, teman-teman.
1:28:49Selamat istirahat. Kita ketemu lagi minggu depan ya. Bye.
1:28:58- Eh, belum di-end. - Eh, asik.
1:29:07- End dulu. Berut kasih belum di-end. Dadah.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
4 Feb 2025
Ngobrolin Video Player - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
24 Jan 2024
Ngobrolin CSS Wrapped - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
5 Mar 2024
Ngobrolin Gemini AI bareng @EstherIrawati - Ngobrolin WEB
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...